Sistem Pemeliharaan Dasar dan Tujuannya
Sistem Pemeliharaan Dasar dan Tujuannya
Oleh :
Ir. Sutrimo, [Link]
Definisi Maintenance
Daftar Istilah teknik (glossary) dalam British
Standard (3811:1993) mendefinisikan maintenance
sebagai : Kombinasi dari berbagai kegiatan
teknis dan administrasi, termasuk kegiatan supervisi
guna untuk mempertahankan suatu sistem atau
komponen sistem atau mengembalikan ke bentuk
sesuai fungsi yang diperlukan.
Atau maintenance adalah suatu kegiatan organisasi
yang dilaksanakan dalam tatanan aturan untuk menjaga
sistem atau komponen sistem dalam kondisi operasi
terbaik dengan ongkos yang minimum
Pengertian :
Suatu aktivitas yang diperlukan untuk menjaga atau
mempertahankan fasilitas agar fasilitas tersebut
dapat tetap berfungsi dengan baik dan dalam
kondisi siap pakai.
Aktivitas Maintenance:
Aktivitas dari fungsi maintenance bisa merupakan
kegiatan perawatan dan perbaikan atau
penggantian, yang mana dibutuhkan untuk suatu
item agar dapat mencapai pada kondisi produktivitas
sistem diterima dan kegiatan ini pun harus
dilaksanakan dengan ongkos yang minimal.
Tujuan Umum Maintenance
Perkembangan Maintenance
Generasi 1: ( hingga perang dunia II)
Mekanisasi industri tidak tinggi, sehingga down time
bukan masalah
Peralatan sangat sederhana dengan tingkat
keandalan tinggi, (karena rancangan dibuat
berlebihan) dan mudah dirawat.
Tidak membutuhkan maintenance secara sistematis,
kecuali pembersihan, pelumasan, sehingga skill
yang dibutuhkan rendah
Generasi 2 : (selama PD II)
Meningkatnya mekanisasi peralatan, akibat
dari meningkatnya kebutuhan
Sejak tahun 1950-an jenis mesin dan peralatan
industri makin banyak dan kompleks
Down time menjadi perhatian utama,
sehingga tercipta konsep Preventive
Maintenance (1960) dan pelaksanaan overhaul
dilakukan secara periodik pada interval yang tetap.
Peningkatan ongkos perawatan
terhadap ongkos operasi, sehingga
meningkat pada sistem perencanaan dan
penjadwalan.
Akibat dari kenaikan ongkos
menyebabkan jumlah kapital yang terkait
dengan fixed asset meningkat, maka dicari
jalan untuk memaksimumkan umur asset.
Selain itu peran perawatan juga masuk
kedalam proses design.
Generasi 3 : (sejak pertengahan tahun 1970-an)
Adanya perubahan meningkatnya proses di
industri, yang memacu adanya beberapa
perubahan pada :
Penelitian
Teknologi
System
Tahapan ini, sistem perawatan berkembang
lebih baik lagi seperti munculnya: TPM, RCM,
CMMS, IMS.
World-class companies are in continuous
need of a very well organised maintenance
programme to compete world-wide.
Jangka terotechnology diperkenalkan.
- Pengakuan perlu
menunjukkan kegagalan
peralatan.
Development of Maintenance
- Model untuk
pemeliharaan preventif
dikembangkan
Peningkatan
kesadaran: -
Lingkungan -
Memperbaiki peralatan Keselamatan -Kualitas
jika rusak
Butuh peralatan
handal.
Pengurangan
biaya.
Time
Pre-World War II Post-World War II 1980 Onwards
Maintenance History
(Adapted From Shenoy, Bhadury 1998)
Sasaran :
Hubungan antara tujuan pemeliharaan dan tujuan
produksi tercermin dalam tindakan bagaimana
menjaga mesin produksi dan fasilitas dalam kondisi
terbaik, sehingga akan :
Memaksimalkan produksi atau meningkatkan
ketersediaan fasilitas dengan biaya rendah dan
kualitas tinggi serta standar keselamatan tinggi.
Mengurangi kerusakan dan shutdowns darurat.
Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.
Mengurangi downtime.
Meningkatkan kontrol stok suku cadang.
Meningkatkan efisiensi peralatan dan mengurangi
tingkat skrap.
Meminimalkan penggunaan energi.
Mengoptimalkan masa pemanfaatan peralatan.
Mengendalikan ketersediaan anggaran
Mengidentifikasi dan menerapkan pengurangan biaya
(Cost reduction)
Maintenance Objectives
PLANT
Maximising Production Reduce Breakdowns
M
A
I
Minimising Energy Usage Reduce Downtime
N
T
Optimising Useful Life of E Improving Equipment
Equipment N Efficiency
A
Providing Budgetary N Improving Inventory
Control C Control
E
Optimising Resources Implementing Cost
Utilisation Reduction
Types of Maintenance
Set-up keberhasilannya :
Cost
Downtime
Ratio dari Planned WO dan Emergency WO
Program Preventive Maintenance
Prevetive Maintenance - mengacu pada
waktu inspeksi : metode ini terdiri dari kegiatan
inspeksi yang dilaksanakan secara periodik.
Frekuensi pelaksanaannya berdasarkan nilai
keausan, terutama informasi dari riwayat alat .
Cost of Maintenance rendah, karena pekerjaan
direncanakan dan breakdown dihindari dan
rendah, karena biaya shutdown minimal
akibat inspeksi yang terencana.
Preventive time-based maintenance
+ Kerusakan minimal
+ Shutdown yg terencana
A Repair ?
Periodic service
1
23
Lifetime
Poor intervall
Good intervall
Preventive Maintenance Decisions
kegagalan/kerusakan.
British Standard 3811:1993 Mendefinisikan CM
Pemeliharaan yang: dilakukan setelah terjadi
kegagalan/kerusakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk
mengembalikan sistem pada keadaan di mana sistem dapat
melakukan fungsinya sesuai yang diperlukan.
Jenis Corrective Maintenance (CM)
Remedial maintenance, merupakan serangkaian
kegiatan yang dilakukan untuk menghilangkan sumber
kegagalan/kerusakan tanpa mengganggu
kelangsungan proses produksi.
caranya, item yang rusak dikeluarkan dari
sistem/lintasan produksi yang kemudian direkondisi
atau beban kerja dialihkan ke lintasan lainnya.
Deferred maintenance, kegiatan CM yang menunda
perbaikan namun tidak mempengaruhi proses produksi.
Shutdown corrective maintenance, serangkaian
kegiatan CM yang dilakukan ketika lintasan produksi
dalam situasi berhenti total.
Langkah-langkah kegiatan CM :
1. Fault detection.
2. Fault isolation.
3. Fault elimination.
4. Verification of fault elimination.
Pada langkah fault elimination tindakan yang dapat dilakukan
seperti adjusting, aligning, calibrating, reworking, removing,
replacing atau renovasi.
Prasyarat pelaksanaan CM :
1. Identifikasi masalah.
2. Perencanaan yang efektif, tergantung tingkat kompetensi
perencana, ketersediaan basis data, waktu standar, kelengkapan
prosedur, keterampilan tenaga kerja, special tool dan komponen
serta peralatan.
3. Prosedur perbaikan yang tepat.
4. Waktu yang cukup.
5. Verifikasi perbaikan.
Improvement Maintenance (IM)
IM bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan sama
sekali kebutuhan terhadap maintenance
Jenis IM berikut:
1. Design-out maintenance, serangkaian kegiatan untuk
menghilangkan penyebab adanya maintenance,
menyederhanakan tugas-tugas maintenance, atau
meningkatkan kinerja mesin dari sudut maintenance
dengan mendesain ulang mesin-mesin dan fasilitas yang
rentan terhadap sering terjadinya kegagalan dan
perbaikan jangka panjang atau biaya penggantian yang
sangat mahal.
2. Engineering services, meliputi modifikasi konstruksi
dan konstruksi, reinstalasi, dan pengaturan ulang dari
fasilitas.
3. Shutdown improvement maintenance, serangkaian
kegiatan perbaikan yang dilakukan ,sementara lintas
produksi berada dalam kondisi berhenti.
Predictive Maintenance (PDM)
Predictive maintenance is a set of activities that detect
changes in the physical condition of equipment (signs of
failure) in order to carry out the appropriate
maintenance work for maximising the service life of
equipment without increasing the risk of failure.
20
Biaya Perawatan/HP
15
10 CM
PM
5
PdM
Monitoring visual
Monitoring minyak pelumas
Monitoring kinerja
Monitoring geometrik
Monitoring getaran
Monitoring bahan dengan NDT
Predictive maintenance membutuhkan
teknologi dan keahlian orang untuk membuat
keputusan terhadap tindakan perawatan yang
dilakukan pada kondisi peralatan kritis, dengan
mengintegrasikan:
diagnostik data
unjuk kerja mesin dan peralatan
maintenance histories
data operasi dan disain
Dalam predictive maintenance bisa berbicara dan
bergelut hal-hal yang menyangkut reliability
(keterandalan) dan availability (ketersediaan)
peralatan dengan lebih teliti dan tentunya terukur
karena memanfaatkan alat ukur yang cukup akurat.
Oleh sebab itu, pada saat ini banyak perusahaan
yang sudah mengoreksi pendekatan
perawatannya menjadi Predictive Maintenance.
Berdasarkan studi, menunjukkan bahwa penerapan
predictive maintenance yang benar akan
mengurangi maintenance cost secara keseluruhan
sekitar 50% s.d 70% dibanding penerapan preventive
maintenance.
Total Productive Maintenance
Total productive maintenance (TPM)
merupakan konsep perawatan yang melibatkan
semua karyawan, dengan tujuan mencapai
efektifitas pada seluruh sistem melalui partisipasi
dan kegiatan perawatan yang produktif
TPM memaksimalkan tingkat keefektifitasan
fasilitas (Overall Effectiveness)
TPM membentuk sistem PM secara maksimal,
sehingga peralatan/mesin bertambah umur pakai
TPM dapat diimplemantasikan di berbagai
departemen
TPM Melibatkan seluruh elemen organisasi
Dasar dari promosi TPM terutama motivasi dari
manajemen yg arahnya :Outonomous small
group activities
Fokus Kegiatan
Lebih dititikberatkan pada seluruh sistem,
keterlibatan karyawan merupakan kunci sukses
dalam pengembangan kualitas layanan sesuai
kebutuhan pelanggan, artinya pelaksanaannya
selain dilakukan teknisi perawatan juga
membutuhkan keterlibatan karyawan dari bagian
lain, seperti produksi, pengadaan, dll.
Arti Total
Keefektifitasan total menunjukkan sasaran akhir
yang ingin dicapai TPM adalah keuntungan atau
efisiensi
Sistem maintenance total mencakup
Maintenance Prevention (MP), dan Preventive
Maintenance serta Maintenability
Improvement (MI)
Partisipasi total yang merupakan partisipasi
seluruh karyawan dari tingkat atas sampai
tingkat bawah mengikuti autonomous
maintenance dengan melalui kelompok kecil.
Tujuan dan Sasaran TPM
Tujuan :
Mengurangi waktu tunggu
Meningkatkan ketersediaan alat sehingga
menambah waktu produktif
Memperpanjang umur pakai
Melibatkan pemakai dalam sistem maintenance
Pelaksanaan program prevention maintenance
dan peningkatan kemampu rawatan
Mencapai losses nol melalui kegiatan kelompok
kecil
Sasaran :
Mengembangkan hubungan "Manusia-Mesin" dan
Tempat kerja yang bermutu.
Peningkatan produktifitas
Memaksimalkan kefektifitasan fasilitas, terutama
dalam :
Total ketersediaan alat/mesin
Mengurangi defects, menstabilkan dan
meningkatkan kualitas produk
Penggolongan Kegiatan Maintenance
6/18/2011 55
Pengembangan Strategi
Increased Productivity
Cost reduction
Improved Product
Increased Profit
Reduction in
Higher Costume Machine Failure
Satisfaction
6/18/2011 55
Persiapan Pelaksanaan Maintenance
1. Menentukan kebijakan Maintenance,
termasuk kebijakan tentang sub kontrak.
2. Membuat perencanaan dan jadwal.
3. Menentukan kebijakan pengadaan material
dan spare part.
4. Penyiapan tenaga kerja dan peralatan
Maintenance Strategy
MAINTENANCE
PLANNED UNPLANNED
MAINTENANCE MAINTENANCE
(PROACTIVE) (REACTIVE)
EMERGENCY BREAKDOWN
Shutdown Maintenance
WINDOW RUNNING ROUTINE OPPORTU-NITY SHUTDOWN SHUTDOWN SHUTDOWN
PREVENTIVE IMPROVEMENT CORRECTIVE
Pengurangan akibat
kerusakan
Pengurangan
frekuensi kerusakan
Maintenance Types
Pengurangan frekuensi kerusakan, tindakan :
Preventive maintenance
Penggantian
Rancangan reliabilitas
Instruksi untuk operator
Pengurangan akibat kerusakan, tindakan :
Percepatan pelaksanaan reparasi/perbaikan
Mempermudah tugas reparasi
Output alternatif reparasi
Time Relationships
TIME
UPTIME DOWNTIME
Corrective Preventive
maintenance maintenance
Repair of item
Preparation Localization In place Reassembly Adjustment, Condition
Disassembly
For And fault or (buildup) Alignment, Verification
(gain access) Removal of faulty calibration
maintenance isolation (checkout)
Item and replace
with spare
Perbandingan pola pencegahan (Manusia x mesin)
Gangguan Penyakit Mogok/macet
Kurang perawatan,
Penyebab Kurang daya tahan kurang pengetahuan
tubuh mesin
Bantuan Dokter Teknisi/mekanik/
petugas perawatan
Work Order
Requester Section
Equipment : Priority:
Problem or Work Requested :
By : Date/Time : Approval :
Craft Feedback
Date & Time Started : Date & Time Completed :
By : Date : Appropal :
Coding :
The Life of the Facilities Manager
Operational Strategic
menekanbiaya , Portopolio digunakan
produksi untuk tujuan strategi
semua asset 99,999%
digunakan untuk P
meningkatkan O
Pelanggan S B
Kepuasan I R
N U
I T
G L
F
D
I O
Cost L Plant Optimization
Apa yang harus E N Setiap fasilitas diarahkan
L
dilakukan pada tujuan yang optimal
untuk menjaga kontinuitas G I
O untuk kepuasan
sistem dalam pelanggan
mendukung
pengurangan biaya?
Maintenance Management Pyramid
Continuous
Improvement
Reliability
Predictive Operations Centered
Maintenance Involvement
Maintenance
Preventive Maintenance
Rethinking Maintenance Strategy
Third Generation:
The coming of Maintenance
Optimization (80/20 rule) with less
resources
4. Employ an effective
management system
3. Avoid intrusive
maintenance
A - Mission Critical Significant financial, Risk Mitigation; RCM Analysis inc Appropriate PM and
safety or operational Maximize the FMEA; PdM strategies
impact availability of Risk assessment
equipment and
systems
B - Optimize Life Cycle Costs Minor impact on core Minimize equipment RCM Analysis inc Appropriate PM and
business activities life cycle costs over FMEA; PdM strategies
time Risk assessment (including run to
failure)
C - Minimize Short-term costs No impact on core Short-term costs Risk assessment Risk Mitigation
business. minimized measures, Visual
inspection and PMs
D - Industry Standard No impact on core Short-term costs Risk assessment RS Means or OEM
Maintenance business. minimized Job Plans, PM