0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan7 halaman

Proses dan Metode Reklamasi Tambang

Kegiatan preparasi sampel meliputi pengambilan sampel, crushing, screening, mixing, dan pengambilan subsampel untuk menganalisis kadar logam. Laboratorium Instrumen melakukan analisis kadar menggunakan XRF setelah sampel diolah melalui pressing pallet dan pemanasan. Reklamasi lahan bekas tambang mencakup penataan lahan, penanaman tanaman pelindung dan inti, serta pemeliharaan tanaman untuk memulihkan lingkungan seperti semula.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan7 halaman

Proses dan Metode Reklamasi Tambang

Kegiatan preparasi sampel meliputi pengambilan sampel, crushing, screening, mixing, dan pengambilan subsampel untuk menganalisis kadar logam. Laboratorium Instrumen melakukan analisis kadar menggunakan XRF setelah sampel diolah melalui pressing pallet dan pemanasan. Reklamasi lahan bekas tambang mencakup penataan lahan, penanaman tanaman pelindung dan inti, serta pemeliharaan tanaman untuk memulihkan lingkungan seperti semula.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sample Preparation

Sample pada kegiatan preparasai sampel adalah sampel dri selective mining, re-check
dan ore pabrik. Kegiatan ini dilakukan pada 8-9 mei 2017.

Keterangan :

1. Sampel diambil selective mining dan re-check tibad preparasi sampel.


2. Gross sampel, mengelompokkan sampel, 1 gross terdiri dari 3-4 increment.
3. Crushing, kegiatan mereduksi ukuran dengan jaw crusher boulder direduksi menjadi
ukuran -20 mm.
4. Screening, kegiatan untuk memisahkan ukuran dengan alat ayakan, material
dilakukan screening dengan ukuran -20 mm.
5. Mixing, kegiatan yang dilakukan untuk menghomogenisasi sampel sebanyak minimal
3 kali.
6. Matriks, kegiatan membagi sampel menjadi formasi 4x5. Dalam matriks dilakukan
pengambilan mewakili sampel dengan sekop 20 D (6500 gram)
7. Dilakukan screening dengan ukuran -10 mm.
8. Material yang tidak lolos, direduksi dengan jaw crusher dengan ukuran -10 mm.
9. Mixing dilakukan minimal 3 kali.
10. Material di matriks 4x5. Dilakukan pengambilan sampel dengan ukuran D (4000
gram).
11. Dilakukan screening dengan ukuran -3 mm
12. Material yang tidak lolos, direduksi dengan roll crusher dengan ukuran 2,5 mm.
13. Mixing dilakukan minimal 3 kali.
14. Material di matriks 4x5. Dilakukan pengambilan sampel dengan sekop 10 sesuai
dengan tingkat kelembapan material.
15. Material dimasukkan kedalam oven bersuhu 105oC dengan mwaktu tentative sesuai
dengan tingkat kelembapan material.
16. Material direduksi dengan top grinding dengan ukuran -100 mesh.
17. Mixing dilakukan minimal 3 kali menggunakan plastik.
18. Material di matirks 4x5. Dilakukan pengambilan sampel dengan sekop 1 D (160)
19. Dilakukan screening menggunakan sace sahker dengan ukuran -200 mesh.
20. Material di reduksi dengan dismill dengan ukuran -200 mesh
21. Mixing dilakukan minimal 3 kali menggunakan plastik.
22. Sampel dimasukkan dalam plastik.

Laboratorium Instrumen
Laboratorium Instrumen bertugas untuk penentuan kadar sampel dari preparasi
sampel. Laboratorium Instrumen menerima sampel dari preparasi sampel dengan kode A.
Bukan hanya smpel yang berasalkan dari front tetapi di dalam lab. Instrumen sendiri
menganalisa sampel hasil peleburan, pemurnian, casting, slag, dan batubara. Alat yang
digunakan dlam penentuan kadar ini adalah XRF magic Fast.

Tahapan penentuan kadar di Laboratorium Instrumen

1. Material dipisah-psahkan sesuai nomor yang tertera di plastic.


2. Proses Press Pallet. Kegiatan dimana sampel dimasukkan kedalam alat press pallet
dengan tekanan 40 Psi maka dengan ini sampel pada wadahh tersebut akan
terpadatkan dan menjadi pallet. Tempat sampel akan di siapkan dan dinamakan sesuai
kode sampel dari preparasi, kode ini bertujuan agar memudahkan bagi para pekerja
dalam mengolah sampel tersebut. Sampel dimasukan dalam wadah tersebut sesuai
kode sampel. Proses Press Pallet ini bertujuan agar materia tidak berhamburan saat
dilakukan penentuan kadar.
3. Material yang sudah di press siap di panaskan.
4. Material dimasukkan ke dalam oven bersuhu 105o C dengan durasi 10 menit.
5. Material yang sudah dipanaskan dipindahi menggunakan alat X-Ray Magix Fast.
6. Setelah selesai dipindai dengan alat X-Ray Magic Fast, kadar dari sampel akan
terbaca di komputer.
7. Setelah dipindahi dengan alat X-Ray Magix Fast, kadar dari sampel akan terbaca di
komputer.

Reklamasi
Reklamasi merupakan kegitan memperbaiki lahan bekas tambang sebagaimana
menerupai atau mendekati rona lingkungan awal. Kegiatan reklamasi dilakukan setelah
tambang dinyatakan mine out atau dinyatakan tidak ditambang lagi.

Tujuan dari kegiatan reklamasi yaitu untuk memperbaiki ekosistem lahan bekas
penambangan memalui perbaikan kesuburan tanah dan penanaman lahan dipermukaan.
Tujuan lainnya, agar menjaga lahan tetap stabil, lebih produktif dan meningkatkan
produktivitas bekas penambangan. Perusahaan tambang wajib melakukan reklamasi sebagai
tanggung jawab terhadap lingkungan, masyarakat dan negara.

Metode penanaman di PT. ANTAM (Persero) Tbk. UBPN Sultra menggunakan


metode handseeding, dimana tanamana ditanam secara manual. Disini, penanaman dilakukan
oleh karang taruna disekitar lokasi penambangan PT. ANTAM (Persero) Tbk. UBPN Sultra.

Pada satuan kerja Lingkungan Tambang memiliki 4 divisi berkaitan dengan reklamasi,
yaitu :

1. Land Preparation
2. Land Vegetation
3. 3. Environment monitoring
4. Composting

Tahapan Kegiatan Reklamasi

1. Regreading
Pregreading merupakan kegiatan untuk memperbaiki area pasca tambang
seperti meratakan tanah, pembuatan tanggul sebagai pembatas area kerja, dan
pembuatan drainase sebagai tempat penyaliran air. Kegiatan regreading
dilakukan dengan bantuan alat berat, yaitu Bulldozer, Excavator, Breaker, dan
Dump Truck.
2. Top soiling
Top soiling adalh kegiatan penimbunan top soil pada lahan setelah regreading.
Top soil yang digunakan pada bukit H adalah top soil yang langsung
ditransportasikan dengan dump truck dari Bukit Fortuner.
Ketebalan top soilminimal top soil yang ditimbun adalah 30 cm, dan maksimal
50 cm. Ketebalan ini berpengaruh pada kesuburan tanaman karena daya ikat
akar akan semakin kuat bila semakin kuat bila semakin tebal top soilnya.
Pekerjaan top soiling dilakukan menggunakn alat Bulldozer, Excavator,
Breaker, dan Dump Truck.

3. Cover Crop
Penanaman cover crop merupakan penanaman tanaman penutup tanah setelah lahan
bekas tambang telah dilapisi top soil. Penanaman cover crop untuk mencegah
terjadinya erosi pada top sil, erosi yang diakibatkan oleh air hujan cover crop
berfungsi sebagai penahan air. Jenis tanaman yang digunakan sebagai cover crop
yakni rumput lokal dan rumput tetengala grass.

4. Pengajiran
Pengajiran merupakan pemasangan patok sebelum dilakukan kegiatan
penanaman tanaman pelindung dan dan tanaman inti. Hal ini bertujuan agar
dapat mengetahui luasan tanah, jumlah bibit yang akan ditanam, biaya yang
dikeluarkan. Spasi antara patok yakni 3 x 3 meter.

5. Revegetasi
Kegiatan penanaman kembali dilakukan setelah lahan bekas tambang telah
dilapisi semua oleh top soil. Ada dua tahapan revegatasi yang dilakukan,
antara lain :
a. Penanaman Tanaman Pelindung
Penanaman tanaman pelindung yaitu penanaman yang dilakukan
sebelum dilakukan penanaman tanaman intu. Tanaman pelindung
bertujuan untuk menggemburkan tanah yang akan ditanam dengan
tanaman inti. Tanaman pelindung yang dipakai di PT. ANTAM
(Persero) Tbk. UBPN Sultra yakni antara lain Sengon dan Gamal.
Tanaman sengon sangat cepat tumbuh sehingga dapat meggemburkan
tanah.

b. Penanaman tanaman inti


Penanaman tanaman inti untuk mengembalikan peruntukan lahan
seperti semula. Jenis tanaman yang digunakan antara lain Mangga-
mangga, Cemara, Bitti dan lain sebagainya.
6. Pemeliharaan tanaman
Setelah revegetasi,tanaman yang telah ditanam harus dilakukan pemeliharaan
agar tanaman yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan
baik. Beberapa hal yang dilakkuan dalam pemelihata\\raan tanaman yakni :
Penyiangan
Penyiangan merupakan kegiatan yang dilakukan dengan
membersihkan area sekitar tanaman dari tanaman pengganggu. Setelah
penyiangan dilakukan pendagiran, kegiatan pendagiran yakni
pengemburan tanah disekitar tanaman sehingga memudahkan
penyerapan air dan pupuk.
Pemupukan lanjutan
Pemupukan lanjutan bertujun agar mutrsi tambahan pada tanah agar
tetap terpenuhi sampai pada pemantauan berikutnya. Tanah disekitar
tanaman ditutup kembalidan dipadatkan.
Penyulaman
Penyulaman merupakan mengganti tanaman yang mati. Penyulaman
dilakukan secara berkala dengan waktu 3 bulan sekali.

7. Pemantauan
Pemantauan tanaman pada 3 bulan sekali. Dalam pemantauan dilakukan
kegiatan pengukuran diameter batang pohon, pengukuran tinggi batang pohon,
pengukuran lebar tajuk.

Faktor yang mempengaruhi reklamasi

1. Kemiringan
Kemiringan perlu diperhatikan, karena berpengaruh kepada kesuburan
tanaman. Pada tanaman yang berada dibagian lereng akan menjadi kurang
subur dikarenakan unsur hara akan terbawa kebagian terendah, sehingga lahan
yang berada diatas akan mendapatkan unsur hara yang sedikit.
2. Ketebalan top Soil
Hal ini berpengaruh pada pertumbuhan akar. Jika semakin banak ruang pada
tanaman untuk tumbuh maka semakin kuat akar untuk mengikat tanaman
tersebut.
3. Hama
Hama merupakan penggangu dalam pertumbuhan tanaman, sehingga
diperlukan upaya pencegahan dari serangan hama seperti insectisida.
4. Iklim
Iklim berpengaruh terhadap pertmbuhan dari tanaman, kekeringan merupakan
permasalahan dari pertumbuhan yang berakibatkan kekurangan air untuk
bertumbuhnya tanaman tersebut. Cara yang dilakukan dengan menggunakan
alkosob. Alkosob sendiri berbentuk seperti jelly yang berfungsi penyimpan air
diwaktu kemarau.
5. Pemilihan dan penanaman bibit yang kurang unggul
Pemilihan bibit berpengaruh terhadap keberhasilan reklamasi. Dimana bibir
yang dipilih harus sesuai dengan situasi dan kondisi lokasi reklamasi.
Pemeliharaan bibit pun diperlukan dalam reklamasi untuk menunjang kegiatan
reklamasi sesuai dengan yang direncanakan.

Anda mungkin juga menyukai