Dasar-Dasar Mesin Diesel 4-Langkah
Dasar-Dasar Mesin Diesel 4-Langkah
Daftar Isi
Bab
1
KONSEP SIKLUS ENGINE 4-LANGKAH
1. Konsep Dasar
Pembakaran
Udara dan bahan bakar yang dipanaskan secara bersama-
an menghasilkan pembakaran, yang kemudian mengha-
silkan gaya yang dibutuhkan untuk memutarkan engine.
Oksigen yang terdapat pada udara diperlukan untuk
membakar bahan bakar, yang kemudian menciptakan
gaya. Bila dikabutkan, bahan bakar diesel akan mudah
terbakar secara efisien. Proses pembakaran terjadi pada
saat campuran bahan bakar dan udara sudah cukup panas
untuk disulut. Ia harus terbakar cepat dan terkontrol
untuk menghasilkan energi panas yang paling tinggi.
Intinya : Udara + Bahan bakar + Panas = Pembakaran
Ruang Pembakaran
Ruang pembakaran dibentuk oleh :
1. Cylinder Liner
2. Piston
3. Intake Valve
4. Exhaust Valve
5. Cylinder Head
Kompresi
Bila udara ditekan, maka suhunya akan naik. Semakin
banyak udara yang ditekan, maka panas yang didapat
akan semakin tinggi. Jika tekanannya cukup maka akan
menghasilkan suhu di atas suhu titik bakar bahan bakar.
Volume TMB
Perbandingan Kompressi =
Volume TMA
Pemantik/Busi Spark
Perbedaan yang paling mencolok antara kedua engine itu
adalah bahwa diesel engine tidak membutuhkan peman-
tik (ignition) untuk menyalakan engine.
Seperti diketahui bahwa diesel engine menggunakan
tekanan udara dengan compression ratio yang tinggi
untuk memanaskan udara di dalam ruang pembakaran
sampai cukup panas untuk menyalakan bahan bakar.
Tenaga Engine
Perbedaan lain yang mencolok adalah kemampuan
engine untuk dibebani pada rpm rendah. Umumnya,
diesel engine biasa beroperasi antara 800 rpm dan 2200
rpm, menghasilkan torque yang lebih besar dan
menghasilkan tenaga yang lebih besar pula.
4-Stroke Cycles
Kedua engine tersebut mengubah energi panas menjadi
energi gerak melalui siklus 4 langkah.
Bahan Bakar
Diesel engine umumnya lebih efisien dalam penggunaan
bahan bakar daripada gasoline engine. Rata-rata output
horsepower-nya membutuhkan bahan bakar yang relatif
lebih sedikit.
Bobot Engine
Diesel engine lebih berat daripada gasoline engine
karena ia harus mampu menahan tekanan dan suhu tinggi
pada saat proses pembakaran.
Perbandingan Kompressi
Diesel Engine menggunakan rasio kompresi yang lebih
tinggi untuk memanaskan udara ke suhu pembakaran
yang dibutuhkan. Umumnya berkisar antara 13:1 sampa
20:1. Sementara gasoline engine hanya menggunakan
rasio kompresi antara 8:1 sampai 11:1.
4. Terminologi
Kategori Ada tiga kategori utama dalam topik ini, yaitu : hukum-
hukum mekanika, tenaga output, dan efisiensi engine.
Inersia
Inersia adalah kecenderungan alamiah pada benda diam
untuk tetap diam dan benda bergerak untuk terus
bergerak apabila tidak ada gaya yang mempengaruhinya.
Engine menggunakan gaya (force) untuk mengatasi
inersia.
Gaya (Force)
Gaya adalah suatu dorongan atau tarikan yang memulai,
menghentikan, atau merubah pergerakan suatu benda.
Gaya dihasilkan oleh pembakaran pada langkah tenaga
(power stroke). Makin besar gaya yang timbul, makin
besar pula tenaga yang dihasilkan.
Tekanan
Tekanan adalah gaya yang terjadi per satuan luas area.
Dalam siklus 4 langkah, banyak sekali tekanan yang
bekerja pada bagian atas piston selama langkah kompresi
dan langkah tenaga.
Menciptakan Tekanan
Ada tiga cara untuk menciptakan tekanan, yaitu dengan
cara menaikkan suhu, mengurangi volume, atau
membatasi aliran. Beberapa sistem dan komponen-
komponen pada internal combustion engine dapat
menurunkan atau menaikkan tekanan. Pengetahuan dan
pengukuran tentang tekanan tertentu pada sebuah engine
merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui
kondisi keseluruhan engine itu sendiri.
Istilah-istilah Dalam Power Tenaga engine dijelaskan menurut kualitas dan kuantitas
Output karakteristik tertentu.
Torsi
Torsi adalah gaya putar atau gaya puntir. Sebuah
crankshaft menggunakan gaya ini untuk menggerakkan
flywheel, torque converter atau perangkat mekanis
lainnya.
5252 x Horsepower
Torque (lb. ft ) =
RPM
Torque Rise
Torque Rise adalah peningkatan torsi yang terjadi pada
saat engine lugged (penurunan rpm engine) dari rated
rpm. Hal ini berlangsung sampai tingkat rpm tertentu
dicapai, dan setelahnya itu torsi akan turun secara drastis.
Nilai torsi maksimum yang dicapai disebut sebagai peak
torque.
Rumusnya adalah :
TR =
[(PT RT ) x 100]
RT
Keterangan:
TR = Torque Rise
TC = Torque Curve
HC = Horsepower Curve
PT = Peak Torque
RT = Rated Torque
HP + T = Horsepower plus Torque
(Horsepower = horsepower)
Horsepower
Horsepower adalah ukuran pada engine yang
menggambarkan jumlah daya output selang waktu
tertentu atau ukuran output rata-rata.
Brake horsepower adalah daya yang tersedia yang bisa
digunakan pada flywheel. Nilai Brake horsepower lebih
kecil dari nilai horsepower murni karena sebagian energi
yang dihasilkan telah digunakan untuk menggerakkan
Dasar - Dasar Diesel Engine 12
Konsep Siklus Engine 4-Langkah
komponen-komponen engine lainnya.
Rumus horsepower adalah:
RPM x Torque
Horsepower =
5252
Panas
Panas adalah bentuk energi yang dihasilkan oleh
pembakaran bahan bakar. Energi panas diubah menjadi
energi mekanik oleh piston dan komponen engine
lainnya untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan.
Efisiensi Engine
Desain engine sangat berpengaruh pada performa dan
efisiensi engine yang bersangkutan.
Bore
Bore adalah diameter dalam dari cylinder, dan diukur
dalam satuan inchi atau milimeter. Bore sebuah cylinder
menentukan volume udara yang tersedia untuk pemba-
Dasar - Dasar Diesel Engine 13
Konsep Siklus Engine 4-Langkah
karan. Apabila faktor lainnya dianggap tetap, makin
besar bore akan semakin besar pula tenaga yang bisa
dihasilkan oleh engine.
Stroke
Stroke adalah sebutan untuk jarak yang ditempuh piston
dari posisi Titik Mati Atas (TMA) ke Titik Mati Bawah
(TMB). Panjang stroke ditentukan oleh desain
crankshaft. Stroke yang panjang akan memasukkan udara
lebih banyak ke dalam cylinder dan membakar lebih
banyak bahan bakar serta menghasilkan tenaga lebih
besar.
Displacement
Rumus untuk menghitung displacement dari bore adalah
sbb:
Displacement = Luas area Bore x Stroke
Perbandingan Kompresi
Perbandingan Kompresi dihitung dengan cara sebagai
berikut:
Volume TMB
Perbandingan Kompressi =
Volume TMA
Bab
2
KOMPONEN UTAMA ENGINE
1. Block Assembly
Engine Block
Engine Block adalah rangka utama yang menyangga
semua komponen suatu engine.
Cylinder
Cylinder adalah lubang-lubang yang ada pada engine
block dan berfungsi sebagai :
1. Rumah piston
2. Pembentuk ruang bakar
3. Pembuang panas dari piston
Desain Cylinder
1. Cylinder bisa dicetak secara permanen ke dalam
block yang disebut Parent bore, atau
2. Cylinder yang bisa dibongkar-pasang yang disebut
cylinder liner.
Piston
Piston memiliki tiga tugas utama :
1. Memindahkan gaya hasil pembakaran ke connecting
rod dan ke crankshaft.
2. Menyekat ruang pembakaran.
3. Menyerap panas yang berlebihan dari ruang pemba-
karan.
Ring Piston
Setiap piston memiliki dua atau lebih ring yang terpasang
pada groove piston. Ring piston mempunyai tiga tugas
utama, yaitu :
1. Menyekat ruang pembakaran.
2. Mengontrol pelumasan pada dinding cylinder.
3. Mendinginkan piston dengan cara memindahkan
panas yang dihasilkan pada proses pembakaran.
Expander Ring
Di bagian dalam oil control ring, akan kita temukan
expander spring yang membantu mempertahankan
lapisan oli di sepanjang dinding cylinder.
Connecting Rod
Connecting rod terpasang di setiap piston melalui sebuah
pin. Fungsinya untuk memindahkan gaya dari piston ke
crankshaft.
Crankshaft
Ujung lain dari connecting rod berfungsi untuk memutar
crankshaft yang ada di bagian bawah engine block.
Crankshaft memindahkan gerakan berputar ke flywheel
dan menghasilkan energi untuk melakukan kerja.
Crankshaft merubah gerakan naik-turun piston menjadi
gerak berputar untuk melakukan kerja.
Bagian-bagian crankshaft terdiri dari:
1. Rod Bearing Journal
2. Counterweight
3. Main Bearing Journal
4. Web
Desain Crankshaft
Umumnya Crankshaft untuk in-line engine hanya mem-
punyai satu buah rod bearing journal untuk setiap
cylinder-nya, sementara pada "V" engine satu buah rod
bearing journal bisa digunakan untuk dua cylinder.
Lightening Hole
Beberapa rod bearing journal memiliki lightening hole
untuk mengurangi berat crankshaft dan menyeimbangkan
crankshaft.
Oil Passage
Crankshaft mempunyai lubang-lubang oli untuk meng-
alirkan oli dari main bearing ke connecting rod bearing.
Web
Main Bearing Journal (1) dan Rod Bearing Journal (2)
dihubungkan oleh Web (3). Radius antara web dan
journal itu disebut fillet (4).
Counterweight
Beberapa web juga punya counterweight untuk memjaga
keseimbangan crankshaft. Counterweight merupakan
bagian dari crankshaft yang dilas bersama-sama, meski-
pun kadang-kadang hanya dibaut saja.
End Play
Thrust main bekerja sama dengan thrust bearing untuk
mengurangi gerakan maju-mundur crankshaft pada
block. Gerakan ini dinamakan End Play.
Camshaft
Camshaft digerakkan oleh crankshaft melalui gear train.
Jika camshaft berputar, cam lobes juga ikut berputar.
Komponen-komponen valve train yang terhubung ke
camshaft juga bergerak turun-naik mengikutinya. Ketika
nose pada lobe menghadap ke atas, valve-nya terbuka
penuh.
Komponen-komponen Camshaft
Tujuan dari camshaft adalah untuk mengontrol kerja dari
intake dan exhaust valve. Semua camshaft memiliki
bearing journal, gambar nomor 1, dan lobe, gambar
nomor 2.
Camshaft Lobe
Lobe-lobe yang terpisah mengoperasikan intake valve
(nomor 1) dan exhaust valve (nomor 2) untuk setiap
cylinder. Pada unit injector engine, camshaft mempunyai
fuel injection lobe (nomor 3) yang menggerakkan unit
injector. Semua fungsi ini berlangsung pada saat bahan
bakar disemprotkan ke dalam cylinder.
Cam Lift
Jarak dari diameter base circle ke bagian atas nose
disebut juga Lift. Cam lift menentukan lebar bukaan
valve.
Camshaft Bearing
Camshaft Journal berputar di dalam camshaft bearing.
Camshaft bearing ditekan dan dimasukkan ke dalam
bore pada engine block. Camshaft journal mempunyai
lubang-lubang oli yang sejajar dengan saluran oli pada
block.
Flywheel Assembly
Flywheel Assembly adalah penghubung antara engine
dengan komponen powertrain, terpasang pada crankshaft
bagian belakang. Flywheel mempunyai tiga fungsi :
1. Menyimpan energi sebagai momentum antara siklus
tenaga (power stroke).
2. Menghaluskan putaran crankshaft.
3. Menyalurkan tenaga.
Flywheel Assembly
Flywheel assembly terdiri atas :
1. Flywheel
2. Ring gear
3. Flywheel Housing
Flywheel
Flywheel dibaut ke bagian belakang crankshaft pada
flywheel housing. Crankshaft memutar flywheel pada
power stroke, dimana momentumnya tetap menjaga agar
crankshaft tetap bekerja sempurna selama intake stroke,
compression stroke dan exhaust stroke.
Ring Gear
Ring gear terletak di sekeliling flywheel dan digunakan
sebagai perantara untuk menghidupkan engine.
Push Rod
Push rod (#3 pada gambar bawah) adalah sebatang besi
yang mempunyai dudukan di kedua sisinya. Camshaft
menggerakkan push rod sehingga mengakibatkan terang-
katnya rocker arm.
Valve Lifter
Valve lifter (#2) atau cam follower terletak di setiap lobe
pada camshaft. Pada saat camshaft berputar valve lifter
bergerak mengikuti bentuk lobe-ya. Valve lifter memin-
dahkan gerakan camshaft ke push rod. Push rod ini
memindahkan gerakan itu ke rocker arm untuk membuka
dan menutup valve.
Roller Follower
Jenis Roller Follower mempunyai steel roller yang dike-
raskan dan bersinggungan dengan lobe camshaft.
Roller follower bergerak ke atas dan ke bawah di dalam
bore pada block engine dan kesejajarannya dijaga oleh
sebuah clip khusus.
Slipper Follower
Jenis Slipper follower biasanya berbentuk one piece
casting dengan wear face yang nantinya akan
berhubungan langsung dengan lobe.
Slipper follower bergerak ke atas dan ke bawah di dalam
bore pada engine block. Slipper follower berputar
perlahan pada saat engine bekerja.
Vibration Damper
Vibration damper terletak di bagian depan crankshaft
dan berfungsi untuk meredam getaran torsional atau
puntiran dari crankshaft. Bentuknya seperti miniatur
flywheel yang direkatkan atau dibaut di bagian depan
crankshaft.
Cylinder Liner
Karena adanya suhu dan tekanan ekstrim yang dihasilkan
oleh proses pembakaran, membuat cylinder liner menjadi
aus oleh pergerakan piston dan ring-nya. Karena itu
dirancang untuk bisa diganti.
Piston Ring
Karena suhu pembakaran yang tinggi dan pergerakan
yang terus-menerus, piston ring akan aus dan karenanya
dirancang agar bisa diganti.
Main Bearing
Main Bearing akan lebih cepat aus daripada crankshaft
karena terbuat dari metal yang lebih lunak, dan karena-
nya juga dirancang agar bisa diganti saat diperlukan.
Cylinder Head
Cylinder head dibuat terpisah dan menyekat bagian atas
engine block dan menopang integritas valve, juga inject-
tor dan precombustion chamber. Selain itu juga ber-
fungsi sebagai rumah untuk valve train, beberapa kom-
ponen sistem bahan bakar dan saluran air untuk men-
dinginkan komponen.
Valve Cover
Valve cover terletak di atas dan menyekat cylinder head.
Beberapa engine memiliki lebih dari satu valve cover.
Rocker Arm
Rocker arm menghubungkan valve ke camshaft, dan
merubah gerakan berputar camshaft ke gerakan naik-
turun pada valve. Jika push rod di dalam block
mendorong salah satu ujung rocker arm ke atas, ia akan
mendorong valve train ke bawah, mengakibatkan valve-
nya membuka. Sementara camshaft terus berputar, push
rod bergerak ke bawah, gaya pada valve spring mengaki-
batkan valve menutup. Setiap cylinder memiliki rocker
arm yang terpisah untuk intake dan exhaust valve.
Valve Lash
Rocker arm berputar pada sebuah shaft yang biasanya
dikencangkan ke cylinder head. Saat cam lobe mulai
mendorong push rod ke atas, biasanya ada sedikit celah
antara rocker arm dengan valve bridge untuk memasti-
kan bahwa valve-nya bisa menutup dengan sempurna. Ini
disebut valve lash dan penyetelannya merupakan salah
satu hal yang paling penting dilakukan dalam valve train.
Bridge
Bridge digunakan apabila sebuah cylinder mempunyai
intake dan exhaust valve ganda. Pada engine ini, bridge
assemble memindahkan gerakan rocker arm ke kedua
intake atau exhaust valve pada sebuah cylinder secara
simultan.
Valve
Valve bertugas mengontrol aliran udara dan gas buang
melalui ruang pembakaran. Saat intake valve terbuka,
udara masuk ke ruang pembakaran dan saat exhaust
valve membuka, udara keluar dari ruang pembakaran.
Valve Guide
Valve bergerak ke atas-ke bawah di dalam valve guide
yang dipasang di cylinder head. Valve guide menjaga
agar valve tetap bergerak lurus. Valve stem bergerak ke
luar dari valve guide pada bagian atas cylinder head.
Fuel Nozzle
Fuel nozzle atau unit injector juga ditempatkan di
cylinder head. Nozzle berada persis di antara valve.
Timing Mark
Timing mark digunakan untuk mensejajarkan gear dan
membantu meyakinkan ketepatan timing.
Crankshaft Gear
Gear ini ditempatkan di crankshaft. Jika crankshaft ber-
putar, gear juga ikut berputar. Komponen lainnya disela-
raskan dan digerakkan oleh crankshaft dan gear-nya.
Idler Gear
Idler gear menjaga agar camshaft gear tetap berputar ke
arah yang sama searah crankshaft gear. Rasio gear-nya
memastikan bahwa camshaft berputar kali kecepatan
putar crankshaft.
Camshaft Gear
Camshaft gear berkaitan dengan idler gear. Kecepatan
putaran camshaft adalah kali kecepatan putaran
crankshaft untuk memastikan valve intake dan exhaust
membuka dan menutup pada langkah yang tepat.
Balance Gear
Pada beberapa model engine digunakan balance shaft
yang diputar oleh crankshaft, yang terletak di setiap sisi
engine. Fungsinya untuk menghilangkan dampak getaran
yang timbul dari crankshaft.
Pulley Assembly
Pulley assembly dipasang pada crankshaft drive ke
komponen lainnya seperti fan atau alternator.
Bab
3
SISTEM ENGINE
Sistem Pendingin
Prinsip Perpindahan Panas Panas selalu bergerak dari sumber panas ke sasaran yang
suhunya lebih rendah. Sumber panas dan sasaran ini bisa
berupa besi, cairan, ataupun udara. Kuncinya terletak
pada perbedaan suhu relatif di antara keduanya. Makin
besar perbedaannya, makin besar panas yang akan dipin-
dahkan. Setiap komponen dalam suatu sistem pendingin
memegang peran dalam hal ini.
Water Pump
Water pump terdiri atas sebuah impeller yang terdapat
pada housing-nya. Saat impeller berputar, sudu-sudunya
(vane) mendorong air dan masuk ke dalam saluran sistem
pendingin pada engine.
Oil Cooler
Dari water pump, coolant mengalir menuju oil cooler.
Oil cooler terdiri dari seperangkat tube (pipa). Coolant
mengalir melalui bagian dalam tube tersebut dan
menyerap panas dari oli engine yang menyelubungi tube.
Oil cooler menyerap panas dari oli pelumas, untuk
menjaga suhu oli agar kekentalannya tetap terjaga.
Aftercooler
Dari oil cooler, coolant lalu mengalir menuju engine
block atau, jika engine dilengkapi dengan turbocharger,
ia akan mengalir menuju aftercooler.
Ada beberapa turbocharged engine yang menggunakan
jacket water aftercooler.
Water Jacket
Dari oil cooler atau aftercooler, coolant mengalir menuju
engine block dan sekeliling cylinder liner, untuk menye-
rap panas dari piston, ring-ring-nya dan dari liner itu
sendiri.
Ruangan tempat air mengalir inilah yang disebut sebagai
water jacket.
Cylinder Head
Coolant mengalir dari saluran yang terdapat pada engine
block sampai ke cylinder head, mengambil panas dari
valve seat dan guide-nya.
Temperature Regulator
Sesudah coolant melewati cylinder head, coolant masuk
ke thermostat atau regulator housing. Temperature
regulator dipasang di bagian dalam housing-nya.
Temperature regulator berfungsi sebagai pengatur aliran
sistem pendingin. Regulator bertugas menjaga engine
beroperasi pada suhu kerjanya. Ini dilakukan dengan cara
mengatur aliran coolant apakah melalui radiator, atau
melalui bypass tube kembali ke water pump tanpa di -
dinginkan dulu oleh radiator.
Secara singkat, fungsi regulator adalah :
Mempercepat tercapainya suhu kerja engine
Mempertahankan suhu kerja tersebut agar tidak
berlebihan
Regulator Test
Anda harus melakukan pengujian pada regulator pada
saat melakukan perawatan sistem pendingin dan meng-
gantinya jika perlu. Suhu bukaan regulator distem-pel di
permukaan regulator. Jika memang harus meng-ganti
regulator, pastikan menggunakan regulator yang sesuai
dengan yang dianjurkan untuk engine yang sedang
diperbaiki, jika tidak sistem pendingin tidak akan bekerja
dengan benar.
Dasar Dasar Diesel Engine 43
Sistem Pendingin
Radiator
Jika regulator membuka, coolant mengalir melalui pipa
atau hose ke bagian atas radiator. Sampai pada tahap ini,
coolant telah membawa panas dari semua komponen
engine. Sementara di dalam radiator itu sendiri,
situasinya terbalik. Coolant memindahkan panas yang
dibawanya ke udara bebas.
Radiator Cap
Radiator memiliki pressure cap. Cap ini menentukan
besarnya tekanan yang terdapat dalam sistem pendingin
selama engine bekerja. Sistem pendingin bertekanan
bertujuan untuk mencegah air agar tidak mendidih pada
saat engine beroperasi di ketinggian tertentu.
Semakin tinggi posisi Anda dari permukaan laut, suhu
titik didih air akan semakin turun. Jika Coolant mendidih
akan menyebabkan kerusakan serius pada engine.
Fan (Kipas)
Proses perpindahan panas pada radiator dibantu oleh fan.
Fan meningkatkan aliran udara yang melewati fins dan
tube radiator.
Bahan-bahan Coolant
Coolant adalah campuran dari air, antifreeze dan coolant
conditioner. Setiap elemen mempunyai fungsi yang
berbeda, dan secara bersama-sama akan melindungi
engine dari overheating (panas berlebihan), membekunya
air pendingin pada suhu tertentu dan korosi.
Air
Air adalah bahan dasar utama untuk coolant karena air
memindahkan panas lebih baik dari unsur cair lainnya.
Sebagai coolant, air memiliki beberapa kekurangan :
1. Mudah mendidih.
2. Membeku.
3. Sangat korosif terhadap metal.
Antifreeze
Antifreeze, atau ethylene glycol, digunakan untuk me-
naikkan titik didih dan menurunkan titik beku air.
Titik Beku
Jika coolant membeku ia tidak akan bisa mengalir dan
karenanya tidak akan mampu mendinginkan engine.
Coolant yang membeku juga bisa mengembang dan me-
mecahkan engine. Nilai konsentrasi antifreeze akan
mempengaruhi nilai titik beku air, yaitu pada suhu berapa
air mulai membeku.
Konsentrasi Antifreeze
Untuk mencegah masalah sistem pendingin, Anda harus
menggunakan antifreeze dengan konsentrasi yang tepat,
antara 30% - 60%.
Konsentrasi yang kurang dari 30% tidak akan cukup
sebagai pencegah kebekuan coolant, dan jika konsen-
trasinya di atas 60% justru akan mengurangi kemampuan
dalam menghilangkan panas.
Coolant Conditioner
Conditioner berfungsi mencegah korosi dengan cara
membentuk lapisan tipis yang melapisi semua komponen
pada sistem pendingin. Lapisan tipis itulah yang akan
mengurangi terjadinya proses korosi pada permukaan
metal dan juga cavitation erosion.
Uap Air
Penting sekali untuk menjaga agar coolant tidak mendi-
dih. Gelembung uap air terbentuk jika coolant mendidih.
Gelembung udara tidak akan menyerap panas dengan
baik bahkan dapat menyebabkan panas berlebihan.
Gelembung uap air juga bisa mempengaruhi kemampuan
water pump dalam mengalirkan coolant dan dapat
menyebabkan kerusakan yang parah pada engine.
Sistem Pelumasan
Tujuan Sistem Pelumasan Tujuan utama sistem pelumasan adalah mengalirkan oli
ke seluruh bagian engine. Oli harus bersih, dingin dan
mampu melindungi komponen-komponen engine dari
keausan.
Oil Pan
Oil pan berfungsi sebagai tempat penampung oli engine.
Oil pan juga bisa menghilangkan/menyerap panas dari
oli dan dibuang ke atmosfer. Oil pan ini terletak di
bagian bawah engine block.
Oil Gallery
Di beberapa turbocharged engine, oli mengalir dari filter
ke turbocharger melalui pipa inlet, sementara jalur outlet
akan mengembalikan oli ke oil pan.
Pada engine lain, oli yang bersih akan meninggalkan oil
filter tersebut dan masuk ke main oil gallery yang ter-
letak di dalam engine block. Ini adalah jalur utama oli di
sepanjang block.
Aliran Oli
Dari oil gallery, oli mengalir ke seluruh komponen yang
bergerak pada engine, termasuk main bearing dan crank-
shaft.
Keterangan gambar:
1. Outlet
2. Inlet
Bearing
Oli mengalir dari gallery ke crankshaft, kemudian
melumasi main bearing dan connecting rod bearing.
1. Crankshaft Main bearing
2. Oil Manifold
Crankcase Breather
Crankcase breather berfungsi sebagai ventilasi untuk gas
hasil pembakaran yang bocor melalui ring piston.
Breather juga menjaga kestabilan tekanan di dalam
crankcase. Breather biasanya terletak di bagian atas
engine untuk menyeimbangkan tekanan di dalam engine
crankcase dengan tekanan luar dan memudahkan oli
untuk kembali ke oil pan.
Minyak Pelumas
Rating SAE
Society of Automotive Engineers (SAE) telah mengem-
bangkan suatu sistem klasifikasi untuk menggambarkan
kemampuan oli pada kondisi ekstrim tanpa mengalami
kerusakan. Oli digolongkan menurut tipe/jenis dan
kekentalannya.
Kekentalan (viscosity)
Kekentalan menggambarkan kemampuan dasar oli untuk
mengalir. Aliran oli akan berhubungan langsung dengan
kemampuannya untuk bisa melapisi dan melindungi
komponen. Kekentalan akan berubah sesuai kondisi
suhunya; makin tinggi suhunya makin rendah kekentalan
dan akan encer.
Viscosity Index
Viscosity Index atau VI, adalah satuan ukuran kemam-
puan dasar oli untuk mengatasi perubahan kekentalan
akibat perubahan suhu.
1. Nilai VI tinggi, perubahan suhu berpengaruh
relatif kecil terhadap kekentalan oli.
2. Nilai VI rendah, perubahan suhu berpengaruh
cukup besar terhadap kekentalan oli.
Multiviscosity Oil
Multiviscosity Oil (oli dengan kekentalan ganda) adalah
oli yang telah diubah secara kimiawi sehingga dapat
memperpanjang jangka waktu penggunaanya.
Oli mentah dengan kekentalan yang rendah dicampur
dengan aditif untuk menaikkan nilai kekentalannya. Bila
multiviscosity oil ini sudah jelek, kekentalannya akan
kembali ke semula.
Oil Additive Base oil atau oli dasar biasanya dihasilkan dari penyu-
lingan oli mentah. Oli dasar tidak memberikan perlin-
dungan dan pelumasan yang cukup untuk performa
engine. Karenanya diciptakan zat tambahan atau aditif
untuk memperbaiki dan memperkuatnya.
Total Base Number Oil additive yang ditemui adalah Total Base Number atau
TBN. TBN dihasilkan dengan menambahkan unsur alkali
kedalam oli. Makin banyak alkaline agent, nilai TBN
akan semakin tinggi dan semakin banyak pula asam yang
bisa dinetralkan.
Sulfur
Banyaknya aditif alkaline pada oli ditunjukkan dengan
Total Base Number atau TBN. Bahan bakar diesel
mengandung sulfur. Saat bahan bakar terbakar, sulfurnya
akan menghasilkan asam, yang akan mencemari oli.
Menetralkan Sulfur
Alkalinity agent digunakan untuk menetralkan asam
sehingga dapat mencegah terjadinya karat yang disebab-
kan oleh asam sulfur. Nilai TBN pada oli menjelaskan
seberapa baik dia menetralkan asam. Karena jenis bahan
bakar yang berbeda memuat kandungan sulfur yang
berbeda pula, maka sangat penting untuk memakai oli
dengan nilai TBN tinggi. Untuk ini, bacalah buku petun-
juknya dengan benar.
Umur Aditif Oli Additive pada oli lama-lama akan berkurang, dan
kemampuan oli untuk melumasi juga akan menurun. Jika
oli tidak diganti, additifnya lama-lama akan habis sama
sekali dan endapan kotoran akan terbentuk.
Precleaner
Precleaner sering digunakan oleh sistem udara pada
diesel engine. Precleaner menyaring partikel-partikel
yang besar dan berat pada udara. Udara bersih sangatlah
penting untuk menjaga performa sebuah engine. Kotoran
bisa mempercepat keausan dan kerusakan pada
komponen.
Turbocharger
Dari filter, udara masuk ke turbocharger yang berfungsi:
1. Membantu mempertahankan tenaga engine saat
beroperasi pada daerah yang tinggi.
2. Menambah horsepower.
Desain Turbocharger
Turbocharger terdiri dari dua bagian:
1. Sisi udara masuk disebut Compressor.
2. Sisi udara keluar disebut Turbine.
Waste Gate
Beberapa jenis turbocharger dilengkapi dengan Waste
gate. Jika tekanan boost lebih tinggi dari semestinya,
waste gate akan membuka untuk membuang udara agar
tidak melewati turbine. Aliran gas buang yang telah
berkurang ini akan memperlambat putaran turbine dan
compressor, serta mengontrol tekanan boost.
Aftercooler
Turbocharger memasukan lebih banyak udara untuk
meningkatkan pembakaran. Saat tekanannya naik, udara
akan menjadi panas dan mengembang sehingga kerapat-
annya menjadi berkurang. Artinya, udara tidak akan
mencukupi untuk suatu pembakaran pada fuel setting
yang lebih tinggi. Karenanya pada sebagian turboc-
harged engine digunakan aftercooler untuk menurunkan
suhu udara yang akan masuk ke ruang bakar. Turbo-
charger menaikkan suhu udara sampai sekitar 3000 F.
Keuntungan Aftercooler
Udara yang dingin akan menjadi semakin rapat. Artinya,
akan ada lebih banyak udara yang masuk ke setiap
cylinder.
Lokasi Aftercooler
Sesuai namanya, Aftercooler berfungsi untuk mendingin-
kan udara setelah keluar dari turbocharger. Beberapa
afetrcooler terletak antara turbocharger dan inlet
manifold. Ada pula yang terletak di dalam intake
manifold.
Intake Manifold
Dari aftercooler, udara mengalir ke dalam intake
manifold dan kemudian menuju intake valve port pada
setiap cylinder. Intake manifold dipasang pada cylinder
head.
Exhaust Manifold
Udara masuk ke ruang pembakaran dimana udara
tersebut akan dibakar. Gas hasil pembakaran keluar dari
exhaust port dan masuk ke exhaust manifold. Exhaust
manifold dipasang pada cylinder head dan berada di atas
exhaust port.
Muffler
Dari turbocharger, gas buang disalurkan melalui muffler
dan exhaust stack. Muffler akan meredam suara dan
membuat machine tidak berisik.
Exhaust Stack
Pada beberapa machine, setelah gas buang melewati
muffler, gas tersebut akan masuk ke exhaust stack.
Exhaust stack mengarahkan gas buang tersebut menjauhi
operator. Setelah itu gas sisa pembakaran dilepaskan ke
atmosfer.
Sistem Aftercooled
Water Separator
Beberapa sistem bahan bakar juga memiliki water
separator yang membereskan kondensasi atau bagian air
yang terperangkap. Air di dalam bahan bakar bisa me-
nimbulkan kerusakan serius terhadap engine.
Priming Pump
Kebanyakan fuel priming pump menempel pada bagian
atas final fuel filter. Anda bisa menggunakan pompa ini
untuk membuang angin setelah melakukan perbaikan
pada fuel pump housing. Pompa ini juga digunakan untuk
mengisi sistem bahan bakar setelah mengganti saringan
bahan bakar.
Nozzle
Bahan bakar mengalir melalui saluran bahan bakar ber-
tekanan tinggi menuju nozzle yang terletak pada cylinder
head.
Direct Injection - DI
Direct injection combustion chamber menyemprotkan
bahan bakar secara langsung ke cylinder head melalui
fuel nozzle.
Precombustion Chamber
Pada sistem PC, nozzle menyemprotkan bahan bakar ke
ruang muka (precombustion chamber) dimana sebagian
bahan bakar akan terbakar. Tenaga hasil pembakarannya
akan memaksa bahan bakar yang tersisa untuk masuk ke
dalam ruang pembakaran utama, dimana pembakaran
sepenuhnya terjadi. Beberapa engine menggunakan glow
plug untuk memanaskan udara sebelum menghidupkan
engine.
Piston PC
Untuk mencegah agar bagian atas piston tidak berlubang,
piston PC dilengkapi dengan heat plug terbuat dari besi
yang terletak di bagian permukaan tengah piston.
Fuel Injection Pump Injection pump adalah jantung dari sistem bahan bakar.
Pemahaman terhadap cara kerja pompa sangat penting.
Dalam sistem Pump & Line, injection pump terdiri dari :
plunger (1) dan barrel (2). Plunger bergerak naik-turun
mengikuti gerakan camshaft fuel injection pump. Bahan
bakar bertekanan rendah di sepanjang gallery (3)
mengalir ke dan dari barrel melalui port (4). Plunger
memiliki groove atau scroll (5). Ketika scroll-nya berada
segaris dengan port, maka bahan bakar akan mengalir
dari inlet port melalui chamber (6), terus ke outlet port.
Posisi Scroll
Gerakan putar Plunger pada lubangnya, akan merubah
posisi scroll yang akan menutup port lebih lama sehing-
ga duration-nya menjadi naik. Ini dibaca sebagai posisi
FUEL ON (1). Seiring dengan berkurangnya kebutuhan
akan bahan bakar, rack bergerak ke posisi FUEL OFF (2)
dan port membuka lebih cepat.
Timing Advance
Saat beban dan kecepatan engine berubah, bahan bakar
harus disemprotkan pada waktu yang berbeda untuk
menjaga ketepatan waktu pembakaran. Jika kecepatan
engine meningkat, bahan bakar harus segera disemprot-
kan. Hal ini disebut "timing advance." Jika kecepatan
engine pelan, bahan bakar harus disemprotkan lebih
lambat (timing retard).
EUI Electronic
Semua fungsi dari komponen mekanis dilakukan secara
elektronik agar memberikan keakuratan yang tinggi dan
bisa diandalkan. ECM bisa mengetahui kecepatan dan
beban engine untuk kemudian mengatur timing dan
duration-nya secara otomatis.
Rated Speed
Semua diesel engine diberi batasan rpm (rating) yang
disebut Full Load pada rated speed, yang merupakan
rpm dimana engine menghasilkan rated horsepower
ketika beban penuh. Jika engine diberi beban, maka gaya
flyweight dan spring pada governor akan seimbang
sehingga rpm engine akan konstan
Overspeed
Kadang engine dioperasikan sedemikian rupa sehingga
rpm yang terjadi melebihi rpm high idle. Governor tidak
akan menambah suplai bahan bakar tapi engine masih
berada dalam keadaan high idle speed. Hal ini disebut
overspeed atau overrun, dan biasanya disebabkan oleh
kesalahan pengoperasian.
Lug
Kadang engine diberi beban berlebihan, sampai-sampai
meskipun governor menggerakkan rack ke posisi FUEL
ON, rpm-nya tetap tidak meningkat. Ini disebut lug
operation. Pada keadaan ini, governor tidak mampu
menyesuaikan kebutuhan horsepower karena tidak ada
lagi bahan bakar yang tersedia.
Specific Gravity Yang dimaksud dengan specific gravity dari bahan bakar
diesel engine adalah berat bahan bakar dibandingkan
dengan berat air pada volume dan suhu yang sama.
Makin tinggi nilai specific gravity, makin berat pula
bahan bakar tersebut. Bahan bakar yang berat mem-
punyai energi/tenaga yang lebih besar yang dapat diman-
faatkan oleh engine.
Dasar Dasar Diesel Engine 86
Bahan Bakar Diesel
Skala API
Specific gravity bisa diukur berdasarkan skala American
Petroleum Institute (API). Skala API berbanding terbalik
dengan specific gravity-nya. Makin tinggi nilai API,
bahan bakar tersebut makin ringan. Bahan bakar dengan
nilai API yang rendah akan memberikan horsepower
yang lebih besar. Caterpillar menyarankan penggunaan
bahan bakar dengan derajat API minimum 35.
Kerosin memiliki nilai derajat API antara 40 - 44.
Kolom 1 dan 2 menjelaskan specific gravity sebagai
berikut:
(1) mengukur derajat API pada 150 C (600 F)
(2) mengukur specific gravity pada 150 C (600 F),
Dan kolom 3 menjelaskan kerapatan (density) dengan
satuan pound per galon
Cloud Point
Cloud point adalah suhu dimana mulai terjadinya sema-
cam awan atau kabut pada fuel. Hal ini disebabkan oleh
suhu yang turun sampai di bawah titik leleh lilin atau
parafin yang terdapat pada fuel dan terjadi secara alami-
ah. Cloud point fuel harus berada di bawah titik terendah
udara luar untuk mencegah agar fuel filter tidak ter-
sumbat. Cloud point ditentukan oleh proses penyulingan.
Sulfur
Sulfur adalah elemen yang terdapat secara alamiah di
dalam bahan bakar baku. Anda harus waspada terhadap
kandungan sulfur pada bahan bakar anda. Sulfur yang
lebih dari 0.5% bisa mengurangi umur engine secara
drastic.
Pembentukan Asam Sulfur
Ketika bahan bakar diesel yang mengandung sulfur
dibakar di ruang pembakaran, oksidasi sulfur akan ter-
bentuk dan bereaksi dengan uap air sehingga menghasil-
kan asam sulfur. Jika asam sulfur ini menjadi padat,
secara kimiawi mereka akan menyerang permukaan besi
pada valve guide, cylinder liner dan mempengaruhi
bearing.
Dasar Dasar Diesel Engine 87
Bahan Bakar Diesel
Cetane Index
Cetane Index adalah ukuran kualitas pembakaran bahan
bakar yang akan mempengaruhi proses saat menghidup-
kan engine dan akselerasinya. Makin tinggi nilai Cetane-
nya, bahan bakar makin mudah terbakar. Cetane dihitung
berdasarkan index. Caterpillar menyarankan nilai Cetane
35 untuk Precombustion Chamber (PC) engine dan 40
untuk Direct Injection (DI) engine.
Starting System
Battery
Circuit Breaker
Start Relay
Connector
Wiring Harness
Pada saat key start switch pada posisi OFF, tidak ada arus
yang mengalir pada sirkuit. Bila key start switch diposisi-
kan ke ON, maka akan mengalirkan arus menuju sirkuit.
Hal ini belum mengakibatkan engine berputar. Starting
terjadi bila key start switch ditempatkan pada posisi
START. Pertama, arus mengalir dari battery melalui key
start switch, start relay coil dan kembali ke battery. Arus
yang melalui start relay coil menghasilkan medan
magnet yang akan menyebabkan relay contacts (7 dan 6)
terhubung. Arus lalu dapat mengalir dari battery menuju
starter solenoid coils dan kembali ke battery.
Pada Direct Injection, bahan bakar disemprotkan langsung ke cylinder head melalui nozzle, menghasilkan respon pembakaran cepat . Sedangkan di Precombustion Chamber, bahan bakar disemprotkan ke ruang muka di mana sebagian terbakar lebih dulu, sebelum bahan bakar yang tersisa masuk ke ruang pembakaran utama untuk pembakaran penuh .
Fungsi utama sistem pendingin pada mesin diesel adalah untuk mempertahankan suhu engine yang sesuai dengan mensirkulasikan coolant ke seluruh bagian engine guna menyerap panas dari pembakaran dan gesekan . Fungsi ini penting karena jika sistem pendingin gagal, kerusakan berat pada engine bisa terjadi akibat suhu yang terlalu panas .
'Burn window' adalah rentang waktu dalam derajat putaran crankshaft saat bahan bakar harus disemprotkan agar terbakar sempurna. Efisiensi pembakaran terpengaruh karena jika timing dan durasi penyemprotan tidak sesuai, pembakaran bisa terjadi tidak sempurna, mengurangi performa dan efisiensi bahan bakar .
Prinsip perpindahan panas mengacu pada perpindahan panas dari sumber tendensinya menuju sasaran dengan suhu lebih rendah. Dalam sistem pendingin, panas diserap oleh coolant yang beredar di engine, mentransfernya keluar melalui radiator. Ini penting untuk melindungi engine dari overheat dan kerusakan struktural .
Fuel injection pump meningkatkan tekanan bahan bakar yang diterima dari transfer pump sebelum mengarahkannya ke nozzle untuk dikabutkan ke ruang bakar. Ini adalah jantung sistem bahan bakar karena tanpa tekanan yang tepat, bahan bakar tidak akan disemprotkan secara optimal untuk pembakaran .
Jika saringan oli tersumbat, aliran oli bisa terhenti yang dapat menyebabkan kerusakan pada engine. Sistem pelumasan mengatasi ini dengan bypass valve yang memungkinkan oli mengalir melewati saringan, memastikan oli tetap mencapai bearings dan komponen engine lainnya .
Oil cooler dalam sistem pelumasan bertugas menyerap panas dari oli engine menggunakan seperangkat tube. Coolant yang mengalir melalui tube tersebut membantu menjaga kekentalan oli dengan menyerap panas darinya, sehingga melindungi dan memaksimalkan fungsi pelumasan .
Fuel return line mengarahkan sisa bahan bakar kembali ke tangki dan membantu membuang udara serta mendinginkan bahan bakar. Tanpa return line, sistem tidak akan berjalan dengan baik karena tekanan berlebih dapat menumpuk dan suhu bahan bakar dapat meningkat, berpotensi menyebabkan gangguan operasional mesin .
Water pump bekerja dengan memanfaatkan sebuah impeller yang berputar di dalam housing-nya, di mana vane-nya mendorong air ke dalam saluran sistem pendingin pada engine . Posisi water pump penting karena ditempatkan di bagian depan engine block untuk memastikan sirkulasi optimal dan akses mudah untuk perawatan .
Pressure relief valve berfungsi untuk melindungi sistem pelumasan dari tekanan berlebih. Ia bekerja dengan menggunakan spring yang membuka valve saat tekanan melebihi gaya spring, memungkinkan sebagian oli mengalir kembali ke oil pan sehingga menurunkan tekanan .