Alat Navigasi Kapal dan Fungsinya
Alat Navigasi Kapal dan Fungsinya
PERALATAN NAVIGASI
125
3. Jangka Semat
Bentuknya sama dengan jangka pensil, perbedaannya ialah
jangka pensil sebelah kakinya dipasangkan pensil, sedangkan jangka
semat kedua kakinya tidak memakai pensil. Kegunaan jangka semat
adalah untuk menjangka atau mengukur jarak dan membagi sebuah garis
dalam jangka yang sama.
4. Mistar Jajar
Alat ini terdiri dari dua mistar yang dibuat dari kayu, atau dari
plastik.
Mistar jajar ini dipergunakan untuk :
a. melukis garis yang harus berjalan sejajar
b. melukis baringan diatas peta laut dengan perantaraan piringan
pedoman yang ada di peta laut tersebut
a. Perum Tangan
Alat Perum Tangan ini terdiri dari 2 bagian yaitu :
a. Tali perum dengan merkah-merkahnya
b. Batu perum
126
Tali Perum
- Bahan dari serat henep 18 benang yang dipintal kiri menjadi 3 streng
- Sifat tali cepat mengisap air, cepat tenggelam
- Panjang : Kurang lebih 55 meter
- Ukuran panjang setiap merkah satuan meter
- Pemasangan merkah pada tali perum dalam keadaan basah.
- Pemasangan tanda merkah tidaklah mutlak tergantung juru perum
karena yang menggunakan langsung.
- Kira-kira 3 meter jaraknya dari batu perum dipasangkan sepotong kayu
kecil (pasak lintang) untuk pegangan waktu siap melemparkan perum.
- Ujung tali perum yang menghubungkan batu perum dibuat mata besar
(eye splicing)
Batu Perum
- Beratnya kira kira 3 7 Kg
- Bahannya dari timbel, bentuk di bagian bawahnya berlubang yang diisi
gemuk gunanya untuk mengetahui jenis dasar laut dengan melihat
bekas-bekas yang melekat pada gemuk tersebut.
c
a : lubang diisi gemuk
b : merkah nol kapal hydrografy
c : merkah nol untuk kapal niaga b
a
Kapal harus jalan perlahan-lahan sekali (paling cepat 7 mil) atau berhenti.
Kebiasaan dalamnya air yang dapat diukur ialah kecepatan x dalamnya
air = 60, jadi kira-kira 20 depa. Peruman hendaknya dilakukan pada sisi
diatas angin agar tali perum tidak jauh di bawah kapal.
127
Selain digunakan untuk mengukur dalamnya air, perum tangan
dapat pula digunakan untuk menentukan kecepatan kapal. (lihat gambar
3.7.).
A B
Contoh :
Lama tali di area : 5 detik
Panjang tali yang diarea : 10 m
Dalam air yang dikukur : 6 m
Cara perhitungannya :
3600
------- x 8 m = 5760 m = 3 mil
5
Ada beberapa macam alat peruman yang dapat digunakan antara lain :
A. Perum Biasa
1. Perum Batang Duga
2. Perum Tangan
3. Perum Berat
128
B. Perum Mekanis
4. Perum Thomson
5. Perum Dobbie Mc Innes
6. Perum yang Dijatuhkan
7. Perum Gema
3.1.4. Topdal
Adalah suatu peralatan dikapal yang digunakan untuk mengukur
kecepatan kapal. Ada beberapa jenis topdal yang dapat digunakan untuk
mengetahui kecepatan kapal antara lain :
1. Topda Tangan
2. Topdal Arus
3. Topdal Tunda
4. Topdal Sal (topdal Pitot)
5. Topdal Linggi
6. Topdal Chernikeef
Salah satu alat topdal tersebut yang banyak digunakan di kapal adalah
Topdal Chernikeef meskipun di kapal masih terdapat e j nis topdal lain
seperti Topdal Tunda.
Topdal Tunda yang lebih dikenal dengan nama Topdal Patent
merupakan suatu hasil perbaikan dari pada topdal-topdal yang
disebutkan terdahulu.
129
Cara kerjanya
Jika kapal maju, maka pengapung (log fin) akan berbaling, balingan mana
diteruskan ke roda pengatur dengan perantaraan tali topdal dan
selanjutnya ke lonceng dimana dapat dibaca jarak yang ditempuh. Perlu
diketahui bahwa topdal trunda ini dipasang di buritan kapal pada pagar
kapal. (lihat gambar dibawah ini )
Dalam bumbung dari baja yang keluar dari dasar kapal, dipasang satu
balingan kecil yang berputar pada waktu kapal berlayar. Balingan
tersebut dihubungkan dengan poros yang tipis ke pesawat register secara
listrik dalam kamar peta. Dengan perantaraan pesawat register itu
kecepatan kapal dapat dibaca (lihat gambar.3.11.)
Kawat listrik
bumbung
keran
baling-baling
130
b. Bagian-bagian yang penting
b.2. Transmisi
Mekanisme pemutus arus digerakan oleh kipas yang menyampaikan
pulsa-pulsa ke rekorder jarak setiap 1/100 mil. Arus listrik yang
digunakan diperoleh dari arus jaringan kapal.
B A
C
D
Keterangan gambar :
A =Jarum panjang pecahan-pecahan
mil 1/400
B =Jarum panjang 1 s/d 100
C =Jarum pendek kiri 100 s/d 1000
D =Jarum pendek kanan 1000 s/d 10.000
131
cerlang sehingga kecepatan kapal dapat diketahui. Untuk mudahnya,
disusunlah tabel kecepatan. Cerlang-cerlang dari lampu biru dibuat oleh
mekanisme pemutus arus dari kipas. Oleh karena antara 21 kali cerlang
kapal itu telah berjalan sejauh 20/400 mil dan jika waktu yang dibutuhkan
= 6 detik, maka kecepatan kapal / jam = 20 x 1/400 x 3600/6 mil = 30
mil/jam.
lampu
Tabel kecepatan
S = kecepatan kapal
n = jumlah detik dan waktu yang dibutuhkan oleh 21 kali cerlang
180
RUMUS : S = -----
N
132
Contoh :
Kerugian :
Ada mekanis (impeller) di dalam badan kapal yang bila terganggu
menyebabkan penunjukan tidak benar .
Sedangkan alat yang tersebut pada sub 1 di atas yang akan dibahas
lebih lanjut bekerja atas dasar suatu jarum magnit yang digantungkan
pada bidang datar ( horizontal) yang secara bebas akan mengarah
pada arah Utara Selatan Sejati.
A. Sifat-sifat jarum magnit
a. Mempunyai gaya tarik terhadap baja dan besi
b. Gaya tarik terkuat terdapat di ujung jarum yang disebut kutup
c. Jika jarum magnit berputar bebas, maka arah garis penghubung
kutub-kutub yang disebut poros magnit mengarah ke arah Utara
Selatan magnit. Kutub yang mengarah ke Utara disebut Kutub Utara
dan yang mengarah ke Selatan disebut Kutub Selatan
133
d. Jika dua magnit dapat saling mempengaruhi, maka kutub yang
senama akan saling tolak menolak satu sama lain, sedang kutub-
kutub yang tidak senama saling tarik menarik satu sama lain
e. Pengaruh dari suatu magnit terhadap jarum magnit yang lain diatur
oleh hukum Coulom)
m x m1
K = --------------
R2
m = kekuatan kutub
R = Jarak
B. Pembagian Pedoman
a. Berdasarkan penempatannya di kapal dibedakan atas :
1. Pedoman Dasar
2. Pedoman Kemudi
3. Pedoman Pembantu (pedoman sekoci dan pedoman lainnya)
134
Piringan Pedoman Kering
s
K
d d
135
Pada waktu sekarang magnit batang biasanya diganti dengan magnit
cincin. Keuntungan menggunakan magnit cincin ialah :
1. Umurnya dapat diperpanjang (kemagnitannya lebih lama)
2. Dapat dibuat lebih kuat
3. Lebih peka
4. Lebih tenang
5. Ditempatkan dalam kotak pelampung
6. Gesekan dengan zat cair dapat dihindarkan
Syarat-syarat piringan pedoman :
1. Harus peka
2. Harus tenang
Jika kedua syarat tersebut diatas dipenuhi, maka piringan pedoman
stabil.
Ketel Pedoman
Bentuk bulat dan dibuat dari kuningan, diatasnya ditutup dengan kaca,
pada sisi dalam dicat putih dan pada ujungnya dilukis garis hitam yang
tegak yang disebut Garis Layar yang letaknya harus didalam muka yang
sama dengan ujungnya semat pedoman, serta letaknya sejajar dengan
lunas dan linggi kapal.
Keterangan gambar :
a. tutup kaca a aa
b. ketel
c. minyak tumbuh-tumbuhan
d. kaca baur
e. penyangga semat
f. tanduk
g. semat
h. titik putar pesawat baring
136
Syarat-syarat yang harus dipenuhi :
1. Ketel tidak boleh mengandung magnetis.
Hal ini dapat diselidiki dengan jalan mengambil ketel keluar dari
rumah pedoman, selanjutnya di samping ketel ditempatkan sebuah
pedoman kecil. Sesudah itu ketel diputar, bilamana dalam pekerjaan
ini jarum pedoman kecil tidak bergerak, ini berarti ketel tidak
mengandung magnetis.
2. Jika ketel diam tutup kaca, harus dalam keadaan mendatar. Ini dapat
diselidiki dengan menggantungkan sebuat unting-unting. Lalu dilihat
dari dua arah yang satu sama lain memotong siku, maka bayangan
diatas tutup kaca harus terletak dalam satu garis dengan benangnya
unting-unting tadi
4. Semat harus berdiri tepat ditengah-tengah ketel, jika tidak maka jarak
antara piringan sampai pada ketel si pelbagai tempat tidak sama
6. Titik putar pesawat baring harus terletak tegak lurus diatas ujung
semat pedoman. Jika tidak demikian maka akan timbul sebuah salah
baringan.
137
Gambar. 3.18. Cincin Lenja
Rumah Pedoman
Untuk melindungi pedoman dari hujan dan panas serta gangguan lainnya,
pedoman ditempatkan di dalam rumah pedoman.
138
B.2. Pedoman Zat Cair
Pedoman ini dibuat lebih kuat dan ketelnya diisi campuran alkohol ( 16 %
s/d 25 % ) dan air sulingan ( 84 5 s/d 75 % ) yang berguna untuk
meredam gerakan dan getaran yang dapat menpengaruhi pedoman.
Dengan diisi alkohol maka pedoman dapat dipakai pada suhu rendah,
tetapi perlu dicampur dengan air, sebab alkohol yang murni memakan cat
ketel dan piringan. Oleh sebab itu cat ketel dan piringan menggunakan
cat khusus.
Keterangan gambar :
a = tutup kaca
b = tanduk
b d b c = sumbat (sungkup isi)
d = pengapung
e = magnet yang beratdimasukan
i i ddalam bumbung dari kuningan
f = pena (semat)
f g = tromol dari kuningan yang
bergaya pegas
h = jembatan kuningan untuk
menyangga sarang semat
dengan sematnya
i = pemberat
y = ketel berisi cairan
Gambar.3.20. Pedoman Zat Cair
139
Pengapung
Dengan adanya jarum-jarum yang berat dan tebal, maka akan
mengakibatkan rusaknya tuntung dari semat. Untuk menghindari hal ini
dipasanglah pengapung.
Tromol
Kalau suhu naik, cairan dalam ketel mengembang sehingga jika tidak ada
tromol yang bergaya pegas, mungkin ketel atau tutup kaca akan rusak.
Kalau suhu turun, cairan akan susut sehingga ketel tidak penuh lagi.
Dengan adanya tromol yang bergaya pegas itu, maka piringan pedoman
akan ikut pula turun naik dan akibatnya penunjukan arah yang salah.
Untuk inilah jembatan kuningan dipasang dimana semat dipasang
diatasnya.
Pemberat
Dibuat dari timbel dan gunanya agar pedoman bergantung lebih stabil.
Piringan Pedoman
Keterangan gambar :
00 a = piringan dengan garis
b tengah kecil
315 0
45 0
b = zat cair
a c = ketel
c d = jarak piringan pedoman
270 e 90 terhadap ketel
e = pengapung
2250 1350
d 180
Gambar.3.21. Piringan
1. Kebaikan-kebaikan
a. momen magnet yang besar
b. momen perlambatan yang besar menyebabkan stabil yang besar
140
c. peredaman yang berguna bagi bantingan benda cair
d. dapat digunakan di kapal-kapal kecil
2. a. perbaikan sulit
b. kesukaran ketika menimbal
c. harga lebih mahal
d. jika terjadi gelembung gelembung udara maka :
- pedoman tidak tenang
- terjadi pengembunan pada tutup kaca sehingga sukar dibaca
3.1.6. Sextan
Alat untuk mengukur sudut dalam bidang datar dan vertikal di kapal
dinamakan Sextan dimana sudut diukur dengan cara mengepitkan dua
buah benda yang ada di antara sudut yang akan diukur.
C
Keterangan gambar : E
A. rangka sextan
B. alidade H
C. cermin besar D B
D. cermin kecil
E. kaca berwarna
F. lembidang busur merupakan
sebagaian busur yang dapat
mengukur sudut 2 kalibesarnya F I
busur tersebut A G
G. tromol
H. teropong
I. sekerup jepit Gambar. 3.22. Sextan
141
S
Normalnya : B.b 2
t1n1 = Kedudukan cermin besar pada waktu alhidade 00 (di P1)
t2n2 = Kedudukan cermin besar pada waktu alhidade di P2
DBS = sudut yang diukur ( D = cakrawala, normalnya Bb1)
Pembuktian
< DBS = < KBS - < KBD = 2 x < KBb2 2 x < KBb1 ............................. (1)
Macam-nacam Sextan
Ada dua macam yaitu :
1. Sextan nonius
2. Sextan tromol (yang baru) dengan sekrup tombol (micrometer sextan)
142
Perbedaan antara kedua macam sextan ini terletak pada bentuknya
sekerup jepit dan sekerup halus alhidade.
Sextan Nonius
Suatu skala kecil dipasang di alhidade dan koncentris dengan
lembidang busur bersama-sama denganalhidade dapat digeser-geser
sepanjang lembidang busur dan dipergunakan untuk pembacaan seteliti
mungkin.
1. Nonius Pendek
59 kolom lembidang busur = 60 bg nonius
1 bg kolom lembidang busur 10
59 x 10 ................. = 60 bg nonius
59 x 10
1 kolom nonius = ----------
60
(60 1) 10 600 - 600
= -------------- = ---------------
60 60
= 10 - 10
1 kolom lembidang busur 1 kolom
nonius = 10 - (10 10) = 10. Angka 10 adalah besarnya sudut
ketelitian yang dapat diperoleh dalam pengukuran.
Contoh Soal
Masing-masing kolom lembidang busur = 6 dalam pada itu derajat
ketelitian pembacaan sextan = 6
143
Diminta : Berapa perbandingan antara kolom lembidang busur dan
kolom nonius ?
Jawab :
1 kolom lembidang busur 1 kolom nonius = 6
6 1 kolom nonius = 6
6 6 = 1 kolom nonius
1 kolom nonius = 5 54 = 5,9
Jadi 1 kolom lembidang busur : 1 kolom nonius = 6 : 5,9 = 60 : 59 atau
59 kolom lembidang busur = 60 kolom nonius
Jawab :
39 kolom lembidang busur = 40 kolom nonius
1 kolom nonius = 39/40 kolom lembidang busur
tingkat kesamaan
= 1 kolom lembidang busur - 1 kolom nonius
=1 kolom lembidang busur 39/40 kolom lembidang busur
= 1/40 kolom lembidang busur
= 1/40 x 10
= 15
(120 1) 10
------------------ = 1 kolom nonius
60
1200 - 10
----------------- = 1 kolom nonius
60
144
Pembacaan Nonius
a. Sextan Nonius
Derajat bulat dan pukuhan menit di lembidang busur, satuan menit
dan puluhan detik pada nonius (lihat gambar dibawah ini).
b. Sextan Tromol
145
Pembacaan 010 30,2
Contoh
Lembidang Pada Pada Sudut
busur Tromol Vernier dibaca
0
a. 0 1 59-0 40 00 5940
0
b. 64 65 49-50 20 64 4920
0
c. 1 - 0 48-49 10 -00 1150
1. Semat
Alat ini untuk membaring matahari waktu mengambil azimuth dengan
perantaraan bayanagan di atas piringan pedoman, oleh karena itu alat ini
disebut semat bayangan.
Dalam hal ini azimuth = bagian derajat yang jatuh sama dengan
bayangan semat + 1800 (lihat gambar)
Sebagai persyaratan, maka alat ini harus duduk tegak lurus di atas
sungkup pedoman jadi segaris dengan semat pedoman.
146
a Keterangan gambar :
b a = semat
b = tutup kaca
c = ketel pedoman
c d = semat
Penjelasan gambar :
C
a. rangka
b. penjera celah D
c. penjera benang b
d. Cermin segi empat untuk
memantulkan bayangan matahari
yang sudah tinggi
Bagian dari b, c dan d dapat dilipat
jadi satu dengan rangka.
Gambar. 3.28. Penjera celah dan
Penjera Benang
Cara mempergunakan :
Berdirikan penjera dan putar pesawat sedemikian sehingga jika dibidikan
benda melalui celah, benang dan benda yang dibaring menjadi satu.
Pada saat itu juga bacalah pada piringan pedoman derajat yang jatuh
sama dengan benang, itulah hasil baringannya.
147
Syarat-syarat yang harus dipenuhi :
a. Kedudukan penjera benang dan penjera celah harus sejajar dan
segaris
b. Bidang penjera harus tegak lurus di pusat tutup kaca dan melalui
tuntung semat pedoman
c. Bagaimanapun cermin segi empat diputar selalu garis tegak lurus
bidang cermin jatuh sama atau sejajar dengan bidang penjera
d. Jika syarat tersebut dipenuhi, maka bidang penjera dapat jatuh sama
dengan baringan.
Penjelasan gambar :
R = rangka
A = waterpas
L = Lensa dalam bumbung
M = Prisma
P = Pegas
S = Semat
P = Sinar yang datang
148
Cara mempergunakan :
Putarlah pesawat dan prisma sedemikian hingga gambaran yang
ditangkap oleh prisma dari benda yang akan dibaring, dapat dilihat
diatas piringan pedoman. Dengan memutar prisma benda-benda yang
tingginya 300 400 masih dapat dibaring dengan seksama. Sekali-kali
jangan membaring benda yang tingginya > 400, oleh karena makin
tinggi benda yang dibaring makin banyak kesalahan. Dalam prisma
terdapat panah yang harus ditujukan pada benda yang akan dibaring
waktu mengambil baringan benda.
3.1.8. Barometer
Udara atau atmosfir terdiri dari beberapa zat-zat yang mempunyai berat.
Oleh sebab itu dapat dimengerti bahwa udara mengadakan tekanan pada
benda di atas mana udara terletak, dan tekanan tersebut sama dengan
beratnya udara tadi.
149
1. Brometer Air Raksa
Alat ini terdiri dari sebatang pipa kaca yang buntu pada satu ujungnya
dan panjang 90 cm. Pipa ini diisi seluruhnya dengan air raksa hingga
penuh, kemudian ujung yang terbuka dimaksudkan dalam suatu bak air
raksa.
Akibatnya air raksa dalam pipa turun hingga selisih tinggi permukaan air
raksa dalam pipa dan dalam bak menjadi kira-kira 76 cm. Bagian ujung
buntu dari pipa adalah ruangan hampa udara, yang dikenal sebagai
ruangan hampa Torricelli (lihat gambar dibawah ini).
Apabila keadaan air raksa sudah tenang, maka hal ini berarti bahwa
tekanan pada tiap-tiap kesatuan luas pada tingkat A di luar pipa adalah
seimbang, dengan kata lain udara menekan pada A untuk tiap-tiap
kesatuan luas dengan gaya yang sama dengan tekanan yang ditimbulkan
oleh air raksa di dalam pipa pada tiap-tiap kesatuan luas pada tingkat A.
Jadi selisih tinggi air raksa dalam bak dan pipa adalah menyatakan
tekanan udara yang dinamakan penunjukan barometer.
Membaca Barometer :
a. Baca barometer yang dipasang disamping
b. Lepas pegas atas, supaya waktu kapal goyang barometer tetap tegak
lurus
c. Kaca Barometer diketok
d. Menyetel nonius sebaik-baiknya
150
e. Baca : 1. Skala ....................
2. Nonius .................
----------------------------- +
Pembacaan : .....................
Nonius
Misalnya 1 bagian skala = 1 mm dan dibuatnya 10 bagian nonius = 9
bagian skala, jadi ketelitian adalah 1 bagian skala 1 bagian nonius =
0,1 mm
Jarum index hanya dapat bergerak kalau diputar dengan tangan dan
berguna untuk mengetahui perbedaan tekanan udara pada waktu
tertentu.
4. Barograf
Alat ini secara otomatis mencatat setiap perubahan tekanan udara diatas
kertas yang dipasang pada tromol yang berputar terus dengan
perantaraan rantai baja. Pada kertas inilah dapat dilihat gambaran (grafik)
dari pada jalannya tekanan udara, oleh sebab itu kertas ini dinamakan
Barogram (lihat gambar dibawah ini).
151
Keterangan gambar :
1. peti
2. tromol dengan pegas dimana
terdapat kertas khusus
3. pena
4. kotak udara
152
Cara mengisi
Pembuluh dibalik dan dipanasi. Jika sudah ada air raksa yang masuk
pembuluh dibalik lagi seperti semula dan bila ini sudah beredar didalam
pipa kapilair, maka kepala yang besar dipotong dan disumbat. Jadi
dengan demikian pipa hanya sebagian yang diisi air raksa, sedang
sebagaian yang lainnya adalah hampa udara.
Pada pipa dilukis skala-skala jadi kalau suhu naik atau turun naka air
raksa menyusut atau naik dan pada skala dapat dibaca keadaan
temperatur yang berlaku.
1. Thermometer Celcius ( C )
Titk beku diambil pada thermometer celcius, ditaruh angka nol ( 00 ),
dan titik didih ditaruh angka 1000.
2. Thermometer Reamur ( R )
Titik beku diambil pada saat es meleleh dan disitu diberi angka nol
(00), sedang titik didih ditaruh 800.
153
[Link] Reamur, Celcius dan Fahrenheid
5C=4R=9F
9
Jadi : F = --- (C + 32)
5
5
C = ---- (F 32)
9
4
R = ---- C
5
Contoh :
Diketahui : F = 590
C = ........
R = ........
Jawab :
5
C = ----- (590 320) = 150
9
4
R = ------ x 150 = 120
5
154
Contoh yang lain
Diketahui : F = + 50
C = .................
R = .................
Jawab :
5
C = ----- (50 320) = - 150
9
4
R = ------ x - 150 = - 120
5
3.1.10. Hygrometer
1. Hygrometer Rambut
Alat ini berdasarkan pada sifat rambut manusia (yang sudah
kehilangan lemaknya) yang memanjang kalau basah udara bertambah,
dan menjadi pendek kalau basah udara berkurang. Gerakan memanjang
dan memendek ini lalu dihubungkan dengan sebuah jarum penunjuk yang
dapat berputar diatas sebuah piringan (lihat gambar dibawah ini).
Keterangan gambar :
a. Sekelompok rambut h c
b. Sekerup a
c. Per (pegas) e
d. Roda gigi
e. Tangkai bergigi
f. Jarum penunjuk
g. Skala g
h. Sekerup
2. Hygrograf
Alat ini prinsipnya sama dengan hygrometer rambut, hanya hygrograf
diberi konstruksi sedemikian rupa hingga dapat mencatat sendiri semua
perubahan basah udara yang dialam
155
Keterangan gambar :
a. garis-garis presentasi basah
udara relatif
b. tangkai penulis
c. garis waktu
d. bekas yang ditinggalkan tangkai
penulis
Untuk ini maka jarum penunjuk diganti dengan sebuah silinder yang
dapat berputar sendiri karena diperlengkapi dengan pesawat jam
(clockwork) di dalamnya. Silinder ini dibungkus dengan kertas grafik
diatas mana tangkai penulisnya disandarkan. Kalau silinder berputar,
maka tangkai penulis meninggalkan bekas di atas kertas grafik tersebut,
bekas mana merupakan garis yang naik turun mengikuti tinggi rendahnya
basah udara.
3.1.11. Anemometer
Kecepatan angin dapat diukur dengan alat yang disebut Anemometer
(lihat gambar dibawah ini).
156
Makin besar kecepatan angin meniup mangkok-mangkok tersebut, makin
cepat pula kecepatan berputarnya piringan mangkok-mangkok. Dari
jumlah putaran dalam satu detik maka dapat diketahui kecepatan
anginnya.
Contoh :
Panjang lingkaran susunan mangkok-mangkok adalah 3 m, dan susunan
itu pada suatu waktu berputar 20 kali dalam waktu 10 detik, maka
kecapatan angin dapat dihitung :
20 x 3
---------- m = 6 m / dt = 12 mil
10
157
Penjelasan Gambar :
Prinsip kerjanya :
Pada dasarnya alat ini sama dengan jam biasa, hanya dibuat lebih teliti
dan supaya jalannya teratur, dibuatnya dari bahan-bahan yang telah diuji,
dan tidak mudah dipengaruhi oleh suhu udara, sedang bagian-bagiannya
dibuat sangat halus. Alat ini ditempatkan dalam satu kotak (kotak dalam)
yang digantungkan dengan tanduk dengan perantaraan cincin lenja. Bila
diangkut peti dalam ini dimasukan lagi dalam peti luar.
158
Pengiriman / pemancaran dan penerimaan impuls-impuls di dalam
indikator, dari jarak antara kedua petunjuk tersebut dapat dijadikan
ukuran bagi dalamnya air di bawah dasar laut.
Waktu antara saat pengiriman impuls dan saat penerimaan gema secara
sederhana dapat dikemukakan dalamnya air dengan menggunakan
rumus :
Vt
d = -----
2
d = dalamnya air dalam meter
V = kecepatan merambat di dalam air dalam meter per detik = 1500
t = jangka waktu antara impuls pemancaran dan impuls gema
2 = jalan yang ditempuh impuls ialah 2 kali kolam air dibawah kapal
(lihat gambar dibawah ini)
1
Misalnya : t = 1 --- detik ,
3
15000 4 600
d = -------- x --- = ----- = 100 m
2 3 6
159
Gambar. 3.40. Jalannya Impuls
Perum gema adalah suatu pesawat yang cekatan untuk navigator, pada
setiap saat dapat dibaca dalamnya air dibawah lunas tanpa
memberhentikan kapal. Pada waktu tiba diperairan dangkal sekalipun
perum gema dapat digunakan. Kemudian Recorder menunjukan suatu
gambaran yang baik dari jalannya kedalaman air dan meskipun tidak
diawasi tetap memberikan gambar/recorder.
Apabila pesawat perum gema ini bekerja dengan baik, maka dapat pula
sebagai alat penentuan tempat/posisi kapal dilaut yang jika
dikombinasikan dengan alat-alat lain yang sangat berguna sekali bagi
navigator.
160
d. Pesawat dapat memerum dengan cermat hingga 2 dm
e. Bila ada tempat dangkal seketika dapat dilihat pada profil
f. Merupakan alat bantu untuk penentuan tempat
161
162