0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
454 tayangan38 halaman

Alat Navigasi Kapal dan Fungsinya

Dokumen tersebut membahas mengenai peralatan navigasi konvensional yang digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, dan kondisi laut. Terdapat penjelasan mengenai jenis dan cara kerja alat pengukur kedalaman, arah, dan kecepatan kapal seperti perum, kompas, topdal.

Diunggah oleh

Galuh Dwi Riyadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
454 tayangan38 halaman

Alat Navigasi Kapal dan Fungsinya

Dokumen tersebut membahas mengenai peralatan navigasi konvensional yang digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, dan kondisi laut. Terdapat penjelasan mengenai jenis dan cara kerja alat pengukur kedalaman, arah, dan kecepatan kapal seperti perum, kompas, topdal.

Diunggah oleh

Galuh Dwi Riyadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB. III.

PERALATAN NAVIGASI

3.1. Peralatan Navigasi Biasa


3.1.1. Jenis, Sifat, dan Fungsi
Alat-alat dan pesawat Navigasi adalah salah satu cabang pada
ilmu Navigasi yang harus dipelajari oleh setiap Navigator. Dengan melihat
perkembangan dan kemajuan teknologi maka navigasi menjadi sangat
penting di dunia pelayaran karena mengandung keselamatan perjalanan
kapal. Sehubungan dengan itu maka sebagai navigator harus
mempelajari dengan sungguh-sungguh baik alatnya maupun cara
pemakaian alat-alat nya sesuai dengan perkembangannya.
Dalam garis besarnya alat-alat navigasi dapat dibagi dalam
1. Alat-alat/Navigasi biasa
2. Alat-alat/Navigasi Modern
Selanjutnya dapat pula dibagi dalam beberapa bagian sesuai
dengan maksud dan tujuan alat-alat Navigasi sebagai berikut :
a. Alat-alat untuk dipakai jika bekerja di peta laut untuk menarik garis-
garis, melukis sudut-sudut dan lain-lainnya (Alat-alat Menjangka Peta)
b. Alat-alat untuk menentukan dalamnya perairan (Peruman,
Echosounder)
c. Alat-alat untuk menentukan kecepatan kapal (Topdal)
d. Alat-alat untuk menentukan jurusan dan mengukur sudut dalam
bidang datar (Pedoman/Kompas)
e. Alat-alat untuk mengukur sudut-sudut mengukur dalam bidang datar
dan vertikal (Sextan)
f. Alat-alat untuk membaring
g. Alat-alat untuk mengukur temperatur (Thermometer)
h. Alat-alat untuk mengukur tekanan Udara (Barometer)
i. Alat Pengukur Waktu (Chronometer)
j. Alat untuk mengukur kecepatan dan arah angin (Anemometer)

3.1.2. Alat-alat Menjangka Peta


Diatas kapal kegiatan menjangka peta adalah mutlak harus dilakukan
oleh perwira deck dalam menentukan pelayaran sebuah kapal agar kapal
berlayar dengan aman, selamat sampai tujuan.
Alat-alat menjangka peta antara lain :

sama kaki siku-siku salah satu


sudutnya 300 Gambar. 3.2. Busur Derajat

Gambar. 3.1. Mistar Segitiga

125
3. Jangka Semat
Bentuknya sama dengan jangka pensil, perbedaannya ialah
jangka pensil sebelah kakinya dipasangkan pensil, sedangkan jangka
semat kedua kakinya tidak memakai pensil. Kegunaan jangka semat
adalah untuk menjangka atau mengukur jarak dan membagi sebuah garis
dalam jangka yang sama.

Gambar.3.3. Jangka Semat

4. Mistar Jajar
Alat ini terdiri dari dua mistar yang dibuat dari kayu, atau dari
plastik.
Mistar jajar ini dipergunakan untuk :
a. melukis garis yang harus berjalan sejajar
b. melukis baringan diatas peta laut dengan perantaraan piringan
pedoman yang ada di peta laut tersebut

Gambar.3.4. Mistar jajar

[Link]-alat Untuk Menentukan Dalamnya perairan dengan


Peruman

a. Perum Tangan
Alat Perum Tangan ini terdiri dari 2 bagian yaitu :
a. Tali perum dengan merkah-merkahnya
b. Batu perum

126
Tali Perum
- Bahan dari serat henep 18 benang yang dipintal kiri menjadi 3 streng
- Sifat tali cepat mengisap air, cepat tenggelam
- Panjang : Kurang lebih 55 meter
- Ukuran panjang setiap merkah satuan meter
- Pemasangan merkah pada tali perum dalam keadaan basah.
- Pemasangan tanda merkah tidaklah mutlak tergantung juru perum
karena yang menggunakan langsung.
- Kira-kira 3 meter jaraknya dari batu perum dipasangkan sepotong kayu
kecil (pasak lintang) untuk pegangan waktu siap melemparkan perum.
- Ujung tali perum yang menghubungkan batu perum dibuat mata besar
(eye splicing)

Batu Perum
- Beratnya kira kira 3 7 Kg
- Bahannya dari timbel, bentuk di bagian bawahnya berlubang yang diisi
gemuk gunanya untuk mengetahui jenis dasar laut dengan melihat
bekas-bekas yang melekat pada gemuk tersebut.

c
a : lubang diisi gemuk
b : merkah nol kapal hydrografy
c : merkah nol untuk kapal niaga b
a

Gambar.3.5. Batu Perum


Cara Memerum

Kapal harus jalan perlahan-lahan sekali (paling cepat 7 mil) atau berhenti.
Kebiasaan dalamnya air yang dapat diukur ialah kecepatan x dalamnya
air = 60, jadi kira-kira 20 depa. Peruman hendaknya dilakukan pada sisi
diatas angin agar tali perum tidak jauh di bawah kapal.

Pertama-tama batu perum diayunkan dahulu untuk mencapai kekuatan


awal yang kuat dengan tangan kanan, kemudian dibuang ke depan
dengan diikuti uluran tali sampai tegak lurus di dasar laut, sedang
dalamnya air mudah dibaca pada merkah tali perum itu. Juru perum
dapat merasakan bahwa tali perum telah menyentuh dasar laut. Pada
waktu malam pembacaan merkah ialah merkah yang berada pada
tangan, jadi juru perum harus meneriakan atau memberitahukan kepada
Nakhoda/Mualim, umpama 20 di tangan maka dalamnya air yang diukur
adalah 20 meter dikurangi dengan tinggi dari permukaan air sampai pada
tangan juru perum itu.

127
Selain digunakan untuk mengukur dalamnya air, perum tangan
dapat pula digunakan untuk menentukan kecepatan kapal. (lihat gambar
3.7.).

A B

Gambar . 3.6. Cara menghitung hasil peruman

Pada gambar tersebut hasil peruman yang telah dilakukan dapat


digunakan menghitung kecepatan kapal sebagai berikut :

AC = dalamnya air yang diukur


BC = panjang tali perum yang diukur dan waktu tertentu yang dapat
diketahui dengan menggunakan stop wacht
AB = Jarak yang ditempuh

Contoh :
Lama tali di area : 5 detik
Panjang tali yang diarea : 10 m
Dalam air yang dikukur : 6 m
Cara perhitungannya :

ABC = segitiga siku-siku


(AB)2 = (BC)2 - (AC)2
= 102 - 62
= 100 - 36
= 64
AB = v64 = 8 meter
Jadi kecepatan kapal/jam :

3600
------- x 8 m = 5760 m = 3 mil
5

Ada beberapa macam alat peruman yang dapat digunakan antara lain :
A. Perum Biasa
1. Perum Batang Duga
2. Perum Tangan
3. Perum Berat

128
B. Perum Mekanis
4. Perum Thomson
5. Perum Dobbie Mc Innes
6. Perum yang Dijatuhkan
7. Perum Gema

3.1.4. Topdal
Adalah suatu peralatan dikapal yang digunakan untuk mengukur
kecepatan kapal. Ada beberapa jenis topdal yang dapat digunakan untuk
mengetahui kecepatan kapal antara lain :

1. Topda Tangan
2. Topdal Arus
3. Topdal Tunda
4. Topdal Sal (topdal Pitot)
5. Topdal Linggi
6. Topdal Chernikeef

Salah satu alat topdal tersebut yang banyak digunakan di kapal adalah
Topdal Chernikeef meskipun di kapal masih terdapat e j nis topdal lain
seperti Topdal Tunda.
Topdal Tunda yang lebih dikenal dengan nama Topdal Patent
merupakan suatu hasil perbaikan dari pada topdal-topdal yang
disebutkan terdahulu.

Bagian-bagian alat topdal tunda


a. Pengapung atau sirip topdal (log fin)
b. Pemberat
c. Tali tunda dan roda pengatur
d. Alat penghitung yang disebut lonceng penghitung
(lihat gambar dibawah ini)

Gambar. 3.7. Sirip topdal dan Gambar .3.8. Topdal Tunda


pemberat

129
Cara kerjanya

Jika kapal maju, maka pengapung (log fin) akan berbaling, balingan mana
diteruskan ke roda pengatur dengan perantaraan tali topdal dan
selanjutnya ke lonceng dimana dapat dibaca jarak yang ditempuh. Perlu
diketahui bahwa topdal trunda ini dipasang di buritan kapal pada pagar
kapal. (lihat gambar dibawah ini )

Gambar. 3.9. Lonceng Topdal


Gambar. 3.10. Aria Topdal
Topdal Chernikeef
a. Prinsip kerjanya

Dalam bumbung dari baja yang keluar dari dasar kapal, dipasang satu
balingan kecil yang berputar pada waktu kapal berlayar. Balingan
tersebut dihubungkan dengan poros yang tipis ke pesawat register secara
listrik dalam kamar peta. Dengan perantaraan pesawat register itu
kecepatan kapal dapat dibaca (lihat gambar.3.11.)

Kawat listrik

bumbung

keran

baling-baling

Gambar. 3.11. Kipas

130
b. Bagian-bagian yang penting

b.1. Mekanisme kipas


Kipas berupa sebuah baling-baling kecil dipasang di ujung bawah sebuah
bumbung berongga vertikal yang dapat keluar di bawah lunas 1 kaki
(lihat gambar diatas). Oleh arus baling-baling akan berputar dan
menggerakan mekanisme pemutus arus didalam minyak di tabung
berongga. Mekanisme itu menimbulkan pulsa dan pulsa-pulsa
tersebutditeruskan ke rekorder jarak yang ditempatkan yang mudah
didatangi. Jadi topdal ini jiga dimaksudkan untuk mengukur jarak yang
telah ditempuh oleh kapal.

b.2. Transmisi
Mekanisme pemutus arus digerakan oleh kipas yang menyampaikan
pulsa-pulsa ke rekorder jarak setiap 1/100 mil. Arus listrik yang
digunakan diperoleh dari arus jaringan kapal.

b.3. Rekorder Jarak


Terdiri dari sebuah piringan dengan 4 buah jarum. Jarum merah panjang
A menunjukan pecahan-pecahan mil hingga 1/400 mil di skala yang
diluar. Satu kali putaran penuh ditempuh satu mil. Jarum hitam B yang
besar dan panjang menunjukan jarak-jarak dalam mil. Satu kali putaran
penuh ditempuh 100 mil, menyebabkan jarum piringan kecil sebelah kiri
rekorder mencatat perubahan satu bagian skala = 100 mil. Setiap kali
jarum kecil berputar satu kali putaran penuh, jarum dari piringan kecil
disisi kanan berpindah satu bagian skala = 1000 mil

B A
C
D
Keterangan gambar :
A =Jarum panjang pecahan-pecahan
mil 1/400
B =Jarum panjang 1 s/d 100
C =Jarum pendek kiri 100 s/d 1000
D =Jarum pendek kanan 1000 s/d 10.000

Gambar .3.12. Rekorder Jarak


b.4. Papan hubung
Papan penghubung dilengkapi sebuah tombol penukar arus yang
mengendalikan indikator kecepatan. Disisi depan papan penghubung
tertera sebuah tabel kecepatan kapal. Waktu diambil antara 21 kali

131
cerlang sehingga kecepatan kapal dapat diketahui. Untuk mudahnya,
disusunlah tabel kecepatan. Cerlang-cerlang dari lampu biru dibuat oleh
mekanisme pemutus arus dari kipas. Oleh karena antara 21 kali cerlang
kapal itu telah berjalan sejauh 20/400 mil dan jika waktu yang dibutuhkan
= 6 detik, maka kecepatan kapal / jam = 20 x 1/400 x 3600/6 mil = 30
mil/jam.

b.5. Indikator Kecepatan


Indikator kecepatan induk menghitung kecepatan sesuai dengan jumlah
pulsa yang diterimanya dan rekorder jarak dalam waktu tertentu. Setiap
ada perubahan kecepatan jarum menyentak untuk menyesuaikan dirinya
dengan kecepatan yang baru.

b.6. Switch Box

Sw itch & lamp Box

lampu

Tabel kecepatan

Gambar. 3.13. Switch Box

Cara membuat tabel kecepatan Topdal Chernikeff

21 cerlang = 20 interval blue lamp


1
1 interval = ------ mil
400
20 3600 3600 180
S = ----- x ------- = -------- = -----
400 n 20 n n

S = kecepatan kapal
n = jumlah detik dan waktu yang dibutuhkan oleh 21 kali cerlang

180
RUMUS : S = -----
N

132
Contoh :

Waktu Kecepatan Waktu Kecepat


(detik) (mil) (detik) an
(mil)
4,5 40 5,1 35
4,6 39 5,3 34
4.7 38 5,5 33
4,8 37 5,6 32
5,0 36 5,8 31

Kelebihan topdal Chernikeff terhadap topdal pitot :


1. Dapat digunakan di kapal dengan kecepatan berapa saja
2. Kapal dalam keadaan berlabuh, dapat menunjukan kecepatan arus
3. Pitot tidak berfungsi pada kecepatan < 1 mil
4. Pembacaannya ada beberapa cara
5. Topdal Pitot Rol meter lebih panjang

Kerugian :
Ada mekanis (impeller) di dalam badan kapal yang bila terganggu
menyebabkan penunjukan tidak benar .

3.1.5. Kompas / Pedoman


Pedoman merupakan alat yang penting dikapal yang berguna untuk
menentukan arah dan haluan kapal dan mengambil baringan atas benda-
benda guna penentuan tempat kapal di laut.
Pada dasarnya dibedakan atas 2 macam yaitu :
1. Pediman Magnit
2. Pedoman Gasing
Dalam pembahasan ini alat yang tersebut pada sub 2 di atas tidak
akan diuraikan lebih lanjut, tetapi pada dasarnya alat ini bekerja atas
sebuah benda yang dibalingkan sangat cepat dengan gaya listrik.
Dengan balingan yang sangat cepat itu poros gasing menunjuk
kearah derajah Utara sejati.

Sedangkan alat yang tersebut pada sub 1 di atas yang akan dibahas
lebih lanjut bekerja atas dasar suatu jarum magnit yang digantungkan
pada bidang datar ( horizontal) yang secara bebas akan mengarah
pada arah Utara Selatan Sejati.
A. Sifat-sifat jarum magnit
a. Mempunyai gaya tarik terhadap baja dan besi
b. Gaya tarik terkuat terdapat di ujung jarum yang disebut kutup
c. Jika jarum magnit berputar bebas, maka arah garis penghubung
kutub-kutub yang disebut poros magnit mengarah ke arah Utara
Selatan magnit. Kutub yang mengarah ke Utara disebut Kutub Utara
dan yang mengarah ke Selatan disebut Kutub Selatan

133
d. Jika dua magnit dapat saling mempengaruhi, maka kutub yang
senama akan saling tolak menolak satu sama lain, sedang kutub-
kutub yang tidak senama saling tarik menarik satu sama lain
e. Pengaruh dari suatu magnit terhadap jarum magnit yang lain diatur
oleh hukum Coulom)

m x m1
K = --------------
R2
m = kekuatan kutub
R = Jarak

Pengaruh dua buah kutub manit adalah berbanding langsung dengan


kekuatan Kutub-kutub tersebut dan berbanding balik dengan pangkat
dua antara kedua kutub.

B. Pembagian Pedoman
a. Berdasarkan penempatannya di kapal dibedakan atas :
1. Pedoman Dasar
2. Pedoman Kemudi
3. Pedoman Pembantu (pedoman sekoci dan pedoman lainnya)

b. Berdasarkan konstruksinya atau pembuatannya


1. Pedoman piringan ringan
( Pedoman Kering )
2. Pedoman Zat Cair
( Pedoman Basah )
[Link] Kering
Terdiri dari :
a. Ketel
b. Tutup Kaca
c. Kaca baur
d. Pena (semat)
e. Ujung semat dilengkapi logam
iridium
f. Sungkup dari Aluminium
g. Batu nilam dalam sungkup
h. pinggiran dari Aluminium
i. Benang Sutera
y. Batang Magnit.
k. Kertas tempat melukis surat-
surat/derajat-derajat
l. Tempat titik putar pesawat baring
m. Tanduk penggantung Gambar . 3.14. Pedoman
Kering

134
Piringan Pedoman Kering

Piringan pedoman terdiri dari atas beberapa jarum magnit


yangdigantungkan di bawah piringan, pinggirannya dari aluminium atau
bahan yang ringan. Di tengah-tengahnya piringan ditempatkan sebuah
sungkup. Pada pinggir piringan dan sungkup dibuat lubang kecil-kecil
untuk memasang benang-benang sutera. Diatas benang-benang yang
meng-hubungkan pinggir dan sungkup dipasang kain sutera atau kertas
yang tepat terbangun lingkaran, atas mana terdapat pembagian
pembagian dalam derajat dan surat (lihat gambar )

s
K

d d

Gambar 3.15. Piringan Pedoman Gambar. 3.16. Irisan Pedoman


Magnit
A = Piringan p=pinggiran piringan
B = Ketel t = semat
d = Jarum magnit s = sungkup
k = keping kecil
ABCD = Ketel Pedoman
Bermacam -macam piringan yang dipergunakan di kapal, tetapi yang
terkenal ialah piringan type Thomson. Jarum-jarum dipasang simetris
terhadap sungkup agar gaya magnit berpengaruh simetris terhadap
seluruh piringan. Banyaknya jarum biasanya 8 buah dan panjangnya
yang dekat sungkup 8 cm, yang diluar 5 cm. Garis tengah pinggiran
25 cm, Berat 15 s/d 20 gram.

Piringan pedoman duduk diatas semat sedang semat terletak di tengah-


tengah pedoman berdiri tegak lurus, jadi piringan pedoman bebas
berputar diatas puncak semat (lihat gambar diatas).Supaya goyangan
tidak terganggu karena aus, maka dalam dop dipasang batu yang keras
sekali (saffier) dan pada puncak semat dilengkapi dengan logam keras
sekali dan tajam yang disebut iridium.

135
Pada waktu sekarang magnit batang biasanya diganti dengan magnit
cincin. Keuntungan menggunakan magnit cincin ialah :
1. Umurnya dapat diperpanjang (kemagnitannya lebih lama)
2. Dapat dibuat lebih kuat
3. Lebih peka
4. Lebih tenang
5. Ditempatkan dalam kotak pelampung
6. Gesekan dengan zat cair dapat dihindarkan
Syarat-syarat piringan pedoman :
1. Harus peka
2. Harus tenang
Jika kedua syarat tersebut diatas dipenuhi, maka piringan pedoman
stabil.

Ketel Pedoman

Bentuk bulat dan dibuat dari kuningan, diatasnya ditutup dengan kaca,
pada sisi dalam dicat putih dan pada ujungnya dilukis garis hitam yang
tegak yang disebut Garis Layar yang letaknya harus didalam muka yang
sama dengan ujungnya semat pedoman, serta letaknya sejajar dengan
lunas dan linggi kapal.

Agar ketel bergantungan lebih stabil dan dapat menahan getaran-getaran


yang mempengaruhinya pada type pedoman Thomson, di bawahnya
dasar kaca sebuah kaca baur yang cekung diisi dengan sejenis minyak
tumbuh-tumbuhan. Ada pedoman dimana dasar ketel hanya diberi beban
dengan sekeping timbel.

Keterangan gambar :
a. tutup kaca a aa
b. ketel
c. minyak tumbuh-tumbuhan
d. kaca baur
e. penyangga semat
f. tanduk
g. semat
h. titik putar pesawat baring

Gambar 3.17. Ketel Pedoman

136
Syarat-syarat yang harus dipenuhi :
1. Ketel tidak boleh mengandung magnetis.
Hal ini dapat diselidiki dengan jalan mengambil ketel keluar dari
rumah pedoman, selanjutnya di samping ketel ditempatkan sebuah
pedoman kecil. Sesudah itu ketel diputar, bilamana dalam pekerjaan
ini jarum pedoman kecil tidak bergerak, ini berarti ketel tidak
mengandung magnetis.

2. Jika ketel diam tutup kaca, harus dalam keadaan mendatar. Ini dapat
diselidiki dengan menggantungkan sebuat unting-unting. Lalu dilihat
dari dua arah yang satu sama lain memotong siku, maka bayangan
diatas tutup kaca harus terletak dalam satu garis dengan benangnya
unting-unting tadi

3. Ketel harus mudah mengayun dan tidak menyentuh dimana-mana

4. Semat harus berdiri tepat ditengah-tengah ketel, jika tidak maka jarak
antara piringan sampai pada ketel si pelbagai tempat tidak sama

5. Ujung semat harus terletak di titik potong penggantungan ketel


pedoman pada cincin lenja dan cincin lenjapada rumah pedoman

Apabila tidak demikian halnya, maka ujung semat pedoman ketika


peranatan cincin-cincin lenja berputar tidak tepat pada
[Link] ini akan mengakibatkan piringan tidak tenang.

Untuk mengetahui hal ini tempatkan ketel sedemikian sehingga ujung


semat hampir menyentuh sebuah unting-unting yang digantungkan
diatas ketel. Jika sekarangperanatan lenja diputar, maka jarak antara
ujung semat dan batu unting-unting tidak boleh berubah

6. Titik putar pesawat baring harus terletak tegak lurus diatas ujung
semat pedoman. Jika tidak demikian maka akan timbul sebuah salah
baringan.

7. Garis Layar harus dalam keadaan yang benar.

8. Alat penggantungan (Cincin lenja) tempat dimana ketel didudukan


dengan benar.

137
Gambar. 3.18. Cincin Lenja

Cincin lenja digantungkan pada rumah pedoman dengan, tanduk


bujur kapal, sedang cicin lenja dengan ketel pedoman dihubungkan
dengan tanduk malang kapal. Hal ini dimaksudkan untuk
membebaskan garis layar dari tegangan poros cincin lenja.

Rumah Pedoman
Untuk melindungi pedoman dari hujan dan panas serta gangguan lainnya,
pedoman ditempatkan di dalam rumah pedoman.

Gambar. 3.19. Rumah Pedoman

138
B.2. Pedoman Zat Cair
Pedoman ini dibuat lebih kuat dan ketelnya diisi campuran alkohol ( 16 %
s/d 25 % ) dan air sulingan ( 84 5 s/d 75 % ) yang berguna untuk
meredam gerakan dan getaran yang dapat menpengaruhi pedoman.
Dengan diisi alkohol maka pedoman dapat dipakai pada suhu rendah,
tetapi perlu dicampur dengan air, sebab alkohol yang murni memakan cat
ketel dan piringan. Oleh sebab itu cat ketel dan piringan menggunakan
cat khusus.

Untuk mempertinggi tahan getaran dan goncangan serta stabilitas dari


pada piringan pedoman ini, dipasang dua atau empat jarum magnet yang
agak panjang dan tebal yang dimaksukan dalam bumbung yang dibuat
dari kuningan dan ditempatkan di bawah piringan pedoman. Dengan
demikian berat seluruh piringan 300 gram, dan untuk mencegah rusaknya
ujung semat, dipasang pengapung sehingga berat di atas semat tidak
lebih dari pada berat piringan pedoman kering ( 15 s/d 20 gran ) (lihat
gambar)

Keterangan gambar :
a = tutup kaca
b = tanduk
b d b c = sumbat (sungkup isi)
d = pengapung
e = magnet yang beratdimasukan
i i ddalam bumbung dari kuningan
f = pena (semat)
f g = tromol dari kuningan yang
bergaya pegas
h = jembatan kuningan untuk
menyangga sarang semat
dengan sematnya
i = pemberat
y = ketel berisi cairan
Gambar.3.20. Pedoman Zat Cair

Sumbat (sungkup isi)


Untuk menambah air sulingan ke dalam ketel jika air ketel berkurang
yang dapat diketahui dengan adanya gelembung udara di atas zat cair.
Cara mengisinya ialah ketel ditahan miring, sumbat diputar keluar dan air
dituangkan melalui sumbat, lalu ditutup kembali. Kadang-kadang zat cair
tidak berkurang tetapi terjadi gelembung udara. Ini adalah vacum akibat
zat yang sifat memuainya berlainan antara isi ketel dan [Link] ini
akan mengakibatkan terjadinya pengembunan pada kaca yang
menyulitkan pembacaan. Untuk mengatasi hal ini biasanya ada pengisian
secara otomatis pada kotak cadangannya.

139
Pengapung
Dengan adanya jarum-jarum yang berat dan tebal, maka akan
mengakibatkan rusaknya tuntung dari semat. Untuk menghindari hal ini
dipasanglah pengapung.

Tromol
Kalau suhu naik, cairan dalam ketel mengembang sehingga jika tidak ada
tromol yang bergaya pegas, mungkin ketel atau tutup kaca akan rusak.
Kalau suhu turun, cairan akan susut sehingga ketel tidak penuh lagi.
Dengan adanya tromol yang bergaya pegas itu, maka piringan pedoman
akan ikut pula turun naik dan akibatnya penunjukan arah yang salah.
Untuk inilah jembatan kuningan dipasang dimana semat dipasang
diatasnya.

Pemberat
Dibuat dari timbel dan gunanya agar pedoman bergantung lebih stabil.

Piringan Pedoman

Keterangan gambar :
00 a = piringan dengan garis
b tengah kecil
315 0
45 0
b = zat cair
a c = ketel
c d = jarak piringan pedoman
270 e 90 terhadap ketel
e = pengapung

2250 1350

d 180

Gambar.3.21. Piringan

Pedoman basah jauh dari ketel


Pedoman ini digunakan untuk kapal-kapal kecil, sekoci-sekoci motor dan
sekoci-sekoci biasa yang pada umumnya di atas air lebih bergoyang
bergerak menggetar daripada kapal-kapal besar. Akhirnya dikemukakan
kebaikan-kebaikan dan kerugian-kerugian dari pedoman ini terhadap
pedoman kering sebagai berikut :

1. Kebaikan-kebaikan
a. momen magnet yang besar
b. momen perlambatan yang besar menyebabkan stabil yang besar

140
c. peredaman yang berguna bagi bantingan benda cair
d. dapat digunakan di kapal-kapal kecil

2. a. perbaikan sulit
b. kesukaran ketika menimbal
c. harga lebih mahal
d. jika terjadi gelembung gelembung udara maka :
- pedoman tidak tenang
- terjadi pengembunan pada tutup kaca sehingga sukar dibaca

3.1.6. Sextan
Alat untuk mengukur sudut dalam bidang datar dan vertikal di kapal
dinamakan Sextan dimana sudut diukur dengan cara mengepitkan dua
buah benda yang ada di antara sudut yang akan diukur.

Alat ini terdiri dari bagian-bagian sebagaimana dilukiskan secara


sederhana pada gambar dibawah ini.

C
Keterangan gambar : E
A. rangka sextan
B. alidade H
C. cermin besar D B
D. cermin kecil
E. kaca berwarna
F. lembidang busur merupakan
sebagaian busur yang dapat
mengukur sudut 2 kalibesarnya F I
busur tersebut A G
G. tromol
H. teropong
I. sekerup jepit Gambar. 3.22. Sextan

Sextan menggunakan prinsip cahaya dan berdasarkan ketentuan bahwa


sudut yang terjadi antara arah pertama dan arah terakhir daripada
sebuah cahaya yang telah dipantulkan, dua kali besarnya susut yang
terjadi antara dua buah reflektor tadi, satu terhadap lain. (lihat gambar
dibawah ini).

141
S

Gambar.3.23. Prinsip jalannya cahaya pada sextan

Normalnya : B.b 2
t1n1 = Kedudukan cermin besar pada waktu alhidade 00 (di P1)
t2n2 = Kedudukan cermin besar pada waktu alhidade di P2
DBS = sudut yang diukur ( D = cakrawala, normalnya Bb1)

Akan dibuktikan : sudut yang diukur= 2 kali penunjukan lembidang


busur

Pembuktian
< DBS = < KBS - < KBD = 2 x < KBb2 2 x < KBb1 ............................. (1)

< P1BP2 = 900 - < P2 Bb1


< b1 Bb2 = 900 - < P2 Bb1
----------------------------------
< P1BP2 = < b1 Bb2............... (2)
< b1 Bb2 = < KBb2 - < KBb1

Dari (1) dan (2) didapat :


< DBS = 2 x < P1BP2 atau dengan kata lain : Sudut yang diukur = 2 x
lembidang busur

Macam-nacam Sextan
Ada dua macam yaitu :
1. Sextan nonius
2. Sextan tromol (yang baru) dengan sekrup tombol (micrometer sextan)

142
Perbedaan antara kedua macam sextan ini terletak pada bentuknya
sekerup jepit dan sekerup halus alhidade.

Sextan Nonius
Suatu skala kecil dipasang di alhidade dan koncentris dengan
lembidang busur bersama-sama denganalhidade dapat digeser-geser
sepanjang lembidang busur dan dipergunakan untuk pembacaan seteliti
mungkin.

Gambar. 3.24. Sextan Nonius

Sextan Nonius ada dua macam yaitu:

1. Nonius Pendek
59 kolom lembidang busur = 60 bg nonius
1 bg kolom lembidang busur 10
59 x 10 ................. = 60 bg nonius
59 x 10
1 kolom nonius = ----------
60
(60 1) 10 600 - 600
= -------------- = ---------------
60 60
= 10 - 10
1 kolom lembidang busur 1 kolom
nonius = 10 - (10 10) = 10. Angka 10 adalah besarnya sudut
ketelitian yang dapat diperoleh dalam pengukuran.

Contoh Soal
Masing-masing kolom lembidang busur = 6 dalam pada itu derajat
ketelitian pembacaan sextan = 6

143
Diminta : Berapa perbandingan antara kolom lembidang busur dan
kolom nonius ?

Jawab :
1 kolom lembidang busur 1 kolom nonius = 6
6 1 kolom nonius = 6
6 6 = 1 kolom nonius
1 kolom nonius = 5 54 = 5,9
Jadi 1 kolom lembidang busur : 1 kolom nonius = 6 : 5,9 = 60 : 59 atau
59 kolom lembidang busur = 60 kolom nonius

Contoh soal Lain.


Sebuah sextan kolom-kolom lembidang busur = 10 nonius dibuat
sehingga 39 kolom lembidang busur = 40 kolom noniusnya.
Diminta : Tingkat ketelitian

Jawab :
39 kolom lembidang busur = 40 kolom nonius
1 kolom nonius = 39/40 kolom lembidang busur
tingkat kesamaan
= 1 kolom lembidang busur - 1 kolom nonius
=1 kolom lembidang busur 39/40 kolom lembidang busur
= 1/40 kolom lembidang busur
= 1/40 x 10
= 15

2. Nonius yang diperlebar


119 kolom lembidang busur = 60 kolom nonius
119 x 10 = 60 kolom nonius
119 x 10
-------------- = 1 kolom nonius
60

(120 1) 10
------------------ = 1 kolom nonius
60
1200 - 10
----------------- = 1 kolom nonius
60

(2 x 10) - 10= 1 kolom nonius


2 x kolom lembidang busur 1 kolom nonius = 2 x 10 1 kolom
nonius = 2 x 10 (2 x 10 - 10) = 10 (kesamaan)
Jadi kesamaan nonius diperlebar 10

144
Pembacaan Nonius
a. Sextan Nonius
Derajat bulat dan pukuhan menit di lembidang busur, satuan menit
dan puluhan detik pada nonius (lihat gambar dibawah ini).

[Link] lembidang busur beserta nonius

Pembacaan Positif Pembacaan Negatif


1. Lembidang busur = 35 0 20 1. Lembidang busur = - 00 50
2. Nonius = 410 2. nonius = 410
------------------ -------------------
Pembacaan teliti = 35 0 2410 Pembacaan teliti = - 00 - 00 4550

b. Sextan Tromol

Pembacaan 290 42,5

Gambar. 3.26.a. Sextan tromol dengan pembacaan positif


Keterangan gambar :
1. = tromol
2. = vernier
3. = kenbidang busur
4. = alhidade
5. = tombol diputar
6. = penjepit
7. = Sekerup penguat pembacaan sextan tromol

145
Pembacaan 010 30,2

Gambar:3.26.b. Sextan tromol dengan pembacaan positif

Derajat bulat pada lembidang busur kekanan alhidade, menit di tromol


yang diatas panah nol nonius, puluhan detik atau persepuluhan menit
vernier yang berimpit dengan salah satu garis tromol.

Contoh
Lembidang Pada Pada Sudut
busur Tromol Vernier dibaca
0
a. 0 1 59-0 40 00 5940
0
b. 64 65 49-50 20 64 4920
0
c. 1 - 0 48-49 10 -00 1150

3.1.7. Alat-alat untuk membaring (Pesawat Baring)

1. Semat
Alat ini untuk membaring matahari waktu mengambil azimuth dengan
perantaraan bayanagan di atas piringan pedoman, oleh karena itu alat ini
disebut semat bayangan.

Dalam hal ini azimuth = bagian derajat yang jatuh sama dengan
bayangan semat + 1800 (lihat gambar)

Sebagai persyaratan, maka alat ini harus duduk tegak lurus di atas
sungkup pedoman jadi segaris dengan semat pedoman.

146
a Keterangan gambar :
b a = semat
b = tutup kaca
c = ketel pedoman
c d = semat

[Link] dan Pedoman

Untuk mengetahui apakah semat bengkok atau tidak, harus diputar-putar


dan dilihat apakah bayangan di pinggiran berubah pembacaannya atau
tidak. Jika tidak berubah berarti semat itu baik. Selain dari pada
mengambil arah matahari, pesawat ini juga dapat dipergunakan untuk
membaring benda-benda di darat dengan cara melihat benda di
belakangnya semat sehingga semat dan benda yang dibaring jadi satu
garis baringan, dan pada saat itu mata kita melihat pada piringan
pedoman dimana dapat dibaca berapa derajat arahnya.

2. Pesawat Baring Penjera


Pesawat ini juga disebut Pesawat penjera celah dan penjera Benang
(lihat gambar )

Penjelasan gambar :
C
a. rangka
b. penjera celah D
c. penjera benang b
d. Cermin segi empat untuk
memantulkan bayangan matahari
yang sudah tinggi
Bagian dari b, c dan d dapat dilipat
jadi satu dengan rangka.
Gambar. 3.28. Penjera celah dan
Penjera Benang
Cara mempergunakan :
Berdirikan penjera dan putar pesawat sedemikian sehingga jika dibidikan
benda melalui celah, benang dan benda yang dibaring menjadi satu.

Pada saat itu juga bacalah pada piringan pedoman derajat yang jatuh
sama dengan benang, itulah hasil baringannya.

147
Syarat-syarat yang harus dipenuhi :
a. Kedudukan penjera benang dan penjera celah harus sejajar dan
segaris
b. Bidang penjera harus tegak lurus di pusat tutup kaca dan melalui
tuntung semat pedoman
c. Bagaimanapun cermin segi empat diputar selalu garis tegak lurus
bidang cermin jatuh sama atau sejajar dengan bidang penjera
d. Jika syarat tersebut dipenuhi, maka bidang penjera dapat jatuh sama
dengan baringan.

3. Pesawat Baring Thomson

Penjelasan gambar :
R = rangka
A = waterpas
L = Lensa dalam bumbung
M = Prisma
P = Pegas
S = Semat
P = Sinar yang datang

Gambar. 3.29. Pesawat Baring Thomson

Lensa dan Prisma harus baik


a. Persyaratan Lensa pesawat baring harus baik.
1. Lensa harus tegak lurus pada sumbu optis
2. Fokus harus tepat pada pembagian skala pinggir
3. Lensa harus tegak lurus pada semat
Cara menyelidikinya :
Baringlah benda angkasa yang tingginya 200 300 lalu dicatat.
Kemudian alat pembaring digoyang dan dibaca pula. Jika baringan
yang diperoleh tidak berubah ini berarti baik.

b. Lensa Prisma harus baik


Caranya menyelidikinya :
Baringlah benda yang tegak lurus (unting-unting) yang tingginya
berbeda. Jika baringan-baringan yang diperoleh dengan tinggi-tinggi
yang berbeda tidak berubah, ini berarti baik.

c. Kegunaan Prisma Thomson


Gunanya adalah untuk memantulkan berkas cahaya yang datang dari
sumber cahaya.

148
Cara mempergunakan :
Putarlah pesawat dan prisma sedemikian hingga gambaran yang
ditangkap oleh prisma dari benda yang akan dibaring, dapat dilihat
diatas piringan pedoman. Dengan memutar prisma benda-benda yang
tingginya 300 400 masih dapat dibaring dengan seksama. Sekali-kali
jangan membaring benda yang tingginya > 400, oleh karena makin
tinggi benda yang dibaring makin banyak kesalahan. Dalam prisma
terdapat panah yang harus ditujukan pada benda yang akan dibaring
waktu mengambil baringan benda.

Untuk meredupkan cahaya matahari, di dalam bumbung dipasang


dua kaca berwarna yang dapat diputar.

3.1.8. Barometer
Udara atau atmosfir terdiri dari beberapa zat-zat yang mempunyai berat.
Oleh sebab itu dapat dimengerti bahwa udara mengadakan tekanan pada
benda di atas mana udara terletak, dan tekanan tersebut sama dengan
beratnya udara tadi.

Dengan demikian maka dapat dimengerti bahwa tekanan udara makin ke


atas makin berkurang. Besarnya tekanan pada suatu permukaan adalah
berbanding langsung dengan luas permukaan tersebut dan pula dengan
besarnya gaya pada tiap kesatuan luas. Oleh sebab demikian maka
sebagai kesatuan tekanan lazimnya diambil kesatuan dyne per cm2 itu
dianggap terlampau kecil, maka digunakan jutaan daripada kesatuan
tersebut ialah kesatuan bar.

Jadi 1 bar = 1.000.000 dyne/cm2

Dalam lapangan meteorologi biasanya tidak dipergunakan kesatuan bar


atau dyne/cm2, akan tetapi dipergunakan kesatuan milibar ialah seper
seribu bagian dari kesatuan bar.

Jadi 1 bar = 1.000 milibar = 1.000.000 dyne/cm2

Alat-alat untuk menentukan tekanan udara


Untuk mengukur tekanan udara dipergunakan alat-alat yang diberi nama
Barometer yaitu kata yang berasal dari Yunani yang berarti baros = berat
jadi Barometer artinya pengukur tekanan.
Ada beberapa macam barometer antara lain :
1. Barometer air raksa
2. Barometer bak laut
3. Barometer anneroid
4. Barograf

149
1. Brometer Air Raksa
Alat ini terdiri dari sebatang pipa kaca yang buntu pada satu ujungnya
dan panjang 90 cm. Pipa ini diisi seluruhnya dengan air raksa hingga
penuh, kemudian ujung yang terbuka dimaksudkan dalam suatu bak air
raksa.

Akibatnya air raksa dalam pipa turun hingga selisih tinggi permukaan air
raksa dalam pipa dan dalam bak menjadi kira-kira 76 cm. Bagian ujung
buntu dari pipa adalah ruangan hampa udara, yang dikenal sebagai
ruangan hampa Torricelli (lihat gambar dibawah ini).

Gambar.3.30. Barometer Air Raksa

Apabila keadaan air raksa sudah tenang, maka hal ini berarti bahwa
tekanan pada tiap-tiap kesatuan luas pada tingkat A di luar pipa adalah
seimbang, dengan kata lain udara menekan pada A untuk tiap-tiap
kesatuan luas dengan gaya yang sama dengan tekanan yang ditimbulkan
oleh air raksa di dalam pipa pada tiap-tiap kesatuan luas pada tingkat A.
Jadi selisih tinggi air raksa dalam bak dan pipa adalah menyatakan
tekanan udara yang dinamakan penunjukan barometer.

2. Barometer Bak Laut


Di kapal dipergunakan barometer yang khusus yang dinamakan
Barometer Bak Laut. Kapal akan senantiasa bergerak sehingga air raksa
dalam pipa akan turun naik (memom pa). Untuk menghindari hal tersebut,
pipa barometer bak laut sebagian dibikin sempit (lihat gambar)

Membaca Barometer :
a. Baca barometer yang dipasang disamping
b. Lepas pegas atas, supaya waktu kapal goyang barometer tetap tegak
lurus
c. Kaca Barometer diketok
d. Menyetel nonius sebaik-baiknya

150
e. Baca : 1. Skala ....................
2. Nonius .................
----------------------------- +
Pembacaan : .....................

Nonius
Misalnya 1 bagian skala = 1 mm dan dibuatnya 10 bagian nonius = 9
bagian skala, jadi ketelitian adalah 1 bagian skala 1 bagian nonius =
0,1 mm

Gambar. 3.31. Nonius


3. Barometer Aneroid
Barometer Aneroid terdiri dari sebuah atau beberapa kotak-kotak yang
tipis berisikan udara, oleh karena itu disebut juga barometer kotak (lihat
gambar).

Jika tekanan udara bertambah, kotak-kotak udara akan menjadi kecil A,


B, C, D akan bergerak dan memutar jarum ke kanan. Pada skala dapat
dibaca berapa tekanan udara sesuai dengan angka yang ditunjukan oleh
jarum penunjuk. Selanjutnya jika tekanan udara berkurang kotak-kotak
udara membesar A, B, C, D bergerak dan memutar jarum penunjuk ke kiri

Jarum index hanya dapat bergerak kalau diputar dengan tangan dan
berguna untuk mengetahui perbedaan tekanan udara pada waktu
tertentu.

4. Barograf
Alat ini secara otomatis mencatat setiap perubahan tekanan udara diatas
kertas yang dipasang pada tromol yang berputar terus dengan
perantaraan rantai baja. Pada kertas inilah dapat dilihat gambaran (grafik)
dari pada jalannya tekanan udara, oleh sebab itu kertas ini dinamakan
Barogram (lihat gambar dibawah ini).

151
Keterangan gambar :

1. peti
2. tromol dengan pegas dimana
terdapat kertas khusus
3. pena
4. kotak udara

Gambar. 3.32. Barogram


3.1.9. Thermome ter
Alat-alat untuk mengukur temperatur yang juga dinamakan thermometer
yang berarti pengukur panas, merupakan salah satu alat yang penting
disamping barometer dalam meramalkan cuaca. Pada garis besarnya
thermometer dapat dibedakan :
1. Thermometer Zat Cair
2. Thermometer logam

1. Thermometer Zat Cair


Macam-macam zat cair yang digunakan ialah :
- air raksa
- alkohol ( batas penggunaan 100 0 C )
- tolod ( batas penggunaan - 1000 C )
- potroleum ether (batas penggunaan - 2000 C )

2. Thermom eter Air Raksa


Terdiri dari satu pembuluh (pipa) kaca khapilair yang seluruh
penampangnya sama besarnya pada sebuah ujungnya dan pada ujung
lainnya terdapat suatu resevoir. Resevoir dan sebagian dari pembuluh itu
diisi air raksa (lihat gambar)

Gambar.3.33. Thermometer Air Raksa

152
Cara mengisi
Pembuluh dibalik dan dipanasi. Jika sudah ada air raksa yang masuk
pembuluh dibalik lagi seperti semula dan bila ini sudah beredar didalam
pipa kapilair, maka kepala yang besar dipotong dan disumbat. Jadi
dengan demikian pipa hanya sebagian yang diisi air raksa, sedang
sebagaian yang lainnya adalah hampa udara.

Pada pipa dilukis skala-skala jadi kalau suhu naik atau turun naka air
raksa menyusut atau naik dan pada skala dapat dibaca keadaan
temperatur yang berlaku.

Keuntungan air raksa :


1. pemuaian cukup besar dan dapat dipergunakan pada temperatur
320,5 C dan 1370,5 C
2. kaca tak dapat dibasahi oleh air raksa
3. Panas jenis yang kecil sehingga segera menerima suhu dari benda
yang ada di sekitarnya
4. mudah dijernihkan secara kimia
5. dapat nampak dengan jelas sekali

Pada umumnya thermometer diberi nama sama dengan orang yang


menemukan/menciptakan atau sesuai dengan fungsinya antara lain ialah

1. Thermometer Celcius ( C )
Titk beku diambil pada thermometer celcius, ditaruh angka nol ( 00 ),
dan titik didih ditaruh angka 1000.

2. Thermometer Reamur ( R )
Titik beku diambil pada saat es meleleh dan disitu diberi angka nol
(00), sedang titik didih ditaruh 800.

[Link] Fahrenheid (F)


Titik beku diambil pada campuran salju dan daram di mana
ditempatkan angka 32 0, sedang titik didih ditaruh angka 2120.

153
[Link] Reamur, Celcius dan Fahrenheid

Pada gambar tersebut diatas adalah menunjukan ketiga thermometer


tersebut, dan dapat dilihat perbandingan skalanya sebagai berikut :

5C=4R=9F

9
Jadi : F = --- (C + 32)
5
5
C = ---- (F 32)
9
4
R = ---- C
5
Contoh :
Diketahui : F = 590
C = ........
R = ........
Jawab :
5
C = ----- (590 320) = 150
9

4
R = ------ x 150 = 120
5

154
Contoh yang lain
Diketahui : F = + 50
C = .................
R = .................

Jawab :
5
C = ----- (50 320) = - 150
9

4
R = ------ x - 150 = - 120
5

3.1.10. Hygrometer

1. Hygrometer Rambut
Alat ini berdasarkan pada sifat rambut manusia (yang sudah
kehilangan lemaknya) yang memanjang kalau basah udara bertambah,
dan menjadi pendek kalau basah udara berkurang. Gerakan memanjang
dan memendek ini lalu dihubungkan dengan sebuah jarum penunjuk yang
dapat berputar diatas sebuah piringan (lihat gambar dibawah ini).

Keterangan gambar :
a. Sekelompok rambut h c
b. Sekerup a
c. Per (pegas) e
d. Roda gigi
e. Tangkai bergigi
f. Jarum penunjuk
g. Skala g
h. Sekerup

Gambar.3.35. Hygrometer rambut

2. Hygrograf
Alat ini prinsipnya sama dengan hygrometer rambut, hanya hygrograf
diberi konstruksi sedemikian rupa hingga dapat mencatat sendiri semua
perubahan basah udara yang dialam

155
Keterangan gambar :
a. garis-garis presentasi basah
udara relatif
b. tangkai penulis
c. garis waktu
d. bekas yang ditinggalkan tangkai
penulis

Gambar. 3.36. Hygrograf

Untuk ini maka jarum penunjuk diganti dengan sebuah silinder yang
dapat berputar sendiri karena diperlengkapi dengan pesawat jam
(clockwork) di dalamnya. Silinder ini dibungkus dengan kertas grafik
diatas mana tangkai penulisnya disandarkan. Kalau silinder berputar,
maka tangkai penulis meninggalkan bekas di atas kertas grafik tersebut,
bekas mana merupakan garis yang naik turun mengikuti tinggi rendahnya
basah udara.

3.1.11. Anemometer
Kecepatan angin dapat diukur dengan alat yang disebut Anemometer
(lihat gambar dibawah ini).

Gambar. 3.37. Anemometer


Alat ini terdiri dari beberapa mangkok, yang tersusun sedemikian rupa
hingga piringan-piringan mangkok itu dapat berputar ke satu jurusan saja
kalau ditiup angin.

156
Makin besar kecepatan angin meniup mangkok-mangkok tersebut, makin
cepat pula kecepatan berputarnya piringan mangkok-mangkok. Dari
jumlah putaran dalam satu detik maka dapat diketahui kecepatan
anginnya.

Contoh :
Panjang lingkaran susunan mangkok-mangkok adalah 3 m, dan susunan
itu pada suatu waktu berputar 20 kali dalam waktu 10 detik, maka
kecapatan angin dapat dihitung :

20 x 3
---------- m = 6 m / dt = 12 mil
10

Untuk memudahkan menghitung putaran dari pada piringan anemometer


maka salah satu mangkok diberi warna lain. Dengan kemajuan teknologi
sekarang telah dilengkapi dengan skala dan sebuah jarum penunjuk
secara otomatis.

Gambar. 3.38. Alat untuk mengetahui Arah Angin.

3.1.12. Chronometer (Pengukur Waktu)

Pengukur waktu (chronometer) dipergunakan di kapal untuk mengetahui


waktu Greenwich. Hal ini sangat penting karena banyak informasi atau
keterangan yang dipergunakan bagi kepentingan navigasi berdasarkan
atas waktu Greenwich, oleh karena derajah melalui tempat itu sangat
penting bagi beberapa soal pelayaran kapal.

Sebagai contoh bahwa keterangan-keterangan benda angkasa yang


dicantumkan dalam Almanac Nautica semuanya berdasarkan waktu
tersebut.

157
Penjelasan Gambar :

1. = tempat dimana sertifikat


diletakan
2. = penyangga
3. = tempat meletakan kunci
4. = jarum pegas dibagi 056
dimana :56, berarti mati
0, baru diputar
5. = tanduk (bandingkan
dengan pedoman)
6. = cincin lenja
7. = arret
8. = peti kayu
Gambar. 3.39. Chronometer

Prinsip kerjanya :
Pada dasarnya alat ini sama dengan jam biasa, hanya dibuat lebih teliti
dan supaya jalannya teratur, dibuatnya dari bahan-bahan yang telah diuji,
dan tidak mudah dipengaruhi oleh suhu udara, sedang bagian-bagiannya
dibuat sangat halus. Alat ini ditempatkan dalam satu kotak (kotak dalam)
yang digantungkan dengan tanduk dengan perantaraan cincin lenja. Bila
diangkut peti dalam ini dimasukan lagi dalam peti luar.

[Link] Navigasi Elektronik

[Link] sounder (PerumGema)

Dikenal terdapat satu pemancar yang membangkitkan / menimbulkan


getaran-getaran listrik dalam bentuk impuls-impuls getran-getaran ini
disalurkan ke suatu alat yang ditempatkan pada dasar kapal dan yang
merubah energi listrik menjadi getaran-getaran di dalam air laut. Getaran-
getaran yang terakhir ini juga dikirimkan dalam bentuk impuls-impuls
vertikal ke dasar laut dan dari dasar laut dipantulkan kembali. Sebagian
dari energi yang dipentulkan itu ditangkap kembali sebagai gema oleh
alat tersebut tadi atau satu alat lain yang sejenis dan diubah menjadi
impuls-impuls tegangan listrik yang lemah. Satu pesawat penguat
memberikan kepada getaran-getaran gema listrik satu amplitude lebih
besar, dan setelah itu getaran-getaran ini disalurkan ke satu pesawat
petunjuk (indikator) dan membuat gambar.

158
Pengiriman / pemancaran dan penerimaan impuls-impuls di dalam
indikator, dari jarak antara kedua petunjuk tersebut dapat dijadikan
ukuran bagi dalamnya air di bawah dasar laut.

Frequensi dari getaran-getaran air berbeda-beda menurut pabrik yang


memproduksi pesawat perum gema, dan besarnya frequensi tersebut
terletak antara 10.000 sampai beberapa puluhan ribu detik. Apabila
getaran-getaran itu lebih besar dari 20.000 disebut getaran ultra sonore
atau super sonis (getaran tinggi). Getaran-getaran yang lebih kecil
disebut sonis atau getaran rendah, yang dapat mengirimkan gelombang-
gelombang suara yang dapat di dengar.

Kecepatan merambat dari getaran-getaran suara di dalam air laut terletak


antara 1435 m 1500 m per detik, dan getaran-getaran suara ini
tergantung pula dari :
1. Suhu
2. Kadar garam
3. Tekanan air

Dari penyelidikan yang telah dilakukan ternyata bahwa pada kedalaman


300 m, kadar garam 35 % dan suhu 00 C kecepatan merambat = 1445 m
detik, sedang pada suhu 100 C kecepatannya = 1483 m per detik. Untuk
kedalaman air yang > 300 m, harus diperhatikan suhu, kadar garam dan
tekanan air. Untuk kepentingan navigasi kecepatan merambat 1500 m
per detik dianggap normal dan cukup teliti.

Waktu antara saat pengiriman impuls dan saat penerimaan gema secara
sederhana dapat dikemukakan dalamnya air dengan menggunakan
rumus :
Vt
d = -----
2
d = dalamnya air dalam meter
V = kecepatan merambat di dalam air dalam meter per detik = 1500
t = jangka waktu antara impuls pemancaran dan impuls gema
2 = jalan yang ditempuh impuls ialah 2 kali kolam air dibawah kapal
(lihat gambar dibawah ini)

1
Misalnya : t = 1 --- detik ,
3
15000 4 600
d = -------- x --- = ----- = 100 m
2 3 6

159
Gambar. 3.40. Jalannya Impuls

Susunan Perum Gema


Rangkaian peralatan perum gema itu terdiri dari :
1. Transmitter, adalah pesawat yang membangkitkan getaran-getaran
listrik
2. Oscillator, adalah pesawat pada dasar kapal yang merubah energi
listrik menjadi energi acoustic dan sebaliknya
3. Amplifier,adalah pesawat pengeras / penguat
4. Indikator, adalah pesawat untuk mengukur waktu dan penunjukan
dalamnya air
5. Recorder, adalah pesawat yang mencatat dalamnya air yang diukur
pada lajur kertas.

Perum gema adalah suatu pesawat yang cekatan untuk navigator, pada
setiap saat dapat dibaca dalamnya air dibawah lunas tanpa
memberhentikan kapal. Pada waktu tiba diperairan dangkal sekalipun
perum gema dapat digunakan. Kemudian Recorder menunjukan suatu
gambaran yang baik dari jalannya kedalaman air dan meskipun tidak
diawasi tetap memberikan gambar/recorder.

Apabila pesawat perum gema ini bekerja dengan baik, maka dapat pula
sebagai alat penentuan tempat/posisi kapal dilaut yang jika
dikombinasikan dengan alat-alat lain yang sangat berguna sekali bagi
navigator.

Dari tinjauan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pesawat perum


gema mempunyai keuntungan-keuntungan jika dibandingkan dengan
alat-alat perum lainnya, antara lain :
a. Setiap saat dalamnya air dapat dibaca
b. Kapal dapat berjalan dengan kecepatan lebih tinggi
c. Dapat melihat dasar perairan dengan sebuah garis profil yang tak
terputus-putus

160
d. Pesawat dapat memerum dengan cermat hingga 2 dm
e. Bila ada tempat dangkal seketika dapat dilihat pada profil
f. Merupakan alat bantu untuk penentuan tempat

161
162

Anda mungkin juga menyukai