Pentingnya Rheologi dalam Farmasi
Pentingnya Rheologi dalam Farmasi
FAKULTAS FARMASI
LAPORAN PRAKTIKUM
RHEOLOGI
OLEH :
NAMA : AYUFIYAH
KELAS : C8
KELOMPOK : I (SATU)
FAKULTAS FARMASI
MAKASSAR
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
zat cair, dimana rheologi ini sangat erat kaitannya dengan viskositas.
dimana semakin tinggi viskositas sutu cairan, maka semakin sulit untuk
lain. Selain itu, prinsip rheologi digunakan juga untuk karakterisasi produk
untuk setiap batch. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari bahan,
bagi pasien, stabilitas fisika obat, bahkan ketersediaan hayati dalam tubuh
(bioavailability).
menjadi dua, yaitu sistem newton dan sistem non Newton. Dimana zat cair
viskositasnya.
B. Tujuan Praktikum
newton dan non newton, dan menentukan rheologi cairan newton dan non
newton.
TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Umum
(ilmu), digunakan istilah untuk pertama kali oleh Bingharm dan Crawford
dari suatu cairan untuk mengalir, makin tinggi viskositas, akan makin
dapat diukur dalam istilah viskositas absolut. Tetapi sifat-sifat rheologi dari
dikerjakan gaya. Karena pengaruh gaya k, lapisan zat cair dapat bergerak
dasar sehingga timbul gradien kecepatan. Baik zat cair maupun gas
mempunyai viskositas hanya saja zat cair lebih kental (viscous) dari pada
molekul dan ukuran serta jumLah molekul terlarut. Fluida, baik zat cair
maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang
berbeda. Pada zat cair, viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi
(gaya tarik menarik antara molekul sejenis). Sedangkan dalam zat gas,
antara molekul-molekul cairan satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan
tegangan luncur itu relatif kecil untuk cepat perubahan regangan luncur
tertentu, dan viskositasnya juga relatif kecil, dan begitu pula sebaliknya
(Lutfy, 2007).
(Bird, 1987) :
1. Tekanan
2. Temperatur
5. Berat molekul
antara tegangan geser (s) dengan kecepatan geser (g) nya konstan.
tetap dibatasi oleh lapisan fluida setebal h, sejajar dengan suatu bidang
permukaan atas yang bergerak seluas A. Jika bidang bagian atas itu
dibawahnya, maka tidah ada gaya tekan yang bekerja pada lapisan fluida
(Dugdale, 1986).
Adapun jenis cairan dibedakan menjadi dua tipe, yaitu (Dogra, 1990):
1. Cairan Newtonian
Contohnya : Air, minyak, sirup, gelatin, dan lain-lain. Shear rate atau
2. Cairan Non-Newtonian
aliran materi. Hal ini, penting dalam bidang fisiolog. Rheologi mengatur
sirkulasi darah dan getah bening melalui kapiler dan pembuluh darah,
a. Viskositas dinamik, yaitu rasio antara shear, stress, dan shear rate.
kerjanya.
Prinsip-prinsip dasar rheologi sangat berguna dalam pembuatan cat,
tinta, adonan, bahan bangunan jalan, kosmetik, produk susu dan bahan
(Sinko, 2011).
Scoot-Blair mengakui pentingnya rheologi dalam farmasi dan
seperti emulsi, pasta, supositoria, dan pelapis tablet. Produsen krim obat
yang baik. Dalam banyak industri, orang terlatih dengan pengalaman yang
pembuatan krim, suspensi, emulsi, losion, pasta, penyalut tablet dan lain-
untuk setiap batch. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari bahan,
1989).
bisa menyebabkan rasa sakit dan hance pasien akan lebih enggan untuk
lain. Penyelidikan viskositas dari cairan sejati, larutan dan sistem koloid
baik yang encer maupun kental jauh lebih bersifat praktis dari pada
pelarut organik
Kegunaan : Suspending agent
b. Uraian Sampel
1. Handbody (Marina)
Nama produk : Marina Natural Rich Moisturizing
Jenis produk : Hand & body lotion
Netto : 200 mL
Komposisi : Aqua (water), petrolatum, isopropyl palmitate,
phenylpheriate, methylchlorolsothiazolinone,
methylisothiazolinone.
4. Sabun pencuci wajah (Garnier)
Nama produk : Garnier Pure Active Matcha Deep Clean Foam
Jenis produk : Sabun pencuci wajah
Netto : 100 mL
Komposisi : Aqua/water, glycerin, myristic acid, palmitic
dextrin (C185605/1).
(garnier).
B. Cara Kerja
Viskometer Brookfiled
Disiapkan alat dan bahan, dipasang spindle pada gantungan
on, setelah itu diatur tombol pengatur Rpm sesuai dengan yang
0,5, 2, 5, 10, 20, 50 dan 100 rpm. Setelah itu tombol speed
A. Hasil Praktikum
1. Data Pengamatan
0.4
0.35
0.3
0.25
0.1
0.05
0
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8
0.7
0.6
0.5
0.4 ALIRAN NAIK
0.3 ALIRAN
TURUN
0.2
0.1
0
0 0.5 1 1.5 2
Kurva II. Hubungan Antara Kecepatan
Geser dan Tekanan Geser (Handbody)
0,5 480
= 60 = 100 x 0,0083
cm/detik
= 0,0083 cm/detik = 0,04 dyne/cm2
2. 2 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
2 117,6
= 60 = 100 x 0,0333
cm/detik
= 0,0333 cm/detik = 0,0392 dyne/cm2
3. 5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
5 12,54
= 60 = 100 x 0,0833
cm/detik
= 0,0833 cm/detik = 0,01045 dyne/cm2
4. 10 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
10 12,06
= 60 = 100 x 0,1666
cm/detik
= 0,1666 cm/detik = 0,0201 dyne/cm2
5. 20 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
cm/detik
= 0,3333 cm/detik = 0,0966 dyne/cm2
6. 50 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
50 21
= 60 = 100 x 0,8333
cm/detik
= 0,8333 cm/detik = 0,175 dyne/cm2
7. 100 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
100 22,5
= 60 = 100 x 1,6667
cm/detik
= 1,6667 cm/detik = 0,375 dyne/cm2
Aliran Turun
1. 0,5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
0,5 840
= 60 = 100 x 0,0083
cm/detik
= 0,0083 cm/detik = 0,07 dyne/cm2
2. 2 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
2 260
= 60 = 100 x 0,0333
cm/detik
= 0,0333 cm/detik = 0,0866 dyne/cm2
3. 5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
cm/detik
= 0,0833 cm/detik = 0,07 dyne/cm2
4. 10 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
10 45
= 60 = 100 x 0,1666
cm/detik
= 0,1666 cm/detik = 0,075 dyne/cm2
5. 20 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
20 30
= 60 = 100 x 0,3333
cm/detik
= 0,3333 cm/detik = 0,1 dyne/cm2
6. 50 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
50 23,4
= 60 = 100 x 0,8333
cm/detik
= 0,8333 cm/detik = 0,195 dyne/cm2
7. 100 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
100 22,5
= 60 = 100 x 1,6667
cm/detik
= 1,6667 cm/detik = 0,375 dyne/cm2
b. Handbody (Marina)
Aliran Naik
1. 0,5 rpm
0,5 640
= 60 = 100 x 0,0083
cm/detik
= 0,0083 cm/detik = 0,0533 dyne/cm2
2. 2 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
2 939
= 60 = 100 x 0,0333
cm/detik
= 0,0333 cm/detik = 0,313 dyne/cm2
3. 5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
5 384
= 60 = 100 x 0,0833
cm/detik
= 0,0833 cm/detik = 0,32 dyne/cm2
4. 10 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
10 216
= 60 = 100 x 0,1666
cm/detik
= 0,1666 cm/detik = 0,36 dyne/cm2
5. 20 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
20 120
= 60 = 100 x 0,3333
cm/detik
= 0,3333 cm/detik = 0,4 dyne/cm2
6. 50 rpm
50 60
= 60 = 100 x 0,8333
cm/detik
= 0,8333 cm/detik = 0,5 dyne/cm2
7. 100 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
100 36
= 60 = 100 x 1,6667
cm/detik
= 1,6667 cm/detik = 0,6 dyne/cm2
Aliran Turun
1. 0,5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
0,5 710
= 60 = 100 x 0,0083
cm/detik
= 0,0083 cm/detik = 0,059 dyne/cm2
2. 2 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
2 585
= 60 = 100 x 0,0333
cm/detik
= 0,0333 cm/detik = 0,195 dyne/cm2
3. 5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
5 295
= 60 = 100 x 0,0833
cm/detik
= 0,0833 cm/detik = 0,245 dyne/cm2
4. 10 rpm
10 192
= 60 = 100 x 0,1666
cm/detik
= 0,1666 cm/detik = 0,32 dyne/cm2
5. 20 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
20 114
= 60 = 100 x 0,3333
cm/detik
= 0,3333 cm/detik = 0,38 dyne/cm2
6. 50 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
50 60
= 60 = 100 x 0,8333
cm/detik
= 0,8333 cm/detik = 0,5 dyne/cm2
7. 100 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan
100 36
= 60 = 100 x 1,6667
cm/detik
= 1,6667 cm/detik = 0,6 dyne/cm2
B. Pembahasan
tahanan dari suatu cairan untuk mengalir, makin tinggi viskositas, akan
makin besar tahanannya (makin besar resistensi suatu zat cair untuk
akan selalu tetap pada suhu dan tekanan tertentu. Serta tidak dipengaruhi
newton. Viskositas cairan ini akan bervariasi pada setiap kecepatan geser
viskometer brookfield.
Rate of shear adalah kecepatan geser atau perbedaan kecepatan
newton dan non newton, dan menentukan rheologi cairan newton dan non
newton.
sabun cair (tanpa scrub), feel of zoya, sabun pencuci muka (garnier).
sambil menekan tombol on, setelah itu diatur tombol pengatur Rpm sesuai
dengan yang dikehendaki dengan cara ditekan tombol on lalu ditekan lagi
5, 10, 20, 50 dan 100 rpm. Setelah itu tombol speed dikembalikan
ketengah dan tekan tombol on kembali, dilihat dan dicatat Cp yang terlihat
Untuk pengukuran rheologi suatu zat (sifat alir) maka terlebih dahulu
berapa besar tekanan yang dihasilkan dari zat cair tersebut ataupun
pembuatan krim , suspense, emulsi, lotion, pasta, penyalut tablet dan lain-
setiap batch.
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
Bird, Tony, 1987, Kimia Fisik Untuk Universitas, Jakarta, PT. Gramedia.