0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
244 tayangan10 halaman

Variasi Tipe Antena Serangga

Dokumen tersebut membahas tentang berbagai bentuk anatomi serangga seperti antena, sayap, kaki, mulut, abdomen, dan toraks. Antena dapat berbentuk setaseus, filiform, moniliform, dan bentuk lainnya. Sayap memiliki rangka longitudinal dan melintang. Bagian tubuh serangga lainnya seperti kaki dapat berfungsi untuk berjalan, menggali, atau melompat. Mulut dapat berfungsi untuk menggigit, menghisap, atau mer

Diunggah oleh

Ima Rahima Hidayati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
244 tayangan10 halaman

Variasi Tipe Antena Serangga

Dokumen tersebut membahas tentang berbagai bentuk anatomi serangga seperti antena, sayap, kaki, mulut, abdomen, dan toraks. Antena dapat berbentuk setaseus, filiform, moniliform, dan bentuk lainnya. Sayap memiliki rangka longitudinal dan melintang. Bagian tubuh serangga lainnya seperti kaki dapat berfungsi untuk berjalan, menggali, atau melompat. Mulut dapat berfungsi untuk menggigit, menghisap, atau mer

Diunggah oleh

Ima Rahima Hidayati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Berbagai bentuk antena

Antena serangga berfariasi baik dalam bentuk maupun dan ukuran dan ini penting
untuk identifikasi. Variasi bentuk antena serangga diuraikan sebagai berikut:
1. Setaseus : Seperti duri atau rambut kaku dan ruas ruas menjadi
lebih langsing kearah ujung. Misalnya pada capung.
2. Filiform : Seperti benang, ruas ruasnya berukuran hampir sama dari
pangkal keujung dan bentuknya membulat. Misalnya
kumbang tanah.
3. Moniliform : Seperti manik manik, ruasnya berukuran sama dan
bentuknya bulat. Misalnya kumbang keriput kayu.
4. Serrate : Seperti gergaji, ruas ruas antena berbentuk segitiga,
terutama pada bagian pertengahan atau dua pertiga
ujungnya. Misalnya loncat balik.
5. Pektinat : Seperti sisi, segmen memanjang kearah distal lateral,
langsia dan panjang. Misal kumbang warna api.
6. Bentuk gada : Ruas ruas meningkat garis tengahnya kearah distal atau
semakin keujung semakin besar.
a. Clavate : Bila peningkatan besar kearah ujung
secara bertahap. Misal Tenebrionidae..
b. Kapitate : Bila ruas ruas ujungnya meluas tiba
tiba membesar. Misal Nitidulidae.
c. Lamelate : Bila ruas ruas ujungnya meluas
kesamping membentuk semacam pelat
pelat. Misal kumbang juni.
d. Flabelate : Bila ruas ruas ujungnya memiliki
pelebaran kesamping dan berbentuk
lembaran lembaran panjang. Misal
kumbang sedar.
7. Genikulate : Berbentuk siku, ruas pertama panjang ruas ruas
berikutnya kecil dan membentuk sudut dengan ruas
pertama. Misal semut.
8. Plumosa : Seperti bulu, kebanyakan ruasnya dengan rambut rambut
panjang. Misal nyamuk jantan.
9. Aristate : Ruas terakhir biasanya membesar dan memiliki semacam
rambut kaku yang disebut arista. Misal lalat rumah.
10. Stilate : Pada ujung ruas terakhir terdapat struktur seperti jari
memanjang yang disebut stilus atau stili. Misal lalat
penyelinap.

2. Berbagai bentuk sayap

a. Rangka
sayap membujur (longitudinal), adalah :
1. Costa (C) : Tidak bercabang dan terdapat pada tepi depan sayap.
2. Subcosta (Sc) : Rangka sayap yang bercabang dua, yaitu Sc1 dan Sc2.
3. Radius (R) : Rangka sayap radius ini bercabang menjadi R1 dan
sektor-radial (Rs). Sektor- radial (Rs) ini biasanya
bercabang empat, yaitu R1, R2, R3, dan R4.
4. Median (M) : Biasanya bercabang empat, yaitu M1, M2, M3, dan M4.
5. Cubitus (Cu) : Bercabang menjadi dua, yaitu Cu1 dan Cu2. Cu1 ini
bercabang lagi menjadi Cu1a dan Cu1b.
6. Anal (A) : Biasanya tidak becabang, berturut turut dari depan ke
belakang adalah anal pertama (1A), anal kedua (2A), anal
ketiga (3A) dan seterusnya.

b. Rangka sayap melintang


Rangka sayap melintang ini menghubungkan rangka sayap membujur (longitudinal)
yang utama dan di beri nama menurut letaknnya atau berdasarkan nama rangka sayap
membujur yang dihubungkannya. Rangka sayap melintang tersebut adalah :
1. Humeral(h) : Terletak dekat pangkal sayap diantara kosta dan
subkosta.
2. Radial(r) : Menghubungkan R1 dengan cabang depan radius
sektor (Rs).
3. Radio-medial(r-m) : Menghubungkan cabang posterior radius dengan
cabang anterior median.
4. Medial (m) : Menghubungkan M2 dan M3.
5. Medio-cubital (m-cu) : Menghubungkan cabang posterior media dengan
cabang anterior kubitus.
6. Cubito-anal : Menghubungkan cabang posterior kubitus dan
anal pertama (1A).

3. Bagian-bagian tungkai dan bentuknya


Sejumlah bentuk tungkai serangga yang khas beserta fungsinya dijelaskan sebagai
berikut :
a. Tipe cursorial, adalah tungkai yang digunakan untuk berjalan dan berlari.
b. Tipe fossorial, adalah tungkai yang digunakan untuk menggali, ditandai dengan
adanya kuku depan yang keras.
c. Tipe saltatorial, adalah tungkai yang berfungsi untuk meloncat, ditandai dengan
pembesaran femur tungkai belakang.
d. Tipe raptorial, adalah tungkai yang berfungsi untuk menangkap dan
mencengkram mangsa, ditandai dengan pembesaran femur tungkai depan.
e. Tipe natatorial, adalah tungkai yang berfungsi untuk mendorong/berenang,
ditandai dengan bentuk yang tipis serta adanya sekelompok rambut rambut
renang yang panjang.
Tipe ambolatorial, tungkai yang berfungsi untuk berjalan ditandai dengan femur dan
fibia yang lebih panjang dari bagian tungkai lain
4. Tipe alat mulut
serangga

1. Tipe mulut menggigit-


mengunyah
Terdiri dari sepasang bibir, organ penggiling untuk menyobek dan
menghancur serta organ tipis sebagai penyobek. Makanan disobek
kemudian dikunyah lalu ditelan. Serta struktural alat makan jenis ini terdiri dari :
a. Labrum, fungsinya untuk memasukkan makanan ke dalam rongga mulut.

b. Efifaring, fungsinya sebagai pengecap.

c. Mandibel, fungsinya untuk mengunyah, memotong dan melunakkan makanan

d. Maksila, alat bantu untuk mengambil makanan.

e. Labium, fungsinya untuk menutup/membuka mulut.

2. Tipe mulut meraut dan menghisap


Menyerang jaringan dan mengakibatkan berwarna putih atau belang kemudian tanak
mengerut. Contoh : ordo hemiptera, yaitu kutu daun.
3. Tipe mulut menjilat menghisap
Pada mulut lalat (diptera), bahan pangan padat menjadi lembek dan buruk akibat ludah
yang dikeluarkan hama ini untuk melunakkan makanan, kemudian baru dihisap
4. Tipe mulut menghisap
Merupakan tipe yang khusus, yaitu labrum yang sangat kecil, dan maksila palpusnya
berkembang tidak sempurna. Labium mempunyai palpus labial yang berambut lebat dan
memiliki tiga segmen
Abdomen dan Toraks

1. Abdomen
Abdomen pada serangga primitif tersusun atas 11-12 ruas yang dihubungkan oleh
bagian seperti Selaput (membran). Jumlah ruas untuk tiap spesies tidak sama. Pada serangga
primitif (belum mengalami evolusi) ruas abdomen berjumlah 12. Perkembangan evolusi
serangga menunjukkan adanya tanda tanda bahwa evolusi menuju kepengurangan
banyaknya ruas abdomen.
Sebagian besar ruas abdomen tampak jelas terbagi menjadi tergum (bagian atas) dan
sternum (bagian bawah), sedangkan pleuron (bagian tengah) tidak tampak, sebab sebagian
bersatu dengan tergum. Perbedaan kelamin jantan dan betina dapat dilihat jelas pada bagian
abdomen ini. Pada abdomen serangga betina terdapat 10 ruas tergum dan 8 ruas sternum,
sedangkan pada serangga jantan terdapat 10 ruas tergum dan 9 ruas sternum. Ruad ke-11
abdomen pada belalang betina tinggal berupa pelat dorsal berbentuk segitiga yang dinamakan
epiprok dan sepasang pelat lateroventral yang dinamakan paraprok. Di antara ujung ujung
epiprok dan paraprok terdapat lubang anus. Tergum ruas ke-11 memiliki sepasang embelan
yang dinamakan cerci (tunggal : cercus). Pada serangga betina embelan embelan
termodifikasi pada ruas abdomen kedelapan dan kesembilan membentuk ovipositor (alat
peletakkan telur) di mana terdiri atas dua pasang katub yang dinamakan valvifer dan
selanjutnya menyandang valvulae (sepasang pada ruas kedelapan dan dua pasang pada ruas
kesembilan). Alat kopulasi pada serangga jantan biasanya terdapat pada ruas abdomen
kesembilan.
Pada kedua sisi ruas abdomen pertama terdapat lubang yang cukup besar dan tertutup
oleh selaput tipis yang disebut timpanum (alat pendengaran pada belalang). Spirakel
(lubang pernapasan) pada abdomen terletak di depan timpanum, dan spirakel lainnya terletak
pada ruas abdomen kedua sampai kedelapan pada sebelah bawah dari tergum. Pada serangga
betina yang mempunyai ovipositor, struktur dari alat ini sangat beragam, tergantung dari telur
telur yang akan diletakkan. Sebagai gambaran, diberikan beberapa bentuk ovipositor
serangga, sebagai berikut:
[Link] Cicada yang meletakkan telur di bawah kulit kayu pada cabang cabang
pohon berbentuk pisua tajam dan kaku.
b. Belalang pedang (Sexava spp) memiliki ovipositor berbentuk pedang sehingga dapat
meletakkan telur telurnya di bawah permukaan tanah.
[Link] parasitik dari famili Icneumonidae (Hymenoptera) memiliki ovipositor yang
sangat panjang, sehingga dapat menembus kulit batang padi untuk meletakkan telurnya
pada larva penggerek batang padi.
Serangga betina dewasa yang tergolong apterygota, seperti Thysanura, memiliki
ovipositor yang primitif di mana bentuknya terdiri dari dua pasang embelan yang terdapat
pada bagian bawah ruas abdomen kedelapan dan kesembilan. Sesungguhnya, terdapat
sejumlah serangga yang tidak memiliki ovipositor, dengan demikian serangga ini
menggunakan cara lain untuk meletakkan telurnya. Jenis serangga tersebut terdapat dalam
ordo Thysanoptera, Mecoptera,Lepidoptera, Coleoptera, dan Diptera. Serangga ini biasanya
akan menggunakan abdomennya sebagai ovipositor. Beberapa spesies serangga dapat
memanfaatkan abdomennya yang menyerupai teleskop sewaktu meletakkan telur telurnya.

2. Toraks
Toraks adalah bagian yang menghubungkan antara caput dan abdomen. Torak serangga
terdiri dari tiga ruas yaitu protorak, mesotorak, dan metatorak [Gambar 6]. Torak juga
merupakan daerah lokomotor pada serangga dewasa karena pada torak terdapat tiga pasang
kaki dan dua atau satu pasang sayap (kecuali ordo Thysanura tidak bersayap). Torak bagian
dorsal disebut notum.

TELUR

LARVA
PUPA

IMAGO
SIM K
IDENTIFIKASI OPT

NAMA : IMA RAHIMA HIDAYATI

NIM : G111 14 324

KELAS : IDENTIFIKASI OPT

JURUSAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2017

Anda mungkin juga menyukai