MODUL
MK TEKNIK PASCA PANEN HASIL PERTANIAN
Materi : PSYCHOMETRIC CHART
Disusun Oleh :
Dian Purbasari, [Link], [Link]
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2017
A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, diharapkan peserta mampu
membaca Chart psikrometrik dan menggunakannya untuk keperluan
pengujian operasi teknik pengolahan hasil pertanian (sistem pengeringan
dan refrigerasi).
B. Metode Kegiatan Pembelajaran
- Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah singkat dan
pendekatan SCL.
- Untuk materi psychometric chart, mahasiswa menyimak dan
mempelajari penjelasan dasar-dasar psychometric chart selama 15
menit.
- Mahasiswa membentuk kelompok, mempelajari cara penggunaan dan
membaca psychometric chart. Kemudian memecahkan soal-soal yang
berkaitan dengan psycometric chart.
- Masing-masing kelompok mempresentasikan cara penggunaan
psychometric chart.
C. Materi Belajar
1. Chart Psikrometrik
Chart psikrometrik merupakan hasil karya jenius peninggalan kakek
moyang kita yang berhubungan dengan karakteristik udara. Dengan
adanya chart ini maka perencanaan tata udara menjadi lebih sederhana,
karena tidak perlu menggunakan hitungan matematis yang rumit. Chart
psikrometrik merupakan tampilan secara grafikal sifat thermodinamik
udara antara lain suhu, kelembaban, enthalpi, kandungan uap air dan
volume spesific. Dalam chart ini dapat langsung diketahui hubungan
antara berbagai parameter udara secara cepat dan persisi, baik yang
berkaitan dengan sifat fisik udara maupun sifat thermiknya.
1.1 Definisi Istilah dan Plotting pada Chart
Berikut ini dijelaskan tujuh parameter udara terpenting yang digunakan
untuk keperluan perancangan air conditioning. Chart yang digunakan
sebagai acuan adalah chart psikrometirk yang disusun oleh Carrier
dengan mengacu pada kondisi atmosfir normal.
Dry-bulb Temperature (DB)
DB adalah suhu udara ruang yang diperoleh melalui pengukuran dengan
Slink Psikrometer pada theremometer dengan bulb kering. Suhu DB
diplotkan sebagai garis vertikal yang berawal dari garis sumbu mendatar
yang terletak di bagian bawah chart. Suhu DB ini merupakan ukuran
panas sensibel. Perubahan suhu DB menunjukkan adanya perubahan
panas sensibel.
Wet-bulb Temperature (WB)
WB adalah suhu udara ruang yang diperoleh melalui pengukuran dengan
Slink Psikrometer pada theremometer dengan bulb basah. Suhu WB
diplotkan sebagai garis miring ke bawah yang berawal dari garis saturasi
yang terletak di bagian samping kanan chart. Suhu WB ini merupakan
ukuran panas total (enthalpi). Perubahan suhu WB menunjukkan adanya
perubahan panas total.
Dew-point temperature (DP)
Suhu DP adalah suhu di mana udara mulai menunjukkan aksi
pengembunan ketika didinginkan. Suhu DP ditandai sebagai titik
sepanjang garis saturasi. Pada saat udara ruang mengalami saturasi
(jenuh) maka besarnya suhu DB sama dengan suhu WB demikian pula
suhu DP. Suhu DP merupakan ukuran dari panas laten yang diberikan oleh
sistem. Adanya perubahan suhu DP menunjukkan adanya perubahan
panas laten atau adanya perubahan kandungan uap air di udara.
Specific Humidity (W)
Specific humidity adalah jumlah kandungan uap air di udara yang diukur
dalam satuan grains per pound udara. ( 7000 grains = 1 pound) dan
diplotkan pada garis sumbu vertikal yang ada di bagian samping kanan
chart.
Relative Humidity (% RH)
% RH merupakan perbandingan jumlah actual dan jumlah maksimal
(saturasi) dari uap air yang ada pada suatu ruang atau lokasi tertentu.
100% RH berarti saturasi dan diplortkan menurut garis saturasi. Untuk
ukuran yang lebih kecil diplotkan sesuai arah garis saturasi.
Enthalpi (H)
Enthalpi adalah jumlah panas total dari campuran udara dan uap aire di
atas titik nol. Dinyatakan dalam satuan BTU per pound udara. Harga
enthapi dapat diperoleh sepanjang skala di atas garis saturasi
1.2 Cara membaca Chart
Gambar 2.1 memperlihatkan suatu kondisi udara (titik P) yang
parameternya diplotkan pada chart psikrometirk yang disederhanakan
untuk mempermudah. Bila hanya dua parameter yang diketahui maka
kedua parameter tersebut diplotkan pada chart sehingga ketemu titik
potongnya (misalnya titik P). kemudian dari titik potong tersebut dapat
ditentukan parameter lainnya.
Gambar 2.1 Plotting Psikrometrik Chart
Contoh Penggunaan :
Suatu ruangan mempunyai data sebagai berikut :
- Suhu Bola kering : 30 0C
- Suhu Bola basah : 22 0C
Tentukan : suhu titik embun, % RH dan kandungan uap airnya ?
Petunjuk : Untuk mempermudah mencari solusi dari kasus di atas maka
diperlukan keterampilan membaca chart psikrometrik. Dalam kesempatan
ini, untuk mempermudah pembacaan maka digunakan chart yang sudah
disederhanakan.
Prosedur :
. Plot kan nilai kedua suhu tersebut pada chart psikrometrik. Di mana
Skala suhu bola kering terletak di garis mendatar bawah dan suhu bola
basah miring diagonal. Kemudian proyeksikan kedua nilai tersebut di atas
hingga saling berpotongan.
Titik perpotongan dari kedua proyeksi nilai suhu tersebut merupakan titik
penentuan untuk mencari parameter yang ditanyakan.
- Suhu titik embun didapat dengan menarik garis dari titik perpotongan ke
kiri sampai memotong garis jenuh, diperoleh nilai : 18,6 0C.
- Kelembaban Relatif didapat dengan membaca skala %RH , yaitu kurva
lengkung ke atas , diperoleh nilai : 50% RH.
- Kandungan uap air didapat dengan menarik garis dari titik perpotongan
ke kanan, diperoleh nilai : 13,3 gram
1.3. Piranti Ukur
Untuk mendapatkan data-data penting dari ruang pendinginan khususnya
untuk menentukan kelembababan relaif (%RH) telah banyak tersedia
piranti ukur dari mulai yang sederhana yaitu : Slink Psikrometer hingga
piranti yang sangat komplek dan mahal, yaitu elektronik sensor.
Slink psikrometer merupakan bentuk sederhana suatu hand held
hygrometer. Piranti ini terdiri dari dua thermometer konvensional, di mana
salah satu dari thermometer tersebut selalu dijaga dalam keadaan basah
pada saat digunakan dengan menyelubungi sensing bulb-nya dengan kain
higroskopis (welted wick)
Gambar 2.3 Slink Psikrometer
Thermometer kering (polos tanpa welted wick) mengukur atau membaca
suhu udara, seperti halnya pada thermometer konvensional, dalam hal ini,
dikatakan thermometernya menunjukkan pembacaan Suhu Bola Kering
atau Dry Bulb Temperature, disingkat dengan istilah DB.
Dry Bulb Temperature adalah suatu pengukuran terhadap panas sensible
atau intensitas panas dari suhu udara ruang. Thermometer bola basah
(dengan welted wick atau selongsong kain yang basah) mengukur suhu
udara dalam kondisi suhu saturasi, karena sensing bulb-nya mendapat
pendinginan oleh adanya aksi penguapan dari sedikit air yang terdapat di
dalam selongsong kain basah ke udara. Banyaknya air yang menguap
selama diadakan proses pengukuran tergantung pada banyaknya
kandungan uap air yang terdapat di dalam ruangan yang bersangkutan.
Hasil pembacaan thermometer bola basah ini disebut: Suhu Bola Basah
(Wet Bulb Temperature atau disingkat dengan WB).
Dengan memperoleh dua data sample yang disebut dengan DB
temperature dan WB temperature, maka tingkat kandungan uap air jenuh
atau yang sering disebut sebagai kelembaban udara relatif dapat dengan
mudah ditentukan dengan bantuan skala khusus yang dibuat oleh
pabrikan slink psikrometer atau dengan memplotkan dua data suhu
tersebut pada chart psikrometrik.
Beda pembacaan antara Suhu Bola Kering dan Suhu Bola Basah sering
disebut sebagai : Wet Bulb Depression.
Suatu udara sample yang memiliki 4,5 0C DB dan 3 0C WB., akan
mempunyai wet bulb depression sebesar: 1,5 K. Dan mempunyai
kelembaban relatif sebesar 80% RH.
Kondisi ruang sample tersebut akan menjadi terlalu kering bagi gudang
penyimpanan daging (Butcher Room), dan bagi penyimpanan buahbuahan
serta sayuran. Tetapi sesuai untuk penyimpanan produk makanan lainnya
secara umum.
Presedur Menggunakan Slink Psikrometer:
1. Periksa pembacaan kedua thermometer sebelum digunakan.
2. Basahi selongsong higroskpis dengan air
3. Putar Slink psikrometer kurang lebih selama 20 detik dengan
kecepatan putar sekitar 150 rpm.
4. Baca skala Wet Bulb terlebih dahulu segera setelah pemutaran selesai
dilakukan. Kemudian baru membaca skla dry Bulb thermometernya.
5. Dapatkan minimal tiga kali pembacaan untuk dapat memperolaeh jasil
yang lebih akurat. Setiap kali pembacaan pastikan selongsong kain
senantiasa dalam keadaan basah.
6. Catat hasil pembacaan dan plot-kan pada chart psikrometrik untuk
memperoleh data-data lain yang diperlukan.
[Link] Materi
1. Chart Psikrometrik merupakan tampilan secara grafikal dari sifat
thermodinamik udara, yaitu suhu udara (DB dan WB) , kelembaban relatif
( %RH), suhu titik embun (DPT) , kandungan uap air (MC) dan enthalpy (H)
serta kelembaban spesifik (W) dari udara ruangan.
2. Semua sifat udara tersebut telah diskalakan secara proporsional di
dalam Chart Psikrometrik sehingga memudahkan pemakainya untuk
memplot data-data hasil pengukuran dan kemudian untuk memperoleh
data lainnya.
E. TUGAS
1. Tentukan besarnya suhu titik embun, suhu bola basah dan kandungan
uap air nya bila diketahui Suhu bola kering di suatu ruang : 30 derajad
dan kelembabannya 60% RH.
......................................................................................................................
.....................
......................................................................................................................
.....................
......................................................................................................................
....................
2. Tentukan besarnya suhu titik embun, suhu bola basah dan kandungan
uap air nya bila diketahui Suhu bola kering di suatu ruang : 30 derajad
dan kelembabannya 90% RH
...........................
...................................
......................................................................................................................
.....................
......................................................................................................................
.....................
3. Tentukan besarnya kandungan uap air dalam gr/kg pada suatu ruang
yang mempunyai suhu Suhu bola kering di suatu ruang : 30 derajad dan
kelembabannya 60% RH.
....................
....................................
....................
.................................... ........
....................
............................
4. Tentukan besarnya kandungan uap air dalam grain/kg pada suatu ruang
yang mempunyai suhu Suhu bola kering di suatu ruang : 30 derajad dan
kelembabannya 90% RH
....................
....................................
....................
....................................
....................
....................................
5. Suatu ruang mempunyai data sebagai berikut : suhu bola kering 83 Db
dan suhu bola basah 60 WB. Tentukan : (a) Enthalphy, (b) Ratio Humiditas,
(c) Suhu titik embun, (d) kelembaban relatif (e) Derajad saturasi
................
.....................................
.................
.....................................
.................
......................................
F. TES FORMATIF
PETUNJUK PENGERJAAN TEST
Berilah tanda silang pada opsi jawaban yang paling benar
1. Skala suhu bola kering pada chart psikrometer adalah
a. garis horizontal pada chart
b. garis vertical
c. Garis miring ke kanan
d. Garis lengkung di bagian kiri atas chart
2. Skala suhu bola basah pada chart psikrometer adalah
a. garis horizontal pada chart
b. garis vertical
c. Garis miring ke kanan
d. Garis lengkung di bagian kiri atas chart
3. Skala kandungan uap air pada chart psikrometer adalah
a. garis horizontal pada chart
b. garis vertical di kiri
c. Garis miring ke kanan
d. Garis lengkung di bagian kiri atas chart
4. Skala suhu titik embun pada chart psikrometer adalah
a. garis horizontal pada chart
b. garis vertical
c. Garis miring ke kanan
d. Garis lengkung di bagian kiri atas chart
5. Pernyataan yang benar adalah
a. suhu titik embun didapat dengan menarik garis miring ke kanan
b. suhu titik embun didapat dengan menarik garis lurus dari titik
perpotongan DB dan WB ke kanan.
c. suhu titik embun didapat dengan menarik garis lurus dari titik
perpotongan DB dan WB ke kiri.
d. suhu titik embun didapat dengan menarik garis miring dari titik
perpotongan DB dan WB ke kanan bawah
6. Thermometer bola kering menyatakan
a. suhu titik uap
b. panas sensibel dari udara
c. intensitas panas
d. b dan c benar
7. Thermometer bola basah menyatakan
a. intensitas panas
b. intensitas panas laten
c. suhu jenuh udara
d. suhu titik embun
8. Suatu gudang penyimpanan makanan mempunyai data sebagai
berikut: 4,5 0C DB, 3,0 0C WB, maka
a. Kelembaban relatif : 80% RH
b. DPT = 3,75 0C
c. MC = 2,4 gr/kg
d. Benar semua
9. pada soal nomor 8, Tentukan kandungan uap airnya
a. 2,4
b. 3,4
c. 4,2
d. 2,8
10. pada soal nomor 8, tentukan DP temperaturnya
a. 1,3
b. 1,9
c. 3,75
d. 2,4