0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan12 halaman

Penyusunan RP4D untuk Perumahan Sehat

Dokumen ini membahas latar belakang perlunya penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Daerah (RP4D) atau Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) di Kabupaten Murung Raya. RP4D/RP3KP diperlukan untuk mengatur penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman secara terencana dan menjadi acuan pembangunan. Dokumen ini juga

Diunggah oleh

Anonymous TJXyh9wx
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan12 halaman

Penyusunan RP4D untuk Perumahan Sehat

Dokumen ini membahas latar belakang perlunya penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Daerah (RP4D) atau Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) di Kabupaten Murung Raya. RP4D/RP3KP diperlukan untuk mengatur penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman secara terencana dan menjadi acuan pembangunan. Dokumen ini juga

Diunggah oleh

Anonymous TJXyh9wx
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)/

TERMS OF REFERENCE (TOR)

PROGRAM : PROGRAM LINGKUNGAN SEHAT PERUMAHAN


KEGIATAN : PENETAPAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI
PENYELENGGARAAN KESERASIAN KAWASAN DAN
LINGKUNGAN HUNIAN BERIMBANG
PEKERJAAN : BELANJA JASA KONSULTANSI PERENCANAAN
PENYUSUNAN RP3KP/RP4D (PEMBUATAN SK TENTANG
PENETAPAN LINGKUNGAN PERUMAHAN DAN
PERMUKIMAN KUMUH) (PENDAMPINGAN)
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Perumahan dan Permukiman merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dalam
rangka peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Permasalahan yang dihadapi
sesungguhnya tidak terlepas dari aspek yang berkembang dalam dinamika kehidupan
masyarakat maupun kebijakan pemerintah dalam mengelola persoalan yang ada. Dalam
mengatasi permasalahan perumahan dan permukiman, setiap prosesnya dilaksanakan secara
bertahap yakni melalui tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan,
pemeliharaan, dan pengembangan.
Pembangunan perumahan dan permukiman merupakan kegiatan yang bersifat multi sektor,
Hasilnya langsung menyentuh salah satu kebutuhan dasar masyarakat, juga pendorong
terjadinya pertumbuhan ekonomi. Sejak awal, pembangunan perumahan dan permukiman di
Indonesia telah diselenggarakan berdasarkan prinsip:
a. Pemenuhan kebutuhan akan rumah layak merupakan tugas dan tanggung jawab
masyarakat sendiri.
b. Pemerintah mendukung melalui penciptaan iklim yang memungkinkan masyarakat
mandiri dalam mencukupi kebutuhannya akan rumah layak.
Dukungan diberikan melalui penyediaan prasarana dan sarana, perbaikan lingkungan
permukiman, peraturan, perundangan yang bersifat memayungi, layanan kemudahan dalam
perijinan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dll.
Agar penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman berjalan optimal, tertib dan
terorganisasi dengan baik, diperlukan suatu skenario umum, yang dapat mengakomodasikan
berbagai kepentingan, rencana sektor terkait, peraturan serta berbagai hal yang perlu
diketahui, dipedomani, dan disepakati bersama. Skenario umum terutama diperlukan untuk
mengantisipasi persoalan-persoalan pokok yang saat ini berkembang di kawasan permukiman
perkotaan, bahkan yang diprediksi balak terjadi pada periode tertentu.
Jika mengatasi permasalahan perumahan dan permukiman merupakan suatu proses, maka
RP4D (Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Daerah)
atau RP3KP (Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan
Permukiman) adalah satu dasar pengatasan yang bisa diandalkan. Untuk itu pemerintah
kabupaten sudah harus meletakkannya pada prioritas yang tinggi.
Diharapkan dengan dorongan pemerintahan pusat yang diwujudkan dalam bantuan teknis
penyusunan RP4D/ RP3KP yang disertai pendamping yang intensif pada saatnya akan
mendewasakan pemerintah kabupaten dalam mengisi kegiatan pembangunan perumahan dan
permukiman serta mengembangkannya hingga mencapai Kondisi yang diharapkan.
Kabupaten Murung Raya tidak luput dari masalah kependudukan. Sebagai salah satu wilayah
yang memiliki pertumbuhan penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah, arus perkembangan
penduduk di Kabupaten Murung Raya tergolong cukup tinggi. Pertambahan penduduk dan
aktivitas masyarakat kota didukung dengan ketersediaan lahan yang memadai. Jumlah
penduduk yang begitu besar telah melampaui daya dukung dalam menyediakan fasilitas yang
layak bagi penduduknya sehingga menuntut penyediaan fasilitas yang dapat memberikan
pelayanan serta penyebaran fasilitas yang merata dalam mendukung aktivfitas penduduk.
Fasilitas tersebut tentu berada di lingkungan permukiman yang mendukung aktivitasnya secara
efektif dan efisien.
Kabupaten Murung Raya telah mencoba melakukan berbagai upaya dalam memenuhi
kebutuhan perumahan dan permukiman bagi warganya, baik dengan penataan kawasan
permukiman, pengembangan kawasan perumahan baru maupun berupa dukungan sarana dan
prasarana perumahan dan permukiman yang memadai. Untuk mengoptimalkan capaian
pemenuhan kebutuhan perumahan dan permukiman yang layak bagi warganya, serta
memberikan arah yang jelas dalam pencapaian kebijakan perumahan dan permukiman
sebagaimana yang diamanahkan dalam RPJP, RPJM, dan RTRW Kabupaten Murung Raya, maka
diperlukan skenario pengembangan yang terarah dan terencana dalam satu dokumen Rencana
Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di daerah (RP4D) atau
Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP).
Dalam tahapan penyusunan RP4D atau RP3KP diawali dengan kegiatan sosialisasi, kemudian
dilanjutkan dengan penyusunan data dasar, penyusunan dokumen RP4D atau RP3KP dan
pembuatan naskah akademis.
Untuk itu dalam rangka menuju pada tersusunnya dokumen RP4D atau RP3KP, tahap awal
yang dilakukan adalah pembuatan data dasar sebagai bahan yang akan digunakan dalam
penyusunan RP4D atau RP3KP nantinya.
Berdasarkan Pedoman Penyusunan RP4D, (RP3KP) sesuai dengan Keputusan Menteri
Negara Perumahan dan Permukiman No. 09/KPTS/M/IX/1999, bahwa RP4D/ (RP3KP)
merupakan acuan/payung bagi seluruh pelaku pembangunan perumahan dan permukiman di
daerah. Muatan pokok RP4D (RP3KP) di tingkat Kabupaten/Kota merupakan acuan untuk
mengatur penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman secara teratur,
terencana, dan terorganisasi. Pada tingkat propinsi, muatan pokok RP4D/ (RP3KP) merupakan
acuan untuk mengatur dan mengkoordinasikan pembangunan perumahan dan permukiman
khususnya yang menyangkut dua atau lebih kabupaten/ kota yang berbatasan. Pada tingkat
nasional, muatan pokok RP4D/ (RP3KP) merupakan masukan daerah dalam penyempurnaan
kebijakan, strategi, dan program nasional di bidang perumahan dan permukiman.
RP4D (RP3KP) merefleksikan akomodasi terhadap aspirasi masyarakat dalam pembangunan
perumahan dan permukiman. Sedangkan dalam konteks penataan ruang, RP4D/ (RP3KP)
merupakan penjabaran RTRW di sektor perumahan dan permukiman.
RP4D (RP3KP) mencakup rencana penanganan sektor perumahan dan permukiman, baik
yang terkait dengan peningkatan kualitas lingkungan, revitalisasi/ optimalisasi kawasan,
maupun pengembangan kawasan baru yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana dasar,
termasuk prioritas implementasi dan rencana kebutuhan investasinya.
Muatan pokok RP4D/ (RP3KP) meliputi:
Penjabaran kebijakan pembangunan perumahan dan permukiman di daerah;
Rincian program, target dan sasaran kegiatan dan lokasi dari setiap sektor terkait;
Kelembagaan yang mengatur pelaksanaan sampai dengan tingkat desa/ kelurahan;
Rincian rencana pembiayaan dan sumber dananya;
Rincian jadwal pelaksanaan program, kegiatan dan pelakunya (masyarakat, badan usaha,
pemerintah);
Mekanisme pemantauan, pengawasan, dan pengendalian program dan kegiatan;
Mekanisme penyaluran aspirasi para pelaku yang terkait;
Mekanisme pemberdayaan masyarakat;
Daftar skala prioritas penanganan kawasan perumahan dan permukiman;
Daftar kawasan terlarang (negative list) untuk pengembangan kawasan perumahan dan
permukiman baru;
Strategi dan prioritas penanganan prasarana dan sarana pada kawasan kajian dengan
melakukan zoning, sehingga keterpaduan antar zoning sangat diutamakan.
Penyusunan RP4D/ (RP3KP) selama ini belum terekam dengan baik, sehingga kegiatan-
kegiatan untuk penyempurnaannya belum dapat dirumuskan secara pasti. Selain itu,
penyelenggaraan penyusunan RP4D/ (RP3KP) di beberapa daerah dirasakan masih
memerlukan penyempurnaan proses maupun kualitas RP4D/ (RP3KP). Pada akhirnya,
penggunaan RP4D/ (RP3KP) sebagai acuan pembangunan juga memerlukan penguatan.
Dokumen RP4D/ (RP3KP) tersebut seyogyanya merupakan hasil perencanaan yang mengacu
pada kondisi daerah, disepakati oleh berbagai stake-holder terkait dan dipergunakan sebagai
acuan dalam pembangunan dan pengembangan perumahan dan permukiman. Diharapkan visi
yang terkandung dalam RP4D/ (RP3KP) ini dapat diwujudkan. Proses ini memerlukan
penyempurnaan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu penting untuk memberikan bantuan
dan penguatan kepada pemerintah daerah sebagai penyelenggara pembangunan agar maksud,
fungsi dan peran RP4D/ (RP3KP) dapat direalisasikan dan diwujudkan dengan memPERDA-
kan dokumen RP4D/ (RP3KP) tersebut.
Di masa mendatang, peranan RP4D/ (RP3KP) dalam pembangunan daerah perlu untuk
terus dipacu dan diperkuat. Permasalahan utama yang dirasakan yaitu:
1. Kurangnya pengertian dan pemahaman akan manfaat RP4D/(RP3KP);
2. Lemahnya komitmen untuk menyelenggarakan pembangunan perumahan dan
permukiman;
3. Rendahnya kemampuan mengelola pengembangan atau pembangunan suatu kawasan
perumahan dan permukiman.
Oleh karena itu, maka perlu dilaksanakan kegiatan Penyusunan RP4D/ (RP3KP)
sebagai salah satu langkah untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan peran pelaku
pembangunan di daerah, khususnya aparat pemerintah dalam rangka penyusunan skenario
pembangunan perumahan dan permukiman di daerah.
Di samping itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memacu terwujudnya keterpaduan
prasarana dan sarana kawasan perumahan dan permukiman sehingga dapat menciptakan
permukiman yang responsif yang mendukung kehidupan dan penghidupan bagi penghuninya.

1.2 MAKSUD
Kerangka Acuan Kerja (KAK) dimaksudkan memberikan arahan dan pegangan bagi
pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Penyusunan RP3KP/RP4D
(Pembuatan SK Tentang Penetapan Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh)
(Pendampingan) sesuai dengan pedoman serta ketentuan-ketentuan yang berlaku.

1.3 TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk melakukan
proses penyusunan RP4D/ (RP3KP), substansi serta penggunaan RP4D atau RP3KP termasuk
identifikasi penataan keterpaduan prasarana dan sarana di bidang perumahan dan
permukiman sebagai suatu dokumen yang mengikat pihak-pihak terkait.
a. Menyusun RP4D atau RP3KP sebagai pedoman dan skenario pemerintah daerah
dalam menyelenggarakan kegiatan di bidang perumahan dan permukiman.
b. RP4D atau RP3KP sebagai suatu alat untuk mewujudkan keterpaduan prasarana
dan sarana untuk mendukung kebijakan pengembangan kawasan perumahan dan
permukiman.
1.4 SASARAN
Sasaran yang ingin dicapai dengan Penyusunan RP4D/ (RP3KP) Kabupaten Murung Raya
ini adalah:
1. Terdokumentasikannya data dan informasi kinerja pihak-pihak terkait dalam proses
penyusunan, penggunaan serta pemantauan RP4D atau RP3KP, serta persoalan-persoalan
yang menyangkut pelaksanaan teknis penyusunan RP4D atau RP3KP dan keterpaduan
prasarana kawasan di bidang perumahan dan permukiman di daerah.
2. Tersusunnya analisis masalah-masalah yang memerlukan penguatan agar praktek
penyusunan RP4D atau RP3KP dan keterpaduan prasarana kawasan di bidang perumahan
dan permukiman dapat mencapai hasil yang optimal.
3. Tersusunnya dokumen yang dilengkapi dengan rekomendasi dan masukan teknis dalam
rangka pelaksanaan kebijakan teknis penyusunan RP4D atau RP3KP dan keterpaduan
prasarana kawasan di bidang pengembangan kawasan perumahan dan permukiman.
4. Tersedianya data dasar perumahan dan permukiman yang diperhitungkan sehingga masih
dapat digunakan (valid) sampai 20 tahun mendatang;
5. Teridentifikasinya masalah perumahan dan permukiman (existing dan prediksi) serta
terindikasinya perkiraan arah perkembangan perumahan dan permukiman;
6. Terakomodasikannya seluruh kebutuhan akan perumahan dah permukiman yang dijamin
oleh kepastian hukum, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah;
7. Terintegrasinya berbagai rencana pembangunan dan peningkatan kawasan perumahan
dan permukiman berikut pengembangan prasarana dan sarana penunjangnya
8. Tersedianya informasi pembangunan perumahan dan permukiman di daerah, sebagai
bahan masukan bagi: penyusunan kebajikan pemerintah vertical, penyusunan rencana
serta program oleh berbagai pihak yang berkepentingan, berminat untuk ikut serta/
melibatkan diri sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

1.5 NAMA & ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


Nama Pejabat Pembuat Komitmenadalah Pejabat Pembuat Komitmen Pekerjaan Belanja
Jasa Konsultansi Perencanaan Penyusunan RP3KP/RP4D (Pembuatan SK Tentang Penetapan
Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh) (Pendampingan) pada OrganisasiSKPD
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Murung Raya Tahun
Anggaran 2017.
BAGIAN II
DATA PENUNJANG

1.6 DATA DASAR


Sebelum memulai kegiatan pekerjaan, penyedia jasa harus mengadakan konsultasi
terlebih dahulu dengan Pengguna Jasa/Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat
Komitmen/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, untuk mendapatkan data-data pendukung.
Adapun data-data yang diperlukan sebelum melaksanakan pekerjaan sebagai berikut:
1. Peraturan perundang-undangan yang terkait.
2. Kebijakan pemerintah yang terkait.
3. Dokumen pendukung diantaranya:
RPJMD provinsi, RTRW provinsi, dan Renstra K/L untuk penyusunan RPJMD provinsi.
RPJMD kabupaten/kota, RTRW kabupaten/kota, RPJMD provinsi, dan Renstra K/L
untuk penyusunan RPJMD kabupaten/kota.
Hasil evaluasi Renstra SKPD periode lalu.
4. Data statistik sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun terakhir.

1.7 STANDART TEKNIS


Dalam kegiatan seperti yang dimaksud pada KAK ini, penyedia jasa harus
memperhatikan persyaratan-persyaratan serta ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Persyaratan Umum Pekerjaan setiap bagian dari kegiatan harus dilaksanakan secara benar
dan tuntas dan memberikan hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh
Pengguna Jasa/ Pengguna Anggaran/ Pejabat Pembuat Komitmen/Pengendali Kegiatan.
2. Persyaratan Obyektif Pelaksanaan pekerjaan pengaturan dan pengamanan yang obyektif
untuk kelancaran pelaksanaan, baik yang menyangkut macam, kualitas dan kuantitas dari
setiap bagian pekerjaan.
3. Persyaratan Fungsional Kegiatan pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan dengan
profesionalisme dan tanggung-jawab yang tinggi sebagai penyedia jasa.
4. Persyaratan Prosedural Penyelesaian administrasif sehubungan dengan pelaksanaan
tugas/pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur-prosedur dan
peraturan-peraturan yang berlaku.
5. Kriteria Lain-lain Selain kriteria umum di atas, berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti
standar, pedoman, dan peraturan yang berlaku, antara lain ketentuan yang diberlakukan
untuk pekerjaan kegiatan yang bersangkutan, yaitu Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan
(Kontrak), dan ketentuan-ketentuan lain sebagai dasar perjanjiannya.

1.8 DASAR HUKUM


Peraturan/ Acuan/ Pedoman dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Dan
Pengembangan Perumahan Dan Permukiman Daerah (RP4D)/ Rencana Pembangunan Dan
Pengembangan Perumahan Dan Kawasan Permukiman (RP3KP) ini adalah:
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Ketentuan Pokok-Pokok Agraria;
2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan
Ekosistemnya;
3. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman;
4. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
5. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
6. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air;
7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional;
8. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan;
9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Nasional (RPJPN);
10. Undang- Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
11. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-
Pulau Kecil;
12. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang - Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
13. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah;
14. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan;
15. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan;
16. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan Dan Kawasan Permukiman;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban
Serta Bentuk dan Tata Cara Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan Ruang;
18. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk
Penataan Ruang Wilayah;
19. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhanan;
20. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan;
21. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2003 tentang Penatagunaan Tanah;
22. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-
Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung;
23. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan;
24. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah
Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;
25. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah 6
Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta
Pemanfaatan Hutan;
26. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
27. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional;
28. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air;
29. Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2008 tentang Air Tanah;
30. Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1989 tentang Kriteria Kawasan Budi daya;
31. Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung;
32. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang
Penyelenggaraan Penataan Ruang;
33. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Badan Koordinasi
Penataan Ruang Nasional;
34. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman
Penyediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan;
35. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis
Analisis Aspek Fisik Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan
Rencana Tata Ruang;
36. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Kriteria
Teknis Kawasan Budi Daya;
37. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tentang Pedoman
Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota;
38. Keputusan Menteri Negara Perumahan dan Permukiman Nomor 09/KPTS/M/IX/1999
tentang Pedoman Penyusunan RP4D.
BAGIAN III
RUANG LINGKUP

1.9 LINGKUP LAYANAN


Lingkup pelayanan untuk pelaksanaan pekerjaan Penyusunan RP4D/ RP3KP adalah
sebagai berikut:
- Klasifikasi Bidang : Perencanaan Penataan Ruang
- Sub Klasifikasi : Jasa Perencanaan dan Perancangan Perkotaan (PR101)

1.10 LINGKUP KEGIATAN


Ruang lingkup substansi materi Pekerjaan Penyusunan Rencana Pembangunan Dan
Pengembangan Perumahan Dan Permukiman Daerah (RP4D)/ Rencana Pembangunan Dan
Pengembangan Perumahan Dan Kawasan Permukiman (RP3KP) adalah meliputi materi yang
tertuang dalam Keputusan Menteri Negara Perumahan dan Permukiman No.
09/KPTS/M/IX/1999 tentang Pedoman Penyusunan RP4D yang sekurang-kurangnya memuat
tentang:
1. Jabaran kebijakan pembangunan perumahan dan permukiman daerah;
2. Arahan lokasi pembangunan perumahan dan permukiman;
3. Rincian program bidang perumahan dan permukiman di daerah;
4. Skala prioritas dan indikasi pentahapan kegiatan bidang perumahan dan permukiman di
daerah;
5. Pengaturan kelembagaan dan mekanisme penyelenggaraan perumahan dan permukiman
daerah; dan
6. Rincian pembiayaan dan sumber pendanaan program bidang perumahan dan permukiman
di daerah.

1.11 KELUARAN
Hasil yang ingin diraih dari keluaran pekerjaan ini, adalah adanya Dokumen Rencana
Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Daerah (RP4D)/ Rencana
Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) dalam
format Pendampingan Penyusunan SK Tentang Penetapan Lingkungan Perumahan dan
Permukiman Kumuh.

1.12 PERALATAN, MATERIAL, PERSONIL DAN FASILITAS DARI PPK


Data dan fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa yang dapat digunakan danharus
dipelihara oleh penyedia jasa.
a) Laporan dan Data; pengguna jasa telah menyediakan laporan dan data/informasi yang
dapat dipakai referensi oleh penyedia jasa hasil dari pekerjaan-pekerjaan sebelumnya
untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan. Data-data tersebut harus digandakan dan
dipelihara oleh penyedia jasa.
b) Akomodasi dan Ruang Kantor; tidak ada akomodasi dan ruang kantor yang akan disediakan
oleh satuan kerja,penyedia jasa harus menyediakan akomodasi dan ruangan kantor dengan
carasewa.
c) Staf Pengawas/ Pendamping; pengguna jasa tidak menyediakan petugas atau wakilnya
yang bertindak sebagai pengawas atau (counterpart) atau Project Officer (PO)
dalamrangka pelaksanaan jasa konsultansi, pengawasan dilakukan langsung oleh Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK).
d) Fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa; pengguna jasa tidak menyediakan fasilitas
yang dapat digunakan oleh penyedia jasa.

1.13 PERALATAN, MATERIAL DARI PENYEDIA JASA


Penyedia Jasa diwajibkan untuk menyediakan segala perlengkapan dan peralatan yang
berkaitan dengan tugas tersebut. Barang-barang yang harus disediakan oleh penyedia jasa
dengan cara pengadaaan/ sewa/ penyusutan antara lain:
a) Kendaraan roda empat dan roda dua:
- Sewa kendaraan roda 2 (dua) dialokasikan untuk pelaksanaan kegiatan survey
lapangan.
b) Peralatan Kantor yang harus disediakan oleh penyedia jasa berupa komputer desktop/
laptop/ notebook, ploter, scanner dan printer ukuran A4/A3 dan peralatan elektronik
penunjang.
c) Peralatan Survey berupa GPS handle, kamera dan sebagainya.
d) Kebutuhan barang selain tersebut di atas, yakni:Bahan habis pakai yaitu meliputi alat tulis
kantor seperti kertas HVS dan alat tulis serta komputersupplies yang terdiri dari flash
disk/CD, kertas, catridge dan tinta printer. Karena sifatnya yanghabis pakai maka
digunakan sistem beli atau pengadaan.
e) Komunikasi sebagai sarana memperoleh informasi untuk mendukung pekerjaan.
f) Penggandaan materi maupun dokumen.
1.14 LINGKUP KEWENANGAN PENYEDIA JASA
Lingkup kewenangan yang sekaligus merupakan lingkup pekerjaan penyedia jasa,
diantaranyaadalah:
1. Melakukantanggapan (bila ada) sekaligus penjabaran KAK ini, untuk selanjutnya
menyusunrencana kerja dan melakukan persiapan-persiapan pekerjaan,
sertamenyerahkan kepadapemberi kerjadalambentukLaporanPendahuluan, untuk
dikoordinasikan gunamemperoleh kesepakatan yang akan menjadipeganganbersama;
2. Melakukankoordinasi dengan aparat/petugassetempat, sertainstansi
terkait,baiksecaraindividu(berdasarkansuratpengantardari Pengguna Anggaran atau
Pejabat Pembuat Komitmen) untuk memperoleh informasi lisan terkait dengan kajian/
penelitian yang dilaksanakan;
3. Melakukansurveydankompilasi d a t a berbagaiaspekfaktadiwilayahpenelitian/ kajian;
4. Melakukanpengumpulan data dan analisa, dan hasil tersebut dituangkan dalam laporan.
Hasil laporan tersebut dalam bentuk laporan antara (interm report) dan diserahkan
kepada pemberi kerja;
5. Menyusun analisis, konsep dan Strategi Pembangunan Permukiman Infrastruktur
Perkotaan, yang dituangkan dalam bentuk laporan rancangan rencana dan hasil dari
perbaikannya melalui diskusi/ pembahasan guna memperoleh berbagai masukan yang
konstruktif; dituangkan dalam laporan akhir;
6. Membuat serta menyerahkan setiap bentuk kewajiban berupa laporan pendahuluan,
laporan antara, laporan rancangan rencana, laporan akhir, album peta, executive summary
dan softcopy (USB Flashdisk) diserahkan kepada Kuasa Pengguna Anggaran secara tepat
waktu dengan suatu Berita Acara Serah Terima.

1.15 JANGKA WAKTU PENYELESAIAN KEGIATAN


Jadwal dan jangka waktu pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Penyusunan
RP3KP/RP4D (Pembuatan SK Tentang Penetapan Lingkungan Perumahan dan Permukiman
Kumuh) (Pendampingan) yaitu 120 (seratus dua puluh) hari kalender sejak dikeluarkannya
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

1.16 PERSONIL
Keterlibatan tenaga-tenaga ahli yang profesional dan berpengalaman dalam bidang pekerjaan
yang dilaksanakan merupakan faktor utama optimalnya pelaksanaan kegiatan konsultansi.
Untuk itu dalam melaksanakan tugasnya, penyedia jasa harus menyediakan tenaga-tenaga
yang memenuhi kebutuhan kegiatan, baik ditinjau dari lingkup atau besar kegiatan maupun
tingkat kerumitan pekerjaan, diantaranya sebagai berikut:
Jumlah
No Posisi Kualifikasi Orang
Bulan
Tenaga Ahli;
1 Ahli Perencanaan Wilayah Pendidikan : Strata 1 (S1) Teknik 4 OB
danKota (Team Leader) Planologi/ Perencanaan Wilayah &Kota
Pengalaman : Minimal 5 Tahun
Kebutuhan: 1 (satu) orang
Lainnya : NPWP
2 Ahli Lingkungan Pendidikan : Strata 1 (S1) Teknik 3 OB
Lingkungan
Pengalaman : Minimal 3 Tahun
Kebutuhan: 1 (satu) orang
Lainnya : NPWP
Tenaga Sub Profesional;
3 Asisten Perencanaan Pendidikan : Minimal (S1) Jurusan 3 OB
Wilayah dan Kota Perencanaan Wilayah dan Kota/ Teknik
Planologi
Pengalaman : 0 - 2 Tahun
Kebutuhan: 1 (satu) orang
Lainnya : -
Tenaga Pendukung;
4 Operator Komputer Pendidikan : Minimal SLTA/SMK 2 OB
Pengalaman : 0 - 2 Tahun
Kebutuhan: 2 (dua) orang
Lainnya : -

1.17 JADWAL TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN


Sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan
Penyusunan RP3KP/RP4D (Pembuatan SK Tentang Penetapan Lingkungan Perumahan dan
Permukiman Kumuh) (Pendampingan)tersebut yaitu 120 (seratus dua puluh) hari kalender
maka tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan sebagai berikut:
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
No Tahapan Kegiatan Bulan Bulan Bulan Bulan
ke-1 ke-2 ke-3 ke-4
TAHAP SOSIALISASI AWAL DAN
1.
PENDATAAN
Persiapan
Pengumpulan data dan informasi
Analisa awal
Perumusan pilihan strategi
PENYUSUNAN DAN PEMANTAPAN
2.
NASKAH RP4D
Deatail rancangan
Penyiapan perangakat pelaksanaan
Penyepakatan
Penyusunan laporan yang memuat
Analisa daya tampung, analisa kebutuhan
pengembangan permukiman, analisa
kebutuhan pengembangan infrastruktur
permukiman, analisa kelembagaan dan
analisa SWOT
Pembahasan laporan pendahuluan
Pembahasan laporan antara
3. PENYUSUNAN LAPORAN
Laporan Pendahuluan
Laporan Antara
Laporan Akhir
Ringkasan Eksekutif
Softcopy Data (USB Flashdisk)
BAGIAN IV
LAPORAN

1.18 LAPORAN
Jenis laporan Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Penyusunan RP3KP/RP4D (Pembuatan SK
Tentang Penetapan Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh) (Pendampingan)yang
harus diserahkan kepada penyedia jasa kepada pengguna jasa adalah:
Laporan buku Laporan Pendahuluan yang berisi Pendahuluan, Tinjauan
Pendahuluan(Inception Kebijakan, Gambaran Umum, Metodologi, Rencana Kerja
Report) dalam penyusunan RP3KP/RP4D. Jumlah laporan pendahuluan
yang harus diserahkan kepada pemberi tugas sebanyak 5
(lima) eksemplar, yang harus diserahkan pada akhir minggu 3
(tiga) sejak terbitnya SPMK.
Laporan Antara(Interm buku Laporan Antara yang berisi Pendahuluan, Tinjauan
Report) Kebijakan, Gambaran Umum, dan Analisis RP3KP/RP4D.
Jumlah laporan antara yang harus diserahkan kepada pemberi
tugas sebanyak 5 (lima) eksemplar, yang harus diserahkan
pada akhir minggu 12 (dua belas) sejak terbitnya SPMK.
Laporan Akhir(Final Report) buku Laporan Akhir yang berupa RP3KP/RP4D dan SK
Penetapan RP3KP/RP4D. Jumlah laporan Akhir yang harus
diserahkan kepada pemberi tugas sebanyak 10 (sepuluh)
eksempar, dan harus diserahkan pada akhir pekerjaan (bulan
ke-4) sejak terbitnya SPMK.
Ringkasan memuat ringkasan dari laporan akhir dari rangkaian
Eksekutif(Executive keseluruhan pelaksanaan pekerjaan, laporan harus diserahkan
Summary) selambat-lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari kerja sejak
SPMK dan diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) buku laporan.
Softcopy Data (USB memuat seluruh data dan laporan (terorganisir) baik berupa
Flashdisk) text, tabel, peta, foto, gambar dsb yang diperoleh dari seluruh
rangkaian pekerjaan, softcopy data dalam bentuk USB
Flashdisk harus diserahkan selambat-lambatnya 120 (seratus
dua puluh) hari kerja sejak SPMK dan diterbitkan sebanyak 2
(dua) buah.
BAGIAN V
HAL-HAL LAIN

1.19 PRODUKSI DALAM NEGERI


Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini harus dilakukan
di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dengan pertimbangan
keterbatasan kompetensi dalam negeri.

1.20 PERSYARATAN KERJASAMA


Arahanawalyangdapatdiberikan kepada penyedia jasa terpilihuntuk
melaksanakanpekerjaanini, antaralain:
1. Arahan ini dimaksudkan sebagai petunjuk bagi penyedia jasa yang memuat dan harus
dipenuhi atau dipertanggungjawabkan dalam pelaksanan tugasnya. Dengan arahan ini
diharapkan penyedia jasa dapat melaksanakan tugas dengan baik dan lancar sehingga
dapat menghasilkan produk akhir dengan kualitas maupun kuantitas sesuai dengan
peraturan dan ketentuan yang berlaku.
2. Arahan penugasan ini dimaksudkan sebagai pedoman penyusunan bagi penyedia jasa,
karena didalam Dokumen Pengadaan Penyediaan Jasa konsultasi ini tercantum ketentuan-
ketentuan pangajuan usulan Administrasi, teknis dan biaya dalam rangkaian mencapai
produk akhir yang ditetapkan sesuai persyaratan yang telah ditentukan.
3. Arahan penugasan ini memberikan pedoman bahwa penyedia jasa dapat melakukan dan
melaksanakan pekerjaan Dokumen Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka
Menengah .

1.21 PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN


Penyedia Jasa diwajibkan melaksanakan pengumpulan data lapangan sesuai persyaratan dan
kaidah teknis maupun regulasi yang berlaku di bidang/layanan pekerjaan konsultansi.
Terdapat 3 (tiga) pendekatan dalam pekerjaan RP4D atau RP3KP, yaitu sebagai berikut:
1. Pendekatan Normatif adalah suatu cara pandang untuk memahami permasalahan atau
kondisi dengan berdasarkan pada norma-norma yang ada atau pada suatu aturan yang
menjelaskan bagaimana kondisi tersebut seharusnya terjadi. Dalam pendekatan ini,
perhatian pada masalah utama serta tindakan yang semestinya dilakukan menjadi ciri
utama. Kondisi atau situasi yang terjadi tersebut dijelaskan, dilihat, dan dibandingkan
karakteristiknya dengan kondisi yang seharusnya, dimana dalam konteks pembangunan
kondisi yang seharusnya tersebut didasarkan pada produk legal peraturan perundangan,
baik untuk nasional maupun daerah.
2. Pendekatan Fasilitatif dan Partisipatif digunakan dengan dasar pertimbangan bahwa proses
penyusunan dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait
dengan output produk yang akan dihasilkan
3. Pendekatan Teknis-Akademis merupakan pendekatan yang dilakukan dengan menggunakan
metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis, baik itu dalam pembagian
tahapan pekerjaan maupun teknik-teknik identifikasi, analisis, penyusunan strategi maupun
proses pelaksanaan penyepakatan.
Penyedia jasa harus segera menyusun program kerja minimal meliputi: jadwal kegiatan secara
detail; alokasi tenaga yang lengkap dan konsep penanganan pekerjaan.

1.22 ALIH PENGATAHUAN


Pemakaian tenaga ahli pada kegiatan ini harus dapat memberikan manfaat dalam alih
pengetahuan secara optimal melalui kemitraan dengan media diskusi secara rutin dan
pembahasan secara [Link] rangka alih pengatahuan pada Perencanaan Penyusunan
RP3KP/RP4D (Pembuatan SK Tentang Penetapan Lingkungan Perumahan dan Permukiman
Kumuh) (Pendampingan) dan sebagai wadah untuk tukar pemikiran dengan pemangku
kepentingan maka sebelum penyerahan laporan akhir serta produk lainnya dilaksanakan
diskusi dan pembahasan.
BAGIAN VI
PENUTUP

1.23 PENUTUP
Setelah pengarahan ini disampaikan maka calon penyedia jasa memeriksa semua bahan
masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan/ dipersyaratkan.
Setelah mempelajari dan mendapatkan penjelasan tentang pengarahan penugasan dari
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini, calon penyedia jasa agar membuat Usulan Teknis/Proposal
Teknis agar dimasukkan, mengikuti ketentuan terlampir mengenai syarat-syarat mengikuti
Pengadaan Jasa Konsultansi sesuai Peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Demikian, Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term of Reference (ToR) ini dibuat dalam rangka
memberi kejelasan (paling tidak secara garis besarnya) kepada semua pihak yang
berkepentingan terhadap kegiatan ini, baik maksud, tujuan maupun sasaran yang akan dituju,
dengan catatan bahwa segala bentuk materi dan makna yang telah disusun ini masih belum
dapat dikatakan sempurna. Oleh karenanya segala masukan dan tanggapan dari berbagai
pihak terkait sangat diharapkan sekali, guna manfaat kesempurnaannya.

Anda mungkin juga menyukai