Introduction
Manajer harus waspada dan cepat tanggap atas apa yang terjadi, baik dalam
organisasi dan dalam lingkungan yang membutuhkan keputusan efektif dan
mengembangkan program efektif.
Area Luas Masalah
Masalah tidak selalu berarti ada sesuatu kesalahan yang serius dengan situasi kini
yang membutuhkan perbaikan secepat mungkin. Masalah juga dapat
mengindikasikan adanya kepentingan dalam isu dimana kita mencari jawaban yang
benar sehingga dapat membantu memperbaiki kondisi sekarang. Sehingga, sangat
penting untuk mendefinisikan masalah sebagai situasi dimana terdapat gap atau
kesenjangan antara keadaan aktual dan yang diharapkan.
Masalah sebelumnya berisi informasi yang cukup untuk memulai penilitan. Namun,
kesamaan dari masalah ini yaitu harus tetap diubah menjadi topik yang bisa diteliti
untuk penelitian. Apabila kita telah mengidentifikasi masalah manajemen, maka
harus di persempit agar dapat dijadikan topik yang bisa diteliti. Banyak hal yang
harus dilakukan untuk menerjemahkan masalah yang luas menjadi topik penelitian
yang layak. Langkah selanjutnya adalah pengumpulan informasi awal yang akan
membantu kita untuk membuat perubahan yang diperlukan. Langkah 1
mengidentifikasi luas masalah manajemen, langkah 2 penelitian pendahuluan,
langkah 3 mendefinisikan masalah penelitian.
Penelitian pendahuluan
Penelitian pendahulaun membantu peneliti untuk menemukan jawaban atas
pertanyaan: apa masalahnya?; apakah permasalahan itu penting?; dan apa
manfaat yang akan diperoleh dari pemecahan masalah?. Meskipun sifat dari
informasi yang dibutuhkan untuk tujuan ini bergantung pada jenis masalah yang
akan diselesaikan, namun dapat secara luas di klasifikasikan dalam dua jenis:
1. Informasi terkait organisasi dan lingkungannya
2. Informasi terkait topik yang diinginkan
Sifat Informasi yang akan Dikumpulkan
Informasi latar belakang organisasi
Latar belakang informasi termasuk, antara lain, faktor kontekstual berikut ini, yang
mana diperoleh dari sumber yang beragam:
1. Asal-usul dan sejarah perusahaan
2. Ukuran dalam arti karyawan, aset, atau keduanya
3. Piagam (?)-tujuan dan ideologi
4. Lokasi- regional, nasional, atau lainnya
5. Sumber daya-manusia dan lainnya
6. Hubungan ketergantungan dengan isntitusi lain dan lingkungan
eksterna;
7. Posisi keuangan 5 atau 10 tahun yang lalu dan data terkait keuangan
8. Informasi faktor struktural (untuk instansi, peran dan jabatan dalam
organisasi dan jumlah karyawan pada masing-masing level, jaringan
komunikasi, sistem pengendalian, sistem alur kerja)
9. Informasi terkait filosofi manajemen
Informasi kontekstual yang disebutkan dapat diperoleh melalui berbagai metode
pengumpulan data utama atau sekunder, seperti wawancara dan catatan ulasan
perusahaan dan arsip. Data dikumpulkan melalui sumber daya yang telah ada yang
disebut data sekunder. Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh
pihak lain untuk tujuan lain diluar tujuan penelitian kita. Beberapa sumber data
sekunder merupakan buletin statistik, publikasi pemerintah, informasi yang telah
dipublikasikan atau yang belum dipublikasikan yang tersedia dari dalam atau luar
organisasi, website perusahaan, dan internet.
Pengumpulan data sekunder biasanya sangat membantu dalam proses awal
penelitian, namun dalam beberapa kasus informasi sebaiknya diperoleh melalui
metode lain seperti wawancara, observasi, atau kuesioner individu. Data yang
dikumpulkan langsung oleh peneliti untuk tujuan penelitian tertentu disebut juga
data primer.
Membuat Rumusan Masalah
Setelah mengumpulkan informasi awal, peneliti akan mempersempit masalah dari
dasar yang luas dan mendefinisikan isu terkait dengan jelas. Seperti yang telah
dijelaskan sebelumnya, sangat penting bahwa rumusan masalah itu harus jelas,
spesifik, dan fokus, dan bahwa masalah yang berasal dari perspektif akademik yang
spesifik.
Apa yang membuat rumusan masalah itu baik?
Rumusan masalah yang baik termasuk di dalamnya pernyataan terkait tujuan
penelitian dan pertanyaan penelitian. Dalam chapter 2 telah dijelaskan bahwa
penelitian yang baik memiliki fokus yang jelas. Sedangkan tujuan fundamental
(dasar) penelitian dalam bisnis beruhubungan dengan pengembangan pengetahuan
(proses) bisnis dan manajemen secara umum, sasaran akhir dari penelitian terapan
sering digunakan untuk membuat perubahan dalam rangka penyelesaian masalah
spesifik yang muncul dalam lingkup kerja.
Ketika tujuan dari penelitian telah diidentifikasi, kita dapat merumuskan pertanyaan
penelitian dari studi. Dengan dimasukkannya satu atau lebih pertanyaan penelitian
dalam rumusan masalah akan memperjelas isu yang akan diselesaikan. Rumusan
masalah akan menentukan apa yang akan dipelajari dari topik tersebut. Rumusan
masalah mengarahkan dan menyusun proses pengumpulan dan analisis informasi
untuk membantu mencapai tujuan dari penelitian. Dengan kata lain, rumusan
masalah merupakan terjemahan dari masalah dalam organisasi ke informasi
spesifik yang dibutuhkan.
Terdapat tiga kriteria kunci untuk menilai kualitas dari rumusan masalah: harus
relevan, layak untuk diteliti, dan menarik. Sebuah rumusan masalah dikatakan
relevan apabila memiliki arti dari perspektif manajer, akademik atau keduanya. Dari
sudut pandang dikatakan relevan apabila berkaitan dengan (1) masalah yang
muncul dalam lingkup kerja atau (2) area dimana manajer merasa perlu akan
adanya perubahan dalam organisasi. Dari perspektif akademik dikatakan berkaitan
apabila: (1) tidak ada yang diketahui terkait topik, (2) banyak yang diketahui dari
topik, namun pengetahuan tersebut tidak luas dan tidak terintegrasi, (3) topik
penelitian terkait telah tersedia namun hasilnya (sebagian) bertentangan, (4)
membangun hubungan yang tidak dalam situasi tertentu. Rumusan masalah yang
baik itu relevan juga layak untuk diteliti. Rumusan masalah yang layak diteliti jika
kamu mampu untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam batasan proyek
penelitian. Batasan ini berhubungan dengan waktu dan uang, juga adanya
responden, ahli peneliti dan lainnya. Karakteristik ketiga dari penelitian yang baik
adalah sesuatu yang menarik bagi kita. Sehingga kita dapat terus termotivasi
selama proses penelitian.
Tipe Dasar dari Pertanyaan: Eksplorasi dan Deskriptif
Pertanyaan Penelitian Eksplorasi
Pertanyaan penelitian eksplorasi biasanya dikembangkan apabila: a) tidak banyak
yang diketahui tentang fenomena tertentu; b) ketidakjelasan hasil penelitian yang
ada atau adanya batasan yang cukup serius; c) topiknya sangat kompleks; atau d)
tidak banyak teori yang tersedia untuk menuntun pengembangan atau kerangka
kerja teoritis. Penelitian eksplorasi biasanya mengandalkan pendekatan kualitatif
untuk mengumpulkan data seperti diskusi informal, wawancara, focus group, dan
atau penelitian.
Pertanyaan Penelitian Deskriptif
Tujuan penelitian deksriptif adalah untuk memperoleh data yang mendeskripsikan
topik penelitian. Penelitian deskriptif biasanya digunakan untuk mengumpulkan
data yang menjelaskan karakteristik dari objek (orang, organisasi, produk, brand),
kegiatan, atau situasi. Penelitian deskriptif bersifat kuantitatif dan kualitatif.
Penelitian ini dapat melibatkan pengumpulan data kualitatif seperti tingkat
kepuasan, angka produksi, angka penjualan, atau data demografi, juga memerlukan
data informasi kualitatif.
Penelitian deskriptif dapat membantu peneliti untuk:
Memahami karakteristik kelompok dalam situasi tertentu
Berpikir sistematis mengenai aspek tertentu
Memberikan ide-ide untuk penyelidikan lebih lanjut dan penelitian
Membantu membuat keputusan (sederhana)
Pertanyaan Penelitian Sebab-Akibat
Penelitian sebab-akibat mempelajari apakah ada atau tidak variable yang
menyebabkan perubahan variabel lain. Dalam penelitian sebab-akibat, peneliti
tertarik untuk menggambarkan satu atau lebih faktor yang menyebabkan masalah.
Contoh pertanyaan penelitian sebab-akibat:apa pengaruh sistem penghargaan
dalam produktivitas? dan bagaimana nilai keuntungan mempengaruhi keinginan
konsumen untuk membeli?
Proposal Penelitian
Sebelum penelitian apapun dilakukan, harus ada kesepakatan antara pihak yang
mengotorisasi dan peneliti untuk masalah yang akan diteliti, metodologi yang akan
dilakukan, waktu penelitian, dan biaya. Proposal penelitian yang disusun oleh
peneliti merupakan hasil dari perencanaan, pengaturan, dan kehati-hatian, dan
umumnya terdiri dari:
1. Judul penelitian
2. Latar belakang penelitian
3. Rumusan masalah
Tujuan penelitian
Pertanyaan penelitian
4. Lingkup penelitian
5. Relevansi penelitian
6. Rancangan penelitian, rincian yang dapat digunakan:
Jenis penelitian-ekplorasi dan deskriptif
Metode pengumpulan data
Model sampling
Analisis data
7. Jangka waktu penelitian, termasuk informasi ketika laporan tertulis
diberikan kepada sponsor
8. Anggaran, merincikan biaya dari referensi hingga item tertentu dari
biaya
9. Daftar pustaka yang dipilih
Implikasi Manajerial
Masukan manajer membantu peneliti untuk mendefinsikan area luas masalah dan
mempersempit masalah yang luas menjadi topik yang layak atau memungkinkan
untuk diteliti. Manajer yang menyadari definisi bahwa masalah yang tepat
merupakan penting untuk menemukan solusi masalah dengan tidak tergesa-gesa
dalam menggunakan waktu ketika bekerja secara langsung dengan peneliti,
khususnya dalam tahap ini
Masalah Awal Dalam Tahap Awal Penelitian
Informasi awal dikumpulkan oleh peneliti untuk mempersempit area masalah yang
aluas dan untuk medefinisikan pernyataan masalah yang khusus. Dalam banyak
kasus, peneliti mewawancara pembuat keputusan, manajer, dan karyawan lain
untuk mengumpulkan informasi terkait situasi agar dapat memahami masalah.
Ketika masalah telah terspesifikasi dan rumusan masalah telah ditetapkan, peneliti
perlu untuk menilai kemampuan menelitinya; apabila ia tidak memiliki kemampuan
atau sumber daya untuk melakukan proyek tersebut, maka ia harus menundanya.
Jika peneliti memutuskan untuk melakukan proyek, maka ia perlu
menginformasikannya kepada seluruh karyawan-khususnya mereka yang akan
diwawancara untuk data awal melalui wawancara terstruktur dan tidak terstruktur-
untuk tujuan penelitian. Juga perlu untuk meyakinkan karyawan bahwa respon
mereka akan dirahasiakan oleh peneliti dan respon individual tidak akan dibocorkan
kepada siapapun dalam organisasi. Dua langkah ini akan membuat karyawan
nyaman dengan penelitian yang akan dilakukan dan akan memastikan bahwa
mereka akan ikut berpartisipasi dalamnya. Karyawan tidak boleh dipaksa untuk
berpartisipasi dalam penelitian. Ketika karyawan bersedia untuk ikut ambil bagian
mereka mempunyai hak untuk dijamin baik dari gangguan fisik maupun psikologi.
Mereka juga mempunyai hak privasi dan kerahasiaan.