1.
Konsep RPP
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103
Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah, disebutkan bahwa Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan
mengacu pada silabus.
Lebih lanjut, pada lampiran Permendikbud tersebut (2014:6) disebutkan
RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci
mengacu padasilabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan
guru.
RPP mencakup: (1) identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran, dan
kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian
kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran; (6)
penilaian; dan (7) media/alat, bahan, dan sumber belajar.
Setiap guru berkewajiban menyusun RPP untuk kelas di mana guru
tersebut mengajar (guru kelas atau guru mata pelajaran) di
SDLB/SMPLB/SMALB. Pengembangan RPP dilakukan sebelum awal
semester atau awal tahun pelajaran dimulai, namun perlu diperbaharui
sebelum pembelajaran dilaksanakan.
Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau
berkelompok di sekolah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh
kepala sekolah.
Pengembangan RPP dapat juga dilakukan oleh guru secara berkelompok
antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi
oleh Pengawas Sekolah Pendidikan Luar Biasa/Pendidikan Khusus dari
Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota.
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif,
penguatan, pengayaan, dan remedi.
2. Prinsip penyusunan RPP
Prinsip penyusunan RPP sebagai berikut.
a. Setiap RPP harus secara utuh memuat kompetensi dasar sikap
spiritual (KD dari KI-1), sosial (KD dari KI-2) untuk mata pelajaran
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, pengetahuan (KD dari KI-3), dan keterampilan (KD
dari KI-4).
b. Satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih
(diseuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia dan keluasan
materi/KD dari KI.
c. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik. RPP disusun
dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat
intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan
sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar,
latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta
didik.
d. Berpusat pada peserta didik
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik
untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi,
kemandirian, dan semangat belajar, menggunakan pendekatan
saintifik meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
menalar/ mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
e. Berbasis konteks
Proses pembelajaran yang menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai
sumber belajar.
f. Berorientasi kekinian
Pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, dan nilai-nilai kehidupan masa kini.
g. Mengembangkan kemandirian belajar
Pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara
mandiri.
h. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran
Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau
antarmuatan RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan
keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar
dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan
mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata
pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
i. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi
informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif
sesuai dengan situasi dan kondisi.
3. Sistematika RPP
a. Sistematika RPP tematik
Sistematika RPP tematik sebagai berikut.
SISTEMATIKA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK
Nama Sekolah : .................................................
Satuan Pendidikan : SDLB/SMPLB/SMALB**)
Jenis Kelainan : A/B/C/D/Autis**)
Kelas/Semester : .................................................
Tema/Sub Tema : .................................................
Pembelajaran Ke : 1/2/3/4/5/6**)
Alokasi Waktu : .. JP (.X Pertemuan)
Hari/Tanggal : .................................................
Tahun Pelajaran : .................................................
A. Kompetensi Inti (KI)
1. KI-1 (untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
2. KI-2 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti,
dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
3. KI-3 (Untuk semua mata pelajaran)
4. KI-4 (Untuk semua mata pelajaran)
B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI-1 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
2. KD pada KI-2 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
3. KD pada KI-3 (Untuk semua mata pelajaran)
4. KD pada KI-4 (Untuk semua mata pelajaran).
C. Indikator Pencapaian Kompetensi*)
1. Indikator KD pada KI-1 (khusus untuk Mata Pelajaran
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan)
2. Indikator KD pada KI-2 (khsus untuk Mata Pelajaran
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan)
3. Indikator KD pada KI-3 (Untuk semua mata pelajaran)
4. Indikator KD pada KI-4 (Untuk semua mata pelajaran).
D. Materi Pembelajaran (dapat berasal dari buku teks pelajaran dan
buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal,
materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang
dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler,
pengayaan, dan remedial).
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama: (...JP)
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti **)
1) Mengamati
2) Menanya
3) Mengumpulkan informasi/mencoba
4) Menalar/mengasosiasi
5) Mengomunikasikan
c. Kegiatan Penutup
2. Pertemuan Kedua: (...JP)
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti **)
1) Mengamati
2) Menanya
3) Mengumpulkan informasi/mencoba
4) Menalar/mengasosiasi
5) Mengomunikasikan
c. Kegiatan Penutup
3. Pertemuan seterusnya.
F. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1. Teknik penilaian
2. Instrumen penilaian
a. Pertemuan Pertama
b. Pertemuan Kedua
c. Pertemuan seterusnya
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah kegiatan
penilaian.
G. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media/alat
2. Bahan
3. Sumber Belajar
b. Sistematika RPP mata pelajaran
Sistematika RPP mata pelajaran sebagai berikut.
SISTEMATIKA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN
Nama Sekolah :
Satuan Pendidikan : SDLB/SMPLB/SMALB**)
Jenis Kelainan : A/B/C/D/Autis**)
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
Alokasi Waktu : .. JP (.X Pertemuan)
Hari/Tanggal : .................................................
Tahun Pelajaran : .................................................
A. Kompetensi Inti (KI)
1. KI-1 (untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
2. KI-2 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
3. KI-3 (Untuk semua mata pelajaran)
4. KI-4 (Untuk semua mata pelajaran)
B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI-1 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan
Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
2. KD pada KI-2 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan
Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
3. KD pada KI-3 (Untuk semua mata pelajaran)
4. KD pada KI-4 (Untuk semua mata pelajaran)
C. Indikator Pencapaian Kompetensi*)
1. Indikator KD pada KI-1 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan
Agama dan Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan).
2. Indikator KD pada KI-2 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan
Agama dan Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan)
3. Indikator KD pada KI-3 (Untuk semua mata pelajaran)
4. Indikator KD pada KI-4 (Untuk semua mata pelajaran).
D. Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran dapat berasal dari buku teks pelajaran dan
buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal,
materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang
dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler,
pengayaan, dan remedial.
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama: (...JP)
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti **)
1) Mengamati
2) Menanya
3) Mengumpulkan informasi/mencoba
4) Menalar/mengasosiasi
5) Mengomunikasikan
c. Kegiatan Penutup
2. Pertemuan Kedua: (...JP)
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti **)
1) Mengamati
2) Menanya
3) Mengumpulkan informasi/mencoba
4) Menalar/mengasosiasi
5) Mengomunikasikan
c. Kegiatan Penutup
3. Pertemuan seterusnya
F. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1. Teknik penilaian
2. Instrumen penilaian
a. Pertemuan Pertama
b. Pertemuan Kedua
c. Pertemuan seterusnya
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah kegiatan
penilaian.
G. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media/alat
2. Bahan
3. Sumber Belajar
**) Pada kegiatan inti, kelima pengalaman belajar tidak harus
muncul seluruhnya dalam satu pertemuan tetapi dapat dilanjutkan
pada pertemuan berikutnya, tergantung cakupan muatan
[Link] langkah pembelajaran dapat digunakan
berbagai metode dan teknik pembelajaran.
c. Sistematika Rencana Pelaksanaan Program Kebutuhan Khusus
(RPPKKh)
Program Kebutuhan Khsus bukan mata pelajaran tetapi wajib
diberikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus pada satuan
pendidikan SDLB dan SMPLB. Untuk peserta didik berkebutuhan
khusus pada satuan pendidikan SMALB diberikan sesuai dengan
kebutuhan (fakultatif) dengan waktu ekuivalen dua jam
pelajaran/minggu.
Sistematika RPPKKh, sebagai berikut.
SISTEMATIKA
RENCANA PELAKSANAAN PROGRAM KEBUTUHAN KHUSUS
PENGEMBANGAN .......
Nama Sekolah :
Satuan Pendidikan : SDLB/SMPLB/SMALB*)
Jenis Ketunaan :
Bidang Pengembangan :
Waktu :
Hari/Tanggal :
1. Kompetensi
2. Indikator
3. Tujuan
4. Pendekatan, Strategi, dan Metode
5. Materi
6. Sumber dan Media/Alat
7. Pelaksanaan Program
a. Pendahuluan
b. Kegiatan Inti
c. Penutup
8. Penilaian
4. Cara merumuskan indikator pencapaian KD
a. Pengertian Indikator Pencapaian Kompetensi adalah:
1) perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk KD
pada Kompetensi Inti (KI)-3) dan Kopetensi Inti KI-4; dan
2) perilaku yang dapat diobservsi untuk disimpulkan sebagai
pemenuhan KD pada KI-1 dan KI-2 yang kedua-duanya menjadi
acuan penilaian mata pelajaran.
Perlu diketahui bahwa rumusan Kompetensi Sikap Spiritual
adalah Menerima dan menjalankan ajaran agama yang
dianutnya. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial, adalah
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun,
peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga,
teman, dan guru. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan
memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat
digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan
karakter peserta didik berkebutuhan khusus lebih lanjut.
b. Cara merumuskan indikator pencapaian kompetensi
Rumusan indikator pencapaian kompetensi yang baik harus
memenuhi beberapa persyaratan antara lain:
1) Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah
dipahami
2) Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
3) Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda.
4) Hanya mengandung satu tindakan.
5) Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat
diukur.
6) Menggunakan KKO yang lebih rendah tingkatnya dan atau sama
dengan KKO yang terdapat pada KD.
7) Jumlah indikator minimal untuk satu KD sama dengan jumlah
amanat yang terdapat pada KD tersebut.
8) Dalam satu KD harus ada indikator yang mengacu sekurangnya
pada dimensi pengetahuan dan keterampilan, dan khusus
rumusan indikator KI-1 dan KI-2 pada Mata Pelajaran Agama dan
Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
harus ada indikator sikap spiritual dan sosial.
5. Langkah-langkah penyusunan RPP
Langkah penyusunan RPP sebagai berikut.
a. Pengkajian silabus
b. Perumusan indikator pencapaian KD
c. Penyusunan materi pembelajaran dapat berasal dari buku teks
pelajaran dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa
muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan
sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk mata
pembelajaran reguler, pengayaan dan remedial
d. Penjabaran kegiatan bembelajaran yang ada pada silabus dalam
bentuk yang lebih operasional berupa pendekatan saintifik dan
pendekatan lainnya disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan
satuan pendidikan termasuk penggunaan media, alat, bahan dan
sumber belajar
e. Penentuan alokasi waktu untuk setiap pertemuan berdasarkan
alokasi waktu pada silabus/program tahunan/program semester,
selanjutnya dibagi ke dalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup
f. Pengembangan penilaian pembelajaran dengan cara menentukan
lingkup, teknik, dan instrumen penilaian, serta membuat pedoman
penskoran
g. Menentukan strategi pembelajaran segera setelah dilakukan penilaian
h. Menentukan media, alat, bahan dan sumber belajar disesuaikan
dengan yang telah ditetapkan dalam langkah penjabaran proses
pembelajaran.
6. Cara menentukan langkah/kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik dan antara
peserta didik dan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan
belajar. Pembelajaran dilaksanakan dengan berbasis aktivitas dengan
karakteristik: 1) interaktif dan inspiratif; 2) menyenangkan, menantang,
dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif; 3) kontekstual
dan kolaboratif; 4) memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian peserta didik; dan 5) sesuai dengan bakat,
minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik. Pembelajaran menggunakan pendekatan (cara pandang pendidik
yang digunakan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang
memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan tercapainya
kompetensi yang ditentukan), strategi (langkah-langkah sistematik dan
sistemik yang digunakan pendidik untuk menciptakan lingkungan
pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan
tercapainya kompetensi yang ditentukan) , model (kerangka konseptual
dan operasional pembelajaran yang memiliki nama, ciri, urutan logis,
pengaturan, dan budaya), dan metode (cara atau teknik yang digunakan
oleh pendidik untuk menangani suatu kegiatan pembelajaran yang
mencakup antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi) yang mengacu
pada karakteristik sebagaimana dimaksud di atas. Pendekatan
pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik/pendekatan berbasis
proses keilmuan, merupakan pengorganisasian pengalaman belajar
dengan urutan logis meliputi proses pembelajaran: a) mengamati; b)
menanya; c) mengumpulkan informasi/mencoba; d)
menalar/mengasosiasi; dan e) mengomunikasikan.
Kegiatan pembelajaran mengacu pada pendekatan, strategi, model, dan
metode pembelajaran.
Tahap pelaksanaan pembelajaran meliputi:
a. Kegiatan pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan guru:
1) Mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
2) Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan
dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang
akan dipelajari dan dikembangkan;
3) Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari;
4) Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang
akan dilakukan; dan
5) Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan
digunakan.
b. Kegiatan inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai
kompetensi yang dilakukan secara interaktif, inspiratif;
menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, kontekstual, kolaboratif, memberikan ruang yang
cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik,
sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik.
Kegiatan inti menggunakan pendekatan saintifik yang disesuaikan
dengan karakteristik mata pelajaran dan peserta didik. Guru
memfasilitasi peserta didik untuk melakukan proses mengamati,
menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/
mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan perkembangan
peserta didik pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 (khusus
untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan).
c. Kegiatan penutup.
Kegiatan penutup terdiri atas:
1) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu:
a) Membuat rangkuman/simpulan pembelajaran;
b) Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan; dan
c) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran.
2) Kegiatan guru yaitu:
a) Melakukan penilaian;
b) Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk
pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan konseling
dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun
kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan
c) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.
7. Cara penyiapan media dan alat pembelajaran sesuai dengan
karakteristik materi dan peserta didik berkebutuhan khusus.
Proses pembelajaran memerlukan daya dukung berupa ketersediaan
sarana dan prasarana pembelajaran. Sarana pembelajaran antara lain
media dan alat pembelajaran yang harus disesuaikan dengan
karakteristik materi dan peserta didik berkebutuhan khusus.
Guru haruslah pandai dalam memilih media dan alat apa yang sesuai
dan cocok digunakan yang memungkinkan terjadinya proses
pembelajaran dan tercapainya kompetensi yang ditentukan.
Media dan alat yang digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan
karakteristik dan perkembangan peserta didik berkebutuhan khusus,
baik dari segi bahasa, simbol-simbol yang digunakan, cara dan
kecepatan, maupun waktu dan penggunaannya.
Faktor-faktor yang dapat dipetimbangkan dalam memilih media yaitu:
a. Media yang diperlukan dapat tersedia, mudah dan dapat dimafaatkan
peserta didik berkebutuhan khusus
b. Media yang akan dipilih atau digunakan pembiayaannya dapat
dijangkau
c. Media yang akan digunakan apakah teknologinya tersedia dan
mudah menggunakannya
d. Media yang akan dipilih dapat memunculkan komunikasi dua arah
atau interaktivitas sehingga peserta didik berkebutuhan khusus akan
terlibat aktif baik secara fisik, intelektual, dan mental
e. Dalam memilih media pembelajaran secara organisatoris mendapat
dukungan dari pimpinan sekolah
f. Media yang dipilih memiliki nilai kebaruan sehingga memiliki daya
tarik bagi peserta didik berkebutuhan klhsus dalam belajar.
Media-media pembelajaran yang akan disiapkan dalam proses
pembelajaran sebaiknya memenuhi sayarat-syarat visible mudah
dilihat/didengar/diraba (visible), menarik (interesting) sederhana
(simple), useful (bermanfaat), benar (accurate), sah (legitimate), dan
terstruktur (structure).
8. Cara merancang teknik dan bentuk instrumen penilaian dalam RPP.
Berdasarkan indikator pencapaian kompetensi (sikap, pengetahuan, dan
keterampilan) ditentukan teknik penilaian dan bentuk instrumen
penilaian dalam RPP.
a. Teknik penilaian pada dimensi kompetensi sikap
1) Observasi
2) Penilaian diri
3) Penilaian antar teman
4) Jurnal
b. Teknik penilaian pada dimensi kompetensi pengetahuan
1) Tes tulis
2) Tes lisan
3) Penugasan ((kelompok/individual)
c. Dimensi kompetensi keterampilan
1) Tes praktik/kinerja
2) Produk
3) Projek
4) Portofolio
Guru mengembangkan penilaian pembelajaran dengan cara
menentukan lingkup, teknik, dan instrumen penilaian, serta membuat
rubrik (disesuaikan dengan kebutuhan) dan pedoman penskoran
9. Penugasan penyusunan RPP dengan cara dan sistematika yang benar.
a. Tugas individual
Setiap peserta ditugaskan menyusun RPP. Tugas penyusunan RPP
(tematik/mata pelajaran) secara individual sesuai dengan tingkat
kelas, satuan pendidikan dan peserta didik berkebutuhan khusus
yang diampu.
b. Pembagian tugas kelompok
Peserta dibagi menjadi 5 sd 10 kelompok disesuaikan dengan
banyaknya peserta tiap ruangan.
c. Diskusi kelompok
Mendiskusikan untuk memilih salah satu RPP yang dianggap terbaik
dari peserta di setiap kelompok. Selanjutnya RPP
direvisi/disempurnakan untuk dipresentasikan sebagai hasil
kelompok.
d. Presentasi Hasil RPP kelompok
RPP dipresentasikan oleh salah seorang anggota kelompok
berdasarkan kesepakatan.
10. Cara menelaah RPP dan penugasan menelaah RPP.
a. Penjelasan cara menelaah RPP
b. Peserta menelaah RPP yang dipresentasikan sesuai dengan ketentuan
c. Laporan hasil telaahan RPP
d. Instrumen telaah RPP dapat dilihat pada lampiran.
A. Refleksi
1. Hikmah apa yang anda dapat ambil dari materi tentang perancangan
RPP ini ?
2. Catatan penting apa terkait dengan perancangan RPP tadi ? (misalnya:
kaitkan perumusan indikator pencapaian KD dengan karakteristik
peserta didik berkebutuhan khusus).
B. Alat dan Sumber
1. Alat
c. Bahan tayang (power point)
d. LCD
e. Layar
f. Laptop
g. Kertas Plano
h. Papan White Board
i. Lem
j. Lakband
2. Sumber
a. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun
2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
b. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun
2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.7 menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks
interaksi ransaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan
meminta informasi
Terkait keadaan/tindakan/kegiatan/kejadian yang dilakukan/terjadisecara
rutin atau merupakan
kebenaran umum, sesuai dengan
konteks penggunaannya.
(Perhatikan unsur kebahasaan
simple present tense)
4.7 menyusun teks interaksi
transaksional lisan dan tulis sangat
pendek dan sederhana yang
melibatkan tindakan memberi dan
meminta informasi terkait
keadaan/tindakan/
kegiatan/kejadian yang
dilakukan/terjadi secara rutin atau
merupakan kebenaran umum,
dengan memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks dan unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks
3.8 menerapkan fungsi sosial, struktur
teks, dan unsur kebahasaan teks
interaksi transaksional lisan dan
tulis yang melibatkan tindakan
memberi dan meminta informasi
terkait keadaan/tindakan/
kegiatan/ kejadian yang sedang
dilakukan/berlangsung saat
diucapkan, sesuai dengan konteks
penggunaannya. (Perhatikan unsur
kebahasaan present continuous
tense)
4.8 menyusun teks interaksi
transaksional lisan dan tulis sangat
pendek dan sederhana yang
melibatkan tindakan memberi dan
meminta informasi terkait
keadaan/tindakan/kegiatan/kejadi
an yang sedang dilakukan/
berlangsung saat diucapkan,
dengan memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks
3.9 menerapkan fungsi sosial, struktur
teks, dan unsur kebahasaan teks
interaksi transaksional lisan dan
tulis yang melibatkan tindakan
memberi dan meminta informasi
terkait perbandingan jumlah dansifat orang, binatang, benda, sesuai
dengan konteks penggunaannya.
(Perhatikan unsur kebahasaan
degree of comparison)
4.9 menyusun teks interaksi
transaksional lisan dan tulis sangat
pendek dan sederhana yang
melibatkan tindakan memberi dan
meminta informasi terkait
perbandingan jumlah dan sifat
orang, binatang, benda, dengan
memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks
3.10 menerapkan fungsi sosial, struktur
teks, dan unsur kebahasaan teks
interaksi transaksional lisan dan
tulis yang melibatkan tindakan
memberi dan meminta informasi
terkait
keadaan/tindakan/kegiatan/
kejadian yang dilakukan/terjadi,
rutin maupun tidak rutin, atau
menjadi kebenaran umum di waktu
lampau, sesuai dengan konteks
penggunaannya. (Perhatikan unsur
kebahasaan simple past tense)
4.10 menyusun teks interaksi
transaksional lisan dan tulis sangat
pendek dan sederhana yang
melibatkan tindakan memberi dan
meminta informasi terkait keadaan
/tindakan/ kegiatan/kejadian yang
dilakukan/terjadi, rutin maupun
tidak rutin, atau menjadi kebenaran
umum di waktu lampau, dengan
memperhatikan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai