Judul SOP
Standar Prosedur
Penatalaksaan Luka Jalan Lahir Logo Puskesmas
Dengan Robekan Perineum
No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesma Ttd Ka PKM NamaKa. Puskesmas
s NIP
1. Pengertian Adalah Persetujuan yang diberikan pasien dan atau keluarga pasien sebelum
dilakukan tindakan medis yang bersifat invasif setelah pasien mendapat
penjelasan yang lengkap mengenai tindakan medis yang dilakukan
2. Tujuan 1. Sebagai acuan dalam melakukan tindakan medis yang benar dan aman
bagi petugas dan pasien
2. Memberikan perlindungan kepada pasien serta memberi perlindungan
hukum terhadap dokter/dokter gigi terhadap suatu kegagalan dan
bersifat negatif.
3. Kebijakan 1. Diberikan pada pasien sebelum melakukan tindakan medis invasif
2. Pasien atau keluarga pasien mendapatkan penjelasan yang lengkap
mengenai tindakan medis yang akan dilakukan
3. Pasien dan atau keluarga pasien menandatangani blanko Informed
Consent
4. Referensi 1. Permenkes 75 tahun 2014
2. Undang-undang Praktek Kedokteran No 29 Tahun 2004
3. Undang-Undang Kesehatan No 36 tahun 2009
5. Prosedur 1. Alat :
a. pulpen
b. Formulir Informed Consent
c. Rekam medis pasien
Bahan : -
6. Langkah-
langkah 1. Petugas menginformasikan kepada pasien dan menetapkan bahwa pasien
perlu dilakukan tindakan medis invasif
2. Petugas memberikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan
secara lengkap mengenai :
a. Tujuan
b. Resiko
c. Efek samping
d. Alternatif pengobatan
e. Dan komplikasi yang mungkin timbul dari tindakan medis yang
dilakukan
3. Bila pasien setuju pasien menandatangani blanko Inform Consent
(apabila pasien menolak dilakukan tindakan medis invasif harus
menandatangani blanko penolakan)
7. Hal-hal yang 1. Memberikan informasi medis adalah kewajiban tenaga medis dan
perlu memperoleh informasi medis adalah hak pasien.
diperhatikan 2. Informed consent dilakukan secara lisan dan tertulis
8. Unit Terkait
[Link]
Terkait
[Link] No :
Historis Yang di Ubah :
Isi Perubahan :
Tgl Mulai Berlaku :
SOP
RUJUKAN
Logo Puskesmas
No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesma Ttd Ka PKM NamaKa. Puskesmas
s NIP
1. Pengertian Proses konsultasi dan atau pelimpahan tanggung jawab dan perawatan pasien
yang mempunyai penyulit atau komplikasi dari Puskesmas ke Rumah Sakit
2. Tujuan 1. Sebagai acuan untuk melakukan rujukan di Puskesmas
2. Meningkatkan mutu pelayanan rujukan di Puskesmas
3. Kebijakan 1. Apabila di Puskesmas ditemukan pasien dengan komplikasi/ perlu
penanganan spesialisasi.
2. Pasien yang dirujuk harus dalam keadaan vital stabil
4. Referensi Permenkes 75 Tahun 2014
5. Prosedur 1. Alat : a. Infus Set
b. Stateskop
c. Termometer
d. Alat Resusitasi
e. Tabung oksigen, selang oksigen, nasal kanula,
sungkup
f. Ambulance dan kendaraan lain
g. Formulir rujukan yang sudah di isi lengkap dengan no register
rujukan
h. Rekam medis pasien
i. Kartu Asuransi pasien
3. Bahan : a. Larutan infus ( Ringer laktat, Dextrose 5 %, NaCl 0,9 % )
b. Syock anafilaktik Kit
6. Langkah- 1. Pasien mendaftar di bagian pendaftaran
langkah 2. Petugas menentukan diagnose pasien
3. Apabila ditemukan kelainan, komplikasi atau penyulit dan diperlukan
tindakan dan intervensi lebih lanjut pasien dapat di rujuk ke Rumah Sakit
4. Petugas memberikan Informed Consent
5. Bila setuju pasien dan atau keluarga pasien menandatangani Blanko
Informed Consent (apabila menolak dirujuk pasien dan keluarga pasien
harus menandatangani Blangko Penolakan )
6. Petugas menyiapkan rujukan dan mengisi Blangko Rujukan sesuai
kategori pasien
7. Lakukan Stabilisasi pasien ( bila perlu )
8. Pasien dirujuk dalam keadaan stabil
9. Data Pasien di catat dalam buku Register Rujukan
9. Hal-hal yang 10. Prosedur Rujukan Berjenjang
perlu
diperhatikan
11. Unit Terkait
[Link]
Terkait
[Link] No :
Historis Yang di Ubah :
Isi Perubahan :
Tgl Mulai Berlaku :
SOP
Persiapan Pasien Rujukan
Logo Puskesmas
No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesma Ttd Ka PKM NamaKa. Puskesmas
s NIP
1. Pengertian Adalah upaya pertama yang dilakukan oleh petugas kesehatan pada saat akan
menegakkan therapi lebih lanjut terhadap hasil pemeriksaan.
2. Tujuan 1. Sebagai acuan persiapan pasien rujukan di puskesmas
2. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan rujukan yang optimal
3. Kebijakan 1. Pada kasus tertentu petugas harus siap mendampingi pasien ke fasilitas
kesehatan tingkat lanjut
2. memastikan bahwa ada keluarga pasien yang harus mendampingi
3. Alat-alat rujukan, obat-obatan harus sudah siap
4. Kendaraan/Ambulance harus sudah siap
4. Referensi Permenkes 75 tahun 2014
5. Prosedur Alat : 1. Formulir rujukan
1. Bolpoint
2. Rekam medis pasien
3. Cap puskesmas
4. Infus Set jika perlu
Bahan : 1. Ringer laktat
2. Nacl
6. Langkah- 1. Setelah pasien diperiksa dan setuju untuk dirujuk maka petugas kesehatan
langkah mulai memasang alat dan obat-obatan stabilisasi.
2. petugas mempersiapkan formulir surat rujukan yang sudah di isi lengkap.
3. Memindahkan pasien ke dalam ambulance/ kendaraan
4. memberikan informasi prosedur rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat
lanjut kepada keluarga pasien
5. Pasien siap untuk di rujuk
12. Hal-hal yang 13. Formulir rujukan sudah terisi lengkap
perlu
diperhatikan
14. Unit Terkait
[Link]
Terkait
[Link] No :
Historis Yang di Ubah :
Isi Perubahan :
Tgl Mulai Berlaku :
SOP
Pelayanan Klinis
Logo Puskesmas
No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesma Ttd Ka PKM NamaKa. Puskesmas
s NIP
1. Pengertian Adalah Aktivitas memberikan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan yang
diberikan oleh petugas kesehatan kepada pasien secara profesional yang
disampaikan dengan ramah dan komunikatif sehingga pasien mendapatkan
therapi kesehatan sesuai dengan keluhannya.
2. Tujuan 1. . sebagai acuan dalam menjalankan pelayanan klinis di puskesmas.
2. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di puskesmas sehingga
didapatkan kepuasan pelayanan dari pasien.
3. Kebijakan 1. Pelayanan dilakukan pada jam 08.00-.12.00
2. Pelayanan klinis dilakukan sesuai prosedur medis
3. Disampaikan dengan sopan, ramah dan komunikatif
4. Referensi Permenkes 75 tahun 2014
5. Prosedur
. Alat : 1. Alat pemeriksaan diagnostik
1. Buku rekam medis pasien
2. Pulpen
3. Formulir pemeriksaan penunjang
4. Alat therapi penunjang
Bahan : 1. Obat-obatan sesuai therapi
2 Bahan-bahan therapi penunjang
6. Langkah- 1. 1. Pasien dipanggil dan duduk berhadapan dengan petugas kesehatan
langkah
2. Petugas menanyakan dengan ramah tentang keluhan pasien
3. Pasien memaparkan semua keluhan kesehatannya
4. Petugas melaksanakan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang ( jika
diperlukan) dan menegakkan diagnosa kemudian menentukan therapy.
5. Petugas memberikan informasi kesehatan selanjutnya.
15. Hal-hal yang 1. Pelayanan Klinis harus dilakukan sesuai prosedur medis yang telah
perlu ditentukan.
diperhatikan
16. Unit Terkait
[Link]
Terkait
[Link] No :
Historis Yang di Ubah :
Isi Perubahan :
Tgl Mulai Berlaku :
SOP
Evaluasi Informed consent,hasil evaluasi dan
tindak lanjut. Logo Puskesmas
No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesma Ttd Ka PKM NamaKa. Puskesmas
s NIP
1. Pengertian Suatu kegiatan untuk menilai kelengkapan lembar informed consent yang
sudah diisi oleh pasien atau keluarga pasien, kemudian menilai informed
consent tersebut dan menindaklanjuti sesuai dengan prosedur informed
consent yang sudah diisi oleh pasien atau keluarga pasien.
2. Tujuan 1. . Mengevaluasi kelengkapan pengisian informed consent sesuai dengan
format informed consent yang berlaku di puskesmas.
2. Mengevaluasi kelengkapan informasi medik yang disampaikan oleh petugas
kesehatan.
3. Kebijakan 1. Sebagai acuan dalam melaksanakan langkah-langkah evaluasi informed
consent di puskesmas
4. Referensi Permenkes 75 tahun 2014
5. Prosedur
6. Langkah- Alat :
langkah 1. pulpen
2. Buku Penilaian / Evaluasi
3. Buku rekam medis
Bahan : -
17. Hal-hal yang1. Jika ada ketidakcocokan data medis dalam pengisian informed consent dengan
perlu rekam medis maka petugas harus segera menindaklanjuti.
diperhatikan
18. Unit Terkait
[Link]
Terkait
[Link] No :
Historis Yang di Ubah :
Isi Perubahan :
Tgl Mulai Berlaku :