0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
283 tayangan9 halaman

Laporan Kasus Mastitis pada Ibu Menyusui

Pasien wanita berusia 27 tahun datang dengan keluhan nyeri dan benjolan di payudara kiri setelah melahirkan. Pemeriksaan menemukan infeksi mastitis dengan gejala demam, nyeri saat menyusui, dan luka di puting susu. Diagnosa keperawatan meliputi nyeri akut, ketidakefektifan menyusui, dan resiko infeksi. Rencana asuhan mencakup evaluasi nyeri, kompres hangat, dan edukasi perawatan

Diunggah oleh

Xhal Cutterz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
283 tayangan9 halaman

Laporan Kasus Mastitis pada Ibu Menyusui

Pasien wanita berusia 27 tahun datang dengan keluhan nyeri dan benjolan di payudara kiri setelah melahirkan. Pemeriksaan menemukan infeksi mastitis dengan gejala demam, nyeri saat menyusui, dan luka di puting susu. Diagnosa keperawatan meliputi nyeri akut, ketidakefektifan menyusui, dan resiko infeksi. Rencana asuhan mencakup evaluasi nyeri, kompres hangat, dan edukasi perawatan

Diunggah oleh

Xhal Cutterz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KASUS MASTITIS

A. IDENTITAS
Nama : Ny. R
Umur : 27 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Kp. Joglo
Tanggal masuk : 24 April 2017
Diagnosa : Mastitis

B. ANAMNESIS
Keluhan Utama : Nyeri pada payudara kiri
Keluhan Tambahan : Terdapat benjolan seperti bisul, nyeri pada puting

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang ke RSUD Arjawinangun dengan keluhan nyeri pada
payudara sebelah kiri sejak 3 minggu yang lalu. Menurut pasien pada
payudara kiri bagian luar ada benjolan seperti bisul, 1 hari yang lalu keluar
sedikit cairan berwarna putih kekuningan dari benjolan tersebut, setelah itu
pasien merasa nyeri berkurang. Keluhan lain yaitu nyeri pada puting saat
menyusui, pasien merasa payudara kirinya agak membengkak, keluhan
demam disangkal. Satu bulan yang lalu pasien melahirkan anak pertamanya
dan memberikan ASI. Semenjak dirawat pasien tidak memberi ASI secara
langsung dan juga tidak memompakan ASI untuk anaknya.

Riwayat Penyakit Dahulu :


- Pasien tidak pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya.
- Riwayat Hipertensi dan Diabetes Melitus disangkal

Riwayat Penyakit keluarga :


Tidak ada anggota keluarga yang mempunyai keluhan yang sama.

1
C. PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis
Tanda vital : N : 80 x/menit
RR : 20 x/menit
S : 36,8 C
TD : 120/80 mmHg
D. HEAD TO TOE
Kepala : Normocephal.
Mata : Konjungtiva : Anemis -/-
Sklera : Ikterik -/-
Pupil : Bulat isokor
Refleks cahaya : +/+
Thorak
Cor : Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : Iktus kordis teraba
Perkusi : Redup, batas jantung normal
Auskultasi : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : Inspeksi : Simetris dalam keadaan statis dan
dinamis.
Palpasi : Vocal dan taktil fremitus teraba
simetris.
Perkusi : Sonor pada kedua hemitoraks.
Auskultasi : Vesikuler +/+, ronki -/-, wheezing -/-
Abdomen : Inspeksi : Permukaan datar
Palpasi : Supel, NT/NK/NL -/-/-, hepar dan lien
tidak teraba membesar
Perkusi : Timpani pada seluruh lapang abdomen
Auskultasi : BU (+)
Ekstremitas : Atas : Ikterik -/-, Edema -/-, Sianosis -/-
Bawah : Ikterik -/-, Edema -/-, Sianosis -/-

2
Status Lokalis
Regio Mammae Sinistra Lateral
Inspeksi : tampak kulit kemerahan, batas tidak tegas, edema (+), pus (+),
darah (-)
Palpasi : permukaan kulit menegang, nyeri tekan (+), massa (-)

E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
Darah rutin
a. Leukosit : 11400/mm3
b. Eritrosit : 4,82 x 106/mm3
c. Hemoglobin : 14,7 gr/dl
d. Hematokrit : 45,8 %
e. Trombosit : 430.000/mm3

3
F. ANALISA DATA

No Data Etiologi Masalah


keperawatan
1. DS : Mastitis Nyeri Akut
Pasien mengatakan
nyeri pada payudara Aliran vena limfatik
P: nyeri terasa jika tersumbat
bayi mengisap
putting susu Tekanan pada saluran ASI
Q : nyeri terasa dan alveoli meningkat
tertusuk-tusuk
R : daerah yang di
rasakan nyeri yaitu
Adanya rangsangan
di payudara
S : skala nyeri 6 nosiseptif dan respon
T : nyeri terasa inflamasi
hilang timbul

DO: Pelepasan zat-zat kimiawi


- Pasien tampak (prostaglandin, histamin,
meringis serotonin, bradikinin,
substansi F dan lekotrein
oleh sel inflamasi)

Tranduksi nyeri

Nyeri Akut

4
2. DS : Pasien Ketidakefektivan
Mastitis
mengatakan merasa
pemberian ASI
sakit saat menyusui
Jalur paraseluler terbuka
DO :
- Bayi tampak
menolak
diberikan ASI Perubahan komposisi ASI
- Terdapat luka
pada puting

ASI terasa asin dan kurang


manis

ASI yang diproduksi tidak


disukai bayi

Ketidakadekuatan asupan
ASI

Ketidakefektivan
pemberian ASI

5
3. DS : - INFEKSI Infeksi dan
DO : Mastitis
Kerusakan
- Pada putting
susu ibu tampak integritas kulit
lecet-lecet
Leukosit >106 dan bakteri
>103

Mastitis infeksiosa

Pengeluaran ASI tidak


efektif

Berkembang membentuk
abses

Resiko infeksi dan


Kerusakan integritas
kulit

G. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri akut berhubungan dengan proses inflamasi ditandai dengan pasien
tampak meringis, pasien melaporkan nyerinya di sekitar payudara, skala
nyeri 6, nyeri terasa saat bayi mengisap puting susu
2. Ketidakefektifan pemberian ASI berhubungan dengan terhentinya
menyusui sekunder akibat ibu yang sakit, bayi tidak mau menyusui.
3. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan integritas kulit
ditandai dengan adanya lecet pada puting susu ibu

H. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa Tujuan dan Intervensi Rasional


Kriteria Hasil

a. Nyeri akut Tujuan: 1. Kaji tingkat nyeri 1. Membantu dalam


Setelah dilakukan
berhubungan (keluhan nyeri, menentukan
tindakan
dengan proses lokasi, lamanya identifikasi derajat,
keperawatan
inflamasi dan intensitas ketidaknyamanan dan

6
selama 1x24 jam nyeri). dapat diberi tetapi
nyeri dapat teratasi. yang tepat.
Kriteria Hasil: 2. Kompres hangat dapat
2. Berikan kompres
1. Ibu dapat
menyebabkan
hangat.
menyusui
vasodilatasi sehingga
bayinya dengan
aliran darah lancar.
3. Ajarkan dan
nyaman 3. Dengan perawatan
2. Ibu dapat anjurkan klien
yang benar dan
beraktifitas untuk melakukan
konsisten (tepat) dapat
dengan normal perawatan
mengurangi rasa
3. Suhu tubuh
payudara.
nyeri.
menurun
4. Penyangga yang ketat
4. Payudara tidak
4. Anjurkan klien dapat menimbulkan
bengkak lagi dan
untuk tidak rasa nyeri.
lunak
5. Antibiotik untuk
5. Nyeri mulai menggunakan
mencegah penyebaran
berkurang/hilang penyangga yang
infeksi secara berlebih
terlalu ketat.
5. Kolaborasi dalam dan analgetik untuk
pemberian mengurangi nyeri.
6. Mencegah komplikasi
analgetik dan
sejak awal.
antibiotic.
6. Kolaborasi dalam
melakukan
insisiden biopsy
jika ada abses.

b. Ketidakefektif Tujuan : 1. Anjurkan ibu 1. Mencegah terjadinya


Setelah dilakukan
an pemberian untuk iritasi lanjut pada
tindakan
ASI mengoleskan putting.
keperawatan
berhubungan baby oil pada
selama 2x24 jam
dengan puting sebelum 2. meminimalkan luka
pemberian ASI
terhentinya dan sesudah pada putting susu ibu.
pada bayi efektif. 3. Dengan perawatan
menyusui menyusui.
Kriteria Hasil:
2. Ajarkan cara yang tepat, dapat
sekunder 1. Ibu dapat
menyusui yang mengatasi masalah
akibat ibu menyusui
tepat agar tidak menyusui.
yang sakit, bayinya dengan
terjadi luka pada
bayi tidak mau rileks

7
menyusui 2. Bayi mau putting. 4. Untuk mencegah
3. Lakukan
menyusu lagi terjadinya iritasi
3. Tidak ada lagi perawatan
lanjut pada putting
puting susu luka payudara dan
atau lecet anjurkan ibu
untuk melakukan
perawatan
payudara secara
tepat.
4. Anjurkan ibu
menyusui dengan
menggunakan
puting susu secara
perlahan-lahan.

c. Resiko tinggi Tujuan : 1. Kaji TTV dan 1. Peningkatan tanda


Setelah dilakukan
infeksi tanda-tanda adanya vital dapat
tindakan
berhubungan infeksi. menunjukkan
keperawatan 2. Lakukan perawatan
dengankerusak terjadinya infeksi.
selama 1x24 jam luka/ abses dengan 2. Perawatan luka yang
an jaringan
tidak terdapat tanda set yang steril. steril dapat
dan gejala mengurangi terjadi
3. Kolaborasi
terjadinya infeksi. pus atau resiko
pemeriksaan darah
Kriteria Hasil :
infeksi.
1. TTV dalam lengkap.
3. Deteksi dini kondisi
4. Kolaborasi dalam
batas normal
penyebaran infeksi
2. Mamae tidak melakukan insisi/
pada tubuh ibu.
merah dan biopsy dan
4. Untuk mengurangi
regang lagi pemberian
abses dan penyebaran
3. Tidak ada tanda
antibiotik.
infeksi.
infeksi
5. Menjaga personal
5. Berikan informasi
hygiene dapat
pentingnya menjaga
mencegah penyebaran
personal hygiene.
infeksi atau bakteri.

8
9

Anda mungkin juga menyukai