0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
248 tayangan18 halaman

Metode dan Jenis Shaking Table

1. Shaking table (meja goyang) adalah alat yang digunakan untuk memisahkan batubara berharga dari yang tidak berharga berdasarkan perbedaan berat jenisnya melalui aliran air tipis. Proses ini memanfaatkan gaya dorong air dan gesekan untuk memisahkan partikel yang ringan dari yang berat. 2. Terdapat berbagai jenis shaking table seperti Wilfley table, Butchart table, dan Card table, yang memiliki perbedaan pada bentuk riff
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
248 tayangan18 halaman

Metode dan Jenis Shaking Table

1. Shaking table (meja goyang) adalah alat yang digunakan untuk memisahkan batubara berharga dari yang tidak berharga berdasarkan perbedaan berat jenisnya melalui aliran air tipis. Proses ini memanfaatkan gaya dorong air dan gesekan untuk memisahkan partikel yang ringan dari yang berat. 2. Terdapat berbagai jenis shaking table seperti Wilfley table, Butchart table, dan Card table, yang memiliki perbedaan pada bentuk riff
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Shaking Table (meja goyang)


Tabling adalah suatu proses konsentrasi untuk memisahkan antara batubara
berharga dengan batubara tidak berharga, mendasarkan pada perbedaan berat jenis
batubara melalui aliran fluida yang tipis. Oleh karena itu proses ini termasuk dalam
Flowing Film Concentration. Alat yang digunakan adalah Shaking Table.
Tabling merupakan pemisahan material dengan cara mengalirkan air yang tipis
pada suatu meja bergoyang, denghan menggunakan media aliran tipis dari air
(Flowing Film Concentration). Alat yang digunakan disebut Shaking Table atau
Meja Goyang. Mekanisme : sulicing effect + gaya tegak lurus dengan aliran
fluida hentak Head Motion.
Prinsip pemisahan dalam tabling ialah ukuran mineral harus halus karena
proses konsentrasi ini mendasarkan pada aliran fluida tipis. Adanya gaya dorong
air terhadap partikel yang sama besarnya tapi berbeda berat jenisnya, maka partikel
yang ringan akan mengalami dorongan air yang lebih besar dari partikel berat.
Dengan adanya gerakan maju mundur dari head motion maka partikel yang berat
akan melaju lebih jauh dari partikel yang ringan sampai akhirnya partikel-partikel
tersebut masuk ke tempat penampungan.
Untuk mendapatkan aliran air yang turbulen maka dipasang alat yaitu riffle,
dengan demikian partikel yang ringan akan cenderung untuk meloncat dari riffle
satu ke riffle lainnya dibanding partikel yang berat yang hanya akan
menggelinding searah dengan riffle tersebut.
Proses ini berjalan terus menerus sehingga antara mineral yang mempunyai
berat jenis besar dengan yang ringan dapat terpisahkan.
Gaya-gaya yang bekerja dalam tabling adalah :
a. Gaya gesek antara partikel dengan dek (khusus partikel berat yang dominan)
b. Gaya dorong air (khusus partikel ringan lebih dominan)
c. Gaya gravitasi
A. Faktor-faktor yang mempengaruhi produk, antara lain :
a. Kemiringan Dek
Dek yang terlalu miring akan mempengaruhi kecepatan aliran air dan
bila kecepatan aliran air tersebut terlalu cepat maka partikel ringan akan
terbawa air semuanya sehingga yang tertinggal hanya mineral berat.
Dengan begitu hasil yang didapatkan adalah produkta yang berkadar tinggi
tetapi kapasitasnya sedikit. Untuk kemiringan yang kecil sehingga
kecepatan aliran air lambat maka produkta yang didapat berkadar rendah
dengan kapasitas besar.
b. Kecepatan Feeding Dan Kemiringan
Bila terlalu cepat pengumpananya dan kemiringan dek kecil, maka
proses pemisahan akan berjalan kurang baik karena umpan tertumpuk dan
akan masuk ke konsentrat.
c. persen solid
Bila terlalu encer pemisahan akan baik dan sebaliknya bila kental maka
semua partikel akan masuk ke konsentrat.
d. jumlah dan panjang stroke
Pengaruh terhadap proses pemisahan adalah stroke yang panjang untuk
material kasar dan stroke kecil untuk material halus.
Kelakuan partikel di dalam flowing film concentration dipengaruhi oleh
beberapa faktor :
a. kemiringan dek
b. viscositas fluida
c. koefisien gesek antara partikel dengan dek
d. ketebalan dari fluid film atau kecepatan dari aliran fluida
e. bentuk partikel
f. berat jenis
g. kekerasan permukaan dek
Pada dek yang horisontal, tidak akan ada gerakan dari partikel. Partikel
akan mulai bergerak bila dek mempunyai kemiringan.

B. Macam-macam meja goyang (shaking table) antara lain :


a. Wilfley Table
Wilfley table adalah jenis shaking table yang umum dan banyak digunakan.
Wilfley table mulai diperkenalkan pada tahun 1895-1896, menandai kemajuan
besar dalam bidang pemisahan konsentrasi aliran film. Kemajuan yang nampak
dari wilfley table adalah diperkenalkannya riffle dan head motion. Riffle
memiliki fungsi meningkatkan kapasitas dan membantu dalam pemisahan
mineral kasar. Sementara head motion memberikan gerakan bolak-balik dek
saat proses pemisahan berlangsung sehingga prosesnya berlangsung secara
efektif (Gaudin,1939).

Gambar 2.23 Wilfley Table (Taggart,1976)

b. Butchart Table
Perbedaan shaking table jenis ini dengan wilfley table terletak pada
head motion dan riffle. Butchart table mempunyai riffle yang bengkok ke
arah permukaan table yang lebih tinggi. Riffle memiliki panjang beberapa inchi,
sepanjang diagonal dek dari kotak umpan. Riffle ini memaksa partikel- partikel
untuk terdorong agar bergerak jauh ke arah permukaan dek yang lebih tinggi
sebelum masuk dalam konsentrat. Butchart table hanya berfungsi untuk
pemisahan partikel kasar (roughing) (Gaudin,1939).
c. Card Table
Riffle berbentuk triangular yang agak kasar dan pembuatannya langsung
pada dek tersebut
d. Deister Overstorm, Plat O Table
Pada dasarnya perbedaan macam-macam meja goyang ini terletak dari
head motion dan bentuk rifflenya.
Kapasitas dari table dipengaruhi oleh :
i. Ukuran umpan
ii. Operasi yang dikehendaki
iii. Perbedaan berat jenis antara mineral yang dipisahkan
e. Garfield Table
Berbeda dengan wilfley table dalam hal penempatan riffle. Garfield table

memiliki riffle yang panjangnya yang sama dengan panjang dek. Proses flowing

film concentration tidak mengalami perubahan karena tidak terdapat perubahan

permukaan dek. Garfield table banyak digunakan untuk operasi tabling umpan

yang kasar dengan kapasitas bijih yang dioperasikan lebih besar

(Gaudin,1939).

f. Card Table
Perbedaan jenis ini dibandingkan dengan wilfley table terletak pada
riffle. Pada card table riffle yang terpotong masuk ke dalam linolium
kemudian mengarah ke bagian segitiga lebih panjang daripada yang
terdapat dalam linolium dalam bagian segi empat. Head motion pun
mempunyai perbedaan sedikit dengan wilfley table walaupun masih
menggunakan prinsip toggle dan pitman (Gaudin,1939).
g. Deister dan Deister-Overstrom Table
Deister dan Deister-Overstrom table menggunakan head motion yang
berbeda dan kira-kira berbentuk belah ketupat (rhombohedral). Bentuk belah
ketupat ini memerlukan lantai dasar yang lebih kecil. Pada Deister- Overstrom
table untuk pencucian batubara, setiap riffle yang kelima atau keenam memiliki
bentuk yang lebih tinggi dibandingkan dengan riffle- riffle yang yang lain.
C. Prinsip Kerja Alat Shaking Table

Prinsip Kerja Shaking Table adalah berdasarkan perbedaan berat dan


ukuran partikel terhadap gaya gesek akibat aliran air tipis. Partikel dengan
diameter yang sama akan memiliki gaya dorong yang sama besar. Sedangkan
apabila ssspecific Gravitynya berbeda maka gaya gesek pada partikel berat
akan lebih besar daripada partikel ringan. Karena pengaruh gaya dari aliran,
maka partikel ringan akan terdorong / terbawa lebih cepat dari partikel berat
searah aliran.

Karena gerakan relative Horizontaldari motor maka partikel berat akan


bergerak lebih cepat daripada material ringan dengan arah horizontal. Untuk
itu perlu dipasang riffle (penghalang) untuk membentuk turbulensi dalam
aliran sehingga partikel ringan diberi kesempatan berada diatas dan partikel
berat relative dibawah.

Pada prinsipnya, ada tiga macam gaya yang bekerja pada Shaking Table,
yaitu:

a. Gaya Dorong Alir


Gaya dorong alir merupakan fungsi kecepatan relative aliran air dan
partikel. Dalam prosesnya, partikel bergerak dengan kecepatan yang
dipengaruhi oleh kedalaman air.
b. Gaya Gesek
Gaya gesek ini terjadi antara partikel dengan dasar deck (alas alat).
c. Gaya Gravitasi

Faktor yang mempengaruhi Shaking Table :

1. Ukuran dari feed


2. Operasi (roughing/cleaning)
3. Perbedaan SG mineral-mineralnya
4. SG rata-rata mineralnya
D. Mekanisme Kerja Alat

Pada meja goyang didalam proses pemisahannya, pemisahan mineral


terjadi karene adanya sentakan meja yang ditimbulkanoleh headmotion dan
aliran air tipis dipermukaan meja dari wash water. Mineral berat karena
mempunyai gaya gesek yang lebih besar maka akan terlempar kesamping
(searah sentakan meja). Lebih jauh, mineral yang berukuran halus akan
terlempar kesamping lebih jauh disbanding dengan mineral yang berukuran
kasar. Mineral ringan berukuran kasar akan terdorong oleh aliran air lebih jauh
dari pada mineral berat berukran halus. Sedangkan adanya riffle, di atas meja
akan mengakibatkan aliran turbulen dan membentuk perlapisan/susunan
mineral berat dan ringan.

Distribusi partikel dipengaruhi oleh :

1. Sifat-sifat riffle
2. Permukaan deck
3. Water supply
4. Perbedaan bentuk dan ukuran partikel
5. Ada tidaknya material yang termasuk middling atau material interlog yaitu
partikel dengan sebagian material berat dan sebagian material ringan.

Faktor yang mempengaruhi gerakan aliran pada dasar :

1. Slope deck
2. Tebal / Kecepatan air
3. Viscositas fluid
4. Bentuk partikel
5. Kekerasan deck
6. Koeifisien gesekan Partikel

E. Macam Alat Shaking Table

Berdasarkan pada ukuran besar butir material yang dipisahkan maka dapat
dibedakan menjadi Sand Table dan Slime Table. Perbedaan pada kedua lat
ini terletak pada :

Jumlah dan Jarak antar Riffle


1. Jumlah riffle pada Sand Table tinggi
2. Jumlah riffle pada Slime Table sedang
3. Jarak antar riffle
- Sand Table : - 1 inch
- Slime Table : Lebih besar dari Sand Table
Riffle
1. Pada Sand Table, bagian yang tidak diberi riffle digunakan untuk
slime
2. Pada Slime Table, ada bagian deck yang tidak dipasang riffle

Sedangkan beberapa macam Shaking Table yang lain adalah :

1. Willey Table
Terdiri dari deck berbentuk segiempat dan Headmotion sebagai
penggeraknya. Penggunaan riffle yaitu dengan tinggi minimal feed dan
lebar feed.

Kapasitas alat tergantung pada :

- Panjang Strore
- Jumlah air
- Jumlah Strore
- Sifat bijih
- Slope dan Meja
- Ukuran Feed
2. Butcher Table
Bentuknya hamper sama dengan Willey, tapi memiliki watch plinger
untuk mencuci. Posisis dari riffle terbagi menjadi 3 zone :
a. Zone Stratifikasi
b. Clening Zone
c. Dischange Zone
Mekanisme kerjanya yaitu material bergerak kekiri dan air bergerak
kekanan, sehingga material ringan akan terbawa arus air sedang material
berat akan berjalan terus.
3. Card Table
Riffle dibuat dengan mengerat deck bentuk segitiga dan headmotion.
4. Dister Diagonal Overslorm Table
Bentuk Deck Rombahedral. Pemisahan antara konsentrat, middling dan
tailing tidak jelas / berdekatan sekali akibatnya kecilnya middling.
5. Card Field Table
Bentuk Wafley Table yang ditutupi seluruhnya oleh riffle.
6. Plat of Table
Ciri utamanya yaitu diatas deck ada 3 macam riffle dan terdapat 3 zona
dari riffle yaitu:
a. Zone Stratifikasi
b. Zone Intermediate Plan
c. Zone Lipper piatau
Faktor yang mempengaruhi alat ini :

a. Jumlah air yang masuk


b. Kemiringan desk
c. Kecepatan feed
d. Jumlah dan panjang feed
F. Komponen-komponen Meja Goyang
Komponen komponen yang terdapat pada meja goyang dijelaskan sebagai
berikut:
1. Head motion
Head motion tertutup merupakan komponen utama atau dasar dari meja
goyang. Seperangkat head motion yang terdiri dari beberapa bagian antara
lain kedua pitman yang terbuat dari besi tempa, toggle yang terbuat dari
besi cor, dan roller bearing yang dilindungi oleh minyak pelumas yang
mengendalikan gaya gesek tertentu (Wills,1981). Bagian bagian alat dari
head motion ditunjukkan pada Gambar 2.14

Gambar 2.14 Head Motion dari Wilfley Table (Taggart,1976)


Bagian-bagian dari head motion ( Gambar 14) :
a. Pitman
b. Pulley-driven eccentric
c. Toggle
d. Yoke
e. Fixed block
f. Spring atau Pegas
g. Fixed block
h. Rod ( penghubung yoke dengan meja)
Mekanisme kerja alat head motion diawali dengan proses ketika meja
goyang sedang tidak dioperasikan spiral pegas (spring) dalam kondisi
memanjang atau meregang dan toggle dalam keadaan mendatar. Saat meja
goyang mulai dioperasikan, kedua pitman bergerak secara eksentrik
sehingga toggle dalam keadaan miring. Akibatnya dek meja bergerak ke
belakang atau mundur sampai pitman bergerak miring mencapai titik
paling atas dan spiral pegas merapat. Lalu pitman kembali bergerak turun
sehingga toggle dalam keadaan mendatar lagi dan spiral pegas kembali
merenggang. Akibatnya dek meja kembali bergerak maju ke depan.
Gerakan maju mundur terus berulang ketika meja goyang dioperasikan.
Gerakan tersebut bersifat asimetris karena gerakan mundur (tarik) lebih
kuat dibandingkan gerakan maju (dorong) (Gaudin, 1939).
2. Pengatur stroke (stroke adjustment)
Pengatur stroke pada meja goyang berupa sekrup yang dapat diputar
yang terdapat pada bagian luar head motion. Sekrup tersebut bila diputar ke
arah kanan, panjang sekrup akan semakin memendek mengakibatkan
frekuensi stroke makin berkurang dan panjang stroke semakin besar.
Sekrup ini berhubungan langsung dengan spiral pegas. Hal ini dapat dilihat
bila sekrup memendek, spiral pegas semakin ditekan ke dalam akibatnya
gaya lawan pegas bekerja makin besar dan pegas akan sulit bergerak
merapat-merenggang (Outokumpu,2007).

Gambar 2. Head Motion dengan pengatur stroke


ditunjukkan tanda panah warna merah

3. Pengatur kemiringan
Kemiringan dek memegang peranan penting dalam operasi meja goyang
yang berkisar 1o-6o. Kemiringan dek dapat diatur dengan memutar kran
sekrup di bagian bawah dek. Konektor yang terpasang miring merupakan
penghubung antara dek dan kran sekrup. Besi penumpu terdapat dibagian
atas dari konektor yang berfungsi menumpu dek. Bila kran sekrup diputar
ke kanan besi penumpu akan bergerak mendorong konektor sehingga
kemiringan dek bertambah (Outokumpu,2007).

4. Dek (meja)
Dek merupakan alas meja berbahan koefisien gesek tinggi tempat
terjadinya proses tabling dan stratifikasi mineral yang terbuat dari kayu,
linoleum, karet, dan plastik dengan riffle yang tersusun di atasnya
(Wills, 1981).
Feed Box Head Motion
Water Box Dek(Meja)
Wadah
Penampung Wadah
Konsentrat PenampungTailing

Wadah
Penampung
Midling

Gambar 2. Komponen-komponen Wilfley Table

5. Riffe
Riffle berperan penting dalam peningkatan kapasitas di operasi meja
goyang. Riffle adalah suatu media sejenis tanggul yang ditempelkan di atas
dek dengan pola tertentu. Tipe riffle bermacam-macam sesuai
penggunaan masing-masing proses tabling. Biasanya riflle terbuat dari kayu
mahoni atau dari jenis kayu keras di atas permukaan dek yang terlapisi
linoleum. Riffle biasanya memiliki ketebalan inch dan lebar inch
(Gaudin,1939). Riffle berfungsi untuk menahan partikel- partikel berat
agar tidak ikut terbawa aliran air pencuci dengan membentuk arus eddy
yang akan membantu proses konsentrasi mineral umpan dan membentuk
aliran turbulen yang mengakibatkan terjadinya efek stratifikasi. Hubungan
riffle dengan ukuran partikel dijelaskan bahwa jika tinggi riffle terlalu
rendah (bila dibandingkan terhadap diameter partikel), maka partikel akan
mudah terbawa laju aliran air pencuci menuju ke zona tailing. Apabila
tinggi riffle sangat tinggi maka arus eddy tidak mampu mengaduk dan
mengangkat partikel yang berada di lapisan terbawah di daerah antar riffle.
Oleh karena itulah, partikel kasar yang mempunyai diameter besar
membutuhkan riffle yang tinggi sedangkan partikel halus membutuhkan
riffle yang rendah.(Burt,1984).

(a) (b)
(c) (d)

Gambar 2.17 Tipe riffle pada wilfley table (Taggart,1976)(a)pola standard riffle,
(b)tipe finishing riffle, (c)tipe roughing riffle dan (d) 1623 riffle

6. Drives (motor penggerak)


Motor merupakan komponen sumber penggerak meja goyang dengan
sumber energi berupa listrik atau bahan bakar minyak. Putaran rotor pada
motor ini harus bersifat stabil pada wilfley table(Outokumpu,2007).
7. Kotak umpan (feed box) dan kotak air pencuci (water box)
Kotak umpan (feed box) merupakan kotak yang terletak di ujung kiri
atas dari dek. Kotak ini berfungsi sebagai tempat jatuh umpan dari feeder
ke atas permukaan dek melalui celah-celah pada bagian bawah dinding
kotak umpan yang selanjutnya aliran umpan menuju permukaan dek. Kotak
air (water box) berada diantara kotak umpan dan saluran air yang berfungsi
mengalirkan air bersih ke atas permukaan dek melalui celah di bagian
bawah kotak tersebut. Selain itu, saluran air dengan gate-gate mengatur
aliran air bersih tersebut yang akan membantu membersihkan dan
mendorong mineral-mineral berat yang terjebak dalam pengotor selama
lintasan riffle.

8. Wadah penampung konsentrat, midling, dan tailing (launder)


Wadah penampung konsentrat, midling dan tailing ditempatkan di
sepanjang sisi yang lebih rendah permukaannya. Produk pemisahan berupa
konsentrat, midling dan tailing akan masuk pada wadah penampungan
masing-masing.
G. Variabel-variabel Operasi pada Meja Goyang
Variabel-variabel operasi dapat diatur pada meja goyang untuk
mengoptimalkan proses pemisahan mineral. Gaudin (1939) membagi variabel
menjadi dua jenis, yaitu variabel rancangan dan variabel operasi. Variabel
rancangan adalah variabel yang sudah tetap. Variabel ini didasarkan pada
fungsi dan tujuan penggunaan alat. Variabel rancangan meliputi bentuk dan
ukuran meja, bentuk dan susunan riffle, bahan pelapis permukaan meja serta
kadar dan ukuran umpan. Sementara variabel operasi merupakan variabel-
variabel yang dapat diubah selama proses konsentrasi berlangsung untuk
memperoleh hasil yang diinginkan. Variabel ini meliputi panjang dan frekuensi
stroke, laju pengumpanan, berat jenis pulp umpan, kemiringan dek, dan letak
penampungan produk.
Kelly dan Spottiswood (1982) membagi variabel-variabel tersebut dalam
empat bagian, yaitu variabel rancangan, kecepatan langkah, stroke dan kendali
operasi. Variabel rancangan meliputi bentuk meja, bentuk riffle, susuna riffle,
bahan pelapis permukaan meja dan kadar umpan. Kecepatan motor dan pulley
size termasuk dalam variabel kecepatan langkah. Sementara toggle dan setting
getaran termasuk dalam variabel stroke. Variabel kendali operasi mencakup
kemiringan meja, berat jenis pulp, laju air pencuci, dan letak penampungan
produk. Pada operasi konsentrasi dengan menggunakan meja goyang, variabel
yang dapat diatur oleh operator adalah variabel operasi. Hakim (1997)
menggunakan variabel operasi laju air pencuci, kadar umpan, berat jenis pulp,
laju pengumpanan, kemiringan meja, dan frekuensi stroke yang
memfokuskan variabel panjang stroke, laju air pencuci, laju pengumpanan,
dan kemiringan dek untuk melihat pengaruh ketiga variabel tersebut
terhadap .kadar dan perolehan.
Wijaya (2006) menititkberatkan menggunakan variabel operasi
kemiringan dek, ukuran butiran dan frekuensi stroke untuk melihat
pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap peningkatan kadar dan perolehan.
H. Proses Pemisahan pada Meja Goyang
Proses konsentrasi metode tabling merupakan proses pemisahan secara
gravitasi dengan prinsip utama perbedaan berat jenis mineral-mineral logam
berharga dan pengotornya. Jika perbedaan berat jenis tersebut besar maka
pemisahan secara gravitasi relatif mudah dilakukan akan tetapi bila sebaliknya
maka pemisahan dengan metode tabling sulit dilakukan.
Kriteria konsentrasi (KK) merupakan suatu perkiraan apakah proses
konsentrasi gravitasi dapat diterapkan untuk memisahkan mineral-mineral
yang mempunyai perbedaan berat jenis serta selang ukuran yang dapat dipakai
serta secara spesifik untuk menilai tingkat kesulitan pemisahan. KK
merupakan hubungan antara berat jenis mineral berat, pengotor, dan fluida
yang digunakan untuk pemisahan. KK dinyatakan dengan persamaan (Wills,
1981).
Proses pemisahan terjadi akibat adanya tiga gaya yang bekerja pada
partikel dalam fluida (Gaudin,1939), yaitu :
1. Gaya gravitasi. Untuk partikel bulat dengan jari-jari r, maka gaya gravitasi
sepanjang kemiringan adalah:

F1 = m . g .sin
F1 =4 r3 g (Dp Df) sin

dengan F1 = Gaya tarik gravitasi


Dp = Berat jenis partikel
Df = Berat jenis fluida
= Sudut film terhadap arah horisontal
2. Gaya gesek antara partikel dengan permukaan bidang, dinyatakan dengan:
F2 = -4 r3 g (Dp Df) cos
F2 = gaya gesek partikel dengan permukaan bidang
= koefisien gesek
3. Gaya dorong fluida akan menyebabkan partikel dan fluida akan sama- sama
bergerak dengan kecepatan tertentu sehingga terjadi stratifikasi secara
vertikal (startifikasi diantara riffle) dan stratifikasi horisontal (stratifikasi
melintasi riffle). Di setiap pergerakan partikel dan fluida terdapat tahanan
partikel di dalam fluida merupakan fungsi dari kecepatan pengendapan
partikel relatif lambat dan aliran fluida yang bersifat laminer. Gaya dorong
fluida dengan adanya tahanan fluida adalah jumlah semua gaya yang terjadi
di partikel itu sendiri. Diasumsikan tahanan tersebut merupakan tahanan
stokes maka : R = 6 r V
Sehingga gaya dorong fluida adalah:
F = -9 k r3 g D sin + 6 k r2g D sin 6 k r v
3 f f p

dengan k = koefisien rancangan


F3 = gaya dorong fluida
vp = kecepatan partikel
= tebal aliran fluida
= viskositas fluida

Peranan ketiga gaya tersebut sangat menentukan perlapisan (stratifikasi)


dan urutan partikel dengan partikel besar ringan paling depan diikuti partikel
kecil ringan. Kemudian diikuti partikel besar berat serta partikel kecil berat
paling akhir. Variabel-variabel yang menentukan kinerja ketiga gaya tersebut
dalam proses stratifikasi partikel, yaitu :
a) Pengaruh Riffle pada Proses pemisahan
Riffle yang terdapat pada meja berfungsi untuk menyebabkan arus putar
(arus eddy) di sekitarnya. Arus tersebut mengaduk dan mengangkat
partikel-partikel yang tersangkut di antara riffle-riffle yang ditunjukkan
pada Gambar 2.18 (a). Akibat adanya proses pengadukan tersebut partikel
akan mengalami proses stratifikasi. Proses stratifikasi partikel secara
vertikal akibat arus eddy dipengaruhi oleh berat jenis dan ukuran partikel
yang ditunjukkan pada Gambar 2.18 (b)
(a) (b)

Gambar 2.18 Peran riffle dalam proses pemisahan (a) A adalah pengaruh riffle terhadap
arus eddy; B adalah arus eddy yang terjadi diantara riffle,(Taggart,1976) (b) proses
stratifikasi partikel akibat adanya arus eddy. (Burt,1984)

b. Pengaruh Stroke terhadap Proses Pemisahan


Stroke merupakan variabel operasi yang penting dalam proses
konsentrasi menggunakan meja goyang. Stroke mendorong partikel ke arah
longitudinal (sejajar sumbu meja) dengan gerakan bolak-balik secara asimetris
sehingga dek (meja) mengalami gerakan mundur yang lebih kuat daripada
gerakan maju. Stroke mengakibatkan partikel dengan densitas tinggi bergerak
berlawanan arah dengan gerakan mundur meja (menuju zona konsentrat).

Saat stroke menuju arah depan, ada gaya yang bergerak melawan arah
maju dek. Gaya yang berlawanan tersebut adalah gaya gesek antar partikel
dengan permukaan meja sehingga akan membentuk kecepatan antara
permukaan bidang dengan fluida. Kecepatan tersebut mempengaruhi kecepatan
fluida tiap kedalaman. Peristiwa ini mempengaruhi kecepatan setiap partikel
yang bergerak ke arah zona konsentrat. Partikel paling bawah mempunyai
kecepatan paling tinggi sedangkan partikel yang berada pada posisi paling atas
mempunyai kecepatan pa ling rendah. Setelah keluar dari riffle ,stroke berperan
mendorong partikel berat berukuran kecil paling jauh, disusul partikel berat
berukuran besar, kemudian partikel ringan berukuran kecil serta partikel ringan
berukuran besar menempati urutan paling akhir.
Panjang stroke dapat diatur sedangkan frekuensi stroke ada yang dapat
diubah dan ada pula yang dibuat tetap. Frekuensi yang dibuat tetap tidak
memiliki hubungan dengan panjang stroke. Untuk penelitian ini panjang stroke
dibuat tetap, tetapi frekuensi dapat diubah-ubah (Gaudin,1939).
Gambar 2.20 Akhir pergerakan partikel pada shaking table
(Gaudin,1939)

c. Pengaruh Kemiringan Dek terhadap Proses Pemisahan


Efek transportasi partikel-partikel yang akan dipisahkan pada meja
goyang dipengaruhi kemiringan dek dan bentuk riffle. Kemiringan dek yang
kecil (landai) menyebabkan kecepatan aliran fluida secara tranversal rendah
sehingga partikel terdorong masuk ke tempat penampungan konsentrat.
Sementara kemiringan dek yang curam mengakibatkan banyak partikel bergerak
masuk ke tailing (Curie,1973).
Dalam operasi konsentrasi menggunakan meja goyang, terdapat dua
macam kemiringan, yaitu kemiringan yang ditentukan dari sisi kotak umpan
sampai ujung sisi tailing (side tilt) dan kemiringan yang ditentukan sepanjang
pergerakan (motion) dari mesin penggerak sampai ujung sisi konsentrat
(longitudinal tilt). Longitudinal tilt biasanya dibuat tetap. Ukuran partikel dan
berat jenis partikel juga mempengaruhi kecepatan partikel pada kemiringan
tertentu (Burt,1984).

d. Pengaruh Ukuran Partikel Bijih terhadap Proses Pemisahan


Ukuran partikel bijih merupakan salah satu variabel penting lainnya
dalam proses pemisahan dengan meja goyang. Gaudin (1939) mengemukakan
mineral-mineral berukuran kasar dan halus dapat diproses dengan meja goyang,
tetapi berbeda cara penanganannya. Jika mineral berukuran kasar diproses
meggunakan jumlah umpan yang banyak, air yang banyak, frekuensi stroke
rendah, dan panjang stroke tinggi. Gaya dorong fluida dan gaya gesek yang
lebih besar untuk mengangkat pengotor agar melewati riffle pada partikel
berukuran kasar. Hal ini dapat terjadi jika menggunakan jumlah air yang banyak
dan panjang stroke yang besar.
Sementara untuk partikel yang berukuran halus penanganannya
sebaliknya. Gaya dorong fluida yang diperlukan untuk mengangkat mineral
-mineral pengotor serta gaya gesek antara partikel-partikel mineral dengan
permukaan dek relatif lebih kecil. Bila diberikan perlakuan yang sama dengan
mineral-mineral berat, akan terjadi ketidak seimbangan. Gaya dorong fluida
lebih besar daripada gaya gravitasi sehingga mineral-mineral berat pun akan
ikut terangkat yang akhirnya masuk ke dalam tailing. Hal ini mengakibatkan
terjadinya kehilangan (losses).
Chaterjee (1998) menyatakan bahwa kelompok pemisahan dengan meja
goyang adalah untuk bijih berukuran butiran sekitar 0,012 mm sampai dengan
10 mm. Sementara untuk pemisahan mineral berukuran 0,007 0,1 mm
sebaiknya digunakan Bartless Mozley table. Jenis Crossbelt table juga dapat
digunakan, tetapi khusus bagi mineral dengan ukuran 0,005 0,06 mm.

Gambar 2.21. Klasifikasi pemisahan mineral berdasarkan


ukuran partikel (Chaterjee,1998)

Chaterjee (1998) menunjukkan adanya pengaruh ukuran butiran terhadap


recovery dalam metode tabling berbagai mineral seperti cassiterite, wolframite, dan
bijih besi seperti yang ditunjukkan Gambar 2.22. Gambar 2.22 juga menjelaskan
partikel berukuran (5 m) dapat dilakukan proses pemisahan pemisahan dengan
metode tabling sehingga dengan makin bertambahnya ukuran partikel maka perolehan
konsentrat akan semakin meningkat.

Gambar 2.22 Pengaruh ukuran butiran partikel dengan perolehan untuk mineral-mineral
tertentu pada pemisahan tabling. (A untuk cassiterite, B untuk wolframite dan C untuk
bijih besi) (Chaterjee,1998)

e. Pengaruh Laju Air Pencuci terhadap Proses Pemisahan


Laju air pencuci akan berperan dalam pemisahan secara transversal
(tegak lurus sumbu meja). Selain itu, air pencuci digunakan sebagai sarana transportasi
partikel dari kotak umpan ke penampungan produk (Gaudin,1939).
Distribusi kecepatan berbeda untuk tiap kedalaman aliran fluida. Kecepatan
pada dasar lapisan sebesar nol dan maksimum pada lapisan aliran fluida bagian atas.
Hal ini merupakan asumsi dasar bahwa aliran fluida bergerak secara laminer.

(2-
10)
Dengan D : berat jenis fluida
f

: tebal aliran fluida


: viskositas fluida
: kemiringan bidang

Pada bidang miring, gaya yang bekerja pada fluida dengan kemiringan adalah:

F = m . g .sin
a (2-11)

Dengan
F = D . A .( y ). g sin
a f (2-12)
Keterangan :

F a = gaya yang disebabkan pengaruh gravitasi


y = jarak dari dasar bidang laipsan
A = luas bidang lapisan pada fluida
g = percepatan gravitasi

Gaya yang dibutuhkan untuk menahan gerakan fluida sehingga kecepatan pada tiap luas
bi dang lapisan relatif tetap (Gaudin,1939), yaitu :

(2-13)

Fb = gaya penahan gerakan fluida


dv = perubahan kecepatan relatif tiap perubahan kedalaman fluida

dy

Pada kondisi setimbang Fa = Fb

(2-14)

dengan v = kecepatan aliran fluida pada jarak y dari bidang.

Anda mungkin juga menyukai