0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
909 tayangan24 halaman

Konsep dan Penyusunan RPP Pendidikan

Dokumen tersebut membahas tentang konsep Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai rencana pembelajaran yang dikembangkan oleh guru sesuai dengan silabus. RPP mencakup identitas sekolah, alokasi waktu, kompetensi inti dan dasar, indikator pencapaian, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar. Prinsip penyusunan RPP meliputi berpusat pada peserta didik, ber

Diunggah oleh

aldyve
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
909 tayangan24 halaman

Konsep dan Penyusunan RPP Pendidikan

Dokumen tersebut membahas tentang konsep Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai rencana pembelajaran yang dikembangkan oleh guru sesuai dengan silabus. RPP mencakup identitas sekolah, alokasi waktu, kompetensi inti dan dasar, indikator pencapaian, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar. Prinsip penyusunan RPP meliputi berpusat pada peserta didik, ber

Diunggah oleh

aldyve
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Konsep RPP

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103

Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan

Pendidikan Menengah, disebutkan bahwa Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan

mengacu pada silabus.

Lebih lanjut, pada lampiran Permendikbud tersebut (2014:6) disebutkan

RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci

mengacu padasilabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan

guru.

RPP mencakup: (1) identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran, dan

kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian

kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran; (6)

penilaian; dan (7) media/alat, bahan, dan sumber belajar.

Setiap guru berkewajiban menyusun RPP untuk kelas di mana guru

tersebut mengajar (guru kelas atau guru mata pelajaran) di

SDLB/SMPLB/SMALB. Pengembangan RPP dilakukan sebelum awal

semester atau awal tahun pelajaran dimulai, namun perlu diperbaharui

sebelum pembelajaran dilaksanakan.


Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau

berkelompok di sekolah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh

kepala sekolah.

Pengembangan RPP dapat juga dilakukan oleh guru secara berkelompok

antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi

oleh Pengawas Sekolah Pendidikan Luar Biasa/Pendidikan Khusus dari

Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota.

RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif,

penguatan, pengayaan, dan remedi.

2. Prinsip penyusunan RPP

Prinsip penyusunan RPP sebagai berikut.

a. Setiap RPP harus secara utuh memuat kompetensi dasar sikap

spiritual (KD dari KI-1), sosial (KD dari KI-2) untuk mata pelajaran

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaraan, pengetahuan (KD dari KI-3), dan keterampilan (KD

dari KI-4).

b. Satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih

(diseuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia dan keluasan

materi/KD dari KI.

c. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik. RPP disusun

dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat

intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan


sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar,

latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta

didik.

d. Berpusat pada peserta didik

Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik

untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi,

kemandirian, dan semangat belajar, menggunakan pendekatan

saintifik meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,

menalar/ mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

e. Berbasis konteks

Proses pembelajaran yang menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai

sumber belajar.

f. Berorientasi kekinian

Pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi, dan nilai-nilai kehidupan masa kini.

g. Mengembangkan kemandirian belajar

Pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara

mandiri.

h. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran

Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau

antarmuatan RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan

keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, materi

pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar

dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan

mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata

pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

i. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi


RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi

informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif

sesuai dengan situasi dan kondisi.

3. Sistematika RPP

a. Sistematika RPP tematik

Sistematika RPP tematik sebagai berikut.

SISTEMATIKA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK

Nama Sekolah : .................................................


Satuan Pendidikan : SDLB/SMPLB/SMALB**)
Jenis Kelainan : A/B/C/D/Autis**)
Kelas/Semester : .................................................
Tema/Sub Tema : .................................................
Pembelajaran Ke : 1/2/3/4/5/6**)
Alokasi Waktu : .. JP (.X Pertemuan)
Hari/Tanggal : .................................................
Tahun Pelajaran : .................................................

A. Kompetensi Inti (KI)

1. KI-1 (untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi

Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

2. KI-2 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti,

dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)


3. KI-3 (Untuk semua mata pelajaran)

4. KI-4 (Untuk semua mata pelajaran)

B. Kompetensi Dasar

1. KD pada KI-1 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi

Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

2. KD pada KI-2 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi

Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

3. KD pada KI-3 (Untuk semua mata pelajaran)

4. KD pada KI-4 (Untuk semua mata pelajaran).

C. Indikator Pencapaian Kompetensi*)

1. Indikator KD pada KI-1 (khusus untuk Mata Pelajaran

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila

dan Kewarganegaraan)

2. Indikator KD pada KI-2 (khsus untuk Mata Pelajaran

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila

dan Kewarganegaraan)

3. Indikator KD pada KI-3 (Untuk semua mata pelajaran)

4. Indikator KD pada KI-4 (Untuk semua mata pelajaran).

D. Materi Pembelajaran (dapat berasal dari buku teks pelajaran dan

buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal,

materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang

dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler,

pengayaan, dan remedial).


E. Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan Pertama: (...JP)

a. Kegiatan Pendahuluan

b. Kegiatan Inti **)

1) Mengamati

2) Menanya

3) Mengumpulkan informasi/mencoba

4) Menalar/mengasosiasi

5) Mengomunikasikan

c. Kegiatan Penutup

2. Pertemuan Kedua: (...JP)

a. Kegiatan Pendahuluan

b. Kegiatan Inti **)

1) Mengamati

2) Menanya

3) Mengumpulkan informasi/mencoba

4) Menalar/mengasosiasi

5) Mengomunikasikan

c. Kegiatan Penutup

3. Pertemuan seterusnya.

F. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

1. Teknik penilaian

2. Instrumen penilaian

a. Pertemuan Pertama

b. Pertemuan Kedua

c. Pertemuan seterusnya
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah kegiatan

penilaian.

G. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar

1. Media/alat

2. Bahan

3. Sumber Belajar

b. Sistematika RPP mata pelajaran

Sistematika RPP mata pelajaran sebagai berikut.

SISTEMATIKA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN

Nama Sekolah :
Satuan Pendidikan : SDLB/SMPLB/SMALB**)
Jenis Kelainan : A/B/C/D/Autis**)
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
Alokasi Waktu : .. JP (.X Pertemuan)
Hari/Tanggal : .................................................
Tahun Pelajaran : .................................................

A. Kompetensi Inti (KI)

1. KI-1 (untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi

Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

2. KI-2 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi

Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

3. KI-3 (Untuk semua mata pelajaran)

4. KI-4 (Untuk semua mata pelajaran)


B. Kompetensi Dasar

1. KD pada KI-1 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan

Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

2. KD pada KI-2 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan

Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

3. KD pada KI-3 (Untuk semua mata pelajaran)

4. KD pada KI-4 (Untuk semua mata pelajaran)

C. Indikator Pencapaian Kompetensi*)

1. Indikator KD pada KI-1 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan

Agama dan Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaraan).

2. Indikator KD pada KI-2 (Untuk Mata Pelajaran Pendidikan

Agama dan Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaraan)

3. Indikator KD pada KI-3 (Untuk semua mata pelajaran)

4. Indikator KD pada KI-4 (Untuk semua mata pelajaran).

D. Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran dapat berasal dari buku teks pelajaran dan

buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal,

materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang

dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler,

pengayaan, dan remedial.

E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama: (...JP)

a. Kegiatan Pendahuluan

b. Kegiatan Inti **)

1) Mengamati

2) Menanya

3) Mengumpulkan informasi/mencoba

4) Menalar/mengasosiasi

5) Mengomunikasikan

c. Kegiatan Penutup

2. Pertemuan Kedua: (...JP)

a. Kegiatan Pendahuluan

b. Kegiatan Inti **)

1) Mengamati

2) Menanya

3) Mengumpulkan informasi/mencoba

4) Menalar/mengasosiasi

5) Mengomunikasikan

c. Kegiatan Penutup

3. Pertemuan seterusnya

F. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

1. Teknik penilaian

2. Instrumen penilaian

a. Pertemuan Pertama

b. Pertemuan Kedua

c. Pertemuan seterusnya

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah kegiatan

penilaian.

G. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar

1. Media/alat

2. Bahan

3. Sumber Belajar

**) Pada kegiatan inti, kelima pengalaman belajar tidak harus

muncul seluruhnya dalam satu pertemuan tetapi dapat dilanjutkan

pada pertemuan berikutnya, tergantung cakupan muatan

[Link] langkah pembelajaran dapat digunakan

berbagai metode dan teknik pembelajaran.

c. Sistematika Rencana Pelaksanaan Program Kebutuhan Khusus

(RPPKKh)

Program Kebutuhan Khsus bukan mata pelajaran tetapi wajib

diberikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus pada satuan

pendidikan SDLB dan SMPLB. Untuk peserta didik berkebutuhan

khusus pada satuan pendidikan SMALB diberikan sesuai dengan

kebutuhan (fakultatif) dengan waktu ekuivalen dua jam

pelajaran/minggu.

Sistematika RPPKKh, sebagai berikut.


SISTEMATIKA

RENCANA PELAKSANAAN PROGRAM KEBUTUHAN KHUSUS

PENGEMBANGAN .......

Nama Sekolah :

Satuan Pendidikan : SDLB/SMPLB/SMALB*)

Jenis Ketunaan :

Bidang Pengembangan :

Waktu :

Hari/Tanggal :

1. Kompetensi

2. Indikator

3. Tujuan

4. Pendekatan, Strategi, dan Metode

5. Materi

6. Sumber dan Media/Alat

7. Pelaksanaan Program
a. Pendahuluan

b. Kegiatan Inti

c. Penutup

8. Penilaian

4. Cara merumuskan indikator pencapaian KD

a. Pengertian Indikator Pencapaian Kompetensi adalah:

1) perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk KD


pada Kompetensi Inti (KI)-3) dan Kopetensi Inti KI-4; dan

2) perilaku yang dapat diobservsi untuk disimpulkan sebagai

pemenuhan KD pada KI-1 dan KI-2 yang kedua-duanya menjadi

acuan penilaian mata pelajaran.

Perlu diketahui bahwa rumusan Kompetensi Sikap Spiritual

adalah Menerima dan menjalankan ajaran agama yang

dianutnya. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial, adalah

Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun,

peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga,

teman, dan guru. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui

pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu

keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan

memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan

dan kondisi siswa.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan

sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat

digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan

karakter peserta didik berkebutuhan khusus lebih lanjut.

b. Cara merumuskan indikator pencapaian kompetensi

Rumusan indikator pencapaian kompetensi yang baik harus

memenuhi beberapa persyaratan antara lain:

1) Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah

dipahami

2) Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

3) Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda.

4) Hanya mengandung satu tindakan.

5) Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat


diukur.

6) Menggunakan KKO yang lebih rendah tingkatnya dan atau sama

dengan KKO yang terdapat pada KD.

7) Jumlah indikator minimal untuk satu KD sama dengan jumlah

amanat yang terdapat pada KD tersebut.

8) Dalam satu KD harus ada indikator yang mengacu sekurangnya

pada dimensi pengetahuan dan keterampilan, dan khusus

rumusan indikator KI-1 dan KI-2 pada Mata Pelajaran Agama dan

Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

harus ada indikator sikap spiritual dan sosial.

5. Langkah-langkah penyusunan RPP

Langkah penyusunan RPP sebagai berikut.

a. Pengkajian silabus

b. Perumusan indikator pencapaian KD

c. Penyusunan materi pembelajaran dapat berasal dari buku teks

pelajaran dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa

muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan

sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk mata

pembelajaran reguler, pengayaan dan remedial

d. Penjabaran kegiatan bembelajaran yang ada pada silabus dalam

bentuk yang lebih operasional berupa pendekatan saintifik dan

pendekatan lainnya disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan

satuan pendidikan termasuk penggunaan media, alat, bahan dan

sumber belajar

e. Penentuan alokasi waktu untuk setiap pertemuan berdasarkan

alokasi waktu pada silabus/program tahunan/program semester,

selanjutnya dibagi ke dalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup


f. Pengembangan penilaian pembelajaran dengan cara menentukan

lingkup, teknik, dan instrumen penilaian, serta membuat pedoman

penskoran

g. Menentukan strategi pembelajaran segera setelah dilakukan penilaian

h. Menentukan media, alat, bahan dan sumber belajar disesuaikan

dengan yang telah ditetapkan dalam langkah penjabaran proses

pembelajaran.

6. Cara menentukan langkah/kegiatan pembelajaran.

Pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik dan antara

peserta didik dan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan

belajar. Pembelajaran dilaksanakan dengan berbasis aktivitas dengan

karakteristik: 1) interaktif dan inspiratif; 2) menyenangkan, menantang,

dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif; 3) kontekstual

dan kolaboratif; 4) memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,

kreativitas, dan kemandirian peserta didik; dan 5) sesuai dengan bakat,

minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta

didik. Pembelajaran menggunakan pendekatan (cara pandang pendidik

yang digunakan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang

memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan tercapainya

kompetensi yang ditentukan), strategi (langkah-langkah sistematik dan

sistemik yang digunakan pendidik untuk menciptakan lingkungan

pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan

tercapainya kompetensi yang ditentukan) , model (kerangka konseptual

dan operasional pembelajaran yang memiliki nama, ciri, urutan logis,

pengaturan, dan budaya), dan metode (cara atau teknik yang digunakan

oleh pendidik untuk menangani suatu kegiatan pembelajaran yang

mencakup antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi) yang mengacu


pada karakteristik sebagaimana dimaksud di atas. Pendekatan

pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik/pendekatan berbasis

proses keilmuan, merupakan pengorganisasian pengalaman belajar

dengan urutan logis meliputi proses pembelajaran: a) mengamati; b)

menanya; c) mengumpulkan informasi/mencoba; d)

menalar/mengasosiasi; dan e) mengomunikasikan.

Kegiatan pembelajaran mengacu pada pendekatan, strategi, model, dan

metode pembelajaran.

Tahap pelaksanaan pembelajaran meliputi:

a. Kegiatan pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan guru:

1) Mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;

2) Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan

dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang

akan dipelajari dan dikembangkan;

3) Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya

dalam kehidupan sehari-hari;

4) Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang

akan dilakukan; dan

5) Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan

digunakan.

b. Kegiatan inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai

kompetensi yang dilakukan secara interaktif, inspiratif;

menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk

berpartisipasi aktif, kontekstual, kolaboratif, memberikan ruang yang

cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik,


sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik

serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan pendekatan saintifik yang disesuaikan

dengan karakteristik mata pelajaran dan peserta didik. Guru

memfasilitasi peserta didik untuk melakukan proses mengamati,

menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/

mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan perkembangan

peserta didik pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 (khusus

untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan).

c. Kegiatan penutup.

Kegiatan penutup terdiri atas:

1) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu:

a) Membuat rangkuman/simpulan pembelajaran;

b) Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah

dilaksanakan; dan

c) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil

pembelajaran.

2) Kegiatan guru yaitu:

a) Melakukan penilaian;

b) Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk

pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan konseling

dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun

kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan

c) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan


berikutnya.

7. Cara penyiapan media dan alat pembelajaran sesuai dengan

karakteristik materi dan peserta didik berkebutuhan khusus.

Proses pembelajaran memerlukan daya dukung berupa ketersediaan

sarana dan prasarana pembelajaran. Sarana pembelajaran antara lain

media dan alat pembelajaran yang harus disesuaikan dengan

karakteristik materi dan peserta didik berkebutuhan khusus.

Guru haruslah pandai dalam memilih media dan alat apa yang sesuai

dan cocok digunakan yang memungkinkan terjadinya proses

pembelajaran dan tercapainya kompetensi yang ditentukan.

Media dan alat yang digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan

karakteristik dan perkembangan peserta didik berkebutuhan khusus,

baik dari segi bahasa, simbol-simbol yang digunakan, cara dan

kecepatan, maupun waktu dan penggunaannya.

Faktor-faktor yang dapat dipetimbangkan dalam memilih media yaitu:

a. Media yang diperlukan dapat tersedia, mudah dan dapat dimafaatkan

peserta didik berkebutuhan khusus

b. Media yang akan dipilih atau digunakan pembiayaannya dapat

dijangkau

c. Media yang akan digunakan apakah teknologinya tersedia dan

mudah menggunakannya

d. Media yang akan dipilih dapat memunculkan komunikasi dua arah

atau interaktivitas sehingga peserta didik berkebutuhan khusus akan

terlibat aktif baik secara fisik, intelektual, dan mental

e. Dalam memilih media pembelajaran secara organisatoris mendapat

dukungan dari pimpinan sekolah


f. Media yang dipilih memiliki nilai kebaruan sehingga memiliki daya

tarik bagi peserta didik berkebutuhan klhsus dalam belajar.

Media-media pembelajaran yang akan disiapkan dalam proses

pembelajaran sebaiknya memenuhi sayarat-syarat visible mudah

dilihat/didengar/diraba (visible), menarik (interesting) sederhana

(simple), useful (bermanfaat), benar (accurate), sah (legitimate), dan

terstruktur (structure).

8. Cara merancang teknik dan bentuk instrumen penilaian dalam RPP.

Berdasarkan indikator pencapaian kompetensi (sikap, pengetahuan, dan

keterampilan) ditentukan teknik penilaian dan bentuk instrumen

penilaian dalam RPP.

a. Teknik penilaian pada dimensi kompetensi sikap

1) Observasi

2) Penilaian diri

3) Penilaian antar teman

4) Jurnal

b. Teknik penilaian pada dimensi kompetensi pengetahuan

1) Tes tulis

2) Tes lisan

3) Penugasan ((kelompok/individual)

c. Dimensi kompetensi keterampilan

1) Tes praktik/kinerja

2) Produk

3) Projek

4) Portofolio

Guru mengembangkan penilaian pembelajaran dengan cara


menentukan lingkup, teknik, dan instrumen penilaian, serta membuat

rubrik (disesuaikan dengan kebutuhan) dan pedoman penskoran

9. Penugasan penyusunan RPP dengan cara dan sistematika yang benar.

a. Tugas individual

Setiap peserta ditugaskan menyusun RPP. Tugas penyusunan RPP

(tematik/mata pelajaran) secara individual sesuai dengan tingkat

kelas, satuan pendidikan dan peserta didik berkebutuhan khusus

yang diampu.

b. Pembagian tugas kelompok

Peserta dibagi menjadi 5 sd 10 kelompok disesuaikan dengan

banyaknya peserta tiap ruangan.

c. Diskusi kelompok

Mendiskusikan untuk memilih salah satu RPP yang dianggap terbaik

dari peserta di setiap kelompok. Selanjutnya RPP

direvisi/disempurnakan untuk dipresentasikan sebagai hasil

kelompok.

d. Presentasi Hasil RPP kelompok

RPP dipresentasikan oleh salah seorang anggota kelompok

berdasarkan kesepakatan.

10. Cara menelaah RPP dan penugasan menelaah RPP.

a. Penjelasan cara menelaah RPP

b. Peserta menelaah RPP yang dipresentasikan sesuai dengan ketentuan

c. Laporan hasil telaahan RPP

d. Instrumen telaah RPP dapat dilihat pada lampiran.


A. Refleksi
1. Hikmah apa yang anda dapat ambil dari materi tentang perancangan

RPP ini ?
2. Catatan penting apa terkait dengan perancangan RPP tadi ? (misalnya:

kaitkan perumusan indikator pencapaian KD dengan karakteristik

peserta didik berkebutuhan khusus).

B. Alat dan Sumber

1. Alat

c. Bahan tayang (power point)

d. LCD

e. Layar

f. Laptop

g. Kertas Plano

h. Papan White Board

i. Lem

j. Lakband

2. Sumber
a. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun

2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah


b. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun

2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah


KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.7 menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks
interaksi ransaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan
meminta informasi
Terkait keadaan/tindakan/kegiatan/kejadian yang dilakukan/terjadisecara
rutin atau merupakan

kebenaran umum, sesuai dengan

konteks penggunaannya.

(Perhatikan unsur kebahasaan

simple present tense)

4.7 menyusun teks interaksi

transaksional lisan dan tulis sangat

pendek dan sederhana yang

melibatkan tindakan memberi dan

meminta informasi terkait

keadaan/tindakan/

kegiatan/kejadian yang

dilakukan/terjadi secara rutin atau

merupakan kebenaran umum,

dengan memperhatikan fungsi

sosial, struktur teks dan unsur

kebahasaan yang benar dan sesuai

konteks

3.8 menerapkan fungsi sosial, struktur

teks, dan unsur kebahasaan teks

interaksi transaksional lisan dan

tulis yang melibatkan tindakan

memberi dan meminta informasi


terkait keadaan/tindakan/

kegiatan/ kejadian yang sedang

dilakukan/berlangsung saat

diucapkan, sesuai dengan konteks

penggunaannya. (Perhatikan unsur

kebahasaan present continuous

tense)

4.8 menyusun teks interaksi

transaksional lisan dan tulis sangat

pendek dan sederhana yang

melibatkan tindakan memberi dan

meminta informasi terkait

keadaan/tindakan/kegiatan/kejadi

an yang sedang dilakukan/

berlangsung saat diucapkan,

dengan memperhatikan fungsi

sosial, struktur teks, dan unsur

kebahasaan yang benar dan sesuai

konteks

3.9 menerapkan fungsi sosial, struktur

teks, dan unsur kebahasaan teks

interaksi transaksional lisan dan

tulis yang melibatkan tindakan


memberi dan meminta informasi

terkait perbandingan jumlah dansifat orang, binatang, benda, sesuai

dengan konteks penggunaannya.

(Perhatikan unsur kebahasaan

degree of comparison)

4.9 menyusun teks interaksi

transaksional lisan dan tulis sangat

pendek dan sederhana yang

melibatkan tindakan memberi dan

meminta informasi terkait

perbandingan jumlah dan sifat

orang, binatang, benda, dengan

memperhatikan fungsi sosial,

struktur teks, dan unsur

kebahasaan yang benar dan sesuai

konteks

3.10 menerapkan fungsi sosial, struktur


teks, dan unsur kebahasaan teks

interaksi transaksional lisan dan

tulis yang melibatkan tindakan

memberi dan meminta informasi

terkait

keadaan/tindakan/kegiatan/
kejadian yang dilakukan/terjadi,

rutin maupun tidak rutin, atau

menjadi kebenaran umum di waktu

lampau, sesuai dengan konteks

penggunaannya. (Perhatikan unsur

kebahasaan simple past tense)

4.10 menyusun teks interaksi

transaksional lisan dan tulis sangat

pendek dan sederhana yang

melibatkan tindakan memberi dan

meminta informasi terkait keadaan

/tindakan/ kegiatan/kejadian yang

dilakukan/terjadi, rutin maupun

tidak rutin, atau menjadi kebenaran

umum di waktu lampau, dengan

memperhatikan fungsi sosial,

struktur teks, dan unsur

kebahasaan yang benar dan sesuai

Anda mungkin juga menyukai