0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
191 tayangan8 halaman

Peran Pemasaran Off Farm dalam Pertanian

Teks tersebut membahas tentang peranan sistem pemasaran dalam menciptakan efisiensi pemasaran produk pertanian melalui kegunaan waktu. Sistem pemasaran bertugas memperlancar aliran produk pertanian dari petani ke konsumen dengan biaya minimum melalui integrasi vertikal dan horizontal antar lembaga pemasaran.

Diunggah oleh

novi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
191 tayangan8 halaman

Peran Pemasaran Off Farm dalam Pertanian

Teks tersebut membahas tentang peranan sistem pemasaran dalam menciptakan efisiensi pemasaran produk pertanian melalui kegunaan waktu. Sistem pemasaran bertugas memperlancar aliran produk pertanian dari petani ke konsumen dengan biaya minimum melalui integrasi vertikal dan horizontal antar lembaga pemasaran.

Diunggah oleh

novi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEKNOLOGI PERTANIAN OFF FARM PADA EFISIENSI PEMASARAN

PRODUK PERTANIAN DALAM FUNGSI TIME UTILITY

Pertanian off farm adalah proses komersialisasi hasil-hasil budidaya pertanian,


seperti pedagang, pengepul dan lain-lain. Sekilas memang nampak kesenjangan yang
mencolok antara pertanian on farm dan pertanian off farm. Orang-orang yang terjun
didunia usaha pertanian off farm nampak jauh lebih sejahtera dibandingkan petani on
farm. Namun jika diteliti lebih dekat tidaklah sesederhana itu. Pengusaha pertanian
off farm memerlukan dana yang tidak sedikit, mereka memerlukan sarana transportasi
yang memadai untuk mendistribusikan produk pertanian on farm. Juga memerlukan
modal untuk membeli dagangan dari petani. Karena memerlukan modal yang tidak
sedikit, maka dia juga harus memiliki ketrampilan managemen keuangan, sedikit
kemampuan bernegosiasi dan jeli mengamati pasar.

Pemasaran hasil pertanian adalah serangkaian ekonomi berturut-turut yang


terjadi selama perjalanan komoditas hasil-hasil pertanian mulai dari produsen primer
sampai ke tangan konsumen (FAO, 1958).

Pemasaran merupakan kegiatan produktif yang menciptakan kegunaan


(utility) yaitu menciptakan barang dan jasa menjadi lebih berguna. Kegunaan
pemasaran yang diciptakan pemasaran meliputi kegunaan bentuk (form utility),
kegunaan tempat (place utility), kegunaan waktu (time utility) dan kegunaan
kepemilikan (possession utility). Pemasaran dalam kegunaan waktu (time utility)
yaitu pemasaran menyebabkan produk tersedia sesuai pada waktu yang dinginkan
(Nur Baladina, 2010)

Permasalahan yang menyebabkan sistem pemasaran produk pertanian menjadi


tidak efisien diantaranya lemahnya infrastruktur dan informasi pasar, skala pertanian
yang masih relatif kecil, kurangnya pengetahuan dari para pelaku pemasaran
mengenai grading dan handling, biaya transaksi yang tinggi serta kurangnya
kebijakan pemasaran yang baik (Tri Wahyu Nugroho, 2010)
Sebuah sistem pemasaran dikataka efisien apabila semua kegiatan pemasaran
yang meliputi kegiatan pengumpulan komoditas di tingkat petani (tersebar pada
daerah yang cukup luas), kemasan komoditas, transportasi, pengolahan serta
distribusi (wholesaling dan retailing) berjalan dengan biaya minimum (Zahari Zen,
2010)

Sistem pemasaran produk pertanian merupakan satu kesatuan urutan lembaga-


lembaga pemasaran. Tugasnya melakukan fungsi-fungsi pemasaran untuk
memperlancar aliran produk pertanian dari produsen awal ke tangan konsumen akhir.
Begitu pula sebaliknya memperlancar aliran uang, nilai produk yang tercipta melalui
kegiatan produktif yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran baik dari tangan
konsumen akhir sampai ke tanga produsen awal dalam suatu sistem komoditas
(Gumbira. E. Dan A. Haritz Intan, 2001)

Masalah pemasaran yang tak kalah penting adalah rendahnya mutu sumber
daya manusia. Selain itu keberadaan fasilitas pemasaranpun tidak memadai. Saat ini
pengembangan sumber daya manusia baru sebatas mengenai budidaya produksi
pertanian sehingga pengetahuan mengenai sistem pemasaran, terutama petani kecil
masih kurang. Hal ini menyebabkan subsistem pemasaran berkembang sangat lamban
(Syahza. A, 2004).

Peranan Sistem Pemasaran dalam Kegunaan Waktu (Time Utility)

Sistem pemasaran produk pertanian merupakan suatu kesatuan urutan


lembaga-lembaga pemasaran yang melakukan fungsi-fungsi pemasaran untuk
memperlancar aliran produk pertanian dari produsen awal ke tangan konsumen akhir,
sebaliknya juga memperlancar aliran uang, nilai produk yang tercipta oleh kegiatan
produktif yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran. Sistem pemasaran
merupakan kegiatan yang produktif yang dilakukan oleh lembaga pemasaran yang
dilakukan dalam urutan horizontal maupun vertikal.

Tingkat ptoduktivitas sistem pemasaran dapat dilihat dari efisiensi dan


efektifitas seluruh kegiatan fungsional kegiatan pemasaran, yang juga menentukan
kinerja operasi dan proses sistem. Efisiensi pemasaran dapat ditinjau dari
terselenggaranya integrasi vertikal dan integrasi horizontal yang kuat, terjadi
pembagian yang adil dari rasio nilai tambah yang tercipta dengan biaya yang
dikeluarkan dalam kegiatan produktif masing-masing pelaku (Gumbira. E dan A.
Haritz Intan, 2001)

Sistem pemasaran mempunyai peranan penting sebagai bagian dari


subsistem agribisnis. Kegiatan pemasaran akan sangat mempengaruhi kegiatan
subsistem lainnya dan mekanisme agribisnis secara keseluruhan. Pemasaran seperti
disebutkan sebelumnya merupakan kegiatan yang produktif karena dalam
kegiatannya proses pemasaran meciptakan nilai guna bagi barang yang diproduksi
salahsatunya pemasaran memenuhi kegunaan waktu (time utility). Maksudnya adalah
kegiatan pemasaran mendorong tersedianya produk sesuai dengan waktu
dibutuhkannya oleh konsumen baik dari segi kualitas, kuantitas maupun kontinuitas.

Kegiatan pemasaran tidak hanya proses pemindahan produk dari tangan


produsen ke tangan konsumen. Kegiatan pemasaran merupakan kegiatan yang sangat
kompleks meliputi proses pengumpulan produk dari para petani, pengepakan,
penyimpanan, pendistribusian, termasuk di dalamnya pemilihan saluran pemasaran.
Kegiatan-kegiatan tersebut bukan tanpa biaya. Efisiensi pemasaran dapat dinilai dari
biaya akumulasi semua proses tersebut. Sistem pemasaran akan semakin efisien
apabila semua kegiatan tersebut di atas dilakukan dengan mengeluarkan biaya
minimum. Sistem pemasaran yang efisien akan mendorong rendahnya margin
pemasaran sehingga perbaikan pendapatan di pihak produsen, harga yang relatif
murah bagi konsumen serta keuntungan yang normal bagi para pelaku kegiatan
pemasaran akan tercapai.

Sistem pemasaran produk pertanian merupakan kegiatan yang sangat


kompleks dibanding dengan produk selain pertanian. Hal ini berkaitan dengan
kekhasan produk pertanian itu sendiri. Seperti diketahui produk pertanian memiliki
sifat umum yaitu rawan rusak (perishable), memiliki ukuran yang besar per
tumpukan (bulky/ voluminous) dan beraneka ragam mutu (quality variation). Sifat
produk yang tidak tahan lama menyebabkan sistem pengangkutan harus dilakukan
dengan hati-hati dan cepat. Selain itu fungsi penyimpanan berperan mengurangi
resiko produk rusak dan busuk serta melindungi produk dari serangan binatang
parasit yang dapat merusak kualitas produk pertanian. Menjaga kualitas produk
pertanian agar tahan lama bisa juga melalui pengolahan sederhana dengan bantuan
pengembangan teknologi industri.

Sifat produk pertanian yang bulky dan voluminous menyebabkan


pengangkutan dalam ruang yang luas yang memakan biaya angkut yang tinggi. Hal
ini tentu saja menyebabkan kegiatan pemasaran menjadi tidak efisien. Hal tersebut
dapat diantisipasi dengan jarak produsen yang sebisa mungkin dekat dengan
konsumen target sehingga pengangkutan dapat berjalan dengan biaya rendah. Selain
itu jarak produsen dan konsumen dapat memenuhi kebutuhan konsumen jauh lebih
cepat dilihat dari sisi waktu.

Sifat produk pertanian lain yang juga sangat mempengaruhi mekanisme


pemasaran adalah sifat produk pertanian yang musiman. Sehingga penentuan sistem
pemasaran harus mempertimbangkan keberimbangan antara proses produksi atau
panen yang bersifat musiman dengan kebutuhan konsumen yang sepanjang waktu.
Mengatasi hal tersebut maka hal yang harus diperbaiki dalam sistem pemasaran
adalah distribusi antar produsen di setiap daerah serta informasi pasar dari konsumen
yang akan sangat berguna bagi produsen memenuhi kebutuhan pasar.

Distribusi yang lancar dari setiap produsen antar daerah adalah untuk
memenuhi kebutuhan konsumen yang pasti akan berbeda di setiap pasar. Distribusi
yang efisien diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar sesuai dengan
kuantitas yang diinginkan dan kontinuitas. Selain itu teknologi penyimpanan antar
panen akan mampu mengantisipasi kendala kesenjangan antara penawaran produk
pertanian yang musiman dengan permintaan konsumen yang sepanjang waktu.
Menurut Gumbira dan A. Harizt Intan, 2001, peranan sistem pemasaran adalah
sebagai berikut:

a. Memaksimumkan tingkat konsumsi. Sistem pemasaran memiliki sasaran dan


berusaha untuk memaksimumkan tingkat konsumsi masyarakat terhadap
berbagai jenis produk yang dipasarkan. Sistem pemasaran yang mampu
memenuhi kebutuhan konsumen sesuai dengan kualitas, kuantitas dan kontinuitas
yang diinginkan akan meningkatkan tingkat konsumsi. Secara tidak langsung,
semakin meningkatnya konsumsi pasar akan mendorong kegiatan produksi
semakin meningkat termasuk kegiatan pemasaran.

b. Memaksimumkan kepuasan konsumen. Tingkat kepuasan konsumen ini


bergantung dari keunggulan sifat-sifat dan karakteristik produk yang
memberikan dampak positif bagi konsumen. Kepuasan konsumen akan berbeda
baik antarwaktu, antartempat, tingkat sosial maupun kebiasaan.

c. Memaksimumkan pilihan. Upaya memaksimumkan pilihan konsumen


memerlukan alternatif pilihan dari produk yang beraneka ragamdan terkait
dengan biaya besar baik dari sisi konsumen maupun sisi produsen dan lembaga
pemasaran.

d. Memaksimumkan mutu hidup, tidak hanya ditentukan oleh mutu, kuantitas dan
tingkat ketersediaan produk serta jumlah biaya yang dikeluarkan oleh konsumen
untuk mendapatkan produk tersebut tetapi juga oleh mutu lingkungan fisik dan
kebiasaan atau kebudayaan setempat.

Faktor-Faktor Efisiensi Pemasaran Produk Pertanian

Secara teoritis, pemasaran yang efisien adalah pemasaran pada pasar


persaingan sempurna dimana keuntungan yang dimiliki oleh pelaku kegiatan ekonomi
baik itu produsen maupun lembaga pemasar adalah normal profit. Akan tetapi,
realitanya pasar ini tidak ditemukan. Ukuran efisiensi adalah kepuasan dari
konsumen, produsen maupun lembaga-lembaga yang terlibat dalam mengalirkan
barang dan jasa mulai dari petani sampai ke konsumen akhir, ukuran untuk
menentukan tingkat kepuasan tersebut adalah sulit dan sangat relatif (Raju dan
Oppen, 1982; Kohls dan Uhl, 2002). Oleh karenanya banyak pakar yang
mempergunakan indikator efisiensi operasional dan efisiensi harga dalam
menunjukkan efisiensi pemasaran.

Efisiensi operasional berhubungan dengan penanganan aktivitas-aktivitas


yang dapat meningkatkan rasio dari output-input pemasaran. Input pemasaran adalah
sumber daya yang meliputi tenaga kerja, pengepakan, mesin-mesin, dan lain-lain
yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi pemasaran. Output pemasaran
termasuk didalamnya adalah kegunaan waktu, bentuk, tempat dan kepemilikan yang
berhubungan dengan kepuasan konsumen (Ratna Winandi Asmarantaka, 2009).
Sehingga bagaimana pemasaran mampu memenuhi peranaannya dalam empat
kegunaan tersebut. suatu sistem pemasaran dikatakan efisien apabila pemasaran
mampu menyalurkan produk yang sesuai dengan yang diinginkan konsumen, mampu
menyalurkan produk ke pasar yang sesuai dengan kualitas, kuantitas dan kontinuitas
yang tepat konsumen, mampu menyalurkan produk tepat dengan waktu permintaan
konsumen.

Dari pemaparan di atas maka diperoleh bahwasanya sumber daya merupakan


biaya sedangkan kegunaan adalah benefits dari rasio efisiensi pemasaran. Biaya
pemasaran secara sederhana adalah jumlah dari semua harga sumber daya yang
dipergunakan dalam proses pemasaran. Oleh sebab itu nilainya lebih mudah dihitung
atau diprediksi dibanding indikator/ nilai kepuasan konsumen (output pemasaran).
Rasio efisiensi pemasaran (operasional) dapat dilihat dari peningkatan dalam dua cara
yaitu (Ratna Winandi Asmarantaka, 2009) :

a. Pada perubahan sistem pemasaran dengan mengurangi biaya perlakuan pada


fungsi-fungsi pemasaran tanpa mengubah manfaat/ kepuasan konsumen
b. Meningkatkan kegunaan output dari proses pemasaran tanpa meningkatkan biaya
pemasaran. Kedua cara di atas mempunyai implikasi terjadi peningkatan efisiensi
pemasaran. Faktanya, untuk mengetahui seberapa besar efisiensi pemasaran
seringkali kali analisis margin pemasaran atau sebaran harga antara harga di
tingkat produsen dengan harga di tingkat konsumen menjadi indikator.
Efisiensi harga adalah bentuk kedua dari efisiensi pemasaran. Efisiensi ini
menekankan pada kemampuan sistem pemasaran yang sesuai dengan keinginan
konsumen. Sasaran dari efisiensi harga adalah efisien alokasi sumber daya dan
maksimum output. Efisiensi harga dapat dicapai apabila masing-masing pihak yang
terlibat dengan pemasaran puas atau responsif terhadap harga yang berlaku. Efisiensi
harga dapat dianalisa melalui ada atau tidaknya keterpaduan pasar antara pasar acuan
dengan pasar pengikut misalnya pasar di tingkat petani dengan pasar di tingkat
eksportir atau di konsumen akhir.

Terkait dengan pihak-pihak yang turut dalam kegiatan pemasaran, suatu


sistem pemasaran dikatakan efisien apabila bagian pendapatan yang diperoleh
produsen sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan. Selain itu efisiensi
pemasaran akan dicapai apabila lembaga pemasaran tidak mengambil keuntungan
atas kegiatannya dengan jumlah yang sangat besar dan mampu memenuhi kebutuhan
konsumen sesuai dengan yang diinginkan baik dari aspek kualitas, kuantitas dan
kontinuitas. Di pihak konsumen sendiri efisiensi pemasaran tercapai apabila
konsumen merasakan kepuasan atas kegiatan pemasaran yang dilakukan dengan
disertai harga produk yang murah.

Efisiensi pemasaran pun perlu dikondisikan oleh pemerintah sebagai pihak


yang mengatur dan mengawas mekanisme pemasaran. Pemerintah dengan perangkat
kebijakan yang dimilikinya perlu mengkondisikan sistem pemasaran untuk mencapai
efisien diantaranya dengan menciptakan kondisi yang ideal agar produk pertanian
mampu menjadi primadona bagi pasar domestik dan mampu bersaing dengan produk
pertanian impor. Dukungan informasi dan teknologi mampu mempercepat efisiensi
pemasaran.

Analisis Efisiensi Pemasaran

Dalam mengukur efisiensi pemasaran faktor kuncinya adalah kesejahteraan


bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pemasaran yaitu produsen, lembaga
pemasaran dan konsumen. Suatu mekanisme pemasaran dikatakan efisien apabila
manfaat aliran komoditi dalam kegiatan pemasaran dapat dirasakan oleh semua
kegiatan agribisnis.

Sistem pemasaran dikatakn efisien apabila mampu meneruskan permintaan


kepada petani/ produsen dengan wajar dan penawaran dari produsen kepada
konsumen dengan biaya pemasaran yang minimum. Mekanisme pemasaran tersebut
mampu meneruskan informasi harga, kualitas dan kuantitas komoditi dari produsen
dan sebaliknya. Selain itu harga yang layak dan rasional baik di pihak produsen,
lembaga pemasaran maupun konsumen adalah keharusan untuk mencapai efisiensi
pemasaran.

Pengukuran efisiensi pemasaran menurut dapat melalui dua pendekatan yaitu


pendekatan melalui teliti unsur pemasaran yang meliputi struktur pasar, tingkah laku
perusahaan/ pedagang dalam memasarkan komoditi, kinerja pasar (market
performance) yang terkait dengan market structure. Pendekatan yang kedua dapat
melalui analisis rantai pemasaran berdasarakan kriteria harga dan jasa-jasa yang
diberikan. Cara lain untuk melihat efisiensi pemasaran adalah dengan melihat
keterpaduan pasar baik secara vertikal maupun horizontal.

Referensi

[Link]
[Link] diakses 4 Mei 2014 pukul 22:49

[Link]
diakses 4 Mei 2014 pukul 22:40

Anda mungkin juga menyukai