MENINGKATKAN KEMAMPUAN TEKNIK JUMP SHOOT PADA PERMAINAN
BOLA BASKET
MELALUI METODE LATIHAN LONG JUMP DAN BEEF
PADA SISWA SMP N 1 TALAGA
PROPOSAL PENELITIAN
OLEH
TRI FEBRIANTO SAHI
832412003
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
JURUSAN PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN OLAHRAGA
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Olahraga permainan bola basket merupakan jenis olahraga modern yang begitu cepat
perkembanganya dan banyak menarik perhatian dalam kehidupan manusia khususnya kaum
muda, Olahraga Permainan bola basket adalah salah satu permainan yang cukup banyak di
mainkan dan dipertandingkan, Permainan bola basket tumbuh dan berkembang secara cepat
bahkan juga berkembang pada masyarakat Gorontalo. Saat ini bola basket diwilayah
gorontalo adalah salah satu olahraga yang sering dimainkan dan dipertandingkan. hanya saja
ada beberapa hal yang masih kurang dipahami dan kurang dimengerti cara, atauran, atau
teknik dari permainan tersebut, dan saat ini permainan tersebut hanya berkesan sebagai
permainan yang sekedar memasukan bola kedalam ring.
Sehingganya masih banyak yang kurang memahami cara dan teknik bermain bola
basket yang benar, salah satunya yaitu saat melakukan teknik jump shoot. Hampir semua
pemain atau Atlet bola basket beranggapan bahwa teknik tersebut hanya sekedar melompat
dan menembak bola kedalam Ring. Akan tetapi Jump Shoot juga memerlukan cara dan teknik
yang baik dan benar. Keadan ini merupakan gambaran rendahnya kualitas latihan, sehingga
diperlukan upaya peningkatan latihan dengan metode metode latihan yang layak dan yang
seharusnya diterapkan.
Berdasarkan observasi yang dilakukan Pada siswa SMP N 1 Talaga, Masih banyak
yang kurang menggunakan teknik Jump Shoot tersebut karena di anggap sulit dan kurang
efektif untuk mendapatkan point. Mungkin dikarenakan kurangnya efektivitas latihan yang
hanya itu-itu saja.
Oleh karena itu teknik Jump Shoot tersebut harus lebih ditingkatkan dengan
menggunakan metode latihan yang efektif seperti meningkatkan Jumpingan menggunakan
metode latihan Loong Jump dan Shoot Accurasi menggunakan metode latihan BEEF
sehingga mudah untuk dilakukan dan mudah pula untuk memperoleh point. Dengan latihan
meningkatkan Jumpingan dan shoot Accurasi. Sehingganya Shoot yang lebih terarah dan
lompatan yang cukup tinggi Agar dapat membuat teknik Jump Soot tersebut dilakukan
dengan baik dan benar.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, permasalahan yang terindentifikasi sebagai
berikut :
Kurangnya kemampuan siswa dalam melakukan teknik Jump Shoot, siswa belum menguasai
teknik Jump Shoot dan kurangnya pemahaman mengenai latihan Loong Jump.
1.3 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : Apakah menggunakan metode latihan
Loong Jump Dan peningkatan accurasi dengan menggunakan metode latihan BEEF dapat
meningkatkan teknik jump shot pada siswa SMP N 1 Talaga dapat ditingkatkan?
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini bertujan untuk meningkatkan kemampuan
untuk melakukan teknik Jump Shoot yang baik dan benar permainan bola basket pada siswa
SMP N 1 Talaga.
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Manfaat Teoritis
Secara teoritis hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi peneliti dimasa
yang akan Datang, dan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang cabang olahraga
bola basket dalam melakukan berbagai teknik permainan bola basket, salah satunya yaitu
melakukan teknik Jump Shoot.
1.5.2 Manfaat Praktis
1) Bagi siswa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa yang
bermasalah dalam melakukan teknik Jump Shoot.
2) Bagi Pembaca
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi penelitian lanjutan yang sejenis.
BAB II
KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN
2.1 Kajian Teoritis
2.1.1 Hakikat permainan Bola Basket
Permainan bola basket berasal dari rasa kebosanan yang melanda pada anggota
penggemar olahraga yang tergabung dalam perkumpulan pemuda kristiani, yaitu YMCA
( Young Mans Christiani Association). Dr . Lauther Gullick pembina olahraga pada sekolah
pendidikan jasmani YMCA di Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat menyadari
timbulnya gejala gejala semakin merosotnya jumlah peserta yang mengikuti berbagai jenis
latihan senam, disamping itu kebutuhan yang mendesak dengan datangnya musim angin, atas
dasar itulah semakin didasari sebagai dorongan untuk merancang suatu jenis permainan yang
ebih menarik. Dr. James A. Naismith, salah satu seorang rekanya di Spriengfield untuk
merancang suatu jenis permainan yang baru, yang dapat dimainkan diruangan tertutup pada
sore hari dan terutama pada musim dingin.
Pada tahun 1891, Naismith mulai menentukan sasaran berbentuk keranjang yang
berlubang dibagian bawah. Dari asal keranjang inilah nama bola basket diciptakan oleh
Naismith yang sekarang trkenal diseluruh dunia. Peraturan permainan baru tersebut kemudian
dicobanya, karena didalam kelas ada 18 orang murid, ia membaginya menjadi 2 regu, masing
masing terdiri dari 9 orang. Lahirlah permainan baru yang sengaja diciptakan untuk
mengatasi kebosanan. Peraturan bola basket dibuat pada tanggal 15 Oktober 1892 yang
meliputi 13 pasal dan ditulis oleh Dr, James A. Naismith.
Dua tahun kemudian Naismith memutuskan bahwa jumlah yang terbaik dalam satu
regu adalah 5 orang, dan pada tahun 1906 keranjang yang digunakan sebagai sasaran diganti
bentuknya dengan bentuk Ring dan dipakaikan papan pantul atau Back Board seperti
sekarang ini.
Pada tahun 1932, federasi bola basket internasional yaitu FIBA ( Federation
International de Basketball Amateur) terbentuk di Jenewa, dalam konferensi tersebut hadir
beberapa utusan dari Argentina, Yunani, Portugal, Rumania, dan Swis.
Pada tanggal 23 Oktober 1951 terbentuklah organisasi bola basket di Indonesia
dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia disingkat dengan Nama PERBASI
yang diketuai oleh Wim Latumeten. Sejak terbentuknya perbasi pada tahun 1951 banyak
dilakukan berbagai kegiatan yang bersifat Nasional, Regional, dan juga Internasional, baik
dalam negeri maupun di Luar negeri.
Menurut Dedy Sumiyarsono (2002: 1) bolabasket merupakan olahraga yang
menggunakan bola besar, dimainkan dengan tangan, permainan bolabasket mempunyai
tujuan memasukkan bola sebanyak mungkin ke keranjang (Ring) lawan, serta menahan lawan
agar jangan memasukkan bola kebasket (keranjang) sendiri dengan cara lempar tangkap,
menggiring, dan menembak.
Pengertian bolabasket menurut Muhajir (2007: 11) bolabasket adalah suatu permainan yang
dimainkan oleh dua regu yang masing- masing regu terdiri atas lima orang pemain. Jenis
permainan ini bertujuan untuk mencari nilai atau angka sebanyak-banyaknya dengan
memasukkan bola ke basket (Ring) lawan dan mencegah lawan untuk mendapatkan nilai.
Dalam memainkan bola, pemain dapat mendorong bola, memukul bola dengan telapak
tangan yang terbuka, melemparkan atau menggiring bola ke segala penjuru dalam lapangan
permainan.
a) Lapangan dan aturan permainan bola basket.
Gambar 2.1 lapangan dan ukuran bola basket
Lapangan bola basket berbentuk persegi panjang dengan dua standar ukuran, yakni panjang
28 meter dan lebar 15 meter untuk standar National Basketball Association dan panjang 26
meter dan lebar 14 meter untuk standar Federasi Bola Basket Internasional. Tiga buah
lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.
Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan
cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang.
Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.
Waktu permainan 4 x 10 menit jika berpedoman dengan aturan Federasi Bola Basket
Internasional. Versi National Basketball Association waktu bermain adalah 4 x 12 menit. Di
antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor
yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih
skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk
lemparan ke dalam yaitu 5 detik.
Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm. Sedangkan
berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai
papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40 meter.
b) Papan pantul beserta ukuran
Gambar 2.2 papan dan ring bola basket
Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar
adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan
lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.
Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 275 Cm. Sementara jarak papan
pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang
yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.
Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar
garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan
panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.
2.1.2 Hakikat Jump Shoot
Teknik adalah suatu upaya pelaksanaan gerak secara efektif dan efisien untuk
mencapai tujuan tertentu. Dalam setiap permainan, pengenalan teknik tentulah sangat
penting, Alasanya, teknik merupakan kunci keberhasilan suatu permainan. Permainan akan
mengalami ketidak seimbangan jika para pemain tidak menguasai teknik dasar permainan.
Sementara itu teknik dasar permainan bola basket adalah cara memainkan bola basket secara
efektif dan ofisien untuk mencapai tujuan yang optimal. Permainan bola basket mempunyai
teknik teknik [Link] lain teknik Jump Shoot. menurut Oliver (2007:28) Jump
shoot adalah tembakan lompat, melompatlah dengan lutut menekuk, lontaran tubuh dengan
kedua kaki, dan luruskan kaki. Dipuncak loncatan, lecutkan pergelangan tangan menembak
langsung kearah ring. Tembakan jump shoot pada dasarnya sama dengan tembakan satu
tangan di tempat, yang membedakan adalah adanya gerakan melompat pada saat melepaskan
bola Fardi ( 1999: 38 ). Supomo (1997:7) mengemukakan pendapatnya mengenai jump
shoot bolabasket Jump shoot merupakan tembakan sangat efektif yang sulit dibendung oleh
lawan, maka perlu dimahirkan menjadi penguasaan para pemain, umumnya para penembak
jump shoot yang sudah baik baru melepaskan tembakan saat loncatan mencapai titik tertinggi
(kulminasi saat berhenti di udara, saat akan turun). Jump shoot yang dilakukan dengan baik
merupakan tembakan yang tidak dapat dicegah oleh pertahanan lawan baik tingginya
lompatan yang menyebabkan gerakan horisontal ke gerakan vertikal Sodikoen (1999:59).
[Link] mengemukakan pendapatnya mengenai jump shoot, bahwa :
Seorang pemain yang dapat melakukan tembakan jump shoot dengan baik merupakan
ancaman yang berbahaya bagi lawan-lawannya dalam mencetak angka. Apabila ia menguasai
bola, ia dapat mencetak angka setiap saat. Sebab pemain tersebut dapat melakukan tembakan
jump shoot dari situasi apapun, misalnya selagi ia melakukan dribble, dari menerima umpan
baik dalam keadaan diam atau bergerak
Jump Shoot adalah tembakan dengan teknik yang butuh lompatan tinggi, dan akurasi
tembakan yang bagus. Jump shoot merupakan salah satu tembakan yang sangat penting yang
bisa dilakukan dalam kondisi apapun dan bahkan jump shoot sangat tepat digunakan ketika
defence yang dilakukan lawan begitu kuat.:
Anda dapat menggunakannya setiap kali Anda inginkan, tetapi waktu yang paling sempurna
untuk menggunakannya adalahketika anda sedang erat ditandai oleh lawan anda. Hal inijuga
yang terbaik gunakan ketika Anda pengisian ke daerah pertahanan lawan dan tidak dapat
menggiring bola lawan atau tidak dapat melewati rekan kerja anda
Jump Shoot merupakan salah satu tembakan yang dilakukan didalam permainan
bolabasket untuk memasukkan bola ke ring lawan dan memperoleh angka. Jump shoot yang
disertai dengan lompatan dan kemudian pada puncak lompatan bola dilepaskan menembakan
bola langsung ke ring, dalam melakukan jump shoot pemain berusaha melompat, mendorong
tubuhnya ke atas untuk mencapai jangkauan yang lebih tinggi dan mempermudah
memasukkan bola kedalam keranjang/ring lawan.
Pelaksanaan dari gerakan jump shoot berdasarkan Fardi (1999:38) dapat dilakukan
sebagai berikut: Tentukan titik atau tempat dibawah ring untuk berhenti dan menembak,
giring bola dengan cepat kearah titik tersebut, sesaat atau selangkah akan mendekati titik,
bola ditangkap dengan kedua tangan dan dipegang didepan dada dan berhenti pada titik yang
telah ditentukan dengan menekuk kedua lutut, lalu pada posisi ini melompatlah keatas (tidak
kedepan) dengan menolakkan kedua kaki secara serempak dengan kuat, lepaskan bola pada
saat titik tertinggi dalam lompatan dengan gerakan yang cepat dari pergelangan dan jari
tangan .
Dari pelaksanaan tembakan jump shoot ini sering terjadi kesalahan-kesalahan yang dilakukan
oleh pemain seperti lompatan kurang tinggi, melepaskan bola sejalan dengan lompatan, bola
disamping kepala, keseimbangan belum mantap serta melepaskan bola bersamaan dengan
naiknya badan keatas (belum mencapai titik tertinggi), tidak baiknya jalan bola ketika dilepas
dari tangan. Untuk mengurangi kesalahan-kesalahan yang dijelaskan atas perlu ditingkatkan
latihan yang lebih mengarah kepada gerakan jump shoot dan latihan kekuatan otot tungkai
sehingga jump shoot dapat dilakukan dengan sempurna.
Untuk melakukan jump shoot dibutuhkan daya ledak otot tungkai untuk melompat
setinggi mungkin, koordinasi mata-tangan berguna mengarahkan bola ke keranjang/ring dan
keseimbangan tubuh yang berperan dalam menjaga keadaan tubuh di udara ketika tubuh
melompat sehingga tembakan tetap terjaga sasarannya ketika melompat. Dengan demikian
daya ledak otot tungkai dan koordinasi mata-tangan mempunyai peranan penting, artinya
komponen kondisi fisik daya ledak otot tungkai, koordinasi mata-tangan dan keseimbangan
tubuh merupakan komponen yang menentukan dalam keberhasilan jump shoot.
Pelaksanaan jump shot yang baik agar kekuatan dan akurasi nya tetap seimbang :
1. ( STEP ) usahakan ke dua kaki kalian seimbang , dan kaki dominan anda lebih di
depan ( misal seandai nya menggunakan tangan kanan untuk shot usahakan kaki
kanan anda di depan ) , dengan posisi kedua kaki sedikit miring .
2. ( JUMP ) kemudian lompatlah lebih tinggi agar tidak mudah di block oleh lawan
3. ( SHOT ) setelah berada di udara usahakan melayang di udara sebentar , setelah
mencapai puncak langsung melakukan shot .
4. ( FOLLOW TRHOUGH ) yang terakhir , setelah anda melakukan shot , biarkan
tangan anda mengikuti gerakan lemparan nya. ( jgn buru-buru ditarik )
Gambar 2.3 cara melakukan teknik Jump Shoot
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan jump shoot merupakan salah satu tembakan yang
dilakukan didalam permainan bolabasket untuk memasukkan bola ke ring lawan dan memperoleh
angka. Jump shoot yang disertai dengan lompatan dan kemudian pada puncak lompatan bola
dilepaskan menembakan bola langsung ke ring, dalam melakukan jump shoot pemain berusaha
melompat, mendorong tubuhnya ke atas untuk mencapai jangkauan yang lebih tinggi dan
mempermudah memasukkan bola kedalam keranjang/ring lawan.
2.2 Pengertian Latihan
Hakikat Latihan Istilah latihan berasal dan bahasa inggris yang mengandung beberapa
makna, seperi practice, exercise dan training Menurut Sukadiyanto (2010:5). Pengertian
latihan dari kata practice adalah aktivitas untuk meningkatkan keterampilan (kemahiran)
berolahraga dengan menggunakan berbagai peralatan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan
cabang olahraga.
Adapun pengertian latihan yang berasal dari kata exercise adalah perangkat utama dalam
proses latihan harian untuk meningkatkan kualitas fungsi sistem organ tubuh manusia,
sehingga mempermudah olahragawan dalam penyempurnaan gerak. Sedangkan pengertian
latihan yang berasal dari kata training adalah suatu proses penyempurnaan kemampuan
berolahraga yang berisikan materi teori dan praktek, menggunakan metode dan aturan
2.2.1 Latihan Long Jump
Untuk melakukan jump shoot dibutuhkan daya ledak otot tungkai untuk melompat
setinggi mungkin, koordinasi mata-tangan berguna mengarahkan bola ke keranjang/ring dan
keseimbangan tubuh yang berperan dalam menjaga keadaan tubuh di udara ketika tubuh
melompat sehingga tembakan tetap terjaga sasarannya ketika melompat. Dengan demikian
daya ledak otot tungkai dan koordinasi mata-tangan mempunyai peranan penting, artinya
komponen kondisi fisik daya ledak otot tungkai, koordinasi mata-tangan dan keseimbangan
tubuh merupakan komponen yang menentukan dalam keberhasilan jump shoot. Salah satu
metode latihan yang sangat berpengaruh pada lompatan/jumping yaitu latihan Loong Jump.
Latihan Long Jump
Berdiri tegak dengan kaki terbuka selebar bahu.
Ambil posisi jongkok, kemudian langsung melompat ke depan sejauh dan setinggi
mungkin.
Arahkan lengan Anda ke depan untuk menjaga keseimbangan ketika melompat.
Tips: Untuk lompatan yang lebih menantang, cobalah gunakan rintangan seperti
tumpukan kardus atau tongkat.
Ulangi gerakan ini sebanyak 2 set, dengan 8 repetisi.
2.2.2. Latihan BEEF
Ada istilah berkaitan dengan teknik shooting dalam bola basket yang perlu dikenalkan
kepada pemain sejak dini yaitu BEEF. BEEF Adalah sebuah konsep shooting yang
memudahkan atlet untuk memahami dan menguasai teknik tembakan dengan baik dan benar.
Keuntungan melakukan tembakan dengan konsep
BEEF yaitu :
B (Balance)
keseimbangan Gerakan selalu dimulai dari lantai, saat menangkap bola menekuk lutut serta
atur agar tubuh dalam posisi seimbang.
E (Eyes)
Mata agar shooting menjadi akurat pemain harus dengan segera mengambil fokus pada terget
(pemain dengan cepat mampu mengkoordinasikan letak ring), dan mata tak terhalang oleh
bola dan tangan.
E (Elbow)
Siku lengan Pertahankan posisi siku agar pergerakan lengan akan tetap vertikal.
F (Follow through)
gerakan lanjutan Kunci siku lalu lepaskan gerakan lengan jari-jari dan pergelangan tangan
mengikuti ke arah ring.
Pelaksanaa latihan BEEF ( Ball, Eye, Elbow, And Follow Through)
- Latihan menggunakan metode BEEF dilakukan dengan cara, memfokuskan mata pada
target sasaran yaitu ring basket.
- Seimbangkan tubuh, jangan terlalu maju dan jangan terlalu mundur dan tetap relaks.
- Melompat dan lepaskan atau Shoot bola saat sampai pada titik tertinggi lompatan.
- Lakukan berulang ulang dengan menggunakan bola sebanyak mungkin.
2.3 Hipotesis Tindakan
Berangkat dari penjelasan latar belakang masalah dan penjelasan yang telah di
uraikan sebelumnya, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini diterapkan metode latihan
dan keterampilan siswa dalam melakukan teknik Jump Shoot pada siswa SMP N 1 Talaga
agar dapat ditingkatkan.
2.4 Indikator Kinerja
Indikator kinerja dalam penelitian adalah apabila kemampuan dalam melakukan
teknik Jump Shoot dalam permainan bola basket mencapai 80% dari keseluruhan siswa yang
dikenai tindakan, maka penelitian tindakan dinyatakan selesai dan berhasil.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Latar Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian
3.1.1 Latar Penelitian
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada kls VIII SMP N 1 Talaga
3.1.2 Karakteristik Subjek Penelitian
Yang menjadi Subjek penelitian ini adalah kls VIII yang berjumlah 30 orang siswa
yang terdiri dari 17 siswa laki laki dan 13 siswa perempuan.
3.2 Variabel Penelitian
Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Variabel variabel diantaranya:
3.2.1 Input
Dalam hal ini merupakan Variabel input meliputi siswa dalam proses latihan
menggunakan metode latihan Loong jump dan BEEF guna meningkatkan kemampuan siswa
dalam melakukan teknik Jump Shoot permainan bola basket.
3.2.2 Proses
Tindakan didalamnya terdapat interaksi siswa dalam proses latihan, Sehingga siswa
yang menjadi objek penelitian dapat menguasai kemampuan untuk melakukan teknik Jump
Shoot dalam permainan bola basket
3.2.3 Output
Hasil capaian akhir siswa setelah adanya tindakan yang diberikan dalam proses
latihan, dalam hal ini peningkatan kemampuan teknik Jump Shoot dalam permainan bola
basket melalui metode latihan loong jump dan BEEF.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan daa penelitian ini, peneliti menggunakan cara observasi untuk
mengetahui tingkat kemampuan teknik dasar siswa dalam melakukan jump shot dalam
permainan bola basket, sebagai bukti nyata dalam penelitian. Berikut lembar observasi yang
digunakan.
Table 3.1 Lembar Obaservasi
SKOR PENILAIAN
NO ASPEK YANG DINILAI 1 2 3 4
1 Keseimbangan kedua kaki
2 Tinggi lompatan
3 Tembakan saat melayang diudara
4 Gerakan ahir tangan setelah menembak
Hasil yang didapatkan saat observasi dikumpul untuk dianalisis. Analisis data ini
dimaksut untuk mengetahui kemampuan teknik jump shot dalam permainan bola basket.
Data tentang kemampuan jump shot dalam permainan bola basket dianalisis dengan
pemaknaan nilai sebagai berikut.
Sangat baik (SB) 80 - 100
Baik (B) 70 -79
Cukup (C) 60 69
Kurang (K) 45 59
Sangat Kurang (SK) < 44