0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan21 halaman

Desain Struktur Perpustakaan Aceh

Dokumen tersebut merupakan ringkasan awal desain struktur untuk sebuah perpustakaan tiga lantai yang akan dibangun di Aceh. Ringkasan mencakup data bangunan, peraturan yang berlaku, metode perhitungan, beban yang mesti dipertimbangkan, dan dimensi awal balok dan plat yang direncanakan untuk struktur bangunan tersebut.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan21 halaman

Desain Struktur Perpustakaan Aceh

Dokumen tersebut merupakan ringkasan awal desain struktur untuk sebuah perpustakaan tiga lantai yang akan dibangun di Aceh. Ringkasan mencakup data bangunan, peraturan yang berlaku, metode perhitungan, beban yang mesti dipertimbangkan, dan dimensi awal balok dan plat yang direncanakan untuk struktur bangunan tersebut.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

6

BAB II
PRELIMINARY DESIGN
II.1 DATA BANGUNAN
Bahan yang dipakai untuk struktur gedung ini adalah beton bertulang dengan data-data
sebagai berikut :
Type bangunan : Perpustakaan ( 3 tingkat )
Letak bangunan : Dekat pantai
Lokasi pembangunan : Aceh
Jenis Tanah : SD
Lebar bangunan : 26 m
Panjang bangunan : 30 m
Mutu beton (fc) : 40 MPa
Mutu baja (fy) : 350 Mpa

II.2 PERATURAN
Adapun peraturan-peraturan yang dipakai dalam perencanaan gedung ini adalah :
1. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung tahun 1983 (PPIUG 1983)
2. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung 2013 (SNI 03 2847
2013)
3. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa ntuk Bangunan Gedung 2012 (SNI 03
1726 2012)

II.3 METODE YANG DIGUNAKAN


Metoda perhitungan beton yang digunakan adalah metoda kapasitas (kekuatan batas),
dengan tingkat daktilitas penuh.

II.4 ITEM PEMBEBANAN


Bangunan gedung diperhitungkan untuk memikul beban-beban sebagai berikut :
Beban Gravitasi (PPIUG 1983 Tabel 2.1)
a. Beban Mati :
-
Berat sendiri beton bertulang : 2400 Kg/m3
-
Adukan finishing lantai/1 cm : 21 Kg/m2
- Tegel : 24 Kg/m2
- Tembok setengah bata : 250 Kg/m2
-
Plafond : 11 Kg/m2.
-
Penggantung plafon : 7 Kg/m2.
6

-
Ducting Plumbing : 40 Kg/m2.
- Sanitasi : 20 Kg/m2
- Partisi : 40 Kg/m2
b. Beban Hidup (PPIUG 1983 Tabel 3.1)
- Air Hujan : 20 Kg/m2 (PPUIG 1983 pasal 3.2)
-
Lantai atap : 100 Kg/m2 (PPUIG 1983 tabel 3.1)
-
Lantai Rumah Perpustakaan : 400 Kg/m2 (PPUIG 1983 tabel 3.1)
- Pelat Tangga : 300 Kg/m2 (PPUIG 1983 tabel 3.1)
- Beban Angin dekat dari pantai : 40 Kg/m2 (PPUIG 1983 pasal 4.2)
- Beban Gempa :
Perencanaan dan perhitungan struktur terhadap gempa dilakukan berdasarkan SNI
03-1726-2012 untuk zone gempa kota Aceh, jenis tanah SD.

II.5 PERENCANAAN DIMENSI BALOK


afy = 350 MPa
afc = 40 MPa
Penentuan tinggi balok minimum (hmin) dihitung berdasarkan SNI 03-2847-2013 Ps. [Link]
(tabel 9.5(a) . Tebal minimum balok non prategang atau pelat satu arah bila lendutan tidak

1
dihitung) ( 16)L , L untuk panjang bentang balok.
H min =

Untuk fy selain 420 MPa, nilainya harus dikalikan dengan (0,4 + fy/700)

1. Balok Induk (Arah Memanjang ) : L = 600 cm

( SNI 2847-2013 tabel 9.5 (a) )

Di asumsikan bahwa b = 2/3 h, maka :

cm
Jadi digunakan balok induk arah memanjang ukuran 25/35 cm.

2. Balok Induk (Arah Memanjang ) : L = 550 cm


6

( SNI 2847-2013 tabel 9.5 (a) )

Di asumsikan bahwa b = 2/3 h, maka :

cm
Jadi digunakan balok induk arah memanjang ukuran 25/35 cm.
3. Balok Induk (Arah Memanjang ) : L = 400 cm

( SNI 2847-2013 tabel 9.5 (a) )

Di asumsikan bahwa b = 2/3 h, maka :

cm
Jadi digunakan balok induk arah memanjang ukuran 20/25 cm.
Dalam perencanaan struktur bangunan beton ini, digunakan beberapa dimensi balok
induk memanjang
B1 = Direncanakan dimensi balok induk memanjang 25/35
B2 = Dimensi balok exterior digunakan 30/40 cm, penambahan selimut setebal 5cm
sebagai perlindungan terhadap korosi (berdasarkan SNI pasal 7.7.1)
4. Balok Induk (Arah Melintang ) : L = 550 cm

( SNI 2847-2013 tabel 9.5 (a) )

Di asumsikan bahwa b = 2/3 h, maka :

cm
Jadi digunakan balok induk arah melintang ukuran 25/35 cm.
6

5. Balok Induk ( Arah Melintang) L = 500 cm

35 cm
Di asumsikan bahwa b = 2/3 h, maka :

= 20 cm
Jadi digunakan balok balok induk melintang 25/35
6. Balok Induk (Arah Melintang ) : L = 400 cm

( SNI 2847-2013 tabel 9.5 (a) )

Di asumsikan bahwa b = 2/3 h, maka :

cm
Jadi digunakan balok induk arah melintang ukuran 25/35 cm.
Dalam perencanaan struktur bangunan beton ini, digunakan beberapa dimensi balok
induk memanjang
B1 = Direncanakan dimensi balok induk melintang 25/35
B2 = Dimensi balok exterior digunakan 30/40 cm, penambahan selimut setebal 5cm
sebagai perlindungan terhadap korosi (berdasarkan SNI pasal 7.7.1)

7. Balok Anak arah Memanjang dan melintang (L=550):

( SNI 2847-2013 tabel 9.5 (a) )

35cm
Di asumsikan bahwa b = 2/3 h, maka :

= 25 cm
6

Jadi digunakan balok anak dengan ukuran 25/35 cm


8. Balok Plat Leuvel : L = 125 cm

cm 20 cm ( SNI 2847-2013 tabel 9.5 (a) )


Di asumsikan bahwa b = 2/3 h, maka :

= 13.33 cm 15 cm
Direncanakan dimensi balok luivel 15/20. Karena balok luivel letak nya diluar bangunan,
menurut SNI pasal 7.7.1, perlu ditambah 5cm untuk tebal selimutnya. Sehingga dimensi
balok luivel yang digunakan adalah 20/25.
Rekapitulasi Preliminari desain dimensi balok yang di gunakan :
Tabel 2.1 rekapitulasi pelimineri desain balok
No Elemen Interior Exterior
1. Balok induk memanjang 25/35 (cm) 30/40 (cm)
2. Balok induk melintang 25/35 (cm) 30/40 (cm)
3. Balok anak 25/35 (cm) -
4. Balok luivel - 20/25 (cm)

II.6 PERENCANAAN TEBAL PLAT


II.6.1 DASAR PERHITUNGAN DIMENSI PLAT
Perhitungan dimensi plat berdasarkan SNI 03-2847-2013 pasal [Link] bagi tebal plat
sebagai berikut :

a. Untuk menggunakan pasal 9.5(3(2))

b. Untuk ketebalan minimum plat harus memenuhi .

dan tidak boleh kurang dari 120 mm

c, Untuk ketebalan minimum plat harus memenuhi


6

dan tidak boleh kurang dari 90 mm


keterangan :
Ln = Panjang bentang bersih
Sn = Lebar bentang bersih
fy = Tegangan Leleh Baja

= Rasio bentang bersih dalam arah memanjang terhadap arah memendek dari pelat 2
arah

= Nilai rata-rata untuk semua balok pada tepi tepi dari suatu panel

Harga didapat dari

K=
Perumusan untuk mencari lebar flens pada balok : be
Balok Tengah :
hf
Nilai be :
hw
be =1/4 Ly
bw
be = bw + 16 hf
dari kedua nilai be tersebut diambil yang terkecil.
6

II.6.2 DATA PERENCANAAN TEBAL PLAT LANTAI DAN ATAP


Mutu bahan baja (fy = 350MPa)
Mutu bahan beton (fc = 40 MPa)
Tebal pelat rencana : untuk atap = 10 cm dan untuk lantai = 12 cm
II.6.3 Kontrol tebal Plat
( Semua jenis Pelat Lantai dan Atap sama untuk semua sisi)

< 2tulangan dua arah

= rasio bentang bersih dalam arah memanjang terhadap arah memendek dari pelat 2
arah.

PLAT TYPE A (5m x 4m)

Ln = 500 cm - = 475 cm

Sn = 400 cm - = 375 cm

= (Pelat 2 arah)

1. Balok induk Memanjang (250 x 350), Ly = 475 cm


be

hf = 12 cm
hw=45cm

bw = 25cm
6

be = cm
be = bw + 16 hf
= 25 + (16 x 12)
= 217 cm
Dipakai be= 118 cm.

K =

K=

Ibalok = k . bw . Iplat = Ly .

= 1.9 x 25 x = 400 x
= 167578 cm4 = 57600 cm4
Karena Ecbalok = Ec plat

= =
2. Balok induk melintang (250 x 350), Ly = 375 cm

be

hf = 12 cm
hw=45cm

bw = 25cm

be = cm
be = bw + 16 hf
6

= 25 + (16 x 12)
= 217 cm
Dipakai be= 93 cm.

K =

K=

Ibalok = k . bw . Iplat = Ly .

= 1.74 x 25 x = 400 x
= 154956 cm4 = 72000 cm4
Karena Ecbalok = Ec plat

= =

Jadi m= x (2.909+2.152) x 2 = 2.53 >2

Bedasarkan SNI 03-2847-2013 pasal 9.5(3(3)), apabila maka ketebalan plat


minimum adalah

Dan tidak boleh kurang dari 9 cm


6

PLAT TYPE B (5m x 2.75m)

Ln = 500 cm - = 475 cm

Sn = 275 cm - = 250 cm

= (Pelat 2 arah)

3. Balok induk Memanjang (250 x 350), Ly = 475 cm

be

hf = 12 cm
hw=45cm

bw = 25cm

be = cm
be = bw + 16 hf
= 25 + (16 x 12)
6

= 217 cm
Dipakai be= 118 cm.

K =

K=

Ibalok = k . bw . Iplat = Ly .

= 1.9 x 25 x = 275 x
= 167578 cm4 = 39600 cm4
Karena Ecbalok = Ec plat

= =
4. Balok induk melintang (250 x 350), Ly = 375 cm

be

hf = 12 cm
hw=45cm

bw = 25cm

be = cm
be = bw + 16 hf
= 25 + (16 x 12)
= 217 cm
Dipakai be= 62 cm.
6

K =

K=

Ibalok = k . bw . Iplat = Ly .

= 1.5 x 25 x = 500 x
= 134440 cm4 = 72000 cm4
Karena Ecbalok = Ec plat

= =
5. Balok anak memanjang (250 x 350), Ly = 475 cm

be

hf = 12 cm
hw=45cm

bw = 25cm

be = cm
be = bw + 16 hf
= 25 + (16 x 12)
= 217 cm
Dipakai be= 118 cm.
6

K =

K=

Ibalok = k . bw . Iplat = Ly .

= 2x2x = 475 x
= 167578 cm4 = 39600 cm4
Karena Ecbalok = Ec plat

= =

Jadi m= x ( 4.232+1.867+(4.232x2 ) = 3.04 >2

Bedasarkan SNI 03-2847-2013 pasal 9.5(3(3)) yang mana maka ketebalan plat
minimum adalah

Dan tidak boleh kurang dari 9 cm


6

Plat yang ditinjau dalam perhitungan adalah sebagai berikut :


6

26.00
1 2

6.50

4.00

1.25

3 4 5 6

6.00 5.00 5.50 5.00 4.00 1.25


3.75
1.25
G

4.00 4.00

F
BALOK INDUK BALOK INDUK

4.00 4.00

30.00 E

4.00 5.00 5.50

5.50 5.50

plat E plat B plat F


D

plat H
plat A 4.00

C
plat G

plat C 4.00

B
1.25

1.25 plat D 6.00

A
1.25

1.25
26.00
Tabel 2.2 perhitungan tebal plat
Jadi tebal pelat Lantai digunakan 17 cm dan Atap digunakan 15 cm untuk faktor kenyamanan dan keamanan tulangan terhadap korosi
(ditambah 5 cm).
II.7 PERENCANAAN DIMENSI KOLOM
Perencanaan kolom yang mengalami pembebanan adalah kolom yang memikul bentang,
yaitu 525 cm x 475 cm dan 525 cm x 475 cm. Diambil pada As 4-D.
Tebal Pelat = 12 cm = 120 mm
Tinggi tiap tingkat :
- Lantai dasar = 500 cm
- Lantai 1 = 450 cm
- Lantai 2 = 450 cm
4

E
275

D
200

275 250
Berdasarkan PPIUG 1983 tabel 2.1 :
Tabel 2.3 perhitungan beban yang diterima kolom
pelat atap
x
berat
beban mati b L t lant berat
sendiri
ai
pelat lantai atap (15 5.2 4.7 0.1
2400 1 8977.5
cm) 5 5 5
5.2 4.7
penggantung 7 1 174.56
5 5
5.2 4.7
plafon 11 1 274.31
5 5
balok induk melintang 0.2 5.2 0.3
2400 1 1102.5
(25/35) 5 5 5
balok induk memanjang 0.2 4.7 0.3
2400 1 997.5
(25/35) 5 5 5
balok anak melintang 0.2 5.2 0.3
2400 1 1102.5
(25/35) 5 5 5
balok anak memanjang 0.2 4.7 0.3
2400 1 997.5
(25/35) 5 5 5
dinding - - - - - 0
tegel - - - - - 0
5.2 4.7
spesi (1 cm) 21 1 523.69
5 5
Kolom (40/40) 2400 - - - 0.0
5.2 4.7
aspal 14 349.13
5 5
5.2 4.7
Dacting dan Plumbing 30 748.13
5 5
WD 15248
3 .00
beban hidup
5.2 4.7 2394.0
Lantai atap 96
5 5 0
5.2 4.7
Air Hujan 20 498.75
5 5
WL 2893.
3 00
pelat lantai 2
x
berat
beban mati b L t lant berat
sendiri
ai
5.2 4.7 0.1 10174.
pelat lantai 2 (17 cm) 2400 1
5 5 7 50
5.2 4.7
Penggantung 7 1 174.56
5 5
5.2 4.7
Plafon 11 1 274.31
5 5
balok induk melintang 0.2 5.2 0.3 1102.5
2400 1
(25/35) 5 5 5 0
balok induk memanjang 0.2 4.7 0.3
2400 1 997.50
(25/35) 5 5 5
balok anak melintang 0.2 5.2 0.3 1102.5
2400 1
(25/35) 5 5 5 0
Balok anak memanjang 0.2 4.7 0.3
2400 997.50
(25/35) 5 5 5
7.2 8156.2
Dinding 250 4.5 1
5 5
5.2 4.7
Tegel 24 1 598.50
5 5
5.2 4.7
spesi (1 cm) 21 523.69
5 5
Kolom (40/40) 2400 0.4 0.4 4.5 1536
5.2 4.7
Dacting dan Plumbing 30 748.12
5 5
WD 26386
2 .00
beban hidup
5.2 4.7
Lantai atap 100 -
5 5
5.2 4.7
Lantai 400 9975
5 5
WL
9975
2
pelat lantai 1
x
berat
beban mati b L t lant berat
sendiri
ai
5.2 4.7 0.1 10174.
pelat lantai 1 (17 cm) 2400 1
5 5 7 50
5.2 4.7
Penggantung 7 1 174.56
5 5
5.2 4.7
Plafon 11 1 274.31
5 5
balok induk melintang 5.2 0.2
2400 0.3 1 945.00
(25/35) 5 5
balok induk memanjang 4.7 0.2
2400 0.3 1 855.00
(25/35) 5 5
balok anak melintang 0.3 5.2
2400 0.2 1 882.00
(25/35) 5 5
Balok anak memanjang 4.7
2400 0.2 0.2 456
(25/35) 5
7.2 9968.7
Dinding 250 5.5 1
5 5
5.2 4.7
Tegel 24 1 598.50
5 5
5.2 4.7
spesi (1 cm) 21 523.69
5 5
2112.0
Kolom (40/40) 2400 0.4 0.4 5.5
0
5.2 4.7
Dacting dan Plumbing 30 748.13
5 5
WD 27713
1 .00
beban hidup
5.2 4.7
Lantai atap 100 0
5 5
5.2 4.7
Lantai 400 9975
5 5
WL
9975
1

WD total 693
(kg) 47
WL total 228
(kg) 43

Koefisien Reduksi untuk beban hidup untuk perpustakaan (PPIUG tabel 3.3) = 0,8
Jadi total beban untuk beban hidup : LL = 0,8 x 22843= 18275 Kg
Jadi Berat Total :
W = 1,2 DL + 1,6 LL
= 1,2 (69347) + 1,6 (18275) = 112456Kg
Mutu Beton = 40 MPa = 400 Kg/cm2 (1 Mpa = 10 Kg/cm2)
Dimensi :

cm2
Dimensi : b2 = 843.4 cm2
b = 29.04 cm 30 cm
h = 29.04 cm 30 cm
Dalam perencanaan struktur bangunan beton ini, digunakan beberapa dimensi kolom
K1 = Dimensi kolom interior digunakan 30/30 cm
K2 = Dimensi kolom exterior digunakan 35/35 cm, penambahan selimut setebal 5cm sebagai
perlindungan terhadap korosi (berdasarkan SNI pasal 7.7.1)

Anda mungkin juga menyukai