0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
212 tayangan9 halaman

Pembangunan Karakter dalam SDM

Dokumen tersebut membahas tentang pembangunan karakter, penghargaan diri sendiri, penghargaan terhadap orang lain, dan peduli lingkungan. Dokumen tersebut menjelaskan tahapan pembangunan karakter, cara menghargai diri sendiri dan orang lain, serta bentuk perilaku yang peduli terhadap lingkungan hidup.

Diunggah oleh

Setiadi Syarli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
212 tayangan9 halaman

Pembangunan Karakter dalam SDM

Dokumen tersebut membahas tentang pembangunan karakter, penghargaan diri sendiri, penghargaan terhadap orang lain, dan peduli lingkungan. Dokumen tersebut menjelaskan tahapan pembangunan karakter, cara menghargai diri sendiri dan orang lain, serta bentuk perilaku yang peduli terhadap lingkungan hidup.

Diunggah oleh

Setiadi Syarli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

CHARACTER BUILDING (PEMBANGUNAN KARAKTER)

a. Pengertian Pembangunan Character

Charakter Building terdiri dari 2 suku kata yaitu membangun (to build) dan karakter

(character) . suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki

dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia

(masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik

berlandaskan nilai-nilai pancasila

b. Tahap tahap untuk Pembangunan Character

1) Personal Transformation

Hal penting dalam membangun karakter adalah membangun ikatan antara nilai

tersebut dengan suara hati manusia yang terdalam (inner voice) sehingga setiap

individu menjalankan nilai tersebut bukan karena kewajiban, dalam tataran

intelektual, juga bukan karena takut pada pimpinan, dalam tataran emosional,

melainkan sebagai sebuah komitmen spiritual mereka kepada Sang Pencipta.

2) Mission & Character Building

Penetapan misi yang terinternalisasi di dalam setiap individu sehingga mampu

mendorong sebuah keberhasilan. Kemudian, setelah menetapkan Visi Misi, harus

dilakukan pembentukan karakter sumber daya manusia yang diperlukan agar Visi

Misi tersebut dapat diwujudkan.

3) Self Control & Collaboration

Setelah membangkitkan visi-misi dan membangun karakter, langkah selanjutnya

adalah mengelola kelemahan agar potensi yang dimiliki dapat dikeluarkan serta

membangun kolaborasi antar individu maupun antar bagian. Mengapa pengelolaan

kelemahan dan kekuatan serta kolaborasi menjadi sangat penting? Karena


kelemahan yang tidak terkontrol dapat menjadi sumber runtuhnya sebuah institusi

begitu pula dengan kekuatan yang tidak sinergis.

4) Total Action

Kesenjangan eksekusi terjadi karena pelaksanaan di lapangan tidak sesuai dengan

rencana strategis yang sudah ditentukan, baik itu dari segi waktu maupun kualitas

pekerjaannya. Tanamkan sebuah kesadaran bahwa waktu yang dimiliki untuk

mewujudkan visi, sangat terbatas dan kesempatan tidak datang untuk kedua kali.

Oleh karena itu, setiap individu harus disiplin dan konsisten dalam menjalankan

tugas serta rencana.

c. Upaya Membangun Karakter Building

1) Tahapan karakter lahiriyah (karakter anak-anak),

Metoda yang digunakan adalah pengarahan, pembiasaan, keteladanan, penguatan

(imbalan) dan pelemahan (hukuman) serta indoktrinasi

2) Tahapan karakter berkesadaran (karakter remaja)

Metoda yang digunakan adalah penanaman nilai melalui dialog yang bertujuan

meyakinkan, pembimbingan bukan instruksi dan pelibatan bukan pemaksaan

3) Tahapan kontrol internal atas karakter (karakter dewasa).

perumusan visi dan misi hidup pribadi, serta penguatan akan tanggungjawab

langsung kepada Allah. Tahapan diatas lebih didasarkan pada sifat daripada umur.

d. Proses Pembentuan Karakter

1) Adanya nilai yang diserap seseorang dari berbagai sumber, mungkin agama,

ideology, pendidikan, temuan sendiri atau lainnya.

2) Nilai membentuk pola fikir seseorang yang secara keseluruhan keluar dalam

bentuk rumusan visinya.


3) Visi turun ke wilayah hati membentuk suasana jiwa yang secara keseluruhan

membentuk mentalitas. Mentalitas mengalir memasuki wilayah fisik dan

melahirkan tindakan yang secara keseluruhan disebut sikap. Sikap-sikap yang

dominan dalam diri seseorang yang secara keseluruhan mencitrai dirinya adalah

apa yang disebut sebagai kepribadian atau karakter.

e. Upaya pembentukan pribadi yang berkarakter dan berintegrasi.

1) Meraih Mimpi

a) Mengambil risiko

Belajarlah untuk mendorong diri menuju kesuksesan, mengatasi kekurangan,

dan menjadi orang yang lebih baik, apa pun hasil yang diraih. Mengambil

risiko berarti berkomitmen terhadap proyek-proyek sulit yang mungkin terlalu

sulit untuk ditangani.

b) Mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang berkarakter

Kenali orang-orang dalam kehidupan Anda yang Anda hormati, orang-orang

yang menurut Anda menunjukkan karakter yang diinginkan.

c) Mengeluarkan diri dari zona nyaman

Membangun karakter berarti belajar cara menangani situasi yang sulit atau

tidak nyaman

d) Berkomitmen untuk perbaikan diri

2) Menjadi Pemimpin

a. Mengerti tentang kepemimpinan

b. Belajar untuk berempati

c. Membuka diri terhadap berbagai jenis orang

d. Mengakui Kesalahan

e. Menantang diri sendiri dg sasaran yang sukar


3) Tumbuh dan Dewasa

a. Manfaatkan kegagalan sebagai bahan bakar

b. Mimpikan hal yang besar

c. Belajar untuk mengenali dan merangkul momen penentu

2. Berprilaku hormat kepada diri sendiri

a. Pengertian menghargai diri sendiri

Pengertian harga diri adalah apa yang saya pikirkan dan rasakan tentang diri saya

sendiri bukanlah apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain

Menghargai diri sendiri adalah Suatu sikap menghormati dan menjaga diri sendiri,

tidak membiarkannya terlantar dan menjadi beban bagi orang lain, serta tidak

membiarkannya diperalat atau dimanipulasikan oleh orang lain

b. Bentuk dan wujud menghargai diri sendiri

1) Bentuk-bentuk dari sikap menghargai diri adalah dengan menjauhkan diri dari

tindakan-tindakan tercela, seperti madat, narkoba, judi, maling, provokator dan

sebagainya

2) Wujud dari sikap menghargai diri sendiri seperti konsisten, tanggung jawab dan

menghargai waktu. Sikap menghargai diri dapat terlihat dari tindakan seseorang

menjadikan dirinya sebagai subyek, pelaku aktif dalam setiap tindakan dan tidak

menjadikan dirinya obyek yang tertindas, yang hanya menerima nasib begitu saja

c. Cara mengembangkan harga diri

Mengembangkan harga diri berarti mengembangkan keyakinan bahwa seseorang

mampu hidup dan patut berbahagia dalam menghadapi kehidupan dengan penuh,

keyakinan,kebajikan dan optimisme yang akan membantu kita mencapai tujuan


Dengan mengembangkan harga diri berarti memperluas kapasitas kita untuk mencapai

kebahagiaan

d. Hal yang perlu diperhatikan dalam menghargai diri sendiri

Harga diri yang sejati tidak diungkapkan melalui pemujaan diri saja yang

mengorbankan orang lain. Kesombongan seperti itu hanyalah menggambarkan betapa

rapuhnya harga diri orang tersebut

e. Cara - cara menghargai diri

1) Hindarkan diri kita dengan tindakan yang tercela

2) Kembangkan sikap tanggung jawab terhadap diri sendiri

3) Beri pujian terhadap diri sendiri

4) Selalu bersyukur

5) Kembangkan keyakinan bahwa kita mampu

6) Selalu optimis dalam kehidupan

f. Hambatan utama menghargai diri sendiri

Salah satu penghalang seseorang untuk menghargai diri sendiri adalah rasa rendah diri,

yaitu suatu sikap negatif memandang diri sendiri rendah

3. Berperilaku Hormat Kepada Orang Lain

a. Bentuk Penghormatan Pada Orang Lain

1) Pengertian

Rasa hormat : suatu sikap saling menghormati satu sama lain yang muda, hormat

kepada yang tua yang tua, menyayangi yang muda.

2) Manfaat Menghormati Orang Lain :

a) Orang lain akan lebih termotivasi untuk menjadi lebih baik.


b) Orang lain akan lebih mau dekat dengan kita

c) Orang tersebut nantinya juga akan lebih mudah menghargai orang lain pula,

sebab mereka sudah menerimanya dari kita.

b. Bentuk Penghormatan Pada Orang Lain :

1) Akuilah setiap nilai hakiki dari setiap manusia

2) Dukunglah orang lain dalam menjaga harga diri mereka

3) Akuilah kemandirian pribadi dari setiap orang

4) Hargailah setiap orang sama seperti Anda menghargai diri Anda sendiri

5) Berkomunikasi dengan sopan dan santun.

c. Manfaat lain dari Menghormati Orang Lain yaitu :

1) Saling Membutuhkan

2) Saling Menguntungkan

3) Saling Mengisi

4) Saling Menguatkan

d. Bentuk Kepedulian Terhadap Kesehatan Sesama

1) Sbg tenaga kes menyapa pasien dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang

2) Mengunjungi panti jompo

3) Menengok saudara / tetangga yang sedang sakit

4) Memberikan sumbangan pada korban bencana alam.

e. Bentuk Perilaku Hormat, Santun Dan Peduli Kepada Sesama

Bentuk Perilaku Hormat, Santun Dan Peduli Kepada Sesama :

1) Membantu sesama yang sedang dalam kesulitan

2) Membela sesama yang benar

3) Bekerja bakti sesama tetangga

4) Mengadakan bakti social


5) Tidak mengejek sesama dan berteman dengannya

Cara Menanamkan Rasa Peduli dan Empati Terhadap Sesama :

1) Mengenali perasaan sendiri

2) Menyediakan waktu sendiri untuk merenung dan memikirkan apa yg sudah terjadi

3) Masalah dari sudut pandang orang lain

4) Berusaha utk mnjdi pendengar yg baik

5) Menghayati berbagai fenomena yg dialami

6) Memelihara Kenyamanan, Kebersihan Dan Keindahan Lingkungan

f. Memelihara Kenyamanan, Kebersihan Dan Keindahan Lingkungan

1) Tidak membuat polusi terlalu banyak.

2) Amati 3 R (Reduce, Reuse, dan Recycle)

3) Menanam pohon lebih banyak

4) Gunakan ecofrendly bahan pembersihan

5) Selalu menjaga kelestarian lingk sekitar

6) Tdk menebang dan tdk mengambil/ mencabut tumbuh-tumbuhan yg trdpt

disepanjang prjalanan

7) Tdk menorehkn tulisan pd pohon, batu-batu, jln atau dinding

8) Selalu membuang sampah pd tempatnya

9) Tdk membakar sampah disekitar perumahan

10) Melaksanakan keg membersihkan lingkungan

11) Menimbun brg-brg bekas

12) Membersihkan sampah-sampah yg menyumbat saluran air

4. Peduli Lingkungan

Masalah lingkungan hidup adalah masalah moral, persoalan prilaku manusia dan

bukan semata-mata persoalan teknis


Kasus pencemaran dan kerusakan di laut, hutan, atmosfer, air, tanah bersumber pada

prilaku manusia yang tidak bertanggung jawab, tidak peduli dan hanya mementingkan diri

sendiri.

Bagaimana kasus di PT Inti Indorayon Utama di Sumatra Utara, PT Freeport

Indonesia di Papua? Illegal loging, impor limbah secara ileal dari luar negeri dan

perdagangan satwa liar? Apakah tidak disebabkan oleh prilaku perusahaan yang tidak

bertanggung jawab dan tidak peduli terhadap lingkungan hidup?

Krisis lingkungan hidup bisa diatasi dengan melakukan perubahan cara pandang dan

perilaku manusia terhadap alam secara fundamental dan radikal. Butuh etika lingkungan

hidup yang menuntun manusia untuk berinteraksi dalam alam semesta

1. MODEL TEORI ETIKA LINGKUNGAN HIDUP

2. ANTROPOSENTRISME

Adalah teori etika lingkungan hidup yang memandang manusia sebagai pusat dari

sistem alam semesta. Manusia dan kepentingannya dianggap yang paling menentukan

dalam tanaman ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil dalam kaitan dengan

alam, baik secara langsung atau tidak langsung. Nilai tertinggi adalah manusia dan

kepentingannya

3. BIOSENTRISME

Adalah terori etika lingkungan hidup yang memandang bahwa tidak benar hanya

manusia yang mempunyai nilai. Alam juga mempunyai nilai pada dirinya sendiri lepas

dari kepentingan manusia. Mengagungkan nilai kehidupan yang ada pada ciptaanNya,

sehingga komunitas moral tidak lagi dibatasi hanya pada ruang lingkup manusia.

Mencakup alam sebagai ciptaanNya sebagai satu kesatuan komunitas hidup (biotic
community). Inti pemikiran: bahwa setiap ciptaanNya mempunyai nilai intrinsik dan

keberadaannya memiliki relevansi moral. Prinsip moral: mempertahankan serta

memelihara kehidupan adalah baik secara moral, sedangkan merusak dan

menghancurkan kehidupan adalah jahat secara moral.

4. Varian: kehidupan sebagai pusat, etika bumi, perlakuan setara

5.

Anda mungkin juga menyukai