E.
HAK DAN KEBUTUHAN PEMAKAI
LAPORAN KEUANGAN
Pada dasarnya masyarakat (publik) memiliki hak dasar terhadap
pemerintah,yaitu:
[Link] untuk mengetahui (right to know), yaitu:
- Mengetahui kebijakan pemerintah
- Mengetahui keputusan yang diambil pemerintah
- Mengetahui alasan dilakukannya suatu kebijakan dan keputusan tertentu
[Link] untuk diberi informasi (right to be informed) yang meliputi hak untuk
diberi penjelasan secara terbuka atas permasalahan-permasalahan tertentu
yang menjadi perdebatan publik
[Link] untuk didengar aspirasinya (right to be heard and to be listened to)
Laporan keuangan pemerintah merupakan hak publik yang harus diberikan
oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Hak publik atas informasi keuangan
muncul sebagai konsekuensi konsep pertanggungjawaban publik.
Pertanggungjawaban publik mensyaratkan organisasi publik untuk memberikan
laporan keuangan sebagai bukti pertanggungjawaban dan pengelolaan
(accountability & stewardship).
Setiap pemakai laporan keuangan memiliki kebutuhan dan kepentingan
yang berbeda-beda terhadap informasi keungan yang diberikan oleh pemerintah.
Bahkan di antara kelompok pemakai laporan keuangan tersebut dapat timbul
konflik kepentingan. Laporan keuangan pemerintah disediakan untukmemberi
informasi kepada berbagai kelompok pemakai (general purposive), meskipun
setiap kelompok pemakai memiliki kebutuhan informasi yang berbeda-beda.
Kebutuhan informasi pemakai laporan keuangan pemerintah tersebut dapat
diringkas sebagai berikut:
[Link] pengguna pelayanan publik membutuhkan informasi atas biaya,
harga, dan kualitas pelayanan yang diberikan.
[Link] pembayar pajak dan pemberi bantuan ingin mengetahui
keberadaan dan penggunaan dana yang telah diberikan. Publik ingin mengetahui
apakah pemerintah telah melakukan ketaatan fiskal dan ketaatan pada
peraturan perundangan atas pengeluara-pengeluaran yang dilakukan.
[Link] dan investor membutuhkan informasi untuk menghitung tingkat risiko,
likuiditas, dan solvabilitas.
[Link] dan kelompok politik memerlukan informasi keuangan untuk
melakukan fungsi pengawasan, mencegah terjadinya laporan yang bias atas
kondisi keungan pemerintah, dan penyelewengan keungan Negara.
[Link] publik membutuhkan informasi akuntansi sebagai komponen sistem
informasi manajemen untuk membantu perencanaan dan pengendalian
organisasi, pengukuran kinerja, dan membandingkan kinerja organisasi antar
kurun waktu dan dengan organisasi lain yang sejenis.
[Link] membutuhkan informasi atas gaji dan manajemen kompensasi.
[Link] LAPORAN KEUANGAN
SEKTOR PUBLIK DENGAN SEKTOR
SWASTA
Beberapa perbedaan laporan keungan pemerintahan dengan laporan
keuangan sektor swasta dapat dilihat pada tabel 10.1. Laporan Keuangan
pemerintah dalam beberapa hal berbeda dengan laporan keuangan pada sektor
swasta. Perbedaan tersebut meliputi perbedaan jenis-jenis laporan keuangan,
elemen laporan keuangan, tujuan pelaporan keuangan, dan teknik akuntansi
yang digunakan. Di samping memiliki beberapa karakteristik yang berbeda,
kedua sektor juga memiliki persamaan yaitu kedua-duanya membutuhkan
standar akuntansi keuangan sebagai pedoman untuk membuat laporan
keuangan. Siklus akuntansi pada kedua sektor tidak terdapat perbedaan yang
signifikan.
Tabel 10.1
Perbandingan Laporan Keuangan Pemerintah dengan Sektor Swasta
*PERBEDAAN
Laporan Departemen Pemerintah Fokus Finansial
Fokus Finansial dan Politik Sebagian besar kinerja diukur secara
finasial
Kinerja diukur secara finansial dan
non-finansial Pertanggungjawaban kepada
pemegang saham dan kreditur
Pertanggungjawaban kepada
parlemen dan masyarakat luas Berfokus pada organisasi secara
keseluruhan
Berfokus pada bagian organisasi
Tidak dapat melihat masa depan
Melihat ke masa depan secara detail secara detail
Aturan pelaporan ditentukan oleh Aturan pelaporan ditentukan oleh
departemen keuangan undang-undang, standar akuntansi,
Laporan diperiksa oleh Treasury pasar modal,dan praktik akuntansi
Cash accounting Laporan keuangan diperiksa oleh
auditor independen
Actual accounting
Laporan Keuangan Sektor Swasta
*PERSAMAAN
-Dokumen-dokumen sumber
-Berperan sebagai hubungan masyarakat(public relations
Tabel 10.1
Perbandingan Laporan Keuangan Pemerintah dengan Sektor Swasta
*PERBEDAAN
Laporan Departemen Laporan Keuangan Sektor
Pemerintah Swasta
Fokus Finansial dan Politik Fokus Finansial
Kinerja diukur secara finansial dan non- Sebagian besar kinerja diukur secara
finansial finasial
Pertanggungjawaban kepada parlemen Pertanggungjawaban kepada
dan masyarakat luas pemegang saham dan kreditur
Berfokus pada bagian organisasi Berfokus pada organisasi secara
keseluruhan
Melihat ke masa depan secara detail Tidak dapat melihat masa depan
secara detail
Aturan pelaporan ditentukan oleh Aturan pelaporan ditentukan oleh
departemen keuangan undang-undang, standar akuntansi,
pasar modal,dan praktik akuntansi
Laporan diperiksa oleh Treasury Laporan keuangan diperiksa oleh
auditor independen
Cash accounting Actual accounting
*PERSAMAAN
-Dokumen-dokumen sumber
-Berperan sebagai hubungan masyarakat(public relations)
Sebagaimana dijelaskan pada tabel 10.1 bahwa laporan keuangan le,baga
pemerintah tidak berfokus pada organisasi secara keseluruhan, akan
tetapi berfokus pada unit kerja pemerintah sebagai bagian organisasi.
Unit-unit kerja pemerintah tersebut merupakan entitas akuntansi
(accounting entity) dan entitas anggaran (budgetary entity) yang otonom.
Laporan keungan pemerintah lebih berorientasi pada jangka panjang
(forward-looking) karena terkait dengan konsep politik dan kenegaraan.
Pada sektor swasta fokus jangka panjang secara detail tidak dapat
dilakukan karena dibatasi oleh adanya ketidakpastian pasar.
Pada sektor swasta, laporan keuangan perlu diaudit oleh auditor
independen untuk memberikan jaminan kualitas (quality assurance)
bahwa laporan keuangan yang dibuat manajemen tersebut terbebas dari
salah saji yang material dan telah disajikan sesuai prinsip akuntansi yang
bertrima umum. Laporan keuangan sektor publik juga perlu diaudit,
namun pengauditan untuk sektor publik tersebut lebih luas,tidak sekedar
audit keuangan dan kepatuhan saja, akan tetapi harus dilakukan juga
audit value for money. Dewan legislatif dapat menunjuk auditor
independen, seperti Badan PeneriksaKeuangan atau kantor akuntan publik
untuk mengaudit pemerintah.
Penggunaan akuntansi akrual pada sektor swasta telah berjalan
lama, sementara pada sector publik hingga saat ini banyak yang masih
menggunakan akuntansi kas. Akan tetapi, dengan adanya reformasi
sektor publik pada awal tahun 1980-an telah mendorong dilakukannya
reformasi akuntansi sektor publik, salah satunya adalah penggantian
akuntansi kas menjadi akuntansi akrual.
Laporan Keuangan pemerintah yang buruk dapat menimbulkan implikasi
negatif,antara lain:
[Link] kepercayaan masyarakat kepada pengelola dana publik
(pemerintah).
[Link] akan takut menanamkan modalnya karena laporan keuangan
tidak dapat diprediksi yang berakibat meningkatnya risiko investasi.
[Link] donor akan mengurangi atau menghentikan bantuannya.
[Link] keputusan menjadi buruk.
[Link] keuangan tidak dapat mencerminkan kinerja aktual.
Pemberian informasi keuangan yang tidak dapat diandalkan akan
mempengaruhi kualiatas keputusan baik bagi pemakai internal maupun
pemakai eksternal.
[Link] PENGUNGKAPAN
(DISCLOSURE) YANG
DIPERLUKAN
Pemerintah harus menentukan kebijakan yang menjelaskan komponen
apa saja yang dapat dikategorikan sebagai pendapatan atau biaya operasi yang
tepat untuk suatu unit kerja yang dilaporkan, secara luas pengungkapan
(disclosure) dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipraktikkan secara
konsisten. Pemerintah diharapkan dapat memberikan informasi tambahan untuk
hal-hal sebagai berikut:
[Link] pengukuran dan dasar akuntansi yang digunakan untuk pembuatan
laporan.
[Link] menghapuskan/menghentikan aktivitas internal unit kerja pada
Laporan Aktivitas
[Link] kapitalisasi aktiva dan menaksir umur ekonomi aktiva-aktiva
tersebut untuk menentukan biaya depresiasinya.
[Link] mengenai jenis-jenis transaksi yang masuk dalam penerimaan
program dan kebijakan untuk mengalokasikan biya-biaya tidak langsung kepada
suatu fungsi atau unit kerja dalam Laporan Keungan Aktivitas.
[Link] pemerintah dalam menentukan pendapatan operasi dan non-
operasi.
[Link] harus mengungkapkan secara detail/lengkap dalam catatan (notes)
laporan keungan mengenai aset modal dan utang jangka panjang. Aset modal
yang tidak didepresiasi harus diungkapkan secara terpisah dari aset modal yang
didepresiasi. Informasi mengenai kewajiban jangka panjang meliputi obligasi,
utang wesel, pinjamam, utang leasing, tuntutan, dan sebagainya.
[Link]
Akuntansi sektor publik memiliki peran utama untuk menyiapkan laporan
keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. Dilihat
dari sisi internal organisasi, laporan keuangan sektor publik merupakan alat
pengendalian dan evaluasi kinerja manajerial dan organisasi. Sedangkan dari sisi
eksternal, laporan keuangan merupakan alat pertanggungjawaban kepada publik
dan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Akuntansi sektor publik
bertujuan untuk member informasi yang bertujuan untuk pengambilan
keputusan ekonomi, sosial, politik, dan sebagai bukti pertanggungjawaban dan
pengeloaan; serta untuk memberi informasi yang digunakan untuk mengevaluasi
kinerja manajerial dan organisasional. Laporan keuangan pemerintahan dan
laporan keuangan komersial memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut
meliputi jenis laporan yang dihasilkan, elemen laporan keuangan, tujuan laporan
keuangan, dan teknik akuntansi yang digunakan.