100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
396 tayangan7 halaman

Manajemen Risiko Proses Bisnis

Dokumen tersebut membahas tentang proses bisnis dan risiko dalam organisasi. Terdapat tiga jenis proses bisnis yaitu proses operasional, manajemen dan dukungan, serta proyek. Proses bisnis perlu didokumentasikan untuk berbagai tujuan. Auditor internal perlu memahami proses bisnis dan risiko utama organisasi untuk merencanakan audit tahunan berdasarkan risiko.

Diunggah oleh

fitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
396 tayangan7 halaman

Manajemen Risiko Proses Bisnis

Dokumen tersebut membahas tentang proses bisnis dan risiko dalam organisasi. Terdapat tiga jenis proses bisnis yaitu proses operasional, manajemen dan dukungan, serta proyek. Proses bisnis perlu didokumentasikan untuk berbagai tujuan. Auditor internal perlu memahami proses bisnis dan risiko utama organisasi untuk merencanakan audit tahunan berdasarkan risiko.

Diunggah oleh

fitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUSINESS PROCESSES AND RISKS

Tujuan Pembelajaran
1. memahami bagaimana struktur organisasi kegiatan mereka untuk mencapai tujuan
mereka
2. mengidentifikasi proses bisnis kunci dalam sebuah organisasi
3. memperoleh pemahaman tentang proses bisnis tertentu dan dapat dokumen .
4. memahami tipe dasar bisnis risiko menghadapi organisasi
5. mengidentifikasi dan menilai risiko kunci untuk tujuan organisasi dan bagaimana
mereka terkait dengan proses bisnis.
6. mengembangkan semesta audit organisasi dan menentukan rencana audit internal
tahunan berdasarkan risiko bisnis utama
7. memahami bagaimana menggunakan teknik penilaian risiko dalam keterlibatan
jaminan
8. memperoleh kesadaran akan risiko baru yang muncul ketika sebuah organisasi jasa
kontraktor beberapa proses kunci
business process : set kegiatan yang terhubung terkait satu sama lain untuk tujuan
mencapai satu atau lebih tujuan bisnis.
Objectives : keinginan entitas untuk mencapai. ketika mengacu pada apa
yang ingin suatu organisasi untuk mencapai, ini disebut tujuan bisnis dan
dapat diklasifikasikan sebagai strategis, operasi, pelaporan, dan kepatuhan.
Strategy : mengacu pada bagaimana manajemen berencana untuk mencapai tujuan
organisasi

Terdapat 3 (Tiga) tipe dari business activity :


1. Operating Processes
Operating Processes pada sebagian besar organisasi merupakan suatu prosesinti yang dilalui
untukmencapai tujuan utamanya. Melalui proses ini organisasi menciptakan nilai dan
menyampaikannyasecara langsung kepada konsumen.
2. Management and Support Processes
Management and Support Processes merupakan kegiatan yang mengawasi dan mendukung
prosespenciptaan nilai inti dari perusahaan (organizations core value-creation process).
3. Projects

Projects merupakan suatu metode yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan


yangmenghasilkan nilai (value-creating activities). Projects digunakan ketika terjadi kegiatan
selama jangka waktu tertentu, memerlukan proses pengerjaan yang rumit, dan relatif unik di
manamemerlukan kegiatan spesifik yang tidak dilakukan secara berkesinambungan. Projects
juga seringdigunakan pada sebagian besar organisasi untuk membentuk kegiatan nonrutin
untuk menciptakan aset untuk kepentingan organisasi.

Understanding Business Processes


Internal auditor harus mengerti model bisnis suatu organisasi untuk bisa menambah
nilai dan meningkatkan kinerja operasi suatu organisasi. Model bisnis terdiri atas tujuan
organisasi (Visi, Misi, nilai serta Tujuan Tahunan) dan bagaimana struktur proses bisnisnya
dapat mencapai tujuan tersebut(Strategi tingkat pimpinan dan tingkat Taktis). Model bisnis
tersebut biasanya merupakan bagian dokumen internal yang tersedia untuk audior
[Link] perusahaan terbuka, sumber eksternal terkait informasi model bisnis suatu
organisasi dapat tersedia.
Contohnya adalah laporan analis mungkin memuat perspektif eksternal terhadap
[Link] Visi, misi, nilai serta tujuan perusahaan relatif sama dari tahun
ke tahun, fungsiinternal audit harus di update secara periodik mengenai pemahamannya
tentang strategi [Link] dua pendekatan yang biasanya digunakan
untuk membantu memahami proses bisnis danperannya dalam bisnis model:
1) Top-down approach : dimulai pada tingkat entitas dengan tujuan organisasi dan
kemudian mengidentifikasi proses kunci penting untuk keberhasilan setiap tujuan
[Link] dowm approach Dimulai pada penetapan tujuan di level organisasi,
dan kemudian diidentifikasi proses-proses kunciyang kritikal terhadap keberhasilan
pencapaian setiap tujuan tersebut.
2) Bottom up approach : dimulai dengan melihat semua proses secara langsung
pada tingkat aktivitas, dan kemudian agregat proses diidentifikasi di
seluruh organisasi.
Bottom up approach Dimulai dengan melihat semua proses pada level kegiatan. Hal
ini dilakukan oleh orang yangbertanggung jawab terhadap kegiatan aktualnya.
Ketika suatu proses sudah diidentifikasi (baik top-down maupun bottom-up) berikutnya
adalahmenentukan tujuan kunci (key objectives) dari proses yang [Link] Internal
perlu untuk mengetahui pemilik proses (process owner) untuk memahami tujuan proses
(proecess objectives) Ketika tujuan proses sudah dipahami, langkah selanjutnya adalah
memahami proses masukan, kegiatan spesifikyang diperlukan untuk mencapai tujuan proses
dan output proses.
Sebagai tambahan dalam mengidentifikasi tujuan kunci, memahami proses tersebut
memerlukanpemahaman tentang bagaimana manajemen dan pemilik proses mengetahui
bahwa proses berjalansesuai yang dikehendaki. Pemilik proses seharusnya memiliki KPI
(Key performance Indicator), yangmerupakan suatu metrik ataupun dalam bentuk lain untuk
mengukur apakah suatu proses ataupuntugas individu telah dilakukan sesuai toleransi
yang ditetapkan.

Documenting Business Processes

Metode yang biasa digunakan untuk mendokumentasi proses adalah Process Map dan
Process [Link] Map merupakan gambaran yang merepresentasikan dari inout,
langkah-langkah,workflows,dan [Link] ada standar yang absolut mengenai format dan
simbol dari Process Mapping, namunharus konsisten penggunaannya. Process Map biasanya
digambarkan berupa urutan dari suatu kegiatandari kanan ke kiri.
dokumentasi proses dapat sangat efektif dalam
1. berorientasi baru
2. mendefinisikan tanggung jawab
3. mengevaluasi efisiensi proses
4. menentukan perhatian utama
5. mengidentifikasi risiko utama dan kontrol

BusinessRisk
Ketika internal auditorsudah memahami tujuan organisasi dan proses kunci
yang digunakan untukmencapai tujuan tersebut, langkah berikutnya adalah mengevaluasi
risiko bisnis yang dapatmenghalangi pencapaian tujuan tersebut. Bagi organisasi yang
telahmenerapkan Enterprise RiskManagement (ERM), umumnya manajemen telah
mengembagkan suatu risk profile. Dalam kasus tersebut maka fungsi internal audit dapat
membangun penilaian risikonya dari risk profile tersebut. Bila risk profile tidak tersedia,
maka fungsi internal audit adalah menyusun profil sebagai titik awal untuk perencanaan audit
tahunan.

Pendekatan umum yang dapt dilakukan untuk mengembangkan risk profile adalah
dengan melakukansesi brainstorming dengan senior manajemen atau, jika mereka tidak dapat,
dengan anggota fungsiinternal audit. Potensi risiko dibagi ke dalam 4 (empat) kategori sesuai
dengan ERM COSO yaitu StrategicRisks, Compliance Risks, Reporting Risks, dan
Operations Risks. (Lihat Chapter 4 Risk Management)Risiko yang beraneka ragam tersebut
kemudian dinilai dampak dan keterjadiannya seperti gambar dibawah ini.

Tahap selanjutnya adalah dimasukannya risiko-riko yang telah terdapat dalam Risk Model ke
dalamMatriks Risk Assessment di atas danmenghubungkan risiko yang telah teridentifikasi
dengan tujuanspesifiknya. Hal tersebut akan membantu untuk memastikan bahwa semua
risiko kunci, dan dampakyang dihasilkan telah diidentifikasi
Memetakan Resiko Pada Proses Bisnis

[Link] Respon yang Sesuai untuk Masing-masing Risiko


Respon yang bisa diberikan oleh organisasi terhadap risiko (perspektif ERM):
1)Avoidance/Penghindaran
(contoh: tidak meluaskan pangsa pasar, menjual sebuah divisi)
2)Reduction/Pengurangan
yaitu mengurangidampak, keterjadian atau keduanya (contoh:mengimplementasikan
control)
3)Sharing/Membagi
dengan mentransfer atau membagi porsi risiko, (contoh: asuransi, hedging,
outsource activity )
4)Acceptance/Penerimaan
organisasi memilih menerima risiko dengan level tertentu daripadamenggunakan sumber
daya untuk merespon dengan cara lainnya.
IIA Standard 2010 bilang:
Planning explicity requires CAE to establish a risk-based plan to determine the priorities of
the internalaudit activity, consistent with the organizations goals
AtauPerencanaansecara eksplisitmembutuhkan CAE untuk 'menetapkan rencana
berbasis risiko untukmenentukan prioritas kegiatan audit internal,yangkonsisten dengan
tujuan organisasi

[Link] Proses untuk menentukan adanya hubungan antara proses dan risiko
[Link] yang sudah dianalisis (antara proses dan risiko),Dievaluasi
untuk menentukan manayang kunci atau bukan (sekunder)
Hubungan kunci (Key link) yangprosesnya dilaksanakan secara langsung untuk memanaje
[Link] sekunder (secondary link) yang prosesnya dilaksanakan secara tidak
langsung untukmemanaje risiko.
RBPM pada exhibit5-11di atas digunakan internal auditor untuk
memutuskan bagian manayang harusdimasukkan kedalam rencana audit
fungsional [Link] menghitung jumlahlink key dan secondary
untuk setiap proses. Hal ini karena link tersebut akan mempengaruhi tipe audit yang
akandilakukan.
Selain pakai RBPM, pendekatan lainuntuk mencari hubungan antara bisnis proses dan
risiko adalahdengan membangun factor risiko dasar yang digunakan untuk mengevaluasi
risiko melalui proses (risk factor approach).Biasanya model RF ini diidentifikasi 7 sampai 15
faktor untuk mengassess masing2proses. Biasanya ada 2 jenis factor,external risk factor dan
internal risk factor
a)External Risk Factor

Berkaitan dengan faktor-faktor yang dibangun ke dalam lingkungan dan sifat


proses itu sendiri.

b)Internal Risk Factor

Berkaitandengan kontrol batas yang dirancang ke dalam proses untuk


menjamin pencapaian tujuan,kinerja orang-orang yang terlibat dalam
kegiatan dan dalam mengelola proses, dan tingkatperubahan dalam proses dan
lingkungan di manabisnisberoperasi.
Setelah factor diidentifikasi, ada 3 keputusan yang harus dibuat sebelum model
diimplementasikan:
[Link] skala untuk tiap factor yang di assess

[Link] pembobotan untuk tiap factor

[Link] bagaimana tiap factor dikombinasikan

Proses Bisnis dan Risiko dalam Assurance Engagement

Assurance engagement ialah pemeriksaan obyektif pada bukti bukti dengan


tujuan memberikan penilaian independen terhadap tata kelola, manajemen risiko dan proses
kontrol untuk organisasi.

Business Process Outsorcing


Business Process Outsorcing adalah tindakan mentransfer beberapa proses bisnis
organisasi ke penyedialuargunamencapai pengurangan biaya, efektivitas
operasi, atau efisiensi operasional sekaligus meningkatkan kualitas [Link]
yang paling awal ada outsorce gini sih di payrollsama fungsi IT. Sekarang berkembang
menjadi HRD,engineering, CS, keuangan dan [Link] outsorce ini, beberapa sistem
IC jadi lebih baik dan efisien, tetapi ada juga risiko [Link] hal yang harus
diperhatikan dalam IC pada bisnis prosesoutsorcing:

a. mendokumentasikan proses outsorcedan menunjukkan


kontrol utamayangtelahdi outsorce
b. memastikan ada cara memantau efektivitas proses outsorce
c. memperoleh keyakinan bahwa pengendalian internal yangmelekat dalam
proses outsorceberoperasi secara efektif, baikmelalui audit internal
kontrolatautinjauan eksternal kontrol

mengevaluasi secara berkala apakah kasus bisnis outsorcing tetap berlaku

PELUANG UNTUK MEMBERIKANWAWASAN


Kemampuan dari auditor internal dalam menganalisis proses bisnis danrisiko terkait
penyediaan fungsiaudit internal member kesempatan untuk menambah nilai yang signifikan
bagi organisasi melalui wawasan mereka terkait pekerjaan yang dilakukan yang dapat
diberikan kepada manajemen di tingkat operasional dan eksekutif. Kesempatan untuk
menerapkan keterampilan ini mungkin datang sebagaiakibat dari pekerjaan yang dilakukan
untuk memberikan keyakinan pada manajemen risiko dan pengendalian internal dalam
rangka keterlibatan jaminan tradisional seperti inisiatif rekayasa ulang proses bisnis, ulasan
dalam merger dan akuisisi, atau review sebelum impelementasi sistem.

Common questions

Didukung oleh AI

Organizations can use the top-down approach to understand business processes by starting at the entity level, identifying organizational objectives, and linking them to key processes critical for achieving these objectives. This method ensures alignment between processes and strategic goals. Conversely, the bottom-up approach involves examining processes at the activity level, aggregating them across the organization to understand their contribution to overall goals. By combining these approaches, organizations can gain a comprehensive understanding of their processes, ensuring both strategic alignment and operational effectiveness .

Using a risk-based plan in internal audit activities, as required by IIA Standard 2010, ensures that audit efforts align with the organization's strategic goals and priorities. This approach allows internal auditors to allocate resources effectively, focusing on areas with the highest potential impact on the organization. By prioritizing risks, auditors can enhance the relevance and effectiveness of their audit activities, ultimately fostering a proactive risk management culture. This alignment helps in addressing critical issues promptly and efficiently, thus providing assurance on the governance, risk management, and control processes within the organization .

Internal auditors play a pivotal role in assessing the effectiveness of outsourced business processes. They ensure that external service providers adhere to the organization’s standards and that outsourced processes align with strategic objectives. Auditors evaluate the internal controls within outsourced processes through audits or external reviews to verify operational effectiveness and compliance with agreed-upon performance metrics. This evaluation helps organizations identify and mitigate risks associated with outsourcing, ensuring that BPO engagements enhance value while minimizing potential adverse impacts on the organization .

Internal auditors can add value to an organization by understanding its business processes and using this knowledge to enhance operational performance. By comprehensively understanding the organization's business model, which includes objectives and business strategies, auditors can identify key business processes critical to achieving these objectives. This understanding allows them to conduct effective assurance engagements, evaluate governance, risk management, and internal controls, and provide insights that contribute to strategic and operational decisions .

The Enterprise Risk Management (ERM) framework identifies four categories of potential risks: Strategic Risks, Compliance Risks, Reporting Risks, and Operations Risks. Strategic Risks involve external factors that could affect long-term objectives. Compliance Risks pertain to adherence to laws and regulations. Reporting Risks are threats to the accuracy and reliability of financial and operational reports. Operations Risks involve vulnerabilities in day-to-day processes. Each of these risk categories can impact an organization’s ability to achieve its objectives, necessitating effective risk management strategies to mitigate their adverse effects .

Key Performance Indicators (KPIs) are crucial for measuring the effectiveness and efficiency of business processes. They provide quantitative metrics that indicate whether processes meet their intended objectives within established tolerances. By monitoring KPIs, process owners and management can detect deviations, assess performance, and implement necessary adjustments to align processes with strategic goals. KPIs thus serve as a vital tool for ongoing performance management, facilitating continuous improvement and informed decision-making in organizations .

Auditors use Process Maps and Process Narratives as tools to document and analyze business processes, enhancing understanding and identification of inefficiencies. Process Maps graphically represent inputs, steps, workflows, and outputs, helping visualize the entire process flow. Process Narratives provide detailed descriptions of each process step, offering context and understanding of the underlying activities. By effectively utilizing these tools, auditors can pinpoint inefficiencies, define responsibilities, evaluate process effectiveness, and suggest improvements, thereby contributing to enhanced process efficiency and efficacy .

Management and support processes play a critical role in facilitating core value-creation activities within organizations by overseeing and supporting the execution of these processes. They ensure that the necessary resources, infrastructure, and guidance are in place for efficient operations. These processes aid in aligning overall strategic direction with daily operations, guaranteeing that core value-creation activities are executed effectively and consistently, thereby enabling the organization to achieve its objectives and deliver value to consumers .

Business Process Outsourcing (BPO) can offer organizations significant benefits, such as cost reduction, operational efficiency, and improved service quality, by allowing them to tap into specialized skills and technologies offered by third-party providers. However, BPO also poses potential risks, including loss of control over outsourced processes, data security concerns, and dependency on service providers. These risks necessitate robust internal controls and continuous monitoring to ensure outsourced processes align with the organization’s standards and objectives. Organizations should document outsourced processes and evaluate their effectiveness to mitigate potential risks continuously .

Internal auditors can enhance audit planning and execution by employing risk profiling, which involves identifying, assessing, and documenting risks that could impact the organization’s objectives. By understanding the organization's risk profile, auditors can prioritize audit activities based on the severity and likelihood of risks, ensuring that audit resources are focused on areas of greatest potential impact. This approach aligns audit activities with the organization's risk management framework, providing assurance over the effectiveness of risk controls and facilitating proactive risk mitigation strategies .

Anda mungkin juga menyukai