RINGKASAN MATERI KULIAH
SISTEM PENGENDALIAN
MANAJEMEN
SIFAT SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
KELOMPOK 1 :
Lela Indria Pratiwi (F1316068)
Rahmat Syawal Siregar (F1316081)
Samsul Arifin (F1316091)
SIFAT SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
Pengendalian manajemen merupakan keharusan dalam suatu organisasi yang
menerapkan desentralisasi. Adapun unsur-unsur sistem pengendalian
manajemen yaitu :
Perencanaan strategis;
Pembuatan anggaran;
Alokasi sumber daya;
Pengukuran, evaluasi, dan penghargaan atas kinerja;
Alokasi pusat tanggung jawab;
Penetapan harga transfer.
A. Konsep-Konsep Dasar
1. Pengendalian
Suatu organisasi harus dikendalikan dengan perangkat-perangkat untuk
memastikan bahwa tujuan strategis organisasi dapat tercapai.
Sistem pengendalian paling sedikit memiliki empat elemen, yaitu:
a. Pelacak (detector) atau sensor: informasi tentang apa yang sedang
terjadi
b. Penilai (asessor): perbandingan dengan ukuran standar
c. Effector: perubahan perilaku jika diperlukan
d. Jaringan komunikasi: perangkat penerus informasi
Perangkat kendali
Asessor
Detector Effector
Perusahaan yang sedang dikendalikan
Gambar 1: Elemen-Elemen Proses Kendali
2. Manajemen
Suatu organisasi terdiri dari sekelompok orang yang bekerja sama untuk
mencapai tujuan bersama di mana suatu organisasi tersebut dipimpin oleh
satu hierarki manajer.
Dan proses di mana manajer pada seluruh tingkatan memastikan bahwa
orang-orang yang mereka awasi mengimplementasikan strategi untuk
1
mencapai tujuan organisasi disebut dengan proses pengendalian
manajemen.
Proses pengendalian manajemen lebih kompleks karena hal-hal berikut:
a. Standar tidak ditetapkan terlebih dahulu.
b. Pengendalian manajemen tidak bersifat otomatis.
c. Pengendalian manajemen memerlukan koordinasi antar individu.
d. Koneksi antara diterimanya kebutuhan akan tindakan dan
ditetapkannya tindakan yang diperlukan untuk memperoleh hasil yang
diinginkan mungkin tidak jelas.
e. Sebagian besar pengendalian manajemen bersifat pengendalian diri
sendiri.
3. Sistem
Sistem merupakan suatu cara tertentu dan biasanya bersifat repetitif
(pengulangan) untuk melaksanakan suatu atau sekelompok aktivitas.
Suatu sistem memiliki rangkaian langkah-langkah yang berirama,
terkoordinasi, berulang yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu.
Apabila seluruh sistem menjamin tindakan tepat untuk semua situasi,
maka manajer sumber daya manusia mungkin tidak diperlukan lagi.
B. Batas-Batas Pengendalian Manajemen
Aktivitas Sifat akhir produk
Perumusan strategi Tujuan, strategi, kebijakan
Pengendalian manajemen Penerapan strategi
Pengendalian tugas
Kinerja efisien dan efektif dari tugas-tugas individual
Gambar 2: Hubungan Umum Antara Fungsi Perencanaan
dan Fungsi Pengendalian
1. Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen merupakan proses di mana para manajer
mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan
strategi organisasi.
Pengendalian manajemen terdiri atas berbagai kegiatan, meliputi:
a. Planning: merencanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi.
2
b. Coordinating: mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas dari beberapa bagian
organisasi.
c. Informing: mengkomunikasikan informasi.
d. Evaluating: mengevaluasi informasi.
e. Deciding: memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika ada.
f. Influencing: mempengaruhi orang-orang untuk mengubah perilaku
mereka.
Kegiatan pengendalian manajemen tidak berarti mengharuskan agar semua
tindakan sesuai dengan rencana. Jika situasi berubah, tindakan yang
ditentukan sesuai rencana mungkin tidak lagi sesuai.
Masalah utama dalam pengendalian adalah bagaimana mempengaruhi
individu-individu untuk bertindak dalam mencapai tujuan pribadinya
sehingga sekaligus juga membantu pencapaian tujuan organisasi.
Keselarasan tujuan (goal congruence) berarti, sejauh hal tersebut
dimungkinkan, tujuan anggota organisasi seharusnya konsisten dengan
tujuan organisasi itu sendiri.
Sistem pengendalian manajemen membantu para manajer untuk
mejalankan organisasi ke arah tujuan strategisnya. Hal ini berarti,
pengendalian manajemen terfokus pada pelaksanaan strategi.
Pengendalian manajemen merupakan satu-satunya perangkat manajer
yang digunakan dalam mengimplementasikan strategi yang diinginkan.
Berikut adalah contoh implementasi strategi melalui struktur organisasi,
manajemen SDM, dan kebudayaannya.
Mekanisme Penerapan
Pengendalian manajemen
Strategi Struktur organisasi Manajemen SDM Kinerja
Gambar 3: Kerangka Kerja Penerapan Strategi
Kebudayaan
Sistem pengendalian manajemen meliputi ukuran kinerja finansial (hasil-
hasil moneter-laba bersih, pengembalian atas modal) dan non-finansial
(mutu produk, pangsa pasar, kepuasan pelanggan, pengantaran tepat
waktu, semangat kerja karyawan).
Pengendalian interaktif merupakan bagian tak terpisahkan dari
pengendalian manajemen. Dalam industri yang berada dalam lingkungan
yang cepat berubah, informasi pengendalian manajemen, terutama yang
3
bersifat non-finansial, dapat menyediakan dasar bagi pertimbangan strategi
baru.
2. Perumusan Strategi
Perumusan strategi merupakan proses menetapkan tujuan organisasi dan
strategi untuk mencapai tujuan keseluruhan organisasi. Tujuan tersebut
tidak memiliki jangka waktu dimana tujuan tersebut akan tetap ada sampai
tujuan tersebut diubah. Strategi menetapkan secara umum arah tujuan
pergerakan organisasi yang diinginkan oleh manajemen senior.
Kebutuhan untuk merumuskan strategi biasanya muncul sebagai respon
terhadap ancaman yang diterima (serangan dari pesaing, pergeseran selera
konsumen, atau peraturan pemerintah yang baru) atau kesempatan
(inovasi teknologi, persepsi yang baru atas perilaku pelanggan, atau
pengembangan aplikasi baru dari produk yang sudah ada). Strategi untuk
menghadapi ancaman atau kesempatan tersebut dapat timbul dari siapa
saja yang memiliki gagasan cemerlang, kapanpun dan dimana saja dalam
sebuah organisasi, tidak semata-mata keluar dari tim riset dan
pengembangan atau staf perusahaan pusat.
Perbedaan Antara Perumusan Strategi dan Pengendalian
Manajemen
Perbedaan antara perumusan strategi dan pengendalian manajemen adalah
dimana perumusan strategi merupakan proses pengambilan keputusan
strategi baru, sedangkan pengendalian manajemen merupakan proses
implementasi strategi tersebut. Selain itu, perbedaan lainnya dapat dilihat
dari sudut pandang desain sistem dan analisis yaitu sebagai berikut:
a. Dari sudut pandang desain sistem
Perumusan strategi pada dasarnya tidaklah sistematis dan keputusan
strategi mungkin dapat dibuat kapanpun karena ancaman, kesempatan,
dan gagasan baru tidak terjadi pada jangka waktu yang tetap.
b. Dari sudut pandang analisis
Usulan strategi bervariasi dengan sifat strategi tersebut. Analisis
strategi melibatkan penilaian, angka yang digunakan dalam proses
biasanya merupakan estimasi kasar saja. Sebaliknya proses
pengendalian manajemen melibatkan serangkaian langkah yang
4
terjadi dalam urutan yang dapat diprediksi sesuai dengan jadwal tetap
dan dengan estimasi yang dapat diandalkan.
Analisis mengusulkan strategi biasanya secara relatif melibatkan
sedikit orang (penggagas, staf pusat, manajer senior). Sebaliknya
proses pengendalian manajemen melibatkan manajer dan stafnya di
semua tingkatan dalam organisasi.
3. Pengendalian Tugas
Pengendalian tugas adalah proses untuk memastikan bahwa tugas-tugas
yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian tugas
berorientasi pada transaksi dan hal tersebut melibatkan kinerja dari tugas
individual sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam proses
pengendalian manajemen.
Pengendalian tugas selalu terdiri dari pengawasan agar aturan-aturan ini
diikuti. Fungsi ini dalam beberapa kasus bahkan tidak membutuhkan
kehadiran manusia karena telah menggunakan perangkat mesin yang
dikendalikan secara numerik, komputer pengendali proses, dan robot.
Kegiatan pengendalian tugas yang bersifat ilmiah seperti keputusan optimal
atau tindakan yang tepat perlu diambil untuk membawa kondisi di luar
kendali kembali kondisi yang diinginkan dapat diprediksikan dalam batasan
yang dapat diterima. Sebagian besar informasi dalam sebuah organisasi
merupakan informasi pengendalian tugas, contohnya seperti jumlah
pesanan barang oleh pelanggan, berat bahan baku, dan jumlah unit
komponen yang digunakan untuk menghasilkan produk, jumlah jam kerja
karyawan, dan jumlah kas yang diperlukan.
Kegiatan sentral organisasi seperti pengadaan barang, penjadwalan,
masukan pesanan, logistik, pengendalian mutu, dan manajemen kas,
merupakan sistem pengendalian tugas. Aktivitas tertentu yang dilakukan
oleh manajer pada saat ini diotomatisasikan dan telah menjadi aktivitas
pengendalian tugas. Pergeseran dari pengendalian manajemen menjadi
pengendalian tugas ini membebaskan waktu manajer untuk kegiatan
manajemen lainnya tanpa menghapuskan posisi manajer tersebut.
5
Perbedaan Antara Pengendalian Tugas dan Pengendalian
Manajemen
a. Sistem pengendalian tugas bersifat ilmiah sementara pengendalian
manajemen tidak dapat disederhanakan menjadi suatu ilmu namun
berhubungan dengan perilaku para manajer.
b. Dalam pengendalian manajemen, para manajer berinteraksi dengan
manajer lainnya, sedangkan dalam pengendalian tugas, interaksinya
adalah antara seorang manajer dan seorang non-manajer.
c. Dalam pengendalian manajer, fokus terletak pada unit organisasional,
sementara dalam pengendalian tugas, fokus terletak pada tugas spesifik
yang dilakukan oleh unit-unit organisasional.
d. Pengendalian manajemen berhubungan dengan aktivitas para manajer
dalam memutuskan apa yang harus dilakukan dalam kendala strategis
secara umum, sedangkan pengendalian tugas berhubungan dengan
tugas-tugas tertentu yang sebagian besar membutuhan sedikit atau
tidak sama sekali pertimbangan untuk melaksanakannya.
Dampak Internet terhadap Pengendalian Manajemen
Internet menyediakan banyak manfaat yang tidak didapat dari telepon,
antara lain :
a. Akses mudah dan cepat.
b. Komunikasi multi-target.
c. Komunikasi berbiaya rendah.
d. Kemampuan menampilkan citra tertentu.
e. Pergeseran kekuatan dan kendali individu.
Dengan manfaat-manfaat ini, Internet secara dramatis telah mengubah
aturan permainan dalam bisnis ke sektor konsumen individual. Meskipun,
Internet telah dapat memfasilitasi koordinasi dan pengendalian melalui
pemrosesan informasi yang efisien dan efektif, tetapi internet tidak dapat
menggantikan proses fundamental yang melibatkan pengendalian
manajemen.
Ketersediaan akses data secara elektronis ke database hanya memberikan
kontribusi kecil pada penilaian (judgment) yang diperlukan untuk
mendesain dan mengoperasikan suatu sistem pengendalian yang optimal.
Penilaian tersebut meliputi:
a. Mengetahui nilai relatif dari pentingnya keanekaragaman, dan terkadang
bersaing dalam tujuan yang mendorong individu untuk bertindak.
b. Melakukan penyelarasan tujuan dari beragam individu dengan organisasi.
c. Melakukan pengembangan tujuan tertentu melalui unit bisnis, area
fungsional, dan departemen-departemen yang akan dinilai.
6
d. Mengomunikasikan strategi dan tujuan kinerja yang spesifik untuk
keseluruhan organisasi.
e. Menjelaskan variabel kunci yang akan diukur dalam penilaian kontribusi
individual terhadap tujuan organisasi.
f. Mengevaluasi kinerja aktual relatif terhadap ukuran standar dan
pembuatan kesimpulan tentang kinerja manajer.
g. Menyelenggarakan pertemuan untuk meninjau kinerja yang produktif.
h. Mendesain struktur penghargaan yang tepat.
i. Mempengaruhi individu untuk mengubah perilaku mereka.
KASUS 1-2
Setelah didirikan oleh Sam Walton, toko Wal Mart pertama dibuka di Rogers,
Arkansas, pada tahun 1962. Tujuh belas tahun kemudian, penjualan tahunan
mencapai $1 miliyar. Pada akhir Januari 2005, Wal Mart Stores, Inc (Wal Mart),
merupakan perusahaan ritel terbesar dunia, dengan penjualan $288 miliar (lihat
Tabel untuk data financial komparatif). Sebelumnya pada tahun 1995, Wal-Mart
tidak menjual bahan baku makanan, namun tahun 2005 perusahaan ini
merupakan pemimpin pasar diantara supermarket di Amerika Serikat. Wal mart
merupakan perusahaan swasta terbesar di dunia. Teknologi Informasi yang
mendukung persediaan dan logistik Wal Mart merupakan program yang paling
kuat, hanya sedikit sedikit berbeda dengan kapasitas komputer pentagon.
Perusahan memiliki lebih dari 20 pesawat yang digunakan oleh manajernya
untuk pergi ke toko-tokonya yang jauh. Jarak yang ditempuh oleh manajer Wal
Mart dengan pesawat perusahaan menempatkan Wal Mart setingkat dengan
perusahaan penerbangan menengah. Wal Mart juga merupakan pemilik jaringan
satelit komunikasi swasta terbesar di Amerika Serikat dan memiliki stasiun
penyiaran TV terbanyak dibanding jaringan TV manapun.
Strategi kemenangan Wal-Mart di AS didasari pada penjualan produk bermerek
dengan biaya rendah. Setiap minggu, sekitar 138 juta pelanggan
mengunjungi sebuah toko Wal Mart dimana saja di dunia. Perusahaan
memperkerjakan lebih dari 1,6 juta associates (istilah yang digunakan Wal-
Mart untuk karyawan) diseluruh dunia melalui lebih dari 3.700 toko di AS dan
7
lebih dari 1.600 unit di Meksico, Puerto Rico, Kanada, Argentina, Brazil, China,
Korea,Jerman dan Inggris (Toko pertama dibuka di Meksiko City pada tahun
1991). Wal Mart juga mendapatkan 38% saham yang sangat berpengaruh pada
jaringan retail Seiyu di Jepang guna mendapatkan sebagian dari pasar terbesar
kedua di dunia yang diperkirakan bernilai $1,3 triliun.
Pada Tahun 2002, Wal Mart mendapatkan penghargaan The Ron Brown Award
untuk corporate Leadership, sebuah penghargaan yang diberikan kepada
perusahaan-perusahaan atas kinerjanya yang bagus dalam bidang tenaga kerja
dan hubungan masyarakat. Pada Tahun 2004 Majalah Fortune menempatkan
Wal Mart pada tempat teratas dalam daftar Perusahaan yang paling
mengagumkan untuk kedua kalinya.
Pada tahun 2005, Wal Mart menguasai 8,9% bagian pasar retail di AS. Secara
sederhana, untuk setiap $100 yang dibelanjakan oleh orang Amerika $8,9
dibelanjakan di Wal Mart. Procter & Gamble, Clorox, dan Johnson & Johnson ada
antara hamper 3.000 pemasoknya. Walaupun Wal Mart merupakan pelanggan
yang paling besar untuk pabrik-pabrik konsumen, dengan penuh pertimbangan
menjamin bahwa perusahaan ini tidak menjadi terlalu tergantung pada satu
pemasok, tidak ada vendor tunggal yang merupakan lebih dari 4% dari volume
penjualan keseluruhan. Untuk meningkatkan efisiensi persediaan tokonya Wal
Mart meminta para pemasoknya untuk memiliki sambungan elektronik
(electronic hook ups) dengan toko-tokonya. Wal Mart menggunakan strategi
saturasi untuk ekspansi tokonya. Standar yang diterapkan dapat mendorong
pengiriman barang dari pusat distribusi ke sebuah toko dalam sehari. Pusat
distribusi ditempatkan sedemikian strategis sehingga pada akhirnya dapat
melayani 150-200 toko Wal Mart dalam sehari. Toko dibangun sejauh mungkin
tetapi masih dalam satu perjalanan pusat distribusi, area itu kemudian diisi
kembali (disaturasikan kembali) ke pusat distribusinya. Setiap distribusi
beroperasi 24 jam sehari dengan menggunakan sabuk berjalan (belt conveyer)
yang dipandu laser dan teknik cross docking yang menerima barang pada satu
sisi sementara seraca serentak mengisi order pada sisi yang lain. Perusahaan
memiliki armada yang terdiri dari 6.100 truk trailer dan 7.600 sopir truk yang
menempatkannya sebagai salah satu perusahaan pengangkutan terbesar di AS
(kebanyakan pesaing melakukan out sourcing untuk pengangkutan dengan truk.
Wal Mart mengimplementasikan sistem jaringan satelit yang memungkinkan
informasi dibagikan diantara jaringan toko pada perusahaan itu keseluruhan,
pusat distribusi dan pemasok. Sistem ini mengonsolidasi pesanan untuk barang,
8
yang memungkinkan perusahaan untuk membeli barang satu truk penuh tanpa
menanggung biaya persediaan barang.
Pada tahun-tahun awalnya, strategi Wal Mart adalah membangun toko besar
dengan diskon di kota-kota kecil pedalaman. Sebaliknya pesaing seperti Kmart
berfokus pada
kota besar dengan populasi lebih dari 50.000. Strategi pemasaran Wal Mart adal
ah menjamin harga rendah setiap hari sebagai cara untuk menarik pelanggan.
Retailer diskon tradisional mengandalkan penjualan yang diiklankan.
Sistem Manajemen
Setiap toko merupakan pusat investasi dan dievaluasi atas labanya sehubungan
dengan investasi persediaan barang. Data dari 5.300 toko mandiri tentang
penjualan, beban, serta rugi dan laba dikumpulkan dianalisis dan ditransmisikan
secara elektronik secara real time, yang menunjukkan bagaimana kinerja suatu
daerah, distrik, toko, departemen dalam sebuah toko atau suatu item dalam
suatu departemen. Informasi ini memungkinkan perusahaan kemungkinan
kehabisan persediaan atau penumpukan persediaan pada barang-barang lambat
jual, dan untuk memaksimalkan perputaran persediaan. Data dari toko yang
berkinerja baikdiantara 5.300 toko yang ada digunakan untuk meningkatkan
kinerja toko-toko yang bermasalah.
Dalam suatu retail, salah satu biaya yang signifikan adalah pencurian kecil
(shoplifting atau pilferage). Wal Mart menangani isu ini dengan melembagakan
kebijakan yang berbagi 50% dari penghematannya dan penurunan pencurian
satu toko diantara karyawan toko itu melalui rencana insentif toko.
Dahulu dalam sejarah Wal Mart, Sam Walton mengimplementasikan proses yang
memerlukan manajer toko untuk mengisi buku besar best yesterday. Para
manajer toko yang relatif langsung menangani kinerja penjualan harian
terhadap angka-angka dari satu tahun sebelumnya. Dahulu kami sebenarnya
mencoba untuk menjadi operator terbaik yang sejati manajer yang paling
profesional sejauh kami dapat. Saya selalu mempunyai jiwa seorang operator,
seorang yang ingin membuat segala sesuatu bekerja dengan baik, maka lebih
lebih baik, kemudian terbaik sedapat mungkin, kenang Walton. Organisasinya
sungguh merupakan toko dalam sebuah toko yang mendorong manajer
departemen bertanggung jawab dan memberi mereka insentif untuk kreatif.
Eksperimen yang sukses diorganisasi dan diterapkan di toko lain. Contohnya
adalah people greater (penyapa pelanggan), seorang karyawan (associate) yang
9
menyambut pelanggan ketika mereka masuk toko. Para penyambut ini tidak
hanya memberi pelayanan pribadi, kehadiran mereka berfungsi untuk
mengurangi pencurian. 10 foot attitude adalah pendekatan pelayanan
konsumen lain yang dikembangkan Walton. Ketika pendiri itu mengunjungi
tokonya, ia meminta karyawan (associate)-nya untuk membuat janji sambil
memberi tahu mereka saya ingin anda berjanji bahwa bilamana anda tiba
dalam jarak 10 kaki dari seorang pelanggan, anda akan menatapnya, memberi
salam, dan bertanya apakah anda dapat membantu dia.
Imbalan atas loyalitas dan pengabdian karyawan, walton mulai menawarkan
bagi hasil pada tahun 1971. setiap karyawan (associate) yang telah bekerja
bersama kami setidaknya satu tahun, dan yang bekerja setidaknya 1.000 jam
setahun, mempunyai hak bagi hasil ia menerangkan. Dengan menggunakan
rumus yang didasarkan pada pertumbuhan laba, kami memberi kontribusi
persentase dari upah setiap karyawan yang berhak atas bagi hasil, yang dapat
diambil karyawan bila mereka meninggalkan perusahaan, secara tunai atau
dalam saham Wal Mart. Pada tahun fiskal 2005, kontribusi perusahaan tahunan
Wal Mart mencapai total $756 juta.
Selain itu, Wal Mart melembagakan beberapa kebijakan dan program untuk
karyawannya. Kebijakan dan program tersebut meliputi bonus, rencana
pembelian saham diskon, promosi dari dalam, kenaikan gaji berdasarkan kinerja
bukan senioritas, dan kebijakan pintu terbuka (open door policy).
Sam Walton, pendiri Wal Mart, percaya pada prinsip kesederhanaan. Bahkan dia
masih mengendarai mobil bak terbuka tua, terbang dengan tiket kelas ekonomi,
meskipun ia telah menjadi miliader. Dia selalu meyakinkan bahwa prinsip
kesederhanaan merupakan bagian dari DNA Wal Mart.
Pertanyaan dan Jawaban:
1. Apa strategi Wal-Mart? Apakah basis yang dibangun oleh Wal-Mart pada
keunggulan kompetitifnya?
Strategi yang ditetapkan Wal-Mart :
a. Memberikan Harga yang Murah
Wal-Mart berusaha menyediakan barang untuk para pelanggannya
dengan harga yang murah sesuai dengan taglinenya yaitu harga rendah
setiap hari untuk menarik konsumen.
b. Tidak Bergantung pada Satu Vendor
10
Wal-Mart tidak bergantung hanya kepada satu vendor dimana setiap
vendor memasok barang tidak lebih dari 4% dari volume penjualan
barang. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan kehabisan
stok/persediaan.
c. Strategi Saturasi
Wal-Mart menggunakan strategi saturasi dimana pusat distribusi akan
memasok barang ke toko-toko dalam waktu satu hari. Strategi ini
digunakan untuk memasok barang ke 150-200 toko dalam satu hari
dengan menggunakan teknik cross docking.
d. Penggunaan Sistem Jaringan Komputer dan Satelit
Wal-Mart meminta para pemasoknya untuk memiliki sambungan
elektronik dengan toko-tokonya dan menggunakan teknologi terbaru
untuk jaringan tokonya seperti RFID yang dapat meningkatkan
pengawasan dan pengeolaan persediannya.
Selain itu, Wal-Mart mengimplementasikan sistem jaringan satelit yang
digunakan untuk memberikan informasi pada seluruh jaringan toko,
pusat distribusi, dan pemasok guna untuk mengonsolidasi pesanan
barang yang memungkinkan perusahaan membeli barang tanpa
menanggung biaya persediaan barang.
e. Kesejahteraan SDM
Wal-Mart menawarkan bagi hasil, insentif bonus, promosi, serta kenaikan
gaji kepada karyawan.
Basis yang dibangun oleh Wal-Mart pada keunggulan kompetitif :
a. Pusat Distribusi yang Efisien
Wal-Mart menggunakan strategi saturasi dimana pusat distribusi akan
memasok barang ke toko-toko dalam waktu satu hari. Strategi ini
digunakan untuk memasok barang ke 150-200 toko dalam satu hari
dengan menggunakan teknik cross docking sehingga biaya distribusi
Wal-Mart hanya sebesar 1,3% dari penjualan. Hal ini berarti jauh lebih
murah dibandingkan dengan pesaing terdekatnya sebesar 3,5%.
b. Toko Tersedia sampai ke Kota-Kota Kecil
Wal-Mart membangun toko yang memberikan diskon besar di kota-kota
kecil pedalaman. Berbeda dengan pesaingnya yang hanya berfokus pada
kota-kota besar yang memiliki populasi lebih dari 50.000 orang.
c. Memiliki Armada Distribusi Sendiri
Wal-Mart memiliki armada yang terdiri dari 6.100 truk dengan 7.600
pengemudi untuk mempermudahkan pengangkutan persediaan. Berbeda
11
dengan sebagian besar pesaingnya yang melakukan outsourcing untuk
pengangkutan persediaan.
2. Bagaimana sistem pengendalian Wal-Mart dalam membantu menjalankan
strategi perusahaan?
Sistem Pengendalian Manajemen Wal-Mart:
Pencegahan Pencurian Kecil (shoplifting and pilferage)
Wal-Mart memberikan insentif kepada karyawan apabila kerugian akibat
pencurian menurun sebesar 50%.
Kebijakan dan Program Wal-Mart pada Karyawan
Wal-Mart memberikan kebijakan dan program pada karyawan antara lain
bagi hasil bagi karyawan yang bekerja lebih dari 1 tahun dan lebih dari
1.000 jam dalam 1 tahun, bonus insentif, rencana pembelian saham
dengan diskon, promosi, gaji berdasarkan kinerja bukan senioritas dan
kebijakan pintu terbuka. Dengan adanya kebijakan dan program tersebut
akan mendorong karyawan untuk bekerja lebih keras untuk
mengimplementasikan strategi organisasi.
Penerapan Sistem Jaringan Komputer
Wal-Mart meminta para pemasoknya untuk memiliki sambungan
elektronik dengan toko-tokonya dan menggunakan teknologi terbaru
untuk jaringan tokonya seperti RFID yang dapat meningkatkan
pengawasan dan pengeolaan persediannya.
12