PCB
APAKAH PCB ITU ?
Printed Circuit Board (PCB) atau Papan Rangkaian Tercetak adalah papan
rangkaian yang digunakan sebagai tempat penghubung jalur konduktor dan
penyusunan letak komponen-komponen elektronika. Yang dimaksud dengan jalur
konduktor adalah sistem pengkabelan antar komponen sebagai bagian dari
hubungan data dan kelistrikan pada komponen tersebut. Macam-macam bentuk
PCB yang umumnya terdapat di pasaran adalah PCB Matrix Strip Board (Papan
Matriks Bergaris) dan PCB Cooper Clad (Berlapis Tembaga).
MACAM-MACAM BENTUK PCB
PCB Matrix Strip Board atau biasa dikenal PCB berlubang merupakan salah satu
jenis PCB yang bentuknya terdiri atas susunan lubang-lubang. Namun,
kekurangan dalam penggunaan PCB ini ialah sulitnya mengatur sistem
pengkabelan yang menghubungkan antara komponen satu dengan komponen
lain sehingga menyebabkan kabel-kabel yang dihubungkan saling menyilang.
Kesulitan lain juga akan dijumpai saat penyolderan kaki-kaki komponen dengan 2
kabel penghubung atau lebih, pada titik solder (pad) yang sama.
Jenis PCB lainnya adalah PCB Cooper Clad. PCB jenis Cooper Clad merupakan
PCB yang terbuat dari bahan ebonite atau fiber glass yang salah satu atau kedua
sisinya dilapisi oleh lapisan tembaga. Untuk PCB yang mempunyai lapisan
tembaga hanya pada salah satu sisi permukaannya saja disebut PCB satu sisi
(Single Side). Sedangkan PCB yang mempunyai lapisan tembaga di kedua sisi
permukaannya disebut PCB dua sisi (Double Side).
CARA-CARA PEMBUATAN LAYOUT PCB
Ada banyak cara yang dapat digunakan dalam pembuatan layout PCB,
diantaranya adalah:1. Menggambarkan layout PCB secara langsung pada PCB
dengan menggunakan spidol dengan tinta tahan air (Waterproof).2.
Menggambarkan layout PCB secara langsung pada PCB dengan menggunakan
rugos elektronika (Electro Set).3. Menggambarkan layout PCB dengan
menggunakan software desain PCB. Bila ditinjau dari sisi ekonomis,
menggunakan spidol untuk menggambar layout PCB memang lebih murah dan
mudah. Hanya dengan sebuah spidol dengan tinta tahan air (waterproof), Anda
dapat membuat layout PCB hingga tintanya habis atau mengering. Namun cara
ini hanya bisa digunakan pada rangkaian elektronika sederhana saja, dan tidak
efektif untuk membuat jalur rangkaian elektronika yang kompleks, rumit dan
membutuhkan pola gambar dengan titik dan garis yang berukuran kecil dan tipis.
Cara pembuatan PCB yang kedua adalah dengan menggunakan rugos
elektronika atau biasa dijual dengan nama Electro Set. Dengan electro set, Anda
bisa memperoleh variasi bentuk garis dan pola gambar layout PCB dengan
berbagai macam ukuran dan bentuk komponen. Harganya pun cukup terjangkau,
berkisar Rp. 4.000,- untuk tiap lembarnya. Seperti rugos pada umumnya,
pemakaian electro set cukup mudah digunakan. Caranya, cukup dengan
menggosokkan lembaran electro set tersebut langsung di atas PCB. Akan tetapi,
kelemahan cara ini akan Anda jumpai saat proses perancangan layout PCB
dengan menggunakan banyak garis dan bentuk komponen pada rangkaian
elektronika yang kompleks. Sebab akan menghabiskan banyak waktu dan
tenaga, hanya untuk menyelesaikan sebuah layout PCB. Oleh karena itu, apabila
ditinjau dari segi efisiensi waktu dan proses pengerjaan cara ini kurang baik
digunakan. Belum lagi resiko yang harus dihadapi apabila saat penggosokan,
electro set tidak merekat sempurna pada PCB.
Metode lain yang dapat digunakan dalam pembuatan layout PCB ialah
menggunakan software desain layout PCB. Software desain layout PCB yang
dimaksud, seperti Protel 99 SE, Target 3001, dan lain-lain. Dibandingkan dengan
cara sebelumnya cara ini memiliki banyak keunggulan, diantaranya sebagai
berikut:
1. Selain untuk membuat layout PCB biasanya pada program software desain
layout PCB, Anda juga dapat merancang gambar skema rangkaian dari rangkaian
elektronika yang akan dibuat sehingga akan lebih mudah untuk diedit dan
diperbaiki bila ada kesalahan dalam proses perancangannya.
2. Tidak membuang banyak waktu dalam proses perancangan layout PCB,
karena umumnya pada software layout PCB terdapat fasilitas perancangan dan
peletakkan komponen secara otomatis (autoroute dan autoplace) untuk
perancangan layout PCB sesulit apapun yang setara dengan pengerjaan seorang
desainer PCB professional.3. Dapat membuat, menambahkan, mengurangi,
hingga mengedit standar ukuran dan bentuk komponen yang diinginkan ke
dalam sebuah pustaka komponen tersendiri.4. Dapat menampilkan hasil desain
PCB yang telah dibuat dengan model gambar 3 dimensi yang disertai jalur
konduktor dan tata letak komponennya.
5. Lebih ekonomis, efisien dan efektif baik dalam segi biaya, waktu maupun
proses pembuatan layout PCB untuk rangkaian elektronika sekompleks dan
serumit apapun.
Materi tulisan ini dikutip dari buku Desain Rangkaian Elektronika dan Layout PCB
dengan Protel 99 SE dengan seizin dari penulis.
PROSES PENCETAKAN PCB
Walaupun Anda telah dapat mencetak pola gambar dan jalur konduktor dari
layout PCB yang telah selesai di desain, bukan berarti proses pembuatan PCB
telah selesai sepenuhnya. Sebab pada dasarnya yang telah Anda buat itu hanya
layout PCB yang dicetak diatas kertas, belum ke lapisan tembaga dari PCB yang
sebenarnya. Oleh karena itu, pola gambar dan jalur konduktor dari layout PCB
yang telah dicetak harus dipindahkan ke lapisan tembaga PCB dalam bentuk
aslinya.
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mentransformasikan pola
gambar dan jalur konduktor dari hasil pencetakan layout PCB ke dalam bentuk
PCB yang aslinya. Metode-metode tersebut adalah sebagai berikut:
1. Memindahkan pola gambar dan jalur konduktor dari layout PCB dengan teknik
kimiawi.
Dalam proses pembuatan PCB dengan teknik kimiawi digunakan bahan kimia
Positif 20 untuk melapisi permukaan tembaga PCB. Bahan kimia Positif 20 dapat
diperoleh di toko-toko komponen elektronika ataupun di toko bahan kimia.
Dengan menggunakan bahan kimia Positif 20 memungkinkan Anda untuk
membuat layout PCB yang berukuran kecil, tipis dan saling berdekatan satu
sama lain.
2. Memindahkan pola gambar dan jalur konduktor dari layout PCB dengan teknik
sablon.
Salah satu hal yang menjadi alasan kenapa Anda harus memilih teknik sablon ini
ialah dengan menggunakan teknik sablon Anda dapat mengurangi biaya
pembuatan PCB, bila lembaran PCB yang digunakan sangat banyak. Sebab,
hanya dengan sekali proses pemindahan pola gambar dari kertas ke sekrin, Anda
dapat mencetak pola jalur konduktor langsung di atas lembaran PCB secara
berulang-ulang. Akan tetapi dalam proses pembuatan PCB dengan menggunakan
teknik sablon, hal yang perlu di perhatikan ialah bahan tinta atau cat sablonnya
harus tahan air. Sebab bila bahan pembuatan sablonnya tidak tahan air, saat
proses pelarutan dengan Ferri Chlorite (FeCl4) jalur konduktor PCB akan ikut
terlarut. Oleh karena itu jenis tinta atau cat yang digunakan sebaiknya terbuat
dari minyak atau bahan kimia lain yang tidak akan larut dalam air
3. Memindahkan pola gambar dan jalur konduktor dari layout PCB dengan kertas
transfer PCB. Selain menggunakan teknik kimiawi dan teknik sablon, Anda juga
dapat memanfaatkan media lain untuk memindahkan pola gambar layout PCB,
yaitu dengan menggunakan kertas transfer PCB. Dibandingkan dengan teknik
kimiawi dan teknik sablon cara ini dapat dikatakan jauh lebih mudah, murah dan
praktis sehingga cocok digunakan bagi para pelajar dan mahasiswa yang
mempunyai biaya terbatas. Kertas transfer PCB dapat dibeli di toko-toko yang
menjual komponen-komponen elektronika.
Bentuk kertas transfer PCB sama seperti kertas pada umumnya yang berwarna
putih polos dan tak bergaris. Akan tetapi yang menjadi perbedaan antara kertas
biasa dan kertas transfer PCB ialah pada material pembentuk kertasnya. Kertas
transfer PCB di desain khusus agar dapat memindahkan pola jalur rangkaian PCB
dari toner (bubuk tinta yang biasa digunakan pada printer laser atau mesin
fotokopi) ke lapisan tembaga PCB.
Keterangan lebih lengkap mengenai langkah demi langkah pencetakan PCB dari
ketiga metode tersebut bisa Anda peroleh pada buku Desain Rangkaian
Elektronika dan Layout PCB dengan Protel 99 SE yang diterbitkan PT. Elex Media
Komputindo.
[Link]
Pengertian Tentang PCB (Printed Circuit Board) | PCB adalah sebuah papan yang
penuh dengan komponen-komponen elektronika yang tersusun membentuk rangkaian
elektronik atau tempat rangkaian elektronika yang menghubungkan komponen
elektronik yang satu dengan lainnya tanpa menggunakan kabel. Disebut dengan Papan
Sirkuit karena diproduksi secara massal dengan cara mencetak. PCB dilapisi lapisan
logam (tembaga) yang berfungsi sebagai penghubung antar komponen, Lapisan logam
ini nantinya akan menjadi kabel yang tersusun rapi, setelah kita melarutkan pada larutan
FerryClorit + air.
Sejarah terciptanya PCB :
Tahun 1936 - Papan sirkuit cetak pertama kali ditemukan oleh Paul Eisler,
ilmuwan Austria yang memasukkan penggunaan papan sirkuit ini ke dalam
sebuah radio.
1943 - Amerika Serikat menggunakan papan sirkuit dengan jumlah besar dalam
radio militer mereka.
1948 - Komersialisasi papan sirkuit cetak di Amerika Serikat.
Setelah tahun 1950, papan sirkuit cetak telah digunakan secara massal di dalam industri
elektronik.
Gambar Potongan PCB
PCB dengan komponen (tampak bawah dan tampak atas)
Papan Rangkaian Project Board/Bread Board/Wish Board
Project Board/Bread Board/Wish Board Dengan menggunakan papan rangkaian Project
Board/Bread Board/Wish Board ini kita dapat dengan mudah memasang, merubah,
dan memperbaiki suatu rangkaian yang dianggap belum sempurna atau mengalami
salah hubung sehingga kesalahan-kesalahan fatal tidak terjadi.
Project board juga bisa kita gunakan bereksperimen, kita dapat memasang komponen
elektronika secara tidak permanen. Untuk menghubungkan antar komponen tidak perlu
di solder karena pada papan ini sistem hubungnya (interkoneksi) yang dapat menjepit
komponen. Komponen atau kawat penghubung dengan mudah dapat dilepas dan di
tancapkan kembali berulang kali.
Keistimewaan lainnya dari Project board dapat dipakai berbagai macam komponen
elektronika yang berbeda, antara lain :
1. IC (intregated Circuit)
2. Transistor
3. Dioda, dan
4. Komponen lainnya.
Duro, m. [Link]
[Link]
Pengertian PCB
PCB adalah papan dasar yang secara fisik mendukung dan menghubungkan komponen-komponen
pada hampir semua barang elektronik. "Printed circuit board" merupakan kepanjangan dari PCB,
atau "papan sirkuit cetak" dalam bahasa indonesia. Kebanyakan PCB dibuat dengan fiberglass atau
plastik yang diperkuat kaca, dengan jalur-jalur konduktor (conductive trace) berbahan tembaga.
Jalur konduktor tembaga menghubungkan komponen-komponen pada PCB, dengan membentuk
suatu sirkuit.
PCB digunakan dalam komputer, baik laptop maupun desktop. PCB berperan sebagai fondasi untuk
berbagai macam komponen internal yang ada dalam komputer seperti graphics card, controller
card, network interface card, dan expansion card. Semua komponen ini terhubung ke motherboard,
yang juga merupakan PCB.
PCB dapat berupa satu lapisan saja (single-layer) untuk perangkat-perangkat elektronik sederhana.
Sedangkan, PCB untuk perangkat keras (hardware) yang kompleks seperti motherboard, dapat
memiliki sampai sebanyak 12 lapisan. PCB biasanya memiliki warna hijau, akan tetapi PCB dapat
dibuat dengan warna apapun.
Meski PCB biasa dikaitkan dengan komputer pribadi atau laptop, sebenarnya PCB juga digunakan di
banyak perangkat-perangkat elektronik lain. Kebanyakan televisi, kamera digital, radio, ponsel, dan
tablet memiliki satu atau lebih PCB. Meski PCB yang ditemukan di perangkat-perangkat mobile
terlihat mirip dengan yang ditemukan di perangkat elektronik dengan ukuran yang lebih besar, PCB
pada perangkat mobile biasanya lebih tipis dan memiliki sirkuit yang lebih rapi.
William, j [Link]
PilihanIni - Dalam ilmu dan bidang elektronika, sudah pasti Anda mengenal apa itu PCB.
PCB dalam artinya adalah (Printed Circuit Board). Yaitu, sebuah papan sirkuit cetak. PCB ini
banyak sekali kegunaannya dalam bidang elektronika. Mau tahu pengertian dan sejarah
PCB yang lebih lengkap? Simak artikelnya di bawah ini.
Berikut, Pengertian Dan Sejarah PCB Dalam Elektronika :
Pengertian PCB dalam elektronika :
Sebuah papan sirkuit cetak (Bahasa Inggris : Printed Circuit Board atau PCB) adalah sebuah
papan yang penuh dengan sirkuit dari logam yang menghubungkan komponen elektronik
satu sama lain tanpa kabel.
Papan sirkuit ini mendapatkan namanya karena diproduksi secara massal dengan cara
pencetakan.
Sejarah PCB dalam elektronika :
1936 - Papan sirkuit cetak pertama kali ditemukan oleh Paul Eisler, ilmuwan Austria yang
memasukkan penggunaan papan sirkuit ini ke dalam sebuah radio.
1943 - Amerika Serikat menggunakan papan sirkuit dengan jumlah besar dalam radio
militer mereka.
1948 - Komersialisasi papan sirkuit cetak di Amerika Serikat.
Setelah tahun 1950, papan sirkuit cetak telah digunakan secara massal di dalam industri
elektronik.
Klasifikasi :
Papan sirkuit cetak dapat digolongkan atas beberapa jenis berdasarkan :
Susunan Lapis
- Lapis Tunggal
- Lapis Ganda
- Multi Lapis (4, 6, 8 lapis)
Bentuk
- Keras
- Lunak (Fleksibel)
- Gabungan Keras Dan Lunak
Spesifikasi
- Konvensional
- Penghubung Kepadatan Tinggi (High Density Interconnect)
Material Basis
- FR4
- Logam
- Keramik
Rizky, m [Link]
[Link]