RAHASIA
KODIKLAT TNI ANGKATAN DARAT Lampiran III Keputusan Danpusdikkes
PUSDIKKES KODIKLAT TNI AD Nomor Kep/ / IX / 2013
Tanggal September
2013
ASPEK KESEHATAN NUBIKA
BAB I
PENDAHULUAN
1. Umum.
a. Indonesia sebagai salah satu Negara Non Nubika, dihadapkan pada
masalah bagaimana menanggulangi / mengurangi akibat-akibat yang timbul karena
penggunaan senjala Nubika oleh Musuh.
b. Pertahanan dan perlawanan terhadap serangan senjata Nubika, hanya
dapat dilaksanakan dengan baik , apabila semua unsur yang dapat membantu,
diberi peran sesuai dengan fungsi dan kemampuan yang ada padanya.
c. Untuk dapat melaksanakan peranan tersebut secara berhasil baik,
Kesehatan TNI Angkatan Darat sebagai salah satu kecabangan dalam TNI AD turut
serta memberikan kontribusinya bekerjasama dengan kecabangan lain.
d. Penanganan korban senjata nubika berupa pertolongan di lapangan,
evakuasi korban serta perawatan kesehatan merupakan kontribusi yang dapat
diberikan oleh Kesehatan TNI Angkatan Darat.
2. Maksud dan Tujuan.
a. Maksud. Naskah Departemen ini disusun dengan maksud untuk dapat
dijadikan sebagai bahan ajaran Aspek Kesehatan Nubika pada Pelatihan
Kesprevmil Bakes TNI
b. Tujuan. Agar Perwira Siswa memahami tentang Aspek Kesehatan
Nubika sebagai bekal pengetahuan di satuan.
3. Ruang Lingkup dan Tata Urut.
a. Ruang Lingkup. Ruang lingkup materi pelajaran ini memuat macam
senjata nubika dan efek terhadap kesehatan serta pencegahan dan penanganan
korban akibat senjata Nubika
b. Tata Urut. Naskah Departemen ini disusun dengan Tata Urut sebagai
berikut:
1) Pendahuluan
2) Pengetahuan Nubika.
3) Upaya pencegahan bahaya nubika
4) Evaluasi
5) Penutup.
2
RAHASIA
4. Referensi.
a. Nato Handbook on The Medical Aspects of NBC Defensive Operations A
Med P - 6. Departments of The Army, The Navy and The Air Force, Washington,
DC, 1 Februan 1996.
b. Health Service Support in A Nuclear, Biological and Chemical Environment.
Headquarters Department of The Army Washington, DC. April 1993.
5. Pengertian
a. Senjata Nubika. Adalah suatu sistem persenjataan dengan menggunakan
isian / peluru yang dapat menimbulkan efek bahaya nubika terhadap sasaran yang
dikenai.
b. Ancaman Senjata Nubika. Adalah ancaman yang berasal dari senjata
Nuklir, Biologi dan Kimia baik yang digunakan secara tertutup (subversi) maupun
terang-terangan(perang nubika).
c. Senjata Nuklir. Adalah suatu sistem persenjataan dimana efeknya didapat
dari energi nuklir yang dibebaskan diwaktu terjadmya reaksi perubahan (fission)
dan penggabungan (fussion) inti-inti atom secara berantai.
d. [Link]. Senjata Biologi adalah sistem persenjataaan dimana
digunakan makhluk hidup untuk menimbulkan wabah, kematian, kemusnahan
manusia, hewan, tanaman dan perbekalan dengan maksud potensi perang dari
lawan berkurang atau suatu sistem senjata yang menggunakan mikroorganisme
atau zat yang dihasilkannya (toksin) untuk melemahkan lawan.
e. Senjata Kimia. Senjata Kimia adalah suatu sistem senjata yang efeknya
disebabkan oleh bahan kimia yang terdapat di dalam senjata tersebut yang dapat
memberikan akibat buruk / sakit, mati, musnah, pada manusia, binatang, tumbuh-
tumbuhan.
BAB II
PENGETAHUAN NUBIKA
6. Umum. Senjata Nubika. Adalah suatu sistem persenjataan dengan
menggunakan isian / peluru yang dapat menimbulkan efek bahaya nubika terhadap
sasaran yang dikenai.
7. Senjata Nuklir dan Efek Terhadap Kesehatan.
a. Tipe Senjata Nuklir. Ada dua tipe senjata nuklir :
3
1) Tipe fissi (fission) = Pemecahan. Adalah sebuah proses nuklir dari inti
nuklir ( nukleus ) yang lebih berat dan tidak stabil terbelah atau terbagi
menjadi 2 atau lebih inti nuklir ( nukleus ) yang lebih ringan dengan
melepaskan sejumlah besar energi. Material yang biasa dipakai untuk
proses fissi senjata nuklir adalah 235 U dan 239 Pu.
Gamma Ray
231
n 235 236 Th Neutron
92 U 92 U Neutron
231
Th Energi
Sebuah neutron bebas dengan energi yang tepat akan ditangkap oleh inti
atom / nukleus yang dapat memecah, hasilnya inti yang tidak stabil akan
menghasilkan 2 atau lebih produk pemecahan yang berbeda elemen
dengan yang aslinya. Juga dihasilkan 2 atau lebih neutron bebas dan energi
yang sangat besar berdasarkan rumus :
E = mc
2) Type fussi ( fussion) = Peleburan / Penggabungan. Adalah proses
nuklir dengan peleburan dan merupakan kebalikan dari proses fissi. Fussi
adalah mengkombinasikan dua nukleus ringan membentuk sebuah nukleus
yang lebih berat. Proses fussi tetap bersandar pada proses fissi, sehingga
energi yang dihasilkan adalah gabungan antara fissi dan fussi.
b. Tipe Ledakan Nuklir. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi efek
senjata nuklir adalah type ledakannya. Ada 4 tipe ledakan nuklir :
1) Ledakan di udara ( Air Burst) 30 km. Menghasilkan panas dan
hempasan/tekanan yang maksimal dan tersebar lebar. Radiasi yang
dihasilkan cukup dan tidak begitu banyak meninggalkan residu radiasi,
kecuali di sekitar daerah kecil di bawah ledakan.
2) Ledakan di permukaan tanah ( Surface Burst). Menghasilkan panas
yang besar tetapi tidak tersebar begitu luas, efek hempasannya agak sedikit
berkurang dibandingkan dengan ledakan di udara. Sedang radiasi yang
dihasilkan besar dan langsung, tetapi tidak tersebar luas. Residu radiasi
hanya berada di sekitar daerah ledakan.
3) Ledakan di bawah permukaan bumi ( Sub Surface Burst). Panas
yang dihasilkan dapat diabaikan, namun efek hempasan besar, sedang
radius jangkauannya dikurangi begitu banyak. Radiasi yang dihasilkan
sedikit, praktis tidak terdapat radiasi langsung. Akan tetapi residu dalam
bentuk fall out yang besar tersisa.
4) Ledakan di ketinggian udara ( High Altitude Burst) 30 km. Efek
Radiasi akan besar dan luas, sementara panas dan tekanan kecil.
c. Efek Senjata Nuklir. Efek ledakan senjata nuklir ditandai dengan
disebarkan energi yang besar sekali dalam jangka waktu yang sangat pendek,
4
hingga menimbulkan jatuhnya korban secara massal dan dihancurkannya sasaran
- sasaran yang meliputi daerah luas.
1) Gelombang tekanan (50 %). Dihasilkan oleh semua tipe ledakan efek
gelombang tekanan berasal dari titik ledak yang dengan tekanan dan
kecepatan yang besar sekali menimpa daerah yang luas. Efek gelombang
tekanan ini penting sekali untuk diperhatikan karena mengakibatkan
jatuhnya korban secara massal dan merupakan penyebab kerusakan dan
kehancuran obyek-obyek sasaran. Ini dapat pula menimbulkan kawah pada
ledakan di permukaan atau di bawah tanah.
2) Radiasi thermis / radiasi panas (35 %). Efek radiasi panas terdiri atas
panas dan cahaya yang berasal dan titik ledak yang dengan kecepatan
sangat tinggi melanda daerah yang luas. Efek ini menimbulkan kebakaran,
luka bakar pada kulit dan kerusakan mata pada jarak yang cukup jauh dan
titik ledak. Efek radiasi panas dipancarkan dalam suatu gelombang (pulsa)
dengan ciri adanya kenaikan suhu yang sangat cepat. Ciri-ciri radiasi
thermis :
a) Bergerak dengan kecepatan cahaya 300.000 Km / detik.
b) Bergerak dengan garis lurus.
c) Daya tembus sangat kecil.
d) Mudah dihamburkan atau diserap.
e) Dapat dipantulkan.
3) Radiasi nuklir awal 5 %. Dipancarkan oleh semua tipe ledakan
dalam jangka waktu 1 menit pertama setelah ledakan yang terdiri atas sinar
alpha, beta, gamma dan neutron yang berbahaya bagi mahkluk hidup
dengan ciri utama sebagai berikut :
a) Bergerak dengan kecepatan cahaya.
b) Daya tembus sangat tinggi khususnya gamma dan neutron.
4) Radiasi nuklir lanjutan 10 %. Ada 2 macam :
a) Radiasi imbas, yaitu radiasi yang berasal dari tanah atau
lingkungan di sekitar ledakan yang menjadi radioaktif.
b) Radiasi fall out, yaitu radiasi yang berasal dari partikel -partikel
radio aktif yang berupa sisa bahan peledak nuklir dan debu. Partikel
dan debu dapat langsung jatuh ke tanah atau terbawa angin.
d. Akibat Ledakan Nuklir Dari Bidang Medis.
1) Luka akibat tekanan.
a) Direct blast injury, luka akibat terkena langsung tekanan
ledakan senjata nuklir.
Contoh : Lung Damage (Kerusakan Paru-paru) dan Eardrum Rupture.
b) Indirect blast injury, luka akibat tidak langsung dari tekanan
ledakan senjata nuklir, terkena benda lain yang dapat mengakibatkan
trauma.
2) Luka akibat panas.
5
a) Absorpsi panas secara langsung ( Flash Burns ).
b) Absorpsi panas secara tidak langsung akibat kebakaran
lingkungan ( Flame Burns ).
c) Akibat lain dari radiasi panas adalah pada mata, berupa :
(1) Flash blindness ( kebutaan sementara ), 2 menit pada
siang hari dan 3-10 menit pada malam hari.
(2) Permanent Retinol Scarring.
3) Luka akibat radiasi.
a) Jenis sinar radiasi nuklir.
(1) Sinar Gamma. Daya tembus sangat tinggi.
(2) Sinar Neutron. Menembus dan membebaskan
Hidrogen.
Point (1) dan (2) dapat mengakibatkan Disoriented, muntah,
dan gangguan kardiovaskuler.
(3) Sinar Beta. Daya tembus rendah, sampai basal stratus
kulit, efek membakar.
(4) Sinar Alfa. Daya tembus sangat rendah (20 urn), panas
b) Efek radiasi pada sel.
(1) Kematian sel.
(2) Perubahan fungsi sel.
(3) Genetik Effect/mutasi sel, kerusakan kromosom/DNA.
c) Efek tunda radiasi ( Delayed Radiation Effect)
(1) Mempersingkat usia hidup ( Life Shortening )
(2) Kanker ( Carsicogenesis )
(3) Pembentukan katarak ( Cataract Formation )
(4) Chronic Radiodermatitis.
(5) Decreased Fertility.
(6) Genetic Mutation.
8. Senjata Biologi dan Efek Terhadap Kesehatan.
a. Type Senjata Biologi. Ditinjau dari sasaran senjata biologis, maka
terdapat 3 (tiga) type senjata biologi yaitu :
1) Agensia anti personel, yang sasarannya adalah personel tentara
secara langsung.
2) Agensia anti hewan, yang sasarannya adalah pembantu personel (kuda,
gajah dan anjing) secara langsung.
3) Agensia anti tanaman, yang sasarannya adalah komoditi makanan
dan penunjang personel secara tidak langsung (pertanian, peternakan).
b. Persyaratan Suatu Jasad untuk digunakan sebagai Senjata Biologi.
6
1) Mudah dibiakkan dengan media sederhana serta lingkungan hidup
biasa (lingkungan alami).
2) Produksi murah dan mudah, biaya sangat murah hanya 1 US $ ,
Nuklir - 800 US $ , Kimia = 600 US $ , Senjata Konvensional 2000 US $ per
km persegi.
3) Mempunyai daya menyakiti dan daya meracuni yang tinggi serta
dalam daerah yang luas.
4) Bisa/mudah disebarkan melalui udara/dalam bentuk cairaa serbuk.
fumigan.
5) Tidak berwama, tidak berbau dan tidak cepat dikenal/dimonitor.
6) Mempunyai ketahanan tinggi terhadap pengaruh lingkungan fisik
maupun kimia ketika digunakan, kehadirannya di alam hanya dikenal
dengan alat khusus dan keterampilan baik serta terlatih.
c. Golongan Senjata Biologi menurut Isinya.
1) Mikro oganisme. Mikro organisme yang dapal menimbulkan wabah
pada manusia, hewan dan tanaman antara lain :
a) Virus. Contoh:
(1) Argentine Hemorrhagic Fever.
(2) Bolivian Hemorrhagic Fever.
(3) Chikungunya Fever.
(4) Crimean - Congo Hemorrhagic Fever.
(5) Dengue Fever.
(6) Ebola.
(7) Eastern Equine Enchephalitis.
(8) Influenza
(9) Smallpox.
(10) Yellow Fever
b) Ricketsia. Mikroorganisma dengan karakteristik bakteri dan
virus, bentuk seperti bakteri tetapi hidup di dalam sel hidup. Contoh:
(1) Epydemio Thypus.
(2) Q Fever.
(3) Rocky Mountain Fever.
(4) Scrub Typus
c) Bakteri. Contoh:
(1) Antrax.
(2) Brucellosis.
(3) Cholera.
(4) Melioidosis.
(5) Plague ( Pnemonic ).
(6) Shigella.
(7) Thypoid Fever.
d) Chlamydia. Parasit Intracelluler, contoh : Psittacosis
e) Fungi (jamur). Contoh:
7
(1) Coccidioidomycosis
(2) Histoplasmosis.
2) Organisme lainnya.
a) Serangga.
b) Ulat.
c) Belalang.
d) Tikus dll.
3) Penyebaran atau Penaburan.
a) Aerosol ( melalui udara). Melalui jalan pernafasan.
b) Melalui makanan dan minuman.
c) Melalui kulit.
d. Efek Senjata Biologi.
1) Infectivity. Kemampuan menulan dalam jumlah
banyak dan cepat.
2) Virulence. Kemampuan membuat penyakit.
3) Toxicity. Kemampuan meracuni.
4) Pathogenicity. Kemampuan menyebabkan penyakit.
5) Periode Inkubasi.
6) Transmissibility.
Langsung : Manusia ke manusia
Tidak langsung : Via vektor ( Arthropoda)
7) Lethality. Kemampuan menyebabkan kematian
populasi.
8) Stability. Stabil pada berbagai kondisi pada waktu di
simpan dan ditransportasikan.
9. Senjata Kimia dan Efek Terhadap Kesehatan
a. Macam senjata kimia.
1) Racun perang. Adalah sebuah substansi kimia yang
dipergunakan dalam operasi militer untuk membunuh, luka serius atau
menurunkan kemampuan musuh akibat efek psikologisnya
Jenis Racun Perang:
a) Racun Syaraf.
b) Racun Lepuh (Blister Agent).
c) Racun Cekik / Pernafasan ( Lung Damaging Agent).
d) Racun Darah ( Blood Agent).
e) Racun Ketidakmampuan (Incapacitants ).
2) Agensia Penindak Huru hara ( Riot Control Agent).
3) Vomiting Agent / Agensia Muntah
4) Bahan bakar, asap
b. Faktor - faktor berpengaruh pada senjata kimia.
1) Faktor - faktor yang mempengaruhi penggunaan senjata kimia :
8
a) Persistensi.
(1) Non Persistent Agent, efek segera dan bahaya yang
timbul dalam waktu singkat.
(2) Persistent Agent, bahaya dalam waktu lama.
b) Effectiveness ( Keefektifan).
(1) Kesesuaian ( Suitability )
(2) Toxicity ( Kemampuan meracuni)
(3) Irritancy
2) Faktor - faktor meteorologi yang mempengaruhi keefektifan senjata
kimia:
a) Angin. Untuk menyebarkan agensia secara cepat
b) Temperatur. Temperatur yang tinggi menurunkan persistensi
agensia dan sebaliknya.
c) Hujan. Dapat menghapus, mengencerkan, dan menghidrolisa
agensia.
d) Stabilitas Atmosper. Ketika temperatur udara lebih tinggi dari
temperatur di permukaan tanah, maka kabut agensia akan lebih
tahan lama.
3) Karakteristik Agensia Kimia:
a) Fisik : gas. cair dan padat
b) Kimia : Tergantung j ems agensia.
c) Kemampuan meracuni : tergantung daya tahan tubuh, tidak
semua manusia akan mendapatkan akibat yang sama.
c. Ciri-ciri senjata kimia.
1) Efek racunnya bekerja sangat cepat.
2) Menimbulkan korban massal.
3) Racun dapat menembus lubang perlindungan dan benteng-benteng
biasa.
4) Mempunyai sifal kerahasiaan.
5) Daerah sasarannya luas.
d. Efek senjata kimia.
1) Racun cekik. Racun cekik menyerang paru-paru dan korban dapat
mati karena kesulitan bernafas.
2) Racun lepuh. Racun Lepuh menyerang kulit dan menimbulkan
lepuhan pada kulit. Jika dihirup dapat merusak bagian dalam dari tubuh.
Sifat fisikanya dapat tahan lama di lapangan sehingga dapat digunakan
untuk mengkontaminasi medan (mustard, lewisite).
3) Racun darah. Racun darah menyerang manusia/hewan dengan jalan
mengganggu darah atau merusak darah. Korban mati karena tidak
mendapat zat asam yang sangat dibutuhkan. (HCR Cyanida chloride).
4) Racun syaraf. Racun Syaraf menyerang sistem syaraf yang dapat
menyebabkan berhentinya fungsi-fungsi perintah dari tubuh. Racun perang
yang paling berbahaya. (Tabun, Sarin, Soman, VX).
9
5) Racun penindak huru hara (Racun iritasi). Racun Iritasi menyebabkan
korbannya batuk dan mengeluarkan air mata, tidak berbahaya ( CR, CS).
6) Racun ketidakmampuan / incapacitant. Racun menyerang jiwa
manusia hingga korbannya tidak berdaya untuk melakukan tugas (BZ, SD ).
7) Racun herbisida. Racun Herbisida dapat menggundulkan hutan-
hutan, menghilangkan persembunyian musuh.
10. Evaluasi
a. Apa yang dimaksud dengan type senjata nuklir !
b. Jelaskan tipe ledakan nuklir ?
c. Bagaimana efek senjata nuklir ?
d. Jelaskan akibat ledakan nuklir dan bidang medis ?
e. Apa yang dimaksud dengan senjata Biologi !
f. Apa persyaratan suatu jasad untuk dapat digunakan sebagai senjata biologi
g. Sebutkan penggolongan senjata biologi menurut isiannya !
h. Sebutkan macam senjata kimia dan jenis racun perang !
i. Bagaimana ciri-ciri senjata kimia ?
j. Faktor meteorologi apa saja yang berpengaruh pada senjata kimia ?
BAB III
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KORBAN AKIBAT SENJATA NUBIKA
11. Umum. Pencegahan dimaksudkan untuk melindungi personel militer dan
semaksimal mungkin warga sipil dari akibat yang ditimbulkan oleh senjata nubika.
12. Pencegahan Korban Senjata Nubika dengan cara :
a. Persiapan Perlengkapan Perlindungan (Perorangan).
1) Topeng pelindung.
2) Sarung tangan karet.
3) Sepatu karet.
4) Tikar karet / plastik / kertas.
5) Ponco karet / plastik / kertas.
6) Set dekontaminasi perorangan.
b. Prinsip Pertolongan. Jika perang nubika tetap terjadi, maka
diperlukan beberapa prinsip dalam memberikan pertolongan.
1) Prinsip cepat mengingat akibat yang ditimbulkan oleh senjata
nubika umumnya terjadi dengan cepat.
2) Prinsip massal untuk dapat menanggulangi korban massal yang
diakibatkan oleh senjata nubika.
3) Prinsip Integrasi, semua potensi dan kemampuan harus disusun
terpadu untuk menghadapi akibat yang ditimbulkan oleh senjata nubika.
c. Dalam Keadaan Perang Nubika, Keterampilan Kecabangan Kesehatan
yang dibutuhkan dan perlu dilatihkan adalah sebagai berikut:
1) Penelitian korban dalam perang nubika.
10
2) Pengungsian korban luka/sakit akibat senjata nubika.
3) Perawatan dan pengobatan korban senjata nubika.
4) Penyelidikan bahan makanan/minuman yang mungkin terkontaminasi
dan pemberian ijin penggunaan makanan dan minuman.
5) Identifikasi agensia biologi.
Sebelum dapat melaksanakan peranannya dengan terampil, prajurit
kesehatan perlu mempelajari dan memahami terlebih dahulu tindakan
perlindungan terhadap diri sendiri.
13. Cara Berlindung Terhadap Serangan Senjata Nubika
a. Tindakan Perlindungan dari Bahaya Kilat Cahaya, Radiasi Cahaya dan
Radiasi Panas
1) Laksanakan Tindakan Pencegahan untuk Perlindungan dari bahaya
Kebakaran
a) Gunakan bahan-bahan yg tidak dapat terbakar
b) Impregnasikan bahan-bahan yg tidak dapat terbakar
c) Jauhkan benda-benda yg mudah terbakar yg berada dekat
dengan
d) Sediakan alat Pemadam Api dan Organisir Tim pemadam
kebakaran
2) Segera mengambil tempat berlindung bila terjadi ledakan senjata
Nuklir.
3) Perlindungan dari Kebutaan
a) Pada saat melihat kilatan cahaya, segera pejamkan mata.
b) Jangan melihat kearah terjadinya ledakan
c) Tiarap dengan muka ke tanah/merapat ke tanah. saat
berlindung
d) Lindungi kepala, muka dan kulit yang terbuka dengan tangan.
e) Tetap tiarap sampai tidak ada lagi benda-benda berjatuhan.
b. Tindakan Perlindungan tdari bahaya Gelombang Ledakan Tekan
(Blast Wave)
1) Tinggal didalam bangunan tempat perlindungan:
a) Tutup semua jendela dan lubang-lubang yang ada.
b) Nyalakan sistem ventilasi Perlindungan Nubika
2) Segera Berlindung- jatuhkan tubuh dan segera tiarap diatas tanah
di :
a) dibalik didinding rendah, pohon-pohon yang, dalam selokan, di
dasar , dalam lubang-lubang/ tanah cekung
b) di dalam parit-parit perlindungan, lubang-lubang bekas ledakan
bomb
3) Tinggalkan tempat berlindung hanya setelah gelombang tekan
melewati daerah tempat berlindung
11
c. Tindakan Perlindungan dari bahaya Radiasi Langsung/ Segera
(Immediate radiation).
Dikarenakan interaksi masing-masing jenis radiasi (Radiasi Alpha, Beta,
Gamma dan Neutron), radiasi akan melemah ketika melewati suatu benda.
1) Tinggal didalam bangunan tempat perlindungan:
a) Tutup semua jendela dan lubang-lubang yang ada.
b) Nyalakan sistem ventilasi Perlindungan Nubika
2) Segera Berlindung bila terjadi suatu ledakan Nuklir .
a) dibalik didinding rendah, pohon-pohon yang, dalam selokan, di
dasar dalam lubang-lubang/ tanah cekung
b) di dalam parit-parit perlindungan, lubang-lubang bekas
ledakan.
d. Tindakan Perlindungan dari bahaya Radiasi Lanjutan/ Sisa (Residual
Radiation).
1) Tinggal didalam bangunan tempat perlindungan:
a) Tutup semua jendela dan lubang-lubang yang ada.
b) Nyalakan sistem ventilasi Perlindungan Nubika
2) Kurangi kegiatan di daerah terkontaminasi bahan radioaktif
seminimal mungkin.
3) Hindari menghirup debu radioaktif dan terjadinya kontak langsung
dengan material yang terkontaminasi.
- Kenakan Set Perlindungan Nubika perorangan
4) Lakukan pengukuran dan Pengevaluasian radiasi Nuklir.
a) Ukur dan Evaluasi radiasi pada personel yang terekspos
(dosimetri)
b) Ukur dan Evaluasi derajat kontaminasi pada material
(radiometri)
5) Laksanakan tindakan dekontaminasi.
e. Tindakan Perlindungan dari Bahaya Gelombang Elektromagnetik Nuklir
(Nuclear Electromagnetic Pulse/ NEMP).
- Hindari menyentuh/ tersentuh benda-benda logam saat terjadi ledakan
nuklir.
f. Tindakan Perlindungan Terhadap Senjata Biologi
1) Gunakan pakaian pelindung secara lengkap bila tersedia.
12
2) Hindari masuk daerah kontaminasi biologi yang berbentuk segitiga
dan bertuliskan BIO dengan warna dasar biru.
3) Hindari memakan makanan yang berasal dari daerha yang
terkontaminasi
biologi.
4) Semua perlengkapan makanan agar direbus dalam air mendidih.
5) Agar semua makanan dan minuman dimasak terlebih dahulu.
g. Tindakan Perlindungan terhadap Senjata Kimia
1) Jika mengetahui adanya serangan senjata kimia
a) Tahan napas.
b) Kenakan topeng pelindung.
c) Berikan peringatan.
d) Jalankan terus tugas saudara.
e) Tetap menggunakan topeng pelindung sampai ada perintah
untuk meninggalkannya
2) Bila keadaan mengijinkan carilah tempat perlindungan.
3) Apabila mata dan kulit terkontaminasi, lakukanlah dekontaminasi.
4) Apabila tampak gejala-gejala keracunan syaraf, gunakanlah suntikan
atropine.
5) Apabila pakaian dan perlengkapan terkontaminasi, lakukanlah
dekontaminasi
14. Penanganan Korban Akibat Senjata Nubika.
a. Pertolongan Pertama Korban Akibat Senjata Nubika.
1) Pertolongan terhadap korban senjata nuklir.
a) Terhadap korban yang masih hidup : perhatikan dan teliti
apakah ada akibat dari teknologi gelombang udara, radiasi panas
atau radiasi nuklir.
b) Terhadap luka akibat gelombang tekanan udara : lakukan
tindakan pertolongan dan pengobatan menurut berat ringannya
korban.
c) Terhadap luka radiasi thermis : pertolongan luka bakar sesuai
tingkatannya dan perhatikan keseimbangan cairan dan eletrolit tubuh.
d) Terhadap korban radiasi nuklir : adakan lindakan
dekontammasi dari debu-debu yang melekat pada tubuh. Lepas
pakaian korban, mandikan dengan air yang mengalir dan gunakan
detergen.
13
2) Pertolongan terhadap korban senjata biologi.
a) Pencegahan lebih lanjut harus dikeijakan.
(1) Pengaturan makanan dan minuman yang selalu harus
dimasak.
(2) Laksanakan hygiene perorangan lingkungan dan
vaksinasi secara teratur dan terus menerus.
b) Segera deteksi untuk mengetahui agensia penyebab.
3) Pertolongan terhadap korban senjata kimia
a) Sebelum mengetahui jenis zat kimia yang digunakan maka
cepat.
(1) Pakai topeng pelindung.
(2) Jauhi daerah terkontaminasi.
b) Di samping itu penolong harus menggunakan pakaian
pelindung dan sarung tangan yang kedap udara.
c) Deteksi dengan cepat zat kimia apa yang digunakan dan
segera rawat/obati korban sesuai dengan jenis penyebab dan gejala
yang timbul.
b. Pemisahan / Penyaringan Korban Akibat Senjata Nubika.
1) Prinsip dalam penelitian/pemisahan.
a) Efektifitas maksimal dari penggunaan tenaga manusia.
b) Mobilitas dan efektifitas.
c) Kesederhanaan dan standarisasi.
2) Aspek medis dan penyanngan.
a) Korban terberat memerlukan peralatan yang paling baik.
b) Penggolongan korban/penderita dengan teknik bantuan hidup
dasar (ABCD ).
c) Bagi korban yang sudah di luar harapan tetap diperhatikan
namun haruslah diutamakan mereka yang masih ada kemungkinan
dapat tertolong.
c. Penanganan Korban Akibat Senjata Nuklir.
(1) Luka akibat tekanan.
a) Diagnosa
(1) Nyeri ekstremitas.
(2) Nyeri thorax, Abdomen dan kepala, menyebabkan
prosentase kematian yang besar. Luka dapat muncul dengan
atau tanpa perforasi abdomen dan dada.
14
b) Pengobatan. Terbagi dalam 4 tahap :
(1) Resuscitatif phase. Bantuan Hidup Dasar (ABCD).
(2) Surgical phase.
(3) Recovery phase. Sampai kondisi pasien stabil.
(4) Convalescent phase. Fase penyembuhan.
2) Luka akibat panas.
a) Diagnosa.
(1) Area luka bakar. Prosentase tubuh yang
mengalami luka bakar.
(a) Kepala dan leher =9%
(b) Anterior Trunk/ sisi depan =8%
(c) Posterior Trunk/sisi belakang =18%
(d) Ekstremitas atas =18 %
(e) Ekstremitas bawah =18%
(f) Genital =1%
(2) Perhatikan organ-organ kritis yang meliputi kepala dan
leher, jalan napas, genital dan ekstremitas.
(3) Kedalaman luka bakar.
(a) Derajat pertama ( First Degree ). superfisial /
permukaan kulit, contoh : sunburn.
(b) Derajat kedua ( Second Degree ), melepuh.
(c) Derajat ketiga ( Third Degree ), jika sembuh ada
bekas luka.
b) Pengobatan. Pengobatan awal berupa tindakan resusitasi:
(1) Pelihara jalan napas, jika memerlukan evakuasi jarak
jauh dan pasien banyak, trakeotomi menjadi hal yang rutin
dilakukan untuk mencegah obstruksi jalan pernapasan.
(2) Fluid terapy / terapi cairan untuk 24 jam pertama.
(a) Colloid solution - 0,5 ml X BB X % terbakar.
(b) Electrolite solution- 1,5ml X BB X % terbakar
(c) Additional fluid- 2000 ml ~ 5 - 10 %
Dextrose.
Contoh : BB - 70 kg dan luka bakar 30 % :
Colloid : 0,5 ml X 70 X 30 = 1050 ml
Electrolit: 1,5 ml X 70 X 30 = 3150 ml
Metabolic: 2000 ml = 2000ml
Jumlah = 6200ml
15
(3) Pembersihan luka bakar, buang benda asing dan
jaringan mati untuk minimalkan infeksi.
(4) Obat, Topikal Antimikrobial-Argentic Sulfadiazine+sleril
dressing.
3) Luka radiasi dan luka kombinasi.
a) Diagnosa.
(1) Diagnosa dari penyakit radiasi berdasar gambaran klinik
yang diperlihatkan pasien : nausea, vomiting dan tanda tanda
lainnya.
(2) Faktor klinik dari penyakil radiasi.
(a) Prodromal Phase / Initial Phase, selama
beberapa jam pertama setelah terpapar radiasi :
nausea, vomiting dan malaise (0-24 jam ).
(b) Latent Phase, didahului bone marrow depression
/ depresi tulang sumsum berupa hematopoetic
syndrome, dilanjutkan gastrointestinal syndrome dan
neurovaskular syndrome.
(c) Manifest Phase (1-6 bulan ).
(3) Laboratorium.
(a) Lymphocyte Level > 1500 mm3. memerlukan
perawatan ringan.
(b) Lymphocyte Level 1000 - 1500 mm3,
memerlukan perawatan.
(c) Lymphocyte Level 500 - 1000 mm3, memerlukan
perawatan luka radiasi-perdarahan dan infeksi.
(d) Lymphocyte Level < 500 mm3 , Radiasi fatal-
pancytopenic complication.
(e) Lymphocyte Level tidak terdeteksi, superlethal
radiasi . biasanya pasien hanya dapat bertahan 2
mmggu.
b) Pengobatan.
(1) Pertolongan pertama luka radiasi.
(a) Manajemen dari : infeksi microbial dan
penghentian perdarahan.
(b) Antiemetics : Metoclopramide dan Dezopride
(c) Fluid therapy.
(2) Pertolongan lanjutan.
(a) Pengobatan sesuai simtom dengan antiemetics
dan antibiotik serta hematologic surveilance.
(b) Tranfusi darah.
16
(c) Istirahat.
(d) Fluid therapi.
c) Dekontaminasi pasien.
(1) Lepas pakaian / ganti pakaian, pakaian lama dibuang.
(2) Cuci seluruh tubuh.
d. Penanganan Korban Akibat Senjata Biologi.
1) Diagnosa secara umum.
a) Pengambilan sampel:
(1) Blood culture, untuk mendeteksi agensia biologi.
(2) Acute serum dikumpulkan, dipadukan dan dicocokan
dengan lain.
(3) Tissue sample dari otopsi atau biopsi.
b) Identiflkasi Biological Agent (BA) / agensia biologi.
(1) Isolasi agensia dengan kultur jaringan.
(2) Deteksi racun dengan spectroscopy, hewan dll.
(3) Deteksi antibodi setelah 3 ban.
(4) Deteksi antigen via enzim.
(5) Deteksi gen ( DNA ).
(6) Deteksi produk - produk metabolisme dari BA.
2) Pertahanan terhadap senjata biologi.
a) Higiene perorangan.
(1) Cuci dengan sabun dan air.
(2) Pakaian tercuci.
b). Sanitasi.
(1) Toilet terdisinfektan dan WC lapangan.
(2) Sanitasi makanan dan minuman.
3). Peralatan perlindungan.
a) Individual protektion : Respirator Nubika, mantel, sarung
tangan dan sepalu bot. Respirator melindungi dari mikroorganisma =
1 - 1,5 um.
b) Collective protektion :
(1) Dedikasi yang keras untuk gunakan peralatan proteksi
nubika.
(2) Proteksi gedung : ventilasi udara dan filtrasi udara.
c) Immunoprophylaxis : vaksin dari agensia biologi.
17
d) Chemoprophylaxis : memakai antibiotik spektrum luas.
4. Pengobatan.
a) General supportive measures / alat bantu umum :
(1) Suhu dipertahankan.
(2) Pertahankan pernafasan spontan.
(3) Akses dari intravena untuk obat dan cairan.
b) Prosedur isolasi.
c) Terapi antibiotik : harus diberikan untuk semua kasus. Bakteri,
rikketsia dan clamydia merespon antibiotik. Pemilihan obat
tergantung kondisi klinis, tetapi yang umum antibiotika spektrum luas
dalam full terapeutik dose.
d) Terapi antiviral : Ribavirin (antiviral spektrum luas )
Amantadine. (single virus families)
Acyclovir. (single virus families)
Azidothymidme.(single virus families)
e) Terapi antitoxin.
5) Data klinik dari beberapa Agensia Biologi.
a) Anthrax : Bacillus Anthraxis
(1) Data Klinik.
(a) Masa Inkubasi: 1-6 hari.
(b) Penyebaran , melalui pernapasan.
(c) Gejala : fever, malaise, fatigue, batuk non
produktif dan rasa tidak nyaman pada dada.
(d) Setelah 2-3 hari, Dyspneu-Cyanosis.
(e) X-Ray Foto: Pleural Effusi.
(2) Diagnosa
(a) Laboratorium rutin : Blood culture.
(b) X-Ray Foto Thorax.
(3) Terapi.
(a) Penicillin 2 juta unit, IV , setiap 2 jam.
Tetracycline atau Erythromycine untuk yang alergi
Penicillin.
(b) Ciprofloxacin 1000 mg initially, diikuti 750 mg. Per
Oral 2 kali sehari.
(c) Doxycycline 200mg imtilally, diikuti 100 mg, IV.
setiap 12 jam.
(d) Therapy fluid.
(e) Prophylaxis : Vaksin anthrax.
18
b) Botuhnurn toxin : Clostridium botulinum.
(1) Smdrom klinik.
Block Neurotransmission, gejala terlihat setelah 24 - 36 jam s/d
beberapa hari.
Lemas seluruh badan, pening (dizziness), kering dimulut,
kadang muncul retensi urine dan ileus.
Gejala Motorik : Penglihatan kabur
(2) Diagnosa Cek Laboratorium.
(3) Terapi.
(a) Kegagalan jalan napas dapat mengakibatkan
kematian, trakheotomy dan pemasangan ventilator.
(b) Antitoksin : Heptavalent Antitoxin.
(c) Brucellosis : Brucella Melitensis, B. Abortus, B. Suis , B.
Canis.
(1) Sindrom Klinik. Bakteri gram negatif kecil aerobik.
Berasal dari binatang ternak seperti domba kambing, unta.
babi dan anjing. Masuk ke manusia melalui makanan dan
minuman yang mengandung bakteri. Tidak terjadi dari manusia
ke manusia Masa Inkubasi : 3-4 minggu.
(2) Gejala. Non specific febrill ilness dengan sakit kepala
fatigue, myalgia anorexia batuk (terkadang). X-Ray normal. Di
fisik ditemukan lymphadenophathy (10-20 % kasus ) dan
splenomegali (20 - 30 % kasus).
(3) Diagnosa
(a) Laboratorium rutin.
(b) Spesifik Lab. Diagnosa-serologi
(4) Terapi.
- Doxicycline 200 mg / hari + Rifampicin 900 mg / hari
untuk 6 minggu.
- Doxicycline 200 mg / hari + Streptomycin 1 gr / hari
untuk 3 minggu.
d) Cholera : Vibrio Cholera ( Bacil gram negatif)
(1) Sindrom Klinik. Terkontaminasi dari makanan dan
minuman yang mengandung organisma. Organisma
berkembang biak di usus kecil dan menghasilkan enterotoksin
dengan akibat diare, dapat kehilangan 5-101 cairan sehari-
dehidrasi-kematian. Dalam Perang biologi disukai diletakan
pada sumber air.
(2) Diagnosa
(a) Laboratorium Rutin.
19
(b) Culture Media.
(3) Terapi.
(a) Penggantian Cairan dan Eletrolit yang hilang.
WHO - 3,5 g NaCl; 2,5 g NaHCO3; 1,5 g KC1 dan 20 gr
Glukosa per liter.
(b) Antibiotik.
- Tetracycline 250 mg setiap 6 jam selama 3-5
hari.
- Doxicycline 200 mg initially diikuti 100 mg tiap
12 jam selam 3-5 hari.
- Ampicillin 250 mg setiap 6 jam untuk 5 hari.
- Bactnm 1 tablet tiap 12 jam selam 3-5 hari.
e. Penanganan Korban Akibat Senjata Kimia.
1) Chemical agent / agensia kimia syaraf.
a) Jenis:
(1) Tabun. Bentuk Cairan coklat / Kabul tak berwarna.
(2) Sarin. Bentuk Gas tidak berwarna.
(3) Soman. Bentuk Gas tidak berwarna.
b) Absorpsi. Melalui seluruh permukaan tubuh, kulit, mata
maupun jalan napas selelah disebarkan dalam bentuk kabut. Yang
diserang adalah enzym acetylcholinesterase yang dalam keadaan
normal menghidrolisa acetylcholine, mengakibatkan gangguan syaraf
parasimpatik dan mengganggu otot halus.
c) Pengobatan.
(1) Simtom. Pupil mengecil.
(a) Meracuni Ringan ( Mild Poisoning ) : Hidung
berair, sakit kepala tiba-tiba, kesulitan penglihatan,
kesulitan bernapas, kejang perut. nausea
bradycardia/tachycardia.
(b) Moderate Poisoning : peningkatan gejala mild
poisoning. Beberapa gejala Disoriented, dyspneau,
batuk , pupil kecil sekali, mata merah dan berair ,
vomiting, kejang; kegagalan pernapasan dan
bradycardia.
(2) Pengobatan.
(a) Pra Pengobatan : Carbamate Anticholinesterase
seperti Pyridostigmine 30 mg/8 jam. untuk 4-5 hari.
(b) Terapi Lanjutan : Atropin. Oximes. Anti
Consulvant.
(3) Emergensi di lapangan. 2 mg Atropin + Oxime dan atau
Anti Consuh ant.
2) Agensia lepuh (Blister Agent). Digunakan `untuk pasukan yang
terlindung dengan baik / sulit untuk dihancurkan. Dapat mengkontaminasi
seluruh benda yang ada disekitar pasukan dengan tingkat bahaya yang
20
lama Berakibat senacam luka bakar / lepuh disetiap kontak dengan anggota
tubuh baik melalui pernapasan, pencernaan dan kulit serta mata.
a) Jenis.
(1) Sulphur mustard. Proteksi dengan peralatan
proteksi lengkap.
(2) Nitrogen mustard.
Mustard dapat dengan mudah menembus jaringan manusia
dengan sejumlah besar material dan sangat persisten ( daya
tahan tinggi). Ketika tercampur air Mustard berubah menjadi
Poly Alkohol dan HC1 yang masih tetap berbahaya bagi kulit.
b) Proteksi:
(1) Gunakan perlengkapan nubika secara lengkap.
(2) Tidak ada obat untuk mencegah Mustard.
c) Terapi:
(1) Tidak ada pengobatab spesifik untuk mengatasi luka
akibat Mustard, laksanakan dekontaminasi.
(2) Terapi diberikan berdasarkan :
(a) Gejala yang tampak.
(b) Cegah Infeksi.
(c) Tingkatkan penyembuhan.
d) Dekontaminasi.
(1) Bersihkan dengan air di bagian tubuh yang terkena
Mustard.
(2) Pada luka bersihkan dengan Larutan Chlorine 3000 -5000
ppm.
3). Agensia cekik / Lung Damaging Agent.
a) Jenis.
(1) Phosgene, gas tak berwarna - COC1 2
(2) Diphosgene, gas tak berwama - C1COOCC1
b) Proteksi. Dengan memakai respirator.
c) Aksi. Membentuk HC1 di alveoli-Alveoli penuh dengan cairan
12-24 jam selelah terkena-Pulmonary Oedema.
d) Simtom : Batuk, rasa sakit di dada, muntah ,mual dan sakit
kepala.
e) Pengobalan.
(1) Istirahat !/ duduk dan tetap hangat.
(2) Penenang : 30 - 60 mg Codein.
21
Kontraindikasi: Barbilurat Atropm, Analeptics dan
Anti Histamin.
(3) Oksigen ( O 2 )
(4) Anlibiotik: Anti Mikrobial
(5) Steroid : Corticosteroid - Dexamethasone dll.
4) Agensia darah / Blood Agent.
a) Jenis.
(1) Hidrogen Cyanida, tak berwarna-HCn
(2) Cyanogen Chloride, tak benvarna-CnCl
b) Proteksi. Gunakan Respirator.
c) Simtom.
(1) Kejang setelah 20 - 30 detik.
(2) Penghentian pernapasan setrelah 1 menit.
(3) Kegagalan jantung setelah beberapa menit.
d) Pengobalan.
(1) Methaemoglobin ( Mel Hb )
(2) yang mengikal ion Cyanida.
(a) Amyil Nitnt.
(b) Sodium Nitrit.
(3) Hydroxocobalalamin.
(4) Dicoball Edetate.
f. Evakuasi Korban Akibat Senjata Nubika. Korban yang luka atau sakit
akibat senjata nubika harus segera diungsikan setelah mendapat pertolongan
pertama. Evakuasi aeromedis menjadi pilihan utama dengan tetap dijaga oleh
tenaga medis / paramedis yang menguasai evakuasi aeromedis, terutama untuk
pasien yang terpengaruh dengan perbedaan tekanan udara.
Sarana Evakuasi harus bebas dari kontaminasi senjata nubika Beberapa sarana
evakuasi berupa:
1) Personel.
2) Ambulan Darat.
3) Ambulan Udara
14. Evaluasi.
a. Jelaskan cara menangani korban akibat senjata Nubika !
b. Sebutkan perlengkapan pelindung peroarangan yang disiapkan dalam
tindakan perlindungan nubika.?
c. Bagaiman gejala-gejala korban terkena agensia syaraf ?
RAHASIA
22
22
BAB IV
EVALUASI AKHIR PELAJARAN
(Bukan Naskah Ujian)
16. EVALUASI
a. Apa yang dimaksud dengan senjata nubika ?
b. Apa yang serdik ketahui tentang radiasi nuklir awal ?
c. Sebutkan type senjata biologi !
d. Bagaimana efek senjata biologi ?
e. Sebutkan jenis-jenis racun perang !
f. Bagaimana efek senjata Kimia ? (Racun darah, racun syaraf).
g. Apa yang siswa ketahui tentang Evakuasi korban senjata Nubika ?
h. Bagaimana pertolongan terhadap agensia cekik ?
i. Bagaimana pertolongan pertama pada korban agensia syaraf ?
BABV
PENUTUP
17. Penutup. Demikian Naskah Departemen tentang Aspek Kesehatan Senjata
Nubika disusun untuk dapat dipergunakan sebagai Bahan Ajaran Pelatihan Kesprevmil
Bakes TNI
Komandan Pusat Pendidikan Kesehatan
dr. Bambang Pratomo [Link].
Kolonel Ckm NRP 33444
RAHASIA
RAHASIA