LAPORAN RESEARCH BASED LEARNING (RBL)
FI1102 FISIKA DASAR IB
SEMESTER I 2016-2017
ALAT PE LO N TAR B O LA
Disusun oleh:
Nadira Rahmatunisa 16116007
Salwa Halimatussadiyah 16116012
Sheila Widia Trisakti 16116085
Karimatu Khoirunnisa 16116103
Wakhida Rohmah F. S. 16216028
Kristianti Wahyu 16216060
Evelyn Tirza 16216109
Lydia Husen Kartadinata 16216112
PROGRAM TAHAP PERSIAPAN BERSAMA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2016
1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI..........................................................................................................................2
DAFTAR TABEL..................................................................................................................3
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................................4
1. TUJUAN PERCOBAAN...............................................................................................5
2. TEORI DASAR..............................................................................................................6
A. Gerak Parabola............................................................................................................6
B. Pegas...........................................................................................................................7
3. METODE PERCOBAAN..............................................................................................8
A. Desain dan Bahan.......................................................................................................8
B. Prosedur Percobaan dan Cara Kerja Alat..................................................................10
4. PERHITUNGAN BERDASARKAN DESAIN DAN TEORI.....................................11
5. PENGAMBILAN DAN PENGOLAHAN DATA........................................................12
6. ANALISIS....................................................................................................................13
7. KESIMPULAN............................................................................................................14
8. REFERENSI.................................................................................................................15
9. PEMBAGIAN TUGAS................................................................................................16
LAMPIRAN.........................................................................................................................17
2
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Daftar alat dan bahan............................................................................................9
Tabel 5.1 Data hubungan jarak lotaran dan pertambahan panjang pegas...........................12
3
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Gerak Parabola.................................................................................................6
Gambar 3.1 Desain alat pelontar bola..................................................................................8
Grafik 5.1 Hubungan jarak lotaran bola dan sudut sistem pelontar....................................12
4
1. TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan dari percobaan ini adalah:
1. Menentukan konstanta pegas.
2. Menentukan kecepatan awal bola.
3. Menentukan hubungan perubahan panjang pegas dengan jarak lontar bola.
5
2. TEORI DASAR
Dalam membuat alat pelontar bola dengan pegas, kita mengaplikasikan beberapa
teori sebagai berikut:
A. Gerak Parabola
Alat pelontar bola ini akan menghasilkan gerak parabola atau gerak peluru. Gerak
parabola merupakan perpaduan dari gerak lurus beraturan searah sumbu x dan gerak lurus
berubah beraturan searah sumbu y. Berikut adalah sketsa geraknya:
Gambar 2.1 Gerak Parabola
Dari gerak parabola yang diaplikasikan, didapat rumus sebagai berikut:
1 Kecepatan awal yang diberikan (Vo) dengan proyeksi Vox dan Voy
Vox = Vo cos m/s (1.1)
Voy = Vo sin m/s (1.2)
2 Ketinggian benda pada saat t (waktu) tertentu
y = Voy.t + ay.t2
y = (Vo sin ).t -1/2gt2 m (2.1)
dengan tanda minus (-) menunjukan bawah geraknya ke atas melawan arah
percepatan gravitasi, dan percepatannya (ay) adalah percepatan gravitasi.
3 Jarak peluru pada saat t (waktu) tertentu
X = Vox.t
X = (Vo cos ).t m (3.1)
4 Kecepatan pada waktu tertentu
Arah sumbu x Vx= Vo cos m/s (GLB dengan Vx tetap) (4.1)
Arah sumbu y Vy = Voy-gt
6
Vy = Vo sin - gt m/s (GLB dengan Vy berubah-ubah) (4.2)
5 Waktu (t) untuk mencapai titik tertinggi
th = Voy/g
th = Vo sin /g s (5.1)
6 Tinggi maksimum yang dapat dicapai benda
h = Vo2 sin2 /2g m (6.1)
7 Jarak maksimum yang dapat dicapai benda
Dari persamaan (2.1) dan (3.1) dapat diperoleh:
x = Vo2 sin 2/g m (7.1)
B. Pegas
Pegas merupakan benda elastis karena pegas dapat kembali ke bentuk semula
ketika gaya yang dikerjakan padanya dihilangkan. Gaya yang dapat menggerakkan benda
kembali ke bentuk semula disebut gaya pemulih. Dalam Hukum Hooke dinyatakan apabila
pegas ditarik dengan suatu gaya tanpa melampaui batas elastisitasnya, pada pegas akan
bekerja gaya pemulih yang sebanding dengan simpangan benda dari titik seimbangnya
tetapi arahnya berlawanan dengan arah gerak benda. Berikut adalah rumusannya:
Keterangan: Fp adalah gaya pemulih pegas (N), k adalah konstanta pegas atau ukuran
kekakuan pegas (N/m), dan x adalah jarak regangan pegas.
3. METODE PERCOBAAN
A. Desain dan Bahan
Gambar 3.1 Desain alat pelontar bola
tali penyangga alat
pelontar
7
8
pipa paralon
tutup aqua
per pantul
(pegas) dengan
penarik
tripleks
9
engsel
Tali dikaitkan pada katrol yang tersambung pada dua balok yang berfungsi sebagai
penyangga peluru. Kedua balok diletakkan sedemikian rupa agar mengalami kontak
dengan papan tempat peluru sehingga menghasilkan gaya gesek. Gaya gesek yang
diberikan balok penyangga beserta tali yang diikatkan ke papan akan mencegah papan
peluru untuk bergeser atau turun saat proses pelontaran bola terjadi. Tali juga berfungsi
untuk menjaga besar sudut elevasi agar konstan pada 45. Alat pelontar bola seperti yang
digambarkan di atas pun akan diletakkan pada suatu track atau lintasan yang sejajar
dengan wadah agar lintasan yang terbentuk tidak miring.
Karena sudut elevasi merupakan variabel kontrol yang tidak mengalami perubahan
selama percobaan berlangsung, maka variasi jarak lontar didapat melalui perubahan
panjang pegas yang berbeda sehingga menghasilkan kecepatan awal yang berbeda pula.
Semakin besar perubahan panjang pegas, semakin besar kecepatan awal dan semakin jauh
jarak lontar. Semakin kecil perubahan pegas, semakin kecil kecepatan awal dan semakin
dekat jarak lontarnya.
Bola yang akan dilontarkan dimasukkan ke dalam pipa paralon, lalu menyentuh
tutup aqua. Tutup aqua ini akan memberikan gaya berupa kecepatan secara langsung yang
berasal dari pegas atau per pantul yang sudah ditarik dengan perubahan panjang tertentu.
Engsel berfungsi sebagai perekat papan pipa paralon agar tidak kaku dan dapat diubah
sudutnya terhadap papan alas sistem.
Tabel 3.1 Daftar alat dan bahan
No. Alat dan Bahan Harga
1 Tripleks Rp 5.700
2 Pipa paralon diameter 1 inci Rp 2.000
3 Karton dupleks Rp 10.000
4 Per pantul Rp 5.000
5 Lem kayu Rp 5.000
6 Benang kasur Rp 2.000
7 Engsel Rp 5.000
8 Busur derajat Rp 500
9 Paku Rp 400
10
10 Bola bermassa 0,02 kg -
11 Bola bermassa 0,005 kg Rp 700
12 Cutter -
13 Gunting -
14 Gergaji kecil -
15 Timbangan atau neraca -
16 Penggaris atau meteran -
17 Tutup botol aqua -
18 Kalkukator -
Total pengeluaran Rp 36.500
B. Prosedur Percobaan dan Cara Kerja Alat
Berikut adalah langkah-langkah atau prosedur pengambilan data untuk
karakterisasi bahan yaitu konstanta pegas.
1 Beban digantung pada pegas.
2 Pertambahan panjang (x ) pada pegas diukur dengan penggaris.
3 Setelah data pertambahan panjang (x) dan berat benda (W=F) didapat, nilai k bisa
dihitung dari rumus hukum Hooke.
F = -k x
Nilai k didapat dari pembagian F dengan x
Berikut adalah langkah-langkah atau prosedur percobaan dalam pengambilan data
x (perubahan panjang pegas) untuk menentukan vo (kecepatan awal bola).
1 Menentukan sudut konstan yang digunakan yaitu 45 dari pipa paralon terhadap
papan alas. Tali yang terhubung pada penyangga dikaitkan agar sudut tidak
berubah-ubah.
2 Bola pejal yang digunakan adalah kelereng yang berdiameter 2.5 cm dan 1.5 cm.
3 Untuk data yang pertama, jarak yang digunakan adalah 40 cm.
4 Mencoba beberapa x untuk beberapa lontaran sehingga didapat nilai x yang
memenuhi yaitu 5.3 cm untuk bola besar dan 2.8 untuk bola kecil agar bola tepat
masuk pada wadah yang digunakan.
5 Untuk data selanjutnya digunakan jarak sebesar 50 cm, 70 cm, 100 cm, 120 cm dan
150 cm. Sama seperti langkah sebelumnya, x dicoba terlebih dahulu dengan
mencoba beberapa lontaran sehingga didapat x yang memenuhi agar bola tepat
masuk pada wadah yang digunakan.
6 Data yang didapat dicatat dan dibuat tabel pada laporan.
11
4. PERHITUNGAN BERDASARKAN DESAIN DAN TEORI
Dalam percobaan ini sudut elevasi yang digunakan adalah tetap yaitu 45. Variabel
bebas yang diuji pada percobaan ini adalah jarak maksimum bola dan kecepatan awal bola.
Kecepatan awal bola pada percobaan ini dapat diatur menggunakan skala pada batang
pegas yang menunjukan nilai x .
Untuk mengetahui kecepatan awal bola, dapat digunakan hukum kekekalan energi
mekanik:
EMpegas=EMbola
1 1
k x 2= mVo 2
2 2
Vo2=k x 2 .
Berdasarkan persamaan jarak maksimum parabola diperoleh
Vo2 sin 2 .
Xmax=
g
Substitusi persamaan (1) dan (2)
2
k x sin 2
Xmax=
g
Xmax g
x 2=
k sin 2
12
x=
Xmax g
k sin 2
Maka untuk memasukan bola pada jarak tertentu pada percobaan ini digunakan
persamaan:
x=
Xmax g
k sin 2
5. PENGAMBILAN DAN PENGOLAHAN DATA
Tabel 5.1 Data hubungan jarak lontar dan pertambahan panjang pegas
x (cm)
Xmax (cm)
Bola 1 Bola 2
40 5.3 2.8
50 5.4 3.9
70 6.4 4.1
100 7.5 5
120 8.2 5.3
150 8.7 6.6
Keterangan:
Bola 1 : Bola besar bermassa 0.02 kg
Bola 2 : Bola kecil bermassa 0.005 kg
Grafik 5.1 Hubungan jarak lontar bola dan pertambahan panjang pegas
13
10
9
8
7
6
5 Bola 1
4 Bola 2
3
2
1
0
40 50 70 100 120 150
Keterangan:
sumbu x: jarak lontar bola (cm)
sumbu y: perubahan panjang pegas (cm)
6. ANALISIS
Perbandingan antara hasil percobaan dan perhitungan secara teori
Perbedaan nilai antara perubahan panjang pegas dengan jarak lontar bola
disebabkan oleh beberapa faktor kesalahan (margin of error). Pertama, massa bola
diabaikan pada perhitungan menggunakan rumus. Secara teoritis, bola dianggap tidak
bermassa sehingga perubahan panjang pegas untuk mencapai jarak lontar tertentu tidak
sebesar praktiknya. Hal ini disebabkan pada praktik, kecepatan awal yang diberikan harus
sangat besar untuk menyeimbangi gaya berat yang dihasilkan massa bola.
Kedua, gerak parabola yang dihasilkan alat pelontar tidaklah sempurna seperti pada
teori karena adanya gaya gesek udara yang menghambat pergerakan bola. Gaya gesek ini
diabaikan pada perhitungan sehingga secara praktikal, gaya dorong yang diberikan pegas
pada bola lebih besar daripada teori karena diperlukan untuk berinteraksi dengan gaya
gesek udara yang berlawanan arah.
Ketiga, tingkat elastisitas pegas tidaklah konstan. Setelah beberapa kali percobaan,
kekuatan pegas tidak terus menerus konstan mengikuti hukum kekekalan energi. Pada
14
beberapa kasus, pegas cenderung menjadi kurang elastis atau bahkan menjadi bengkok
karena terlalu sering digunakan.
7. KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat dari percobaan ini adalah:
1 Konstanta pegas bernilai 49 N/m.
2 2
2 Kecepatan awal bola dinyatakan melalui Vo =k x .
3 Semakin besar perubahan panjang pegas, semakin jauh jarak lontar bola.
Xmax g
Dirumuskan berdasarkan x= k sin 2 .
15
8. REFERENSI
Halliday, David, Robert Resnick, dan Jearl Walker. 2011. Fundamental of Physics, 9th
Edition Extended. Singapore: John Willey & Sons.
Cutnell, J.D. dan Johnson. K. W. 2007. Physics 7th Edition. Singapore: John Willey &
Sons.
16
9. PEMBAGIAN TUGAS
Nama NIM Deskripsi Tugas
Membuat sistem pegas, membeli alat dan
Nadira Rahmatunisa 16116007
bahan.
Membeli alat dan bahan, membuat sistem
Salwa Halimatussadiyah 16116012
pegas, menulis dasar teori.
Mengambil data, menulis prosedur
Sheila Widia Trisakti 16116085
percobaan.
Mengambil data, menulis prosedur
Karimatu Khoirunnisa 16116103
percobaan.
Wakhida Rohmah F. S. 16216028 Membuat tiang, membuat track lintasan.
Membuat wadah, mengukur konstanta
Kristianti Wahyu 16216060
pegas.
Evelyn Tirza 16216109 Mendesain sistem, membuat analisis.
Lydia Husen Kartadinata 16216112 Membuat skala, menyunting laporan.
17
LAMPIRAN
18