50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
2K tayangan4 halaman

Teknik dan Manfaat Cognitive Behavioral Therapy

Terapi modalitas keperawatan jiwa adalah terapi non-farmakologis yang bertujuan untuk memperbaiki sikap pasien agar dapat berfungsi normal di lingkungan sosial. Cognitive behavioral therapy (CBT) adalah salah satu terapi modalitas yang berfokus pada kognitif sebagai penyebab perubahan perilaku dengan mengidentifikasi pikiran negatif dan menggantinya dengan pikiran positif. CBT telah terbukti efektif untuk mengobati berbagai

Diunggah oleh

fikri habibah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
2K tayangan4 halaman

Teknik dan Manfaat Cognitive Behavioral Therapy

Terapi modalitas keperawatan jiwa adalah terapi non-farmakologis yang bertujuan untuk memperbaiki sikap pasien agar dapat berfungsi normal di lingkungan sosial. Cognitive behavioral therapy (CBT) adalah salah satu terapi modalitas yang berfokus pada kognitif sebagai penyebab perubahan perilaku dengan mengidentifikasi pikiran negatif dan menggantinya dengan pikiran positif. CBT telah terbukti efektif untuk mengobati berbagai

Diunggah oleh

fikri habibah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Pengertian Terapi Modalitas Keperawatan Jiwa


Terapi non farmakologis yang dilakukan untuk memperbaiki dan
mempertahankan sikap klien agar klien mampu bertahan dan bersosialisasi
dengan lingkungan sekitar sehingga klien dapat terus bekerja dan tetap
berhubungan dengan orang lain (keluarga, teman dan sistem pendukung)
ketika menjalani terapi.

Klasifikasi terapi modalitas salah satunya adalah psikoterapi individu yang


diharapkan dapat menjadikan individu mampu menilai dirinya sendiri
tanpa merusak suasana psikologisnya, melepaskan pikiran yang
membebani serta memahami pikiran dan perilaku salahnya.

Kunci dari terapi individu adalah bagaimana klien dapat mengungkapkan


perasaannya, dapat mengungkapkan perilaku yang diperankannya, dan
menilainya sesuai dengan kondisi realitas.

2. Pengertian Cognitive Behavioral Therapy (CBT)


Merupakan salah satu terapi modifikasi perilaku yang menggunakan
kognitif sebagai kunci dari perubahan perilaku dan berfokus pada
masalah serta berorientasi pada tujuan (pemecahan masalah). Terapis
membantu klien dengan cara membuang pikiran dan keyakinan buruk
klien, untuk diganti dengan kontruksi pola pikir yang lebih baik.

Selain itu, CBT merupakan salah satu pendekatan psikoterapi yang paling
banyak diterapkan dan telah terbukti efektif untuk mengatasi berbagai
gangguan, termasuk kecemasan dan depresi. Tujuannya adalah untuk
menolong seseorang keluar dari kesulitannya dalam berbagai kehidupan
dan pengalaman.

Contoh kasus :
Seseorang yang memukul orang lain atau memecahkan sesuatu benda
karena keinginannya tidak terpenuhi atau tidak dituruti.

Salah satu teknik CBT adalah dengan Self Instructutional Coping Methods
(SICM) yaitu teknik untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif untuk
mengubah perilaku yang maladptif ke adaptif.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam SICM :
- Mengindentifikasi stimulus yang menyebabkan stress negative self
statement
- Melalui modelling (behavior rehearseal) klien belajar self talk untuk
menetralisir negative self statement ketika situasi yang menyebabkan
stress muncul
- Mengajarkan klien self instruction ( misalnya menarik nafas panjang)
- Mengajarkan klien self reinforcing setelah berhasil menguasai situasi.
3. Sejarah dan teori yang mendasari CBT
Aaron T. Beck adalah seorang pakar di bidang kognitif yang sangat
berpengaruh dalam perkembangan CBT.
Pada tahun 1960, Aaron T. Beck, seorang psikiater, mengamati bahwa
selama sesi analitis, pasien cenderung memiliki dialog internal yang terjadi
di dalam pikiran mereka, hampir seolah-olah mereka sedang berbicara
dengan diri mereka sendiri. Tapi mereka hanya akan melaporkan sebagian
kecil dari pemikiran seperti ini kepadanya.

Beck menyadari bahwa hubungan antara pikiran dan perasaan itu sangat
penting. Dia menemukan pikiran-pikiran otomatis istilah untuk
menggambarkan pikiran emosi-diisi yang mungkin muncul dalam pikiran.
Beck menemukan bahwa orang-orang tidak selalu sepenuhnya menyadari
pikiran seperti itu, tapi bisa belajar untuk mengidentifikasi dan melaporkan
mereka. Jika seseorang merasa marah, pikiran biasanya negatif dan tidak
realistis atau membantu. Beck menemukan bahwa mengidentifikasi
pikiran-pikiran adalah kunci untuk pemahaman klien dan mengatasi
kesulitannya.

Beck menyebutnya terapi kognitif karena menempatkan pada pemikiran.


Ini sekarang dikenal sebagai terapi kognitif-perilaku (CBT) karena terapi
menggunakan teknik perilaku juga. CBT sejak menjalani percobaan ilmiah
yang sukses di banyak tempat oleh tim yang berbeda, dan telah diterapkan
pada berbagai macam masalah.
Bagaimana orang berperilaku mempengaruhi hidup mereka dan bagaimana
mereka menerima dukungan dengan berpedoman pada pilihan mereka.
CBT adalah bentuk untuk mengetahui bagaimana seseorang berpikir
tentang dirinya, dunia dan orang lain. Apa yang dilakukan akan
mempengaruhi pikiran dan perasaan mereka. CBT dapat membantu klien
untuk mengubah cara berpikir (`Kognitif) dan apa yang dapat dilakukan
(`Perilaku`). Perubahan ini dapat membantu klien merasa lebih baik.
Tidak seperti beberapa perawatan lain, berfokus pada `di sini dan
sekarang` masalah dan kesulitan. CBT berfokus pada penyebab
permasalahan atau gejala di masa lalu, ia mencari cara untuk
meningkatkan keadaan pikiran seseorang saat ini.

CBT dapat memaksimalkan pada akal sehat klien dan membantu mereka
untuk melakukan hal-hal sehat atau baik yang kadang-kadang dapat
dilakukan secara alami dan tanpa berpikir dan dapat terjadi secara teratur.
Efektivitas CBT untuk berbagai masalah psikologis telah diteliti secara
luas daripada pendekatan psikoterapi lainnya. Beberapa studi
mengungkapkan bahwa CBT lebih efektif daripada obat pengobatan
kecemasan dan depresi. Sebagai hasil dari penelitian ini, metode
pengobatan yang singkat dan lebih intens telah dikembangkan untuk
gangguan kecemasan tertentu seperti panik, kecemasan dalam kesulitan
dalam kehidupan sosial, atau merasa khawatir sepanjang waktu.

4. Prinsip dasar CBT


Kogntif merupakan proses yang menjembatani seseorang dalam proses
belajar. Proses kognitif diinterpretasikan ke dalam paradigma perilaku dan
teknik kognitif yang dapat dikombinasikan dengan prosedur perlakuan.
CBT adalah bentuk terapi mental yang menekankan peran penting dalam
berpikir bagaimana kita merasa dan apa yang kita lakukan.
Seorang terapis dan klien bekerja sama untuk menilai perilaku dan proses
kognitif yang mengganggu dan merencanakan pengalaman belajar baru
untuk memperbaiki kognitif, perilaku dan pola afektif.

5. Manfaat atau indikasi dilakukannya CBT


a. Membangkitkan pikiran pikiran negative/ berbahaya, dialog internal
atau bicara sendiri (swelf-talk), dan interpretasi terhadap kejadian
kejadian yang dialami. Pikiran pikiran negative tersebut muncul secara
otomatis, sering diluar kesadaran pasien, apabila menghadapi situasi
stress atau mengingat kejadian penting masa lalu. Distorsi kognitif
tersebut perilaku maladaptive yang menambah berat masalahnya.

b. Terapis bersama klien mengumpulkan bukti yang mendukung atau


menyanggah interpretasi yang telah diambil. Oleh karena pikiran
otomastis sering didasarkan atas kesalahan logika, maka program
Cognitive Behavioral Therapy (CBT) diarahkan untuk membantu
pasien mengenali dan mengubah distorsi kognitif. Pasien dilatih
mengenali pikiranya, dan mendorong untuk menggunakan
ketrampilan, menginterpretasikan secara lebih rasional terhadap
struktur kognitif yang maladaptive.

c. Menyusun desain eksperimen (pekerjaan Rumah) untuk menguji


validitas interpretasi dan menjaring data tambahan unjtuk diskusi di
dalam proses terapi

Dengan demikian Cognitive Behavioral Therapy CBT diharapkan


berperan sebagai mekanisme proteksi agar kecemasan dan depresi
tidak mengancam, karena pasien belajar mengatasi factor factor yang
menyebabkan munculnya gangguan.

Asumsi yang mendasari terapi kognitif behavioral, terutama untuk


kasus depresi yaitu bahwa gangguan emosional berasal dari distorsi
(penyimpangan) dalam berpikir. Dengan demikian CBT diharapkan
berperan sebagai mekanisme proteksi agar kecemasan dan depresi idak
mengancam, karena pasien belajar mengatasi faktor-faktor yang
menyebabkan munculnya gangguan.

Menurut tujuan dari konseling Cognitive-Behavior (Oemarjoedi, 2003)


yaitu mengajak klien untuk menentang pikiran dan emosi yang salah
dengan menampilkan bukti-bukti yang bertentangan dengan keyakinan
mereka tentang masalah yang dihadapi. Konselor diharapkan mampu
menolong klien untuk mencari keyakinan yang sifatnya dogmatis
dalam diri klien dan secara kuat mencoba menguranginya.
Sebagai contoh, jika seseorang merasa tertekan, mereka bereaksi
dengan menarik diri dari orang lain, yang hanya memperburuk suasana
hati mereka lebih lanjut. Dengan mengidentifikasi apakah reaksi
membantu atau tidak membantu dalam mencapai tujuan hidup tertentu,
orang dapat membuat pilihan tentang bagaimana menanggapi situasi
yang berbeda.

6. Strategi penanganan perilaku kognitif


- Menurunkan cemas.
- Teknik relaksasi.
- Biofeedback, menggunakan alat untuk menurunkan cemas dan
memodifikasi respons perilaku.
- Systematic desenzatization. Dirancang untuk menurunkan perilaku
yang berhubungan dengan stimulus spesifik misalnya karena
ketinggian atau perjalanan melalui pesawat. Teknik ini meliputi
relaksasi otot dengan membayangkan situasi yang menyebabkan
cemas.
- Flooding. Klien segara diberikan pada stimuli yang paling memicu
cemas (tidak dilakukan secara berangsur-angsur) dengan menggunakan
bayangan atau imajinasi.
- Pencegahan repson. Klien didukunh untuk menghadapi situasi tanpa
melakukan respon yang biasanya dilakukan.

Referensi

Beck, Aaron T. 2012. Instructors Manual for Aaron Beck On


Cognitive Therapy. Diakses pada tanggal 30 April 2015, melalui
[Link]
[Link]
[Link]
Nasir, Abdul dan Abdul Muhith. 2011. Buku Dasar-Dasar
Keperawatan Jiwa. Jakarta : Salemba Medika.

Common questions

Didukung oleh AI

Prinsip utama CBT adalah fokus pada 'di sini dan sekarang' serta proses berpikir yang mempengaruhi perasaan dan perilaku . CBT menekankan kerja sama terapis dan klien untuk mengidentifikasi dan merubah proses kognitif yang mengganggu . Dalam penerapannya, teknik kognitif dikombinasikan dengan prosedur perilaku untuk memperbaiki pola kognitif dan afektif klien . Tujuannya adalah mengubah cara berpikir ('Kognitif') dan perilaku klien agar mereka merasa lebih baik . Penerapannya meliputi teknik relaksasi, biofeedback, systematic desensitization, flooding, dan pencegahan respon .

CBT membantu klien mengatasi kecemasan dan depresi dengan mengidentifikasi dan mengubah distorsi kognitif, yaitu pikiran negatif otomatis yang muncul terkait stres atau pengalaman masa lalu . CBT berperan sebagai mekanisme proteksi yang mengajarkan klien untuk mengatasi faktor-faktor penyebab gangguan . Dengan mengganti pikiran negatif dengan lebih rasional, klien dapat mengurangi stres dan mencegah depresi lebih lanjut . Penelitiannya menunjukkan bahwa CBT seringkali lebih efektif dibandingkan obat-obatan untuk pengobatan kecemasan dan depresi .

CBT mengadopsi metodologi dari psikoterapi lain dengan mengkombinasikan aspek kognitif dan perilaku. Ini melibatkan teknik perilaku seperti modelling dan rehearsal (latihan perilaku) sebagai bagian dari pelatihan ulang dan penilaian diri individu . CBT juga menggunakan prinsip-prinsip dari terapi eksistensial dengan fokus pada pengalaman 'di sini dan sekarang', serta mengutamakan hubungan klien-terapis yang kolaboratif untuk modifikasi perilaku . Penggunaan biofeedback dan teknik relaksasi adalah contoh integrasi metode lain dalam kerangka CBT untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan pengendalian diri .

Perbedaan utama CBT dengan terapi modalitas lainnya terletak pada fokus CBT terhadap 'di sini dan sekarang' dan perubahan pemikiran serta perilaku untuk mengatasi permasalahan, berbeda dengan terapi lain yang mungkin lebih memusatkan pada penyelidikan masa lalu . CBT lebih fokus pada mengidentifikasi dan merubah distorsi kognitif untuk mengatasi gangguan psikologis secara langsung . Terapi modalitas lainnya seperti terapi individu berfokus pada ekspresi perasaan dan perilaku untuk menilai diri sesuai dengan realitas tanpa merusak kondisi psikologis .

CBT memanfaatkan dialog internal atau self-talk dengan cara mengubah self-talk negatif menjadi lebih positif dan konstruktif, melalui identifikasi distorsi kognitif yang muncul secara otomatis . Teknik Self Instructional dalam CBT melatih klien mengendalikan self-talk untuk menetralisir pernyataan diri negatif saat menghadapi situasi stres, sehingga mereka dapat berpikir dan bertindak lebih rasional . Dengan self-talk yang positif, klien diberikan alat untuk mengatasi stres dan mencegah respons maladaptive, memperkuat pengendalian diri dan adaptasi lebih baik terhadap situasi buruk .

Aaron T. Beck mengembangkan konsep CBT setelah mengamati bahwa pasien sering memiliki dialog internal yang diwarnai oleh pikiran otomatis negatif selama sesi analitis . Dia menyadari pentingnya hubungan antara pikiran dan perasaan, serta menekankan identifikasi pikiran otomatis sebagai kunci pemahaman klien . Pengembangan ini menjadikan CBT sebagai salah satu pendekatan psikoterapi terpopuler dan paling efektif, diterapkan pada berbagai masalah seperti kecemasan dan depresi . Beck mengembangkan teknik yang mengkombinasikan aspek kognitif dan perilaku, yang telah diuji secara ilmiah dan diterapkan secara luas .

Langkah-langkah umum dalam CBT meliputi identifikasi dan modifikasi pikiran otomatis negatif, kerja sama mengumpulkan bukti untuk menilai pikiran negatif, dan menyusun eksperimen untuk menguji validitas interpretasi klien . Langkah-langkah ini membantu klien untuk mengenali dan mengubah distorsi kognitif dengan cara yang lebih rasional . Melalui proses ini, klien belajar mengatasi faktor pemicu gangguan, sehingga mengurangi gejala kecemasan dan depresi .

CBT telah terbukti lebih efektif dari beberapa pengobatan farmakologis dalam mengatasi kecemasan dan depresi karena fokusnya pada penyebab kognitif dan perilaku masalah, bukan hanya gejala . Penelitian menunjukkan CBT lebih efektif daripada obat dalam mengatasi kecemasan dan depresi, karena membantu klien mengubah pola pikir negatif . Selain itu, CBT tidak memiliki efek samping yang mungkin ditemui pada pengobatan farmakologis dan fokus pada pemberdayaan klien untuk memecahkan masalah secara mandiri .

CBT bertindak sebagai mekanisme proteksi dengan membantu pasien mengenali dan mengubah pola pikir yang maladaptive dan dengan cara itu mencegah gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi . Dengan mengajarkan klien untuk menentang pikiran dan emosi yang salah serta menampilkan bukti yang berlawanan dengan keyakinan negatif mereka, CBT memfasilitasi perubahan dalam berpikir yang lebih rasional dan sehat, yang mencegah munculnya faktor pemicu gangguan .

SICM digunakan dalam CBT dengan tujuan mengubah pikiran negatif menjadi positif serta mengalihkan perilaku malaptif ke adaptif . Klien diajarkan untuk mengidentifikasi stimulus penyebab stres serta menggunakan self-talk untuk menetralisir pikiran negatif saat menghadapi situasi stres . Teknik ini melibatkan langkah-langkah seperti modelling, self-instruction (misalnya menarik nafas panjang), dan self-reinforcing setelah menguasai situasi stres . Metode ini membantu klien untuk merancang pola pikir yang lebih adaptif dan sehat dalam situasi yang menantang .

Anda mungkin juga menyukai