INDONUSA SAINS &TEKNOLOGI
Modul Kursus SAP 2000 V.14
2D & 3D
Oleh :
RIA EKASYAFITRI, S.T.
Email : ria_ekasyafitri@[Link]
INDONUSA SAINS &TEKNOLOGI
Jl. Mayor Salim Batubara Sekip Madang
Palembang
I. PENDAHULUAN
SAP 2000 (Structure Analysis Program) adalah salah satu program struktur yang
dikeluarkan oleh CSI Inc yang digunakan untuk menganalisis struktur baik 2 Dimensi
(2D) ataupun 3 Dimensi (3D). Struktur tersebut dapat berbentuk Truss (Rangka)
ataupun Portal (Frame).
Biasanya proses perhitungan struktur akan memakan waktu yang relatif lama bila
menggunakan perhitungan manual, tetapi dengan menggunakan SAP 2000 proses
perhitungan akan lebih cepat dan akurat.
Dengan menerapkan tata cara pemahaman perhitungan struktur (Analisis Struktur
dan Statika) pada struktur Trus ataupun Frame dan SAP 2000, maka akan terbentuk
objek (struktur) yang sesuai peraturan (standar) yang berlaku.
Keunggulan SAP 2000 :
1. Proses perhitungan menjadi lebih cepat
2. Mudah dalam pengeditan
3. Output (Diagram Bidang Momen, Geser, Normal, Dimensi tulangan, dimensi
portal, dimensi rangka, Support Reactions) sesuai dengan peraturan (standar) yang
berlaku
4. Perhitungan lebih ekonomis
5. Output gambar 2D dan 3D yang realistik
6. Kompatible dengan program-program lain
Program-program yang kompatible dengan AutoCAD :
1. AutoCAD (Dxf)
2. Microsoft Excel (xls)
SAP 2000 dikeluarkan oleh CSI Inc yang mengalami perkembangan yang sangat
pesat dan telah mencapai versi 14. Antara versi sebelumnya dengan versi 14 ini banyak
kelebihan yang diberikan salah satunya pada versi sebelumnya belum bisa
mendefinisikan bentuk frame sebelum terbentuk gambar, tetapi pada versi 14 penerapan
tersebut sudah bisa dilakukan.
Analisis Frame dan Truss pada SAP 2000 berbeda. Penggambaran bidang struktur
pada SAP 2000 dapat dibagi menjadi 2 jenis.
1. Penggambaran secara grid (Grid Only)
2
2. Penggambaran yang sudah disediakan oleh SAP 2000 (2D & 3D Truss dan 2D &
3D Frame)
3.
Analisis yang dihasilkan pada SAP 2000 adalah :
Struktur Truss
1. Gaya axial (Gaya batang)
2. Deformasi
Struktur Frame
1. Momen
2. Geser
3. Normal
4. Deformasi
Sedangkan Desain yang dihasilkan adalah :
Struktur Truss
1. Dimensi profil yang ekonomis
Struktur Frame
1. Dimensi kolom dan balok
2. Tulangan utama
3. Tulangan sengkang
Peraturan yang dipakai pada SAP 2000 adalah peraturan luar negeri, untuk Struktur
Frame peraturan yang biasa digunakan adalah ACI dan struktur Truss adalah LRFD,
akan tetapi peraturan tersebut dapat disamakan dengan peraturan Indonesia (SNI)
dimana perubahan yang dilakukan untuk merubah output ACI ke SNI adalah dengan
merubah faktor reduksi ()
II. PENGENALAN UMUM SAP 2000
Secara garis besar, Tahapan analisis dan desain pada SAP 2000 v.14 terpisah dalam dua
tahap yaitu :
Tahap Analisis : berisi pemodelan struktur, Pendefinisian properties materials,
dimensi penampang, jenis pembebanan dan kombinasi sampai pada
menganalisis gaya-gaya dalam struktur.
3
Tahap Design : untuk menentukan parameter Desain (desain beton bertulang,
desain baja, desain aluminium dan lain-lain) dan Peraturan yang menjadi acuan
Desain.
Sama halnya dengan program lainnya (CAD) sumbu koordinat pada SAP 2000 dapat
berupa 2D ( X dan Y) dan 3D (X,Y, dan Z).
4
Gambar 1 Sumbu koordinat 2D Gambar 2 Sumbu koordinat 3D
Toolbar Draw Menu Pull Down
Grid Area Gambar
Gambar Tampilan SAP 2000
III. STRUKTUR 2D
a. Balok Sederhana
Perhatikan balok diatas tumpuan sederhana pada gambar berikut ini:
WDL = 30 KN/m (unfactored, doesn't include beam weak)
WLL = 20 KN/m (unfactored)
50
25
5m 5m Beam Section
5
Bahan:
fc = 25 MPa
fy = 320 MPa
Penutup beton bagian 40 mm
Tentukan kebutuhan tulangan lentur dan gesernya. Serta gambar bidang N, D dan M.
Penyelesaian:
A. Membuat Model Baru
1. Ubah satuan di ujung kanan bawah menjadi KN,m, C
2. Membuat model baru, File New Model , pilih Beam
3. Pada jendela Beam, ketik 2 pada Number of Span dan 5 pada Span Length
4. Klik tanda untuk mengakses jendela Frame Properties Add New Property
Pilih material Concrete (beton) pilih penampang persegi panjang (rectangular)
5. Ketik BALOK pada Section Name, kemudian ketik 0,5 pada Dimensions Depth
(t3) dan 0,25 pada Width (t2).
6
6. Klik tanda pada bagian Material, untuk membuka jendela Define Material
Sorot 4000Psi Modify/Show Material
a. Ubah 4000Psi pada section name menjadi Beton
b. ubah satuan menjadi Kgf, cm, C
c. Pastikan nilai Poissons Ratio = 0,2
d. Pastikan nilai Specified Concrete Compressive Strength, fc = 250
e. Klik OK
7. Klik OK sekali lagi untuk menutup jendela Define Material dan kembali ke
jendela Rectangular Sections. Klik Concrete Reinforcement untuk menampilkan
jendela Reinforcement Data.
a. Klik tanda pada bagian Longitudinal Bars Add New Material
Ketik TULANGAN pada Material Name
Ubah Material Type menjadi REBAR
ubah satuan menjadi Kgf, cm, C
Pastikan nilai fy = 3200
OK
7
b. Pada bagian Design Type, pilih Beam
c. Pada bagian Concrete Cover to Longitudinal Rebar Center, ketik
0,04untuk Top
d. Pastikan nilai Bottom = 0,04 kemudian OK
B. Beban Mati dan Beban Hidup
1. Ubah satuan di sudut kanan bawah menjadi KN, m, C
2. Pilih kedua balok dengan klik kedua buah balok
3. Klik menu Assign Frame Loads Distributed
4. Pastikan DEAD pada options ; Forces aktif ; Gravity pada
direction. Ketik 30 pada Uniform Load. OK
5. Klik tombok Previous Selection untuk kembali memilih
kedua buah balok.
6. Klik menu Assign Frame Loads Distributed, dan klik tanda
di kiri DEAD.
Ketik LIVE pada Load Name - pilih LIVE pada Type pastikan bahwa nilai
Self Weight Multiplier (pengali berat sendiri)-nya 0 (nol) klik Add New Load
Pattern OK
Pilih HIDUP pada options, ketik 20 pada Uniform Load. OK
8
7. Beban Kombinasi Define Load Combination Add New
Combo
8. Load Combination Name = COMB1 ; Load Case Name =
DEAD ; Scale Factor = 1,4 ; Add ; OK
9. Lakukan lagi untuk comb2 Add New Combo ; Load
Combination Name = COMB2 ; Load Case Name = DEAD ; Scale Factor = 1,2 ;
Add ; Load Case Name = LIVE ; Scale Factor = 1,6 ; Add OK
C. Analisa Struktur
Setelah semua data diinput dengan benar, berikutnya adalah menganalisis model
struktur.
1. Klik menu Analyze Set Analysis Options, klik Plane Frame XZ Plane - OK
2. Klik tombol Run Analyze
9
3. Klik Modal ; Klik Run/Do Not Run Case ; Klik Run Now
D. Design Struktur
Design struktur berguna untuk mengetahui kelayakan penampang dan kebutuhan sesuai
dengan gaya dalam yang timbul.
1. Memeriksa beban kombinasi Design Concrete Frame Design Combos
2. Pindahkan COMB1 dan COMB2 dari List of Load Combination ke Design Load
Combination dengan meng-klik Add.
3. Pastikan Automatically Generate Code-Based Design Load Combinations tidak
diaktifkan.
4. OK
E. Menyesuaikan Faktor Reduksi Kekuatan
1. Klik menu Design Concrete Frame Design View/Refice Preferences
2. Pilih Design Code ACI 318-05/IBC2003
3. Ubah nilai Reduksi kekuatan menjadi 0,8 ; 0,65 ; 0,7 ; 0,6 ; 0,6. Klik OK
10
F. Melaksanakan Proses Design
Setelah design combo ditetapkan, Anda dapat melaksanakan proses desai yang akan
menghasilkan penulangan lentur, geser dan beberapa informasi yang berkenaan dengan
desain struktur.
1. Klik menu Design Concrete Frame Design Start Design/Check of Structure.
Setelah proses design selesai, akan ditampilkan luasan tulangan lentur/longitudinal.
2. ubah satuan disudut kanan bawah menjadi KN, mm, C
3. Klik menu Design Concrete Frame Design Display Design Info
4. Akifkan Design Output
5. Klik Longitudinal Reinforcing dan pilih Shear Reinforcing
6. Klik OK, maka akan ditampilkan luasan tulangan geser (dalam mm2)
Gambar Kebutuhan tulangan lentur dalam mm2
7. Klik kanan pada salah satu balok
11
8. Perhatikan bahwa kebutuhan luasan tulangan atas, luasan tulangan bawah dan
kebutuhan tulangan geser ditampilkan untuk semua jenis kombinasi pembebanan
tiap segmen tertentu (secara otomatis, bagian yang membutuhkan tulangan terbesar
akan disorot jika belum diubah)
9. Klik Flex. Details pada kotak Display Details for Selected Item
b. Analisis Struktur Truss 2D
A. Memodelkan Struktur
1. Ubah satuan menjadi Kgf, m, C
2. Klik menu File New Model Blank klik kanan pada mouse Edit Grid Data
pilih Global Modify/Show System atur grid yang akan digunakan
12
3. Klik Draw Frame/Cable Element , lalu gambar konstruksinya
4. Untuk memecah batang AB menjadi 3 bagian klik batangnya lalu klik menu Edit
Edit Lines Divide Frames
5. Lakukan hal yang sama untuk batang BC, tuliskan 5 pada Divide Into nya
6. Lengkapi gambar dengan batang diagonal dan batang tegaknya menggunakan
7. Tambahkan tumpuan sendi pada sebelah kiri dan tumpual rol pada sebelah kanan.
Klik join sebelah kiri, pilih menu Assign Joint - Restraint pilih - OK. Klik
join sebelah kanan, pilih menu Assign Joint Restraint pilih - OK.
13
B. Memilih Profil
Salah satu kelebihan SAP2000 adalah kemampuannya untuk memilih profil yang paling
efisien dengan auto select-nya. Misalnya tersedia plat setebal 8mm, untuk menyambung
dobel siku dan 9 macam profil dengan data sebagai berikut.
Nama Profil t3 t2 tf = tw dist
45.45.5 45 98 5 8
45.45.7 45 98 7 8
50.50.5 50 108 5 8
50.50.6 50 108 6 8
50.50.7 50 108 7 8
50.50.9 50 108 9 8
60.60.6 60 128 6 8
70.70.7 70 148 7 8
70.70.8 70 148 8 8
1. Ubah satuan menjadi Kgf, mm, C
2. Klik menu Define Materials, pilih material yang digunakan untuk baja.
3. Klik menu Define Section Properties - Frame Sections Add New Property
Frame Section Property Type (Pilih Steel) pilih Double Angle
4. Ketil 45.45.5 pada Section Name, pastikan STEEL aktif pada bagian material
5. Pada bagian dimension, ketik t3 = 45 (tinggi profil), t2 = 98 (2xtinggi profil + tebal
plat), tf = 5 (tebal profil), dis = 8 (tebal plat)
6. Klik OK, maka profil 45.45.5 telah masuk dalam daftar.
7. Setelah selesai dengan satu profil, maka kita dapat gunakan Add Copy of Property
untuk profil berikutnya
14
8. Pastikan 45.45.5 terpilih, kemudian klik Add Copy of Property untuk menampilkan
kotak katalog Double Angle Section
9. Ketik nama dan dimensi profil sesuai dengan tersedianya bahan seperti terlihat pada
table yang ada.
10. setelah mendefinisikan 9 macam profil, kita akan mendefinisikan AutoSelect yang
terdiri atas 9 profil yang ada
11. Dari kotak Frame Properties, klik Add New Property Auto Select List
12. Ketik PRATT pada Auto Section Name, lalu sorot semua profil yang akan
digunakan, klik Add maka daftar yang tersorot di sebelah kiri (List of Selection)
akan berpindah ke sebelah kanan (Auto Selection), klik OK
13. Tekan tombol Ctrl+A di keyboard atau klik tombol Select All dikiri layar
14. Klik menu Assign Frame Sections pilih PRATT OK
C. Menambahkan Beban
1. Ada 3 macam beban yang digunakan yaitu beban mati, hidup dan angin
(tekan/hisap)
2. Klik menu Define Load Patterns
3. Pilih beban yang akan digunakan ; ketik LIVE, pilih LIVE pada Type, klik Add New
Load Pattern ; ketik WIND, pilih WIND pada Type, klik Add New Load Pattern ;
ketik WIND_Ka, pilih WIND pada Type, klik Add New Load Pattern ; OK
4. Mendefinisikan kombinasi : Define Load Combination Add New Combo
masukkan beban yang bekerja beserta faktor skala bebannya.
Kombinasi yang akan digunakan:
COMB1 = 1,4 DL
COMB2 = 1,2 DL + 1,6 LL
15
COMB3 = 1,2 DL + 0,5 LL + 1,3 WL
COMB4 = 1,2 DL + 0,5 LL 1,3 WL
COMB5 = 0,9 DL + 1,3 WL
COMB6 = 0,9 DL 1,3 WL
Karena model struktur tidak simetris, maka gaya akibat angin akan ada 2 yaitu tekan
kiri+hisap kanan dan tekan kanan+hisap kiri, sehingga terdapat 4 macam beban
kombinasi yaitu :
COMB7 = 1,2 DL + 0,5 LL + 1,3 WL_Ka
COMB8 = 1,2 DL + 0,5 LL 1,3 WL_Ka
COMB9 = 0,9 DL + 1,3 WL_Ka
COMB10 = 0,9 DL 1,3 WL_Ka
5. Menghitung beban yang bekerja
Beban Mati
Bagian atas : genteng + reng + usuk = 50 kg/m2.
(6m x 2,2m x 50kg/m2 = 660 kg) + gording 700 kg
Bagian bawah : langit-langit termasuk rangka dan penggantungnya
(11+7) kg/m2 = 6 x 2 x 18 220 kg
Beban hidup = 100 kg pada tiap titik joint
6. Ubah satuan menjadi Kgf,m,C
7. Klik semua joint dibagian atas (kecuali joint pada tumpuan), klik menu Assign
Joint Loads Forces
8. Pastikan DEAD aktif dan satuan (Units) gaya yang aktif kgf, ketik -700 pada Force
Global Z, OK
9. Untuk join yang berada pada tumpuan masukkan nilainya dari nilai P, yaitu -350
10. Lakukan juga pada joint bagian bawah dan beban hidup yang bekerja.
Beban DEAD teraplikasi (atas-bawah)
Beban LIVE teraplikasi (atas-bawah)
11. Beban Angin
16
Dihitung 25 kg/m2 (Pasal 4.2. PPI 83)
Koef tergantung kemiringan (pasal 4.3. PPI 83)
Tg = 3/6 = 28,64
Tg = 3/10 = 17,18
Tekanan kiri : koef. = 0,02 x 28,64 0,4 = 0,173
Tekanan kanan: koef. = 0,02 x 17,18 0,4 = 0,06
Hisap : koef. = -0,44
Beban angin tekan kiri = 0,173 x 6 x 25 = 25,92 kg/m
Beban angin tekan kanan = 0,060 x 6 x 25 = 8,46 kg/m
Beban angin hisap = 0,4 x 6 x 25 = 60 kg/m
12. Angin Tekan Kiri + Hisap Kanan
Tekan Kiri
Pilih semua objek atas sebelah kiri kemudian klik menu Assign Frame Loads
Distributed
Pilih WIND pada Load Case Name dan pastikan Units dalam Kgf, m, C
Pada bagian Load Type and Direction, pilih Forces dengan Coord System =
Local dan Direction = 2
Perhatikan bagian Uniform Load, ketik -25,92 untuk Load, klik OK
Hisap Kanan
Lakukan langkah yang sama dengan angin tekan kiri diatas tetapi objek yang
ditinjau adalah sebelah kanan dan nilai Uniform Loadnya adalah 60, OK
Gambar Aplikasi beban angin (tekan kiri + hisap kanan)
17
13. Angin Tekan Kanan + Hisap Kiri
Lakukan hal yang sama dengan Tekan kiri + hisap kanan. Kali ini beban yang
digunakan adalah WIND_Ka
Gambar Aplikasi beban angin (tekan kanan+hisap kiri)
D. Analisis Struktur
1. Klik menu Analyze Set Analysis Options Plane Frme XZ Plane, hilangkan
tanda cek pada klik OK
2. Klik menu Analyze Run Analysis atau tekan tombol F5 untuk menampilkan kotak
dialog Set Analysis to Run
3. Klik MODAL agar disorot, kemudian klik Run/Do Not Rum Case, sehingga Action
berubah menjadi Do Not Run
4. Klik Run Now dan simpan file dengan nama Pratt lalu di save.
E. Menampilkan Hasil Analisis
1. Deformasi klik menu Display Show Deformed Shape atau klik
2. Reaksi Perletakan klik menu Display Show Forces/Stresses Joints atau
klik - Joints
3. Diagram tegangan klik menu Display Show Forces/Stresses
Frame/Cables atau klik - Joints
- Axial Forces untuk menampilkan gaya aksial
- Shear 2-2 untuk menampilkan gaya geser
- Momen 3-3 untuk menampilkan momen
F. Desain Struktur
1. Klik menu Design Steel Frame Design Select Design Combo, pindahkan
Comb dari sebelah kiri ke kolom sebelah kanan, hilangkan tanda cek pada
2. Klik menu Design Steel Frame Design Start Design/Check of Structure
18
IV. STRUKTUR 3D
1 2 3 4 5 6
F 4m
6m
E 4m
6m
4m
D
X X 4m
6m
C
6m
6m
B
1. Permodelan berupa struktur gedung 6 m beton6 m bertulang
6 m dengan:
6m 6m
6m
a. Struktur terdiri dari 5 lantai
A
b. Tinggi gedung = 22 m. H 1= 6m ; H 2-5= 4m
PORTAL X-X
c. Mutu beton6 dan
m 6m
kuat tarik6 m 6m
baja yaitu c6=m 30 Mpa y= 400 Mpa
2. Bangunan berfungsi sebagai gedung perkantoran
DENAH
3. Bangunan dalam wilayah gempa zona 2 dan jenis tanah keras.
4. Standar peraturan yang dipakai :
a. Tata cara perhitungan Struktur Beton untuk bangunan Gedung (SNI 03-2874-
2002)
19
b. Tata Cara Perhitungan Pembebanan Gempa berdasarkan peraturan perencanaan
gempa (SNI-176-2002)
c. Pembebanan struktur mengacu pada Peraturan Pembebanan Indonesia untuk
Gedung (1983)
Perencanaan Struktur
a. Perencanaan balok dan kolom
Ketentuan dari SNI pendesaian balok dan kolom adalah :
Balok : hb = 1/10sampai 1/12 bentang
bb = sampai h
Kolom : bk = hk = P total / (0.3 x c )
Didapat:
- tebal pelat (tp) = 12 cm
- balok = 25/50 cm
- kolom = 60/60
Perhitungan Beban Akibat Gravitasi (Beban Mati dan Beban Hidup)
1. Beban Mati
a. Plat Lantai
Berat Jenis Beton : 2400 kg/m3
Plafond + pengg : 25 kg/m2
Berat penutup lantai (keramik) : 24 kg/ m2
Spesi Keramik : 2100 kg/ m3
Berat air hujan (plat atap) : 1000 kg/ m3
2. Beban Hidup
Beban hidup diambil pada untuk lantai gedung, fungsi gedung yaitu
perkantoran, dengan beton :
Plat lantai, Balok, dan kolom = 250 kg/m2
Plat Atap = 100 kg/m2
Pembebanan gempa (analisa statik ekivalen)
Langkah- langkah perhitungan untuk mendapatkan gaya geser dasar horozontal
(Fi) akibat gempa adalah sebagai berikut :
1. Menghitung Berat Bangunan total (Wt)
2. Menghitung Waktu Getar Bangunan (T)
Waktu getar Bangunan (T) = 0,06 H3/4
3. Faktor Keutamaan (I)
4. Faktor Reduksi Gempa (R)
5. Koefisien Gempa Dasar (Ci)
6. Gaya geser dasar nominal (V)
Gaya geser dasar nominal sebagai respons ragam yang pertama terhadap
pengaruh gempa rencana menurut persamaan :
20
C.I .Wt
V1
R
Distribusi gaya geser horizontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi
gedung. Beban- beban horizontal terpusat yang bekerja pada masing- masing
tingkat menurut rumus :
Wi .hi
Fi .V1
Wi .hi
Dimana ;
Fi = Gaya geser horizontal total setiap lantai
Wi = Berat bangunan setiap lantai bangunan
Hi = Ketinggian sampai tingkat i diukur dari tinggi penjepitan lateral.
Vx = Gaya geser dasar nominal yang didapat dari analisis respon spektrum
V1 = Gaya geser dasar nominal yang didapat dari pembagian gaya geser tingkat
maksimum dinamik sepanjang tinggi dtruktur gedung
Analisa Perhitungan
Tahap perhitungan yang akan dilakukan meliputi :
1. Permodelan struktur
2. Pembebanan Struktur (beban mati dan beban hidup)
3. Pembebanan gempa dengan statik ekuivalen
4. Analisa struktur dengan program SAP 2000
5. Perhitungan pembesian komponen struktur
21