0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan12 halaman

Aplikasi Foraminifera dalam Penentuan Umur

Dokumen tersebut membahas tentang aplikasi foraminifera dalam penentuan umur relatif dan lingkungan pengendapan. Secara singkat, foraminifera planktonik dan besar dapat digunakan untuk menentukan umur relatif batuan karena memiliki rentang waktu hidup yang pendek. Lingkungan pengendapan dapat ditentukan dengan menggunakan rasio plankton/bentos dan zona ekologi bentos.

Diunggah oleh

Ayu Apriliana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan12 halaman

Aplikasi Foraminifera dalam Penentuan Umur

Dokumen tersebut membahas tentang aplikasi foraminifera dalam penentuan umur relatif dan lingkungan pengendapan. Secara singkat, foraminifera planktonik dan besar dapat digunakan untuk menentukan umur relatif batuan karena memiliki rentang waktu hidup yang pendek. Lingkungan pengendapan dapat ditentukan dengan menggunakan rasio plankton/bentos dan zona ekologi bentos.

Diunggah oleh

Ayu Apriliana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ACARA XI

APLIKASI FORAMNIFERA

VI.2.1 Penentuan UmurRelatif

Cara menentukan umur relatif pada umumnya didasarkan atas dijumpainya fosil
pada batuan. Didalam Paleontologi cara menentukan umur relatif dengan
menggunakan:

Foraminifera planktonik

Selain jumlah genus sedikit, plankton sangat peka terhadap


perubahan kadar [Link] ini menyebabkan hidup suatu spesies
mempunyai kisaran umur yang pendek sehingga baik untuk penciri umur
suatu lapisan batuan.

Biozonasi foraminifera planktonik yang populer dan sering digunakan


di Indonesia adalah Zonasi Blow (1969), Bolli (1966) dan Postuma
(1971).

Foraminifera Besar (Filum Protozoa,Klas Sarcodina)

Dipakai sebagai penentu umur relatif karena umumnya mempunyai


umur pendek sehingga sangat baik sebagai fosil penunjuk. Penentuan
umur berdasarkan foraminifera besar, khususnya di Indonesia biasanya
menggunakan Klasifikasi Huruf, yangdikemukakanolehAdams(1970).

VI.2.2 Penentuan LingkunganPengendapan

Lingkungan pengendapan adalah suatu kumpulan dari kondisi fisika, kimia


dan biologi dimana sedimen terakumulasi (Krumbein&Sloss,1963). Selain itu
banyak pula para ahli yang mengemukakan tentang definisi lingkungan
pengendapan antara Selly (1978) mendefinisikan suatu keadaan dipermukaan
bumi yang disebabkan oleh interaksi antara faktor-faktor fisika, kimia dan biologi
dimana sediment ersebut diendapkan.

321
Faktor fisika meliputi garam, kecepatan arus, kedalaman air, kecepatan
angin dan sebgainya. Faktor kimia meliputi kadar garam, kebasaan air serta
komposisi

kimia batuan. Sedangkan yang dipelajari dalam praktikum ini adalah faktor biologi
yang mempelajari kehidupan organisme masa lampau berdasarkan lingkungan
hidupnya.
Metode yang dipakai untuk menentukan lingkungan pengendapan tersebut
adalah:
- Menggunakan Ratio Plankton/Bentos
- Menggunakan Foraminifere Bentonik

VI.2.2.a. Penentuan Lingkungan Pengendapan dengan Rasio Plankton/Bentos


Perhitungan rasio plankton-bentos dihitung dengan rumus milik Grimsdale and
Mark Hoven, 1950 dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Mula-mula sampel dalam cawan dibagi


Kuadran Kuadran 4
1 2 2. Kemudian masing-masing kuadran
dihitung
Kuadran
4 berapa jumlah plankton dan bentos

Kuadran
3. Dilakukan Perhitungan :
3

Perhitungan Kuadran Tiap Mesh :


- Perhitungan rata-rata plankton tiap mesh :

Jml P 1+ Jml P 2+Jml P 3+ Jml P 4


4

322
- Perhitungan rata-rata bentos tiap mesh :

Jml B 1+ Jml B 2+ Jml B 3+Jml B 4


4
P
100
- Rasio plankton-bentos tiap mesh : P+ B

Perhitungan Kuadran Seluruh Mesh :


Mesh 1+ Mesh2+Mesh3
- Jumlah plankton rata-rata seluruh mesh : 3
Mesh 1+ Mesh2+ Mesh3
- Jumlah bentos rata-rata seluruh mesh : 3
P
100
- Rasio plankton-bentos seluruh mesh : P+ B

Keterangan P : Plankton
B : Bentos
Jml P 1 : Jumlah plankton pada kuadran 1
Jml B 1 : Jumlah bentos pada kuadran 1
Setelah hasil perhitungan persentase rasio planton bentos didapatkan, angka
tersebut dimasukkan ke dalam Tabel kedalaman milik Grimsdale dan Mark Hoven
untuk menentukan kedalamnnya. Setelah kedalaman didapatkan, maka akan
diketahui lingkungan pengendapannya.
Tabel 9.1 Tabel Kedalaman dan Lingkungan Pengendapan (Grimsdale dan Mark
Hoven, 1950)

323
VI.2.2.b Penentuan Lingkungan Pengendapan dengan Foraminifera Bentonik
Foraminifera bentonik dipakai sebagai penentu lingkungan pengendapan
karena golongan ini hidupnya sangat peka terhadap lingkungan, sehingga hanya
hidup pada lingkungan dan kedalaman tertentu. Selain itu bentos hidup di dasar laut
baik menambat ataupun merayap. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka beberapa ahli
mengelompokkan suatu golongan yang hidup sesuai dengan lingkungan hidupnya
jika dihubungkan dengan faktor kedalaman yang dikenal dengan nama zona
batimetri.
Dibawah ini akan dijabarkan beberapa pembagian zona batmetri berdasarkan
beberapa peneliti.
1) Tipsword, Setzer dan Smith ( 1996 )
Tipsword, Setzer dan Smith menyusun klasifikasi zona batimetri untuk lingkungan
pengendapan laut ( merine ) berdasarkan data asosiasi mikrofosil dan rasio P/B dari

324
Teluk Mexico yang kemudian digabungkan dengan data asosiasi litologi ,
sedimentologi dan tektoniknya.
Klasifikasinya dapat digunakan untuk dasar penentuan paleobatimetri batuan yang
berumur kenozoikum. Dari penelitiannya diusulkan 8 zona lingkungan pengendapan,
yaitu :
1. Darat : Miskin fauna.
2. Transisi : air asin, teluk, payau , lagoan estuarine.
3. Paparan dalam laut terbuka yang terdangkal ( neritik tengah ) kedalamannya 0
20 m ( 0 66 ft ).
4. Paparan tengah laut terbuka intermediate ( neritik tengah ) kedalaman 20 100
m ( 66 328 ft ).
5. Paparan luar laut terbuka lebih dalam ( neritik luar ) kedalaman 100 200 m (
328 1640 ft ).
6. Lereng atas laut dalam ( bathyal atas ) kedalaman 200 500 m ( 656 1640 ft ).
7. Lereng bawah laut dalam ( bathyal bawah ) kedalaman 500 2000 m ( 1640
5650 ft )
8. Abysal laut dalam lebih besar 2000 m , lebih besar dari 6560 ft.

Setelah fosil diketahui genus dan spesiesnya, kemudian dikelompokkan


menjadi

satu. Dari asosiasi fosil dalam satu sampel kemudian dicocokkan dengan zona
ekologi yang dibuat oleh Tipsword dkk. Di bawah ini adalah zona ekologi foraminifera
benthos sebagai penciri daerah intertidal menurut Tipsword, dkk ( 1966 ) pada daerah
Gulf Coast untuk Zaman Resen.

1. Non marine : miskin fauna


2. Transisi : air asin, teluk, payau, lagoon estuarine

- Ammobaculites sp. - Ammotium aff salsam


- Elphiduim guntori - Elphidium galvestoensis
- Milliammina fusca - Elphidium incertum
- Quiqueloculina funafutiensis - Rotalia (streblus) beccarii
- Trachamina spp.
3. Paparan tepisampai laut dangkal (Neritik dalam)
- Bigerina irregularis - Elphidium incertum
- Bolivina lotemani - Ephonides hannai
- Bulliminella bassendorfensis - Noniaon grateloupi
- Bulliminella elegantissima - Nonionella opima

325
- Cibicides (Hanzawaia) sirattani - Quinqueloculina compta
- Discorbis condeiana - Quinqueloculina lamarchiana
- Elphidium discoidale - Reusella atlantica
- Elphidium gunteri - Textularia mayeri
- 0 20% plantonik - Virgulina pontoni
4. Paparan tengah (Neritik Tengah)
- Amphistegina lesson - Cibicides pseudogarianus
- Anomalia spp. - Discorbis bolivarensis (umum)
- Bolivina marginata - Discorbis gravelli
- Bolivina perca - Discorbis normada (umum)
- Bolivina vicksburgensis van monsouri - Eponides ellisoral (umum)
- Bigerina humblei (umum) - Gyroidina vickburgensis var hannai
- Bulimina puppoides - Hoglundina elegaris
- Buliminella curta - Marginulina hoteei
- Cancris sagra - Siphonina advena
Cassidulina laevigata Siphonina davisi ( umum )
Cassidulina subglobosa Uvigerina hoteei ( umum )
Cibicides americanus
Cibicides cartensi
Uvigerina israelsskyi
20 50 % planktonik
5. Paparan Luar ( Neritik Luar ) 100 200 meter
Bulimina marginata Marginulina subacuelata
Bulimina striata Planulina favoelata
Cussidulina subglobusa Textularia mexicana
Cibicides robustus Uvigerina flintii
Cibicides umbonatus Uvigerina peregrina
Haglundina elegans Uvigerina mexicana
20 50 % planktonik
6. Slope Atas Laut Dalam ( Bathyal Atas )
Bolivina Barbata Gyrodina soldanii
Bulimina alazanensis Laticarinina pauperata
Cibicides aff pseudongerianus Recurvoides sp.
Cyclammina cancellata Phaeroidina bulloides
Eggeralla bradyi Uvigerina hispido costata

326
Gyroidina orbaculites 30 50 % planktonik

7. Slope Bawah - Laut Dalam ( Bathyal Bawah ) 500 2000 meter


Bulimina alazanensis Epistominella decotata
Cibicides kullenbergi Nonion pompiloides
Cibicides wuellerstorfi Osangularia culter
Eggerella bradyi Siphotextularia globulosa
50 100 % planktonik
8. Abysal lebih dari 2000 meter
Cibicides kullenbergi Quinqueloculina venusta
Cibicides wuellerstorfi Trochammina globulosa
Nonion pompiloides Virgulina advena
Osangularia culter Planktonik melimpah

Di bawah ini adalah data zona paleoekologi foraminifera Kenozoikum pada


daerah Gulf Coast didasarkan pada fosil foraminifera.

327
Tabel 9.2 Tabel Zona Paleoekologi (Tispword, dkk, 1966)

328
Cibicides americanus Uvigerina israelssky
Cibicides cartensi Cibicides pseudogarianus
20 -50 % planktonik
5. Paparan luar (Neritik Luar) 100 - 200 meter
Bulimina inflata Gyroidina scalata
Cyclamina sp. Plectofrondicularia - californica
Cyclamina cancellata ( sedikit Saracenaria spp.
-Jarang) Siphogerina fredsmithi

329
Eggerella Sp. Siphogerina spp. ( jarang )
Eponides umbonatus
Gaudryina atlantica 20 - 50 % planktonik
6. Slope atas -Laut dalam (bathyal atas) 200-500 meter
Allomophina spp. Gyroidina soldanii
Chilostomella oolina Listerella (Scenelluella) Spp. (umum)
Chilostomella spp. Sparoidina spp. (sedikit banyak)
Cyclamina cancellata (umum) Uvigerina hispida (umum)
Eggerella sp (umum) Uvigerina rustica (umum)
30 - 50% planktonik
7. Slope bawah - laut dalam ( bathyal bawah) 500 -2000 meter
Nonion pompiloides (beberapa Osongularia culter
banyak) Pullenia bulloides
Uvigerina hispida (banyak-
melimpah)
Uvigerina rustica (banyak 50 - 100% planktonik
-melimpah)
8. Abysal lebih dari 2000 meter : jarang ditemui fossil

2) Phleger (1951)

Penentuan lingkungan pengedapan berdasarkan kisaran kedalamannya dari


hasil dianalisis dan sudah diketahui genus dan spesiesnya kemudian lihat pada tabel
6.3 Phleger (1951) melakukan penelitian pada sedimen marine, berumur resen di
Teluk Mexico

Beberapa tempat di dunia dan berhasil menyusun klasifikasi dasar laut, serta
akumulasi foram bentos tertentu pada kedalaman tertentu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari penelitiannya adalah :

o Frekuensi spesies pada tiap contoh batuan

330
o Asosiasi beberapa spesies yang mendukung spesies karakteristik pada
kedalaman tertentu
o Menggunakan foraminifera Resen sebagai bahan studinya
o Memperhatikan distribusi temperature secara vertical dan salinitas air
laut.

3)Van Marie (1987)

Van Marie melakukan penelitian biofasis pada dasar laut berdasarkan


foraminifera bentik pada sedimen berumur kenozoikum Resen di daerah Busur
Banda (Indonesia Timur). Penelitian tersebut dilakukan berdasarkan foram resen
pada sedimen dasar laut dengan metode matematik statistic dengan
membandingkan hasil penghitungan fosil Kenozoikum akhir Resen.

Tabel 9.3 Tabel Kisaran Kedalaman (Phleger, 1951)

Zone A association : (Outer shelf biofacies: 60 150 m)

Amphistegina lessoni Bolivina robusta


Elphidium spp. Lenticulina spp.
Hanzawaia nipponica
Heterolepa dutemplei
Heterolepa mediocris
Neoconorbina terquemi
Operculina ammonoides
Peneroplis planatus
Reusella simplex

331
Tekxtularia spp.
Tinoporis spengleri
div. miliodis
Zone B association: (Upper bathyal biofacies: 150 400 m)

Bolivina robusta div. miliolids


Hanzawaia nipponica
Heterolepa dutemplei
Heterolepa mediocris
Lenticulina spp.
Tekstularia spp.
Uvigerina canariensis
Zona C association: (Middle bathyal biofacies: 400 1400 m)

Anomalinoides colligerus Bulimina striata


Bolivina robusta Eggerella baradyi
Bulivia alazanensis Glomospira charoides
Bulimina marginata Glomospira gardialis
Cassidulina carinata Gyroidina neosoldanii

332

Anda mungkin juga menyukai