0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
874 tayangan16 halaman

Manajemen Aset dan Liabilitas ALMA

[Ringkasan] Makalah ini membahas tentang manajemen aset dan liabilitas (ALMA) pada bank, yang merupakan koordinasi portofolio aset dan liabilitas untuk memaksimalkan struktur neraca jangka panjang dengan memperhatikan likuiditas dan kehati-hatian. ALMA bertujuan mengelola risiko asset dan liabilitas secara efisien melalui komite ALMA, dengan mengkoordinasikan karakteristik keuntungan dan risiko serta memberikan rekomendasi kebijak

Diunggah oleh

ekamyaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
874 tayangan16 halaman

Manajemen Aset dan Liabilitas ALMA

[Ringkasan] Makalah ini membahas tentang manajemen aset dan liabilitas (ALMA) pada bank, yang merupakan koordinasi portofolio aset dan liabilitas untuk memaksimalkan struktur neraca jangka panjang dengan memperhatikan likuiditas dan kehati-hatian. ALMA bertujuan mengelola risiko asset dan liabilitas secara efisien melalui komite ALMA, dengan mengkoordinasikan karakteristik keuntungan dan risiko serta memberikan rekomendasi kebijak

Diunggah oleh

ekamyaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Manajemen Likuiditas dan Manajemen ALMA

Dosen Pengampu :

Eris Tri Kurniawati, SE.,[Link].,CA

Nama Penulis :

Eka Mya Auddina (201410510311052)

EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menjadikan
bumi beserta isinya dengan begitu sempurna serta hidayah Nya, sehingga Penulis dapat
menyelesaikan dengan mempersembahkan sebuah makalah yang berjudul Manajemen
Likuiditas untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Dana Bank. Ucapan terima
kasih dan rasa hormat Penulis kepada semua pihak yang telah membantu Penulis dalam
menyelesaikan penyusunan makalah [Link] kata, Penulis sampaikan bahwa tiada makalah
yang sempurna tanpa uluran tangan pemerhatinya. Oleh karena itu, kritik serta saran sangat
Penulis harapkan dari pembaca sekalian yang bersifat membangun, agar demi lebih baiknya
kinerja kami yang akan mendatang. Semoga makalah ini dapat memberikan tambahan ilmu
pengetahuan dan informasi yang bermanfaat bagi semua pihak.

Malang, 12 April 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.........................................................................................................................i

Daftar Isi...................................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang.............................................................................................................1

Rumusan Masalah........................................................................................................1

Tujuan Penulisan..........................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

Manajemen Aset dan Liabilitas ...................................................................................3

Ruang Lingkup Manajemen Aset dan Liabilitas........................................................ 8

Aplikasi ALMA pada Bank Syariah .......................................................................... 8

Landasan Kebijakan ALMA ...................................................................................... 9

Pendekatan Teoritis ALMA ....................................................................................... 10

BAB III PENUTUP

Kesimpulan................................................................................................................... 11

Saran............................................................................................................................. 11

Daftar Pustaka..........................................................................................................................iii

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kegiatan pokok industri perbankan adalah menghimpun dana dari masyarakat dan
menyalurkan kembali dana kepada masyarakat. Dana yang dikumpulkan oleh bank masuk ke
dalam pasiva, sementara dana yang disalurkan kepada masyarakat masuk dalam aktiva.
Aktiva dan pasiva adalah dua sisi dari pos keuangan bank, baik dalam bentuk kekayaan
ataupun menggambarkan posisi utang, kewajiban dan moal bank. Keduanya harus mencapai
keseimbangan, dimana faktor yang dapata menyeimbangkan diantara keduanya, dalam
bentuk Rugi dan Laba bank yang bersangkutan.

Manajemen aktiva dan pasiva yang disebut pula dengan Assets and Liability
Management (ALMA) sudah dipastikan ada pada setiap bank. Kedua sisi neraca, yaitu sisi
pasiva yang mengambarkan sumber dana dan sisi aktiva yang mengambarkan penggunaan
(alokasi) dana harus dikelola secara efisien, efektif, produktif, dan seoptimal mungkin karena
merupakan bisnis utama bagi setiap bank. Pengelolaan aset dan liabilitas tersebut juga disebut
dengan Manajemen Aset dan Liabilitas yang dikenal dengan ALMA (Asset and Liability
Management). Aset dan liabilitas pada setiap bank ini dikelola oleh Assets and Liability
Committee (ALCO) yang secara organisasi .

Manajemen likuiditas merupakan bagian dari kerangka manajemen risiko industri


keuangan yang lebih besar, yang berhubungan dengan seluruh lembaga keuangan baik
konvensional maupun syariah. Kegagalan dalam manajemen risiko memiliki konsekuensi
yang mengerikan, termasuk kolapsnya bank dan pada gilirannya menyebabkan
ketidakstabilan sistem keuangan. Pada kenyataannya, sebagian besar kegagalan bank
disebabkan kesulitan mengelola masalah-masalah likuiditasnya. Ini juga yang menjadi alasan
mengapa regulator sangat menaruh perhatian dengan posisi likuiditas suatu lembaga
keuangan dan pemikiran regulator saat ini berpusat pada seputar penguatan kerangka kerja
likuiditas.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Aset dan Liablitas?


2. Bagaimanakah Ruang Lingkup Manajemen asset dan Liabilitas?
3. Bagaimanakah Aplikasi ALMA pada Bank Syariah?
4. Bagaimanakah Landasan kebijakan ALMA?
5. Bagaimanakan pendekatan teoritis ALMA?
1
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui Manajemen Aset dan Liabilitas

2. Untuk mengetahui ruang lingkup Manajemen Aset dan Liabilitas

3. Untuk Mengetahui aplikasi ALMA pada Bank Syariah

4. Untuk mengetahui landasan kebijakan ALMA

5. Untuk mengetahui pendekatan teoritis ALMA

2
BAB II

PEMBAHASAN

PENGERTIAN MANAJEMEN ASET DAN LIABILITAS

Manajemen aset dan liabilitas adalah mengkoordinasikan portofolio asset atau


liabilitas bank guna memaksimalkan struktur neraca bank dan hasil yang dibagikan kepada
para pemegang saham dalam jangka panjang dengan memperhatikan kebutuhan likuiditas dan
prinsip kehati-hatian. Strategi manajemen asset dan liabilitas meliputi koordinasi karakteristik
keuntungan (return) dan resiko atas portofolio asset dan liabilitas bank. Risiko pada bank
tidak hanya tergantung pada karakteristik asset, melainkan juga pada karakteristik liabilitas
yang digunakan untuk mendanai asset tersebut.

Manajemen aktiva dan pasiva biasa disebut dengan Assets and Liability Management
(ALMA) sudah dapat dipastikan ada pada setiap bank. Kedua sisi neraca , yaitu sisi pasiva
yang menggambarkan sumber dana dan sisi aktiva yang menggambarkan penggunaan
(alokasi) dan harus dikelola secara efisien, efektif, produktif dan liabilitas tersebut dengan
Management Asset dan Liabilitas yang di kenal dengan ALMA (Assets and Liability
Management)1.

Asset dan liabilitas pada setiap bank ini dikelola oleh Asset and Liability Committee
(ALCO) yang secara organisasi tidak terlihat dalam struktur organisasi, namun kegiatannya
ada dan dikelola dalam team work serta secara operasional umumnya berada di dalam di
dalam divisi treasury, yang dipimipin oleh wakil direktur utama atau direksi yang
membidangi divisi treasury dan kepala devisi treasury umumnya sebagai ketua pelaksana
dengan anggota yang berasal dari devisi treasury dan kepala divisi treasury umumnya sebagai
ketua pelaksana dengan anggota yang berasal dari devisi treasury, divisi kredit, devisi
reseachdan development, devisi pusat administrasi.

Keberadaan ALMA ini adalah untuk mengelola resiko-resiko yang mungkin timbul
dalam kegiatan bisnis sehari-hari yang dirancang sedemiian rupa sehingga dapat
memaksimumkan pendapatan sekaligus membatasi resiko asset dan liabilitas dengan
mematuhi ketentuan kebijakan moneter dan pengawasan bank melalui suatu organisasi yang
disebut ALMA.

1
Veitzal Rivai, dkk. Bank And Financial Institution Management (Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada 2007) hal 54
3
Dalam pelaksanaanya, untuk menetapkan suatu kebijakan, ALMA membutuhkan
informasi yang cukup dan hasil analisis yang tepat. Informasi yang diperlukan terdiri dari
data eksternal dan internal.

ALMA ini berfungsi memberikan rekomendasi pada management bank agar dapat
memaksimalkan risiko yang dihadapi dan mengoptimalkan keuntungan serta tetap berada
dalam koridor sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, ALMA yang kuat dan
berkualitas akan memberikan landasan kuat dan jelas dalam menetapkan strategi bisnis bank.
Melalui ALMA ini diharapkan :

1. Adanya penerapan kebijakan bisnis yang jelas, terarah, dan teratur


2. Adanya arah dan tujuan yang jelas bagi management dalam proses pelaksanaan tugas
serta cara dalam menetapkan standar-standar operasional bank
3. Diperolehnya data yang akurat serta menjamin bahwa data tersebut dapat menunjang
keputusan ALMA
4. Berkualitasnya analisis yang dilakukan dalam memberikan berbagai alternative
srategi ALMAsebelum management mengambil keputusan
5. Memudahkan dalam manajemen likuiditas sehingga dana dapat dikelola dengan baik
pada suatu tingkat suku bunga tertentu agar senantiasa dapat memenuhi kewajiban
dan dapat memnfaatkan setiap peluang yang ada
6. Mampu meminimalkan gap sehingga dapat mengoptimalkan pendapatan dan
memperkecil risiko
7. Mampu mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola valuta asing (terutama
ketika terjadi fruktuasi yang tinggi) dan mengelola gap untuk tiap-tiap mata uang dan
antar mata uang untuk menghasilkan keuntungan yang optimal dengan tetap
memerhatikan kemungkinan resiko yang terjadi
8. Mampu melakukan manajemen pricing secara tepat sebagai langkah strategi dalam
menetapkan tingkat suku bunga (kredit dan dana) dengan tetap memerhatikan gap dan
tidak mengganggu likuiditas

Management Asset

Management asset merupakan kaitan dari likuiditas, dimana memerlukan


pembangunan asset-aset sedemikian rupa sehingga aliran keluar dana (outflow of funds) dapat
diakomodasikan tanpa membuat penyesuaian dalam liabilitas. Likuditas suatu asset berasal
dari salah satu dari dua sumber yaitu :

1. Daya cair dari asset itu sendiri (self contained liquidity)


2. Daya jualnya (marketability)

4
Self contained liquidity menggambarkan tanggal jatuh temponya asset, sedangkan
marketability adalah kemampuan untuk menukarkan asset menjadi uang melalui penjualan
asset tersebut kepada investor lain di secondary market. Jadi likuiditas asset tergantung pada
tingkat kemudahannya untuk dikonversikan menjadi kas guna memperoleh dana yang
dibutuhkan.

Ditinjau dari segi perencanaan likuiditas, adalah penting untuk menyadari bahwa
tidak seua asset dalam segala kategori adalah likuid dalam arti bahwa bank dapat dengan
leluasa menggunakan asset tersebut untuk memenuhi kebutuhan dananya. Misalnya saldo
pada bank koresponden bisa likuid, tetapi juga bisa tidak likuid bila saldo tersebut merupakan
saldo minimum yang harus dipelihara untuk mengkompensasi layanan yang diberikan oleh
bank koresponden tersebut. Jadi saldo yang likuid adalah saldo di atas saldo minimum yang
harus dipenuhi seperti dipersyaratkan oleh bank koresponden.

Management Liabilitas

Selama dasawarsa 1960-an dan 1970-an terjadi perubahan dalam perencanaan


likuiditas, yang meninggalkan tekanan utama pada manajemen aset menuju ke tekanan pada
kedua sisi yaitu manajemen aset dan liabilitas. Para bankir melihat bahwa potensi sumber
likuiditas lainnya dapat dipakai, dana dapat dipinjam melalui peningkatan liabilitas seperti
halnya likuidasi aset.

Manajamen liabilitas merupakan kemampuan bank dalam menyediakan dana yang


cukup untuk memenuhi semua kewajibannya maupun komitmen yang telah dikeluarkan
kepada nasabah.

Sebagaimana telah disinggung dalam pembahasan tentang manajemen aset, bank


harus mengurangi profibilitasnya untuk memenuhi likuiditas yang lebih besar pada portofolio
asetnya, juga ada biaya untuk memastikan likuiditas melalui portofolio liabilitas.
Ketergantungan pada dana pinjaman untuk memenuhi kebutuhan likuiditas bank berarti bank
cenderung harus membayar bunga yang lebih tinggi pada dana pinjaman (dibandingkan
dengan giro dan tabungan) dan juga akan mengalami variasi yang lebih besar dalam biaya
dana-dana.

Untuk menilai dampak manajemen liabiltas pada profibilitas bank, selisih antara
meningkatnya pendapatan pada portofolio aset dengan peningkatan biaya dana pinjaman dari
5
pasar terbuka harus dianalisis. Meningkatnya pendapatan dari portofolio aset terjadi karena
meningkatnya konsentrasi aset pada pinjaman dengan yeild tinggi. Meningkatnya biaya untuk
menjamin likuiditas melalui pinjaman dana diakibatkan oleh bunga pasar yang harus dibayar
atas dana tersebut.

Suatu bank yang memastikan dana dengan pinjaman harus membayar tingkat bunga
pasar. Dampak pemakaian manajemen liabilitas terhadap keuntungan bank tergantung pada
karakteristik aset yang didanai dengan dana-dana pinjaman. Bila bank menggunakan dana-
dana pinjaman untuk mendukung pinjaman jangka panjang dengan tingkat bunga tetap, maka
keuntungan bank akan bervariasi sesuai dengan variasi yang terdapat pada tingkat bunga
pasar. Bila bank menggunakan dana pinjaman untuk mendanai aset yang pendapatannya juga
berfluktuasi sesuai dengan tingkat bunga pasar, maka tidak berdampak pada keuntungan.

Meningkatnya kepercayaan pada manajemen liabilitas telah mengurangi tekanan


likuiditas dan memungkinkan bank untuk menggunakan dana-dana dengan persentase yang
lebih besar untuk aset mereka dengan yield yang lebih tinggi. Pada saat yang sama
meningkatnya penggunaan dana-dana pinjaman telha berkompilikasi pada proses pengelolaan
portofolio bank. Untuk memastikan profitabilitas dan meminimalkan risiko, bank harus
secara simultan mengelola jangka waktu (maturity), tingkat pendapatan/biaya (rate) dan
karakteristik volume dalam portofolio aset dan liabilitas. Hal ini mendorong pengembangan
strategi pengelolaan interest margin, yang didesain untuk mengkoordinasikan dan
karakteristik volume dari portofolio aset dan liabilitas.

Menurut tingkat kepekaannya ALMA dibagi menjadi dua jenis :

1. Rate sensitivee asset-liabilities


Asset yang digolongkan sebagai rate sensitive asset (RSA) adalah semua asset,
termasuk asset dengan bunga tetap (fixed rate), yang mempunyai jatuh tempo kurang
dari 1bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau asset dengan bunga mengambang yang harus
diperbarui setiap 1,3 atau 6 bulan
2. Fixed rate asset liabilities
Fixed rate asset liabilities adalah semua asset dan liabilitas yang mempunyai jatuh
tempo atau dapat diperbarui tingkat bunganya lebih dari 6 bulan dan tidak termasuk
dalam golongan RSA dan RSL

6
Dalam mengelola asset dan liabilitas bank ada dua pendekatan yang sering
digunakan, yaitu :

1. Pool of funds approach


Pendekataan ALMA ini didasarkan pada asumsi bahwa dana bank yang diperoleh dari
berbagai sumber diperlukan sebagai dana bank yang diperoleh dari berbagai sumber
diperlukan sebagai dana tunggal sehinga sumber dana tidak lagi dapat diidentifikasi
secara individual. Oleh karena itu, dana yang dikelola bank menurut pendekatan ini
tidak lagi dibedakan jenis dan sifat sumber dana, jangka waktu serta biaya dan
masing-masing bank. Selanjutnya dana tersebut dialokasikan ke dalam berbagai
bentuk berdasarkan prioritas dan strategi penggunaan dana bank
2. Aset Allocation Apporoach
Asset allocation approach merupakan koreksi atas konsep pendekatan asset-liabilitas
yang sebelumnya, konsep ini sering sering disebut dengan conversion of funds
approach, pada dasarnya konsep ini menyatakan bahwa tidaklah realistis menganggap
total dana yang dihimpun bank merupakan suatu sumber dana tunggal, karena dalam
kenyataanya masing-masing sumber dana memiliki sifat sendiri, oleh karena itu,
dalam prioritas pengalokasiannya, sumber-sumber dana harus diperlakukan secara
induvidu dengan mempertimbangkan karakteristik masinng-masing sumber dana.
Dana yang dimiliki sifat perputaran cukup tinggi hendaknya penggunaannya
diprioritaskan dalam cadangan primer dan sekunder. Sedangkan dana yang
perputarannya relative rendah pengalokasiannya dapat diprioritaskan pada pemberian
kredit dan aktiva jangka panjang lainnya.

RUANG LINGKUP MANAJEMEN ASET DAN LIABILITAS

Manajemen dana mencakup semua kegiatan bank yang dapat dilihat dalam pos-pos
sisi aktiva maupun pasiva. Pengelolaan dana dari sisi asset ataupun aktiva lazm di kenal
dengan Aset Management. Sementara itu, pengelolaan sumber dana secara keseluruhan
adalah Liability Management ini yang terbagi tiga bagian, yaitu :

1. Pengelolaan sumber dana yang berasal dari pihak ketiga yang disebut Deposit
Management
2. Dana yang berasal dari pihak kedua disebut Borrowing
3. Pengelolaan dana yang berasal dari modal sendiri yang disebut Capital
Management

7
Perkembangan ekonomi dan moneter yang berfruktuasi serta persaingan bisnis
antarbank yang sangat ketat berpengaruh langsng terhadap manajemen asset dan liabilitas.
Keadaan tersebut menyebabkan timbulnya dilema dalam pengelolaannya pada bank, yaitu
antara mengutamakan pofitabilitas di satu sisi dan likuiditas atau keamanan disisi lain.
Beberapa alasan perlunya asset dan liabiltas dikelola ;

1. Tingkat suku bunga


2. Perubahan struktur sumber dana
3. Meningkatnya kebutuhan modal
4. Persaingan yang ketat antar bank
5. Perkembangan sistem informasi
6. Meningkatnya peran pemerintah
7. Ketersediaan dana di pasar uang
8. Perubahan komposisi aktiva
9. Bermunculannya berbagai lembaga keuangan

APLIKASI ALMA PADA BANK ISLAM

Sebagaimana bank konvensional, bank syariah pun merupakan lembaga intermediasi


antara penabung dan investor. Perbedaan pokok antara bank Syariah dan bank Konvensional
terletak pada dominasi prinsip bagi hasil dan berbagi risiko (profil and loss sharing) yang
melandasi sistem operasionalnya. Hal ini antara lain tercermin pada beberapa karakteristik
berikut :

1. Berbeda dengan bank konvensional, bank Islam hanya menjamin pembayaran


kembali nilai nominal simpanan giro dan tabungan(wadiah), tetapi tidak
menjamin pembayaran kembali nilai nominal dari deposito
(investment/mudharabah deposit). Bank islam juga tidak menjamin keuntungan
atas deposito. Mekanisme pengaturan realisasi pembagian keuntungan final atas
deposito pada bank Syariah tergantung pada kinerja bank, tidak sebagaimana bank
konvensional yang menjamin pembayaran keuntungan atas deposito berdasarkan
tingkat bunga tertentu.

2. Sistem operasional bank Islam berdasarkan pada sistem equity di mana setiap
modal adalah berisiko. Oleh karena itu hubungan kerja sama antara bank Islam
dengan nasabahnya adalah berdasarkan prinsip berbagi hasil dan berbagi risiko
(profit and loss sharing/LPS).

8
3. Hasil akhirdari manajemen aset/liabilitas itu akan bermuara pada kemampuan
untuk menutup kerugian dan penyediaan kecukupan modal, trend pendapatan
yang semakin baik, komposisi pendapatan bersih (net income) yang semakin baik.

4. Assets/liability management bank Islam lebih banyak bertumpu pada kualitas aset,
dan hal itu akan menentukan kemampuan bank untuk meningkatkan daya tariknya
kepada nasabah untuk menginvestasikan dananya melalui bank tersebut, yang
berarti meningkatkan kualitas pengelolaan liabilitasnya. Kemampuan manajemen
untuk melaksanakan fungsinya sebagai professional investment manager akan
sangat menentukan kualitas aset yang dikelolanya.

LANDASAN KEBIJAKAN ALMA

Struktur neraca yang menggambarkan komposisi aktiva dan pasiva serta


struktur pendapatan dan biaya dalam income statement bank merupakan aspek utama
yang menentukan landasan kebijakan dalam penerapan ALMA. Komponen-
komponen yang dipergunakan dalam menyusun kebijakan yaitu ;

1. Foreign Exchange Manajemen


Upaya bank menata dana mengelola foreign exchange asset dan liabilitas dengan
baik yaitu untuk memakismalkan pedapatan dan meminimalkan risiko atas
terjaidnya fluktuasi nilai tukar
2. Net Open Position
Berdasarkan angka yang merupakan pejumlahan dari nilai absolute
3. Gap Management
Salah satu hal yang penting dalam ALMA, berbeda dengan komponen di atasnya
di mana posisi account dalam neraca dan rentabilitas bank dianalisis dari
persperktif yang statis, dalam gap manajemen kedua aspek tersebut dibahas dalam
perspektif yang dinamis
4. Risk Analisis
Analisis resiko yang dihadapi oleh bank baik secara makro maupun mikro
5. Salah satu alat pengendalian ALMA bank bida juga melalui pengendalian cost of
funds

PENDEKATAN TEORITIS ALMA

Dalam menjalankan operasinya fungsi Bank Islam terdiri dari ;

9
1. Sebagai penerima amanah untuk melakukan investasi atas dana-dana yang
dipercayakan oleh pemegang rekening investasi/deposan atas dasar prinsip bagi
hasil
2. Sebagai pengelola investasi atas dana yang dimiliki oleh pemilik dan/shahibul
mall sesuai dengan arahan investasi yang dikehendaki oleh pemilik dana
3. Sebagai penyedia jasa lalu lintas pembayaran dan jasa-jasa lainnya sepanjang
tidak bertentangan dengan prinsip syariah
4. Sebagai pengelola fungsi social seperti pengelolaan dana zakat dan penerimaan
serta penyalura dana kebijakan(fungsi optimal .

10
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Asset dan liability manajemen adalah proses pengendalian aktiva dan pasiva secara
terpadu yang saling berhubungan dalam usaha mencapai keuntungan bank. Asset dan liability
manajemen merupakan kebijakan dan strategi jangka pendek dalam pencapaian rencana
tahunan. Dilihat dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulakan bahwa Asset dan
Liability Manajemen (ALMA) adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, dan
pengawasan melalui pengumpulan, proses, analisa, laporan, dan menetapkan strategi terhadap
asset dan liability guna mengeliminasi risiko antara lain risiko likuiditas, risiko bunga bank,
risiko nilai tukar, risiiko portepel atau risiko operasional dalam menunjang pencapaian
keuntungan bank.

ALMA ini berfungsi memberikan rekomendasi pada manajemen bank agar dapat
meminimalkan risiko yang dihadapi dan mengoptimalkan keuntungan serta tetap dalam
koridor sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, ALMA yang kuat dan berkualitas
akan memberikan landasan kuat dan jelas dalam menetapkan strategi bisnis bank.

Dengan adanya ALMA ini, semakin disadari betapa pentingnya suatu bank mengelola
likuiditas secara baik, terutama untuk memperkecil risiko likuiditas yang disebabkan oleh
adanya kekurangan dana seingga dalam memenuhi kewajibannya, bank terpaksa harus
mencari dana dengan suku bunga yang lebih inggi dari suku bunga pasar, atau bank terpaksa
menjual sebagian asetnya dengan risiko menderita rugi yang relatif besar.

Saran
Dalam penulisan serta pembahasan makalah ini masih banyak kekurangan di
dalamnya . Oleh sebab itu kami membutuhkan saran pembaca terkait makalah kami . Agar
kami dapat memperbaikinya dalam makalah kami selanjutnya .

11
Daftar Pustaka

Yahia Abdul-Rahman, ISLAMIC INSTRUMENTS FOR MANAGING LIQUIDITY ,


International Journal of Islamic Financial Services Vol. 1 No.1

Rifki Ismal, Managing the Demand and Supply of Liquidity in Islamic Banking (case of
Indonesia )access on June 1st 2011, [Link]
content/uploads/2010/03/Managing-the-demand-and-supply-of-liquidity-in-islamic-banking-
Case-of-Indonesia-Dr.-[Link]

Ismal, Rifki (2010) The Management Of Liquidity Risk In Islamic Banks: The Case Of
Indonesia. Doctoral thesis, Durham University. Available at Durham E-Theses Online:
[Link]

Mahir Alman, Liquidity Transformation Factors of Islamic anks: An Empirical Analysis,


November 2010

Drs. Muhammad, [Link].,2002, Manajemen Bank Syariah, Yogyakarta: UPP AMP YKPN

Veitzal Rivai, dkk. Bank And Financial Institution Management (Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada 2007) hal 54

iii

Anda mungkin juga menyukai