0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
568 tayangan8 halaman

Eksperimen Gelombang Melde 2015

Percobaan ini bertujuan untuk mengukur cepat rambat gelombang pada tali dengan variasi massa beban dan jenis tali. Percobaan pertama mengukur panjang gelombang dengan memindahkan beban di ujung tali. Percobaan kedua mengukur cepat rambat gelombang dengan menambah beban sambil mempertahankan jumlah gelombang konstan. Hasilnya menunjukkan cepat rambat gelombang berbanding lurus dengan akar gaya te

Diunggah oleh

MufliFadla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
568 tayangan8 halaman

Eksperimen Gelombang Melde 2015

Percobaan ini bertujuan untuk mengukur cepat rambat gelombang pada tali dengan variasi massa beban dan jenis tali. Percobaan pertama mengukur panjang gelombang dengan memindahkan beban di ujung tali. Percobaan kedua mengukur cepat rambat gelombang dengan menambah beban sambil mempertahankan jumlah gelombang konstan. Hasilnya menunjukkan cepat rambat gelombang berbanding lurus dengan akar gaya te

Diunggah oleh

MufliFadla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL PRAKTIKUM GELOMBANG 2015 1-8 1

Percobaan Melde
Puji Kumala Pertiwi, Yovanita F, Nur Lailiyah Isnaini dan Dr. M. Zainuri,[Link]
Jurusan Fisika,Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
e-mail: dosen_pembimbing@[Link]

Abstrak Telah dilakukan percobaan melde. Percobaan Gambar 1. Perpindahan medium gelombang tali
yang bertujuan untuk mengetahui panjang gelombang
stationer, untuk mengetahui hubungan antara cepat rambat
gelombang (v) dengan gaya tegangan tali (F), untuk
menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi kecepatan
gelombang pada tali dan untuk membandingkan hasil
kecepatan gelombang secara teori dan secara hukum melde.
Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah sumber
getaran AC 220 V, frekuensi 50 Hz, tali, beban, katrol tetap,
neraca, dan jembatan mistar, dengan variasi tiga jenis tali dan Pada gambar diatas adalah sebuah gambar gelombang
tiga massa beban. Data yang diperoleh pada percobaan ini transversal pada seutas tali, yang merambat dari arah kiri ke
adalah massa beban, massa tali, panjang gelombang, dan kanan. Gelombang memiliki bermacam-macam dimensi.
panjang tali. Pada percobaan ini yang pertama adalah alat Gelombang tali merupakan gelombang satu dimensi. Getaran
disusun sesuai skema alat, sumber getaran dinyalakan dan pada suatu tali dapat dihasilkan dengan menggerakkan ujung
dihitung panjang gelombang pada tali. Pada percobaan kedua,
tali salah satu dan ujung tali satunya diletakkan pada posisi
alat dirangkai dan sumber getaran didekatkan untuk
memperoleh jumlah gelombang yang konstan untuk setiap yang tetap. Ketika tali digerakkan, tali akan mengalami
penambahan beban dan dihitung cepat rambat gelombang getaran dan akan membentuk puncak dan lembah
secara teori dan hukum Melde. Setelah data percobaan maka gelombang. Jika ada dua tali yang digerakkan maka
dapat disimpulkan bahwa besarnya cepat rambat gelombang gelombang berjalan akan dipantulkan pada ujung-ujung tali
pada tali dipengaruhi oleh besar gaya tegangan pada tali dan tersebut dan akan menghasilkan dua kombinasi gelombang
massa per satuan panjang tali. Cepat rambat gelombang pada yaitu gelombang pantul da gelombang dating. Gelombang
tali berbanding lurus dengan besarnya gaya tegangan pada tali. pantul tersebut akan membentuk gelombang stationer[2].
Nilai cepat rambat gelombang pada tali secara teori dan Dua gelombang periodik yang identik dengan amplitudo,
perhitungan dengan hukum Melde berbeda dan didapatkan
panjang gelombang dan cepat rambat yang sama yang
error terbesar adalah 86,68% dan error terkecil adalah
26,08%. bergerak dalam arah berlawanan. Seperti ketika gelombang
tali dan gelombang pantulnya. Gelombang stationer adalah
gelombang diam. Gelombang stationer terbentuk karena
Kata Kunci Cepat rambat gelombang, Gaya tegangan tali, gabungan atau interferensi dua buah gelombang dimana
Melde, Panjang gelombang. amplitudo dan frekuensi pada gelombang tersebut sama,
tetapi arahnya berlawanan. Besar amplitudo pada setiap titik
panjang gelombang tidak sama, amplitudo pada gelombang
I. PENDAHULUAN stationer tidak konstan. Jika pada garis simpul amplitudonya

P eristiwa osilasi sering terjadi dalam kehidupan sehari-


hari. Osilasi terjadi karena adanya pengaruh gaya yang
dapat menyebabkan benda mengalami gerak bolak-balik,
adalah nol dan ketika amplitudo pada puncak maka
amplitudonya maksimum sedangka pada
amplitudonya minimum. Cepat rambat gelombang yaitu
lembah

missal seperti getaran. Getaran terjadi pada suatu benda jarak yang ditempuh gelombang pada tiap satuan waktu.
terjadi karena adanya gangguan yang diberikan pada benda Cepat rambat gelombang dirumuskan seperti berikut :
tersebut. V = f(1)
Dari getaran tersebut dapat terjadi peristiwa osilasi. V yaitu cepat rambat gelombang[3].
Seperti contohnya getaran benda yang jatuh dan mengenai Gelombang menurut mediumnya dibedakan menjadi dua
pegas. Maka disitulah terjadi peristiwa osilasi. Dari jenis yaitu gelombang mekanik dan gelombang
peristiwa osilasi ini akan menghasilkan gelombang getaran, elektromagnetik. Gelombang mekanik adalah gelombang
dimana gelombang yang terbentuk adalah gelombang yang merambat melalui sebuah perantara atau suatu medium.
transversal. Dari sinilah maka kita akan melakukan Pada gelombang mekanik terdapat dua jenis gelombang
percobaan melde. berdasarkan arah gerak partikel terhadap arah rambat
Gelombang merambat dari satu medium ke medium yang gelombang, yaitu gelombang transversal dan gelombang
lain. Medium merupakan faktor penentu kecepatan rambat longitudinal. Gelombang transversal adalah gelombang yang
gelombang. Perpindahan rambatannya ke medium yang arah rambatnya tegak lurus dengan arah getaran partikelnya.
berlainan ini akan mengakibatkan perubahan kecepatan Sedangkan gelombang longitudinal adalah gelombang yang
rambat. Frekuensi getar tidak berubah, karena frekuensi arah rambatnya searah dengan arah getaran partikelnya.
hanya ditentukan oleh sumber getarnya. Dapat dilihat Sedangkan gelombang elektromagnetik adalah gelombang
terjadinya gelombang berpindah medium pada gambar di yang merambat tanpa melalui medium atau perantara[1].
bawah ini :
JURNAL PRAKTIKUM GELOMBANG 2015 1-8 2

Hukum melde adalah hukum yang mempelajari tentang


besaran besaran yang mempengaruhi cepat rambat
gelombang transversal pada tali. Pada percobaan yang telah
dilakukan, melde menemukan bahwa cepat rambat
gelombang pada tali sebanding dengan akar gaya tegangan
tali dan berbanding terbalik dengan akar massa persatuan Panjang tali dan jumlah getaran yang diperoleh dicatat.
panjang tali. Hukum melde dirumuskan sebagai berikut : Langkah diatas diulagi dengan memvariasi massa beban
jenis tali.
V= (2) Percobaan kedua yaitu untuk mengetahui hubungan
antara cepat rambat gelombang (v) dengan gaya tegangan
Orang yang pertama kali melakukan percobaan mengukur
tali (F). percobaan yang kedua ini diawali dengan panjang
cepat rambat gelombang adalah melde. Sehingga hukum
massa dan tali diukur, massa beban yang dipakai ditimbang,
yang mempelajari tentang cepat rambat gelombang disebut
lalu alat dirangkai seperti pada gambar 2. Frekuensi yang
dengan hukum melde.
dipakai dicatat. Panjang tali yang dipakai ditentukan.
Jika pada seutas tali yang memiliki massa persatuan
Sumber getaran dinyalakan, kemudian data yang diperoleh
panjang da kemudian diberi tegangan dan salah satu
dicatat dan langkah diatas diulangi dengan memvariasi jenis
ujungnya digerakkan dan ujung yang satunya diikatkan pada
tali dan massa beban.
benda yang tetap. Ujung tali yang digerakkan keatas ke
Alat percobaan yang dipakai adalah seperti berikut :
bawah dengan kecepatan konstan. Maka pada setiap bagian
tali akan terlihat bergerak dan gelombang terus merambat
sepanjang tali dengan kecepatan konstan[4].

II. METODOLOGI PERCOBAAN


Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini Gambar 2. Alat percobaan melde
adalah sumber getaran AC 220 V berfungsi untuk
memberikan energy getaran pada tali dan frekuensi 50 Hertz, Dan flowchart langkah kerjanya sebagai berikut :
tali berfungsi untuk mengetahui wujud gelombang, beban gambar 3. Flowchart langkah kerja
untuk mengetahui parameter cepat rambat gelombang dan
panjang gelombang yang dihasilkan oleh getaran yang tejadi, III. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
katrol tetap untuk menahan beban, neraca untuk mengukur
massa beban dan jembatan mistar berfungsi untuk mengukur Dari percobaan melde yang telah dilakukan, maka telah
nilai panjang tiap satu gelombang. didapatkan data hasil percobaan sebagai berikut :
Pada percobaan melde ini ada dua percobaan. Percobaan
pertama yaitu untuk mengetahui panjang gelombang Tabel 1. Data hasil percobaan pertama saat meggunakan beban 1
stationer. Percobaan pertama diawali dengan panjang tali m (g) F (N) x1 x2
x rata- lamd f
n
dan massa tali diukur, kemudian beban yang dipakai rata a (m) (Hz)
0.625 0.41 0.39 1.8
ditimbang untuk diketahui massanya, lalu alat percobaan 62.58
8 5 5
0.405 0.81
5
dirangkai sesuai gambar 2. Frekuensi yang dipakai dicata, 0.0002 133.4 1.334 0.45 0.452 1.6
0.45 0.905 50
lalu sumber getaran dinyalakan. Sumber getaran mendekati 4 3 3 5 5 6
katrol digerakkan untuk dicari gelombang stationernya. 135.8 1.358 0.50 0.49
0.5 1 1.5
8 8 5 5
Alat dirangkai
Tabel 2. Data hasil percobaan pertama saat meggunakan beban 1 + 2
x rata- lamd f
m (g) F (N) x1 x2 n
Diukur rata a (m) (Hz)
massa beban 62.58
0.625 0.32 0.31 0.317
0.635
2.3
8 3 3 5 6
0.0003 133.4 1.334 0.33 0.337 2.2
0.34 0.675 50
6 3 3 5 5 2
Diukur massa 135.8 1.358 1.8
0.41 0.4 0.405 0.81
dan panjang tali 8 8 5

Tabel 3. Data hasil percobaan pertama saat meggunakan beban 1+2+3


Dicatat frekuensi m (g) F (N) x1 x2
x rata- lamd f
n
yang digunakan rata a (m) (Hz)
0.625 0.41 0.418
62.58 0.42 0.837 1.79
8 7 5
Sumber tegangan 0.0001 133.4 1.334 0.51 0.49
0.505 1.01 50 1.49
6 3 3 5 5
dinyalakan 135.8 1.358 0.56 0.557
0.55 1.115 1.35
8 8 5 5
Dicari Ditentukan Tabel 4. Data hasil percobaan kedua saat meggunakan beban 1
gelombang panjang tali L1 L2 Lrata- x rata-
m (g) F (N) x1 x2
stationernya (m) (m) rata rata
0.0002 62.5 0.625 0.41 0.39
1.13 1.13 0.405
4 8 8 1.13 5 5
Dicatat panjang Dicatat
tali dan jumlah jumlah
gelombang gelombang
Hasil
JURNAL PRAKTIKUM GELOMBANG 2015 1-8 3

133. 1.334 1.38 1.387 0.45 0.452 5661.


1.39 0.45 0.5 1 1.5 50 75.244
4 3 5 5 5 5 7
135. 1.358 1.57 1.57 1.575 0.50 0.49
0.5
9 8 5 6 5 5 5 Hasil perhitungan yang lain dimasukan di halaman
lempiran. Dan berikut hasil grafik hubungan antara F dan V2
Tabel 5. Data hasil percobaan kedua saat meggunakan beban 1+2
L1 L2 Lrata- x rata-
:
m (g) F (N) x1 x2
(m) (m) rata rata
62.5 0.625 0.34 0.33 0.340
0.99 0.99
8 8 0.99 5 6 5
0.0003 133. 1.334 1.18 1.18 0.41 0.412
0.41
6 4 3 5 5 1.185 5 5
135. 1.358 0.43 0.41
1.25 1.25 0.425
9 8 1.25 5 5

Tabel 6. Data hasil percobaan kedua saat meggunakan beban 1+2+3


L1 L2 Lrata- x rata-
m (g) F (N) x1 x2
(m) (m) rata rata
62.5 0.625 0.4
1.25 1.25 0.45 0.44
8 8 1.25 3
gambar 4. Grafik hubunga antara F dan V2
0.0001 133. 1.334 0.4
1.47 1.47 0.49 0.49 Telah dilakukan percobaan melde yang bertujuan untuk
6 4 3 1.47 9
135. 1.358 1.62 1.62 0.51 0.5 mengetahui panjang gelombang stationer, untuk mengetahui
0.5175
9 8 5 5 1.625 5 2 hubungan antara cepat rambat gelombang (v) dengan gaya
tegangan tali (F), untuk menganalisis factor-faktor yang
Setelah didapatkan data hasil percobaan maka dilakukan mempengaruhi kecepatan gelombang pada tali dan untuk
perhitunga untuk mendapatkan nilai cepat rambat gelombang membandingkan hasil kecepatan gelombang secara teori dan
secara teori dan secara hukum melde, berikut adalah contoh secara hukum melde. Percobaan pertama dilakukan untuk
perhitungannya : mengetahui pajang gelombang stasioner. Sebelum dimulai
Diketahui: percobaan diukur terlebih dahulu panjang dan massa tali
Massa beban (m) = 0,06155 kg yang digunakan. Panjang tali yang digunakan adalah 250
Frekuensi = 50 Hz cm, massa tali sebesar 0,6 g, 0,9 g, dan 0,4 g kemudian
Massa tali (M) = 0.0009kg dihitung massa per satuan panjang tali. Kemudian sumber
Panjang tali awal = 2.5 m getaran dinyalakan pada frekuensi 50 Hz dengan massa
Panjang tali acuan = 1.5 m beban pertama. Setelah diberi getaran pada tali akan
Jumlah gelombang = 1,85 terbentuk simpul dan perut gelombang. Panjang gelombang
Maka contoh perhitungan: diketahui dari panjang tali dibagi jumlah gelombang yang
1. Berdasarkan teori terbentuk. Percobaan diulang untuk setiap penambahan
Diketahui : massa beban, jadi ada tiga kali pengulangan dalam setiap
Panjang gelombang = 0,81 m tali. Setiap dilakukan penambahan massa beban, jumlah
Frekuensi = 50 Hz gelombang yang terbentuk semakin sedikit maka panjang
Ditanya : cepat rambat gelombang gelombang yang dihasilkan semakin panjang.
Jawab : v = . f Pada percobaan kedua, setelah dinyalakan sumber
= 0,8 m . 50 Hz getaran dan dipasang beban, sumber getaran dijalankan
= 40 m/s mendekati katrol untuk mendapatkan sejumlah 1,5
2. Berdasarkan hukum Melde gelombang. Percobaan diulang dengan jumlah gelombang
Diketahui : tetap untuk setiap penambahan massa beban dan dengan tali
Massa tali : 0,6 g = 0,0006 kg yang berbeda jadi pada setiap tali ada tiga kali pengukuran.
Panjang tali : 250 cm = 2,5 cm Beban yang digunakan sebagai pemberi gaya tegangan
Massa beban: 61,55 g = 0, 06155kg pada tali. Gaya tegangan pada tali merupakan hasil perkalian
Ditanya : cepat rambat gelombang massa beban dengan percepatan gravitasi (10 m/s2). Pada
Jawab : = massa tali / panjang tali setiap tali yang berbeda, nilai panjang gelombang juga
= 0,0006 g /2,5 m berbeda. Tetapi nilai massa per satuan panjang tali tidak
= 0,00024 kg/m sebanding dengan panjang gelombang dan cepat rambat
F = massa beban . g gelombang. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa untuk
= 0, 06155kg . 10 m/s2 setiap penambahan beban panjang gelombang semakin besar
= 0,6155 N dan semakin besar juga cepat rambat gelombang.
V2 = 2607,5 m2/s2 Berdasarkan percobaan diketahui bahwa nilai cepat rambant
V = 51,0637 m/s gelombang tali sebanding dengan besarnya gaya tegangan
pada tali.
Tabel 7. Data hasil perhitungan percobaan pertama saat meggunakan Pada gambar 4. Grafik yang menunjukkan hubungan
beban 1
x rata- lamda f v
nilai gaya tegangan pada tali dengan kuadrat cepat rambat
n v melde V2 gelombang terlihat bahwa nilai kuadrat cepat rambat
rata (m) (Hz) teori
51.063 2607. gelombang sebanding dengan besar gaya tegangan pada tali.
0.405 0.81 1.85 40.5
7 5 Ini sesuai dengan hukum Melde bahwa besarnya cepat
50
45.2 74.562 5559.
0.4525 0.905 1.66
5 6 6
JURNAL PRAKTIKUM GELOMBANG 2015 1-8 4

rambat gelombang sebanding dengan akar gaya tegangan


pada tali.

IV. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan melde yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa besarnya cepat rambat gelombang pada
tali dipengaruhi oleh besar gaya tegangan pada tali dan
massa per satuan panjang tali. Cepat rambat gelombang pada
tali berbanding lurus dengan besarnya gaya tegangan pada
tali. Nilai cepat rambat gelombang pada tali secara teori dan
perhitungan dengan hukum Melde berbeda dan didapatkan
error terbesar adalah 86,68% dan error terkecil adalah
26,08%.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada asisten


laboratorium fisika madya dan teman-teman yang telah
banyak membantu dalam proses percobaan, serta kepada
para pengarang buku yang telah membantu dalam
memahami teori-teori dalam percobaan ini.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Freedman, Young, 2001. Fisika Universitas . Jakarta ; Erlangga.


[2] Kian, Tan, 1992. Mengerti Fisika : Gelombang . Jogjakarta ; Andi
Offset.
[3] Surya, Yohanes,2009. Getaran dan Gelombang . Tangerang;
kandel.
[4] Tipler. A Paul, 2008. Physisc for Scientist and Engineerss Sixth
Edition . New York : W.H Freeman dan Company.
JURNAL PRAKTIKUM GELOMBANG 2015 1-8 5

LAMPIRAN

Tugas tambahan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan disimpulkan bahwa kelajuan gelombang pada tali bergantung pada
gaya tegangan tali dan massa per satuan panjang tali. Semakin besar gaya tegangan tali (tali semakin
tegang), gelombang bergerak semakin cepat. Sebaliknya semakin besar massa tali, gelombang bergerak
semakin pelan.

Penurunan rumus kelajuan gelombang pada tali merupakan pembuktian secara matematis mengenai faktor
yang mempengaruhi cepat rambat gelombang pada dawai.

Tinjau sebuah puncak gelombang atau pulsa yang bergerak ke kanan melalui seutas tali (gambar atas).
Gambar pulsa diperbesar, disertakan dengan gambar gaya tegangan tali F yang bekerja pada taliyang dilalui
puncak gelombang (gambar bawah).
Masing-masing gaya tegangan tali (F) diuraikan pada arah horisontal (Fx) dan arah vertikal (Fy). Kedua gaya
Fx mempunyai besar yang sama dan arah berlawanan sehingga saling menghilangkan. Sebaliknya terdapat
dua gaya Fy menuju pusat lingkaran.
Besar masing-masing gaya pada arah vertikal (Fy) :

Resultan gaya menuju pusat lingkaran

Rapat massa tali


JURNAL PRAKTIKUM GELOMBANG 2015 1-8 6

Rumus hukum II Newton untuk gerak melingkar beraturan

Keterangan rumus :
v = kelajuan gelombang pada tali (m/s)
F = gaya tegangan tali (Newton)
myu = rapat massa tali = massa per satuan panjang tali(kg/m)

Berdasarkan persamaan di atas disimpulkan cepat rambat gelombang sebanding dengan gaya tegangan tali
dan berbanding terbalik dengan massa per satuan panjang tali. Jadi jika tali semakin tegang maka
gelombang semakin cepat, dan jika massa tali semakin besar maka gelombang semakin pelan.
JURNAL PRAKTIKUM GELOMBANG 2015 1-8 7

Tabel 1. Perhitungan percobaan pertama


massa (Kg) l (m)
0.0006 2.5
f v
no m (g) F (N) x1 x2 x rata-rata lamda (m) n v melde V2 error
(Hz) teori
0.41 0.39 1.8 51.063 2607.
1 62.58 0.6258 0.405 0.81 40.5
5 5 5 7 5 26.083175
0.45 1.6 45.2 74.562 5559.
2 0.00024 133.43 1.3343 0.45 0.4525 0.905 50
5 6 5 6 6 64.779256
0.50 0.49 5661.
3 135.88 1.3588 0.5 1 1.5 50 75.244
5 5 7 50.488095

massa (Kg) l (m)


0.0009 2.5
f v
no m (g) F (N) x1 x2 x rata-rata lamda (m) n v melde
(Hz) teori v2 error
0.32 0.31 2.3 31.7 41.693 1738.
1 62.58 0.6258 0.3175 0.635
3 3 6 5 3 3 31.317558
0.33 2.2 33.7 60.880 3706.
2 0.00036 133.43 1.3343 0.34 0.3375 0.675 50
5 2 5 1 4 80.385538
1.8 61.436 3774.
3 135.88 1.3588 0.41 0.4 0.405 0.81 40.5
5 5 4 51.69508

massa (Kg) l (m)


0.0004 2.5
f v
no m (g) F (N) x1 x2 x rata-rata lamda (m) n v melde
(Hz) teori v2 error
0.41 1.7 41.8 3911.
1 62.58 0.6258 0.42 0.4185 0.837 62.54
7 9 5 3 49.43844
0.51 0.49 1.4 91.320 8339.
2 0.00016 133.43 1.3343 0.505 1.01 50 50.5
5 5 9 2 4 80.832037
0.56 1.3 55.7 92.154 8492.
3 135.88 1.3588 0.55 0.5575 1.115
5 5 5 8 5 65.30002
JURNAL PRAKTIKUM GELOMBANG 2015 1-8 8

Tabel 2. Perhitungan percobaan kedua


massa (Kg) l (m)
0.0006 2.5
L1 L2 Lrata- x rata- f lamda
m (g) F (N) x1 x2 n v teori v melde V2 error
(m) (m) rata rata (Hz) (m)
0.0002 62.5 0.41 0.39 1. 37.666 51.06368 2607. 35.56
0.6258 1.13 1.13 0.405 0.75333
4 8 1.13 5 5 5 7 6 5 7
0.0002 133. 1.387 0.45 0.452 1. 74.56261 5559. 61.21
1.3343 1.39 1.385 0.45 50 0.925 46.25
4 4 5 5 5 5 4 6 6
0.0002 135. 1.575 0.50 0.49 1. 52.516 75.24404 5661. 43.27
1.3588 1.575 1.576 0.5 1.05033
4 9 5 5 5 5 7 7 7 7

massa (Kg) l (m)


0.0009 2.5
L1 L2 Lrata- x rata- f lamda
m (g) F (N) x1 x2 n v teori v melde error
(m) (m) rata rata (Hz) (m) v2
0.0003 62.5 0.34 0.33 0.340 1. 1738. 26.34
0.6258 0.99 0.99 0.66 33 41.69
6 8 0.99 5 6 5 5 3 3
0.0003 133. 0.41 0.412 1. 3706. 54.12
1.3343 1.185 1.185 0.41 50 0.79 39.5 60.88
6 4 1.185 5 5 5 4 7
0.0003 135. 0.43 0.41 1. 61.43650 3774. 47.44
1.3588 1.25 1.25 0.425 0.83 41.67
6 9 1.25 5 5 5 7 4 8

massa (Kg) l (m)


0.0004 2.5
L1 L2 Lrata- x rata- f lamda
m (g) F (N) x1 x2 n v teori v melde error
(m) (m) rata rata (Hz) (m) v2
0.0001 62.5 1. 41.666 62.53998 3911. 50.09
0.6258 1.25 1.25 0.45 0.43 0.44 0.83333
6 8 1.25 5 7 7 3 6
0.0001 133. 1. 91.32017 8339. 86.36
1.3343 1.47 1.47 0.49 0.49 0.49 50 0.98 49
6 4 1.47 5 8 4 8
0.0001 135. 0.51 0.517 1. 54.166 92.15476 8492. 70.13
1.3588 1.625 1.625 0.52 1.08333
6 9 1.625 5 5 5 7 1 5 2

Anda mungkin juga menyukai