100% menganggap dokumen ini bermanfaat (6 suara)
2K tayangan103 halaman

Dasar-Dasar Mesin Diesel 4-Langkah

Dokumen tersebut membahas konsep dasar mesin diesel 4 langkah, yang terdiri dari proses isap, kompresi, pembakaran, dan buang. Dokumen menjelaskan bagaimana unsur-unsur mesin diesel bekerja sama untuk mengubah energi panas menjadi energi mekanik melalui gerakan turun naik dan berputar."

Diunggah oleh

Heriyanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (6 suara)
2K tayangan103 halaman

Dasar-Dasar Mesin Diesel 4-Langkah

Dokumen tersebut membahas konsep dasar mesin diesel 4 langkah, yang terdiri dari proses isap, kompresi, pembakaran, dan buang. Dokumen menjelaskan bagaimana unsur-unsur mesin diesel bekerja sama untuk mengubah energi panas menjadi energi mekanik melalui gerakan turun naik dan berputar."

Diunggah oleh

Heriyanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DASAR-DASAR ENGINE DIESEL

LEARNING CENTER DEPARTMENT


OCTOBER 2003
Daftar Isi

Daftar Isi

Bab I Konsep Siklus 4-Langkah 1

Bab II Basic Engine Component 15


Block Assembly 16
Cylinder Head Assembly 31
Gear Train Assembly 35

Bab III Engine System 39


Sistem Pendingin 40
Sistem Pelumasan 50
Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas 61
Buang
Sistem Bahan Bakar 69
Konsep Penyemprotan Bahan Bakar 77
Bahan Bakar Diesel 86
Starting System 90

Dasar Dasar Diesel Engine i


Konsep Siklus Engine 4-Langkah

Bab

1
KONSEP SIKLUS ENGINE 4-LANGKAH

Setelah selesai dengan topik ini, Anda diharapkan faham


tentang:
1. Elemen-elemen dasar yang dibutuhkan dalam
Proses Pembakaran.
2. Bagaimana tenaga dipindahkan dengan gerakan
turun-naik dan berputar.
3. Istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan
engine.
4. Perbedaan antara Diesel Engine dan Gasoline
Engine.
5. Cara kerja Caterpillar Spark Ignited Engine.

Dasar - Dasar Diesel Engine 1


Konsep Siklus Engine 4-Langkah

1. Konsep Dasar

Pada bagian ini anda akan belajar tentang :


1. Proses Pembakaran dan cara kerja komponen-
komponen pada Ruang Pembakaran.
2. Bagaimana engine menggunakan gerakan turun-
naik dan berputar untuk menmindahkan tenaga,
3. Bagaimana pembakaran terjadi selama Siklus 4
Langkah berlangsung.
4. Top Dead Center atau TDC (Titik Mati Atas,
TMA), Bottom Dead Center atau BDC (Titik
Mati Bawah, TMB), dan Stroke (Langkah piston).

Ibaratkan engine sebagai sebuah jam, dimana semua


komponennya bekerja selaras demi menjaga ketepatan
waktu. Dalam kasus Diesel engine, semua komponennya
bekerja sama untuk merubah energi panas menjadi energi
mekanis.

Dasar - Dasar Diesel Engine 2


Konsep Siklus Engine 4-Langkah

Pembakaran
Udara dan bahan bakar yang dipanaskan secara bersama-
an menghasilkan pembakaran, yang kemudian mengha-
silkan gaya yang dibutuhkan untuk memutarkan engine.
Oksigen yang terdapat pada udara diperlukan untuk
membakar bahan bakar, yang kemudian menciptakan
gaya. Bila dikabutkan, bahan bakar diesel akan mudah
terbakar secara efisien. Proses pembakaran terjadi pada
saat campuran bahan bakar dan udara sudah cukup panas
untuk disulut. Ia harus terbakar cepat dan terkontrol
untuk menghasilkan energi panas yang paling tinggi.
Intinya : Udara + Bahan bakar + Panas = Pembakaran

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pembakaran


Proses pembakaran diatur oleh 3 faktor sebagai berikut :
1. Volume udara yang dimampatkan.
2. Jenis bahan bakar yang digunakan.
3. Jumlah campuran bahan bakar dan udara.

Ruang Pembakaran
Ruang pembakaran dibentuk oleh :
1. Cylinder Liner
2. Piston
3. Intake Valve
4. Exhaust Valve
5. Cylinder Head

Kompresi
Bila udara ditekan, maka suhunya akan naik. Semakin
banyak udara yang ditekan, maka panas yang didapat
akan semakin tinggi. Jika tekanannya cukup maka akan
menghasilkan suhu di atas suhu titik bakar bahan bakar.

Jenis Bahan Bakar


Tiap jenis bahan bakar mempunyai suhu titik bakar yang
berbeda, karena itu akan mempengaruhi pembakaran.

Jumlah Bahan Bakar


Jumlah bahan bakar yang digunakan juga mempunyai
arti penting, karena makin banyak bahan bakar yang
digunakan berarti makin besar pula gaya yang
dihasilkan. Jika disemprotkan ke dalam ruangan tertutup
dengan jumlah udara yang cukup, bahan bakar yang
sedikit saja akan mampu menghasilkan panas dan gaya
yang cukup besar.
Semakin banyak bahan bakar = semakin besar
gaya yang dihasilkan
Dasar - Dasar Diesel Engine 3
Konsep Siklus Engine 4-Langkah

Proses Pembakaran Pada Diesel engine


Dalam Diesel engine, udara ditekan di dalam ruang
pembakaran sampai cukup panas untuk menyulut bahan
bakar. Kemudian, bahan bakar disemprotkan ke dalam
ruangan yang panas tersebut dan terjadilah pembakaran.

Proses Pembakaran Pada Gasoline Engine


Pada Gasoline Engine, udara yang ditekan tidak akan
menghasilkan panas yang cukup untuk pembakaran.
Karenanya dipakai spark plug (busi) untuk memercikkan
api yang menyulut campuran tadi sampai menghasilkan
pembakaran.

Memindahkan Energi Panas


Pada kedua jenis engine, proses pembakaran menghasil-
kan energi panas yang menyebabkan gas yang terperang-
kap dalam ruang pembakaran akan menekan piston ke
bawah. Gerakan piston inilah yang kemudian mengge-
rakkan komponen lainnya untuk bekerja.

Gerakan Turun-Naik dan Berputar


Seluruh komponen bekerja sama untuk merubah gerakan
turun-naik menjadi gerak putar. Pembakaran yang terjadi
menyebabkan piston dan connecting rod bergerak turun-
naik, yang disebut gerakan reciprocating. Kemudian
connecting rod memutarkan crankshaft yang akan meru-
bah gerakan reciprocating menjadi gerakan berputar,
yang disebut sebagai gerakan rotary.
Inilah cara kerja engine merubah panas dari hasil pemba-
karan menjadi bentuk energi yang bisa dimanfaatkan.

Dasar - Dasar Diesel Engine 4


Konsep Siklus Engine 4-Langkah

Intake Stroke (Langkah Isap)


Siklus engine dimulai dari intake stroke. Mula-mula,
intake valve terbuka. Bersamaan dengan itu, piston
bergerak menuju Titik Mati Bawah atau TMB yaitu
merupakan titik terbawah yang mampu dicapai piston
dan akan menyedot udara ke dalam ruang pembakaran.
Crankshaft berputar 1800 atau setengah putaran,
sementara exhaust valve tetap tertutup.

Compression Stroke (Langkah Kompressi/Tekan)


Pada langkah kompresi (compression stroke) intake
valve menutup, menyekat ruang pembakaran. Piston
bergerak naik sampai posisi teratas pada cylinder liner.
Posisi ini disebut Titik Mati Atas atau TMA. Udara yang
terperangkap akan tertekan dan menjadi sangat panas.
Perbandingan antara volume udara sebelum dan sesudah
ditekan disebut perbandingan kompresi (compression
ratio).
Umumnya Diesel Engine memiliki perbandingan
kompresi antara 13 : 1 sampai 20 : 1. Saat ini Crankshaft
telah berputar 3600 atau satu putaran penuh.

Volume TMB
Perbandingan Kompressi =
Volume TMA

Power Stroke (Langkah Tenaga)


Bahan bakar diesel disemprotkan menjelang akhir
compression stroke. Ini menghasilkan pembakaran dan
dimulainya langkah tenaga (power stroke). Intake dan
exhaust valve tetap tertutup untuk mennyekat ruang
pembakaran. Gaya dari hasil pembakaran mendorong
piston turun dan menyebabkan connecting rod memutar
crankshaft 1800 lagi. Pada saat ini crankshaft telah mela-
kukan satu setengah putaran sejak siklus pertama
dimulai.

Exhaust Stroke (Langkah Buang)


Exhaust stroke adalah langkah terakhir dari Siklus 4
Langkah. Pada langkah buang (exhaust stroke), exhaust
valve terbuka, piston bergerak naik dan mendorong gas
hasil pembakaran keluar dari cylinder. Pada posisi TMA,
exhaust valve menutup, intake valve membuka, dan
siklus dimulai dari awal lagi. Saat ini connecting rod
telah memutar crankshaft 1800 lagi.

Dasar - Dasar Diesel Engine 5


Konsep Siklus Engine 4-Langkah

4-Stroke Cycles Siklus 4-Langkah

Exhaust stroke mengakhiri proses Siklus 4-Langkah. Dan


selama proses tersebut, crankshaft telah menyelesaikan 2
x 3600. Secara berurutan adalah sebagai berikut : Intake,
Compression, Power dan Exhaust stroke, dan dinamai
"Siklus 4-Langkah". Engine Caterpillar menggunakan
Siklus 4-Langkah dan berlangsung terus menerus selama
engine hidup. Urutan terjadinya pembakaran pada
masing-masing cylinder disebut urutan pengapian (firing
order).

Empat langkah piston = Dua kali putaran crankshaft.

Dasar - Dasar Diesel Engine 6


Konsep Siklus Engine 4-Langkah

2. Membedakan Diesel Engine dengan Gasoline Engine

Bagian ini akan mengajarkan tentang perbedaan antara


diesel engine dengan gasoline engine.

Layaknya diesel engine, gasoline engine juga mengguna-


kan pembakaran Siklus 4-Langkah untuk menghasilkan
energi gerak. Namun ada sedikit perbedaan dalam
prosesnya. Mari kita lihat apa sajakah perbedaan tersebut.

Pemantik/Busi Spark
Perbedaan yang paling mencolok antara kedua engine itu
adalah bahwa diesel engine tidak membutuhkan peman-
tik (ignition) untuk menyalakan engine.
Seperti diketahui bahwa diesel engine menggunakan
tekanan udara dengan compression ratio yang tinggi
untuk memanaskan udara di dalam ruang pembakaran
sampai cukup panas untuk menyalakan bahan bakar.

Desain Ruang Pembakaran Diesel Engine


Perbedaan antara diesel engine dengan gasoline engine
juga terletak pada desain ruang pembakarannya.
Pada diesel engine, ruangan antara cylinder head dengan
piston pada saat di posisi TMA adalah sangat kecil,
sehingga menghasilkan rasio kompresi yang tinggi.
Kebanyakan piston untuk diesel engine memiliki ruang
pembakaran yang terletak tepat di atas piston.

Dasar - Dasar Diesel Engine 7


Konsep Siklus Engine 4-Langkah

Desain Ruang Pembakaran Gasoline Engine


Gasoline engine memiliki ruang pembakaran yang ter-
letak pada cylinder head. Ruangan antara piston dengan
cylinder head lebih luas daripada diesel engine, sehingga
rasio kompresinya lebih rendah.

Tenaga Engine
Perbedaan lain yang mencolok adalah kemampuan
engine untuk dibebani pada rpm rendah. Umumnya,
diesel engine biasa beroperasi antara 800 rpm dan 2200
rpm, menghasilkan torque yang lebih besar dan
menghasilkan tenaga yang lebih besar pula.

4-Stroke Cycles
Kedua engine tersebut mengubah energi panas menjadi
energi gerak melalui siklus 4 langkah.

Bahan Bakar
Diesel engine umumnya lebih efisien dalam penggunaan
bahan bakar daripada gasoline engine. Rata-rata output
horsepower-nya membutuhkan bahan bakar yang relatif
lebih sedikit.

Bobot Engine
Diesel engine lebih berat daripada gasoline engine
karena ia harus mampu menahan tekanan dan suhu tinggi
pada saat proses pembakaran.

Perbandingan Kompressi
Diesel Engine menggunakan rasio kompresi yang lebih
tinggi untuk memanaskan udara ke suhu pembakaran
yang dibutuhkan. Umumnya berkisar antara 13:1 sampa
20:1. Sementara gasoline engine hanya menggunakan
rasio kompresi antara 8:1 sampai 11:1.

Dasar - Dasar Diesel Engine 8


Konsep Siklus Engine 4-Langkah

3. Engine Berbahan Bakar Gas dari Caterpillar

Bagian ini akan mengajarkan cara kerja spark ignited


engine.

Spark Ignited Engine


Engine ini menggunakan bahan bakar gas seperti
propana, metan dan etanol. Bahan bakar tersebut dan
kebutuhannya untuk fuel line bertekanan rendah,
dibutuhkan modifikasi khusus terhadap desain engine.

Engine ini bekerja dengan menggunakan bahan bakar gas


seperti propana dan metana. Berdasarkan desain dari
Caterpillar, beberapa suku cadang yang digunakan sama
saja, namun modifikasi yang khusus dibuat untuk sistem
fuel delivery.
Sistem pemasukan dan pembuangan udara, sistem
pendinginan dan sistem bahan bakar telah dirubah untuk
mengakomodasi pencampuran udara dan bahan bakar
dengan baik, serta ditambahkannya sistem spark ignition
bertegangan tinggi.
Di beberapa engine, bagian piston juga telah didesain
ulang ke bentuk lengkungan yang tajam untuk
mendukung proses pembakaran. Sementara pada engine
lainnya, digunakan piston berujung datar. Sensor-sensor
elektronik dan timing device telah ditambahkan untuk
meningkatkan performa engine beremisi rendah ini.
Engine berbahan bakar gas tersedia dalam tipe 3300,
3400, 3500, dan 3600.

Dasar - Dasar Diesel Engine 9


Konsep Siklus Engine 4-Langkah

4. Terminologi

Bagian ini akan mengajarkan tentang terminologi atau


istilah-istilah umum yang digunakan dalam menjelaskan
fungsi-fungsi engine dan bagaimana seharusnya suatu
engine bekerja.

Kategori Ada tiga kategori utama dalam topik ini, yaitu : hukum-
hukum mekanika, tenaga output, dan efisiensi engine.

Hukum-hukum Mekanika Gesekan (Friction)


Gesekan atau friction adalah tahanan yang muncul akibat
gerakan antara dua permukaan yang saling bersentuhan.
Sebagai contoh adalah gesekan antara piston dan dinding
cylinder ketika piston bergerak ke atas dan ke bawah.
Gesekan menghasilkan panas yang pada akhirnya akan
membuat aus dan kerusakan pada komponen.

Inersia
Inersia adalah kecenderungan alamiah pada benda diam
untuk tetap diam dan benda bergerak untuk terus
bergerak apabila tidak ada gaya yang mempengaruhinya.
Engine menggunakan gaya (force) untuk mengatasi
inersia.

Gaya (Force)
Gaya adalah suatu dorongan atau tarikan yang memulai,
menghentikan, atau merubah pergerakan suatu benda.
Gaya dihasilkan oleh pembakaran pada langkah tenaga
(power stroke). Makin besar gaya yang timbul, makin
besar pula tenaga yang dihasilkan.

Dasar - Dasar Diesel Engine 10


Konsep Siklus Engine 4-Langkah

Tekanan
Tekanan adalah gaya yang terjadi per satuan luas area.
Dalam siklus 4 langkah, banyak sekali tekanan yang
bekerja pada bagian atas piston selama langkah kompresi
dan langkah tenaga.

Menciptakan Tekanan
Ada tiga cara untuk menciptakan tekanan, yaitu dengan
cara menaikkan suhu, mengurangi volume, atau
membatasi aliran. Beberapa sistem dan komponen-
komponen pada internal combustion engine dapat
menurunkan atau menaikkan tekanan. Pengetahuan dan
pengukuran tentang tekanan tertentu pada sebuah engine
merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui
kondisi keseluruhan engine itu sendiri.

Dasar - Dasar Diesel Engine 11


Konsep Siklus Engine 4-Langkah

Istilah-istilah Dalam Power Tenaga engine dijelaskan menurut kualitas dan kuantitas
Output karakteristik tertentu.

Torsi
Torsi adalah gaya putar atau gaya puntir. Sebuah
crankshaft menggunakan gaya ini untuk menggerakkan
flywheel, torque converter atau perangkat mekanis
lainnya.

Torsi Sebagai Satuan Kapasitas Beban


Torsi juga berfungsi sebagai ukuran kapasitas beban
sebuah engine.
Untuk menghitung Torque dalam satuan foot per pound
([Link]), rumusnya sbb:

5252 x Horsepower
Torque (lb. ft ) =
RPM

Torque Rise
Torque Rise adalah peningkatan torsi yang terjadi pada
saat engine lugged (penurunan rpm engine) dari rated
rpm. Hal ini berlangsung sampai tingkat rpm tertentu
dicapai, dan setelahnya itu torsi akan turun secara drastis.
Nilai torsi maksimum yang dicapai disebut sebagai peak
torque.

Rumusnya adalah :

TR =
[(PT RT ) x 100]
RT

Keterangan:
TR = Torque Rise
TC = Torque Curve
HC = Horsepower Curve
PT = Peak Torque
RT = Rated Torque
HP + T = Horsepower plus Torque
(Horsepower = horsepower)

Horsepower
Horsepower adalah ukuran pada engine yang
menggambarkan jumlah daya output selang waktu
tertentu atau ukuran output rata-rata.
Brake horsepower adalah daya yang tersedia yang bisa
digunakan pada flywheel. Nilai Brake horsepower lebih
kecil dari nilai horsepower murni karena sebagian energi
yang dihasilkan telah digunakan untuk menggerakkan
Dasar - Dasar Diesel Engine 12
Konsep Siklus Engine 4-Langkah
komponen-komponen engine lainnya.
Rumus horsepower adalah:

RPM x Torque
Horsepower =
5252

Panas
Panas adalah bentuk energi yang dihasilkan oleh
pembakaran bahan bakar. Energi panas diubah menjadi
energi mekanik oleh piston dan komponen engine
lainnya untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan.

Temperatur atau Suhu


Suhu adalah satuan tingkat panas atau dinginnya sebuah
benda. Umumnya menggunakan skala Fahrenheit atau
Celsius.

British Thermal Unit atau BTU


British Thermal Unit atau BTU digunakan untuk
mengukur jumlah panas bahan bakar secara spesifik, atau
jumlah kadar panas yang ditransfer dari satu benda ke
benda lainnya. Satu BTU adalah jumlah panas yang
dibutuhkan untuk menaikkan satu pound air sebesar satu
derajat Fahrenheit.

BTU pada Bahan Bakar


BTU digunakan untuk menggambarkan tingkat panas
bahan bakar. Bahan bakar dengan tingkat BTU tinggi
akan menghasilkan panas yang lebih besar dan tenaga
yang lebih besar pula. Secara umum, bahan bakar diesel
memiliki tingkat BTU yang lebih tinggi daripada
gasoline.

BTU pada Sistem Pendingin


BTU juga digunakan untuk menggambarkan seberapa
baik sistem pendingin bekerja. Makin besar BTU yang
dibuang oleh coolant, makin efisien pula sistem
pendinginnya.

Efisiensi Engine
Desain engine sangat berpengaruh pada performa dan
efisiensi engine yang bersangkutan.

Bore
Bore adalah diameter dalam dari cylinder, dan diukur
dalam satuan inchi atau milimeter. Bore sebuah cylinder
menentukan volume udara yang tersedia untuk pemba-
Dasar - Dasar Diesel Engine 13
Konsep Siklus Engine 4-Langkah
karan. Apabila faktor lainnya dianggap tetap, makin
besar bore akan semakin besar pula tenaga yang bisa
dihasilkan oleh engine.

Stroke
Stroke adalah sebutan untuk jarak yang ditempuh piston
dari posisi Titik Mati Atas (TMA) ke Titik Mati Bawah
(TMB). Panjang stroke ditentukan oleh desain
crankshaft. Stroke yang panjang akan memasukkan udara
lebih banyak ke dalam cylinder dan membakar lebih
banyak bahan bakar serta menghasilkan tenaga lebih
besar.

Displacement
Rumus untuk menghitung displacement dari bore adalah
sbb:
Displacement = Luas area Bore x Stroke

Perbandingan Kompresi
Perbandingan Kompresi dihitung dengan cara sebagai
berikut:
Volume TMB
Perbandingan Kompressi =
Volume TMA

Dasar - Dasar Diesel Engine 14


Komponen Komponen Utama Engine

Bab

2
KOMPONEN UTAMA ENGINE

Setelah menyelesaikan topik ini, Anda akan mampu


mengidentifikasi dan mengerti fungsi dari komponen-
komponen yang ada dalam engine block, cylinder head,
dan gear train assemblies.

Dasar Dasar Diesel Engine 15


Komponen Komponen Utama Engine

1. Block Assembly

Block assembly adalah tempat dimana tenaga diciptakan.


Berikut akan kita pelajari komponen pembentuknya dan
bagaimana mereka bekerja bersama-sama untuk menghi-
dupkan engine.

Engine Block
Engine Block adalah rangka utama yang menyangga
semua komponen suatu engine.

Engine Block memiliki banyak desain, seperti: In-line


engine (nomor 1) dimana semua cylinder-nya diletakkan
dalam satu baris. Dan V Engine (nomor 2) yang memi-
sahkan cylinder menjadi dua baris, dengan block engine
membentuk huruf V.

Dasar Dasar Diesel Engine 16


Komponen Komponen Utama Engine

Cylinder
Cylinder adalah lubang-lubang yang ada pada engine
block dan berfungsi sebagai :
1. Rumah piston
2. Pembentuk ruang bakar
3. Pembuang panas dari piston

Desain Cylinder
1. Cylinder bisa dicetak secara permanen ke dalam
block yang disebut Parent bore, atau
2. Cylinder yang bisa dibongkar-pasang yang disebut
cylinder liner.

Cylinder liner membentuk dinding jacket water antara


coolant dan piston.

Jenis-jenis Cylinder Liner


Wet liner mempunyai O-ring untuk menyekat water
jacket dan mencegah kebocoran coolant. Dry liner sering
digunakan untuk memperbaiki parent bore engine
apabila cylinder-nya rusak. Liner-nya disebut kering
karena menempel dan menempati jalur sepanjang
dinding cylinder yang ada dalam block engine.

Dasar Dasar Diesel Engine 17


Komponen Komponen Utama Engine

Piston
Piston memiliki tiga tugas utama :
1. Memindahkan gaya hasil pembakaran ke connecting
rod dan ke crankshaft.
2. Menyekat ruang pembakaran.
3. Menyerap panas yang berlebihan dari ruang pemba-
karan.

Piston dipasang di setiap cylinder liner dan bergerak


turun-naik selama proses pembakaran. Bagian atas piston
berfungsi sebagai ruang pembakaran bagian bawah.
Piston berfungsi sebagai pemindah gaya hasil pembakar-
an

Piston terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut:


1. Crown sebagai ruang pembakaran.
2. Ring Grooves dan Lands menahan compression
ring dan oil control ring.
3. Wrist Pin Bore berisi pin yang menghubungkan
piston dengan connecting rod.
4. Retaining pin menahan pin piston agar tetap berada
di dalam pin bore.
5. Thrust skirt membawa beban samping.

Piston dibuat dengan berbagai metode:


1. Cast Aluminium Crown dengan forged aluminium
skirt, dan di las dengan semburan elektron.
2. Composite, steel crown dan forged aluminium skirt
yang dibaut menjadi satu.
3. Articulated, forged steel crown dengan pin bore dan
bushing, cast aluminium skirt yang terpisah. Kedua
bagian itu disatukan dengan wrist pin.
4. Jenis yang paling umum adalah piston berbahan
aluminium dengan penyanga besi sebagai pasangan
piston ring.

Ada dua jenis piston berdasarkan sistem bahan bakar dan


rancangan ruangan pembakaran, yaitu :
1. Precombustion piston memiliki heat plug pada
crown-nya,
2. Direct injection piston tidak dilengkapi dengan
heat plug.

Dasar Dasar Diesel Engine 18


Komponen Komponen Utama Engine

Ring Piston
Setiap piston memiliki dua atau lebih ring yang terpasang
pada groove piston. Ring piston mempunyai tiga tugas
utama, yaitu :
1. Menyekat ruang pembakaran.
2. Mengontrol pelumasan pada dinding cylinder.
3. Mendinginkan piston dengan cara memindahkan
panas yang dihasilkan pada proses pembakaran.

Ada dua jenis piston ring :


(1) Compression Ring, dan
(2) Oil Control Ring.

Compression ring berfungsi untuk menyekat bagian


bawah ruang pembakaran agar tidak ada gas pembakaran
yang bocor melewati piston menuju crankcase.

Oil Control Ring


Biasanya oil control ring terletak di bagian bawah
compression ring. Tugasnya adalah melumasi dinding-
dinding cylinder liner, tempat piston bergerak turun-naik.
Lapisan tipis dari oli tersebut akan mengurangi keausan
pada cylinder liner dan piston.

Expander Ring
Di bagian dalam oil control ring, akan kita temukan
expander spring yang membantu mempertahankan
lapisan oli di sepanjang dinding cylinder.

Ring End Gap


Tiap ring piston punya gap/celah di antara ujung-ujung
pertemuan lingkarannya. Untuk mencegah kebocoran,
ring end gap antara ring yang satu dengan yang lainnya
tidak boleh disusun segaris.

Dasar Dasar Diesel Engine 19


Komponen Komponen Utama Engine

Connecting Rod
Connecting rod terpasang di setiap piston melalui sebuah
pin. Fungsinya untuk memindahkan gaya dari piston ke
crankshaft.

Connecting rod menghubungkan piston dengan crank-


shaft, yang terdiri atas beberapa bagian sebagai berikut:
1. Rod Eye
2. Piston Pin Bushing
3. Shank
4. Cap
5. Bolt dan Nut
6. Connecting Rod Bearing

Connecting Rod Bearing


Connecting Rod Bearing terletak pada ujung connecting
rod tersebut, dimana crankshaft berputar di dalamnya.

Rod Bearing Shell


Setengah bagian atas connecting rod bearing yang
berada di dalam rod disebut upper half shell (bagian
atas). Setengah bagian yang lain mengisi ruang cap, di-
sebut lower half shell (bagian bawah). Secara umum,
lapisan bagian atas membawa beban lebih banyak.

Dasar Dasar Diesel Engine 20


Komponen Komponen Utama Engine

Crankshaft
Ujung lain dari connecting rod berfungsi untuk memutar
crankshaft yang ada di bagian bawah engine block.
Crankshaft memindahkan gerakan berputar ke flywheel
dan menghasilkan energi untuk melakukan kerja.
Crankshaft merubah gerakan naik-turun piston menjadi
gerak berputar untuk melakukan kerja.
Bagian-bagian crankshaft terdiri dari:
1. Rod Bearing Journal
2. Counterweight
3. Main Bearing Journal
4. Web

Desain Crankshaft
Umumnya Crankshaft untuk in-line engine hanya mem-
punyai satu buah rod bearing journal untuk setiap
cylinder-nya, sementara pada "V" engine satu buah rod
bearing journal bisa digunakan untuk dua cylinder.

Rod Bearing Journal


Rod Bearing Journal menentukan posisi piston. Saat ber-
bergerak ke atas, piston berada pada posisi titik mati atas
dan saat ia bergerak ke bawah, piston berada pada posisi
titik mati bawah. Urutan pengapian (firing order) dari
engine menjelaskan kapan tiap rod bearing journal
berada pada posisi titik mati atas.

Lightening Hole
Beberapa rod bearing journal memiliki lightening hole
untuk mengurangi berat crankshaft dan menyeimbangkan
crankshaft.

Oil Passage
Crankshaft mempunyai lubang-lubang oli untuk meng-
alirkan oli dari main bearing ke connecting rod bearing.

Oil Passage Plug


Lubang saluran oli ditutup pada salah satu ujungnya
dengan menggunakan cap plug atau set screw.

Dasar Dasar Diesel Engine 21


Komponen Komponen Utama Engine

Web
Main Bearing Journal (1) dan Rod Bearing Journal (2)
dihubungkan oleh Web (3). Radius antara web dan
journal itu disebut fillet (4).

Counterweight
Beberapa web juga punya counterweight untuk memjaga
keseimbangan crankshaft. Counterweight merupakan
bagian dari crankshaft yang dilas bersama-sama, meski-
pun kadang-kadang hanya dibaut saja.

Main Bearing Journal


Crankshaft menggunakan main bearing untuk me-
nyangga crankshaft pada engine block. Main bearing ter-
letak segaris satu sama lain.

Thrust Main Journal


Gambar disamping ini adalah thrust main, yang ber-
fungsi untuk membatasi gerakan maju-mundur crank-
shaft, dan disebut juga end play.

Main Bearing Bore


Crankshaft berputar di dalam main bearing yang dijepit
pada bore-nya dan terletak di bagian bawah engine block.

Dasar Dasar Diesel Engine 22


Komponen Komponen Utama Engine

Main Bearing Shell


Ada dua bagian pada setiap main bearing yang disebut
sebagai shell. Bagian bawah dipasangpada main bearing
cap, dan bagian atasnya dipasang pada main bearing
bore pada block. Umumnya, shell bagian bawah ini
menerima beban lebih banyak dan karenanya lebih cepat
aus.

Pelumasan pada Bearing


Bagian atas dari main bearing mempunyai sebuah lubang
oli dan biasanya berupa slot (celah), sehingga pelumasan
bisa terjadi secara terus-menerus pada lubang oli pada
main journal.

Thrust Main Bearing


Thrust main bearing mengurangi gerakan maju-mundur
crankshaft. Ada dua tipe thrust main bearing, yaitu:
1. Insert bearing, dua bagian.
2. Flanged thrust bearing, satu bagian.

End Play
Thrust main bekerja sama dengan thrust bearing untuk
mengurangi gerakan maju-mundur crankshaft pada
block. Gerakan ini dinamakan End Play.

Dasar Dasar Diesel Engine 23


Komponen Komponen Utama Engine

Camshaft
Camshaft digerakkan oleh crankshaft melalui gear train.
Jika camshaft berputar, cam lobes juga ikut berputar.
Komponen-komponen valve train yang terhubung ke
camshaft juga bergerak turun-naik mengikutinya. Ketika
nose pada lobe menghadap ke atas, valve-nya terbuka
penuh.

Putaran camshaft adalah setengah dari putaran crank-


haft, sehingga valve dapat membuka dan menutup pada
saat yang tepat selama proses Siklus 4-Langkah.

Komponen-komponen Camshaft
Tujuan dari camshaft adalah untuk mengontrol kerja dari
intake dan exhaust valve. Semua camshaft memiliki
bearing journal, gambar nomor 1, dan lobe, gambar
nomor 2.

Camshaft Lobe
Lobe-lobe yang terpisah mengoperasikan intake valve
(nomor 1) dan exhaust valve (nomor 2) untuk setiap
cylinder. Pada unit injector engine, camshaft mempunyai
fuel injection lobe (nomor 3) yang menggerakkan unit
injector. Semua fungsi ini berlangsung pada saat bahan
bakar disemprotkan ke dalam cylinder.

Bagian-bagian Cam Lobe


Setiap lobe terdiri dari 3 bagian utama:
1. Base Circle
2. Ramp
3. Nose

Cam Lift
Jarak dari diameter base circle ke bagian atas nose
disebut juga Lift. Cam lift menentukan lebar bukaan
valve.

Dasar Dasar Diesel Engine 24


Komponen Komponen Utama Engine

Bentuk Cam Lobe


Bentuk ramp lobe menentukan seberapa cepat valve
membuka dan menutup. Bentuk Nose menentukan berapa
lama valve tersebut terbuka penuh.

Camshaft Bearing
Camshaft Journal berputar di dalam camshaft bearing.
Camshaft bearing ditekan dan dimasukkan ke dalam
bore pada engine block. Camshaft journal mempunyai
lubang-lubang oli yang sejajar dengan saluran oli pada
block.

Dasar Dasar Diesel Engine 25


Komponen Komponen Utama Engine

Flywheel Assembly
Flywheel Assembly adalah penghubung antara engine
dengan komponen powertrain, terpasang pada crankshaft
bagian belakang. Flywheel mempunyai tiga fungsi :
1. Menyimpan energi sebagai momentum antara siklus
tenaga (power stroke).
2. Menghaluskan putaran crankshaft.
3. Menyalurkan tenaga.

Flywheel Assembly
Flywheel assembly terdiri atas :
1. Flywheel
2. Ring gear
3. Flywheel Housing

Flywheel
Flywheel dibaut ke bagian belakang crankshaft pada
flywheel housing. Crankshaft memutar flywheel pada
power stroke, dimana momentumnya tetap menjaga agar
crankshaft tetap bekerja sempurna selama intake stroke,
compression stroke dan exhaust stroke.

Ring Gear
Ring gear terletak di sekeliling flywheel dan digunakan
sebagai perantara untuk menghidupkan engine.

Dasar Dasar Diesel Engine 26


Komponen Komponen Utama Engine

Push Rod
Push rod (#3 pada gambar bawah) adalah sebatang besi
yang mempunyai dudukan di kedua sisinya. Camshaft
menggerakkan push rod sehingga mengakibatkan terang-
katnya rocker arm.

Valve Lifter
Valve lifter (#2) atau cam follower terletak di setiap lobe
pada camshaft. Pada saat camshaft berputar valve lifter
bergerak mengikuti bentuk lobe-ya. Valve lifter memin-
dahkan gerakan camshaft ke push rod. Push rod ini
memindahkan gerakan itu ke rocker arm untuk membuka
dan menutup valve.

Jenis-jenis Valve Lifter


Ada dua tipe valve lifter yaitu (1) slipper follower
(gambar sebelah kanan) dan (2) roller follower (gambar
sebelah kiri).

Roller Follower
Jenis Roller Follower mempunyai steel roller yang dike-
raskan dan bersinggungan dengan lobe camshaft.
Roller follower bergerak ke atas dan ke bawah di dalam
bore pada block engine dan kesejajarannya dijaga oleh
sebuah clip khusus.

Slipper Follower
Jenis Slipper follower biasanya berbentuk one piece
casting dengan wear face yang nantinya akan
berhubungan langsung dengan lobe.
Slipper follower bergerak ke atas dan ke bawah di dalam
bore pada engine block. Slipper follower berputar
perlahan pada saat engine bekerja.

Dasar Dasar Diesel Engine 27


Komponen Komponen Utama Engine

Vibration Damper
Vibration damper terletak di bagian depan crankshaft
dan berfungsi untuk meredam getaran torsional atau
puntiran dari crankshaft. Bentuknya seperti miniatur
flywheel yang direkatkan atau dibaut di bagian depan
crankshaft.

Jenis-jenis Vibration Damper


Vibration damper tersedia dalam dua tipe : ruber damper
dan viscous damper. Rubber vibration damper (kiri)
menggunakan karet untuk meredam getaran, sementara
viscous damper (kanan) menggunakan oli yang kental
sebagai meredam getaran.

Dasar Dasar Diesel Engine 28


Komponen Komponen Utama Engine

Komponen-komponen Yang bisa Diganti

Beberapa komponen yang rentan aus dirancang agar bisa


diganti. Ini termasuk cylinder liner, piston ring, main
bearing dan connecting rod bearing.

Cylinder Liner
Karena adanya suhu dan tekanan ekstrim yang dihasilkan
oleh proses pembakaran, membuat cylinder liner menjadi
aus oleh pergerakan piston dan ring-nya. Karena itu
dirancang untuk bisa diganti.

Piston Ring
Karena suhu pembakaran yang tinggi dan pergerakan
yang terus-menerus, piston ring akan aus dan karenanya
dirancang agar bisa diganti.

Main Bearing
Main Bearing akan lebih cepat aus daripada crankshaft
karena terbuat dari metal yang lebih lunak, dan karena-
nya juga dirancang agar bisa diganti saat diperlukan.

Dasar Dasar Diesel Engine 29


Komponen Komponen Utama Engine

Connecting Rod Bearing


Connecting rod bearing juga lebih cepat aus ketimbang
crankshaft karena terbuat dari metal yang lebih lunak dan
karenanya juga dirancang agar bisa diganti bila perlu.

Dasar Dasar Diesel Engine 30


Komponen Komponen Utama Engine

2. Cylinder Head Assembly

Bagian ini akan menjelaskan tentang komponen-kompo-


nen cylinder head dan fungsi dari masing-masing kom-
ponen tersebut.

Cylinder head dan komponennya dirancang untuk men-


jamin agar valve bisa membuka dan menutup, selain juga
agar bahan bakar bisa diinjeksikan pada saat yang tepat
untuk menjamin performa dan kinerja engine yang ter-
baik.

Valve Train Assembly


Valve train assembly meliputi:
1. Cylinder head
2. Valve Cover
3. Bridge
4. Valve Spring Assemblies
5. Valve Guide
6. Valve Seat Insert
7. Valve
8. Rocker arm

Dasar Dasar Diesel Engine 31


Komponen Komponen Utama Engine

Cylinder Head
Cylinder head dibuat terpisah dan menyekat bagian atas
engine block dan menopang integritas valve, juga inject-
tor dan precombustion chamber. Selain itu juga ber-
fungsi sebagai rumah untuk valve train, beberapa kom-
ponen sistem bahan bakar dan saluran air untuk men-
dinginkan komponen.

Gasket dan Spacer Plate


Cylinder head (1) ditempatkan ke engine block dengan
gasket (2), spacer plate (3) dan bolt atau stud.

Cylinder Head Casting


Tergantung pada rancangan engine-nya, cylinder head
bisa berbentuk single casting yang menutup bagian atas
block engine, atau beberapa casting yang menutup satu
atau lebih masing-masingnya cylinder.

Valve Cover
Valve cover terletak di atas dan menyekat cylinder head.
Beberapa engine memiliki lebih dari satu valve cover.

Rocker Arm
Rocker arm menghubungkan valve ke camshaft, dan
merubah gerakan berputar camshaft ke gerakan naik-
turun pada valve. Jika push rod di dalam block
mendorong salah satu ujung rocker arm ke atas, ia akan
mendorong valve train ke bawah, mengakibatkan valve-
nya membuka. Sementara camshaft terus berputar, push
rod bergerak ke bawah, gaya pada valve spring mengaki-
batkan valve menutup. Setiap cylinder memiliki rocker
arm yang terpisah untuk intake dan exhaust valve.

Dasar Dasar Diesel Engine 32


Komponen Komponen Utama Engine

Valve Lash
Rocker arm berputar pada sebuah shaft yang biasanya
dikencangkan ke cylinder head. Saat cam lobe mulai
mendorong push rod ke atas, biasanya ada sedikit celah
antara rocker arm dengan valve bridge untuk memasti-
kan bahwa valve-nya bisa menutup dengan sempurna. Ini
disebut valve lash dan penyetelannya merupakan salah
satu hal yang paling penting dilakukan dalam valve train.

Bridge
Bridge digunakan apabila sebuah cylinder mempunyai
intake dan exhaust valve ganda. Pada engine ini, bridge
assemble memindahkan gerakan rocker arm ke kedua
intake atau exhaust valve pada sebuah cylinder secara
simultan.

Valve
Valve bertugas mengontrol aliran udara dan gas buang
melalui ruang pembakaran. Saat intake valve terbuka,
udara masuk ke ruang pembakaran dan saat exhaust
valve membuka, udara keluar dari ruang pembakaran.

Valve Seat Insert


Agar ruang pembakaran benar-benar tersekat, tiap valve
mempunyai valve seat insert yang terletak di cylinder
head. Apabila valve menutup, valve seat akan ber-
singgungan dengan valve seat insert-nya. Umumnya,
valve seat insert ini bisa diganti.

Valve Guide
Valve bergerak ke atas-ke bawah di dalam valve guide
yang dipasang di cylinder head. Valve guide menjaga
agar valve tetap bergerak lurus. Valve stem bergerak ke
luar dari valve guide pada bagian atas cylinder head.

Dasar Dasar Diesel Engine 33


Komponen Komponen Utama Engine

Valve Spring Assembly


Valve spring menjaga agar valve tetap menutup dan
terletak di atas valve, disangga oleh kombinasi keepers
(1) dan retainer (2) atau bisa juga disebut valve rotator.

Valve Retainer/Valve Rotator


Valve Retainer atau valve rotator terletak pada bagian
ujung valve stem. Retainer mengunci keepers pada
groove-nya di dalam valve.

Valve rotator berfungsi untuk memutarkan valve agar


keausan valve tidak terpusat disatu tempat.

Komponen Yang Paling Cepat Aus


Valve, valve seat insert, dan valve guide selalu lebih
cepat aus karena suhu dan tekanan tinggi dari proses
pembakaran. Komponen ini dirancang untuk lebih mudah
aus dibanding komponen lainnya untuk melindungi
komponen engine lainnya yang berhubungan langsung
dengan komponen-komponen ini.

Fuel Nozzle
Fuel nozzle atau unit injector juga ditempatkan di
cylinder head. Nozzle berada persis di antara valve.

Fuel nozzle disangga oleh sleeve, washer, adapter, dan


keeper.

Dasar Dasar Diesel Engine 34


Komponen Komponen Utama Engine

3. Gear Train Assembly

Bagian ini akan menerangkan tentang komponen-kompo-


nen yang ada dalam gear train berserta fungsi dari setiap
komponen tersebut.

Gear train assembly adalah serangkaian gear yang me-


mindahkan tenaga dari crankshaft ke komponen-kompo-
nen utama lainnya dalam sebuah engine. Letaknya bisa di
bagian depan atau belakang engine. Gear train yang
ditunjukkan di sini terletak di depan engine, di antara
backing plate dan timing gear housing.

Kegunaan Gear Train


Gear train menyelaraskan seluruh komponen dalam
suatu engine agar bekerja sama di setiap siklus pada
proses pembakaran.

Berikut ini adalah komponen (perhatikan gambar atas)


yang terdapat pada gear train :
1. Crankshaft Gear
2. Idler Gear
3. Camshaft Gear
4. Fuel Injection Pump Gear
5. Oil Pump Gear
6. Water Pump Gear
7. Air Compressor Gear

Dasar Dasar Diesel Engine 35


Komponen Komponen Utama Engine

Timing Mark
Timing mark digunakan untuk mensejajarkan gear dan
membantu meyakinkan ketepatan timing.

Crankshaft Gear
Gear ini ditempatkan di crankshaft. Jika crankshaft ber-
putar, gear juga ikut berputar. Komponen lainnya disela-
raskan dan digerakkan oleh crankshaft dan gear-nya.

Idler Gear
Idler gear menjaga agar camshaft gear tetap berputar ke
arah yang sama searah crankshaft gear. Rasio gear-nya
memastikan bahwa camshaft berputar kali kecepatan
putar crankshaft.

Camshaft Gear
Camshaft gear berkaitan dengan idler gear. Kecepatan
putaran camshaft adalah kali kecepatan putaran
crankshaft untuk memastikan valve intake dan exhaust
membuka dan menutup pada langkah yang tepat.

Fuel Pump Gear


Fuel pump gear dikendalikan oleh camshaft gear. Dan
kerena ukurannya sama, keduanya berputar pada
kecepatan yang sama. Fuel pump gear memutar fuel
pump camshaft dan bekerja sama dengan komponen-
komponen sistem bahan bakar lainnya untuk mengirim-
kan bahan bakar ke engine pada saat yang tepat.

Dasar Dasar Diesel Engine 36


Komponen Komponen Utama Engine

Balance Gear
Pada beberapa model engine digunakan balance shaft
yang diputar oleh crankshaft, yang terletak di setiap sisi
engine. Fungsinya untuk menghilangkan dampak getaran
yang timbul dari crankshaft.

Balance Shaft dan Gear Assembly


Gambar disamping ini adalah contoh dari balance shaft
dan gear assembly.

Oil Pump Gear


Oil pump gear digerakkan oleh crankshaft gear. Oil
pump mensirkulasikan oli ke seluruh engine.

Water Pump Gear


Water pump digerakkan oleh water pump gear dan
mensirkulasikan coolant ke seluruh engine. Water pump
gear biasanya digerakkan pada kecepatan yang sama
dengan crankshaft.

Air Compressor Gear


Beberapa engine ada yang menggunakan air compressor
untuk menyediakan udara untuk brake dan komponen
lainnya. Air compressor digerakkan oleh gear train. Air
compressor gear berkaitan dengan idler gear dan ber-
putar pada kecepatan yang disarankan oleh pabrik.

Dasar Dasar Diesel Engine 37


Komponen Komponen Utama Engine

Pulley Assembly
Pulley assembly dipasang pada crankshaft drive ke
komponen lainnya seperti fan atau alternator.

Timing Gear Housing


Semua timing gear dilindungi oleh timing gear housing.
Timing gear housing menyekat bagian depan engine
block.

Dasar Dasar Diesel Engine 38


Sistem Engine

Bab

3
SISTEM ENGINE

Bab ini membahas tentang berbagai macam sistem yang


ada pada diesel engine, komponen engine, dan bagai-
mana komponen-komponen tersebut bekerja.
Sistem tersebut meliputi:
1. Cooling System (Sistem Pendingin),
2. Lubrication System (Sistem Pelumasan),
3. Air Intake & Exhaust System (Sistem Pemasukan
dan Pembuangan Udara),
4. Fuel System (Sistem Bahan Bakar), dan
5. Starting System.

Dasar Dasar Diesel Engine 39


Sistem Pendingin

Sistem Pendingin

Dalam bagian ini Anda akan belajar untuk :


1. Mengenali tujuan utama dari sistem pendingin.
2. Menelusuri aliran coolant yang melalui sistem.
3. Mengetahui letak komponen dan fungsinya di
dalam sebuah sistem pendingin engine.
4. Mengenali berbagai jenis sistem pendingin.

Tujuan Sistem pendingin pada engine bertanggung jawab untuk


mempertahankan suhu engine yang sesuai. Jika sistem
pendingin gagal, kerusakan berat bisa terjadi.

Prinsip Kerja Sistem pendingin mensirkulasikan coolant ke seluruh


bagian engine untuk menyerap panas yang dihasilkan
oleh pembarakan dan gesekan dengan memanfaatkan
prinsip perpindahan panas.

Prinsip Perpindahan Panas Panas selalu bergerak dari sumber panas ke sasaran yang
suhunya lebih rendah. Sumber panas dan sasaran ini bisa
berupa besi, cairan, ataupun udara. Kuncinya terletak
pada perbedaan suhu relatif di antara keduanya. Makin
besar perbedaannya, makin besar panas yang akan dipin-
dahkan. Setiap komponen dalam suatu sistem pendingin
memegang peran dalam hal ini.

Dasar Dasar Diesel Engine 40


Sistem Pendingin

Komponen Komponen utama dari sistem pendingin adalah


(1) Water pump,
(2) Oil cooler,
(3) Saluran di sepanjang engine block dan cylinder
head,
(4) Temperature regulator dan regulator housing,
(5) Radiator,
(6) Pressure cap, serta
(7) Hose dan pipa penghubung.

Sebagai tambahan termasuk pula fan, yang biasanya


digerakkan oleh belt dan terletak tidak jauh dari radiator
untuk meningkatkan aliran udara dan meningkatkan pe-
mindahan panas.

Dasar Dasar Diesel Engine 41


Sistem Pendingin

Water Pump
Water pump terdiri atas sebuah impeller yang terdapat
pada housing-nya. Saat impeller berputar, sudu-sudunya
(vane) mendorong air dan masuk ke dalam saluran sistem
pendingin pada engine.

Water pump ditempatkan di bagian depan engine block.

Oil Cooler
Dari water pump, coolant mengalir menuju oil cooler.
Oil cooler terdiri dari seperangkat tube (pipa). Coolant
mengalir melalui bagian dalam tube tersebut dan
menyerap panas dari oli engine yang menyelubungi tube.
Oil cooler menyerap panas dari oli pelumas, untuk
menjaga suhu oli agar kekentalannya tetap terjaga.

Aftercooler
Dari oil cooler, coolant lalu mengalir menuju engine
block atau, jika engine dilengkapi dengan turbocharger,
ia akan mengalir menuju aftercooler.
Ada beberapa turbocharged engine yang menggunakan
jacket water aftercooler.

Cara Kerja Aftercooler


Aftercooler menyerap panas dari udara yang akan masuk
ke ruang bakar. Aftercooler dibuat seperti radiator, yaitu
dengan memakai tube dan fin. Udara panas bertekanan
yang keluar dari turbocharger mengalir melalui fin dan
memindahkan panas ke air yang ada di dalam tube.

Water Jacket
Dari oil cooler atau aftercooler, coolant mengalir menuju
engine block dan sekeliling cylinder liner, untuk menye-
rap panas dari piston, ring-ring-nya dan dari liner itu
sendiri.
Ruangan tempat air mengalir inilah yang disebut sebagai
water jacket.

Dasar Dasar Diesel Engine 42


Sistem Pendingin

Cylinder Head
Coolant mengalir dari saluran yang terdapat pada engine
block sampai ke cylinder head, mengambil panas dari
valve seat dan guide-nya.

Temperature Regulator
Sesudah coolant melewati cylinder head, coolant masuk
ke thermostat atau regulator housing. Temperature
regulator dipasang di bagian dalam housing-nya.
Temperature regulator berfungsi sebagai pengatur aliran
sistem pendingin. Regulator bertugas menjaga engine
beroperasi pada suhu kerjanya. Ini dilakukan dengan cara
mengatur aliran coolant apakah melalui radiator, atau
melalui bypass tube kembali ke water pump tanpa di -
dinginkan dulu oleh radiator.
Secara singkat, fungsi regulator adalah :
Mempercepat tercapainya suhu kerja engine
Mempertahankan suhu kerja tersebut agar tidak
berlebihan

Cara Kerja Regulator


Ketika engine dalam keadaan dingin, regulator berada
dalam kondisi menutup saluran menuju Radiator.
Coolant mengalir kembali ke pompa melewati bypass
tube, tanpa melalui radiator. Ini akan membantu
menghangatkan engine. Setelah engine-nya mulai panas,
dan suhu coolant meningkat hingga mencapai suhu
bukaan regulator. Ketika regulator membuka, sebagian
coolant dialirkan langsung ke radiator sedangkan sisa-
nya dialirkan ke water pump. Seiring dengan meningkat-
nya suhu, regulator membuka lebih lebar dan lebih
banyak coolant yang dialirkan melalui radiator. Saat
regulator terbuka penuh, seluruh aliran coolant dialirkan
langsung ke radiator.

Regulator Test
Anda harus melakukan pengujian pada regulator pada
saat melakukan perawatan sistem pendingin dan meng-
gantinya jika perlu. Suhu bukaan regulator distem-pel di
permukaan regulator. Jika memang harus meng-ganti
regulator, pastikan menggunakan regulator yang sesuai
dengan yang dianjurkan untuk engine yang sedang
diperbaiki, jika tidak sistem pendingin tidak akan bekerja
dengan benar.
Dasar Dasar Diesel Engine 43
Sistem Pendingin

Radiator
Jika regulator membuka, coolant mengalir melalui pipa
atau hose ke bagian atas radiator. Sampai pada tahap ini,
coolant telah membawa panas dari semua komponen
engine. Sementara di dalam radiator itu sendiri,
situasinya terbalik. Coolant memindahkan panas yang
dibawanya ke udara bebas.

Cara Kerja Radiator


Di dalam radiator, coolant mengalir dari atas ke bawah.
Tube dan fins-nya bekerja sama untuk menghilangkan
panas. Umumnya radiator dipasang di tempat yang
aliran udara dan perpindahan panasnya bisa maksimal.

Radiator Cap
Radiator memiliki pressure cap. Cap ini menentukan
besarnya tekanan yang terdapat dalam sistem pendingin
selama engine bekerja. Sistem pendingin bertekanan
bertujuan untuk mencegah air agar tidak mendidih pada
saat engine beroperasi di ketinggian tertentu.
Semakin tinggi posisi Anda dari permukaan laut, suhu
titik didih air akan semakin turun. Jika Coolant mendidih
akan menyebabkan kerusakan serius pada engine.

Cara Kerja Radiator Cap


Radiator cap menjaga tekanan di dalam sistem pendingin
dan terdiri dari dua valve. Jika perbedaan antara tekanan
di dalam sistem pendingin dan tekanan atmosfer dan
melampaui tekanan bukaan radiator cap, akan membuka
dan mengeluarkan udara, sehingga mengurangi tekanan
di dalam sistem. Sistem menjadi stabil. Ketika engine
dimatikan dan suhu engine turun, tekanan di dalam
sistem pendingin akan turun sampai berada di bawah
tekanan atmosfir. Pada saat ini valve inlet pada cap akan
membuka, memungkinkan sejumlah udara masuk ke
dalam radiator. Hal ini akan menyeimbangkan dan men-
stabilkan tekanan dalam radiator dengan tekanan udara
luar/atmosfer.

Nilai Tekanan Radiator Cap


Nilai tekanan kapan radiator cap bekerja tertera pada
setiap cap. Bila tidak ada lihatlah pada service manual
untuk machine yang sedang diperbaiki

Dasar Dasar Diesel Engine 44


Sistem Pendingin

Fan (Kipas)
Proses perpindahan panas pada radiator dibantu oleh fan.
Fan meningkatkan aliran udara yang melewati fins dan
tube radiator.

Fan terdiri dari dua jenis, yaitu


Suction Fan (menghisap) dan
Blower Fan (meniup).

Fan Belt (Sabuk Kipas)


Beberapa engine menggunakan belt untuk menggerakkan
fan, water pump, ataupun komponen lainnya.

Belt Tension (Ketegangan Belt)


Jika ketegangan belt terlalu kendor, maka kecepatan
putaran fan akan menurun. Ini menyebabkan aliran udara
yang melewati radiator akan berkurang dan menurunkan
kemampuan sistem pendinginan secara keseluruhan.

Dasar Dasar Diesel Engine 45


Sistem Pendingin

Coolant (Air Pendingin)

Bagian ini akan mempelajari mengenai :


1. Tiga bahan coolant dan mengenali fungsi dari
setiap bahan tersebut.
2. Menentukan konsentrasi antifreeze dan coolant
conditioner.
3. Tiga faktor yang menentukan jangka waktu
pengantian coolant.

Bahan-bahan Coolant
Coolant adalah campuran dari air, antifreeze dan coolant
conditioner. Setiap elemen mempunyai fungsi yang
berbeda, dan secara bersama-sama akan melindungi
engine dari overheating (panas berlebihan), membekunya
air pendingin pada suhu tertentu dan korosi.

Air
Air adalah bahan dasar utama untuk coolant karena air
memindahkan panas lebih baik dari unsur cair lainnya.
Sebagai coolant, air memiliki beberapa kekurangan :
1. Mudah mendidih.
2. Membeku.
3. Sangat korosif terhadap metal.

Untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut,


maka Antifreeze, atau Ethylene Glycol, dan Coolant
Conditioner ditambahkan ke dalam air

Dasar Dasar Diesel Engine 46


Sistem Pendingin

Antifreeze
Antifreeze, atau ethylene glycol, digunakan untuk me-
naikkan titik didih dan menurunkan titik beku air.

Jumlah campuran ethylene glycol mempengaruhi titik


beku dan titik didih air. Makin banyak antifreeze, makin
rendah titik bekunya dan makin tinggi titik didihnya.

Titik Beku
Jika coolant membeku ia tidak akan bisa mengalir dan
karenanya tidak akan mampu mendinginkan engine.
Coolant yang membeku juga bisa mengembang dan me-
mecahkan engine. Nilai konsentrasi antifreeze akan
mempengaruhi nilai titik beku air, yaitu pada suhu berapa
air mulai membeku.

Konsentrasi Antifreeze
Untuk mencegah masalah sistem pendingin, Anda harus
menggunakan antifreeze dengan konsentrasi yang tepat,
antara 30% - 60%.
Konsentrasi yang kurang dari 30% tidak akan cukup
sebagai pencegah kebekuan coolant, dan jika konsen-
trasinya di atas 60% justru akan mengurangi kemampuan
dalam menghilangkan panas.

Endapan Silica (Silica Dropout)


Konsentrasi antifreeze melebihi 60% juga akan me-
ngurangi kemampuan air sebagai pendingin dan akan
menghasilkan endapan silica, yang akan merusak seal
dan menyumbat sistem pendingin itu sendiri.

Dasar Dasar Diesel Engine 47


Sistem Pendingin

Coolant Conditioner
Conditioner berfungsi mencegah korosi dengan cara
membentuk lapisan tipis yang melapisi semua komponen
pada sistem pendingin. Lapisan tipis itulah yang akan
mengurangi terjadinya proses korosi pada permukaan
metal dan juga cavitation erosion.

Ada tiga faktor yang bisa mempengaruhi kemampuan


coolant sebagai pendingin, yaitu :
1. Ketinggian daerah operasi
2. Tekanan sistem
3. Konsentrasi Antifreeze yang digunakan

Ketinggian Daerah Operasi dan Tekanan Sistem


Ketinggian daerah operasi dan tekanan sistem mem-
pengaruhi titik didih air.
1. Makin tinggi daerah operasi engine titik didih air
akan semakin rendah.
2. Makin besar tekanan sistem pendingin akan me-
naikkan titik didih air.

Inilah yang menjadi alasan kenapa umumnya sistem


pendingin dibuat bertekanan, karena sistem bertekanan
akan menaikan titik didih air. Dan karena kebanyakan
engine dioperasikan didaerah dengan ketinggian tertentu
diatas permukaan laut, maka engine memerlukan sistem
pendingin bertekanan.

Uap Air
Penting sekali untuk menjaga agar coolant tidak mendi-
dih. Gelembung uap air terbentuk jika coolant mendidih.
Gelembung udara tidak akan menyerap panas dengan
baik bahkan dapat menyebabkan panas berlebihan.
Gelembung uap air juga bisa mempengaruhi kemampuan
water pump dalam mengalirkan coolant dan dapat
menyebabkan kerusakan yang parah pada engine.

Untuk melindungi engine, maka konsentrasi antifreeze


dan coolant conditioner haruslah pada porsi yang sesuai.

Dasar Dasar Diesel Engine 48


Sistem Pendingin

Konsentrasi Coolant Conditioner


Konsentrasi Coolant conditioner yang tepat adalah antara
3% - 6%.

Jika konsentrasi conditioner terlalu sedikit dari yang


dianjurkan, komponen engine seperti cylinder liner bisa
berkarat atau mengalami cavitation erosion.

Conditioner yang terlalu banyak akan menghasilkan


endapan silica yang bisa merubah coolant menjadi gel
tebal, yang akan merusak water pump dan menyumbat
radiator. Konsentrasi yang tinggi juga akan mengurangi
kemampuan coolant dalam memindahkan panas.

Periksa Buku Petunjuk


Gunakan Operation and Maintenance Manual untuk
mendapatkan informasi mengenai volume pengisian yang
tepat pada engine yang sedang ditangani.
Secara umum, radiator harus diisi coolant sampai per-
mukaan coolant menyentuh ujung bawah pipa pengisian.

Dasar Dasar Diesel Engine 49


Sistem Pelumasan

Sistem Pelumasan

Setelah menyelesaikan topik ini, Anda akan memahami


tujuan dari sistem pelumasan dan mampu mengenali
komponen-komponen dalam sistem tersebut beserta
fungsinya masing-masing. Anda juga akan mengetahui
dan mampu menelusuri aliran oli pada sistem pelumasan
untuk engine.

Tujuan Sistem Pelumasan Tujuan utama sistem pelumasan adalah mengalirkan oli
ke seluruh bagian engine. Oli harus bersih, dingin dan
mampu melindungi komponen-komponen engine dari
keausan.

Dasar Dasar Diesel Engine 50


Sistem Pelumasan

Komponen Sistem pelumasan terdiri atas :


(1) Oil Pan atau Sump,
(2) Suction Bell,
(3) Oil Pump,
(4) Pressure Relief Valve,
(5) Oil Filter (Saringan Oli) dengan Bypass Valve,
(6) Engine Oil Cooler dengan Bypass Valve,
(7) Main Oil Gallery,
(8) Piston Cooling Jet,
(9) Crankcase Breather, Pipa dan Saluran peng-
hubung, dan Oli itu sendiri.

Dasar Dasar Diesel Engine 51


Sistem Pelumasan

Oil Pan
Oil pan berfungsi sebagai tempat penampung oli engine.
Oil pan juga bisa menghilangkan/menyerap panas dari
oli dan dibuang ke atmosfer. Oil pan ini terletak di
bagian bawah engine block.

Suction Bell Dan Inlet Screen


Dari oil pan, pelumas mengalir melewati inlet screen dan
masuk ke suction bell. Inlet screen mencegah masuknya
partikel kotoran ukuran besar ke komponen-komponen
pada sistem pelumasan.

Oil Pump dan Relief Valve


Oil pump menghasilkan aliran oli, yang mengalir ke
seluruh bagian engine. Oil pump terletak di bagian dalam
atau dekat oil pan. Oil Pump digerakkan oleh crankshaft
melalui oil pump gear. Pressure relief valve biasanya
terletak dekat oil pump dan bertugas untuk melindungi
sistem pelumasan dari tekanan tinggi.

Oil Cooler dan Bypass Valve


Dari oil pump, oli mengalir melewati oil cooler. Lalu oli
mengalir dari oil cooler menuju oil filter (saringan oli).
Sistem pelumasan bisa menggunakan lebih dari satu
saringan, tergantung pada desainnya. Filter akan menya-
ring kotoran dan partikel metal dari oli. Oil Filter juga
dilengkapi dengan bypass valve.

Dasar Dasar Diesel Engine 52


Sistem Pelumasan

Oil Gallery
Di beberapa turbocharged engine, oli mengalir dari filter
ke turbocharger melalui pipa inlet, sementara jalur outlet
akan mengembalikan oli ke oil pan.
Pada engine lain, oli yang bersih akan meninggalkan oil
filter tersebut dan masuk ke main oil gallery yang ter-
letak di dalam engine block. Ini adalah jalur utama oli di
sepanjang block.

Aliran Oli
Dari oil gallery, oli mengalir ke seluruh komponen yang
bergerak pada engine, termasuk main bearing dan crank-
shaft.
Keterangan gambar:
1. Outlet
2. Inlet

Bearing
Oli mengalir dari gallery ke crankshaft, kemudian
melumasi main bearing dan connecting rod bearing.
1. Crankshaft Main bearing
2. Oil Manifold

Saluran Oli pada Crankshaft


Crankshaft Caterpillar mempunyai lubang saluran oli
yang mengirim oli ke connecting rod bearing dan main
bearing.

Pelumasan pada Dinding Cylinder


Cipratan oli dari rod bearing akan mencapai dinding
cylinder dan menyiram bagian bawah crown piston.

Dasar Dasar Diesel Engine 53


Sistem Pelumasan

Piston Cooling Jet


Piston Cooling Jet menyemprotkan oli ke bagian bawah
piston dan membantu melumasi dinding cylinder liner.

Crankcase Breather
Crankcase breather berfungsi sebagai ventilasi untuk gas
hasil pembakaran yang bocor melalui ring piston.
Breather juga menjaga kestabilan tekanan di dalam
crankcase. Breather biasanya terletak di bagian atas
engine untuk menyeimbangkan tekanan di dalam engine
crankcase dengan tekanan luar dan memudahkan oli
untuk kembali ke oil pan.

Oil Filter (Saringan Oli)


Dalam sistem pelumasan, saringan oli adalah yang paling
membutuhkan perawatan. Ia mudah dan cepat kotor, dan
jika tak dirawat dengan benar dapat menyebabkan keru-
sakan pada sistem pelumasan.

Bypass Valve dan Relief Valve


Sistem pelumasan menggunakan bypass dan relief valve
untuk melindungi engine. Oil pump (1) menggunakan
pressure relief valve (2), sementara oil cooler (3) dan
saringan oli (4) menggunakan bypass valve (5). Pressure
relief valve berfungsi menjaga tekanan oli pada sistem,
dan bypass valve memungkinkan oli untuk mengalir
melalui komponennya menuju sistem.

Pressure Relief Valve


Pressure relief valve biasanya terletak dekat oil pump.
Umumnya relief valve menggunakan spring untuk mem-
pertahankan tekanan sistem. Relief valve membuka bila
tekanan di dalam sistem melebihi gaya spring pada valve.
Selama tekanan tetap tinggi, valve akan tetap terbuka.
Pada saat itu sebagian oli mengalir kembali ke oil pan.
Valve kembali menutup bila tekanan kembali normal

Dasar Dasar Diesel Engine 54


Sistem Pelumasan

Oil Cooler Bypass Valve


Oil cooler bypass valve hanya membuka apabila tekanan
oli yang akan melewati oil cooler lebih tinggi daripada
gaya spring pada valve. Saat valve terbuka, oli langsung
dikirimkan ke system tanpa melewati oil cooler, untuk
memastikan bahwa komponen engine selalu mendapat-
kan oli, walaupun ada masalah pada oil cooler, atau saat
dingin, dimana oli tidak bisa mengalir dengan sempurna.

Oil Filter Bypass Valve


Oil Filter bypass valve hanya membuka apabila tekanan
oil yang akan melewati saringan lebih tinggi daripada
gaya spring pada valve. Jika oli masih kental seperti pada
saat menghidupkan engine pertama kali, atau jika
saringannya tersumbat, maka saringan bypass valve akan
membuka. Oli langsung dialirkan menuju sistem untuk
menjamin agar oli selalu mencapai bearings dan kompo-
nen engine lainnya. Hal ini untuk melindungi engine
dari kerusakan akibat tidak adanya oli.

Dasar Dasar Diesel Engine 55


Sistem Pelumasan

Minyak Pelumas

Bagian ini akan menerangkan tentang kekentalan oli


(viscosity), Viscosity Index, dan TBN.

Engine membutuhkan oli dengan tipe, tingkat kekentalan


dan jumlah yang benar agar bisa berfungsi secara
maksimal. Oli harus mampu melumasi, membersihkan
dan mendinginkan komponen engine di berbagai macam
kondisi operasional. Oli harus tetap bisa mengalir dan
melumasi pada iklim dingin dan tahan terhadap panas
tanpa menguap atau menjadi rusak.

Rating SAE
Society of Automotive Engineers (SAE) telah mengem-
bangkan suatu sistem klasifikasi untuk menggambarkan
kemampuan oli pada kondisi ekstrim tanpa mengalami
kerusakan. Oli digolongkan menurut tipe/jenis dan
kekentalannya.

Tipe oli menggambarkan karakteristik kinerja seperti


detergency, dispersancy, dan ketahanan oli terhadap
suhu.
Tipe-tipe oli bisa dikenali melalui haruf alfabet seperti
CE atau CF-4. Model engine yang berbeda membutuh-
kan tipe oli yang berbeda pula. Pastikan untuk selalu
menggunakan tipe yang memang dianjurkan. Bacalah
literatur-literatur terbaru untuk memastikannya.

Dasar Dasar Diesel Engine 56


Sistem Pelumasan

Kekentalan (viscosity)
Kekentalan menggambarkan kemampuan dasar oli untuk
mengalir. Aliran oli akan berhubungan langsung dengan
kemampuannya untuk bisa melapisi dan melindungi
komponen. Kekentalan akan berubah sesuai kondisi
suhunya; makin tinggi suhunya makin rendah kekentalan
dan akan encer.

Viscosity Index
Viscosity Index atau VI, adalah satuan ukuran kemam-
puan dasar oli untuk mengatasi perubahan kekentalan
akibat perubahan suhu.
1. Nilai VI tinggi, perubahan suhu berpengaruh
relatif kecil terhadap kekentalan oli.
2. Nilai VI rendah, perubahan suhu berpengaruh
cukup besar terhadap kekentalan oli.

Hal yang penting harus difahami bahwa oli tidak boleh


menjadi terlalu encer atau tipis pada suhu yang tinggi,
karena oli yang encer tidak akan mampu melindungi
komponen dari keausan.

Multiviscosity Oil
Multiviscosity Oil (oli dengan kekentalan ganda) adalah
oli yang telah diubah secara kimiawi sehingga dapat
memperpanjang jangka waktu penggunaanya.
Oli mentah dengan kekentalan yang rendah dicampur
dengan aditif untuk menaikkan nilai kekentalannya. Bila
multiviscosity oil ini sudah jelek, kekentalannya akan
kembali ke semula.

Tingkat Kekentalan Oli


SAE mengklasifikasikan oli dengan huruf SAE yang
diikuti dengan angka. Angka inilah yang menggambar-
kan tingkat kekentalan oli. Oli dengan nilai kekentalan
tunggal mempunyai satu angka dan multiviscosity oil
mempunyai dua angka. Semakin besar angkanya,
semakin tinggi kekentalannya.
Khusus untuk jenis multiviscosity oil:
Angka pertama adalah tingkat kekentalan pada
suhu rendah (cuaca dingin).
Angka kedua adalah tingkat kekentalan pada suhu
tinggi (cuaca panas).

Dasar Dasar Diesel Engine 57


Sistem Pelumasan

Oli untuk Musim Panas dan Musim Dingin


Angka tingkat kekentalan oli yang diikuti dengan huruf
"W" adalah oli yang digunakan untuk musim dingin dan
telah diuji memiliki kekentalan yang tepat pada suhu 80
Fahrenheit. Sedangkan angka tanpa huruf "W" adalah
untuk musim panas dan telah diuji memiliki kekentalan
yang tepat pada suhu 2100 Fahrenheit.

Dasar Dasar Diesel Engine 58


Sistem Pelumasan

Oil Additive Base oil atau oli dasar biasanya dihasilkan dari penyu-
lingan oli mentah. Oli dasar tidak memberikan perlin-
dungan dan pelumasan yang cukup untuk performa
engine. Karenanya diciptakan zat tambahan atau aditif
untuk memperbaiki dan memperkuatnya.

Oil Additive Yang Umum


Berikut ini adalah oil additive yang umum dipakai :
1. Detergent membantu membersihkan engine.
2. Anti-wear agent untuk mengurangi friksi atau
gesekan.
3. Dispersant untuk menahan partikel-partikel
kotoran agar menyebar.
4. Alkalinity agent untuk menetralkan asam dalam
kandungan oli.
5. Oxidation inhibitor untuk mencegah proses
oksidasi pada oli jika terkena udara, karena
oksidasi dapat menyebabkan berkembangnya
asam-organik dan unsur-unsur karbon.
6. Pour-Point Depressant untuk menjaga agar oli
tetap mengalir pada suhu rendah. Oli berbahan
baku minyak mengandung lilin yang akan
mengkristal pada suhu rendah. Depressant
mencegah terbentuknya kristal tersebut.
7. Viscosity Improver mencegah oli agar tidak
menjadi terlalu encer/tipis pada suhu tinggi.

Total Base Number Oil additive yang ditemui adalah Total Base Number atau
TBN. TBN dihasilkan dengan menambahkan unsur alkali
kedalam oli. Makin banyak alkaline agent, nilai TBN
akan semakin tinggi dan semakin banyak pula asam yang
bisa dinetralkan.

Sulfur
Banyaknya aditif alkaline pada oli ditunjukkan dengan
Total Base Number atau TBN. Bahan bakar diesel
mengandung sulfur. Saat bahan bakar terbakar, sulfurnya
akan menghasilkan asam, yang akan mencemari oli.

Menetralkan Sulfur
Alkalinity agent digunakan untuk menetralkan asam
sehingga dapat mencegah terjadinya karat yang disebab-
kan oleh asam sulfur. Nilai TBN pada oli menjelaskan
seberapa baik dia menetralkan asam. Karena jenis bahan
bakar yang berbeda memuat kandungan sulfur yang
berbeda pula, maka sangat penting untuk memakai oli
dengan nilai TBN tinggi. Untuk ini, bacalah buku petun-
juknya dengan benar.

Dasar Dasar Diesel Engine 59


Sistem Pelumasan

Umur Aditif Oli Additive pada oli lama-lama akan berkurang, dan
kemampuan oli untuk melumasi juga akan menurun. Jika
oli tidak diganti, additifnya lama-lama akan habis sama
sekali dan endapan kotoran akan terbentuk.

Dasar Dasar Diesel Engine 60


Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang

Sistem Pemasukan dan Pengeluaran Udara

Bagian ini akan menerangkan mengenai komponen-


komponen yang ada di dalam Sistem Pemasukan dan
Pembuangan Udara dan mengenali fungsi dan cara kerja-
nya masing-masing.
Anda juga akan diperkenalkan dengan berbagai macam
sistem pemasukan dan pendinginan udara, termasuk NA,
T, TA, ATTAC, JWAC, dan SCAC.

Tujuan Diesel engine membutuhkan banyak udara untuk mem-


bakar bahan bakar. Sistem Pemasukan Udara harus
mampu menyediakan udara bersih yang cukup untuk
pembakaran, sementara sistem pembuangannya harus
mampu membuang panas dan gas hasil pembakaran.
Aliran udara yang tidak mencukupi pada sistem akan
mengurangi performa engine.

Dasar Dasar Diesel Engine 61


Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang

Komponen Umumnya sistem pemasukan dan pembuangan udara


meliputi :
1. Precleaner (1),
2. Air Filter (2),
3. Turbocharger (3),
4. Intake Manifold (4),
5. Aftercooler (5),
6. Exhaust Manifold (6),
7. Exhaust stack (7),
8. Muffler (8) dan
9. Pipa penghubung.

Agar bisa bekerja dan mengatasi masalah dengan sem-


purna, Anda harus mengerti tentang aliran udara yang
masuk ke dalam sistem, fungsi dari setiap komponen
yang terlibat di dalamnya dan cara kerja komponen-
komponen tersebut.

Dasar Dasar Diesel Engine 62


Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang

Precleaner
Precleaner sering digunakan oleh sistem udara pada
diesel engine. Precleaner menyaring partikel-partikel
yang besar dan berat pada udara. Udara bersih sangatlah
penting untuk menjaga performa sebuah engine. Kotoran
bisa mempercepat keausan dan kerusakan pada
komponen.

Saringan Udara (Air Filter)


Udara meninggalkan precleaner dan masuk ke saringan
udara. Saringan udara menahan butiran kotoran yang
lebih kecil. Udara bersih sangatlah penting untuk
menjaga performa sebuah engine. Kotoran bisa
mempercepat keausan dan kerusakan pada komponen.
Saringan ini berada di dalam air filter housing.

Turbocharger
Dari filter, udara masuk ke turbocharger yang berfungsi:
1. Membantu mempertahankan tenaga engine saat
beroperasi pada daerah yang tinggi.
2. Menambah horsepower.

Dengan menggunakan Turbocharger, udara yang masuk


ke ruang bakar akan lebih banyak.

Desain Turbocharger
Turbocharger terdiri dari dua bagian:
1. Sisi udara masuk disebut Compressor.
2. Sisi udara keluar disebut Turbine.

Gas buang dari exhaust manifold memutar turbine pada


turbocharger.

Cara Kerja Turbocharger


Gas buang memutarkan turbine. Karena compressor dan
turbine berada dalam satu shaft, compressor juga ikut
berputar. Makin cepat putaran compressor, makin
banyak udara yang masuk ke dalam sistem udara,
menambah tekanan udara dan kerapatannya (density).
Peningkatan tekanan udara ini disebut boost.

Dasar Dasar Diesel Engine 63


Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang

Waste Gate
Beberapa jenis turbocharger dilengkapi dengan Waste
gate. Jika tekanan boost lebih tinggi dari semestinya,
waste gate akan membuka untuk membuang udara agar
tidak melewati turbine. Aliran gas buang yang telah
berkurang ini akan memperlambat putaran turbine dan
compressor, serta mengontrol tekanan boost.

Aftercooler
Turbocharger memasukan lebih banyak udara untuk
meningkatkan pembakaran. Saat tekanannya naik, udara
akan menjadi panas dan mengembang sehingga kerapat-
annya menjadi berkurang. Artinya, udara tidak akan
mencukupi untuk suatu pembakaran pada fuel setting
yang lebih tinggi. Karenanya pada sebagian turboc-
harged engine digunakan aftercooler untuk menurunkan
suhu udara yang akan masuk ke ruang bakar. Turbo-
charger menaikkan suhu udara sampai sekitar 3000 F.

Keuntungan Aftercooler
Udara yang dingin akan menjadi semakin rapat. Artinya,
akan ada lebih banyak udara yang masuk ke setiap
cylinder.

Lokasi Aftercooler
Sesuai namanya, Aftercooler berfungsi untuk mendingin-
kan udara setelah keluar dari turbocharger. Beberapa
afetrcooler terletak antara turbocharger dan inlet
manifold. Ada pula yang terletak di dalam intake
manifold.

Intake Manifold
Dari aftercooler, udara mengalir ke dalam intake
manifold dan kemudian menuju intake valve port pada
setiap cylinder. Intake manifold dipasang pada cylinder
head.

Dasar Dasar Diesel Engine 64


Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang

Exhaust Manifold
Udara masuk ke ruang pembakaran dimana udara
tersebut akan dibakar. Gas hasil pembakaran keluar dari
exhaust port dan masuk ke exhaust manifold. Exhaust
manifold dipasang pada cylinder head dan berada di atas
exhaust port.

Muffler
Dari turbocharger, gas buang disalurkan melalui muffler
dan exhaust stack. Muffler akan meredam suara dan
membuat machine tidak berisik.

Exhaust Stack
Pada beberapa machine, setelah gas buang melewati
muffler, gas tersebut akan masuk ke exhaust stack.
Exhaust stack mengarahkan gas buang tersebut menjauhi
operator. Setelah itu gas sisa pembakaran dilepaskan ke
atmosfer.

Dasar Dasar Diesel Engine 65


Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang

Jenis-jenis Sistem Pemasukan Udara

Ada beberapa jenis sistem pemasukan udara:


1. Naturally Aspirated (NA)
2. Turbocharged (T)
3. Turbocharged Aftercooled (TA)

Naturally Aspirated (NA) System


Sistem pemasukan udara yang tidak mempunyai
turbocharger atau aftercooler dikenal sebagai sistem
"naturally aspirated" atau sistem pemasukan udara
"NA".

Turbocharged (T) System


Beberapa sistem pemasukan dan pembuangan udara
memiliki turbocharger tapi tidak dilengkapi dengan
aftercooler. Dan disebut sistem Turbocharged atau
disingkat "T".

Dasar Dasar Diesel Engine 66


Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang

Turbocharged Aftercooled (TA) System


Salah satu sistem pemasukan udara yang paling umum
adalah sistem "Turbocharged Aftercooled" atau dikenal
juga sebagai sistem "TA." Sistem ini punya turbocharger
dan aftercooler, dengan barbagai variasi jenis aftercooler
yang bisa dipakai.

Dasar Dasar Diesel Engine 67


Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang

Sistem Aftercooled

Ada beberapa tipe atau jenis sistem Aftercooled, yaitu :


1. Jacket water aftercooled.
2. Air to air aftercooled, dan
3. Separate circuit aftercooled.

Jacket Water Aftercooled (JWAC) System


Jacket water aftercooled menggunakan engine coolant
untuk mendinginkan udara masuk. Aftercooler housing
berada dalam intake manifold. Air pendingin Engine
digunakan untuk menurunkan suhu udara masuk,
sebelum udara tersebut mencapai intake manifold. Sistem
JWAC banyak digunakan pada alat berat.

Air To Air Aftercooled (ATAAC) System


Beberapa sistem pemasukan udara memanfaatkan udara
luar untuk mendinginkan udara yang akan masuk ke
ruang bakar. Sistem ini disebut "Air to Air Aftercooled,"
atau "ATAAC." Bentuk aftercooler mirip sebuah radiator
kecil yang dipasang di depan radiator. Udara mengalir
melewati aftercooler dan mendinginkan udara masuk
yang panas.

Separate Circuit After Cooled (SCAC) System


Separate Circuit Aftercooled" atau SCAC banyak di-
temukan pada aplikasi marine dan off highway truck. Air
mendinginkan udara masuk, namun air pendingin yang
digunakan untuk aftercooler berbeda dengan air yang
digunakan untuk mendinginkan engine berbeda. Sistem
SCAC mempunyai pendingin, water pump dan suplai air
tersendiri.

Dasar Dasar Diesel Engine 68


Sistem Bahan Bakar

Sistem Bahan Bakar

Bagian ini akan menerangkan tujuan sistem bahan bakar


dan cara kerjanya. Anda akan belajar mengenali kompo-
nen-komponen yang digunakan untuk Pump & Line
System, serta Electronic Unit Injection System, dan me-
ngetahui fungsi dari setiap komponen tersebut. Anda
juga akan mampu menelusuri aliran bahan bakar di
seluruh sistem.

Tujuan Jumlah bahan bakar yang dibakar oleh engine berhu-


bungan langsung dengan jumlah horsepower dan torque
yang dihasilkan. Secara umum, makin banyak bahan
bakar yang diterima engine, makin besar pula torque
yang tersedia pada flywheel. Sistem bahan bakar mengi-
rimkan bahan bakar yang bersih pada saat dan jumlah
yang tepat, untuk memenuhi kebutuhan horsepower dari
engine. Komponen-komponen pada sistem bahan bakar
akan menyesuaikan pengiriman bahan bakar dengan
kebutuhan tenaga dengan cara merubah berapa banyak
dan kapan bahan bakar yang harus disemprotkan. Fungsi
ini ditangani oleh jantung dari sistem bahan bakar
tersebut, yaitu Fuel Injection Pump.
Ada dua sistem yang digunakan oleh Caterpillar dalam
hal ini, yaitu :
1. Pump & Lines System, serta
2. Electronic Unit Injection System.

Dasar Dasar Diesel Engine 69


Sistem Bahan Bakar

Pump & Line Fuel System

Komponen Komponen Pump & Line Fuel System meliputi:


1. Fuel Tank (Tangki bahan bakar)
2. Fuel Filter (Saringan bahan bakar)
3. Fuel Transfer Pump
4. Fuel Injection Pump
5. Governor
6. Timing Advance
7. Fuel Ratio Control
8. High Pressure Fuel Lines (Saluran bahan bakar
bertekanan tinggi)
9. Low Pressure Fuel Lines (Saluran bahan bakar
bertekanan rendah)
10. Nozzle
11. Return Line

Dasar Dasar Diesel Engine 70


Sistem Bahan Bakar

Tangki bahan Bakar


Tangki bahan bakar menyimpan bahan bakar dan tersedia
dalam berbagai ukuran.
Anda bisa menemukan lokasi tangki bahan bakar di
berbagai posisi pada machine, tergantung aplikasinya.

Aliran Bahan Bakar


Bahan bakar mulai mengalir saat Anda memutar kunci
kontak untuk menghidupkan engine. Pada saat itu, ada
solenoid yang diaktifkan/dikirim arus dan memungkin-
kan bahan bakar untuk mengalir dari transfer pump ke
injection pump.

Primary Fuel Filter


Fuel transfer pump menghisap bahan bakar dari tangki
melalui primary fuel filter. Primary fuel filter ini akan
menyaring kotoran-kotoran yang besar dari bahan bakar.

Water Separator
Beberapa sistem bahan bakar juga memiliki water
separator yang membereskan kondensasi atau bagian air
yang terperangkap. Air di dalam bahan bakar bisa me-
nimbulkan kerusakan serius terhadap engine.

Fuel Transfer Pump


Dari primary fuel filter, bahan bakar masuk ke transfer
pump. Transfer pump mengalirkannya ke sistem bahan
bakar yang bertekanan rendah.
Tujuan utama transfer pump adalah menjaga tersedianya
bahan bakar yang bersih pada injection pump.

Dasar Dasar Diesel Engine 71


Sistem Bahan Bakar

Final Fuel Filter


Bahan bakar keluar dari transfer pump dan masuk ke
secondary atau final fuel filter. Saringan ini menyaring
partikel-partikel kecil dan contaminant dari bahan bakar,
yang bisa merusak nozzle atau injector. Final fuel filter
terletak antara transfer pump dan injection pump
housing.

Final Filter Tidak mempunyai Bypass Valve


Tidak seperti saringan oli, saringan bahan bakar tidak
dilengkapi dengan bypass valve. Jika saringan ini
tersumbat, aliran bahan bakar akan berhenti dan engine
tidak akan hidup. Hal ini untuk menjaga agar bahan
bakar yang kotor tidak masuk kedalam runag bakar
engine.

Priming Pump
Kebanyakan fuel priming pump menempel pada bagian
atas final fuel filter. Anda bisa menggunakan pompa ini
untuk membuang angin setelah melakukan perbaikan
pada fuel pump housing. Pompa ini juga digunakan untuk
mengisi sistem bahan bakar setelah mengganti saringan
bahan bakar.

Fuel Injection Pump Housing


Dari final filter bahan bakar mengalir menuju fuel gallery
di dalam injection pump housing. Injection pump
berguna untuk menaikkan tekanan bahan bakar. Injection
Pump Housing biasanya terletak di dekat bagian depan
engine, karena pompa ini digerakkan oleh camshaft gear.
Pada housing ini juga dipasang timing advance unit,
mechanical governor dan fuel ratio control.

Saluran Bahan Bakar Bertekanan Tinggi


Pada pump & line fuel system, saluran bahan bakar
bertekanan tinggi dipasang untuk menghubungkan fuel
injection pump dengan nozzle.

Jumlah bahan bakar yang tepat akan mengalir melalui


saluran bahan bakar bertekanan tinggi ini ke fuel nozzle.

Dasar Dasar Diesel Engine 72


Sistem Bahan Bakar

Nozzle
Bahan bakar mengalir melalui saluran bahan bakar ber-
tekanan tinggi menuju nozzle yang terletak pada cylinder
head.

Fungsi nozzle adalah untuk mengabutkan bahan bakar.

Cara Kerja Nozzle


Nozzle mempunyai valve yang membuka pada saat
tekanan bahan bakar cukup tinggi. Ketika valve mem-
buka, bahan bakar dikabutkan dan disemprotkan ke
dalam ruang pembakaran. Pada akhir penyemprotan,
tekanan akan turun secara drastis dan menyebabkan
valve-nya menutup kembali.

Fuel Return Line


Tidak semua bahan bakar yang tersedia dalam fuel
injection pump disemprotkan kedalam ruang bakar.
Sebagian fuel ini dikembalikan ke tangki melalui return
line.
Sistem bahan bakar tidak akan bekerja dengan benar
tanpa adanya fuel return line.

Return line berfungsi untuk:


1. Mengarahkan sisa bahan bakar kembali ke tangki
2. Membuang udara dari bahan bakar
3. Mendinginkan bahan bakar dengan mengalirkan-
nya terus-menerus

Fuel Shut Off


Setiap sistem bahan bakar memiliki metode untuk meng-
hentikan atau mengalirkan bahan bakar kedalam sistem
secara elektronis ataupun secara manual.

Dasar Dasar Diesel Engine 73


Sistem Bahan Bakar

Electronic Unit Injection System

Sistem Electronic Unit Injection (EUI) menggunakan


beberapa komponen yang sama seperti yang dipakai oleh
sistem Pump & Line.
Sistem EUI menggunakan :
1) Fuel Tank,
2) Primary Fuel Filter,
3) Fuel Transfer Pump,
4) Secondary Fuel Filter, dan
5) Return Line.

Perbedaan antara sistem EUI dengan sistem Pump &


Line terletak pada Fuel Injection Pump.

Electronic Unit Injector


Fuel injection pump, saluran tekanan tinggi dan nozzle
diganti dengan sebuah komponen bernama unit injector.
Electronic unit injector dipasang di dalam cylinder head.
Bahan bakar dari manifold masuk ke injector, yang
mengukur, menaikkan tekanan dan menyemprotkan fuel.
Electronic unit injector bisa dikenali dengan adanya
solenoid yang terpasang di bagian atas injector-nya.

Electronic Control Module


Pada sistem EUI, mechanical governor, timing advance,
dan fuel ratio control diganti dengan elektronik. Sistem
EUI menggunakan Electronic Control Module (ECM)
untuk menampung informasi elektronik dan program.

Dasar Dasar Diesel Engine 74


Sistem Bahan Bakar

Desain Ruang Pembakaran

Desain ruang pembakaran mempengaruhi efisiensi bahan


bakar dan performa engine. Desain piston dan metode
yang dipakai untuk menyemprotkan bahan bakar ke
dalam cylinder menentukan seberapa cepat dan sempur-
nanya bahan bakar itu terbakar.
Pada sistem Pump & Line, ada dua jenis desain ruang
pembakaran :
(1) Precombustion Chamber atau PC dan
(2) Direct Injection atau DI.

Untuk sistem bahan bakar EUI hanya ada satu jenis


ruang pembakaran, yaitu Direct Injection.

Direct Injection - DI
Direct injection combustion chamber menyemprotkan
bahan bakar secara langsung ke cylinder head melalui
fuel nozzle.

Precombustion Chamber
Pada sistem PC, nozzle menyemprotkan bahan bakar ke
ruang muka (precombustion chamber) dimana sebagian
bahan bakar akan terbakar. Tenaga hasil pembakarannya
akan memaksa bahan bakar yang tersisa untuk masuk ke
dalam ruang pembakaran utama, dimana pembakaran
sepenuhnya terjadi. Beberapa engine menggunakan glow
plug untuk memanaskan udara sebelum menghidupkan
engine.

Dasar Dasar Diesel Engine 75


Sistem Bahan Bakar

Piston PC
Untuk mencegah agar bagian atas piston tidak berlubang,
piston PC dilengkapi dengan heat plug terbuat dari besi
yang terletak di bagian permukaan tengah piston.

Dasar Dasar Diesel Engine 76


Konsep Penyemprotan Bahan Bakar

Konsep Penyemprotan Bahan Bakar

Bagian ini akan menerangkan bagaimana cara kerja dari


Fuel Injection Pump, Governor dan Automatic Timing
Advance Unit. Anda akan mempelajari kelebihan Unit
Injection System dan mengerti arti istilah low-idle speed,
high-idle speed, overspeed, full load speed dan lug.

Topik ini akan membahas 2 (dua) metode dasar fuel


injection :
1. Mechanical System (sebelah kiri) yang mengguna-
kan Governor, Timing Advance Unit dan Fuel Ratio
Control,
2. Electronic Unit Injection System (sebelah kanan).

Pada diesel engine, bahan bakar disemprotkan pada akhir


langkah kompresi, sebelum piston mencapai Titik Mati
Atas. Prinsip dasarnya adalah bahwa bahan bakar dengan
jumlah tertentu harus disemprotkan pada saat yang tepat
untuk mendapatkan horsepower yang optimal dari
engine.

Dasar Dasar Diesel Engine 77


Konsep Penyemprotan Bahan Bakar

Burn Window Bahan bakar membutuhkan waktu untuk terbakar sampai


habis.
Pada akhir langkah kompresi, jumlah bahan bakar yang
tepat harus disemprotkan pada saat yang tepat pula agar
dapat terbakar sempurna. Ini disebut juga (1) burn
window dan diukur dalam satuan derajat putaran
crankshaft. Derajat putaran berarti besarnya derajat
putaran crankshaft pada saat bahan bakar disemprotkan.
Burn window ditentukan mulai dari awal bahan bakar
mulai disemprotkan, atau timing, dan lamanya (duration)
proses penyemprotan itu terjadi. Baik (2) timing dan (3)
duration diukur dalam derajat putaran crankshaft.

Dasar Dasar Diesel Engine 78


Konsep Penyemprotan Bahan Bakar

Komponen-komponen Pada sistem mekanis bahan bakar, (1) Fuel Injection


Sistem Mekanis Pump, (2) Timing Advance, (3) Governor, dan (4) Fuel
Ratio Control bekerja sama untuk mengontrol proses pe-
nyemprotan bahan bakar. Komponen-komponen tersebut
berpengaruh langsung terhadap performa engine. Saat
beban dan kecepatan engine berubah, sejumlah bahan
bakar tertentu harus disemprotkan pada waktu tertentu
pula untuk menjaga burn window yang tepat. Timing
Advance Unit mengontrol kapan bahan bakar mulai
disemprotkan dan Governor mengontrol seberapa lama
dan seberapa banyak bahan bakar yang harus dikirim ke
engine.

Dasar Dasar Diesel Engine 79


Konsep Penyemprotan Bahan Bakar

Fuel Injection Pump Injection pump adalah jantung dari sistem bahan bakar.
Pemahaman terhadap cara kerja pompa sangat penting.
Dalam sistem Pump & Line, injection pump terdiri dari :
plunger (1) dan barrel (2). Plunger bergerak naik-turun
mengikuti gerakan camshaft fuel injection pump. Bahan
bakar bertekanan rendah di sepanjang gallery (3)
mengalir ke dan dari barrel melalui port (4). Plunger
memiliki groove atau scroll (5). Ketika scroll-nya berada
segaris dengan port, maka bahan bakar akan mengalir
dari inlet port melalui chamber (6), terus ke outlet port.

Awal Penyemprotan Bahan Bakar


Jika scroll menutup port, bahan bakar di ruang pemba-
karan akan terperangkap dan terdorong ke nozzle. Inilah
saat dimana penyemprotan bahan bakar dimulai dan
disebut sebagai injection timing dan dikontrol dengan
merubah posisi camshaft fuel injection pump. Inilah awal
dari burn window.

Fuel Injection Duration


Penyemprotan terjadi sewaktu port tertutup oleh scroll.
Lama waktu tertutupnya port tersebut dinamakan
duration (1). Makin lama duration-nya, makin banyak
pula bahan bakar yang disemprotkan. Duration dikontrol
oleh gerakan plunger. Putaran plunger akan merubah
posisi scroll diantara port-port tersebut. Port bisa tertu-
tup lebih cepat (fuel off) atau terbuka lebih lama (fuel
on).

Dasar Dasar Diesel Engine 80


Konsep Penyemprotan Bahan Bakar

Governor dan Rack


Lamanya penyemprotan bahan bakar diatur oleh
governor dan rack. Semua fuel pump berhubungan
dengan governor melalui fuel control rack. Ketika engine
membutuhkan lebih banyak bahan bakar, hanya dapat
diperoleh jika duration penyemprotannya meningkat.
Kebutuhan akan bahan bakar ini dirasakan oleh governor
dan governor akan menggerakkan rack.

Fuel Control Rack


Rack adalah sebuah gear lurus yang terhubung pada
gear-gear di setiap plunger. Bila rack digerakkan maka
akan menyebabkan plunger berputar.

Posisi Scroll
Gerakan putar Plunger pada lubangnya, akan merubah
posisi scroll yang akan menutup port lebih lama sehing-
ga duration-nya menjadi naik. Ini dibaca sebagai posisi
FUEL ON (1). Seiring dengan berkurangnya kebutuhan
akan bahan bakar, rack bergerak ke posisi FUEL OFF (2)
dan port membuka lebih cepat.

Cara Kerja Mechanical Governor


Mechanical governor menggunakan sistem flyweight dan
spring untuk menggerakkan control rack. Spring selalu
berusaha untuk menggerakkan rack ke posisi Fuel On,
sementara flyweight justru sebaliknya. Saat gaya
keduanya seimbang, engine beroperasi pada rpm yang
stabil/konstan.

Governor Mengontrol Fuel Delivery


Fuel delivery mempengaruhi kecepatan dan output
horsepower pada engine. Penambahan fuel delivery akan
meningkatkan output engine. Governor mengatur fuel
delivery untuk mengontrol agar kecepatan engine tetap
berada di antara setting rpm untuk low idle atau high idle.
Governor biasanya terletak di belakang Fuel Injection
Pump.

Dasar Dasar Diesel Engine 81


Konsep Penyemprotan Bahan Bakar

Timing Advance
Saat beban dan kecepatan engine berubah, bahan bakar
harus disemprotkan pada waktu yang berbeda untuk
menjaga ketepatan waktu pembakaran. Jika kecepatan
engine meningkat, bahan bakar harus segera disemprot-
kan. Hal ini disebut "timing advance." Jika kecepatan
engine pelan, bahan bakar harus disemprotkan lebih
lambat (timing retard).

Timing Advance Unit


Timing advance unit mempercepat (advance) atau mem-
perlambat (retard) waktu penyemprotan bahan bakar
dengan cara merubah putaran camshaft fuel injection
pump. Timing (awal) penyemprotan bahan bakar bisa
dipercepat atau diperlambat. Advance timing berarti
bahan bakar disemprotkan lebih cepat sedangkan retard
timing berarti bahan bakar disemprotkan lebih lambat.

Fuel Ratio Control


Sistem bahan bakar tidak bisa bekerja secara terpisah
dari sistem engine lainnya, khususnya sistem pemasukan
udara. Bahan bakar tidak akan terbakar dengan sempurna
bila udaranya kurang. Fuel Ratio Control memastikan
jumlah bahan bakar yang cukup untuk disemprotkan,
disesuaikan dengan jumlah udara yang ada di dalam
cylinder. Fuel Ratio Control merasakan boost pressure
dan akan mencegah governor untuk menambah jumlah
bahan bakar sebelum udaranya cukup. Hal ini membantu
mengontrol emisi dan meningkatkan efisiensi bahan
bakar. Fuel Ratio Control terletak pada Governor.

Dasar Dasar Diesel Engine 82


Konsep Penyemprotan Bahan Bakar

Electronic Unit Injection Sistem

Pada sistem EUI, komponen-komponen seperti rack,


mechanical governor, timing advance dan fuel ratio
control telah digantikan oleh Electronic Control Module
(ECM) dengan beberapa Solenoid dan Sensor.

Timing Wheel dan Sensor


Pada mekanisme timing advance, timing wheel dan
sensor memonitor kecepatan engine secara otomatis.

EUI Electronic
Semua fungsi dari komponen mekanis dilakukan secara
elektronik agar memberikan keakuratan yang tinggi dan
bisa diandalkan. ECM bisa mengetahui kecepatan dan
beban engine untuk kemudian mengatur timing dan
duration-nya secara otomatis.

Keuntungan Electronic Unit Injection


Keuntungan sistem electronic unit injection yaitu :
1. Tekanan penyemprotan bahan bakar yang tinggi
2. Pola semprot yang lebih teratur
3. Pengabutan molekul bahan bakar yang lebih baik
4. Pembakaran yang lebih baik
5. Efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi
6. Emisi lebih rendah
7. Lebih bisa diandalkan

Dasar Dasar Diesel Engine 83


Konsep Penyemprotan Bahan Bakar
Istilah

Selama engine beroperasi yang sebenarnya, engine selalu


bekerja dengan beban. Governor memastikan apakah
rpm engine sudah benar untuk beban tersebut dengan
menggerakkan rack ke posisi FUEL ON atau FUEL OFF
agar rpm-nya tepat. Mekanisme timing advance meman-
tau peningkatan atau penurunan rpm, lalu merubah
timing penyemprotan bahan bakar untuk memulai burn
window pada saat yang tepat.

Low Idle Speed


Low idle adalah kecepatan terrendah engine saat tidak
dibebani. Fuel injection pump berada pada posisi me-
nyuplai bahan bakar dalam jumlah minimum.

High Idle Speed


High idle adalah kecepatan rpm maksimum yang diijin-
kan pada engine dalam kondisi tanpa beban.

Dasar Dasar Diesel Engine 84


Konsep Penyemprotan Bahan Bakar

Rated Speed
Semua diesel engine diberi batasan rpm (rating) yang
disebut Full Load pada rated speed, yang merupakan
rpm dimana engine menghasilkan rated horsepower
ketika beban penuh. Jika engine diberi beban, maka gaya
flyweight dan spring pada governor akan seimbang
sehingga rpm engine akan konstan

Overspeed
Kadang engine dioperasikan sedemikian rupa sehingga
rpm yang terjadi melebihi rpm high idle. Governor tidak
akan menambah suplai bahan bakar tapi engine masih
berada dalam keadaan high idle speed. Hal ini disebut
overspeed atau overrun, dan biasanya disebabkan oleh
kesalahan pengoperasian.

Lug
Kadang engine diberi beban berlebihan, sampai-sampai
meskipun governor menggerakkan rack ke posisi FUEL
ON, rpm-nya tetap tidak meningkat. Ini disebut lug
operation. Pada keadaan ini, governor tidak mampu
menyesuaikan kebutuhan horsepower karena tidak ada
lagi bahan bakar yang tersedia.

Dasar Dasar Diesel Engine 85


Bahan Bakar Diesel

Bahan Bakar Diesel

Bagian ini akan menerangkan mengenai Specific Gravity,


Kekentalan (Viscosity), Cloud Point, Sulfur dan unsur
contaminant pada bahan bakar.
Anda juga akan memahami apa itu Cetane Index dan apa
pengaruhnya terhadap pembakaran.

Bahan bakar menghasilkan tenaga bagi diesel engine saat


dikabutkan dan bercampur dengan udara di dalam ruang
pembakaran. Tekanan yang dihasilkan dari gerakan
piston di dalam cylinder menyebabkan suhu naik secara
drastis. Ketika bahan bakar disemprotkan, campuran
bahan bakar dengan udara akan terbakar dan meng-
hasilkan tenaga/gaya pada engine. Bahan bakar yang
bagus akan terbakar sempurna tanpa meninggalkan
residu atau asap. Bagaimanapun harus diakui bahwa
tidak ada bahan bakar yang sempurna.

Kualitas bahan bakar mempengaruhi performa dan


perawatan pada setiap diesel engine. Penting sekali untuk
mengerti tentang unsur-unsur dasar bahan bakar untuk
menentukan kualitas bahan bakar itu sendiri. Ini berpe-
ngaruh pada proses kerja diesel engine dan penanganan
bahan bakar dan sistem yang bersangkutan

Specific Gravity Yang dimaksud dengan specific gravity dari bahan bakar
diesel engine adalah berat bahan bakar dibandingkan
dengan berat air pada volume dan suhu yang sama.
Makin tinggi nilai specific gravity, makin berat pula
bahan bakar tersebut. Bahan bakar yang berat mem-
punyai energi/tenaga yang lebih besar yang dapat diman-
faatkan oleh engine.
Dasar Dasar Diesel Engine 86
Bahan Bakar Diesel

Skala API
Specific gravity bisa diukur berdasarkan skala American
Petroleum Institute (API). Skala API berbanding terbalik
dengan specific gravity-nya. Makin tinggi nilai API,
bahan bakar tersebut makin ringan. Bahan bakar dengan
nilai API yang rendah akan memberikan horsepower
yang lebih besar. Caterpillar menyarankan penggunaan
bahan bakar dengan derajat API minimum 35.
Kerosin memiliki nilai derajat API antara 40 - 44.
Kolom 1 dan 2 menjelaskan specific gravity sebagai
berikut:
(1) mengukur derajat API pada 150 C (600 F)
(2) mengukur specific gravity pada 150 C (600 F),
Dan kolom 3 menjelaskan kerapatan (density) dengan
satuan pound per galon

Kekentalan (viscosity) Kekentalan adalah ukuran kemampuan suatu cairan


untuk mengalir. Kekentalan yang tinggi berarti bahan
bakarnya kental dan tidak bisa mengalir dengan mudah.
Bahan bakar dengan kekentalan yang tidak tepat baik
terlalu kental atau terlalu encer - bisa menyebabkan keru-
sakan pada engine.

Cloud Point
Cloud point adalah suhu dimana mulai terjadinya sema-
cam awan atau kabut pada fuel. Hal ini disebabkan oleh
suhu yang turun sampai di bawah titik leleh lilin atau
parafin yang terdapat pada fuel dan terjadi secara alami-
ah. Cloud point fuel harus berada di bawah titik terendah
udara luar untuk mencegah agar fuel filter tidak ter-
sumbat. Cloud point ditentukan oleh proses penyulingan.

Sulfur
Sulfur adalah elemen yang terdapat secara alamiah di
dalam bahan bakar baku. Anda harus waspada terhadap
kandungan sulfur pada bahan bakar anda. Sulfur yang
lebih dari 0.5% bisa mengurangi umur engine secara
drastic.
Pembentukan Asam Sulfur
Ketika bahan bakar diesel yang mengandung sulfur
dibakar di ruang pembakaran, oksidasi sulfur akan ter-
bentuk dan bereaksi dengan uap air sehingga menghasil-
kan asam sulfur. Jika asam sulfur ini menjadi padat,
secara kimiawi mereka akan menyerang permukaan besi
pada valve guide, cylinder liner dan mempengaruhi
bearing.
Dasar Dasar Diesel Engine 87
Bahan Bakar Diesel

Membatasi Terbentuknya Asam Sulfur


Untuk membatasi terbentunya asam sulfur, Anda bisa
melakukan hal-hal seperti:
1. Menjaga suhu engine di atas 1750 F atau 800 C,
untuk mengurangi proses kondensasi.
2. Menggunakan oli dengan nilai TBN yang cukup
untuk mencegah pembentukan asam sulfur.

Cetane Index
Cetane Index adalah ukuran kualitas pembakaran bahan
bakar yang akan mempengaruhi proses saat menghidup-
kan engine dan akselerasinya. Makin tinggi nilai Cetane-
nya, bahan bakar makin mudah terbakar. Cetane dihitung
berdasarkan index. Caterpillar menyarankan nilai Cetane
35 untuk Precombustion Chamber (PC) engine dan 40
untuk Direct Injection (DI) engine.

Pengaruh Nilai Cetane yang Rendah


Bahan bakar dengan nilai cetane yang rendah bisa me-
nyebabkan:
1. Keterlambatan penyalaan, kesulitan menghidup-
kan engine dan engine knocking.
2. Penggunaan bahan bakar yang tidak efisien,
kehilangan tenaga dan kadang-kadang kerusakan
engine.
3. Asap putih dan bau tertentu jika di-starter selama
cuaca/musim dingin.

Additif Cetane improver seringkali bisa mengatasi


timbulnya asap putih pada saat engine start-up di musim
dingin.

Kontaminasi Air Adanya contaminant pada bahan bakar sangat mempe-


ngaruhi performa engine. Contaminant adalah elemen
asing yang terdapat dalam bahan bakar dan akan menim-
bulkan banyak masalah. Yang paling umum adalah air
dan sedimen atau endapan. Air bisa menjadi contaminant
apabila:
1. Masuk ke dalam bahan bakar pada saat pengapal-
an/pengiriman.
2. Terjadi kondensasi.

Masuknya air ke dalam bahan bakar bisa menimbulkan:


1. Kerusakan pada fuel pump, karena bahan bakar
juga digunakan untuk melumasi pompa.

Dasar Dasar Diesel Engine 88


Bahan Bakar Diesel

Kontaminasi Sedimen/ Sedimen berisi unsur-unsur seperti:


Endapan 1. Karat
2. Kerak
3. Ampas las
4. Kotoran
5. Kotoran lain yang sering masuk ke tangki bahan
bakar dan menimbulkan masalah.

Sebaiknya semua bahan bakar disaring terlebih dahulu


oleh primary dan secondary fuel filter yang terdapat pada
engine.

Dasar Dasar Diesel Engine 89


Starting System

Starting System

Setelah menyelesaikan bagian ini diharapkan mampu


untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kegunaan dari
masing-masing komponen pada Starting System.
Disamping itu juga anda diharapkan dapat mengenali
cara kerja atau sistem operasi dari sistem ini.

Setiap Caterpillar machine memiliki starting system


untuk menghidupkan engine-nya. Starting System meru-
bah energi listrik dari battery menjadi energi mekanis
pada starting motor untuk menghidupkan engine

Dasar Dasar Diesel Engine 90


Starting System

Komponen Starting System

Berikut ini adalah penjelasan dari nama-nama komponen


pada starting system dan kegunaanya.
Perhatikan gambar diatas, merupakan symbol dari kompo
nen yang akan dijelaskan beriku ini :
1. Battery Disconnect Switch
2. Battery
3. Circuit Breaker
4. Key Start Switch
5. Relay
6. Starter Solenoid
7. Connector
8. Wiring Harness

Dasar Dasar Diesel Engine 91


Starting System

Battery Disconnect Switch

Battery disconnect switch memungkinkan kita untuk


secara manual memutuskan hubungan antara battery
dengan rangkaian listrik machine pada saat tidak
diperlukan. Pada posisi OFF, rangkaian listrik terbuka/ter
putus sehingga tidak ada arus listrik dari battery menuju
ke machine

Kegunaan Caterpillar battery disconnect switch antara


lain :
Mengamankan machine dan semua sistem kelistrik-
annya dari pengoperasian orang yang tidak ber-
wenang.
Mengurangi slow battery discharge yang disebabkan
oleh peralatan elektris pada machine. Bila machine
tidak akan dioperasikan lebih dari satu bulan,
disconnect switch harus di posisi OFF
Cara cepat dan nyaman untuk mematikan sistem
kelistrikan alat berat bila terjadi kerusakan pada
sistem

Dasar Dasar Diesel Engine 92


Starting System

Battery

Dua buah battery 12 Volt, dirangkai secara seri mengha-


silkan tegangan sistem nominal 24 Volt untuk menyuplai
arus ke sirkuit pada machine.
Starting circuit membutuhkan arus yang sangat tinggi
pada saat cranking (menghidupkan) engine

Maintenance-free battery Caterpillar menyediakan :


Maintenance intervals (waktu pemeliharaan)
yang cukup lama (yaitu 1000 jam, sedangkan
battery biasa hanya 100 jam)
Memiliki Cold Cranking Ampere (CCA) dan
reserve capacity ratings yang tinggi
Case (rumah) yang tertutup rapat untuk men-
cegah contamination dan meningkatkan kekuatan
case-nya.
Polypropylene case yang ringan untuk ketahanan
terhadap benturan.
PVC atau separator (pemisah) yang terbuat dari
polyethylene untuk ketahanan terhadap getaran
dan perlindungan yang lebih baik terhadap short
antar plate dibanding separator yang terbuat dari
kertas.
Plates terpasang pada base-nya untuk ketahanan
yang lebih baik terhadap getaran

Dasar Dasar Diesel Engine 93


Starting System

Circuit Breaker

Circuit breaker berfungsi untuk membatasi jumlah arus


yang akan mengaliri suatu rangkaian, dalam hal ini
starter motor control circuits. Hal ini dimaksudkan untuk
melindungi harness dan komponen lainnya dari short
circuit.

Caterpillar circuit breaker:


Melindungi wiring dari kerusakan akibat arus
listrik yang berlebihan, meminimalkan biaya dan
waktu perbaikan.
Mentolerir arus tinggi (transient currents) yang
terjadi pada saat menghidupkan motor listrik
Menghilangkan keperluan akan penggantian fuse
dan kemungkinan kerusakan lainnya
Meningkatkan ketangguhan sistem dan mengu-
rangi kerumitan.
Mengembalikan produtifitas machine lebih cepat
daripada menggunakan fuse, dengan adanya
fasilitas resettable pada breaker
Mengurangi kemungkinan mengganti nilai
overcurrent protection seperti yang terjadi
apabila kita mengganti fuse dengan nilai tahanan
yang tidak tepat.

Dasar Dasar Diesel Engine 94


Starting System

Key Start Switch

Key start switch merupakan manual switch yang mampu


mengaktifkan dua sirkuit pada waktu yang bersamaan.
Bila diputar pada posisi tengah atau ON, switch akan
mengaktifkan sirkuit utama. Dan bila diputarkan lebih
jauh lagi yaitu ke posisi START, switch juga akan
mengalirkan arus menuju start relay coil.

Caterpillar key start switch:


Digunakan untuk mengatur start relay untuk
kenyamanan key starting
Memiliki terminal pengatur yang akan ON bila
key switch pada posisi OFF. Ini digunakan oleh
beberapa electronic control yang perlu me-
ngetahui satus posisi key switch

Dasar Dasar Diesel Engine 95


Starting System

Start Relay

Pada saat diaktifkan oleh arus yang mengalir melalui


start relay coil, start relay contacts akan menyambung
dan mengalirkan arus menuju starter solenoid.

Caterpillar start relay menyediakan:


Kemudahan dan kenyamanan proses key starting
Meningkatkan usia pakai key start switch dengan
cara menggunakan arus kecil (untuk mengaktif-
kan relay coil) untuk mengatur arus yang lebih
besar yang akan digunakan untuk starter solenoid

Dasar Dasar Diesel Engine 96


Starting System

Starter Motor & Solenoid

Starter solenoid dipasang pada starter motor. Pertama


kali, solenoid akan mengaktifkan dan menghubungkan
starter motor pinion gear dengan flywheel engine, kemu-
dian mengalirkan arus melalui starter motor untuk memu
tarkan engine. Starter motor merupakan powerful electric
motor yang berfungsi hanya untuk memutarkan engine
pertama kali. Agar mendapatkan tenaga yang diperlukan
untuk memutarkan engine maka diperlukan arus yang
cukup tinggi. Ground motor bergabung dengan starter
solenoid.

Caterpillar starter motor dan solenoid merupakan :


Dirancang untuk menyediakan tenaga yang cukup
untuk memutarkan dan menghidupkan engine
dalam kondisi ekstrim sekalipun.
Dirancang heavy-duty agar dapat bertahan pada
kondisi kerja seperti halnya alat berat

Dasar Dasar Diesel Engine 97


Starting System

Connector

Connector menghubungkan sirkuit antara key start


switch pada ruang operator dengan start relay dan circuit
breaker pada ruang engine.

Connector Caterpillar digunakan untuk :


Mempercepat troubleshooting dan perbaikan
pada sistem listrik dengan adanya disconnect
points
Mempermudah, prosedur machine assembly lebih
logis
Melindungi Pin dan Socket pada Connector dari
lumpur, oli atau contamination lainnya.

Dasar Dasar Diesel Engine 98


Starting System

Wiring Harness

Wiring harness mengarahkan dan memandu aliran lsitrik


menuju komponen-komponen pada sirkuit

Pemilihan ukuran wire (wire gauge) disesuaikan dengan


rating dari fuse atau circuit breaker untuk mencegah
rusaknya wire atau insulation sebelum fuse-nya putus
atau breaker-nya trip.

Disamping itu Caterpillar wiring harness juga membantu


mempercepat dan mempermudah perbaikan dan trouble-
shooting.

Nomor sirkuit di tuliskan pada wire insulation, digabung


dengan warna wire sesuai dengan setiap harness wire
yang terdapat pada electrical schematic

Dasar Dasar Diesel Engine 99


Starting System

Cara Kerja Starting System

Bagian ini akan menjelaskan bagaimana komponen-kom-


ponen pada starting system bekerja bersama-sama untuk
memutarkan engine.

Pada saat key start switch pada posisi OFF, tidak ada arus
yang mengalir pada sirkuit. Bila key start switch diposisi-
kan ke ON, maka akan mengalirkan arus menuju sirkuit.
Hal ini belum mengakibatkan engine berputar. Starting
terjadi bila key start switch ditempatkan pada posisi
START. Pertama, arus mengalir dari battery melalui key
start switch, start relay coil dan kembali ke battery. Arus
yang melalui start relay coil menghasilkan medan
magnet yang akan menyebabkan relay contacts (7 dan 6)
terhubung. Arus lalu dapat mengalir dari battery menuju
starter solenoid coils dan kembali ke battery.

Bila start relay terhubung, arus sebesar 46A mengalir


menuju starter solenoid coils. 6A mengalir menuju hold-
in coil kemudian ke ground. 40A mengalir melalui pull-
in coil menuju ground melalui starter motor winding.
Arus ini menghasilkan magnetic field disekitar starter
solenoid yang akan menggerakkan starter pinion agar
terhubung dengan engine flywheel dan pada saat yang
bersamaan menghubungkan starter solenoid contacts.

Dasar Dasar Diesel Engine 100


Starting System

Proses ini akan menghubungkan starter langsung ke


battery sehingga terdapat tegangan pada kedua ujung
pull-in coil. Arus terus mengalir melalui hold-in coil
untuk mempertahankan magnetic field dan menjaga agar
contacts terhubung terus selama proses cranking

Sekarang arus dapat mengalir dari battery melalui starter


motor, dan proses engine cranking dimulai. Cranking
berlanjut sampai arus menuju starter assembly
diputuskan dengan cara mengembalikan start switch ke
posisi ON.

Melalui urutan proses ini, starting circuit mengalirkan


arus sebesar kira-kira 1A melalui key start switch untuk
mengatur aliran arus cranking sebesar 400A sampai
1200A melalui starter motor.

Dasar Dasar Diesel Engine 101

Common questions

Didukung oleh AI

Pada Direct Injection, bahan bakar disemprotkan langsung ke cylinder head melalui nozzle, menghasilkan respon pembakaran cepat . Sedangkan di Precombustion Chamber, bahan bakar disemprotkan ke ruang muka di mana sebagian terbakar lebih dulu, sebelum bahan bakar yang tersisa masuk ke ruang pembakaran utama untuk pembakaran penuh .

Fungsi utama sistem pendingin pada mesin diesel adalah untuk mempertahankan suhu engine yang sesuai dengan mensirkulasikan coolant ke seluruh bagian engine guna menyerap panas dari pembakaran dan gesekan . Fungsi ini penting karena jika sistem pendingin gagal, kerusakan berat pada engine bisa terjadi akibat suhu yang terlalu panas .

'Burn window' adalah rentang waktu dalam derajat putaran crankshaft saat bahan bakar harus disemprotkan agar terbakar sempurna. Efisiensi pembakaran terpengaruh karena jika timing dan durasi penyemprotan tidak sesuai, pembakaran bisa terjadi tidak sempurna, mengurangi performa dan efisiensi bahan bakar .

Prinsip perpindahan panas mengacu pada perpindahan panas dari sumber tendensinya menuju sasaran dengan suhu lebih rendah. Dalam sistem pendingin, panas diserap oleh coolant yang beredar di engine, mentransfernya keluar melalui radiator. Ini penting untuk melindungi engine dari overheat dan kerusakan struktural .

Fuel injection pump meningkatkan tekanan bahan bakar yang diterima dari transfer pump sebelum mengarahkannya ke nozzle untuk dikabutkan ke ruang bakar. Ini adalah jantung sistem bahan bakar karena tanpa tekanan yang tepat, bahan bakar tidak akan disemprotkan secara optimal untuk pembakaran .

Jika saringan oli tersumbat, aliran oli bisa terhenti yang dapat menyebabkan kerusakan pada engine. Sistem pelumasan mengatasi ini dengan bypass valve yang memungkinkan oli mengalir melewati saringan, memastikan oli tetap mencapai bearings dan komponen engine lainnya .

Oil cooler dalam sistem pelumasan bertugas menyerap panas dari oli engine menggunakan seperangkat tube. Coolant yang mengalir melalui tube tersebut membantu menjaga kekentalan oli dengan menyerap panas darinya, sehingga melindungi dan memaksimalkan fungsi pelumasan .

Fuel return line mengarahkan sisa bahan bakar kembali ke tangki dan membantu membuang udara serta mendinginkan bahan bakar. Tanpa return line, sistem tidak akan berjalan dengan baik karena tekanan berlebih dapat menumpuk dan suhu bahan bakar dapat meningkat, berpotensi menyebabkan gangguan operasional mesin .

Water pump bekerja dengan memanfaatkan sebuah impeller yang berputar di dalam housing-nya, di mana vane-nya mendorong air ke dalam saluran sistem pendingin pada engine . Posisi water pump penting karena ditempatkan di bagian depan engine block untuk memastikan sirkulasi optimal dan akses mudah untuk perawatan .

Pressure relief valve berfungsi untuk melindungi sistem pelumasan dari tekanan berlebih. Ia bekerja dengan menggunakan spring yang membuka valve saat tekanan melebihi gaya spring, memungkinkan sebagian oli mengalir kembali ke oil pan sehingga menurunkan tekanan .

Anda mungkin juga menyukai