0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
272 tayangan29 halaman

Pentingnya Rheologi dalam Farmasi

Laporan praktikum ini membahas mengenai rheologi dan viskositas. Tujuannya adalah untuk menentukan viskositas beberapa cairan, membedakan cairan Newton dan non-Newton, serta mengetahui rheologi masing-masing. Rheologi merupakan ilmu yang mempelajari aliran zat cair dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti viskositas, temperatur, dan kehadiran zat lain.

Diunggah oleh

Ayufiyah Ilyas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
272 tayangan29 halaman

Pentingnya Rheologi dalam Farmasi

Laporan praktikum ini membahas mengenai rheologi dan viskositas. Tujuannya adalah untuk menentukan viskositas beberapa cairan, membedakan cairan Newton dan non-Newton, serta mengetahui rheologi masing-masing. Rheologi merupakan ilmu yang mempelajari aliran zat cair dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti viskositas, temperatur, dan kehadiran zat lain.

Diunggah oleh

Ayufiyah Ilyas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LABORATORIUM FARMASEUTIK

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

LAPORAN PRAKTIKUM

RHEOLOGI

OLEH :

NAMA : AYUFIYAH

NO. STAMBUK : 15020160159

KELAS : C8

KELOMPOK : I (SATU)

ASISTEN : ALMAWADDAH RAHMA A.M.O

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR

2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rheologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai aliran suatu

zat cair, dimana rheologi ini sangat erat kaitannya dengan viskositas.

Viskositas merupakan ukuran resitensi suatu zat cair untuk mengalir,

dimana semakin tinggi viskositas sutu cairan, maka semakin sulit untuk

mengalir, begitupun sebaliknya.


Penggolongan bahan menurut pealiran dan deformasi adalah

sebagai berikut; sistem Newton dan sistem non-Newton. Pemilihan

bergantung pada sifat-sifat alirannya apakah sesuai dengan hukum aliran

Newton atau tidak.


Dalam bidang farmasi, prinsip-prinsip rheologi diaplikasikan dalam

pembuatan krim, suspensi,emulsi, lotion, pasta, penyalut tablet, dan lain-

lain. Selain itu, prinsip rheologi digunakan juga untuk karakterisasi produk

sediaan farmasi (dosage form) sebagai penjaminan kualitas yang sama

untuk setiap batch. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari bahan,

penuangan, pengeluaran dari tube, atau pelewatan dari jarum suntik.

Rheologi dari suatu zat tertentu dapat mempengaruhi penerimaan obat

bagi pasien, stabilitas fisika obat, bahkan ketersediaan hayati dalam tubuh

(bioavailability).

Penggolongan bahan menurut tipe aliran zat cair yaitu terbagi

menjadi dua, yaitu sistem newton dan sistem non Newton. Dimana zat cair

yang mengikuti aliran Newton tidak dapat berubah viskositasnya

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
(viskositas sejati). Sedangkan aliran non Newton dapat berubah

viskositasnya.

Mengingat pentingnya untuk mempelajari rheologi bagi seorang

farmasis, maka berdasarkan latar belakang tersebut, dibuatlah laporan ini

untuk membahas mengenai rheologi dan viskositas.

B. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk menentukan viskositas

beberapa cairan, menjelaskan tentang rheologi, membedakan cairan

newton dan non newton, dan menentukan rheologi cairan newton dan non

newton.

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Teori Umum

Rheologi berasal dari bahasa Yunani mengalir (rheo) dan logos

(ilmu), digunakan istilah untuk pertama kali oleh Bingharm dan Crawford

(seperti yang dilakukan oleh fischer) untuk menggambarkan aliran cairan

dan deformasi dari padatan. Viskositas adalah suatu pernyataan tahanan

dari suatu cairan untuk mengalir, makin tinggi viskositas, akan makin

besar [Link] akan terlihat nanti, cairan sederhana (biasa)

dapat diukur dalam istilah viskositas absolut. Tetapi sifat-sifat rheologi dari

disperse heterogen lebih kompleks dan tidak dapat dinyatakan satu

satuan tunggal (Martin,1993).

Viskositas (kekentalan) dapat dianggap suatu gesekan dibagian

dalam suatu fluida. Karena adanya viskositas ini maka untuk

menggerakkan salah satu lapisan fluida diatasnya lapisan lain haruslah

dikerjakan gaya. Karena pengaruh gaya k, lapisan zat cair dapat bergerak

dengan kecepatan v, yang harganya semakin mengecil untuk lapisan

dasar sehingga timbul gradien kecepatan. Baik zat cair maupun gas

mempunyai viskositas hanya saja zat cair lebih kental (viscous) dari pada

gas tidak kental (Mobile ) (Martoharsono, 2006).

Viskositas menentukan kemudahan suatu molekul bergerak karena

adanya gesekan antar lapisan material. Karenanya viskositas

menunjukkan tingkat ketahanan suatu cairan untuk mengalir. Semakin

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
besar viskositas maka aliran akan semakin lambat. Besarnya viskositas

dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti temperatur, gaya tarik antar

molekul dan ukuran serta jumLah molekul terlarut. Fluida, baik zat cair

maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang

berbeda. Pada zat cair, viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi

(gaya tarik menarik antara molekul sejenis). Sedangkan dalam zat gas,

viskositas disebabkan oleh tumbukan antara molekul. Viskositas dapat

dinyatakan sebagai tahanan aliaran fluida yang merupakan gesekan

antara molekul-molekul cairan satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan

yang mudah mengalir, dapat dikatakan memiliki viskositas yang rendah,

dan sebaliknya bahan-bahan yang sulit mengalir dikatakan memiliki

viskositas yang tinggi (Sarojo, 2009).

Cairan yang mudah mengalir, misalnya air atau minyak tanah,

tegangan luncur itu relatif kecil untuk cepat perubahan regangan luncur

tertentu, dan viskositasnya juga relatif kecil, dan begitu pula sebaliknya

(Lutfy, 2007).

Faktor-fator yang mempengaruhi viskositas adalah sebagai berikut

(Bird, 1987) :

1. Tekanan

Viskositas cairan naik dengan naiknya tekanan, sedangkan viskositas

gas tidak dipengaruhi oleh tekanan.

2. Temperatur

Viskositas akan turun dengan naiknya suhu, sedangkan viskositas gas

naik dengan naiknya suhu. Pemanasan zat cair menyebabkan molekul-

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
molekulnya memperoleh energi. Molekul-molekul cairan bergerak

sehingga gaya interaksi antar molekul melemah. Dengan demikian

viskositas cairan akan turun dengan kenaikan temperatur.

3. Kehadiran zat lain

Penambahan gula tebu meningkatkan viskositas air. Adanya bahan

tambahan seperti bahan suspensi menaikkan viskositas air. Pada

minyak ataupun gliserin adanya penambahan air akan menyebabkan

viskositas akan turun karena gliserin maupun minyak akan semakin

encer, waktu alirnya semakin cepat.

4. Ukuran dan berat molekul

Viskositas naik dengan naiknya berat molekul. Misalnya laju aliran

alkohol cepat, larutan minyak laju alirannya lambat dan kekentalannya

tinggi seta laju aliran lambat sehingga viskositas juga tinggi.

5. Berat molekul

Viskositas akan naik jika ikatan rangkap semakin banyak.

6. Kekuatan antar molekul

Viskositas air naik denghan adanya ikatan hidrogen, viskositas CPO

dengan gugus OH pada trigliseridanya naik pada keadaan yang sama.

Pada hukum aliran viskositas, Newton menyatakan hubungan antara

gaya-gaya mekanika dari suatu aliran viskos sebagai : Geseran dalam

(viskositas) fluida adalah konstan sehubungan dengan gesekannya.

Hubungan tersebut berlaku untuk fluida Newtonian, dimana perbandingan

antara tegangan geser (s) dengan kecepatan geser (g) nya konstan.

Parameter inilah yang disebut dengan viskositas. Aliran viskositas dapat

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
digambarkan dengan dua buah bidang sejajar yang dilapisi fluida tipis

diantara kedua bidang tersebut. Suatu bidang permukaan bawah yang

tetap dibatasi oleh lapisan fluida setebal h, sejajar dengan suatu bidang

permukaan atas yang bergerak seluas A. Jika bidang bagian atas itu

ringan, yang berarti tidak memberikan beban pada lapisan fluida

dibawahnya, maka tidah ada gaya tekan yang bekerja pada lapisan fluida

(Dugdale, 1986).

Adapun jenis cairan dibedakan menjadi dua tipe, yaitu (Dogra, 1990):

1. Cairan Newtonian

Cairan newtonian adalah cairan yg viskositasnya tidak berubah dengan

berubahnya gaya irisan, ini adalah aliran kental (viscous) sejati.

Contohnya : Air, minyak, sirup, gelatin, dan lain-lain. Shear rate atau

gaya pemisah viskositas berbanding lurus dengan shear stresss secara

proporsional dan viskositasnya merupakan slope atau kemiringan kurva

hubungan antara shear rate dan shear stress. Viskositas tidak

tergantung shear rate dalam kisaran aliran laminar (aliran streamLine

dalam suatu fluida). Cairan Newtonian ada 2 jenis, yang viskositasnya

tinggi disebut Viscous dan yang viskositasnya rendah disebut Mobile

2. Cairan Non-Newtonian

Yaitu cairan yang viskositasnya berubah dengan adanya perubahan

gaya irisan dan dipengaruhi kecepatan tidak linear.

Rheologi adalah cabang fisika yang berkaitan dengan deformasi dan

aliran materi. Hal ini, penting dalam bidang fisiolog. Rheologi mengatur

sirkulasi darah dan getah bening melalui kapiler dan pembuluh darah,

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
aliran lender, membungkuk tulang, peregangan tulang rawan, kontraksi

otot dan penyebaran gluteal saat duduk (Gennaro, 1990).

Macam-macam Viskositas (Dudgale, 1986) :

a. Viskositas dinamik, yaitu rasio antara shear, stress, dan shear rate.

Viskositas dinamik disebut juga koefisien viskositas.


b. Viskositas kinematik, yaitu viskositas dinamik dibagi dengan

densitasnya. Viskositas ini dinyatakan dalam satuan stoke (St) pada

cgs dan m/s pada SI.


c. Viskositas relatif dan spesifik, pada pengukuran viskositas suatu emulsi

atau suspensi biasanya dilakukan dengan membandingkannya dengan

larutan murni. Untuk mengukur besarnya viskositas menggunakan alat

viskometer. Berbagai tipe viskometer dikelompokkan menurut prinsip

kerjanya.
Prinsip-prinsip dasar rheologi sangat berguna dalam pembuatan cat,

tinta, adonan, bahan bangunan jalan, kosmetik, produk susu dan bahan

lainnya. Pemahaman tentang viskositas cairan, solusi, dan encer dan

sistem koloid berkonsentrasi memiliki kedua nilai praktis dan teoritis

(Sinko, 2011).
Scoot-Blair mengakui pentingnya rheologi dalam farmasi dan

mengusulkan penerapannya dalam perumusan analisis produk farmasi

seperti emulsi, pasta, supositoria, dan pelapis tablet. Produsen krim obat

dan kosmetik, pasta, dan lotion harus mampu menghasilkan produk

dengan konsistensi dan kelancaran diterima dan memproduksi kualitas

yang baik. Dalam banyak industri, orang terlatih dengan pengalaman yang

luas mengenai bahan dalam proses berkala selama pembuatan untuk

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
menentukan yang merasa dan tubuh dan menilai konsistensi yang

tepat (Sinko, 2011).

Dalam bidang farmasi prinsip-prinsip rheologi diaplikasikan dalam

pembuatan krim, suspensi, emulsi, losion, pasta, penyalut tablet dan lain-

[Link] itu, prinsip rheologi digunakan juga untuk karakteristik produk

sediaan farmasi (dosage form) sebagai penjaminan kualitas yang sama

untuk setiap batch. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari bahan,

penuangan, pengeluaran dari tube, atau pelewatan dari jarum

[Link] ketersediaan hayati dalam [Link] viskositas telah

terbukti dapat mempengaruhi laju absorbsi obat dalam tubuh (Ansel,

1989).

Sifat reologi produk farmasi juga penting sehubungan dengan

kepatuhan pasien. Krim kaku mungkin menyulitkan kegiatan mereka atau

bisa menyebabkan rasa sakit dan hance pasien akan lebih enggan untuk

menggunakan obatnya. Suspense dan emulsi harus mengalir keluar dari

botol untuk memungkinkan metering mudah dan misalnya pasta gigi,

harus mudah diperas dari tempatnya, namun harus membentuk string

tanpa kebocoran cairan. Beberapa injeksi bergantung pada transformasi

Gelson, misalnya yang mengandung aluminium stearat (Swarbick, 2002).


Beberapa tahun terakhir ini prinsip dasar rheologi telah digunakan

dalam penyelidikan cat, tinta, berbagai adonan, bahan-bahan untuk

pembuat jalan, kosmetik, produk hasil peternakan, serta bahan-bahan

lain. Penyelidikan viskositas dari cairan sejati, larutan dan sistem koloid

baik yang encer maupun kental jauh lebih bersifat praktis dari pada

bernilai teoris (Martin, 1993).

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
B. Uraian Bahan
a. Uraian Bahan
1. Carboxymethyl Cellulose (CMC) (Ditjen POM, 1979)
Nama Resmi : CARBOXYMETHYL CELLULOSE
Nama Lain : CMC
Pemerian : berbentuk tepung, putih, bersih
Berat molekul : 265,204
Rumus molekul : C8H16NaO8
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai pengental
2. Veegum (Ditjen POM, 1979)
Nama resmi : MG AL SILIKAT
Nama lain : Veegum
Berat jenis : 2,14
Pemerian : Serbuk warna putih coklat
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, alkohol, dan

pelarut organik
Kegunaan : Suspending agent
b. Uraian Sampel
1. Handbody (Marina)
Nama produk : Marina Natural Rich Moisturizing
Jenis produk : Hand & body lotion
Netto : 200 mL
Komposisi : Aqua (water), petrolatum, isopropyl palmitate,

stearic acid, gliycerin, cetyl alcohol, potassium

hydroxide, myristyl myristate, glyceryl

stearate, dimethicone, carbomer, alantoin,

persea gratissma (avocado) oil, olea europaea

(olive) oil, panthenol, parfum (fragrance), tetra

sodium EDTA, mehylparaben, propylparaben,

DMDH hydantoin, BHT, Cl 42090, Cl 19140.


2. Masker (Zoya Peel Off Mask)
Nama produk : Zoya Peel Off Mask Seaweed & Aloe Vera
Jenis produk : Masker wajah
Netto : 55 mL
Komposisi : Aqua, polyvinyl alcohol, propylene glycol, aloe

barbadensis (aloe vera) extract, ulva lactuca

extract, fragrance, citrus aurantifola (fruit)

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
extract, titanium dioxide, tetra sodium EDTA,

DMDA, iodopropynyl butyl carbamate, Cl

42090, butylene glycol


3. Sabun cair (dettol)
Nama produk : Dettol Cool Anti-Bakteri
Jenis produk : Sabun mandi cair
Netto : 450 mL
Komposisi : Sodium palmate, sodium palm kamelate, talc,

aqua, glycerin, sodium C14-16 olefin

sulfonate, parfum menthol, lauryl lactyl lactate,

Cl 77891, triclocarban, sucrose cocoate,

stearyl heptanoate, PEG-7 amodimethicone,

tetrasodium EDTA, tetrasodium etidronate,

stearyl caprylate, trideceth-10, hydroxpropyl

cyclodextrin, Cl 74260, Cl 74160, tetrabutyl

ammonium bromide, acetid acid, sodium o-

phenylpheriate, methylchlorolsothiazolinone,

methylisothiazolinone.
4. Sabun pencuci wajah (Garnier)
Nama produk : Garnier Pure Active Matcha Deep Clean Foam
Jenis produk : Sabun pencuci wajah
Netto : 100 mL
Komposisi : Aqua/water, glycerin, myristic acid, palmitic

acid, stearic acid, potassium hydroxide, lauric

acid, glyceril distearate, glyceril stearate,

kaolin, Cl 77492, Cl 77499/ iron oxides, Cl

42090/blue 1 lake, ascorbyl, glucoside, peg-

14M, salicylic acid, limonene, camellia

sinensis leaf extract, menthol, linalool,

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
parfum/fragrance, geranol, tetrasodium EDTA,

methylsothazolinone, alumina, hexyl cinnamal,

dextrin (C185605/1).

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
BAB III
METODE KERJA
A. Alat dan Bahan Praktikum

Adapun alat-alat yang diguanakan pada praktikum ini yaitu

batang pengaduk, gelas kimia, gelas ukur, viscometer brookfiled.

Adapun bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini

yaitu Carboxymethyl Cellulose (CMC), veegum, handbody lotion,

sabun cair (tanpa scrub), feel of zoya, sabun pencuci muka

(garnier).

B. Cara Kerja
Viskometer Brookfiled
Disiapkan alat dan bahan, dipasang spindle pada gantungan

spindle, setelah itu diturunkan spindle sedemikian rupa sehingga

batas spindle tercelup dalam cairan yang akan diukur

viskositasnya, kemudian dinyalakan motor sambil menekan tombol

on, setelah itu diatur tombol pengatur Rpm sesuai dengan yang

dikehendaki dengan cara ditekan tombol on lalu ditekan lagi

dikembalikan ke speed lalu diatur rpm yang dikehendaki misalnya

0,5, 2, 5, 10, 20, 50 dan 100 rpm. Setelah itu tombol speed

dikembalikan ketengah dan tekan tombol on kembali, dilihat dan

dicatat Cp yang terlihat dialat tersebut kemudian dihitung dan

dibuat grafiknya setelah itu ditentukan tipe alirannya.

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Praktikum

1. Data Pengamatan

Tabel I. Data Kecepatan Geser (CMC)

Kecepatan Aliran naik (P) Aliran turun (P)

0,008333333 0,04 0,07

0,033333333 0,0392 0,086666667

0,083333333 0,01045 0,07

0,166666667 0,0201 0,075

0,333333333 0,096666667 0,1

0,833333333 0,175 0,195

1,666666667 0,375 0,375

0.4
0.35

0.3

0.25

0.2 ALIRAN NAIK


ALIRAN TURUN
0.15

0.1

0.05

0
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
Kurva I. Hubungan Antara Kecepatan Geser dan Tekanan Geser (CMC)

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
Tabel II. Data Kecepatan Geser (Handbody)

Kecepatan Aliran naik (P) Aliran turun (P)

0,008333333 0,053333333 0,059166667

0,033333333 0,313 0,195

0,083333333 0,32 0,245833333

0,166666667 0,36 0,32

0,333333333 0,4 0,38

0,833333333 0,5 0,5

1,666666667 0,6 0,6

0.7
0.6
0.5
0.4 ALIRAN NAIK
0.3 ALIRAN
TURUN
0.2
0.1
0
0 0.5 1 1.5 2
Kurva II. Hubungan Antara Kecepatan
Geser dan Tekanan Geser (Handbody)

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
5. Perhitungan
a. Carboxymethyl Cellulose (CMC)
Aliran Naik
1. 0,5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

0,5 480
= 60 = 100 x 0,0083

cm/detik
= 0,0083 cm/detik = 0,04 dyne/cm2
2. 2 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

2 117,6
= 60 = 100 x 0,0333

cm/detik
= 0,0333 cm/detik = 0,0392 dyne/cm2
3. 5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

5 12,54
= 60 = 100 x 0,0833

cm/detik
= 0,0833 cm/detik = 0,01045 dyne/cm2
4. 10 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

10 12,06
= 60 = 100 x 0,1666

cm/detik
= 0,1666 cm/detik = 0,0201 dyne/cm2

5. 20 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
20 29
= 60 = 100 x 0,3333

cm/detik
= 0,3333 cm/detik = 0,0966 dyne/cm2
6. 50 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

50 21
= 60 = 100 x 0,8333

cm/detik
= 0,8333 cm/detik = 0,175 dyne/cm2
7. 100 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

100 22,5
= 60 = 100 x 1,6667

cm/detik
= 1,6667 cm/detik = 0,375 dyne/cm2
Aliran Turun
1. 0,5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

0,5 840
= 60 = 100 x 0,0083

cm/detik
= 0,0083 cm/detik = 0,07 dyne/cm2
2. 2 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

2 260
= 60 = 100 x 0,0333

cm/detik
= 0,0333 cm/detik = 0,0866 dyne/cm2
3. 5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
5 84
= 60 = 100 x 0,0833

cm/detik
= 0,0833 cm/detik = 0,07 dyne/cm2
4. 10 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

10 45
= 60 = 100 x 0,1666

cm/detik
= 0,1666 cm/detik = 0,075 dyne/cm2
5. 20 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

20 30
= 60 = 100 x 0,3333

cm/detik
= 0,3333 cm/detik = 0,1 dyne/cm2
6. 50 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

50 23,4
= 60 = 100 x 0,8333

cm/detik
= 0,8333 cm/detik = 0,195 dyne/cm2

7. 100 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

100 22,5
= 60 = 100 x 1,6667

cm/detik
= 1,6667 cm/detik = 0,375 dyne/cm2
b. Handbody (Marina)
Aliran Naik
1. 0,5 rpm

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

0,5 640
= 60 = 100 x 0,0083

cm/detik
= 0,0083 cm/detik = 0,0533 dyne/cm2
2. 2 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

2 939
= 60 = 100 x 0,0333

cm/detik
= 0,0333 cm/detik = 0,313 dyne/cm2
3. 5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

5 384
= 60 = 100 x 0,0833

cm/detik
= 0,0833 cm/detik = 0,32 dyne/cm2
4. 10 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

10 216
= 60 = 100 x 0,1666

cm/detik
= 0,1666 cm/detik = 0,36 dyne/cm2
5. 20 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

20 120
= 60 = 100 x 0,3333

cm/detik
= 0,3333 cm/detik = 0,4 dyne/cm2
6. 50 rpm

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

50 60
= 60 = 100 x 0,8333

cm/detik
= 0,8333 cm/detik = 0,5 dyne/cm2
7. 100 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

100 36
= 60 = 100 x 1,6667

cm/detik
= 1,6667 cm/detik = 0,6 dyne/cm2
Aliran Turun
1. 0,5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

0,5 710
= 60 = 100 x 0,0083

cm/detik
= 0,0083 cm/detik = 0,059 dyne/cm2
2. 2 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

2 585
= 60 = 100 x 0,0333

cm/detik
= 0,0333 cm/detik = 0,195 dyne/cm2
3. 5 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

5 295
= 60 = 100 x 0,0833

cm/detik
= 0,0833 cm/detik = 0,245 dyne/cm2
4. 10 rpm

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

10 192
= 60 = 100 x 0,1666

cm/detik
= 0,1666 cm/detik = 0,32 dyne/cm2
5. 20 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

20 114
= 60 = 100 x 0,3333

cm/detik
= 0,3333 cm/detik = 0,38 dyne/cm2
6. 50 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

50 60
= 60 = 100 x 0,8333

cm/detik
= 0,8333 cm/detik = 0,5 dyne/cm2
7. 100 rpm
RPM V
Kec. = 60 Tek. = 100 x kecepatan

100 36
= 60 = 100 x 1,6667

cm/detik
= 1,6667 cm/detik = 0,6 dyne/cm2
B. Pembahasan

Rheologi adalah aliran cairan dan deformasi dari padatan. Viskositas

(ukuran resistensi pencairan untuk mengalir) adalah suatu pernyataan

tahanan dari suatu cairan untuk mengalir, makin tinggi viskositas, akan

makin besar tahanannya (makin besar resistensi suatu zat cair untuk

mengalir, maka besar pula viskositasnya). Sedangkan fluiditas adalah

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
suatu cairan yang merupakan kebalikan dari viskositas akan

meningkatkan dengan makin tingginya temperatur.


Pada cairan-cairan yang mengikuti hukum newton, viskositasnya

akan selalu tetap pada suhu dan tekanan tertentu. Serta tidak dipengaruhi

oleh kecepatan geser sedangkan kebanyakan dari sediaan farmasi seperti

emulsi, suspensi, dan sediaan setengah padat tidak mengikuti hukum

newton. Viskositas cairan ini akan bervariasi pada setiap kecepatan geser

sehingga untuk melihat sifat alirannya pengukuran haruslah dilakukan

pada beberapa kecepatan geser, misalnya dengan menggunakan

viskometer brookfield.
Rate of shear adalah kecepatan geser atau perbedaan kecepatan

antara dua lapisan yang dipisahkan dengan jarak sedangkan gaya

persatuan luas atau tekanan geser disebut shearing stress.

Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk menentukan viskositas

beberapa cairan, menjelaskan tentang rheologi, membedakan cairan

newton dan non newton, dan menentukan rheologi cairan newton dan non

newton.

Dalam praktikum rheologi digunakan beberapan bahan yaitu

diantaranya Carboxymethyl Cellulose (CMC), veegum, handbody lotion,

sabun cair (tanpa scrub), feel of zoya, sabun pencuci muka (garnier).

Dalam praktikum rheologi digunakan alat untuk mengukur viskositas

beberapa cairan tersebut adalah viscometer Broofiled.

Pada pengukuran viskositas Carboxymethyl Cellulose (CMC) dan

handbody, dipasang spindle pada gantungan spindle, setelah itu

diturunkan spindle sedemikian rupa sehingga batas spindle tercelup

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
dalam cairan yang akan diukur viskositasnya, kemudian dinyalakan motor

sambil menekan tombol on, setelah itu diatur tombol pengatur Rpm sesuai

dengan yang dikehendaki dengan cara ditekan tombol on lalu ditekan lagi

dikembalikan ke speed lalu diatur Rpm yang dikehendaki misalnya 0,5, 2,

5, 10, 20, 50 dan 100 rpm. Setelah itu tombol speed dikembalikan

ketengah dan tekan tombol on kembali, dilihat dan dicatat Cp yang terlihat

dialat tersebut kemudian dihitung dan dibuat grafiknya setelah itu

ditentukan tipe alirannya.

Untuk pengukuran rheologi suatu zat (sifat alir) maka terlebih dahulu

harus diketahui berapa viskositas dan kecepatanya untuk mendapatkan

berapa besar tekanan yang dihasilkan dari zat cair tersebut ataupun

diketahui tekanannya untuk dicari kecepatan gesernya. Untuk itu

digunakan alat yang dapat diubah-ubah besarnya tekanan gesernya

sehingga kecepatan gesernya dapat diamati atau kecepatan geser yang

dapat diatur, sehingga tekanan gesernya dapat ditentukan. Yang hasilnya

nanti akan digambarkan dalam bentuk grafik rheogram yang

menghubungkan antara shearing stress dan rate of share.


Dari percobaan pengukuran viskositas cairan, dilihat dari

rheogramnya, maka dapat diketahui bahwa Carboxymethyl Cellulose

(CMC) termasuk dalam cairan aliran pseudoplastis dan handbody

termasuk dalam cairan aliran dilatan.


Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan adalah :
a. Kurang akurat dalam perhitungan waktu
b. Keadaan temperatur yang berbeda dengan temperature awal
c. Terjadinya turbulensi dan thiksotropi yang kurang sempurna

Dalam bidang farmasi, prinsip-prinsip rheologo diaplikasikan dalam

pembuatan krim , suspense, emulsi, lotion, pasta, penyalut tablet dan lain-

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
lain. Selain itu, prinsip rheologi juga untuk karakterisasi produk sediaan

farmasi (dosage form) sebagai penjaminan kualitas yang sama untuk

setiap batch.

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari percobaan pengukuran viskositas cairan, dilihat dari

rheogramnya, maka dapat diketahui bahwa Carboxymethyl Cellulose

(CMC) termasuk dalam cairan aliran pseudoplastis dan handbody

termasuk dalam cairan aliran dilatan.

B. Saran

Pada saat praktikum diharapkan praktikan melakukan percobaan

yang penuh ketelitian.

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2017, Penuntun Praktikum Farmasi Fisika, Universitas Muslim


Indonesia, Makassar.

Ansel, C., Howard, 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, UI Press,


Jakarta.

Bird, Tony, 1987, Kimia Fisik Untuk Universitas, Jakarta, PT. Gramedia.

Ditjen POM., 1979, Farmakope Indonesia Edisi III, Departemen


Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Dudgale, 1986, Mekanika Fluida Edisi 3, Jakarta, Erlangga.


Dogra, S.K., 1990, Kimia Fisika dan Soal-Soal, UI-Press, Jakarta.

Gennaro, Alfonso R., 1990, Remingtons Pharmaceutical Sciences,18th


Edition, Mack Publishing Company, Easton Pennsylvania.

Lutfy, Stokes., 2007, Fisika Dasar I, Erlangga, Jakarta.

Martin, Alfred., 1993, Farmasi Fisika, UI Press, Jakarta.

Martoharsono, Soemanto, 2006. Biokimia I. Universitas Gajah Mada.


Yogyakarta.

Sinko, P., 2011, Martins Physical Pharmacy and Pharmaceutical Sience


5th Edition, Lippicont Wiliams & Wilkins, Baltimore.

Swarbrick, James, 2002, Encyclopedia of PHARMACEUTICAL


TECHNOLOGY Third Edition, Newyork.

Sarojo, Ganijanti Aby, 2006, Seri Fisika Dasar Mekanika, Salemba


Teknika, Jakarta.

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
Lampiran I. Skema Kerja
disiapkan alat dan bahan

dimasukkan 25 mL sampel kedalam gelas kimia

diukur viskositas sampel viscometer dengan


menggunakan spindle 64.

diukur viskositas naik sampel

mulai rpm 0,5, 2, 5, 10, 20, 50, dan 100.

diukur viskositas turun sampel


mulai 100, 50, 20, 10, 5, 2, dan 0,5 rpm.

buat rheogram dari sampel yang telah diamati

dilakukan dengan hal yang sama tetapi sampel yang berbeda

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159
Lampiran II. Gambar Alat dan Bahan

Carboxymethyl Cellulose (CMC) Handbody Marina (sampel)

viskometer brookfield Pengukuran


viskometer

AYUFIYAH ALMAWADDAH RAHMA A.M.O


15020160159

Anda mungkin juga menyukai