0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
317 tayangan8 halaman

Teknik Sampling Batubara yang Akurat

Dokumen tersebut membahas mengenai sampling batubara. Secara ringkas, dibahas mengenai definisi sampling sebagai proses pengambilan contoh yang mewakili karakteristik keseluruhan material, faktor-faktor yang mempengaruhi representativitas contoh seperti teknik dan alat sampling, serta massa dan jumlah contoh yang diambil. Keseluruhan proses sampling batubara perlu dilakukan dengan tepat agar hasil analisisnya dapat mewakili karak

Diunggah oleh

syahwil akbar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
317 tayangan8 halaman

Teknik Sampling Batubara yang Akurat

Dokumen tersebut membahas mengenai sampling batubara. Secara ringkas, dibahas mengenai definisi sampling sebagai proses pengambilan contoh yang mewakili karakteristik keseluruhan material, faktor-faktor yang mempengaruhi representativitas contoh seperti teknik dan alat sampling, serta massa dan jumlah contoh yang diambil. Keseluruhan proses sampling batubara perlu dilakukan dengan tepat agar hasil analisisnya dapat mewakili karak

Diunggah oleh

syahwil akbar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SAMPLING BATUBARA

Dalam industri batubara banyak sekali ditemukan istilah-istilah atau nama


nama yang menyangkut batubara. Istilah-istilah tersebut biasa muncul dalam
kegiatan eksplorasi, penambangan, handling, loading, transhipment, tender jual beli
batubara dan lain sebagainya. Salah satu istilah atau nama diantaranya adalah
parameter kualitas batubara dan basisnya. Sebenarnya banyak sekali parameter
kualitas yang ditentukan dari batubara tersebut dan juga istilahnya. Diantara istilah
tersebut ada yang group dan ada yang individual. Parameter group contohnya
adalah ; Proximate analysis yang di dalamnya terdiri dari parameter : Moisture, Ash,
Volatile Matter, dan Fixed Carbon. Sedangkan yang bersifat individual misalnya
Calorific Value, Chlorine in coal, HGI, Total moisture, dan lain-lain.
Masing-masing parameter tersebut dilaporkan menurut basis yang sudah
disepakati oleh dunia internasional. Fungsinya adalah agar diperoleh suatu bahasa
dan persepsi yang sama dalam menganalisis dan mengevaluasi data-data parameter
batubara . Dengan adanya acuan ini maka tidak akan terjadi persepsi yang keliru
dalam menganalisa dan membaca setiap laporan yang memuat tentang parameter
kualitas batubara.
Secara kuantitative kandungan batubara dibagi menjadi 4 bagian yang
disebut sebagai Proximate. Jadi batubara terdiri dari
Moisture,
Moisture di dalam batubara dapat dibagi menjadai dua bagian yaitu inherent moisture dan
extraneous [Link] moisture adalah moisture yang terkandung dalam batubara dan
tidak dapat menguap atau hilang dengan pengeringan udara atau air drying pada ambien
temperature walaupun batubara tersebut telah dimilling ke ukuran 200 [Link]
moisture adalah moisture yang berasal dari luar dan menempel atau teradsorpsi di permukaan
batubara atau masuk dan tergabung dalam retakan-retakan atau lubang-lubang kecil batubara.
Sumber extraneous moisture ini misalnya ; air dari genangan, air hujan, dan lain-lain.
Ash (mineral matter)
Mineral matter adalah unsur-unsur yang terikat secara organik dalam rantai carbon sebagai
kation pengganti hidrogen. Unsur ini biasanya ada dalam batubara pada saat pembentukan
batubara yang berasal dari tumbuhan atau pohon pembentuk batubara tersebut. Unsur yang
biasanya ditemukan sebagai mineral matter ini adalah Kalsium, Sodium, dan juga ditemukan
besi dan alumina pada low rank coal.
Volatile Matter
Volatile matter adalah zat terbang yang terkandung dalam batubara. Zat yang terkandung dalam
volatile matter ini biasanya gas hidrokarbon terutama gas methane. Volaitile matter ini berasal
dari pemecahan struktur molekule batubara pada rantai alifatik pada temperature tertentu. Di
laboratorium sendiri penentuannya dengan cara memanaskan sejumlah batubara pada
temperature 900 derajat Celsius dengan tanpa udara.
Fixed carbon.
Fixed carbon adalah adalah parameter yang tidak ditentukan secara analisis melainkan
merupakan selisih 100 % dengan jumlah kadar moisture, ash, dan volatile matter. Fixed carbon
ini tidak sama dengan total carbon pada Ultimate. Perbedaan yang cukup jelas adalah bahwa
Fixed carbon merupakan kadar karbon yang pada temperature penetapan volatile matter tidak
menguap. Sedangkan carbon yang menguap pada temperature tersebut termasuk kedalam
volatile matter. Sedangkan total carbon yang ditentukan pada Ultimate analysis merupakan
semua carbon dalam batubara kecuali carbon yang berasal dari karbonat.
Sehingga dalam penentuan proximate ini jumlah persentasinya harus 100 %.
Pada prinsipnya semua parameter yang ditentukan dari batubara
ketelitiannya terletak pada sampling, preparasi, dan analisa laboratorium itu sendiri.
Secara filosofi tingkat ketelitian dari ketiga proses tersebut adalah sebagai berikut:
Sampling = 80 %,
Preparasi dan analisa = 20 %.
Hati-hati dalam menerjemahkan filosofi tersebut, karena banyak yang
menafsirkan kurang tepat mengenai filosofi tersebut. Pembagian persentasi tersebut
hanya didasarkan atas tingkat kesukaran dalam mengulang prosesnya atau
kesukaran dalam menentukan benar atau salahnya proses tersebut, jadi bukan
ketelitian pengerjaanya. Kalau dilihat dari ketelitiannya tentu saja ketiga proses
tersebut harus mendekati akurat 100 %.
A. Ruang Lingkup Pembahasan
Adapun ruang lingkup yang akan dibahas pada kali ini yaitu mengenai kegiatan
sampling pada Batubara. Bagaimana sampling pada Batubara, metode-metode yang
digunakan dalam kegiatan sampling Batubara, jenis-jenis sampling dan faktor
faktor apa saja yang mempengaruhi dalam kegiatan sampling Batubara.
B. Pengertian Sampling
Secara umum sampling dapat didefinisikan sebagai Suatu proses pengambilan sebagian kecil
contoh dari suatu material sehingga karakteristik contoh material tersebut mewakili keseluruhan
[Link] industri pertambangan batubara, sampling merupakan hal yang sangat
penting, karena merupakan proses yang sangat vital dalam menentukan karakteristik batubara
tersebut. Dalam tahap explorasi, karakteristik batubara merupakan salah satu penentu dalam
studi kelayakan apakah batubara tersebut cukup ekonomis untuk ditambang atau tidak. Begitu
pun dalam tahap produksi dan pengapalan atau penjualan batubara tersebut karakteristik
dijadikan acuan dalam menentukan harga batubara.
C. Faktor faktor yang menentukan suatu sample dapat dikatakan
representative atau tidak
Teknik Pengambilan sample dan Alat yang digunakan
a. Teknik pengambilan sample
Teknik pengambilan sample harus ditentukan dan disesuaikan dengan kondisi
material yang akan diambil dan alat yang digunakan. Teknik pengambilan sample
yang salah, akan menyebabkan hasil dari sample tersebut bias. Teknik sampling
harus betul betul diperhatikan terutama pada sampling secara manual.
Sebagai contoh, dalam pengambilan sample dari falling stream, shovel atau ladle
yang digunakan harus masuk ke seluruh stream batubara. Apabila hanya sebagian
stream yang diambil maka sample yang diperoleh akan bias.
Selain itu yang perlu diperhatikan adalah muatan sample dalam ladle. Ladle harus
terisi sample secukupnya dan tidak boleh berlebihan (overfill). Pengambilan sample
yang overfill juga akan menyebabkan bias, karena partikel yang besar-besar akan
jatuh, dan sebagian besar sample yang terambil adalah fine coal.
Jadi teknik pengambilan sample harus disesuaikan dengan situasi, kondisi, batubara
yang akan diambil samplenya. Seorang sampler yang profesional harus menguasai
teknik sampling yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi batubara yang akan
diambil samplenya.
b. Alat yang digunakan
Selain teknik pengambilan sample, yang tak kalah pentingnya yang harus
diperhatikan adalah alat yang digunakan untuk mengambil sample tersebut. Alat
yang digunakan untuk melakukan sampling memiliki ukuran dan bentuk yang
ditentukan oleh standard. Penggunaan alat yang tidak sesuai dengan standard, akan
mengakibatkan bias pada sample yang diperoleh dan akan menyebabkan kesalahan
pada hasil analisanya.
Ada 5 jenis alat untuk pengambilan sample secara manual yang biasanya digunakan
yaitu :
1. Laddle : Digunakan untuk pengambilan sample dari falling stream
2. Manual Cutter : Digunakan untuk pengambilan sample dari falling stream
3. Scoop : Digunakan untuk pengambilan sample seperti dari bucket WA.
4. Shovel : Digunakan untuk pengambilan sample di stockpile, DT dan lain-lain.
5. Sampling Frame: Digunakan untuk pengambilan sample diatas belt conveyor.
Massa / jumlah sample yang diambil
Massa atau jumlah sample yang diambil tergantung dari ukuran butir atau particle size dari
batubara tersebut. Ketentuan ini juga tergantung pada standard mana yang diikuti. Satuan
pengambilan sample terkecil disebut Increment, dan increment-increment digabungkan
membentuk satu gross sample. Berat minimum sample untuk setiap increment tergantung dari
ukuran butir batubara yang disampling, dan mengikuti persamaan sebagai berikut :
M = 0.06 D
Dimana :
M = Massa / berat per increment (kg)
D = Diameter / particle top size batubara (mm)
Contoh
Berat minimum per increment pada manual sampling untuk ukuran batubara top size 50 mm,
adalah :
M = 0.06 x 50
= 3.00 kg
Sedangkan untuk berat per increment pada mechanical sampling berlaku persamaan sebagai
berikut :
M = C x A / 3.6 V
Dimana :
M = berat per increment (kg)
C = Capacity belt Conveyor(tph)
A = Aperture cutter (m) (min. 3 x top size)
V = Kecepatan belt conveyor (m/det)
Contoh
Berat sample per increment untuk batubara dengan top size 50 mm, dengan loading
rate 1000 tph, dan kecepatan belt 4.5 m/s adalah :
M = (1000 x 0.15) / (3.6 x 4.5)= 9.26 kg
Jumlah increment sample yang harus diambil dari setiap lot batubara tergantung dari
tonnase lot batubara tersebut. Untuk menentukan jumlah sample increment, ASTM
memberikan 2 standard perhitungan sebagai berikut :
Increment untuk satu sampling unit (lot) dengan jumlah lot 1000 ton bagi washed
coal
Increment untuk satu sampling unit (lot) dengan jumlah lot 1000 ton bagi unwashed
coal / unknown coal.
Semakin banyak sample increment yang diambil semakin representative sample
tersebut, namun demikian semakin banyak sample yang dihandle semakin tinggi
juga kemungkinan kesalahan dalam penanganan sample tersebut.

Periode / Interval pengambilan


Faktor ini sangat penting sekali, karena tanpa memperhatikan faktor ini maka sample
yang terambil tidak akan representative walaupun faktor 1 dan 2 telah dipenuhi.
Sebagai contoh, kita mengambil sample loading dengan teknik yang benar dan
jumlah sample sesuai dengan standard. Tapi pengambilan tersebut dilakukan
sekaligus diawal loading, dan sudah selesai pada saat loading masih terus berjalan
sampai beberapa jam lagi kedepan. Hal ini akan menyebabkan sample yang terambil
tidak mewakili seluruh lot atau batubara yang diloading, karena mungkin saja
setelah selesai pengambilan sample tadi, tiba-tiba kualitas batubara berubah total
dari yang awal-awal diloading.
Oleh karena itu pengambilan increment sample harus merata dan diambil selama
throughout poroses pemindahan batubara tersebut. Dalam istilah sampling cara
seperti ini disebut Systematic Stratified Sampling.
D. Jenis Jenis Sampling
Berdasarkan tempat pengambilan dimana Batubara berada dan tujuanya, sampling
dapat dibagi atas 4 golongan yaitu:
Explorasi sampling dilakukan pada tahap awal pendeteksian kualitas batubara baik dengan

cara channel sampling pada outcrop atau lebih detail lagi dengan cara pemboran atau drilling.
Tujuan dari sampling di tahap ini adalah untuk menentukan karakteristik batubara secara global
yang merupakan pendeteksian awal batubara yang akan di exploitasi.
Pit sampling dilakukan setelah explorasi bahkan bisa hampir bersamaan dengan progress

tambang didalam satu pit atau block penambangan dengan tujuan lebih mendetailkan data yang
sudah ada pada tahap explorasi. Pit sampling ini dilakukan oleh pit control untuk mengetahui
kualitas batubara yang segera akan ditambang, jadi lebih ditujukan untuk mengkontrol kualitas
batubara yang akan ditambang dalam jangka waktu short term. Pit sampling ini juga dapat
dilakukan dengan pemboran juga dengan channel pada face penambangan kalau diperlukan
untuk mengecek kualitas batubara yang dalam progress ditambang.
Production sampling; dilakukan setelah batubara di proses di prosesing plant dimana proses

ini dapat merupakan penggilingan (crushing) pencucian (washing), penyetokan dan lain-lain.
Tujuannya adalah mengetahui secara pasti kualitas batubara yang akan di jual atau dikirim ke
pembeli supaya kualitasnya sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dan telah disepakati oleh
kedua belah pihak. Dengan diketahuinya kualitas batubara di stockpile atau di penyimpanan
sementara kita dapat menentukan batubara yang mana yang cocok untuk dikirim ke Pembeli
tertentu dengan spesifikasi batubara tertentu pula. Baik dengan cara mencampur (blending)
batubara-batubara yang ada di stockpile atau pun dengan single source dengan memilih kualitas
yang sesuai.
Loading Sampling; dilakukan pada saat batubara dimuat dan dikirim ke pembeli baik

menggunakan barge maupun menggunakan kapal. Biasanya dilakukan oleh independent


company karena kualitas yang ditentukan harus diakui dan dipercaya oleh penjual (Shipper) dan
pembeli (Buyer). Tujuannya adalah menentukan secara pasti kualitas batubara yang dijual yang
nantinya akan menentukan harga batubara itu sendiri karena ada beberapa parameter yang
sifatnya fleksibel sehingga harganya pun fleksibel tergantung kualitas actual pada saat batubara
dikapalkan.
Sampling, preparasi dan analisa sample batubara dengan berbagai tujuan seperti telah
dijelaskan di atas,dilakukan dengan menggunakan standard standard yang telah ada. Dimana
pemilihannya tergantung keperluannya, biasanya tergantung permintaan pembeli atau calon
pembeli batubara. Standard yang sering digunakan untuk keperluan tersebut diantaranya ;
ASTM (American Society for Testing and Materials), AS (Australian Standard), Internasional
Standard, British Standard, dan banyak lagi yang lainnya yang berlaku baik di kawasan regional
maupun internasional.
Berdasarkan metoda pelaksanaannya sampling dapat dibagi menjadi dua golongan
yaitu;
1. Manual sampling
2. Mechanikal sampling
Cara mekanikal sampling merupakan cara yang lebih disukai karena :

Conto yang didapat dengan cara ini lebih bisa mewakili populasi dibandingkan
dengan contoh yang didapat dengan cara manual pada umumnya, kecuali stopped-belt
sampling.

Sampling dilakukan tanpa harus mengganggu jalannya operasi, karena sampling


dilakukan terhadap batubara yang berada pada belt conveyor yang sedang berjalan
(moving stream)

perkiraan presisi yang dicapai dapat diukur

bias yang mungkin terjadi dapat diukur

keamanan para sampler lebih terjamin

Stopped-belt sampling merupakan sampling cara manual yang sangat baik untuk dilakukan,
namun sampling cara ini sangat mengganggu jalannya operasi dikarenakan belt conveyor
harus di berhentikan setiap kali mengambil contoh (increment).
Berdasarkan teknis pengambilannya, sampling dapat dibagi menjadi
beberapa golongan sebagai berikut:
Bulk Sampling
Bulk sampling (conto ruah) ini merupakan metode sampling dengan cara
mengambil material dalam jumlah (volume) yang besar, dan umum
dilakukan pada semua fase kegiatan (eksplorasi sampai dengan
pengolahan). Pada fase sebelum operasi penambangan, bulk sampling ini
dilakukan untuk mengetahui kadar pada suatu blok atau bidang kerja.
Metode bulk sampling ini juga umum dilakukan untuk uji metalurgi dengan
tujuan mengetahui recovery (perolehan) suatu proses pengolahan.
Sedangkan pada kegiatan eksplorasi, salah satu penerapan metode bulk
sampling ini adalah dalam pengambilan conto dengan sumur uji.
Chip sampling
Chip sampling (conto tatahan) adalah salah satu metode sampling dengan
cara mengumpulkan pecahan batuan (rock chip) yang dipecahkan melalui
suatu jalur (dengan lebar 15 cm) yang memotong zona mineralisasi
dengan menggunakan palu atau pahat. Jalur sampling tersebut biasanya
bidang horizontal dan pecahan-pecahan batuan tersebut dikumpulkan
dalam suatu kantong conto. Kadang-kadang pengambilan ukuran conto
yang seragam (baik ukuran butir, jumlah, maupun interval) cukup sulit,
terutama pada urat-urat yang keras dan brittle (seperti urat kuarsa),
sehingga dapat menimbulkan kesalahan seperti oversampling (salting)
jika ukuran fragmen dengan kadar tinggi relatif lebih banyak daripada
fragmen yang low grade.
Channel sampling
Channel sampling adalah suatu metode (cara) pengambilan conto dengan
membuat alur (channel) sepanjang permukaan yang memperlihatkan
jejak bijih (mineralisasi). Alur tersebut dibuat secara teratur dan seragam
(lebar 3-10 cm, kedalaman 3-5 cm) secara horizontal, vertikal, atau tegak
lurus kemiringan lapisan (Gambar).

Gambar Sketsa pembuatan channel sampling pada urat (Chaussier et al.,


1987)
Gambar Sketsa pembuatan channel sampling pada endapan yang berlapis
(Chaussier et al., 1987)
Ada beberapa cara atau pendekatan yang dapat dilakukan dalam
mengumpulkan fragmen-fragmen batuan dalam satu conto atau
melakukan pengelompokan conto (sub-channel) yang tergantung pada
tipe (pola) mineralisasi, antara lain :
o Membagi panjang channel dalam interval-interval yang seragam, yang
diakibatkan oleh variasi (distribusi) zona bijih relatif lebar. Contohnya pada
pembuatan channel dalam sumur uji pada endapan laterit atau residual.
Membagi panjang channel dalam interval-interval tertentu yang
diakibatkan oleh variasi (distribusi) zona mineralisasi.
o Untuk kemudahan, dimungkinkan penggabungan sub-channel dalam satu
analisis kadar atau dibuat komposit.
o Pada batubara atau endapan berlapis, dapat diambil channel sampling per
tebal seam (lapisan) atau ply per ply (jika terdapat sisipan pengotor).

Grab Sampling
Secara umum, metode grab sampling ini merupakan teknik sampling
dengan cara mengambil bagian dari suatu material (baik di alam maupun
dari suatu tumpukan) yang mengandung mineralisasi secara acak (tanpa
seleksi yang khusus). Tingkat ketelitian sampling pada metode ini relatif
mempunyai bias yang cukup besar.
Beberapa kondisi pengambilan conto dengan teknik grab sampling ini
antara lain :
Pada tumpukan material hasil pembongkaran untuk mendapatkan
gambaran umum kadar.
Pada material di atas dump truck atau belt conveyor pada transportasi
material, dengan tujuan pengecekan kualitas.
Pada fragmen material hasil peledakan pada suatu muka kerja untuk
memperoleh kualitas umum dari material yang diledakkan, dll.

Pemilihan metode sampling dan jumlah conto yang akan diambil


tergantung pada beberapa faktor, antara lain :
Tipe endapan, pola penyebaran, serta ukuran endapan.
Tahapan pekerjaan dan prosedur evaluasi,
Lokasi pengambilan conto (pada zona mineralisasi, alterasi, atau barren),
Kedalaman pengambilan conto, yang berhubungan dengan letak dan
kondisi batuan induk.
Anggaran untuk sampling dan nilai dari bijih.

E. Kesalahan Yang Mungkin Terjadi Dalam Sampling


Salting, yaitu peningkatan kadar pada conto yang diambil sebagai
akibat masuknya material lain dengan kadar tinggi ke dalam conto.
Dilution, yaitu pengurangan kadar akibatnya masuknya waste ke
dalam conto.
Erratic high assay, yaitu kesalahan akibat kekeliruan dalam penentuan
posisi (lokasi) sampling karena tidak memperhatikan kondisi geologi.

Kesalahan dalam analisis kimia, akibat conto yang diambil kurang


representatif.

Anda mungkin juga menyukai