0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan27 halaman

Peluang Dadu: Genap vs Ganjil

Dokumen tersebut membahas tentang distribusi peluang gabungan dan distribusi normal. Secara ringkas, dokumen tersebut menjelaskan: 1. Cara menghitung peluang kejadian gabungan dari dua atau lebih kejadian. 2. Contoh perhitungan peluang terjadinya kejadian tertentu pada pengundian, pengocokan kartu, dan penggelindingan dadu. 3. Penjelasan singkat mengenai distribusi normal dan contoh perhitun

Diunggah oleh

Ikwani Bangka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan27 halaman

Peluang Dadu: Genap vs Ganjil

Dokumen tersebut membahas tentang distribusi peluang gabungan dan distribusi normal. Secara ringkas, dokumen tersebut menjelaskan: 1. Cara menghitung peluang kejadian gabungan dari dua atau lebih kejadian. 2. Contoh perhitungan peluang terjadinya kejadian tertentu pada pengundian, pengocokan kartu, dan penggelindingan dadu. 3. Penjelasan singkat mengenai distribusi normal dan contoh perhitun

Diunggah oleh

Ikwani Bangka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DISTRIBUSI PELUANG GABUNGAN

1. Jika terdapat sebuah dadu yang akan dilambungkan sekali, jika


dimisalkan A adalah kejadain munculnya bilangan ganjil dan B adalah
kejadian munculnya bilangan prima. Maka tentukanlah peluang
munculnya bilangan prima atau bilangan ganjil!

Jawab :

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}

A = bilangan ganjil yaitu {1, 3, 5} P(A) = 3/6

B = bilangan prima yaitu {2, 3, 5} P(B) =3/6

AB = {3, 5} P{AB} = 2/6

P(A B) = P(A) + P(B) P(AB)

= 3/6 + 3/6 2/6

= 4/6

= 2/3

Maka peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau bilangan prima


adalah 2/3

2. Jika kita mempunyai 1 set kartu bridge, selanjutnya akan kita ambil
sebuah kartu dari 1 set kartu bridge tersebut. Tentukan peluang
terambilnya kartu as atau kartu hati dari proses pengambilan kartu
tersebut!

Jawab :

n(S) = 52 (banyaknya kartu dalam 1 set kartu bridge adalah 52)

A = kartu As, n(A) = 4 (Banyaknya kartu As dalam1 set kartu bridge 4)

P(A) = 4/52

B = kartu Hati, n(B) = 13 (Banyaknya kartu Hati dalam1 set kartu bridge
13)

P(B) = 13/52
n(AB) = 1 (Banyaknya Kartu As dan Hati dalam1 set kartu bridge 1)

P(AB) = 1/52

P(A B) = P(A) + P(B) P(AB) = 4/52 + 13/52 1/52 =16/52

Sehingga peluang kejadian terambilnya kartu As atau Hati adalah 16/52

3. Jika terdapat sebuah dadu dan akan kita lambungkan sekali, misalnya A
merupakan kejadian munculnya bilangan ganjil dan B merupakan
kejadian munculnya bilangan genap. Tentukan peluang kejadian dari
munculnya bilangan ganjil atau bilangan genap?

Jawab :

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}

A = bilangan ganjil yaitu {1, 3, 5} P(A) = 3/6

B = bilangan genap yaitu {2, 4, 6} P(B) =3/6

AB = {} P(AB) = 0 (A dan B kejadian saling lepas)

P(A B) = P(A) + P(B)

= 3/6 + 3/6 = 1

Maka peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau bilangan genap


adalah 1

4. Diketahui terdapat dua buah dadu yang akan dilempar secara


bersamaan, dari pelemparan tersebut tentukan peluang munculnya mata
dadu 3 untuk dadu pertama dan mata dadu 5 untuk dadu kedua?

jawab :

Kejadian pada soal ini merupakan dua kejadian saling bebas, hal ini
disebabkan karena munculnya mata dadu 3 pada dadu pertama tidak
terpengaruh kejadian munculnya mata dadu 5 pada dadu kedua.

S = {(1, 1), (1, 2), (1, 3), .., (6, 6)} n(S) = 36

Misalkan kejadian munculnya mata dadu 3 pada dadu pertama adalah A,


sehingga:
A = {(3, 1), (3, 2), (3, 3), (3, 4), (3, 5), (3, 6)} n(A) = 6 P(A) = 6/36 =
1/6

Misalkan kejadian munculnya mata dadu 5 pada dadu kedua adalah B,


sehingga:

B = {(1, 5), (2, 5), (3, 5), (4, 5), (5, 5), (6, 5)} n(B) = 6 P(B) = 6/36 =
1/6

P(AB) = P(A) P(B) = 1/6 1/6 = 1/36

Sehingga peluang munculnya mata dadu 3 pada dadu pertama dan


mata dadu 5

pada dadu kedua adalah 1/36

5. Terdapat dua buah kotak, Kotak A berisi 5 bola merah dan 3 bola kuning
sedangkan Kotak B berisi 5 bola merah dan 2 bola kuning. Jika akan
diambil sebuah bola secara acak pada masing-masing kotak tersebut.
Tentukan peluang terambilnya bola merah dari kotak A dan terambilnya
bola kuning dari kotak B!

Jawab :

Kotak A

n(S) = 8C1 = 8!/(1!(8-1)!) = 8!/7! =8.7!/7!= 8

Dimisalkan kejadian terambilnya bola merah dari kotak A adalah A,


sehingga :

n(A) = 5C1 = 5!/(1!(5-1)!)= 5!/4! = 5, P(A) = n(A)/n(S) = 5/8

Kotak B

n(S) = 7C1 = 7!/(1!(7-1)!) = 7!/6! = 7

Dimisalkan kejadian terambilnya bola kuning dari kotak B adalah B,


sehingga :

n(B) = 2C1 = 2!/(1!(2-1)!) =2!/1!= 2, P(B) = n(B)/n(S)= 2/7

Jadi P(AB) = P(A) P(B) = 5/8 2/7 = 5/28

THEOREMA CHEBYSHEV

1. Diketahui bahwa jumlah produksi susatu perusahaan terhadap sejenis barang antik
mempunyai rata-rata 50 buah perminggu
a) Berapakah peluang bahwa perusahaan itu memproduksi paling sedikit 75 buah
barang antic.
b) Jika varians produksi perminggu sama dengan 25, berapakah peluang produksi
perminggu antara 40 hingga 60
Jawab :

Misalkan X peubah acak menyatakan jumlah atau banyaknya barang antic yang diproduksi
perminggu.

a) Menurut pertidaksamaan Marcov


P ( X 75) E ( X ) / 75 50 / 75 2 / 3

( 40 X 60 ) ini berarti
b) Yang diminta adalah peluang
P (50 10) X (50 10)
P 50 2.5) X ( 50 2.5)
5 dan 50 sedangkan k 2

Jadi menurut teorema Chebyshev :

1
P 50 2.5) X ( 50 2.5) 1
22
P (40 X 60 ) 3 / 4

DISTRIBUSI BINOMIAL

1. Sebuah mata uang logam dilemparkan sebanyak 8 [Link] peluang muncul gambar
sebanyak 5 kali?

Diketahui :
n=8
x=5
p = 1/2
q = 1-p = 1- 1/2 = 1/2
Ditanya : peluang muncul gambar sebanyak 5 kali
Jawab :
Jadi, peluang muncul gambar sebanyak 5 kali adalah 7/32

2. Sebuah dadu dilemparkan sebanyak 5 [Link] peluang muncul mata dadu 4 sebanyak 2
kali?

Diketahui :
n=5
x=2
p = 1/6
q = 1-1/6 = 5/6
Ditanya : peluang muncul mata dadu 4 sebanyak 2 kali
Jawab :

Jadi, peluang muncul mata dadu 4 sebanyak 2 kali adalah 625/3888

DISTRIBUSI MULTINOMIAL

1. Bila dua dadu dilantunkan 6 kali, berapakah peluang mendapatkan jumlah 7 atau
11 muncul duaan kali, sepasang bilangan yang sama satu kali, dan kombinasi lainnya 3
kali?
Jawab:

Misalkan kejadian berikut menyatakan

E1 : jumlah 7 atau 11 muncul;


{(3,4),(4,3),(5,2),(2,5),(6,1),(1,6),(6,5)(5,6)}

E2 : pasangan bilangan yang sama mncul;

{(1,1),(1,2),(3,3),(4,4,),(5,5),(6,6)}

E3 : baik pasangan yang sama maupun jumlah 7 atau 11 tidak muncul.

8 2 6 1
p1 , p2 ,
36 9 36 6
Sehingga peluang masing masing kejadian diatas adalah

36 14 22 11
p3
36 36 18
dan . Nilai ini tidak berubah selama ke-6 usaha dilakukan. Dengan

x1 x2 x3
menggunakan distribusi multinomial dengan, = 2, = 1, = 3, maka diperoleh
peluang yang dinyatakan:

6 2 2 1 1 11 3
2 1 11
f 2,1,3; , , ,6
9 6 18 2,1,3 9 6 18

6! 2 2 1 113
. . .
2!1!3! 9 2 6 18 3

= 0,1127

2. Proses pembuatan pensil dalam sebuah pabrik melibatkan banyak buruh dan proses
tersebut terjadi berulang-ulang. Pada suatu pemeriksaan terakhir yang dilakukan telah
memperlihatkan bahwa 85% adalah baik, 10% ternyata tidak baik tetapi masih bisa
diperbaiki dan 5% produksinya rusak dan harus dibuang. jika sebuah sample acak
dengan 20 unit dipilih, berapa peluang jumlah unit baik sebanyak 18 unit, tidak baik
tetapi bisa diperbaiki sebanyak 2 dan unit rusak tidak ada?
Jawab:

Kita misalkan,

E1 : banyak unit baik

E2 : banyak unit tidak baik bisa diperbaiki

E3 : banyak unit rusak dan harus dibuang


p1 p2 p3
= 0,85 ; = 0,1; = 0,05

x1 =18; x2 = 2; x3 = 0 ( syarat x1+x2+x3 = n = 20 )

Maka;

20!
f 18 2
(0,85) (0,1) (0,05)
0

18!2!0!

= 190(0,85)18(0,01)

= 0,102

3. Sebuah kartu diambil dari sekotak kartu bridge berisi 52 yang dikocok. Hasilnya dicatat
dikembalikan. Bila percobaan diulang 3 kali. Berapa peluang terambil 1 As, 1 Queen, 1
King?

Jawab :

4 1 4 1 4 1
; p2 ; p3
p1 52 3 52 13 52 13
=

x1 1; x 2 1; x3 1
,n = 3

1 1 1
3! 1 1 1
f
1!1!1! 13 13 13

1 6
6
2197 2197
= = = 0,00273

DISTRIBUSI NORMAL

1. Diketahui nilai mata kuliah Probabilitas dan Statistika kelas C, berdistribusi normal dengan
mean = 55 dan deviasi standar = 15. Tentukan nilai peluang

a) 55 X 75

b) 60 X 80

c) X 40
75 55
P (55 X 75) P 0 Z
15
20
P 0 Z
15
P 0 Z 1,33
P ( Z 1,33) P ( Z 0)
0,4082
Jawab :

a).

x1 75 55
Z1 1,33
15
0,4082
atau

60 55 80 55
P (60 x 80) P Z
15 15
P (0,33 Z 1,67)
P (0 Z 1,67) P (0 Z 0,33)
0,4525 0,1293 0,3232
b).
x1 60 55
Z1 0,33 ; B 0,1293
15
x 80 55
Z2 2 1,67 ; A 0,4525
15
C A B 0,3232
atau

40 55
P ( X 40) P Z
15
15
P Z
15
P Z 1
0,1587

c).

2. Tinggi badan mahasiswa UGM berdistribusi normal dengan rata-rata 165 cm dan deviasi
standar 10 cm. Tentukan berapa problabilitas mahasiswa UGM dengan tinggi lebih dari 180
cm?

Jawab :

P(X>180)

Z=X-/ 180-165/102,5
Dengan tabel didapat bahwa peluangnya adalah : 0,9938

Maka besarnya peluangnya adalah 1 - 0,9938 = 0,0062

3. Diketahui rata-rata hasil adalah 74 dengan simpangan baku 7. Jika nilai-nilai peserta ujian
berdistribusi normal dan 12% peserta nilai tertinggi mendapat nilai A, berapa batas nilai A
yang terendah ?

A P( X x A ) 0,5 0,12
P ( X x A ) 0,38
see table..
Z 1,175
Jawab :

xA
ZA

X A Z A
(1,175)7 74
82,225

DISTRIBUSI POISSON DAN BERNAULLI

1). Karyawan pada penerbit majalah bagian langganan mencatat rata-rata 6 langganan baru perhari
dan banyak nya langganan baru yang mendaftarkan diri. ~ poisson
- Setiap langganan baru menjadi langganan selama 1 tahun dengan P=2/3
- Setiap langganan baru menjadi langganan selama 2 tahun dengan P=1/3
Jika karyawan akan mendapat bonus a rupiah untuk setiap langganan 1 tahun dan b rupiah untuk
langganan 2 tahun. Tentukan harapan besar bonus yang akan diterima selama selang waktu z
hari!

Penyelesaian :
N(t)= banyaknya langganan yang mendaftar selama selang waktu t
N1 = banyaknya langganan yang mendaftar untuk 1 tahun dengan 1 = .P1
N2= banyaknya langganan yang mendaftar untuk 2 tahun dengan 2 = .P2
X=b; x(t): besar bonus yang diterima selama selang waktu t
E(N(t)) = .t
X(t) = a.N1(t) + b. N2(t)
E(x(t)) = E[aN1 (t) bN2(t)]
= a.E(N1(t) + b.E(N2(t))
= a.4t + b.2t

2). SuaTU pabrik memproduksi alat-alat, dan produksinya itu 10% cacat. HiTUnglah
probabilitasnya jika suatu sampel yang terdiri dari 10 alat diambil secara random, pasti dua akan
cacat.

Penyelesaian.
Probabilitas cacathya alat-alat adalah p = 10% = 0,1 m = np = 10 (0,1) = 1
Disini r = 2, m=1
Jadi Probabilitas pasti dua buah alat yang cacat adalah:
e-1 (1)2/2!
= e-1/2
=1/2e = 0.18 kurang lebih

3). Tingkat kematian dari suatu penyakit tententu adalah 7 per 1000. Berapakah probabilitas terjadi
kematian 5 orang dari penyakit ini pada sekumpulan 400 orang?

Penyelesaian :

7
Di sini m = np = 400. 1000 = 2,8 dan r = 5.
e 2 8(2,8)5
Jadi probabilitas yang memenuhi adalah 5! = 0, 0872

4). Jika probabilitas individu menderita reaksi buruk terhadap suatu serum yang diberikan adalah
0,001. Hitunglah bahwa dari 2000 orang :
a) pasti 3 orang individu menderita reaksi buruk,
b) lebih dari 2 orang individu menderita reaksi buruk.

Penyelesaian :
Di sini p = 0,001, n = 2000
m = np= 2.
a) Probabilitas 3 individu menderita reaksi buruk adalah

e 2.23
= 3!

4
= 3e2

= 0.18

b) Probabilitas tidak seorang pun menderita

e2.20 1
= 0! = e2

Probabilitas seorang menderita

e2.21 2
= 1! = e2

Probabilitas dua orang medenita

e2.22 2
= 2! = e2

Jadi Probabilitas lebih dari 2 individu menderita reaksi buruk. = I - (Probabilitas dari 0 +
Probabilitas dari 1 + Probabilitas dari 2)
1 2 2
= 1+( e 2 + e 2 + e 2 ) = 0,323

5). Jika 3 % barang yang diproduksi oleh sebuah mesin cacat, hitunglah probabilitas bahwa 3
.....barang diambil secara random dari 100 barang adalah cacat.

Penyelesaian :
Pada masalah ini lebih disukai untuk menggunakan Distribusi Poisson daripada Distribusi
.....Binoini al oleh karena p (yang = 0,03) adalah terlalu kecil dan m = np
mp = 100 x 0,3 = 3.

m m
p(r = 3) = r!

33e-3
P(r = 3) = 3!

= 0,2241

6). Sebuah peristiwa emisi dari partikel radioaktif yang dideteksi dengan sebuah Geiger ......counter.
Partikel ini diemisikan dalam waktu yang acak. Namun jika kita hitung jumlah ......emisi tersebut
untuk waktu yang lama, maka laju rata-rata emisi l partikel-partikel per ......detik dapat dihitung.
Jika laju rata-rata adalah l = 3 partikel per detik, maka hitunglah ......probabilitas banyaknya 5
partikel yang terdeteksi.

Penyelesaian :
r=5
m=3

35 3
p(3) = 5!

P(3) = 0.1008

7). Sepuluh persen peralatan yng diproduksi suatu proses pabrik tertentu ternyata cacat.
.....Hitunglah probabilitas bahwa dalam suatu sampel 10 peralatan yang dipilih secara acak,
.....secara tepat dua akan cacat dengan menggunakan
i. Distribusi binomial
ii. Distribusi poisson.

Penyelesaian :
Probabilitas peralatan cacat = 10 % = 0,1
P ( 2 peralatan cacat ) = 10C2 (0,1)2(0,9)8
= 0.1937
m = np
m = 10 x 0,1
m=1

m m
p(r) = r!

m m
p (3 orang menderita reaksi buruk) = r!

1 2 e1
= 2!

e1
= 2

1
= 2e

= 0.1839

8). Suatu distribusi poisson diberikan oleh p(X) = (0,72)X e-0,72 / X!


Carilah : p(0), p(1), p(2) dan p(3)

penyelesaian :
p(0) = (0,72)0 e-0,72 / 0!
= 1 e-0,72 / 1
= 0.4868
p(1) = (0,72)1 e-0,72 / 1!
= 0.3505
p(2) = (0,72)2 e-0,72 / 2!
= 0.1262
p(3) = (0,72)3 e--0,72 / 3!
= 0.0303

9). Jika kedatangan orang satu bank mengikuti Proses poisson dengan rata-rata 20 orang permenit,
tentukan :
i) Probabilitas dalam selang waktu 1 jam ada 100 orang yang datang!
ii) Probabilitas ada 50 orang dating dalam interval waktu 10.00 10.15 jika diketahui .....bahwa
antara interval waktu 09.00 10.00 orang yang datang!

Penyelesaian:
Diketahui
= 20 0rang /menit
t = 1 jam = 60 menit
i) P(N(60)=100)=((20x60) 100 . e-20x60)/100!
ii) P(N(15)=50) N(60)=100) =( P(N(15) =50, N(60)=100))/P(N60)=100)
= P(N(15)=50)
= ((20x15) 50. e-20x60))/50!

10). Kedatangan pelanggan {x(t)} dalam sebuah swalayan diasumsikan mengikuti proses poisson
dengan rate = 4 orang perjam.
Swalayan buka 09.00 tentukan probanilitastepat satu pelanggan dating pada 09.30 dan total 5
pelanggan pada 11.30!

Penyelesaian :
Diketahui
09.00 -> 09.30 =1/2 jam
09.00 -> 11.30 = 3/2 jam
P(x(1/2)=1 dan x(3/2)=5) = P(x(1/2) dan x(3/1).(x(1/2)=4)
= P(x(1/2)=1). P (x(2)=4)
= (4. 1/2) 1.e-2/1! . (4.2) 1 . e-8/4!
11). Survei Komnas PA pada tahun 2013, menunjukkan bahwa dari 8.564 siswa SMP berusia 13-14
tahun, sebanyak 90% sudah terpapar iklan rokok dan 41% dari yang sudah terpapar rokok
tersebut akhirnya mencoba untuk merokok. Apabila diambil 20 siswa SMP di DKI Jakarta
secara acak, maka hitunglah peluang Tidak ada siswa yang tidak merokok

Penyelesaian :

Diketahui :

Jumlah siswa SMP : 8564 orang

Jumlah siswa yang terpapar iklan rokok = 90% X 8564 = 7707,6

Jumlah siswa yang merokok = 41% X 7707,6 = 3160,1

3160,1
100
Persentase siswa yang merokok dari keseluruhan siswa = 8564 = 36,9%

3160,1
=0,36
Peluang siswa yang merokok = 8564

Peluang siswa yang tidak merokok = 1- 0,36 = 0,64

Diambil 20 siswa secara acak, maka peluang didapat tidak ada siswa yang merokok = peluang
didapat semua siswa merokok

n x nx
P( R ) = C x P Q

20 20 2020
= C20 (0,36) (0,64)

20 0
= 1(0,36) ( 0,64)

9
= 1(1,33674945 10 ) 1

9
= 1,33674945 10
12). Survei Komnas PA pada tahun 2013, menunjukkan bahwa dari 8.564 siswa SMP berusia 13-14
tahun, sebanyak 90% sudah terpapar iklan rokok dan 41% dari yang sudah terpapar rokok
tersebut akhirnya mencoba untuk merokok. Apabila diambil 20 siswa SMP di DKI Jakarta
secara acak, maka hitunglah peluang Lebih dari 5 siswa yang merokok.

Penyelesaian:

Diambil 20 siswa secara acak, maka peluang didapat lebih dari 5 siswa yang merokok

P(R > 5) = { P ( R6 )+ P ( R=7 ) + P ( R=8 )+ + P(R=20)}

Atau bisa ditulis :

P(R > 5) =1- { P ( R0 )+ P ( R=1 )+ P ( R=2 )+ P ( R=3 ) + P ( R=4 ) + P( R=5)}

Dengan menggunakan rumus probabilitas binomial diperoleh :

P ( R=0 ) =C20 0 200


0 (0,36) (0,64)

1 1 0,0001329228

0,0001329228=0,0001

20 1 201
P ( R=0 ) =C1 (0,36) (0,64)

20 0,36 0,00020769

0,0014

Dan seterusnya didapat


P ( R=2 )=0,0437 P ( R=4 )=0,061

P ( R=3 )=0,026 P ( R=5 )=0,1116

Maka : P ( R> 5 )=10,2423

0,7577

13. Pada tahun 2012, sebuah kota di pedalaman Watampone, diperoleh data bahwa rata-rata terdapat
2,5 orang albino per 175 orang. 525 orang diambil sebagai sampel percobaan. Dengan
menggunakan pendekatan Possion, tentukanlah peluang:

a. Didapat tidak ada yang albino.

b. Terdapat ada albino.

Penyelesaian:

Diketahui :

Rata-rata hitung () pada tahun 2012 = 2,5 orang albino per 175 populasi.

Jumlah sampel yang diambil = 525 orang = 3 X populasi tahun 2012

Maka rata-rata hitung () sekarang pada populasi 525 orang

= 2,5 X 3 = 7,5

Maka :

Peluang dari sampel tersebut, tidak ada yang albino :

e R
P(R = tidak ada yang albino (0) ) = R!
e7,5 (7,5)0
= 0!

e7,5 .1
= 1

7,5
= e

7,5
= (2,718)

= 0,00055

b. Peluang terdapat albino dari sampel adalah

= 1 (Peluang tidak ada Albino)

= 1 0,00055

= 0,99945.

[Link] bagian produksi PT SAMSUNG melaporkan bahwa rata - rata produksi televisi .....yang
rusak setiap kali produksi adalah sebesar 15 %. Jika dari total produksi tersebut .....diambil secara
acak sebanyak 4 buah televisi, berapakah perhitungan dengan nilai .....probabilitas 2 ?

Penyelesaian:

p ( rusak ) = 0,15,
q ( baik ) = 0,85,
x = 2,
n=4
Rumus : b ( x ; n ; p ) = nCx px q n-x
b (x = 2 ; 4 ; 0,12 ) = 4C2 (0,15)2 (0,85)(4 2)
= 0,0975
. [Link] ratus penumpang telah memesan tiket untuk sebuah penerbangan luar negeri. Jika
.....probabilitas penumpang yang telah mempunyai tiket tidak akan datang adalah 0.01 maka
.....berapakah peluang ada 3 orang yang tidak datang.
Penyelesaian:

Dik : n = 200, P = 0.01, X = 3, = n . p = 200 . 0.01 = 2


e . X
P(x;)= X!

2.71828 2. 2 3
= 3! = 0.1804 atau 18.04 %

[Link] rata rata kedatangan = 72 setiap jam, berapakah peluang dari x = 4 kedatangan dan
......t = 3 menit. Gunakan proses poisson.!

Penyelesaian:
Dik : = 72 kedatangan setiap jam atau 72 / jam maka 1 jam atau 60 menit adalah unit
......waktunya. Berarti 3 menit adalah 3 / 60 = 1 / 20 unit waktu maka t t = 1 / 20 dan x = 4
e . t .( .t )x
P(x)= X!

e 72 .(1/20).(72 . 1/20)4
P(x)= 4!

= 0.191 atau 19.1 %

DISTRIBUSI PELUANG DISKRIT

1. Suatu pengiriman 8 komputer pc yang sama ke suatu toko mengandung 3 yang cacat. Bila
suatu sekolah membeli 2 komputer ini secara acak, cari distribusi peluang banyaknya yang
cacat
Jawab :
Misalkan x peubah acak dengan nilai x kemungkinan banyaknya komputer yang cacat yang
dibeli sekolah tersebut. Maka x dapat memperoleh setiap nilai 0, 1, dan 2. Sekarang
3 5
f ( 0 )=P ( X=0 )=
( 0 )( 2 ) 10
=
( 2 ) 28
8

3 5 3 5
f ( 1 )=P ( X =1 )=
( 1 )( 1 ) 15
= f ( 2 )=P ( X =2 )=
( 2)( 0) 2
=
(2 ) 28
8
(2 ) 28
8
Jadi distribusi peluang X

x 1 2 3
10 15 3
F(x) 28 28 28

2. Bila 50% mobil yang dijual oleh suatu agen bermesin diesel, cari rumus distribusi peluang
banykanya mobil bermesin diesel bagi ke-4 mobil berikutnya yang dijual oleh agen tersebut

Jawab :

Karena peluang menjula mobil bermesin diesel atau bensin 0,5, ke 24 = 16 titik pada
ruang sampel mempunyai peluang sama. Jadi ,pembagi untuk semua peluang, dan juga
untuk fungsi peluang adalah [Link] mencari banyaknya cara menjual 3 mobil bermesin
diesel, diperlukan memandang banyaknya cara membagi 4 hasil menjadi 2 bagian dengan 3
mobil bermesin diesel pada suatu bagian dan bermesin bensin untuk yang lainnya. Ini dapat

dibuat dalam (43 ) = 4 cara. Umumnya, kejadian menjual x mobil bermesin diesel dan 4-x

bermesin bensin dapat terjadi dalam (4x ) cara, x bernilai 0, 1, 2, 3, 4, jadi distribusi

peluang f(x)= P(X=x) adalah :

F (x) =
(43 ) untuk x = 0, 1, 2, 3, 4
16

DISTRIBUSI PELUANG KONTINU


1. Misalkanlah bahwa galat suhu reaksi, dalam 0C, pada percobaan laboratorium yang
dikontrol merupakan peubah acak X yang mempunyai fungsi padat peluang

{
2
x -
f ( x )=
3 1<x<
0 Untuk x
lainnya

Hitung p( 0< X 1)
Jawab :
2 1

p( 0< X 1) = x2
1 3
dx=
x3
=
9 0 9
1
]
DISTRIBUSI t
1. Cari P(-t0,025 < T < t0,05 )
Jawab :
Karena luas disebelah kanan t0,05 adalah 0,05, dan luas disebelah kiri -t0,025 adalah 0,025,
maka jumlah luas antara -t0,025 dan t0,05 adalah
1 0,05 0,025 = 0,925
Jadi
P(-t0,025 < T < t0,05 ) = 0,925
2. Suatu pabrik bola lampu yakin bahwa bola lampunya akan tahan menyala rata rata selama
500 jam. Untuk mempertahankan nilai tersebut, tiap bulan diuji 25 bola lampu.
Bila nilai t yang dihitung terletak antara dan maka pengusahan pabrik tadi akan
mempertahankan kenyakinannya. Kesimpulan apa yang seharusnya dia ambil dari sampel
dengan rataan = 518 jam dan simpangan baku s = 40 jam? Anggap bahwa distribusi waktu
menyala, secara hampiran, noramal.

Jawab :

Dari tabel t diperoleh = 1,711 untuk derajat kebebasan 24. Jadi pengusaha tadi akan
puas dengan keyakinananya bila sampel 25 bola lampu memberikan nilai t antara -1,711 dan
1,711. Bila memang = 500, maka Suatu nilai yang cukup jauh di atas 1,711. Peluang
mendapat nilai t, dengan derajat kebebasan v = 24, sama atau lebih besar dari 2,25, secara
hampiran adalah 0,02. Bila , nilai t yang di hitung dari sampel akan lebih wajar. Jadi
pengusaha tali kemungkinan besar akan menyimpilkan bahwa produksinya lebih nbaik
daripada yang diduganya semula.

DISTRIBUSI WEIBULL
1. Waktu sampai gagal bekerjanya sebuah pelat gesek (dalam jam) pada sebuah kopling dapat
dimodelkan dengan baik sebagai sebuah variabel acak Weibull dengan = 0,5 dan = 5000.
Hitunglah waktu sampai-gagal rata-rata dari pelat gesek tersebut dan hitunglah probabilitas
pelat gesek tersebut akan mampu bekerja sekurang-kurangnya 6000 jam.
Jawab :
Rata-rata waktu sampai-gagal
1
x E ( X ) 1

1
5000 1
0,5
5000(3) (5000)( 2!) 10000 jam
P( X 6000) 1 FW (6000;0,5000)

1 1 e ( 6000/ 5000)
0,5
e 1, 095
0,334 33,4%

2. Sebuah mesin fotokopi mempunyai masa hidup yang berdistribusi weibull dengan = 0.8
dan = 3. Berapa peluang mesin tersebut beroperasi lebih dari 1 tahun ?
jawab:

diket : = 0,8 =3 t=1 e =2,71828


dit :x>1

jawab : f (t) = e
( at )
3

f (t) = 2,71828
(0,81 )
1,953125
= 2,71828
= 0,141830
Analisis : Jadi, peluang mesin tersebut beroperasi lebih dari 1 tahun adalah 0.141830 atau
14.1830%.

3. Pengukuran kecepatan angin dilakukan untuk menghitung kekuatan struktur lepas pantai
terhadap beban angin. Diperoleh data parameter weibull =25 m/s dan =1. hitunglah
probabilitas kecepatan angin sekurang -kurangnya 35 m/s.
Jawab :
Diket : = 25 = 1 X=1
Ditanya : X > 35
Jawab :
P (X > 35) = 1- FW (35,0,1)
25

=1 (1e( 0,135 ) )
3,997
= e
= 0,018
= 1,8 %

DISTRIBUSI CHI-KUADRAT

DATA TUNGGAL
Sebuah tabel bilangan random (acak) yang terdiri dari 100 bilangan menyajikan
distribusi bilangan-bilangan 1,2,3,4,5. Apakah distribusi yang diamati berbeda nyata
dari distribusi yang diharapkan ?
100
=20
Ei = 5

2 ( 1020 )2 ( 1520 )2 ( 1720 )2 ( 2020 )2 (2520 )2


x= + + + +
20 20 20 20 20
5 9 5
x 2=5+ + + 0+
4 20 4
293
x 2= =21,35
20

21,35 x 2 (10,05 ) ( 4)

21,35 x 2 ( 0,95 ) (4)

21,35 9,94

H0 ditolak

DATA KELOMPOK
Diketahui Nilai Ujian sebagai berikut :
|x|=
fi . xi = 7700 =77
fi 100
2
2
s=
fi .|xi . x| 14275
= =142,75
fi 100

s b= 142,75=11,95

Tabel frekuensi yang diharapkan dan pengamatan

( 107 )2 ( 2021 )2 ( 3022 )2 ( 2526 )2 ( 1510 )2


2
x= + + + + =3,99
7 7 7 7 7

x 2 x2 ( 10,05 )(53)
x 2 x2 ( 0,95 ) (2)

3,99 5,99

H0 diterima

DISTRIBUSI F

v 1=20, v 2=15 dan =0,05


1. Diketahui : dengan menggunakan tabel tentukan
F (v1, v 2)
nilai ?

Jawab :

v 1=20

v 2=15

=0,05

+,
Lihat tabel nilai F 0,05

pada kolom paling kiri lihat baris ( v2= 15) lalu

maju kekanan dan (v1= 20) tarik kebawah,maka didapat 2,33.

F ( v1, v 2)=2,33
Jadi

Kurva Distribusi F nya adalah sebagai berikut:

f(F)

F
2,33

2. Tentukan nilai dari F 0,05 (12,20)


Jawab :
Diketahui : p = 0,05
V 1=12 , V 2=20

Ditanya : F = . . . . ?
Jawab :
F 0,05 (12,20) = 2,28
P = 1 0,05 = 0,95
1 1
= =0,04
F 0,95 (20,12) = F 0,05(12,20) 2,28

Jadi nilai F 0,05 (12,20) adalah 0,04

Anda mungkin juga menyukai