LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Farmakognosi merupakan bagian, biokimia, dan kimia sintesis
sehingga ruang lingkupnya menjadi luas seperti yang didefenisikan sebagai
fluduger, yaitu penggunaan secara serentak sebagai cabang ilmu
pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang
obat (Adhyatma, 1995)
Dalam kehidupan sehari-sehari, kita ketahui bahwa banyak
masyarakat didunia ini sudah kenal bahwa sebagian dari tanaman ini adalah
obat. Sering kita lihat bahwa sebagian dari masyarakat memanfaatkan
tanaman sebagai makanan, sedangkan pada bidang farmasi mengenal bahwa
sebagaian tanaman dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan (Adhyatma,
1995)
Sejalan kemajuan teknologi, kita sebagai masyarakat indonesia
khususnya seorang farmasi harus semakin mengenal tentang jaringan-
jaringan yang terdapat dalam tanaman khususnya simplisia yang dapat
dijadikansebagai obat.
Tumbuhan merupakan salah satu penopang hidup manusia yang
sangat penting. Di samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang
sangat penting untuk perkembangan mahluk hidup. Untuk itu mahasiswa
yang mempelajari ilmu sains diharapkan bisa meneliti morfologi dari pada
berbagai jenis tumbuhan. Daun (Folium) merupakan suatu bagian tumbuhan
yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
daun. Bentuk daun beraneka ragam sehingga sering digunakan untuk
mengenali jenis tumbuhan
Hal ini perlu kita ketahui agar pengetahuan kita semakin
berkembang, mengenai jaringan didalam didalam suatu simplisia pada daun.
Selain itu, Penampang folium pada berbagai tanaman tentu berbeda-beda.
Karena itu, praktikum kali ini akan membahas tentang daun kumis kucing
(Orthosiphon stamineus Benth), daun sirih (Piperis betle L.), daun jambu
biji (Psidium guajava L.), dan daun kejibeling (Strobilanthes crispus).
B. Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan folium.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis dari folium.
3. Untuk mengetahui bentuk dari simplisia daun kumis kucing, daun sirih,
daun jambu biji dan daun kejibeling.
C. Prinsip Percobaan
Adapun prinsip dari percobaan ini adalah berdasarkan pada
pengamatan struktur mikroskopik dari tanaman dengan menggunakan
mikroskop binokuler pada pembesaran 10 kali dengan menggunakan
medium aquadest.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Folium
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
Folium adalah salah satu bagian dari tumbuhan yang tumbuh pada
bagian paling atas dari tumbuhan. Pada umumnya daun berwarna hijau. Zat
warna hijau pada daun disebut klorofil (Gunawan dkk, 2004)
Secara umum penampang melintang daun terdiri dari
(Tjitrosoepomo, G. 2001) :
1. Lapisan kutikula
Lapisan kutukula adalah suatu lapisan yang menutupi epidermis,
mengandung lilin (bila ditambahkan sudan III akan berwarna merah).
Kutikula umumnya tipis, namun ada juga yang tebal.
2. Sel-sel epidermis
Pada sel-sel episdermis yang perlu diperhatikan adalah : bentuk sel
epidermis, ukuran sel epidermis, dinding sel epidermis (halus atau
bergelomang, bernokhta atau tidak), dan ada atau tidaknya stomata, serta
rambut atau papilla (tonjolan)
3. Mesophyl
Pada mesophyl terdiri atas palisade dan spons
Palisade/jaringan pagar, terdiri dari selapis sel atau lebih, berisi
kloroplas, bila hanya terdapat pada bagian atas daun disebut
doorsiventral dan bila terdapat pada bagian atas dan bawah daun disebut
isobilateral.
Spons/jaringan bunga karang, bentuk selnya bermacam-macam, terdapat
rongga sel, kadang-kadang terdapat idioblas yang mengandung hablur
Ca oksalat, minyak atau lender.
4. Sel-sel epidermis bawah
Pada epidermis bawah terdapat stomata dan kutikula yang tipis.
B. Orthosiphonis Folium (Daun Kumis Kucing) (Plantamor, 2010)
1. Gambar Tanaman
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
2. Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Orthosiphon
Spesies : Orthosiphon stamineus Benth.
3. Morfologi
Kumis kucing (Orthosiphon Spicatus BBS) berbentuk semak,
batangnya basah, tingginya bisa mencapai 1,5 meter itu. Bisa tumbuh di
tempat yang kering maupun basah pada ketinggian 700 meter di atas
permukaan laut, tanaman ini memiliki daun berbentuk telur taji, tepi
daunnya bergerigi kasar. Bunganya mengeluarkanbenang sari dan putik
berwarna putih atau ungu.
4. Manfaat
Infeksi ginjal (Acute dan chronic nephritis), infeksi kandung
kemih (Cystitis), Sakit kencing batu, Encok (Gout arthritis), Peluruh air
seni (Diuretic), Menghilangkan panas dan lembab; masuk angin dan
sembelit, radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, albuminuria, dan
penyakit syphilis; reumatik dan menurunkan kadar glukosa darah
5. Kandungan
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
Memiliki kandungngan kimia Orthosiphon glikosida, zat samak,
minyak atsiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium,
myoinositol.
C. Piperis Betle Folium (Daun Sirih) (Bambang, 2008)
1. Gambar Tanaman
2. Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Piperales
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piperis betle L.
3. Morfologi
Tumbuh merambat dengan ketinggian dapat mencapai 15 meter.
Batang umumnya berwarna coklat kehijauan, batang berbentuk bulat,
memiliki ruas, bagian ini merupakan bakal tumbuhnya akar. Daun sirih
berbentuk jantung, tunggal, bagian ujung daun runcing, tumbuh
berselang seling, setiap daun memiliki tangkai, bila daun diremas akan
mengeluarkan aroma khas, panjang sekitar 5-8 cm dengan lebar sekitar
2-5 cm. Bunga sirih majemuk berbentuk bulir, memiliki daun pelindung
kurang lebih 1 mm dengan bentuk bulat panjang. Bulir betina memiliki
panjang antara 1,5-6 [Link] bagian bulir betina ini terdapat kepala
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
putik berjumlah antara 3- 5 buah dengan warna putih dan hijau
kekuningan. Bulir jantan memiliki panjang 1,5-3 cm. Pada bulir jantan
terdapat dua benang sari yang pendek. Akar sirih termasuk akar
tunggang dengan bentuk bulat serta warna coklat kekuningan.
4. Manfaat
Daun Sirih bermanfaat untuk mengobati batuk, mengurangi
produksi ASI, penyakit jantung, mengobati penyakit sfilis, bronchitis,
mengatasi diare, mengobati gusi berdarah, mengobati mimisan,
mengobati gigi berlubang, mengobati kanker, melancarkan buang air
kecil, mengobati koreng atau gatal-gatal, mengurangi jerawat,
menghilangkan bau badan, dan dapat mengobati bisul.
5. Kandungan
Minyak atsiri mengandung hidroksi kavikol, kavibetol, estragol,
eugenol, metal eugenol, karvakrol, seskuiterpen, fenil propan, dan tannin
D. Psidii Folium (Daun Jambu Biji) (Plantamor, 2010)
1. Gambar Tamanam
2. Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Famili : Myrtaceae
Genus : Psidium
Spesies : Psidium guajava L.
3. Morfologi
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
Tumbuh liar dan dapat ditemukan pada ketinggian 1 m - 1.200 m
dari permukaan laut. Batang berkayu, keras, kulit batang licin, berwarna
coklat kehijauan. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan,
daun muda berambut halus, permukaan atas daun tua licin. Helaian daun
berbentuk bulat telur agak jorong, ujung tumpul, pangkal membulat, tepi
rata agak melekuk ke atas, pertulangan menyirip, panjang 6 sampai 12
cm, lebar 3 cm sampai 6 cm. Bunga tunggal, bertangkai, keluar dari
ketiak daun, berkumpul 1 sampai 3 bunga, berwarna putih. Buahnya
berbentuk bulat sampai bulat telur, berwarna hijau sampai hijau
kekuningan. Daging buah tebal, buah yang masak bertekstur lunak,
berwarna putih kekuningan atau merah jambu. Biji buah banyak
mengumpul ditengah, kecil-kecil, keras, berwarna kuning kecoklatan.
4. Manfaat
Bermanfaat untuk obat diare, obat maag, sariawan, masuk angin,
demam berdarah, penurun kadar kolesterol tinggi, sariawan, perut
kembung dan menghentikan pendarahan.
5. Kandungan
Tannin 9-12%, minyak atsiri, minyak lemak, asam malat.
E. Strobilanthi Folium (Daun Kejibeling) (Plantamor, 2010)
1. Gambar Tanaman
2. Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
Ordo : Scrophulariales
Famili : Acanthaceae
Genus : Strobilanthes
Spesies : Strobilanthes crispus
3. Morfologi
Akar keji beling berbentuk akar tunggang dan serabut. Akar
berwarna putih kekuningan. Batang berbentuk bulat, beruas dengan
diameter 0,2-0,7 cm. Batang berkulit ungu, memiliki bintik-bintik hijau
pada saat masih muda, dan berubah menjadi cokelat setelah tua. Daun
berbentuk bulat telur, pada bagian tepi bergerigi, serta berbulu halus.
Panjang helaian daun adalah 2-5 cm berwarna hijau. Tanaman keji
beling berbunga setelah dewasa. Bunga keluar pada waktu tertentu.
4. Manfaat
Daun kejibeling dapat mengobati diabetes mellitus, liver,
kencing batu, kencing kurang lancer, batu kandung empedu, kencing
manis, sembelit, wasir, tumor, kolesterol tinggi, maag, penawar bias ulat
dan semut hitam, untuk mengatasi gatal dan batu ginjal.
5. Kandungan
Memgandung mineral sangat tinggi. Kalium 51%, Kalsium
24%, Natrium 24%, Ferum 1%, Fosfor 1%. Daunnya mengandung
vitamin C, B1, B2 yang tinggi. Dari berbagai penelitian, diketahui
tanaman keji beling mengandung zat-zat kimia antara lain : kalium,
kalsium, natrium, dan asam silikat.
BAB III
PROSEDUR KERJA
A. Alat dan Bahan
1. Alat Yang Digunakan
a. Botol semprot
b. Kamera
c. Mikroskop binokuler
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
d. Objek glass
e. Pipet tetes
f. Sendok tanduk
2. Bahan Yang Digunakan
a. Aquadest
b. Orthosiphonis Folium (Daun Kumis Kucing)
c. Piperis Betle Folium (Daun Sirih)
d. Psidii Folium (Daun Jambu Biji)
e. Strobilanthi Folium (Daun Kejibeling)
f. Tissue
B. Cara Kerja
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Dibersihkan objek glass dan kaca penutup dengan aquadest kemudian
dikeringkan dengan tissue, kemudian diletakkan sedikit serbuk daun
kumis kucing, daun sirih, daun jambu biji dan daun Kejibeling pada
objek glass yang berbeda tepat di tengah objek glass tersebut.
3. Diteteskan 1 tetes aquadest secara menyeluruh pada serbuk pati agar
mudah kering dan memudahkan penampakan mikroskopiknya.
4. Dilakukan pengamatan di bawah mikroskop binokuler dengan
pembesaran 10x pada daun kumis kucing, daun sirih, daun jambu biji,
dan pada daun kejibeling.
5. Kemudian difoto menggunakan kamera penampakan mikroskopik pada
masing-masing daun dan digambar bagian-bagian mikroskopik tanaman
tersebut.
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
BAB IV
PEMBAHASAN
Folium adalah merupakan salah satu bagian dari tumbuhan yang
tumbuh pada bagian paling atas dati tumbuhan. Pada umumnya daun berwarna
hijau. Zat warna hijau pada daun disebut klorofil (Widyaningrum, 2011)
Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan terhadap daun kumis
kucing, daun sirih, daun jambu biji dan daun kejibeling yang telah menjadi
simplisia serbuk yang diamati mikroskopik.
Dalam pengamatan secara mikroskopik digunakan alat mikroskop
binokuler dengan perbesaran 10x menggunakan medium aquadest.
a. Orthosiphon Folium (Daun Kumis Kucing)
Epidermis atas
Epidermis bawah
Jaringan bunga karang
Pada daun kumis kucing terdapat epidermis atas dan epidermis
Kutikula
bawah. Epidermis atas terdiri dari sel berbentuk persegi empat. Pada
epidermis atas dan bawah memiliki stomata, tetapi pada epidermis
bawah lebih banyak. Pada gambar terdapat juga jaringan bunga karang.
Dengan kutikula yang bergaris-garis halus. Rambut pada ibu tulang dan
kadang-kadang pada tepi daun, berbentuk kerucut dan terdiri dari 4-6
sel.
b. Piperis betle Folium (Daun Sirih)
kutikula
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
Epidermis bawah
Epidermis atas
Jaringan bunga karang
Pada gambar hasil pengamatan mikroskop daun sirih, Pada
karang jaringan bunga menunjukkan fragmen sel minyak pada
hipodermis yang tersebar yang berwarna kekuningan yang berisi minyak
atsiri. Warna sel minyak akan berbeda-beda tergantung serbuk simplisia
dan pencahayaannya pada mikroskop yang digunakan. Selain itu
terdapat kutikula licin.
c. Psidii Folium (Daun Jambu Biji)
Kutikula
Epidermis atas
Epidermis bawah
Jaringan bunga karang
Pada daun jambu biji epidermis atas terdiri dari satu sel, tidak
terdapat stomata. Epidermis bawah, selnya lebih kecil, stomata tipe
anomositik. Rambut penutup banyak terdapat pada kedua permukaannya
tetapi paling banyak terdapat pada permukaan bawah, bentuknya kerucut
ramping yang umumnya agak bengkok, terdiri dari satu sel, berdinding
tebal, panjang rambut 150-300 m, pangkal rambut kadang-kadang
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
mengandung zat berwarna kuning kecoklatan. Selain itu terdapat
fragmen pengenal, yaitu serbuknya berwarna keabu-abuan.
d. Strobilanthi Folium (Daun Kejibeling)
Kutikula
Epidermis atas
Epidermis bawah
Pada daun kejibeling epidermis atas agak besar, terdapat sel-sel
Jaringan bunga karang
litosis dan rambut kelenjar. Sel litosis berukuran lebih besar dari sel
epidermis dan didalamnya terdapat sistolit berbentuk gadda yang
bertonjolan kecil. Disekitar epidermis bawah menunjukkan rambut
penutup berbentuk kerucut, terdiri dari 2 sel sampai 5 sel, ujung rambut
runcing, pangkal lebar, dinding tebal, kutikula berbintik.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari hasil praktikum yang dilakukan adalah :
1. Folium adalah salah satu bagian dari tumbuhan yang tumbuh pada
bagian paling atas dari tumbuhan.
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
2. Adapun jenis-jenis folium yang dilakukan dalam praktikum adalah daun
kumis kucing, daun sirih, daun jambu biji, dan daun kejibeling.
3. Bentuk dari daun kumis kucing terdapat epidermis atas dan epidermis
bawah. Episdermis atas terdiri dari sel berbentuk persegi empat. Bentuk
daun sirih jaringan bunga karang menunjukkan fragmen sel minyak
pada hipodermis yang tersebar yang berwarna kekuningan yang berisi
minyak atsiri. Bentuk daun jambu biji epidermis atas terdiri dari satu sel,
tidak terdapat stomata. Epidermis bawah, selnya lebih kecil, stomata tipe
anomositik. Dan bentuk dari daun kejibeling epidermis atas agak besar,
terdapat sel-sel litosis dan rambut kelenjar.
B. Saran
Diharapkan kepada seluruh praktikan agar dapat mematuhi aturan dan
tata tertib yang telah ditentukan dan selalu menanamkan kedisiplinan serta
sopan santun.
DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, dkk. 2004. Ilmu Obat Alam Farmakognosi 1. Jakarta : Penebar
Swadaya.
Bambang, 2008. Piperis betle. http :\\
[Link]/2008/15/tumbuhan;[Link].l
Diakses pada tanggal 01 Mei 2015.
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III
Plantamor, 2010, Plumeria acuminate, (online)
[Link]
Diakses pada Tanggal 01 Mei 2015.
Adhyatma, 1995. Materia Medika Indonesia. Jilid IV. Jakarta :
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Tjitrosoepomo, G. 2001. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada
University Press.
Widyaningrum. 2011. Kitab Tanaman Obat Nasional.. Jakarta : Media
Pressindo.
AKADEMI FARMASI BINA HUSADA