1.
COST-PLUS PRICING
CONTOH:
Manajer pemasaran PT X sedang mempertimbangkan penentuan harga jual produk
A untuk tahun anggaran yang akan datang. Perusahaan
menggunakan pendekatan Full Costing dalam penentuan biaya penuh. Menurut
anggaran,perusahaan direncanakan akan beroperasi pada kapasitas normal
sebanyak 1.000.000 kg dengan taksiran biaya penuh untuk tahun anggaran yang
akan datang sebagai berikut:
Biaya Produksi Rp [Link]
Biaya Administrasi dan umum 200.000.000
Biaya Pemasaran 300.000.000
Total biaya penuh Rp [Link]
Total aktiva yang diperkirakan pada awal tahun anggaran adalah sebesar Rp
[Link] dan laba yang diharapkan yang dinyakan dalam tingkat
pengembalian investasi (rate of return on investment) adalah sebesar 25%.
Tentukan harga jual per kg dengan menggunakan metode Cost-Plus
Pricing berdasarkan Pendekatan Full Costing
JAWAB:
FULL COSTING
Perhitungan Markup:
Biaya Administrasi dan umum 200.000.000
Biaya Pemasaran 300.000.000
Laba yang diharapkan
(25% x Rp [Link]) [Link] +
Jumlah (a) [Link]
Biaya Produksi (b) [Link]
% Markup = (a:b) = (1.5000.000.000 : [Link]) * 100% = 50%
Perhitungan Harga Jual:
Biaya produksi Rp [Link]
% Markup = 50% x [Link] [Link] +
Jumlah harga jual [Link]
Volume produk 1.000.000 :
Harga Jual per kg Rp 4.500
VARIABLE COSTING
Dari data di atas, taksiran biaya penuh berdasarkan perhitungan variable costing
Biaya Variabel:
Biaya produksi variabel Rp2.000.000.000
Biaya administrasi dan umum variabel 50.000.000
Biaya pemasaran variabel 50.000.000
Total Biaya variabel [Link]
Biaya Tetap:
Biaya produksi tetap Rp1.000.000.000
Biaya administrasi dan umum tetap 150.000.000
Biaya pemasaran tetap 250.000.000
Total Biaya Tetap [Link]
Total Biaya Penuh [Link]
Perhitungan Persentase markup:
Biaya Tetap [Link]
Laba yang diharapkan (25% x [Link]) [Link]
Jumlah (a) [Link]
Biaya Variabel (b) [Link]
% Markup (a:b) 114,29%
Perhitungan Harga Jual
Biaya variabel [Link]
Rp
[Link]
% Markup = 114,29% x [Link] [Link]
Jumlah harga jual [Link]
[Link]
Volume produk 1.000.000 :
Harga Jual per kg Rp 4.500
Biaya tidak langsung:
Taksiran biaya tidak langsung selama tahun anggaran:
Gaji pengawas dan biaya tenaga kerja tidak langsung lain Rp xx
Biaya depresiasi aktiva tetap xx
Biaya asuransi xx
Biaya listrik xx
Biaya air xx
Biaya reparasi aktiva tetap xx
Biaya umum xx +
Jumlah biaya tidak langsung Rp xx
Perhitungan laba yang diharapkan
Taksiran jumlah aktiva pada awal tahun anggaran Rp xx
Tarif kembalian investasi (ROI) yang diharapkan (dalam %) xx (x)
Laba yang diharapkan per tahun Rp xx
Perhitungan markup
Biaya tidak langsung Rp xx
Laba yang diharapkan xx +
Jumlah Rp xx
Jam tenaga kerja langsung atau biaya tenaga kerja langsung
dalam tahun anggaran xx (:)
Markup (dalam rupiah per jam TKL) atau % markup xx
CONTOH PENENTUAN HARGA JUAL WAKTU DAN BAHAN:
PT X berusaha dalam usaha bengkel mobil. Manajer pemasaran PT X sedang
mempertimbangkan penentuan harga jual jasa reparasi untuk tahun anggaran yang
akan datang. Perusahaan memiliki 2 departemen: Bengkel dan Toko Suku Cadang.
Perusahaan mempekerjakan 6 mekanik dan 4 ahli listrik dalam Departemen
Bengkel. Menurut anggaran, perusahaan direncanakan akan beroperasi pada
kapasitas normal sebanyak 300 hari @ 7 jam kerja per hari. Jumlah aktiva yang
digunakan di Departemen Bengkel sebesar Rp 60.000.000,- sedangkan jumlah
aktiva yang ditanamkan dalam Departemen Toko Suku Cadang adalah sebesar Rp
28.000.00,- Taksiran harga beli bahan dan suku cadang sebesar Rp 23.800.000,-
Tarif kembalian investasi (ROI) yang diharapkan dalam tahun anggaran adalah 25%.
Taksiran jam kerja tenaga kerja langsung untuk tahun anggaran yang akan datang
adalah sebagai berikut:
Upah tenaga kerja langsung:
(10 x 300 hari x 7 jam) @ Rp 1.500 per jam Rp31.500.000
Biaya kesejahteraan TKL:
Tunjangan kesehatan
10 orang x 12 bulan x Rp50.000,- Rp 6.000.000
Tunjangan kesejahteraan:
10 orang x 12 bulan x Rp25.000,- Rp 3.000.000 +
Jumlah biaya TKL Rp40.500.000
Jam TKL:
10 orang x 300 hari kerja x 7 jam kerja 21.000 jam :
Biaya TKL per jam Rp 1.929
Biaya Tidak Langsung Bengkel dianggarkan sebagai berikut:
Gaji pengawas dan TKTL lainnya Rp11.600.000
Biaya depresiasi aktiva tetap 2.200.000
Biaya asuransi 650.000
Biaya listrik 800.000
Biaya air 400.000
Biaya reparasi aktiva tetap 350.000
Biaya umum 500.000
Jumlah biaya tidak langsung Rp16.500.000
Biaya Tidak Langsung Toko Suku Cadang:
Gaji tenaga kerja toko Rp 9.000.000
Biaya listrik 700.000
Biaya kantor 300.000
Jumlah biaya tidak langsung toko Rp10.000.000
Dalam memutuskan harga jual jenis jasa standar tertentu yang disediakan bagi
pelanggan, manajer pemasaran PT X memperhitungkan harga jual sebagai berikut:
Misalkan untuk jenis jasa servis mesin yang terdiri dari pekerjaan ganti oli dan tune-
upmesin memerlukan 2 orang mekanik dan 1 orang ahli listrik,yang masing-masing
bekerja sebagai berikut:
Mekanik 1,0 jam orang*
Ahli listrik 1,5 jam orang
(*jam orang adalah hasil kali jam kerja dengan jumlah orang. Jam mekanik 1 jam
orang berarti untuk pekerjaan servis mesin diperlukan 2 orang mekanik dengan jam
kerja masing-masing jam)
Tentukan:
1. Persentase markup dari biaya tenaga kerja langsung
2. Persentase markup dari harga beli bahan dan suku cadang
3. Harga jual jasa servis mesin
4. Harga jual bahan dan suku cadang.
JAWAB:
1. Menghitung persentase markup dari BTKL:
Biaya tidak langsung bengkel Rp 16.500.000
Laba yang diharapkan:
(25% x Rp60.000.000) 15.000.000 +
Jumlah Rp 31.500.000
Biaya TKL 40.500.000 :
Persentase markup dari BTKL 78%
1. Menghitung persentase markup dari harga beli bahan dan suku cadang
Biaya tidak langsung toko suku cadang:
Gaji tenaga kerja toko Rp 9.000.000
Biaya listrik 700.000
Biaya kantor 300.000
Jumlah biaya tidak langsung toko Rp10.000.000
Laba yang diharapkan (25% x 28.000.000) 7.000.000
Jumlah Rp17.000.000
Taksiran harga beli bahan dan suku cadang Rp 23.800.000 :
Persentase Markup dari harga beli bahan dan suku cadang71%
1. Perhitungan harga jual jasa servis mesin
Biaya tenaga kerja langsung:
2,5 jam @ Rp 1.929 Rp 4.823
Markup : 78% x Rp4.823 3.726
Harga jual jasa servis mesin Rp 8.585
1. Perhitungan harga jual bahan dan suku cadang
Jika seorang pelanggan memerlukan jasa servis mesin dan memerlukan 1 kaleng oli
mesin yang harga fakturnya Rp10.000,- dan saringan oli (oil filter) yang harga
fakturnya Rp8.000,- maka kepada pelanggan tersebut perusahaan akan
membebankan harga jual jasa, bahan dan suku cadang sebesar:
Harga jual jasa servis mesin Rp 8.585
Harga bahan dan suku cadang Rp18.000
Markup dari harga bahan dan suku cadang
(71% x Rp18.000) Rp12.780
Harga jual bahan dan suku cadang Rp30.780
Jumlah hasil penjualan jasa servis mesin,
bahan dan suku cadang Rp39.365
LATIHAN
Anggaran biaya PT MULIA untuk tahun anggaran 2007 yang disusun berdasarkan
kapasitas produksi dan pemasaran sebanyak 1.000.000 kg adalah sebagai berikut:
Biaya produksi variabel:
Biaya bahan baku Rp75.000.000
Biaya tenaga kerja langsung 150.000.000
Biaya overhead pabrik variabel 175.000.000
Jumlah biaya produksi variabel Rp 400.000.000
Biaya non produksi variabel:
Biaya administrasi dan umum variabel Rp 100.000.000
Biaya pemasaran variabel 200.000.000
Jumlah biaya non produksi variabel Rp 300.000.000
Biaya Tetap:
Biaya overhead pabrik tetap Rp125.000.000
Biaya administrasi dan umum tetap 80.000.000
Biaya pemasaran tetap 135.000.000
Jumlah biaya tetap Rp340.000.000
Total biaya penuh Rp1.040.000.000
Jelaskan tiga perbedaan pokok antara bidang akuntansi manajemen dan bidang
akuntansi keuangan
Jawab :
1) Pemakai laporan akuntansi keuangan adalah pihak luar organisasi seperti
pemilik,kreditor, dan investor sedangkan pemakai laporan akuntansi manajemen
adalah pihak dalam organisasi untuk dalam organisasi untuk perencanaan,
pengarahan dan motivasi, pengendalian, dan evaluasi kinerja.
2) Akurasi perhitungan akuntasi keuangan memerlukan perhitungan data sedangkan
akurasi perhitungan akuntansi manajemen lebih memerlukan ketepatan waktu
informasi.
3) Standar akuntansi keuangan harus mengikuti prinsip prinsip akuntansi yang berlaku
umum sedangkan standar akuntansi manajemen tidak harus mengikuti prinsip
prinsip akuntansi yang berlaku umum .
2. Bidang akuntansi manajemen mempunyai lingkup yang demikian luas berkaitan
dengan pengambilan keputusan manajemen. Jelaskan :
a) Hubungan akuntansi manajemen dengan sistem informasi
Jawab :
Informasi akuntansi merupakan bahan baku pembuatan keputusan yang
berhubungan dengan alokasi sumber daya pada tingkat perencanaan, pengarahan,
motivasi, implementasi, maupun pengendalian . integrasi lingkungan keputusan
dengan informasi akuntansi yang baik diharpkan dapat menghasilkan keputusan-
keputusan yang efektif untuk dilaksanakan dalam suatu siklus pengendalian bagi
pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan. Semakin tinggi kualitas
informasi yang digunakan maka semakin tinggi pula tingkat akurasi keputusan yang
dihasilkan dari padanya.
b) Inovasi akuntansi manajemen dalam mengantisipasi persaingan dalam era
teknologi industri kontemporer.
Jawab :
Inovasi akuntansi manajemen dalam mengantisipasi persaingan dalam era teknologi
industri kontemporer adalah dengan merekayasa fungsi produksi dengan
mengadopsi CIM (Computer, Integrater, Manufacturing) yang mendorong perubahan
pada manajemen persediaan JIT (Just In Time) dan modifikasinya serta aplikasi
sistem akuntansi ABC (Activity Based Costing),yang mana sistem ini merupakan
industri berbasis automasi ditandai dengan penggunaan mesin mesin, peralatan
produksi dan sistem informasi yang berbasis komputer secara terintegrasi.
c) Peran akuntansi manajemen dalam persaingan global yaitu berkaitan dengan
dorongan ekonomi yang sudah tidak terbatas dalam beberapa tahun terakhir telah
mengarah kepada suatu pembaharuan penekanan pada pentingnya akuntasi
manajemen, system informasi akuntansi harus disesuikan dengan perubahan
tersebut agar manajemen senantiasa memperoleh informasi yang sesuai kebutuhan
dalam menjalankan fungsi fungsinya.
d) Peran informasi akuntansi manajemen pada level keputusan strategik perusahaan
Jawab :
Peran informasi akuntansi manajemen pada level keputusan strategik perusahaan
adalah sebagai penyuplai informasi yang memiliki tiga segi yaitu pencatatan skor,
pengarahan perhatian, dan pemecahan masalah,dimana hasil utama pencatatan
skor adalah membantu membantu keputusan untuk pihak luar seperti
investor,otoritas pajak dan lain lain,output pencatatan skor ini juga dapat disipan
sebagai data basedan bila diperlukan maka setiap saat dapat diakses
kembali,sehingga manajemen dapat membuat berbagai model keputusan yang
sesuai dengan kebutuhannya.
Soal 1-2
Akuntan manajemen secara aktif terlibat dalam proses pengelolaan perusahaan.
Proses ini meliputi pembuatan keputusan strategi, taktik, dan keputusan operasional
sambil membantu mengkoordinasikan seluruh kegiatan dalam lingkungan
organisasi. Untuk memenuhi tujuan ini akuntan manajemen menerima
tanggungjawab tertentu yang dapat diidentifikasi sebagai : (1) perencanaan, (2)
penegndalian, (3) penilaian kerja, (4) manajemen pertanggungjawaban sumber
daya, dan (5) pelaporan eksternel
Diminta :
Jelaskan tiap tanggung jawab akuntan manajemen di atas dan berikan contoh-
contoh praktiknya !
Jawab :
a. Perencanaan
Meliputi pemilihan suatu cara pelaksanaan dan penjelasan yang perinci mengenai
cara menerapkan suatu tindakan. Dalam kerangka ini manajemen membutuhkan
informasi akuntansi yang disusun berdarkan pengalaman masa lalu. Perencanaan
ini sekaligus menjadi penetapan tujuan yang harus dicapai dalam jangka waktu
tertentu.
b. Pengendalian
Terdiri dari suatu rangkaian aktivitas yang diharapkan dapat manjamin bahwa suatu
rencana benar-benar dilaksanakan atau dimodifikasi sesuai dengan perubahan yang
terjadi. Proses pengendalian dapat dilaksanakan dengan membandingkan rencana
dengan informasi mengenai realisasi pelaksanaan rencana yang ditetapkan.
c. Penilaian kinerja
Merupakan tahap penilaian kinerja berdasarkan serangakaian aktivitas yang telah
dilaksanakan.
d. Menjamin pertanggung jawaban sumber daya
Hal ini berkaitan dengan peran informasi akuntansi sebagai bahan baku pembuatan
keputusan yang berhubungan dengan alokasi sumber daya pada tingkat
perencanaan, pengarahan, motivasi, implementasi, maupun pengendalian.
e. Pelaporan eksternal
Akuntansi manajemen menyiapkan laporan yang digunakan dalam pihak interen
perusahaan seperti pihak dalam organisasi untuk perencanaan, pengarahan dan
motivasi, pengendalian dan evaluai kinerja.
Soal 1-3
Sejak akhir tahun 1980-an dikenal filosofi bisnis JIT (just in time). Filosofi ini dapat
diterapkan baik pada industri manufaktur, perdagangan maupun sektor jasa.
Perusahaan-perusahaan yang sudah terlanjur mengadopsi filosofi bisnis
konvensional, tentu saja adopsi JIT bukanlah pekerjaan yang terlalu mudah. Bila
ingin berhasil dalam menggunakan peosedur JIT manajemen perlu membuat
perencanaan yang baik menyangkut perubahan dalam manajemen tenaga kerja,
pemasok dan pelanggan. Untuk itu perlu dibuat suatu daftar aktivitas yang dapat
dilakukan pada masa peralihan dari konvensional ke sistem JIT.
Diminta :
1. Pendekatan JIT memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari sistem
produksi konvensional. Jelaskan karakteristik tersebut
Jawab :
Pendekatan JIT memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari sistem
produksi konvensional yaitu JIT berproduksi hanya apabila ada permintaan (full
system) atau dengan kata lain hanya memproduksi sesuatu yang diminta, pada saat
diminta, dan hanya sebesar kuantitas yang diminta. Prinsip dasar Just In Time
adalah peningkatan kemampuan perusahaan secara terus menerus untuk merespon
perubahan dengan minimisasi pemborosan.
2. Untuk keberhasilan pendekatan JIT sebuah perusahaan harus menciptakan
hubungan yang sistematis dengan para pemasoknya. Jelaskan aspek-aspek penting
dalam hubungan tersebut dalam sebuah sistem JIT !
Jawab :
3. Buatlah suatu daftar aktivitas yang perlu dilakukan pada masa peralihan untuk
menyesuaikan sistem konvensional ke sistem JIT
Jawab :
a. Pembatasan jumlah pemasok. Pabrik yang menerapkan system JIT akan
menyampaikan jadwal produksinya kepada para pemasok sehingga dapat
melakukan pengiriman bahan baku untuk memenuhi jadawal produksi tersebut.
Jumlah pemasok dibatasi tetapi terikat kontrak yang pasti sehingga menjamin
kelangsungan proses produksi dari akibat kekurangan bahan baku atau
ketidaksesuian spesifikasi bahan baku yang dikirimkan oleh pemasok.
b. Penyesuaian tata ruang pablik yang spesifiik. Dalam industry yang mengadopsi JIT
mesin dan peralatan kerjanya dikelompokan untuk memenuhi satu siklus produksi
pada setiap kelompok mesin.
c. Reduksi waktu set up mesin.. Set up mesin meliputi pekerjaan perubahan peralatan
kerja, penempatan bahan baku, dokumnetasi dan uji coba peralatan untuk
menyesuaikan dengan proses produksi untuk spesifikasi produk yang diminta oleh
pelanggan.
d. Kerusakan nol. Dalam system JIT digunakan konsep kualitas zero defect dimana
kerusakan produk dalam suatu tahap proses akan mengganggu proses produksi
pada tahap selanjutnya.
e. Tenaga kerja fleksibel. Dalam system JIT diperlukan fleksibilitas tenaga kerja
karena proses produksinya sedikit mengandalkan tenaga manusia namun tenaga
kerja yang bersangkutan harus memahami seluruh proses sepanjang alur produksi.
Soal 1-4
1. Jelaskan peran akuntansi manajemen dalam membantu implementasi fungsi-fungsi
(a) perencanaan, (b) pengorganisasian, (c) pelaksanaan, (d) pengendalian oleh
manajemen
Jawab :
a. Perencanaan. Akuntansi manajemen merupakan bidang akuntansi yang berfokus
pada penyediaan, termasuk pengembangan dan penafsiran informasi bagi para
manajer untuk digunakan sebagai bahan perencanaan, pengendalian operasi dan
pengambilan keputusan.
Peran manajemen akuntansi dalam perencanan adalah meliputi pemilihan suatu
cara pelaksanaan dan penjelasan yang perinci mengenai cara menerapkan suatu
tindakan. Dalam kerangka ini manajemen membutuhkan informasi akuntansi yang
disusun berdarkan pengalaman masa lalu. Perencanaan ini sekaligus menjadi
penetapan tujuan yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu.
b. Pengorganisasian, meliputi proses mobilisasi dan pemberian motivasi kepada
manusia serta sumber daya yang lain untuk melaksanakan rencana dan
menjalankan operasi sehari-hari.
c. Pelaksanan. Melaksanakan proses yang telah direncanakan dan menghasilkan
data realisasi yang baru.
d. Pengendalian. Terdiri dari suatu rangkaian aktivitas yang diharapkan dapat
manjamin bahwa suatu rencana benar-benar dilaksanakan atau dimodifikasi sesuai
dengan perubahan yang terjadi. Proses pengendalian dapat dilaksanakan dengan
membandingkan rencana dengan informasi mengenai realisasi pelaksanaan
rencana yang ditetapkan.
2. Jelaskan juga peran akuntansi manajemen dalam membantu koordinasi : (a) antar
jenjang manajemen, dan (b) antar divisi dalam sebuah organisasi bisnis
Jawab :
a. Antar jenjang manajemen. Peran akuntansi manajemen dalam membantu
koordinasi antar jemjang manajemen terlihat dalam desentralisasi dimana dngan
system pendelegasian wewenang pengambilan keputusan dalam lingkungan
organisasi dengan memberikan kesempatan kepada manajer diberbagai jenjang
operasi untuk membuat keputusan-keputusan kunci yang berhubungan dengan
bidang pertanggung jawaban akuntansi manajemen mereka.
b. Antardivisi dalam sebuah organisasi bisnis. Peran akuntansi antar divisi sangat
penting funsi dari manajemen akuntansi antar divisi sebagai informasi biaya untuk
menghasilkan produk.
Soal 1-5
Hal-hal berikut berhubungan dengan sistem akuntansi manajemen
a. Survei pelanggan untuk menilai biaya-biaya pasca pembelian
b. Terjadinya biaya-biaya pasca pembelian
c. Menaksir harga pokok produk
d. Pembebanan biaya tenaga kerja kepada produk
e. Laporan yang menunkukan harga pokok produk
f. Pengukuran biaya kualitas
g. Perbaikan komponen yang cacat
Diminta :
Kelompokkan hal-hal di atas ke dalam kategori-kategori : (a) input, (b) proses, (c) out
put, dan (d) tujuan sistem
BAB 15. KEPUTUSAN INVESTASI
Soal 11-1
1. Jelaskan konsep-konsep keputusan investasi dan perbedaannya anggaran modal
Jawab :
Konsep konsep keputusan investasi adalah sebagai berikut :
keputusan penurunan biaya. apakah perlatan baru akan dibeli untuk menurunkan
biaya-biaya?
keputusan ekspansi pabrik. apakah pabrik, gudang, atau fasilitas baru lainnya akan
dibeli unutk meningkatkan kapasitas dan penjualan?
keputusan pemilihan peralatan. dari beberapa alternatif mesin yang tersedia jenis
mana yang paling efektif pembiayaannya untuk dibeli?
keputusan menyewa atau membeli. apakah fasilitas pabrik baru akan disewa atau
dibeli?
keputusan penggantian peralatan. apakah peralatan lama akan diganti sekarang
atau ditunda penggantiannya?
Perbedaannya dengan anggaran modal yaitu jika keputusan pendanaan berfokus
pada keputusan yang berhubungan dengan usaha pemenuhan kebutuhan
penigkatan dana melalui pinjaman, ekuitas atau gabungan keduanya. sedangkan
keputusan investasi lebih berfokus pada pilihan-pilihan apakah membeli suatu
aktiva, melaksanakan suatu proyek, membuat suatu produk, dan lain sebagainya
yang lebih mengarah kepada pengadaan infrastruktur untuk menunjang kegiatan
operasional.
2. Jelaskan pengaruh nilai waktu uang terhadap proyek investasi
Jawab :
Nilai waktu uang adalah estimasi daya beli umum sejumlah uang dari waktu ke
waktu. Nilai yang tertulis dalam lembaran uang merupakan nilai nominal yang
menunjukan daya beli uang pada waktu uang itu dibelanjakan. Namun, masalahnya
kuantitas barang atau jasa yang dapat diperoleh dengan uang sama pada waktu
sekarang akan berbeda dengan yang akan datang, apalagi dalam jangka panjang
sudah pasti akan berdeda. Itulah sebabnya nilai waktu uang sangat berpengaruh
terhadap proyek investasi .
3. Jelaskan penggunaan faktor diskonto dalam anlisis keputusan investasi
Jawab :
Untuk analisis investasi, daya beli uang pada masa yang akan datang dapat diukur
dengan estimasi nilai masa yang akan datang dan estimasi nilai sekarang.
Sedangkan untuk menganalisis estimasi nilai sekarang dapat dihitung dengan
formula faktor diskonto. Jadi, di sinilah penggunaan faktor diskonto dalam anlisis
keputusan investasi. Faktor diskonto adalah suatu angka yang apabila dikalikan
dengan arus kas bersih dari investasi akan menghasilkan angka yang setara dengan
nilai kas tersebut pada saat investasi berdasarkan tingkat bunga modal yang
berlaku. Faktor diskonto ini dimaksudkan untuk menyatarakan sejumlah uang yang
diterima pada masa yang akan datang dengan nilai investasi saat ini.
4. Jelaskan ukuran-ukuran keekonomian yang sering digunakan untuk menilai
kelayakan proyek investasi
Jawab :
a. Metode NPV (Net Present Value). Yaitu hasil perhitungan yang menunjukan nilai
pendapatan, arus kas, atau penghematan biaya yang diperkirakan akan diperoleh
pada masa yang akan datang dari suatu akivitas investasi yang setara dengan nilai
investasi yang dilakukan saat ini.
b. Indeks Profitabilitas (PI). Yaitu suatu indicator pebandingan antara total PV proyek
dengan investasi mula-mula
c. Internal Rate of Return (IRR). Yaitu pendapatan bunga minimum yang diharapkan
akan diperoleh dari suatu proyek selama masa manfaat investasi.
d. Payback periode. Yaitu lamanya waktu yang diperlukan oleh suatu proyek investasi
untuk mendapatkan kembali biaya investasi awalnya dengan penerimaan kas yang
diciptakan sendiri oleh proyek tersebut.
5. Jelaskan pula kriteria keputusan dari setiap ukuran keekonomian
Jawab :
Metode NPV
Kriteria keputusan investasi dengan menggunakan metode NPV untuk proyek yang
diusulkan :
a. NPV positif, dapat diterima karena memungkinkan perolehan hasil yang
menguntungkan, karena NPV lebih besar dari hasil yang diperlukan. NPV positif
berarti (a) investasi awal ditutup, demikian pula (b) target RRR terlampaui.
b. NPV nol, dapat diterima karena memungkinkan perolehan hasil yang sama dengan
hasil yang diperlukan, namun perlu diperhatikan lebih lanjut aspek pesitif dari
keberadaan proyek.
c. NPV negatif, tidak diterima karena memungkinkan perolehan hasil yang lebih kecil
dari hasil yang diharapkan.
Indeks profitabilitas
Suatu proyek dianggap layak jika memiliki PI > 1 dan sebaliknya akan ditolak jika
memiliki PI yang kurang dari 1. Dengan berdasarkan kriteria indeks profitabilitas 1,04
maka proyek ini layak untuk dilaksanakan.
Internal Rate of Return (IRR)
Suatu proyek layak dijalankan bila memiliki IRR yang lebih besar atau minimal sama
dengan biaya penggunaan dana untuk proyek investasi.
Payback period
Berdasarkan analisis ini proyek yang dinginkan adalah yang mempunyai periode
payback yang lebih pendek.
Soal 11-2
PT ADE mendapat penawaran mesin produksi dari PT ABANG. Harga mesin baru
Rp 75.000.000,-. Jual beli dapat dilakukan dengan cara tukar tambah untuk sebuah
mesin lama yang dinilai Rp 15.000.000,-. Nilai buku mesin lama Rp 20.000.000, dan
masih dapat dijual dengan harga 12.500.000 di luar. Penghematan kas diperkirakan
12.500.000,- per tahun selama masa pemakaian mesin. Baik mesin lama maupun
mesin baru dapat dioperasikan selama 10 tahun tanpa nilai residu.
Diminta :
1. Dengan menggunakan analisis net present value berikan alternatif keputusan
apakah PT ADE sebaiknya membeli mesin baru atau tidak, bila internal rate of return
minimum yang diinginkan 15%
2. Berikan penjelasan untuk hasil perhitungan di atas
3. Bagaimana keputusannya bila IRR yang diinginkan hanya 12%
Jawab :
1. IRR 15% = 5,0188
NPV = (arus kas tahunan x discount rate) investasi awal
= ( Rp. 12.500.000 x 5,018 ) Rp. 75.000.000
= - 12.265.000
2. Atas dasar perhitungan NPV di atas diperoleh NPV negatif maka penawaran untuk
membeli mesin baru tidak diterima karena kemungkinan perolehan hasil yang lebih
kecil dari hasil yang diharapkan.
3. IRR 12% = 5,6502
NPV = ( 12.500.000 x 5, 6502 ) 75.000.000
= 70.627.500 75.000.000
= -4.372.500; ( ditolak dibeli )
Soal 11-3
PT WIS memutuskan untuk membeli sebuah truk untuk masa operasi selama 5
tahun. Pilihan sudah dipersempit sampai dua model saja. Informasi yang telah
dikumpulkan adalah :
Pick up Mobil box
Harga beli truk........................
Rp 134.000.000 Rp
201.000.000
Biaya operasi
tahunan.............. 32.450.000 13.400.000
Taksiran nilai
sisa.................... 33.500.000 53.600.000
Metode penyusutan.................. Garis lurus Garis
lurus
Biaya modal PT WIS 14%. Perusahaan merencanakan penggunaan truk
selama 5 tahun dan akan dijual sebesar nilai residunya. Pajak penghasila 30%,
Return of investment tahunan tiap truk 15% setelah pajak.
Diminta :
1. Hitung arus kas operasi setelah pajak untuk tiap model truk
2. Hitung NPV dan IRR untuk tiap model truk
3. Berikan rekomendasi tentang truk mana yang sebaiknya dibeli
Jawab :
1. arus kas operasi setelah pajak :
a. Pick up
harga beli pick up = Rp. 134.000.000
biaya operasi tahunan = (Rp. 23.450.000)
Rp. 110.550.000
penyusutan aktiva = Rp. 20.100.000 +
Rp. 130.650.000
Arus kas bersih setelah pajak = Rp. 130.650.000 x 30%
= Rp. 39.195.000
b. Mobil box
Harga beli mobil box = Rp. 201.000.000
Biaya operasi tahunan = ( Rp. 13.000.000 )
Rp. 187.000.000
Penyusutan Aktiva = Rp. 29.490.000 +
Rp. 217.080.000
Arus kas bersih setelah pajak = Rp. 217.080.000 x 30%
= Rp. 65.124.000
2. NPV dan IRR untuk tiap model truk
Perhitungan NPV
a. Pick up
NPV = (Arus kas x Diskonto rate) - harga beli pick up
= ( 39.195.000 x 3,4331 ) - 134.000.000
= 560.354,5
b. Mobil box
NPV = ( 65.124.000 x 3,4331 ) - 201.000.000
= 22.577.204,4
Perhitungan IRR
a. Pick up
IRR =
= = 3,4188 = 14%
b. Mobil box
IRR = = 3,2246 = 10%
3. berdasarkan perhitungan diatas maka yang paling direkomendasikan untuk dibeli
adalah pick up.
Soal 11-4
Invetasi awal PT GELUGTOR untuk pembelian mesin RM 2.010,- akan didanai
dengan penjualan saham yang bernilai RM 1.340,- dan pinjaman RM 670,- bunga
6%. Atas penerbitan saham dibayar dividen RM 160,80 per tahun. Biaya modal
terimbang 10% [(92/3x0,12)+(1/3x0,6)]. Biaya modal terimbang ini menjadi tarif
diskonto utuk memutuskan investasi. Manajemen memperkirakan bahwa mesin baru
akan menghasilkan arus kas masuk RM 335,- per tahun selama 20 tahun.
Diminta :
1. Hitung payback period
2. Misalkan biaya penyusutan Rp 93,80 per tahun, hitung ARR untuk total investasi
3. Hitung NPV, IRR, dan apakah perusahaan akan membeli mesin tersebut? Jelaskan
Jawab :
1. Perhitungan Payback Period
Payback Period = x 1 thn
= x 1 thn = 6 thn
2. Perhitungan NPV
NPV = (335 x 8,5136 ) - 2.010
= 2.852,056 - 2.010
= 842,056 atau 842
Berdasarkan perhitungan diatas maka perusahaan lebih baik untuk membeli mesin.
Soal 11-5
Menurut penjelasan dari proyek tersebut diketahui bahwa untuk menyelenggarakan
pabrik tersebut dibutuhkan investasi Rp 10.000,-. Diantaranya terdiri dari aktiva
jangka panjang Rp 6.000,- yang disusutkan dengan metode garis lurus selama umur
investasi tanpa nilai sisa. Biaya penyusustan tahunan 60% termasuk dalam unsur
biaya produksi dan sisanya dilaporkan sebagai biaya administrasi dan umun
Diminta :
Berikut adalah estimasi investasi dan laporan laba rugi PT MM tahun 2016 sampai
dengan 2020.
PT MM
ESTIMASI LABA RUGI
TAHUN 2016-2020
TAHUN
TOTAL
2016 2017 2018 2019 2020
Penjualan Rp 46.000 Rp 80.500 Rp 103.500 Rp 103.500 Rp 103.500 Rp 437.000
Biaya produksi 26.994 44.206 56.479 56.479 56.479 240.636
Laba bruto Rp 19.006 Rp 36.294 Rp 47.021 Rp 47.021 Rp 47.021 Rp 196.364
Beban usaha 4.600 7.245 8.280 7.245 6.210 33.580
Laba usaha
Rp 14.406 Rp 29.049 Rp 38.471 Rp 39.776 Rp 40.811 Rp 162.784
Beban bunga
4.500 4.500 4.500 4.500 4.500 22.500
Laba sebelum
pajak Rp 9.906 Rp24.549 Rp 34.241 R 35.276 Rp 36.311 Rp 140.284
Pajak penghasilan 2.477 6.137 8.560 8.819 9.078 35.071
Laba bersih Rp 4.430 Rp 18.412 Rp 25.681 Rp 26.475 Rp 27.233 Rp 105.213
Dengan asumsi semua faktor nonkeuangan sudah cukup menunjang rencana
investasi, hitung kelayakan ekonomi investasi pabrik tersebut berdasarkan kriteria
a. NPV
b. IRR
c. Payback period dan discounted payback period
d. Profitability Index
e. Jika hubungan jawaban a, b, c, dan d dalam mendukung kelayakan investasi
BAB 13. ANALISIS DIFERENSIAL DAN KEPUTUSAN KHUSUS
Soal 13-1
1. Jelaskan kriteria data yang relevan dalam pengambilan keputusan taktis
Jawab :
Suatu data dikategorikan sebagai data relevan jika data tersebut memberikan
pengaruh berbeda dalam alternatif keputusan. Item data relevan dalam satu
alternatif keputusan tidak mutlak menjadi data relevan dalam alternatif keputusan
pada kesempatan dan di tempat yang lain.
2. Jelaskan langkah-langkah dalam proses pengambilan keputusan taktis
Jawab :
1. Mengidentifikasi dan menetapkan masalah.
2. Mengidentifikasi alternatif-alternatif pemecahan masalah yang mungkin
mengeliminisi alternatif yang secara jekas tidak fesibel.
3. Mengidentifikasi biaya-biaya dan keuntungan yang berhubungan dengan tiap
alternatif yang fesibel.
4. Menjumlahkan biaya dan keuntungan yang relevan untuk tiap alternatif keputusan.
5. Menilai faktor-faktor kualitatif.
6. Membuat keputusan dengan memilih altenatif yang memberikan keuntungan paling
besar.
3. Jelaskan model-model keputusan taktis yang dapat dibuat akuntan manajemen
dengan menggunakan konsep data relevan
Jawab:
Model-model keputusan taktis yang dapat dibuat akuntan manajemen dengan
menggunakan konsep data relevan adalah keputusan untuk membeli dan membuat
sendiri, pesanan khusus, menutup atau mempertahankan atau mengembangkan
segmen bisnis, memproses lebih lanjut atau tidak, dan sebagainya.
4. Jelaskan masing-masing istilah biaya a-f di bawah ini dengan contoh pemakaiannya
dalam konteks analisis diferensial dan pengambilan keputusan khusus :
a. Biaya relevan adalah suatu konsep biaya yang dapat digunakan dalam keputusan
tertentu yang berhubungan dengan alternatif yang akan dipilih.
b. Biaya diferesial Adalah perbedaan atau selisih biaya antara dua alternatif atau lebih.
Misalnya apabila PT X membeli mesin baru, maka akan menghemat biaya tenaga
kerja Rp 100 untuk tiap unit produk. Karena penghematan ini tidak terjadi bila
mempertahankan mesin lama, maka biaya tenaga kerja menjadi biaya diferensial
dalam keputusan membeli mesin baru atau tidak.
c. Biaya tenggelam Adalah biaya yang telah terjadi dan tidak dapat diubah oleh suatu
keputusan yang dibuat sekarang atau pada masa yang akan datang. Misalkan pada
tahun 2013 PT ABC membeli gedung kantor Rp 50.000.000. Karena kondisi
keuangan perusahaan maka PT ABC menutup sebagian bidang usahanya dididang
tersebut. Karena sudah terjadi pada masa lalu da tidak bisa diubah dengan
keputusan sekarang, maka penutupan sebagian usaha PT ABC tidak akan
memengaruhi nilai investasi yang berupa harga beli gedung yang telah menjadi
biaya tenggelam.
d. Biaya kesempatan Adalah potensi perolehan keuntungan berupa pendapatan atau
penghematan biaya yang hilang katrena memilih suatu alternatif. Misalkan PT X
memiliki ruko. Kalau ruko digunakan sendiri untuk berdagang, maka dari
penggunaan akan diperoleh laba Rp 100.000 per hari. Kalau memilih menyewakan
ruko Rp 75.000 per hari, maka PT X akan kehilangan pendapatan sebesar Rp
25.000 sebagai biaya kesempatan.
e. Biaya terhindarkan adalah suatu biaya yang dapat dihilangkan seluruhnya atau
sebagian sebagai akibat dari pemilihan satu alternatif dalam suatu pengambilan
keputusan. Miasalkan kalu membeli mobil bekas PT X akan menanggung biaya
perbaikan Rp 1.000.000 per tahun. Kalau membeli mobil baru, maka selama 5 tahun
pertama akan bebas dari biaya perbaikan. Dengan demikian, biaya perbaikan mobil
menjadi biaya terhindarkan bagi PT X bila membeli mobil baru.
f. Biaya tambahan adalah kenaikan atau tambahan biaya yang akan terjadi karena
memilih suatu alternatif. Misalnya PT X merakit sepeda mini denga harga pokok per
unit Rp 200.000,PT X mendapat pesanan khusus 100 unit x Rp 200.000
Soal 1
Perusahaan kursi cap kaki gajah memproduksi kursi lipat besi yang dilengkapi
dengan jok dari busa. Saat ini perusahaan bekerja pada kapasitas 16.000 unit per
bulan dengan biaya :
Bahan baku Rp 34.500
Upah langsung Rp 16.000
Biaya overhead variabel Rp 8.000
Biaya overhead tetap Rp 9.500
Harga produk per unit Rp 86.000
Kasus : saat ini ada sebuah perusahaan yang spesialisasi membuat jok kursi
menawarkan satu set jok kursi dengan harga Rp 22.000,-. Menurut analisis jika jok
itu dibeli dari luar perusahaan maka bahan baku yang dipergunakan akan berkurang
sebesar 40% dan biaya konversi (upah+BOP variabel) sebesar 30%
Apakah layak kalau jok kursi itu dibeli dari luar?
Analisis :
Biaya produksi 16.000 unit jika seluruhnya dibuat sendiri
Bahan baku Rp 34.500 x 16.000 = Rp 552.000.000
Upah langsung Rp 16.000 x 16.000 = Rp 256.000.000
Biaya overhead variabel Rp 8.000 x 16.000 = Rp 128.000.000
Biaya overhead tetap Rp 9.500 x 16.000 =
Rp 152.000.000
Total biaya produksi Rp [Link]
Harga produk per unit Rp 86.000
Biaya produksi 16.000 unit jika dibeli dari luar
Harga pebelian Rp 22.000 x 16.000 = Rp 352.000.000
Bahan baku 60% x Rp 22.000 x 16.000 = Rp 331.000.000
Upah langsung 70% x Rp 16.000 x 16.000 = Rp 179.000.000
Biaya overhead variabel 70% x Rp 8.000 x 16.000 = Rp 89.000.000
Biaya overhead tetap Rp 9.500 x 16.000 =
Rp 152.000.000
Total biaya produksi Rp [Link]
Harga produk per unit Rp 96.000
Ternyata dengan membeli jok dari luar, harga pokok per unit menjadi lebih mahal.
Keputusannya, manajemen harus menolak untuk membeli dari luar perusahaan.