0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan13 halaman

Panduan Lengkap Perhitungan RAB Pekerjaan Lantai

I. Pekerjaan awal meliputi pengukuran lokasi dan pembuatan bouwplank untuk menentukan batas dan posisi bangunan. II. Pekerjaan galian dan urugan mencakup pekerjaan menggali untuk fondasi dan saluran air, serta mengurug kembali bekas galian dan melapisi lantai. III. Pekerjaan fondasi meliputi pembuatan dan pasangan fondasi serta lantai kerja di bawah fondasi.

Diunggah oleh

Upik Ningrum
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan13 halaman

Panduan Lengkap Perhitungan RAB Pekerjaan Lantai

I. Pekerjaan awal meliputi pengukuran lokasi dan pembuatan bouwplank untuk menentukan batas dan posisi bangunan. II. Pekerjaan galian dan urugan mencakup pekerjaan menggali untuk fondasi dan saluran air, serta mengurug kembali bekas galian dan melapisi lantai. III. Pekerjaan fondasi meliputi pembuatan dan pasangan fondasi serta lantai kerja di bawah fondasi.

Diunggah oleh

Upik Ningrum
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CARA PERHITUNGAN RAB

A. PEKERJAAN LANTAI

I. PEKERJAAN AWAL
1. Pembersihan Lokasi
Sebelum memulai pekerjaan lokasi perlu dibersihkan, biasanya di table RAB
pembersihan lokasi dihitung dengan satuan lump sump, yang artinya harga
perkiraan.
2. Pekerjaan Pengukuran dan Bouwplank.
Pekerjaan Pengukuran adalah pekerjaan mengukur batas-batas dan peil dari
suatu bangunan yang diikuti dengan pekerjaan Bouwplank .Cara menghitung
Volume = (pajang bangunan + 2 meter)x2 + (lebar bangunan +2 meter)x2
= meter Volume untuk denah diatas = (15+2)x2 + (8,5+2)x2 = 55 meter

[Link] GALIAN DAN URUGAN


1. Galian Fondasi Batu kali
Lebar bawah fondasi = 60 cm, lebar atas fondasi = 30 cm, tinggi fondasi =
60cm. Panjang =
(8,5+1,5+1,5+5+2+3+7+5)+(15+10+1,5+3,5+4+3+15)= 85,5 m. Lebar
galian diambil lebar fondasi ditambah 20 cm menjadi 80 cm, kedalaman
galian sama dengan tinggi fondasi 60 [Link] galian fondasi batu kali =
0,8 x 0,6 x 85,5 = 41,04 m3
Urugan Kembali bekas galian diambil 40% dari 41,04 m3 = 16,42 m3
2. Galian Fondasi Plat.
Jumlah fondasi 17 bh, lebar galian = 20+80 = 100 cm, dalam galian = 80
[Link] galian = 17 x 1 x 0,8 = 13,6 m3Urugan Kembali 40% dari 13,6
m3 = 5,44 m3
3. Galian Saluran Air kotor
Saluran menggunakan pralon 4, panjang saluran =
(1,5+2+1,5+2,5+4+3+2)+(2+2+1,5+2,5+2) + (7+3+2) = 38,5
mKedalaman galian diambil rata-rata 0,5 meter lebar 0,5 [Link] =
0,5 x 0,5 x 38,5 = 9,63 m3Urugan kembali 40% dari 9,63 = 3,85 m3
4. Urugan Lantai
Luas Lantai yang diurug = 8,5 x 15 = 127,5 m2, Tinggi Urugan = 0,5 cm
Volume Urugan = 63,75 m3
III. PEKERJAAN PASANGAN FONDASI
1. Pasangan Fondasi Batu Kali
Panjang Fondasi = Panjang galian = 85,5 meter Lebar atas fondasi = 0,3 m,
lebar bawah fondasi = 0,6 m, tinggi = 0,6 [Link] = (0,3+0,6)/2 x 0,6 = 0,27
[Link] Pasangan Fondasi = 0,27 x 85,5 = 23,09 m3 Campuran yang
sering dipakai 1 PC : 3 Pasir, 1 PC : 4 Pasir, 1 PC : 5 Pasir, 1PC : 6 Pasir, 1 PC :
8 Pasir. Untuk daerah daerah yang air tanahnya cukup tinggi sebaiknya
gunakan campuran 1 PC : 3 Pasir , untuk menghindari agar air tanah tidak
naik keatas melalui pasangan Fondasi, dan untuk daerah yang biasa
sebaiknya gunakan spesi perbandingan 1 PC : 5 Pasir.
2. Pekerjaan Fondasi Plat
Jumlah fondasi = 17 bh, ukuran fondasi 0,8 x 0,8Luas Penampang 1 =
(0,2+0,8)/2 x 0,05 = 0,03 m2 Luas Penampang 2 = (0,2 x 0,8) = 0,16 m2
Jumlah = 0,03 + 0,16 = 0,19 m2 Volume 1 bh fondasi = 0,19 x 0,8 = 0,15
m3 Volume 17 bh Fondasi = 17 x 0,15 = 2,55 m3 Karena Fondasi termasuk
struktur utama gunakan analisa setiap 1 m3 beton membutuhkan 200 kg
besi beton
Cara menghitung Volume pekerjaan :

I. Pekerjaan Awal

1. Pengukuran Yang dimaksud dengan pengukuran adalah sebelum memulai


pekerjaan, untuk menentukan posisi dari bangunan dilakukan pengukuran
batas-batas, volume pengukuran adalah dihitung dg satuan lumpsum, missal
diperkirakan dikerjakan 2 hari dengan 2 tukang, sehingga perhitungan sbb
,upah tukang Rp.50.000, maka biaya 50.000 x 2 x 2 = Rp. 200.000.
2. Bowplank Digunakan untuk membantu menentukan As atau letak titik dari
bangunan, dengan cara membuat pagar menggunakan papan2/15 dipaku
pada kayu ukuran 5/7 sebagai tiang, dibuat dengan jarak 1 meter dari as
bangunan dipasang keliling bangunan. Misal rumah ukuran 6 x 7 , maka
volume bowplank adalah (6+1+1)+(7+1+1)=17m. Harga dan kebutuhan
material dapat dilihat pada Analisa pekerjaan.

II. Pekerjaan Galian dan urugan

1. Galian Adalah pekerjaan menggali yang berhubungan dengan pembuatan


fondasi, dalam dan lebarnya fondasi ditentukan oleh type fondasi. Misal lebar
bawah fondasi 70 cm, maka lebar dari galian adalah 70 cm ditambah kiri 10
cm kanan 10 cm menjadi 70 + 20 = 90 cm, sedangkan kedalaman galian
juga ditentukan oleh keadaan tanah baik, tetapi kalau kondisi tanah biasa
umumnya kedalaman galian 70 cm, maka volume galian adalah 0.9 m x 0.7
m x panjang fondasi = satuan m3, sedangkan untuk menentukan berapa
jumlah tenaga atau upah dapat dilihat analisa pekerjaan galian.
2. Urugan Adalah pekerjaan mengurug lantai bangunan, volume dihitung
luas bangunan dikalikan tinggi urugan satuan m3, kebutuhan material
urugan dan jumlah tenaga atau upah dapat dilihat pada analisa pekerjaan.
3. Mengurug kembali Adalah mengurug bekas galian Fondasi, volume
biasanya dihitung 1/3 dari volume galian, contoh volume galian 60 m3 maka
urugan kembali adalah 60m3/3 = 20 m3.

III. Pekerjaan Fondasi

1. Lantai Kerja Adalah suatu item pekerjaan yang lokasinya dibawah fondasi
(lihat fondasiRumah), lantai kerja dapat berupa urugan pasir dengan tebal 10
cm, pasangan batu kali kosong, atau beton dengan campuran 1:3:5 tebal 5
s/d 10 cm. cara perhitungan adalah luas dikalikan tebal dengan satuan m3,
kebutuhan material dan upah lihat analisa pekerjaan.
2. Pasangan Fondasi Fondasi yang kami maksudkan disini adalah fondasi
batu kali (stal) untuk bangunan rumah lantai 1, cara menghitung volume
hitung semua panjang fondasi kemudian dikalikan tinggi fondasi, dan
dikalikan (lebar atas+lebarbawah dibagi 2), satuan m3. Contoh: panjang
seluruh fondasi 50 meter, tinggi fondasi 0,7 meter, lebar atas fondasi 0.3
meter lebar bawah fondasi 0.7 meter, maka volumenya adalah 50 x0,7 x
((0,3+0,7)/2) = 17,5 m3.

IV. Pekerjaan Beton

1. Sloof Yang dimaksud dengan sloof adalah struktur bangunan yang berada
diatas fondasi untuk lebih jelas lihat sloof rumah lantai 1 dan [Link]
menghitung volume sebagai berikut : untuk volume beton panjang total sloof
x lebar x tinggi = satuan m3. Untuk perhitungan jumlah besi beton, pertama
yang dicari adalah jumlah begel, dengan cara panjang total sloof dibagi jarak
begel ditambah 1 = jumlah begel, jumlah begel dikalikan panjang satu begel
= panjang total besi betonyang dibutuhkan. Misal sloof 15/20, begel d 8 15,
panjang total 25 meter, jumlah begel =(25/0.15)+1=167,6 bh = 168 bh,
sedangkan panjang satu begel = ((15 -5)x 2)+((20-5) x 2)= 50 cm, maka
total besi beton untuk begel adalah 0,5 x 168 = 84meter, satu batang besi
beton panjang standar adalah 12 m, 84/12= 7 batang. Untuk menghitung
besi beton tulangan pokok yaitu dengan cara jumlah tulangan pokok
dikalikan panjang total. Sedangkan untuk perhitungan RAB besi beton tidak
dihitung,yang ditampilkanadalah volume beton.
2. Kolom Cara menghitung Volume adalah tentukan atau hitung jumlah
kolom kemudian dikalikan tinggi kolom, sehingga mendapat total panjang
kolom x lebar x tinggi= volume kolom satuan m3.
3. Ring balk. Cara menghitung volume sama dengan perhitungan sloof dan
kolom

V. Pekerjaan Dinding

1. Pasangan Bata. Dinding pasangan bata ada 2 cara menghitung yaitu


dengan cara perhitungan luas dan dengan cara perhitungan isi, untuk
perhitungan isi jarang sekali digunakan, akan tetapi bila suatu saat
dibutuhkan dengan cara perhitungan isi, caranya adalah luas x tebal, untuk
tebal tergantung jenis pasangan bata,pasangan 1 bata atau bata ,untuk
ukuran 1 bata yaitu 30 cm sedangkanukuran bata 15 [Link] menghitung
luas pasangan bata adalah sebagai berikut, pertama hitung keliling dari
dinding, kalikan dengan tinggi dinding, dan dikurang luas dari daun
jendela,daun pintu,boven, satuan m2.
2. PlesteranVolume plesteran adalah 2 x dari volume pasangan bata.
3. Acian Sama dengan cara menghitung volume plesteran tetapi dikurangi,
daerah yang tidak di aci seperti dinding keramik dll.
4. Sponengan atau tali airSponengan atau tali air adalah batas antara kusen
dan plesteran, bila lebarkusen kurang dari lebar dinding (15 cm) maka batas
antara kusen dan plesterandisebut sponengan, sedangakan bila lebar kusen
sama dengan lebar dinding maka batas antara kusen dan plesteran disebut
tali air.

VI. Pekerjaan Kusen dan Pintu, Jendela

1. Pembuatan Kusen Cara perhitungan kusen pada RAB ada 2 macan yaitu
dengan satuan jadi, atau m3, untuk satuan m3 yaitu hitung semua panjang
dari bahan pembuat kusen kemudian dikalikan dengan tebal dan lebar dari
kayu, satuan m3. Kebutuhan material dan upah dapat dilihat pada analisa
pekerjaan.
2. Daun Pintu. Daun pintu ada beberapa macam, missal daun pintu panil
atau doble plywood, dalam perhitungan volume untuk RAB biasanya di
hitung perunit.
3. Pasang Kusen Pintu dan JendelaVolume pemasangan bermacam-macam,
antara lain dg cara panjang keliling kusen, perlubang, atau perunit.
4. Pasang Daun Pintu dan Jendela Volume pemasangan dihitung perunit,
diluar pemasangan kunci tanam, hakangin, slot.

VII. Pekerjaan Rangka Atap.


1. Pembuatan Kuda-KudaVolume dihitung dengan satuan m3, yaitu panjang
total bahan dikalikan dimensi kayu yang [Link], panjang total bahan
yang digunakan untuk kuda-kuda adalah 25meter kayu yang digunakan 8/12
maka volume adalah 25 x 0.08 x 0.12 =0.24 [Link] harga dapat dilihat
analisa pekerjaan.
2. Pembuatan Gording. Yang dimaksud dengan pembuatan gording adalah
pembuatan sambungan antara gording, satuan adalah m3, cara mencari
volume sama dengan cara mencari volume pada perhitungan kuda-kuda.
3. Pembuatan [Link] dengan pembuatan gording,
4. Pembuatan Balok [Link] dengan pembuatan gording, dan Jurai. Untuk
ketiga item pekerjaan tersebut dimensi kayu biasanya sama hanya letak saja
yang membedakan nama item pekerjaan.
5. Pasang [Link] dimaksud pasang kuda-kuda biasanya disebut
erextion kuda-kuda, adalah pemasangan kuda-kuda dilokasi tempatnya kuda-
kuda. Tidak membutuhkan material tambahan karna kuda-kuda dipasang
setelah dibuat. Biaya biasanya diambil 50 % dari biaya pembuatan kuda-
kuda. Begitu juga untuk pemasangan jurai, gording, balok nok. Satuan
volumenya adalah m3.
6. Pasang Papan Suri. Yang dimaksud dengan papan suri adalah, papan yang
letaknya diatas balok nok, yang berfungsi untuk menahan kerpus, ukuran yg
digunakanbiasanya 2/20 dapat juga lebih kecil atau lebih besar sesuai
kebutuhan dilapangan. Satuan volumenya adalah m.
7. Pasang Usuk. Usuk biasanya menggunakan kayu ukuran 4/6 atau 5/7, yg
seringdigunakan adalah kayu ukuran 5/7, untuk atap yg menggunkan asbes
atau seng tidak memakai usuk, cukup dengan gording. Perhitungan usuk
yaitu luas dengan satuan m2. kebutuhan matererial dan upah lihat analisa
pekerjaan.
8. Pasang Alumunium poil. Pemasangan alumunium poil dimaksudkan untuk
mengurangi panas dan mencegah tampias saat terjadi hujan yang disertai
angin, bahan yang digunakan tidak mutlak alumunium poil, dapat diganti
dengan karpet atau seng plat. letak alumunium poil adalah diantara usuk
dan reng. Satuannya adalah m2.
9. Pasang Reng. Reng ukuran yang digunakan ada dua macam yaitu 2/3 atau
, tergantung jenis genteng yang dipakai, untuk genteng beton biasanya
menggunakan ukuran , perhitungan reng adalah sama dengan
menghitung usuk yaitu luas dengan satuan m2. (luas reng sama dengan luas
dari usuk).
10. Pasang Genteng Genteng ada beberapa jenis, akan tetapi yang umum
adalah genteng beton dan genteng keramik. Perhitungan volume adalah luas
dengansatuan m2. biasanya sama dengan luas reng maupun usuk.
11. Pasang talang Talang ada beberapa jenis bahan yang digunakan, talang
seng, talangPVC, talang beton, untuk setiap jenis bahan cara perhitungan
volumeberbeda-beda, untuk talang yang terbuat dari seng volume nya
adalah luas dengan satuan m2, talang yang terbuat dari PVC volumenya
adalahpanjang dengan satuan m, sedangkan untuk talang beton dapat
dihitungdengan m3 ataupun m2.
12. List plankList plank ada beberapa jenis bahan yang digunakan, yaitu
bahan darikayu, beton, pvc, fiber dll, tetapi saat ini list plank yang sering
digunakan adalah terbuat dari kayu dan beton, perhitungan volume ada
yang menggunakan m,m2,m3. perhitungan volume tidak mengikat.
VIII. Pekerjaan Penggantung dan Pengunci.
1. Rangka Plafond Rangka plafon ada beberapa jenis bahan yang digunakan,
yaitu rangka kayu 4/6, rangka besi (bermacam-macam). Untuk perhitungan
volume kalau menggunkan kayu biasanya dihitung luas, sedangkan untuk
besi dihitung dengan berat (kg).
2. Pasang Plafon Plafon bermacam-macam dari jenis bahan yang digunakan,
seperti,bahan kayu, eternit, asbes plat, plywood, gibsum dll, untuk
perhitungan volume adalah luas dengan satuan m2.
3. Pasang Kunci tanam, grendel, hak [Link] menggunkan satuan
unit, atau buah.
4. Pasang Kaca. Pemasangan kaca yaitu dengan perhitungan luas satuan
m2.5. List plafond Yang dimaksud dengan list plafon adalah list yang berada
dipinggir pertemuan antara plafond dengan dinding, tujuan pemasangan list,
agar terlihat rapi. Satuan volume adalah m

IX. Pekerjaan Lantai dan keramik.


1. Beton Lantai 1:3:5 Yang dimaksud dengan beton lantai, biasanya disebut
floor, atau plesteran lantai, tebal beton lantai untuk rumah tinggal mulai dari
5 cm sampai dengan 10 cm. sebelum lantai diplester sebaiknya diberi
urugan pasir setebal 10 cm. Untuk perhitungan volume lantai beton m3,
tetapi kadang-kadang ada yang membuat m2.
2. Pasang keramik lantai utama dan wc. Pemasangan keramik lantai volume
yang digunakan adalah luas dg satuan m2.
3. Pasang Keramik [Link] keramik dinding volume yang
digunakan adalah luas dgsatuan m2.
X. Pekerjaan Sanitasi
1. Pasang Saluran air bersih pvc .Perhitungan volume adalah panjang
dengan satuan m.
2. Pasang Saluran Air kotor pvc 4Perhitungan volume adalah panjang
dengan satuan m.
3. Pasang Closet, kranPerhitungan volume adalah buah atau unit.
4. Pembuatan Septick tank atau beerput. Septick tank atau beerput adalah
suatu tempat untuk menampung kotoran manusia, perbedaan septick tank
dan beerput adalah dari bentuk m dan bahan yang digunakan akan tetapi
fungsinya sama. Septick tank bahan yang digunakan adalah pasangan bata,
denganukuran persegi panjang, sedangkan kalau beerput bahan yang
digunakanbuis beton diameter 80 cm s/d 90 cm. biasanya perhitungan
volumeadalah unit (lansung jadi).
5. Saluran Peresapan atau Sumur Peresapan. Saluran peresapan atau sumur
peresapan adalah suatu bangunan yang berfungsi sebagai peresapan air dari
buangan septick tank. Volume perhitungan adalah unit

Rencana Anggaran Biaya Bangunan Rumah (RAB)


barangkali diantara Anda ada yang memerlukan pengetahuan ini. Tapi,
tentunya hanya sekedar garis besarnya saja dengan harapan Anda dapat
mengerti secara umum, agar ketika Anda akan membangun atau merenovasi
rumah Anda tidak dikelabui oleh orang-orang yang Anda percayakan
membangun atau merenovasi rumah Anda.

Secara garis besar, komponen utama anggaran biaya bangunan terdiri dari
bahan bangunan atau material dan biaya pekerja bangunan. Sedangkan
untuk mengetahui berapa banyak material yang diperlukan, serta berapa
biaya upah yang diperlukan, Anda harus mengetahui satuan pekerjaan dan
volume pekerjaan.

BAHAN BANGUNAN atau MATERIAL :


Bahan bangunan atau material bagi Anda sudah tidak asing lagi bukan,
misalnya batu kali, semen, pasir, besi beton, kayu, cat tembok, cat kayu dan
sebagainya. Itu semua adalah bahan bangunan atau lebih dikenal dengan
meterial. Semua bahan-bahan tersebut tersedia di toko-toko bahan
bangunan di sekitar tempat tinggal Anda.

PEKERJA BANGUNAN :
Istilah pekerja bangunan juga saya kira hampir semua orang mengetahui,
seperti tukang kayu, tukang tembok atau tukang batu, tukang besi, kernet
atau pembangu tukang, kepala tukang, dan mandor. Itulah komponen utama
dalam penghitungan RAB bangunan termasuk rumah. Untuk selanjutnya
Anda harus mengetahui bagaimana kita mengetahui berapa material dah
upah kerja yang diperlukan untuk membangun atau merenovasi rumah
Anda, terlebih dahulu Anda harus mengetahui item atau satuan pekerjaan
pekerjaan dalam bangunan.

Nama-nama Satuan Pekerjaan Bangunan :

Pekerjaan Persiapan : Pekerjaan persiapan meliputi pembersihan lahan


untuk bangunan, meratakan tanah, pekerjaan bouwplank dll.

Pekerjaan Galian Tanah : Pekerjaan galian tanah meliputi galian tanah


pondasi, mengurug dan meratakan kembali tanah bekas galian
pondasi, galian tanah untuk selokan dan sebagainya.

Pekerjaan Pondasi : Pekerjaan pondasi meliputi pasangan pondasi batu


kali, pondasi plat beton (cakar ayam).

Pekerjaan Beton : Pekerjaan beton meliputi pekerjaan beton sloof


(dipasang di atas pondasi batu kali), beton kolom/tiang (dipasang pada
setiap sudut bangunan pertemuan dinding bata), beton ring balok
(dipasang di atas didinng bata), beton plat lantai (bangunan 2 lantai).

Pekerjaan Dinding : Pekerjaan dinding meliputi pasangan bata merah,


batako, hebel dll.
Pekerjaan Kusen : Pekerjaan kusen pintu dan jendela. Kusen pintu dan
jendela bisa membuat sendiri di lokasi atau bisa membeli sudah jadi.

Pekerjaan daun pintu dan jendela : Pekerjaan daun pintu dan jendela
juga bisa membuat di lokasi atau membeli sudah jadi bersama-sama
kusen.

Pekerjaan Atap : Pekerjaan atap terdiri dari pekerjaan rangka atap,


tutup atap, talang, dan karpus/nok/bubungan. Rangka atap bisa
menggunakan kayu atau rangka atap baja ringan. Tutup atap bisa
menggunakan genting keramik, genting tanah, genting beton, genting
metal, atau asbes gelombang. talang tepi pisa menggunakan seng
plat, bonet, atau talang plat beton. Karpus harus menyesuaikan
dengan tutup atap yang digunakan.

Pekerjaan Plapond : Plapond atau langit-langit terdiri dari pekerjaan


rangka plapond, pekerjaan tutup plapond dan lis plapond. Rangka
plapond dapat menggun akan kayu dan besi hollow. Sedangkan tutup
plapond bisa menggunakan kayu lapis, asbes, GRC, accoustik dll.

Pekerjaan Lantai : Pekerjaan lantai dimaksud adalah pekerjaan


pasangan lantai semua ruangan dalam dan luar ruangan seperti
serambi dan garasi mobil.

Pekerjaan Sanitair : Pekerjaan Sanitair meliputi pekerjaan saluran air


kotor, septicktank, dan kloset kamar mandi.

Pekerjaan Instalasi Listrik : pemasangan jaringan kabel listrik dan titik


lampu & stop kontak.

Pekerjaan Instalasi Air : pemasangan jaringan air bersih dan titik-titik


air (keran/stop kran).

Pekerjaan Finishing : meliputi pengecatan tembok, pengecatan kusen


pintu dan jendela, daun pintu dan jendela, plapond dll.

Pekerjaan Taman : kolam hias, rumput, bunga

Rencana anggaran biaya bangunan atau sering disingkat RAB adalah


perhitungan biaya bangunan berdasarkan gambar bangunan dan spesifikasi
pekerjaan konstruksi yang akan di bangun, sehingga dengan adanya RAB
dapat dijadikan sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan nantinya.
Untuk menghitung RAB diperlukan data data antara lain:
Gambar Rencana Bangunan.

Spesifikasi Teknis Pekerjaan yang biasa disebut juga sebagai RKS


( Rencana Kerja dan syarat syarat )

Volume masing masing pekerjaan yang akan di laksanakan.

Daftar harga bahan bangunan dan upah pekerja saat pekerjaan di


laksanakan.

Analisa BOW atau harga satuan pekerjaan.

Metode kerja pelaksanaan.

o.k, selanjutnya kita akan mencoba menghitung suatu rencana anggaran


biaya pekerjaan bangunan.
Cara menghitung rencana anggaran biaya bangunan adalah sebagai berikut:
misalkan sebuah pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps tanpa acian pada pasangan
bata 2 muka dengan gambar kerja sebagai berikut:

langkah pertama adalah menghitung volume pekerjaan plesteran.


v plesteran= 2 m x 3 m x ( 2 muka ) = 12 m2
berikutnya kita mencari tabel analisa BOW atau analisa harga satuan
pekerjaan:
Analisa untuk 1 m2 pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps adalah

0.2170 zak semen

0.02830 m3 pasir pasang

0.0125 mandor

0.0200 kepala tukang

0.2000 tukang batu

0.2500 pekerja

selanjutnya kita mencari harga bahan dan upah untuk analisa pekerjaan
diatas, contohnya sebagai berikut ( harga disini hanya perkiraan untuk lebih
tepatnya bisa di survey di toko ):

semen = Rp. 59.000 / zak


pasir pasang = Rp. 150.000,00 / m3

mandor = Rp. 50.000,00 / hari

kepala tukang = Rp. 45.000,00 / hari

tukang batu = Rp. 40.000,00 / hari

pekerja = Rp. 35.000,00 / hari

langkah berikutnya adalah mengalikan antara analisa harga satuan dan


harga bahan/ upah sebagai berikut

semen =0.2170 x Rp. 59.000= Rp. 12.803,00

pasir pasang =0.02830 x Rp. 150.000,00= Rp. 4.245,00

mandor =0.0125 x Rp. 50.000,00= Rp 625,00

kepala tukang = 0.0200 x Rp. 45.000,00= Rp. 900,00

tukang batu = 0.2000 x Rp. 40.000,00= Rp. 8.000,00

pekerja =0.2500 x Rp. 35.000,00= Rp. 8.750,00

jadi jumlah harga total 1m2 plesteran adalah Rp.35.323,00

setelah diketahui harga per 1 m2 plesteran adalah Rp.35.323,00 maka


langkah terakhir adalah mengalikanya dengan total volume plesteran yang
sudah dihitung sebelumnya yaitu 12 m2
Jadi total harga plesteran adalah 12 x 35.323 = Rp.423.876,00 biasanya
terus dibulatkan Rp.423.000,00
terbilang ( empat ratus dua puluh tiga ribu rupiah).
Tahapan Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Konstruksi
Dalam penyusunan anggaran biaya suatu rancangan bangunan biasanya
dilakukan 2 (dua) tahapan yaitu :

Estimasi Biaya Kasar, yaitu penaksiran biaya secara global dan


menyeluruh yang dilakukan sebelum rancangan bangunan dibuat.

Perhitungan Anggaran Biaya, yaitu penghitungan biaya secara detail


dan terinci dsesuai dengan perencanaan yang ada.

Tahapan Estimasi Biaya


Penaksiran anggaran biaya yang dilakukan adalah melakukan proses
perhitungan volume bangunan yang akan dibuat, harga satuan standar dari
tipe bangunan dan kualitas finishing bangunan yang akan dikerjakan.
Karena taksiran dibuat sebelum dimulainya rancangan bangunan, maka
jumlah biaya yang diperoleh adalah taksiran kasar biaya bukan biaya
sebenarnya atau actual, sebagai contoh:

Jenis bangunan dengan standar bangunan kelas A, maka harga satuan


standarnya adalah @ Rp 2.000.000,-/m2, Luas bangunan 100 m2,
maka asumsi biaya yang dibuat adalah : luas bangunan dikalikan
dengan harga satuan standar, yaitu: 100 x @Rp 2.000.000,-/m2 = Rp
200.000.000,-

Tahapan Perhitungan Anggaran Biaya


Perhitungan anggaran terperinci dilakukan dengan cara menghitung volume
dan harga-harga dari seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan, agar nilai
bangunan dapat dipertanggung jawabkan secara benar dan optimal.
Cara penghitungan yang benar adalah dengan menyusun semua komponen
pekerjaan mulai dari tahapan awal pembangunan (Pekerjaan persiapan)
sampai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan (Pekerjaan Finishing),
contoh:

1. Pekerjaan Persiapan terdiri dari: pembersihan lahan, cut and fill, pagar
pengaman, mobilisasi dan demobilisasi.

2. Pekerjaan Sipil, terdiri dari pondasi, sloof, kolom, dinding dan rangka
penutup atap.

3. Pekerjaan finishing, terdiri dari lantai, dinding, plafond dan penutup


atap.

4. Pekerjaan Instalasi Mekanikal, Elektrikan dan Plumbing, terdiri dari


jaringan listrik, telepon, tata suara, tata udara, air bersih dan air kotor.

5. Pekerjan luar/halaman, terdiri dari perkerasan jalan, jalan setapak,


pagar halaman dan taman.

Cara penghitungan setiap item pekerjaan tersebut di atas biasanya dibuat


berdasarkan jenis material dan komponen pekerjaan, misal:

1. Komponen beton, cara penghitungannya dilakukan dengan membuat


perhitungan volume secara satuan isi (m3), dikalikan dengan harga
satuan per m3 yang disusun berdasarkan analisa penggunaan material
per m3 @ Rp m3)
2. Komponen material lantai, dinding dan plafond dilakukan dengan
menghitung luasan area yang ada (m2) dikalikan dengan harga satuan
per m2 yang disusun berdasarkan analisa penggunaan bahan per m2
( @ Rp/m2)

3. Komponen material pekerjaan finishing seperti tali air, talang air,


jaringan pipa dan pengkabelan dilakukan dengan menghitung panjang
bahan yang dipakai (m1) dikalikan dengan harga satuan material
perm1 (@ Rp/m1)

4. Komponen material besar seperti daun pintu, jendela dan peralatan


dilakukan dengan menghitung jumlah material yang dipakai (unit)
dikalikan dengan harga satuan material per-unitnya (@ Rp/unit), bisa
juga dengan perhitungan volume secara detail, yaitu : kusen (m3),
daun pintu (m2), kaca (m2), daun jendela (m2), perlengkapan lainnya
(bh). termasuk finishing.

5. Komponen material yang sulit dihitung tetapi harus dikerjaan dilakukan


dengan menentukan status lumpsum (ls), artinya untuk pekerjaan itu
nilai besaran ditentukan berdasarkan cakupan pekerjaan harus
dikerjakan sesuai dengan yang dikekendaki oleh perancang, biasanya
komponen ini tidak ada harga satuannya tetapi langsung menyebutkan
nilai total dari komponen pekerjaan tersebut.

6. Usahakanlah untuk menghitung secara detail karena akan lebih akurat


dan cenderung hemat.

Penghitungan anggaran biaya pada umumnya dibuat berdasarkan 5


hal pokok, yaitu:

1. Taksiran biaya bahan-bahan. Harga bahan-bahan yang dipakai


biasanya harga bahan-bahan di tempat pekerjaan, jadi sudah termasuk
biaya transportasi atau angkutan, biaya bongkar muat.

2. Taksiran biaya pekerja. Biaya pekerja sangat dipengaruhi oleh:


panjangnya jam kerja, keadaan tempat pekerjaan, ketrampilan dan
keahlian pekerja yang bersangkutan terutama dalam hal upah pekerja.

3. Taksiran biaya peralatan. Biaya peralatan yang diperlukan untuk suatu


jenis konstruksi haruslah termasuk didalamnya biaya pembuatan
bangunan-bangunan sementara (bedeng), mesin-mesin, dan alat-alat
tangan (tools).

4. Taksiran biaya tak terduga atau overhead cost. Biaya tak terduga
biasanya dibagi menjadi dua jenis, yaitu: biaya tak terduga umum dan
biaya tak terduga proyek.
5. Taksiran keuntungan atau profit. Biaya keuntungan untuk pemborong
atau kontraktor dinyatakan dengan prosentase dari jumlah biaya total
yang berkisar antara 8-15%.

Anda mungkin juga menyukai