LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejak jaman dahulu, manusia sangat mengandalkan lingkungan
sekitarnya untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya untuk makan, tempat
berteduh, pakaian, obat, pupuk, parfum, dan bahkan untuk kecantikan dapat
diperoleh dari lingkungan. Sehingga kekayaan alam di sekitar manusia
sebenarnya sedemikian rupa sangat bermanfaat dan belum sepenuhnya
digali, dimanfaatkan, atau bahkan dikembangkan.
Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar didunia, Negara yang
memiliki begitu banyak keanekaragaman baik habitat, maupun flora dan
fauna yang dimilikinya. Keanekaragaman ini pula membuat Indonesia
memiliki banyak keanekaragaman hayati termasuk juga keanekaragaman
tanaman obat tradisional atau lebih sering dikenal dengan tanaman herbal.
Pada masyarakat modern ini, masyarakat belum begitu tahu tentang
manfaat apa saja yang dapat kita peroleh dari tanaman herbal untuk
kesehatan, itu dikarenakan masyarakat lebih mengenal obat obatan dari
bahan kimia, baik karena anjuran dari resep dokter yang lebih sering
memberikan resep untuk membeli obat obatan kimia di apotek atau pun
karena mudah didapatkan di toko atau warung terdekat, sehingga membuat
masyarakat kurang mengetahui kelebihan tersendiri yang dimiliki tanaman
herbal ketimbang obat - obatan kimia yang biasa mereka konsumsi, bahkan
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
terkadang masyarakat saat membeli obat tidak begitu tahu kandungan obat
yang diresepkan oleh dokter.
Hal ini perlu kita ketahui agar pengetahuan kita semakin
berkembang, mengenai jaringan didalam suatu simplisia pada rimpang.
Rhizoma atau rimpang pada tanaman paling sering digunakan
sebagai obat alami. Adapun jenis obat alami yang digunakan adalah
rimpang temulawak, rimpang kunyit, rimpang alang-alang, rimpang kencur,
rimpang lengkuas dan rimpang jahe yang selanjutnya akan dilakukan
pengamatan berdasarkan makroskopik dan mikroskopik.
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan rhizoma
2. Untuk mengetahui jenis-jenis dari rhizoma
3. Untuk mengetahui bentuk dari simplisia rimpang temulawak, rimpang
kunyit, rimpang alang-alang, rimpang kencur, rimpang lengkuas, dan
rimpang jahe
C. Prinsip Percobaan
Adapun prinsip dari percobaan ini adalah berdasarkan pada
pengamatan struktur mikroskopik dari tanaman dengan menggunakan
mikroskop binokuler pada pembesaran 10 kali dengan menggunakan
medium aquadest.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Rimpang (Rhizoma)
Rimpang atau Rhizoma sesungguhnya adalah batang beserta
daunnya yang terdapat di dalam tanah,bercabang-cabang dan tumbuh secara
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
horizontal (mendatar), dan dari ujungnya dapat tumbuh tunasyang muncul di
atas tanah dan dapat tumbuh menjadi individu baru. Jika tunas di ujung
rhizoma danketiak tumbuh menjadi tanaman baru, tanaman tersebut tetap
bergabung dengan tanaman induknyasehingga membentuk rumpun.
Ciri-ciri umum rimpang yaitu panjang rimpang 15-35 cm, lebar
rimpang 7-19 cm, tebal rimpang 1, 5-2, 8cm, warna kulit rimpang coklat
keputihan, bentuk ruas panjang pipih besar, panjang ruas pertama 3-8cm,
jumlah ruas 3-5 /rimpang, warna daging rimpang putih kekuningan, rasa
daging rimpang hangat,aroma rimpang kurang menyangat, diameter akar 0,
1-0,28 cm, panjang akar 12-20 cm, batang semuberair (herbacious) bentuk
batang bulat, warna hijau, jumlah batang 3-5 rumpun, lilit batang 3-5
cm,tinggi batang semu 40-80 cm.
Rimpang merupakan organ modifikasi batang bukan akar dengan ciri
sebagai berikut:
1. Berdaun, tetapi daun melekat pada buku, telah menjelma menjadi sisik-
sisik yang tipis sepertiselaput dan tidak hijau.
2. Mempunyai kuncup-kuncup
3. Tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air, kadang ke atas dan muncul ke
tanah
4. Beruas-ruas, berbuku-buku. Rimpang disamping sebagai alat
perkembangbiiakan atau reproduksi yaitu secara vegetatif.
Selain itu juga rhizoma merupakan tempat penimbunan cadangan
makananyang akan dimanfaatkan oleh organisme lain. Contohnya antara
lain pada tasbih (Canna edulis Ker), kerut (Maranta arundinacea L.), jahe
(Zingiber sp.), dan kunyit (Curcuma sp.)
B. Rimpang Temulawak (Curcuma Rhizoma)
1. Gambar Tanaman
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
2. Klasifikasi tanaman
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Species : Curcuma xanthorrhiza Roxb
3. Morfologi
Rimpang induk temu lawak bentuknya bulat seperti telur, dan
berukuran besar, sedangkan rimpang cabang terdapat pada bagian
samping yang bentuknya memanjang. Tiap tanaman memiliki rimpang
cabang antara 3 4 buah. Warna rimpang cabang umumnya lebih muda
dari pada rimpang induk. Warna kulit rimpang sewaktu masih muda
maupun tua adalah kuning-kotor. Atau coklat kemerahan. Warna daging
rimpang adalah kuning atau oranye tua, dengan cita rasanya amat pahit,
atau coklat kemerahan berbau tajam, serta keharumannya sedang.
Rimpang terbentuk dalam tanah pada kedalaman + 16 cm. Tiap rumpun
tanaman temu lawak umumnya memiliki enam buah rimpang tua dan
lima buah rimpang muda.
4. Manfaat
Di Indonesia satu-satunya bagian yang dimanfaatkan adalah
rimpang temulawak untuk dibuat jamu godog. Rimpang ini mengandung
48-59,64 % zat tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi.
Manfaat lain dari rimpang tanaman ini adalah sebagai obat jerawat,
meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol, anti inflamasi, anemia, anti
oksidan, pencegah kanker, dan anti mikroba.
5. Kandungan
Kandungan temulawak adalah kurkumin, kurkuminoid, P-
toluilmetilkarbinol, seskuiterpen d-kamper, mineral, minyak atsiri serta
minyak lemak, karbohidrat, protein, mineral seperti Kalium (K),
Natrium (Na), Magnesium (Mg), Besi (Fe), Mangan (Mn), dan
Kadmium (Cd).
C. Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Rhizoma)
1. Gambar Tanaman
2. Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Species : Curcuma domestica Val
3. Morfologi
Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm.
Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang
dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak
lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-
40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau
pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm,
berwarna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun
yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah
merah jingga kekuning-kuningan. Manfaat
4. Manfaat
Kunyit mengandung antioksidan dan antiperadangan. Kunyit
dapat memperlambat penyebaran dan pertumbuhan tumor. Kunyit dapat
memperlancar sistem pencernaan. Meringankan gejala rematik.
Membantu menyembuhkan luka. Membantu menyembuhkan penyakit
kulit seperti koreng dan gatal-gatal. Diabetes melitus, tifus, usus buntu,
disentri, sakit keputihan, haid tidak lancar, perut mulas saat haid,
memperlancar ASI, amandel, berak lendir, morbili, cangkrang
(Waterproken). Selain itu, juga bermanfaat untuk kecantikan anda.
Manfaat kunyit bagi kecantikan antara lain dapat mencegah keputihan.
Memperlancar dan mengurangi rasa nyeri saat haid menghaluskan kulit
5. Kandungan
Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut
kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan
bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya. Kandungan zat
kurkumin yaitu R1 = R2 = OCH3 10 %. Demetoksi kurkumin yaitu R1 =
OCH3, R2 = H 1 - 5 %. Bisdemetoksi kurkumin yaitu R1 = R2 = H
sisanya Minyak asiri / Volatil oil (Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon
60%, Zingiberen 25%, felandren, sabinen, borneol dan sineil ) Lemak 1
-3 %, Karbohidrat 3 %, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%,
Garam-garam Mineral (Zat besi, fosfor, dan kalsium).
D. Rimpang Alang-alang (Imperatae Rhizoma)
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
1. Gambar Tamanam
2. Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Imperata
Species : Imperatae cylindrica Beauv
3. Morfologi
Tanaman alang-alang merupakan tanaman terna, tinggi 1,5-5
meter. Batang bergaris-garis dan tidak berbulu. Berbentuk pita, panjang
3-10 cm. Bunga berbentuk payung, panjang mahkota bunga 1 mm,
warna putih atau merah. Panjang buah 5 mm-7, dan lebar 3 mm.
Tanaman ini mempunyai batang kayu dan daunnya bersusun melingkar
dan bertumpuk. Daun jintan putih mempunyai pelepah daun seperti
ranting-ranting kecil. Bentuk daun jintan putih tidak berwujud lembaran,
tetapi lebih mirip benang-benang kaku dan pendek. Warna dominan
tumbuhan ini hijau dan bunganya berukuran kecil berwarna kuning tua
ditopang oleh tangkai yang agak panjang.
4. Manfaat
Alang-alang memiliki sifat tonik, pereda demam (anti piretik),
peluruh kencing (Diuretik), menyejukkan darah untuk menghentikan
perdarahan (hemostatik), dan menghilangkan rasa haus. Tunas muda
berkhasiat untuk peluruh kencing (Diuretik). Beberapa manfaat alang-
alang sebagai tanaman obat, antara lain dapat mengobati :
Pembengkakan akibat radang ginjal akut, Pembengkakan karena
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
terbentur, Mengobati infeksi pada saluran pencernaan, Pendarahan pada
wanita, Susah buang air kecil atau kencing terus menerus, Demam yg
disertai haus, Urat saraf melemah, Radang pada paru-paru, Keputihan
pada wanita, Gangguan pencernaan, Jantung koroner, Batuk, flu, diare,
Asma, Gonorea ( kencing nanah ), Tekanan darah tinggi, Pendarahan
akibat panasnya darah, misal mimisan, batuk darah, muntah darah.
5. Kandungan
Tanaman Alang-Alang memiliki kandungan manitol, glukosa,
sakarosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrene, cylindol A,
graminone B, imperanene, stigmasterol, campesterol, beta-sitosterol,
fernenol, arborinone, arborinol, isoarborinol, simiarenol, anemonin dan
tanin.
E. Rimpang Kencur (Keampferiae Rhizoma)
1. Gambar Tanaman
2. Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Kaempferia
Species : Kaempferia galanga L.
3. Morfologi
Kencur merupakan terna tahunan, berbatang basal tidak begitu
tinggi, lebih kurang 20cm. Tumbuh dalam rumpun. Daun tunggal,
berwarna hijau dengan pinggir merah kecoklatan bergelombang. Bentuk
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
daun jorong lebar sampai bundar, panjang 7 - 15 cm, lebar 2 - 8 cm,
ujung runcing, pangkai berlekuk, dan tepinya rata. Permukaan daun
bagian atas tidak berbulu, sedangkan bagian bawah berbulu halus
Tangkai daun pendek, berukuran 3-10 cm, pelepah terbenam dalam
tanah, panjang 1,5 - 3,5 cm, berwarna putih. Bunga tunggal, bentuk
terompet, panjang sekitar 2,5-5 cm. Benang sari panjang sekitar 4 mm,
berwarna kuning. Putik berwarna putih atau putih keunguan.
Akar serabut berwarna coklat kekuningan. Rimpang pendek
berwarna coklat, berbentuk jari dan tumpul. Bagian luarnya seperti
bersisik. Daging rimpang tidak keras, rapuh, mudah patah dan
[Link] harum dengan rasa pedas yang khas.
4. Manfaat
Kencur merupakan tanaman yang telah dikenal Sebagai bumbu
dapur dalam khasanah masakan teradisional masyarakat indonesia.
Sementara sebagai tanaman obat, kencur juga dikenal sebagai obat
radang lambung, radang anak telinga, influenza pada bayi, masuk angin,
sakit kepala, batuk, diare, menghilangkan darah kotor, mempelancar
haid, mata pegal, keseleo, dan menghilangan lelah.
5. Kandungan
Rimpang kencur mengandung saponin, flavonoida dan senyawa-
senyawa polifenol, di samping minyak atsiri (2,4 - 3,9 %) yang
mengandung sineol, borneol, kamfer, etil alkohol, asam metil- kaneelat
dan senyawa-senyawa pentadekan.
F. Rimpang Lengkuas (Languatis Rhizoma)
1. Gambar Tanaman
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
2. Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Languas
Species : Languas galanga (L) Stuntz.
3. Morfologi
Rimpang besar dan tebal, berdaging, berbentuk silindris,
diameter sekitar 2-4 cm, dan bercabang-cabang. Bagian luar berwarna
coklat agak kemerahan atau kuning kehijauan pucat,mempunyai sisik-
sisik berwarna putih atau kemerahan, keras mengkilap, sedangkan
bagian dalamnya berwarna putih. Daging rimpang yang sudah tua
berserat kasar. Apabila dikeringkan, rimpang berubah menjadi agak
kehijauan, dan seratnya menjadi keras dan liat. Untuk mendapatkan
rimpang yang masih berserat halus, panen harus dilakukan sebelum
tanaman berumur lebih kurang 3 bulan. Rasanya tajam pedas, menggigit,
dan berbau harum karena kandungan minyak atsirinya. Sebenarnya
lengkuas ada dua macam, yaitu lengkuas merah dan putih. Lengkuas
putih banyak digunakan sebagai rempah atau bumbu dapur, sedangkan
yang banyak digunakan sebagai obat adalah lengkuas merah.
4. Manfaat
Rimpangnya sering digunakan untuk mengatasi gangguan
lambung, misalnya kolik dan untuk mengeluarkan angin dari perut
(stomachikum), menambah nafsu makan, menetralkan keracunan
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
makanan, menghilangkan rasa sakit (analgetikum), melancarkan buang
air kecil (diuretikum), mengatasi gangguan ginjal, dan mengobati
penyakit herpes. Juga digunakan untuk mengobati diare, disentri,
demam, kejang karena demam, sakit tenggorokan, sariawan, batuk
berdahak, radang paru-paru, pembesaran limpa, dan untuk
menghilangkan bau mulut. Rimpang lengkuas yang dikunyah kemudian
diborehkan ke dahi dan seluruh tubuh diyakini dapat mengobati kejang-
kejang pada bayi dan anak-anak.
5. Kandungan
Rimpang lengkuas mengandung lebih kurang 1 % minyak atsiri
berwarna kuning kehijauan yang terutama terdiri dari metil-sinamat 48
%, sineol 20 % 30 %, eugenol, kamfer 1 %, seskuiterpen, pinen,
galangin, dan lain-lain. Selain itu rimpang juga mengandung resin yang
disebut galangol, kristal berwarna kuning yang disebut kaemferida dan
galangin, kadinen, heksabidrokadalen hidrat, kuersetin, amilum,
beberapa senyawa flavonoid, dan lain-lain.
G. Rimpang Jahe (Zingiber Rhizoma)
1. Gambar Tanaman
2. Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Zingiber
Species : Zingiber officinalis Rosc.
3. Morfologi
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
Akar tanaman jahe keluar dari garis lingkaran sisik rimpang,
berwarna putih sampai cokelat, berbentuk bulat ramping serta berserat.
Akar tumbuh mendatar dekat perpukaan tanan dan bercabangdengan
tinggi tanaman berkisar antara 30-100 cm. Tanaman jahe memiliki
rimpang berwarna putih, putih kekuningan, dan jingga. Daun
berpasangan berbentuk menyerupai pedang, dan tersusun berseling-
seling secara teratur dengan panjang 15 23 cm, lebar 1 3 cm, dengan
panjang tangkai daun berkisar 24 mm. Tulang daun tersusun sejajar
serta permukaan daun bagian atas berbulu putih. Ujung daun berbentuk
runcing yang membulat pada bagian pangkal. Daun terdiri atas upih dan
helaian, pada setiap buku terdapat dua daun. Bunga tanaman jahe
tersusun dalam rangkaian malai atau bulir yang berbentuk silinder
seperti jagung. Bunga tersebut tumbuh dari rimpang yang keluar dari
permukaan tanah diantara batang tanaman dan terpisah dari batang dan
daunnya. Bunga tersebut berbentuk seperti tongkat, tetapi kadang-
kadang keluar juga bunga dengan bentuk bulat telur. Panjang malai
sekitar 4-7 cm dengan lebar 1,52,5 cm. Setiap bunga dilindungi oleh
daun pelindung (bractea) berwarna hijau cerah berbentuk bulat telur
(ovatus) atau jorong (elliptic).
4. Manfaat
Jahe merupakan salah satu jenis tanaman rempah-rampah yang
ada di Indonesia. Komoditas ini dikenal sejak jaman panjajahan Belanda,
konon alasan negeri Belanda datang ke Indonesia karena tanaman jahe.
Rimpang jahe banyak dicari karena memiliki kelebihan dalam hal
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
kesehatan, kesegaran, dan campuran untuk membuat [Link]
sebagai penyedap makanan dan minuman, rimpang jahe juga berkhasiat
sebagai obat-obatan. Dewasa ini jahe banyak dimanfaatkan untuk asupan
makanan, industri makanan/minuman, atau bahan obat. Oleh karena itu,
rimpang jahe juga banyak dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan
tersebut.
5. Kandungan
Rimpang jahe mengandung minyak asitri dimana didalamnya
terkandung beberapa senyawa seperti Zingeron, seskuiterpen, oleoresin,
zingiberen, limonen, kamfena, sineol, zingiberal, sitral, felandren, dan
borneol. Selain itu, terdapat juga damar, pati, vitamin A, B, C, senyawa
flavonoid dan polifenol, serta asam organik seperti asam malat dan asam
oksalat.
BAB III
PROSEDUR KERJA
A. Alat dan Bahan
1. Alat Yang Digunakan
a. Botol semprot
b. Kamera
c. Mikroskop binokuler
d. Objek glass
e. Pipet tetes
f. Sendok tanduk
2. Bahan Yang Digunakan
a. Aquadest
b. Rimpang Temulawak
c. Rimpang Kunyit
d. Rimpang Alng-alang
e. Rimpang Kencur
f. Rimpang Lengkuas
g. Rimpang Jahe
h. Tissue
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
B. Cara Kerja
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Dibersihkan objek glass dan kaca penutup dengan aquadest kemudian
dikeringkan dengan tissue, kemudian diletakkan sedikit serbuk rimpang
temulawak, rimpang kunyit, rimpang alang-alang, rimpang kencur,
rimpang lengkuas, dan rimpang jahe pada objek glass yang berbeda tepat
di tengah objek glass tersebut.
3. Diteteskan 1 tetes aquadest secara menyeluruh pada serbuk pati agar
mudah kering dan memudahkan penampakan mikroskopiknya.
4. Dilakukan pengamatan di bawah mikroskop binokuler dengan
pembesaran 10x rimpang temulawak, rimpang kunyit, rimpang alang-
alang, rimpang kencur, rimpang lengkuas, dan rimpang jahe.
5. Kemudian difoto menggunakan kamera penampakan mikroskopik pada
masing-masing rimpang dan digambar bagian-bagian mikroskopik
tanaman tersebut.
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
BAB IV
PEMBAHASAN
Rimpang atau Rhizoma sesungguhnya adalah batang beserta daunnya
yang terdapat di dalam tanah,bercabang-cabang dan tumbuh secara horizontal
(mendatar), dan dari ujungnya dapat tumbuh tunasyang muncul di atas tanah
dan dapat tumbuh menjadi individu baru. Jika tunas di ujung rhizoma dan ketiak
tumbuh menjadi tanaman baru, tanaman tersebut tetap bergabung dengan
tanaman induknya sehingga membentuk rumpun.
Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan terhadap rimpang
temulawak, rimpang kunyit, rimpang alang-alang, rimpang kencur, rimpang
lengkuas, dan rimpang jahe yang telah menjadi simplisia serbuk yang diamati di
bawah mikroskopik.
Gambar temulawak 5 x 0,10 dengan medium aquadest :
a. Rimpang Temulawak
Korteks
Penampang melintang
Pada rimpang temulawak terdapat penampang melintang yang terdiri
dari rambut penutup, epidermis, hipodermis, parenkim, berkas pembuluh
kolateral, sklerenkim, parenkim korteks, sel minyak, butir pati, endodermis,
parenkim silinder pusat. Pada serbuk rimpang temulawak terdapat fragmen
berkas pembuluh, fragmen parenkim korteks, serabut sklerenkim, butir pati
diperbesar, fragmen jaringan gabus bentuk poliglonal, dan rambut penutup.
b. Rimpang kunyit
Butir pati
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
Parenkim
Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batang
merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna
hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun. Kunyit mengandung
senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari
kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat
manfaat lainnya.
c. Rimpang Alang-Alang
Parenkim
Fragmen serabut
Tanaman alang-alang merupakan tanaman terna, tinggi 1,5-5 meter.
Batang bergaris-garis dan tidak berbulu. Berbentuk pita, panjang 3-10 cm.
Tanaman Alang-Alang memiliki kandungan manitol, glukosa, sakarosa,
malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrene, cylindol A, graminone
B, imperanene, stigmasterol, campesterol, beta-sitosterol, fernenol,
arborinone, arborinol, isoarborinol, simiarenol, anemonin dan tanin.
d. Rimpang Kencur
Butir pati
Periderm
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
Kencur merupakan terna tahunan, berbatang basal tidak begitu
tinggi, lebih kurang 20cm. Rimpang kencur mengandung saponin,
flavonoida dan senyawa-senyawa polifenol, di samping minyak atsiri (2,4 -
3,9 %) yang mengandung sineol, borneol, kamfer, etil alkohol, asam metil-
kaneelat dan senyawa-senyawa pentadekan.
e. Rimpang Lengkuas
Butir serabut
Parenkim
Rimpang besar dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, diameter
sekitar 2-4 cm, dan bercabang-cabang. Rimpang lengkuas mengandung
lebih kurang 1 % minyak atsiri berwarna kuning kehijauan yang terutama
terdiri dari metil-sinamat 48 %, sineol 20 % 30 %, eugenol, kamfer 1 %,
seskuiterpen, pinen, galangin, dan lain-lain.
f. Rimpang Jahe
Jaringan gabus
Serbuk
Akar tanaman jahe keluar dari garis lingkaran sisik rimpang,
berwarna putih sampai cokelat, berbentuk bulat ramping serta berserat.
Rimpang jahe mengandung minyak asitri dimana didalamnya terkandung
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
beberapa senyawa seperti Zingeron, seskuiterpen, oleoresin, zingiberen,
limonen, kamfena, sineol, zingiberal, sitral, felandren, dan borneol.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari hasil praktikum yang dilakukan adalah :
1. Rimpang atau Rhizoma sesungguhnya adalah batang beserta daunnya
yang terdapat di dalam tanah,bercabang-cabang dan tumbuh secara
horizontal (mendatar), dan dari ujungnya dapat tumbuh tunasyang
muncul di atas tanah dan dapat tumbuh menjadi individu baru.
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
2. Adapun jenis-jenis rimpang yang diamati dalam praktikum adalah
rimpang temulawak, rimpang kunyit, rimpang alang-alang, rimpang
rimpang kencur, rimpang lengkuas dan rimpang jahe.
3. Hasil pengamatan pada rimpang temulawak terdapat fragmen parenkim
dan rambut penutup, rimpang kunyit terdapat butir pati dan parenkim,
rimpang alang-alang terdapat parenkim dan fragmen serabut, rimpang
kencur terdapat oeriderm dan butir pati, rimpang lengkuas terdapat butir
serabut dan parenkim, dan pada rimpang jahe terdapat serbuk dan
jaringan gabus.
B. Saran
Diharapkan kepada seluruh praktikan agar dapat mematuhi aturan
dan tata tertib yang telah ditentukan dan selalu menanamkan kedisiplinan
serta sopan santun.
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
DAFTAR PUSTAKA
Adhyatma.1995. Materia Medika Indonesia Edisi VI. Jakarta : DEPKES
RI.
Eliyanor, Benbasyar. 2012. Penuntun Praktikum Farmakognosi
Makroskopik dan Mikroskopik. Jakarta : Bina Ilmu Mandiri
Pranata, Asep. 2013. Artikel Biji dan Akar. available at
[Link]
[Link] (diakses 09 Juni 2015)
Plantamor. 2012. Situs Dunia Tumbuhan. available at
[Link] (diakses 09
Juni 2015)
Tjitrosoepomo, G. 2001. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada
University Press.
Widyaningrum. 2011. Kitab Tanaman Obat Nasional.. Jakarta : Media
Pressindo.
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA