Chapter 2.
1
6. Sebut dan jelaskanlah setidaknya tiga sistem kriteria kualitas arsitektur yang bisa
menjadi dasar kritik sistematik!
- Sistem Vitruvius : Commodity (utilitas), firmness (firmitas), delight (venustas)
- Sistem Hillier, Musgrove dan O'Sullivan : Arsitektur harus berperan sbg :
1. climate modifier
2. container of activities
3. symbolic and cultural object
4. addition of value to raw materials
5. having environmental impact (G. Broadbent)
- Sistem Christian Norberg-Schulz : Penilaian kualitas objek arsitektural harus
melalui 3 aspek, building task, form dan technique (totality of architecture)
7. Apa saja yang dipandang sebagai kekurangan atau kelemahan dari metode kritik
sistematik?
Sekalipun mampu memberikan indikasi faktor-faktor yang mesti diperhatikan dalam
menilai karya arsitektural, tapi tetap tidak mampu mengindikasikan standar spesifik
untuk memberikan penilaian. Karena untuk menggunakan semua konsideran dalam
suatu sistem akan membutuhkan waktu lama dan upaya luar biasa. Jika hanya
mempertimbangkan satu dari seluruh konsideran sistem, maka akan bertentangan
dengan idealisme sistem tsb.
8. Jelaskanlah dua kategori kedudukan suatu sistem kriteria dalam kritik sistematik!
a. Sistem sbg model eksternal
sistem Vitruvian, Hillier dan Schulz dikembangkan sbg suatu model diluar objek yg
dikritisasi. Kritisasi diarahkan pada identifikasi kegagalan dan kesuksesan suatu
objek melalui aproksimasi terhadap kriteria-kriteria pada sistem tsb
b. Sistem kriteria internal
keunggulan arsitektur berhubungan dengan konsistensi terapan kriteria-kriteria
terntentu yang ditetapkan dan harus ditaati. Konsideran lain diluar objek adalah
tidak relevan.
9. Dalam konteks kritik tipikal, aspek orisinalitas karya arsitektur cenderung
menjadi aspek yang diapresiasi? Jelaskanlah mengapa demikian?
Karena objek akan bersifat seminal dan prototipikal, yang menyimpang dari pola-
pola yang telah mapan.
10. Kritik tipikal seringkali mengukur keberhasilan objek arsitektural berdasarkan
tingkat kemiripannya dengan tipe standar objek tersebut. Apakah asumsi dasar
yang melatarbelakangi cara pandang ini?
Bahwa terdapat konsistensi-konsistensi dalam pola kebutuhan manusia dan
aktivitasnya, yang secara pararel menurut solusi yang konsisten juga di dalam
rancangan lingkungan fisiknya
11. Kritik tipikal masih dapat didiferensiasikan lagi atas tiga sub kategori
berdasarkan fitur tipologis objek arsitektural yang dinilai. Jelaskanlah sub kategori
dari kritik tipikal ini.
- kritik tipikal aspek struktur = menilai objek dalam hubungannya dengan objek
lain dengan kemiripan aplikasi material dan sistem pendukungnya
- kritik tipikal aspek fungsi = membandingkan beragam lingkungan binaan yang
dihadirkan untuk mendukung aktivitas yang sama
- kritik tipikal aspek bentuk = mengansumsikan adanya suatu bentukan
murni/dasar yang terlepas dari fungsi, bagaimana bentukan tersebut dimodifikasi
dan menghadirkan variasi
12. Dalam kritik terukur, standar numerikal adalah norma yang menjadi acuan
kritisasi. Sebutkanlah setidaknya lima standar numerikal yang anda ketahui lazim
digunakan dalam rancangan arsitektur.
simbol untuk gambar bangunan (angka minimum) :
- tempat tidur (single) = (95x195)cm
- meja (4 orang) = 85x85x78
-wastafel = 50x60, 60x70
- lemari pakaian = 50x100-180
- anak tangga = 15/30