0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
425 tayangan7 halaman

Pelapisan Konversi Logam dan Fungsinya

Pelapisan konversi merupakan proses pembentukan lapisan oksida pada logam untuk mencegah korosi. Terdapat beberapa jenis pelapisan konversi seperti fosfat, kromat, dan anodizing. Masing-masing memiliki proses pembentukan lapisan yang berbeda untuk memberikan perlindungan korosi pada logam.

Diunggah oleh

Donny Saputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
425 tayangan7 halaman

Pelapisan Konversi Logam dan Fungsinya

Pelapisan konversi merupakan proses pembentukan lapisan oksida pada logam untuk mencegah korosi. Terdapat beberapa jenis pelapisan konversi seperti fosfat, kromat, dan anodizing. Masing-masing memiliki proses pembentukan lapisan yang berbeda untuk memberikan perlindungan korosi pada logam.

Diunggah oleh

Donny Saputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CONVERSION COATING

Conversion coating merupakan pelapisan logam yang dilakukan dengan

cara mengkorosikan permukaan logam tersebut sehingga membentuk lapisan

yang kuat serta protektif.

Zat yang sebenarnya merupakan oxida logam ini menjadi bagian yang

integral dan merupakan bentuk lapisan yang dikehendaki pada permukaan logam

tersebut. Karena material pelapis yang terbentuk merupakan suatu oxida, maka

pelapisan konversi dapat dikatagorikan termasuk pelapis inorganic

Beberapa pelapisan konversi yang sudah luas dikenal saat ini adalah :

Pelapisan Phosfat

Pelapisan chromat

Anodizing

Dalam implementasinya, pelapisan konversi memiliki fungsi-fungsi berikut :

1. Menimbulkan lapisan yang melekat kuat pada permukaan.

2. Bersifat dapat menahan korosi, setidaknya selama proses

pengapalan.

3. Dapat menyerap oil atau wax sehingga membantu ketahanan korosi

permukaan.

4. Memberikan warna permukaan yang lebih baik.

1
5. Memperbaiki ketahanan permukaan terhadap abrasi.

I. PELAPISAN PHOSFAT

Pelapisan phosfat umumnya digunakan untuk logam ferrous dan non

ferrous. Ketebalan pelapisan phosfat adalah sekitar 0,0001 hingga 0,002 inch.

Sedemikian tipisnya, sehingga lapisan konversi phosfat umumnya tidak berdiri

sendiri untuk menahan korosi. Lapisan konversi phosfat umumnya digunakan

untuk dua tujuan berikutnya, yaitu :

- Sebagai lapisan dasar dari proses pengecatan .

- Sebagai lapisan yang dapat menyerap oil atau wax agar tahan terhadap

korosi,

Lapisan konversi phosfat yang banyak dipakai adalah phosfat yang

mengandung Zinc,Ferro, dan mangan. Bahan bahan ini semua larut dalam asam,

tetapi tidak dalam larutan yang netral atau alkali. Salah satu aplikasi lapisan

konversi phosfat yang popular adalah pada body mobil. Lapis konversi phosfat.

Mekanisme pelapisan terjadi bila sepotong baja dicelupkan dalam

larutan asam phosfor, maka permukaan logam tersebut akan terkorosi, namun

reaksi katodik dari titik-titik katoda di permukaan tersebut akan meningkatkan

alkalinitas disekitar permukaan. Sebagai akibatnya, jika dalam larutan tersebut

terdapat unsure zinc atau mangan phosfat, maka akan terjadi deposisi pada

permukaan dengan reaksi yang disederhanakan sabagai berikut :

2
Fe + 3 Zn(H 2 PO 4 ) 2 Zn 3 (PO 4 ) 2 + FeHPO 4 +3H 3 PO 4 + H

Unsur { Zn 3 (PO 4 ) 2 + FeHPO 4 +3H 3 PO 4 } Merupakan senyawa

yang terbentuk pada permukaan logam yang membentuk lapisan konversi phosfat.

Dalam praktek pada saat logam dicelupkan dalam larutan asam phosfat, selalu

ditambahkan nitrit sebagai akselerator reaksi guna memperkecil dampak polarisasi

katodik akibat evolusi hiodrogen di permukaan

Urutan proses pelapisan phosfat ini adalah sebagai berikut ;

1. Pickling, untuk membuang kerak pada permukaan. Dapat juga dengan cara

lain, yaitu secara mekanik atau secara kimiawi.

2. Pembersihan lanjut dalam pembersih alkaline selama 4 menit pada 170o F

3. Bilas (Rinsing) sebanyak dua kalidalam air pada 90o F selama 30 detik

4. Lakukan pelapisan konversi dalam larutan asam zinc phosfat selama 4

menit pada temperatur 160 F

5. Bilas dengan air pada 90o F selama 30 detik

6. Lakukan pelapisan sekunder dengan Chromate, selama 30 detik

7. Keringkan

Pelapisan sekunder Chormate sering ditambahkan untuk menutupi sifat

porous pada pelapisan phosfat sehingga meningkatkan sifat tahan korosi pada

permukaan.

3
II. PELAPISAN CHORMATE

Pelapisan konversi dengan Chormate terutama digunakan untuk logam-

logam non ferrous, seperti zinc, cadmium, Magnesium, Alumunium, Tembaga dan

perak. Pelapisan Chormate dapat digunakan sebagai lapisan final pada permukaan

logam, tetapi dapat juga digunakan sebagai lapisan dasar bagi proses pengecatan.

Pelapisan konversi Chormate lebih solid dibandingkan dengan lapisan konversi

phofat, kaarenanya lapisan Chormate lebih tahan korosi dibandingkan lapisan

Phosfat, Tetapi kurang mampu menyerap Oil atau Wax

Karena alas an ini pula pelapisan Chomate dapat menjadi pelengkap bagi

pelapisan Phosfat, dan tidak sebaliknya Pelapisan Chormate sangat banyak

digunakan pada Alumunium dan zinc.

Urutan proses pelapisan dengan Chormate adalah sebagai berikut :

a. Pickling, untuk membuang kerak pada permukaan. Dapat juga dengan cara

yang lain, yaitu secara mekanik atau secara kimiawi.

b. Degreasing dengan cairan atau dengan Phasa uap

c. Bersihkan dengan pembersih alkaline pada temperatur 170o F

d. Bilas dengan air

e. Lakukan pelapisan Chormate pada 80o F selama 30 detik hingga 1 menit

f. Bilas dengan air.

g. Keringkan pada suhu 150o F

Pelapisan konversi Chormate dilakukan dengan mencelupkan logam

yang akan dilapisi kedalam larutan asam yang mengandung banyak ion Cr +6,

Larutan itu misalnya Na 2 Cr 2 O 7 yang dilarutka dalam asam mineral H 2 SO 4

4
pelapisan Chormate terbentuk dengan cepat. Namun perlu diingat hasil pelapisan

Chormate tidak boleh diganggu selama 24 jam pertama, dengan maksud agar

struktur pelapisan benar-benar mantap.

Gambar. Struktur kromating kuning sebelum mengalami pengerjaan

Khromating kuning terdiri dari chromiumthreeoxide dan

hydrogenflouride(asam hydrogenflorida kompleks) sangat baik pada waktu proses

pencelupan material pada suhu 250C. Asam nitrida ditambahkan untuk

memperoleh pH sekitar 1,8-2,1 untuk memperoleh kondisi material lebih baik.

Adapun ketebalan lapisannya sekitar 0,4 dan 1,0 g/m2.

Gambar. Struktur kromating hijau sebelum mengalami pengerjaan

Khromating hijau disebut juga phosphochromate. Komponen utama terdiri

dari asam fosfat, hidroflour dan asam khrom yang dicampur dalam suatu

rendaman. pH dalam rendaman sekitar 1,7 dan 1,9 dan temperatur dalam

5
rendaman sekitar 25-300C. Akibat dari proses khromating hijau maka lapisan

material meningkat menjadi 0,4-1,2 g/m2.

III. ANODIZING

Anodizing mereupakan pelapisan oxida yang banyak diterapkan pada

logam alumunium. Anodizing dilakukan dengan mencelupkan logam alumunium

dalam posisi sebagai anoda ke dalam sel elektrolitik sehingga terbentuk oxida Al

2 O 3 pada permukaan logam. Oxida Al 2 O 3 Bersifat sangat keras dan sangat

kuat melekat sehingga logam alumunium dapat bersifat katodik terhadap logam

lain yang lebih mulia dilingkungan atsmosfir bila semua permukaannya telah

teroksidasi sehingga terbentuk oxida Al 2 O 3 .

Urutan proses anodizing adalah sebagai berikut :

1. Proses pembersihan, dengan pickling, mekanikal atau kimiawi

2. Lakukan anodizing dengan mencelupkan logam (Alumunium) ke dsalam

larutan asam dengan posisi sebagai anoda. Lihat gambar

3. Bilas dengan air

4. Lakukan penyempurnaan oxida dengan mencelupkan hasil pelapisan ke

dalam larutan dengan 4% sodium dichromate selama 10 hingga 20 menit

Larutan elektrolt yang sering digunakan adalah asam sulfur. Larutan

asam chomic dapat juga digunakan, namun kurang memberikan hasil yang baik

untuk paduan dengan kadar tembaga lebih dari 5%. Ketebalan pelapisan

anodizing berkisar antara 0,0001 hingga 0,003 inch atau lebih. Kebanyakan hasil

anodizingbersifat agak porous, sehingga untuk menyempurnakannya diperlukan

6
proses tambahan, yaitu dengan dicelupkan dalam air mendidih atau dalam larutan

sodium dichromate sehingga terbentuk lapisan oxida yang solid.

Pelapisan Anodizing dapat merupakan lapisan final untuk ketahanan

terhadap korosi dan abrasi, tetapi dapat juga merupakan lapisan dasar bagi proses

pengecatan setelah itu

Sumber arus DC

Anoda alumunium + - A Katoda timbal (Pb)

Larutan dengan 20%


Asam sulfat 80oF

Kondisi operasi: Rapat arus 18 amp/ft2

Tegangan 15 volt

Waktu 15-30 menit

Gambar. Pelapisan Anodizing logam Alumunium dengan katoda Timbal (Pb)

Anda mungkin juga menyukai