MODUL
SISTEM PENGONDISIAN UDARA
(Air Conditioner System)
PADA KENDARAAN
Oleh :
MUHAMMAD HANAFI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK
OTOMOTIF
JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TAHUN 2017
MODUL 1
MENGIDENTIFIKASI SISTEM AC DAN KOMPONENNYA
pertemuan 1
2 X 40 menit
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Deskripsi........................................................................................... 1
B. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus Pembelajaran........................... 1
C. Petunjuk Penggunaan Modul........................................................... 1
D. Alokasi Waktu................................................................................... 2
E. Peralatan dalam Penggunaan Modul............................................... 2
BAB II MENGIDENTIFIKASI SISTEM AC DAN KOMPONENNYA
A. Komponen-komponen Utama AC.................................................... 3
B. Fungsi Komponen-komponen Utama AC........................................ 5
C. Cara Kerja Komponen-komponen Utama AC.................................. 7
D. Komponen-komponen Tambahan AC.............................................. 17
E. Posisi Komponen-komponen Utama dan Tambahan AC................ 25
F. Rangkuman...................................................................................... 26
G. Latihan.............................................................................................. 28
BAB III EVALUASI
A. Test................................................................................................... 29
B. Kunci Jawaban................................................................................. 29
C. Umpan Balik..................................................................................... 33
DAFTAR PUSTAKA / BUKU YANG DISARANKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Modul ini akan menyajikan penjelasan mengenai sistem pengondisian
udara. Diantaranya pengertian dari sistem pengondisian udara, prinsip kerja ,
komponen-komponen, fungsi, dan cara kerja.
B. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus Pembelajaran
1. Tujuan umum yang ingin dicapai oleh modul ini adalah agar siswa dapat
mengerti mengenai sistem pengondisian udara pada kendaraan.
2. Tujuan khususnya adalah:
a. Mengetahui prinsip dari sistem AC
b. Mengetahui fungsi, cara kerja dari komponen utama sistem AC
c. Mengetahui cara kerja komponen tambahan sistem AC
C. Petunjuk Penggunaan Modul
Materi yang terdapat pada modul ini dapat dipelajari secara mandiri
maupun berkelompok pada tempat dan waktu yang sesuai dengan kondisi
dimana siswa berada. Kemudian untuk latihan dan test harus dikerjakan
secara mandiri. Jika modul ini telah selesai dipelajari, maka siswa dapat
melanjutkan pada modul selanjutnya.
2
D. Alokasi Waktu
1
Modul ini dipelajari untuk sekali pertemuan dikelas atau mandiri dengan
waktu 2 x 40 menit.
E. Peralatan dalam Menggunakan Modul
Peralatan yang digunakan dalam proses pembelajaran menggunakan
modul ini adalah alat tulis seperti pena, pensil, buku, penggaris dan lain
peralatan pendukung lainnya.
BAB II
MENGIDENTIFIKASI SISTEM AC DAN KOMPONENNYA
A. Komponen-komponen Utama AC (Air Conditioner)
AC atau Air Conditioners, adalah suatu rangkaian peralatan
(komponen) yang berfungsi untuk mendinginkan udara didalam kabin agar
penumpang dapat merasa segar dan nyaman. Rangkaian peralatan
(komponen) tersebut adalah :
1. Kompresor
Gambar 1. Kompresor
2. Kondensor
4
Gambar 2. Kondensor
3. Dryer/receifer
Gambar 3. Dryer/receiver
4. Expansion Valve
Gambar 4. Expansion Valve
5. Evaporator
Gambar 5. Evaporator
6. Blower
Gambar 6. Blower
B. Fungsi Komponen-komponen Utama AC
1. Kompresor
Berfungsi untuk memompakan refrigrant yang berbentuk gas agar
tekanannya meningkat sehingga juga akan mengakibatkan temperaturnya
6
meningkat.
2. Kondensor
Berfungsi untuk menyerap panas pada refrigerant yang telah
dikompresikan oleh kompresor dan mengubah refrigrant yang berbentuk
gas menjadi cair ( dingin ).
3. Dryer/receifer
Berfungsi untuk menampung refrigerant cair untuk sementara, yang
untuk selanjutnya mengalirkan ke evaporator melalui expansion valve,
sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan. Selain itu
Dryer/receifer juga berfungsi sebagai filter untuk menyaring uap air dan
kotoran yang dapat merugikan bagi siklus refrigerant.
4. Expansion Valve
Berfungsi mengabutkan refrigrant kedalam evaporator, agar
refrigerant cair berubah menjadi gas.
5. Evaporator
Merupakan kebalikan dari kondensor berfungsi untuk menyerap
panas dari udara yang melalui sirip-sirip pendingin evaporator, sehingga
udara tersebut menjadi dingin
6. Blower
Adalah komponen yang berfungsi untuk meniupkan udara dingin
yang hasilkan oleh evaporator.
C. Cara Kerja Komponen-komponen Utama AC
1. Kompresor
Kompresor terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
a. Kompresor
Kompresor digerakkan oleh tali kipas dari puli engine.
Perputaran kompresor ini akan menggerakkan piston/vane dan gerakan
piston/ vane ini akan menimbulkan tekanan bagi refrigerant yang
berbentuk gas sehingga tekanannya meningkat yang dengan
sendirinya juga akan meningkatkan temperaturnya. Jenis kompresor ini
dapat dipilahkan seperti dibawah ini :
Tipe Crank
Tipe Reciprocating
Tipe Swash Plate
Tipe Rotary Tipe Through Vane
Tipe Reciprocating mengubah putaran crankshaft menjadi gerakan
bolak-balik pada piston.
8
Tipe Crank :
Gambar 7. Kompresor Tipe Crank
Pada tipe ini sisi piston yang berfungsi hanya satu sisi saja, yaitu
bagian atas. Oleh sebab itu pada kepala silinder ( valve plate )
terdapat dua katup yaitu katup isap (suction) dan katup penyalur
(Discharge). Lihat gambar mekanis kompresi.
Gambar 8. Mekanisme Kompresor Tipe Crank
Pada langkah turun, refrigerant masuk kedalam ruang silinder dari
evaporator, dan pada langkah naik refrigerant keluar dari ruang silinder
menuju ke kondensor dengan tekanan meningkat dari 2,1 kg/cm 2
9
menjadi 15 kg/cm2 yang mengubah temperatur dari 0oC menjadi 70oC.
Tipe Swash Plate :
Gambar 9. Kompresor Tipe Swash Plate
Terdiri dari sejumlah piston dengan interval 72 o untuk kompresor 10
silinder dan interval 120o untuk kompresor 6 silinder. Kedua sisi ujung
piston pada tipe ini berfungsi, yaitu apabila salah satu sisi melakukan
langkah kompresi maka sisi lainnya melakukan langkah isap ( lihat
bagan gambar mekanis kompresi )
10
Gambar 10. Mekanisme Kompresor Tipe Swash Plate
Tipe Through Vane :
Gambar 11. Kompresor Tipe Through Vane
Tipe through vane ini terdiri atas dua vane yang integral dan saling
tegak lurus. Dan bila rotor berputar vane akan bergeser pada arah
radial sehingga ujung-ujung vane akan selalu bersinggungan dengan
permukaan dalam silinder. (lihat bagan gambar 12)
Gambar 12. Mekanisme Kompresor Tipe Through Vane
11
Gambar 1 :
Adalah langkah awal isap dimana refrigerant masuk melalui lubang
isap.
Gambar 2 :
Akhir langkah isap dimana lubang pengisapan telah tertutup.
Gambar 3 :
Awal langkah kompresi dimana refrigerant mulai dikompresi kan
untuk menaikkan tekanan.
Gambar 4 :
Langkah kompresi penuh.
Gambar 5 :
Langkah penyaluran / pengosongan refrigerant dari silinder ke
saluran keluar menuju ke kondensor melalui katup tekan (discharge
valve)
Gambar 6 :
Penyaluran refrigerant selesai, ruang vane akan memulai dengan
awal langkah isap lagi.
Pada aktualnya through vane yang membentuk empat ruang, bekerja
secara bergantian, sehingga proses diatas akan berjalan terus
menerus secara berkesinambungan.
b. Kopling magnet ( Magnetic Clutch )
Kopling magnet adalah perlengkapan kompressor yaitu suatu
alat yang dipergunakan untuk melepas dan menghubungkan
12
kompressor dengan putaran mesin. Peralatan intinya adalah : Stator,
rotor dan pressure plate. Sistem kerja dari alat ini adalah elektro
magnetic.
Cara Kerjanya :
Puli kompressor selalu berputar oleh perputaran mesin melalui tali
kipas pada saat mesin hidup. Dalam posisi switch AC off, kompressor
tidak akan berputar, dan kompressor hanya akan berputar apabila
switch AC dalam posisi hidup (on) hal ini disebabkan oleh arus listrik
yang mengalir ke stator coil akan mengubah stator coil menjadi magnet
listrik yang akan menarik pressure plate dan bidang singgungnya akan
bergesekan dan saling melekat dalam satu unit ( Clutch assembly )
memutar kompresor.
Gambar 13. Konstruksi Kopling Kompresor
Konstruksi :
Puli terpasang pada poros kompressor dengan bantalan diantaranya
menyebabkan puli dapat bergerak dengan bebas. Sedang stator terikat
dengan kompressor housing, pressure plate terpasang mati pada
poros kompressor. ( lihat gambar 13 ) 13
2. Kondensor
Refrigerant yang masuk kedalam kondensor oleh karena tekanan
kompresor masih dalam bentuk gas dengan temperatur yang cukup tinggi
(80oC).
Temperatur yang tinggi dari refrigerant yang berada dalam
kondensor yang bentuknya berliku-liku akan mengakibat kan terjadinya
pelepasan panas oleh refrigerant. Proses pelepasan panas ini di
permudah dengan adanya aliran udara baik dari gerakan kendaraan
maupun isapan fan yang terpasang dibelakang kondensor. Semakin baik
pelepasan panas yang di hasilkan oleh kondensor se makin baik pula
pendinginan yang akan dilakukan oleh evaporator.
Gambar 14. Konstruksi Kondensor 14
Pada ujung pipa keluar kondensor refrigerant sudah tidak
berbentuk gas lagi akan tetapi sudah berubah menjadi refrigerant cair
dengan temperatur 57oC (cooled liquid)
3. Receifer / Dryer.
Refrigerant dari kondensor masuk ke tabung receifer melalui lubang
masuk ( inlet port ), kemudian melalui dryer, desiccant dan filter refrigerant
cair naik dan keluar melalui lubang keluar ( outlet port ) menuju ke
expansion valve. Dryer, desiccant maupun filter berfungsi untuk mencegah
kotoran yang dapat menimbulkan karat maupun pembekuan refrigerant
terutama pada expansion valve yang mana akan mengganggu siklus dari
refrigerant.
Gambar 15. Konstruksi Receiver/dryer
Bagian atas dari receifer/dryer disediakan gelas kaca ( sight glass )
yang berfungsi untuk melihat sirkulasi refrigerant.
4. Expansion Valve
Oleh karena fungsi dari expansion valve ini untuk mengabutkan
refrigerant kedalam evaporator, maka lubang keluar pada alat ini
berbentuk lubang kecil ( orifice ) konstan atau dapat diatur melalui katup
(valve) yang pengaturannya menggunakan perubahan temperatur yang
dideteksi oleh sebuah sensor panas.
15
Berdasarkan pengaturan pengabutan ini expansion valve
dibedakan menjadi
Expansion valve tekanan
konstan
Expansion valve tipe thermal
Pada gambar dibawah adalah cara kerja expansion valve tipe
thermal.
Gambar 16. Konstruksi Expansion Valve
Pembukaan valve sangat bergantung dari besar kecilnya tekanan
Pf dari Heat sensitizing tube. Bila temperatur lubang keluar ( out let )
evaporator dimana alat ini ditempelkan meningkat, maka tekanan Pf > dari
tekanan Ps + Pe, maka refrigerant yang disemprotkan akan lebih banyak.
Sebaliknya bila temperatur lubang keluar ( out let ) evaporator menurun
maka tekanan Pf < Ps + Pe, maka refrigerant yang disemprotkan akan
16
lebih sedikit.
Ps : tekanan pegas
Pe : tekanan uap didalam evaporator
5. Evaporator
Perubahan zat cair dari refrigerant menjadi gas yang terjadi pada
evaporator akan berakibat terjadi penyerapan panas pada daerah
sekelilingnya, udara yang melewati kisi-kisi evaporator panasnya akan
terserap sehingga dengan hembusan blower udara yang keluar keruang
kabin kendaraan akan menjadi dingin.
Gambar 17. Konstruksi Evaporator
Ada tiga tipe Evaporator yang terbuat dari aluminium yaitu :
17
Gambar 18. Evaporator Tipe Plate Fin
Gambar 19. Evaporator Tipe Serpentine Fin
Gambar 20. Evaporator Tipe Tipe Drwan Cup
D. Komponen-komponen Tambahan AC (Air Conditioner)
Peralatan tambahan yang menunjang terlaksananya proses sistem
pendinginan, dan juga merupakan peralatan pokok yang harus ada meskipun
tidak termasuk komponen utama, adalah :
1. Pressure Switch
Presure switch ini berfungsi untuk mengontrol tekanan yang terjadi
pada sisi tekanan tinggi, bila tekanan siklus refrigerant terlalu berlebihan,
baik terlalu tinggi (27 kg/cm2) maupun terlalu rendah (2,1 kg/cm2) maka
secara otomatis akan menyetop switch sehingga magnetic clutch menjadi
off. Kondisi tekanan yang tidak normal ini akan menyebabkan terjadinya
kerusakan pada berbagai komponen yang lain. Letak pressure switch ada
diantara receifer dan expansion valve ( lihat gambar dibawah)
18
Gambar 21. Prinsip Pressure Switch
Tipe Pressure switch ini ada dua macam yaitu :
Tipe dual, yang meng gunakan satu switch untuk dua keadaan yaitu
terlalu tinggi atau terlalu rendah
Gambar 22. Pressure Switch Tipe Dual
Tipe single, dengan switch terpisah.
2. Alat Pencegah Pembekuan ( Anti Frosting Devices )
Untuk menghidari berkurangnya efek pendinginan yang disebabkan
pembekuan air yang ada di fin pada evaporator yang terlalu dingin < 0 o19
C,
dapat dipasangkan peralatan ini yang terdiri atas dua jenis, yaitu :
Tipe Thermistor
yang dipasangkan pada fin evaporator, dan bekerja berdasarkan sinyal
thermistor yang mengontrol temperatur fin. Bila temperatur fin menurun
< 0oC, maka magnetic clutch akan mati dan kompresor akan berhenti
berputar.
Tipe EPR ( Evaporator Pressure Regulator )
dipasangkan diantara eva porator dan kompresor, (lihat gambar) Tipe
ini mengatur jumlah refrigerant yang mengalir dari evapo rator ke
kompresor, dan menjaga agar tekanannya tidak kurang dari 1,9 kg/cm2,
sehingga akan menjaga temperatur fin eva porator tidak turun < 0 oC.
Gambar [Link] AFD
20
Gambar [Link] AFD
3. Stabilizer Putaran Mesin
Peralatan ini berfungsi untuk menstabilkan putaran mesin melalui
sensor pendeteksi RPM mesin yang dipasangkan pada arus primer ignition
coil sehingga putaran idle mesin menjadi lebih baik dan tidak mudah mati.
Gambar 25. Sirkuit Stabilizer
Prinsip kerja dari mekanis peralatan ini adalah ketika RPM mesin
drop hingga mencapai batas minimum, akan menghentikan magnetic
clutch, sehingga kompresor berhenti bekerja dan RPM mesin akan normal
21
kembali.
4. Peralatan Idle Up
Digunakan untuk meningkatkan RPM mesin pada kondisi idle dan
AC dalam keadaan hidup. Tanpa alat ini mesin akan menjadi sangat berat
karena harus mengangkat beban kompresor sehingga mesin akan sering
mati dan kenyamanan berkendaraan akan menjadi terganggu. Alat ini
penggunaannya tergantung dari tipe dan jenis bahan bakarnya.
Untuk jenis kendaraan konvensional (menggunakan karburator)
digunakan vacuum switching valve (VSV) serta sebuah actuator untuk
membuka throttle, sehingga putaran mesin akan meningkat pada
putaran idle dan AC dalam keadaan hidup. (lihat gambar)
Gambar 26. Idle-Up Kendaraan konvensional
Untuk kendaraan EFI, digunakan VSV yang dilengkapi diapraghma
yang menyebabkan udara akan melalui surge tank, dan ECU akan
menginjeksikan sejumlah tambahan bahan bakar sesuai dengan udara
bypass, sehingga idling mesin akan meningkat.
22
Gambar 27. Idle-Up Kendaraan EFI
5. Sistem Pelindung Tali Penggerak Kompresor
Alat ini digunakan untuk melindungi tali penggerak kompresor, yaitu
pada saat kompresor mengalami kemacetan. Bila hal ini terjadi maka
magnetic clutch dan VSV idle up akan off secara otomatis dan indikator
lampu AC akan berkedip untuk memberitahukan kerusakan yang terjadi
pada sistem pendingin. Alur kerja sistem pelindung tali penggerak
kompresor dan letak dan prinsip kerja pelindung tali penggerak kompresor
dapat dilihat pada gambar dibawah :
23
Gambar 28. Posisi Pelindung
Gambar 29. Konstruksi Pelindung
6. Sistem Kontrol Kompressor Dua Tingkat (mode ekonomi)
AC tipe airmix, dengan kompresor berputar pada beban penuh yang
temperaturnya mencapai batas limit hingga terjadi pembekuan pada fin
evaporator ( 3oC), hal ini akan banyak menyerap tenaga mesin. Dengan
menggunakan peralatan ini dan diset pada switch ekonomi akan
menghemat banyak pemakaian karena kompresor akan off pada 10 oC
temperatur fin bukan 3oC seperti pada keadaan normal.
24
Gambar 30. Sirkuit Mode Ekonomi
Terletak antara receifer dan expansion valve dan dipakai pada sistem
pendingin tipe dual. Pengontrol temperatur ini bekerja dengan cara
membuka dan menutup magnetic valve yang secara paralel akan bekerja
membuka dan menutup siklus pendingin.
Gambar 31. Konstruksi Mode Ekonomi
Gambar [Link] Mode Ekonomi
25
E. Posisi Komponen Utama dan Perlengkapan Tambahan AC Kendaraan
Letak komponen pada AC kendaraan sangat bergantung dari jenis
kendaraannya, namun demikian perbedaan letak ini tidaklah mempengaruhi
urutan dari komponen tersebut, contoh gambar dibawah menunjukkan letak
masing-masing komponen baik utama maupun tambahan pada kendaraan
jenis sedan maupun minibus yang memiliki ruang mesin dibagian depan.
Gambar 34. Posisi Komponen AC
26
F. Rangkuman
1. Nama Komponen Utama pada sistem Air Conditioner : Kompresor,
Kondensor, Receifer/Dryer, Expansion Valve, dan Evaporator, blower.
2. Fungsi masing-masing komponen :
a. Kompresor
Berfungsi untuk memompakan refrigrant yang berbentuk gas agar
tekanannya meningkat sehingga juga akan mengakibatkan
temperaturnya meningkat.
b. Kondensor
Berfungsi untuk menyerap panas pada refrigerant yang telah
dikompresikan oleh kompresor dan mengubah refrigrant yang berbentuk
gas menjadi cair ( dingin ).
c. Dryer/receifer
Berfungsi untuk menampung refrigerant cair untuk sementara, yang
untuk selanjutnya mengalirkan ke evaporator melalui expansion valve,
sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan. Selain itu
Dryer/receifer juga berfungsi sebagai filter untuk menyaring uap air dan
kotoran yang dapat merugikan bagi siklus refrigerant.
d. Expansion Valve
Berfungsi Mengabutkan refrigrant kedalam evaporator, agar refrigerant
cair dapat segera berubah menjadi gas.
e. Evaporator
Merupakan kebalikan dari kondensor Berfungsi untuk menyerap panas
dari udara yang melalui sirip-sirip pendingin evaporator, sehingga udara
tersebut menjadi dingin
27
3. Cara kerja :
a. Kompresor :
Kompresor digerakkan oleh tali kipas dari puli engine. Perputaran
kompresor ini akan menggerakkan piston/vane dan gerakan piston/ vane
ini akan menimbulkan tekanan bagi refrigerant yang berbentuk gas
sehingga tekanannya meningkat yang dengan sendirinya juga akan
meningkatkan temperaturnya.
b. Kondensor :
Gas rerfrigerant yang masuk kedalam kondensor, oleh karena bentuknya
yang berliku-liku dan dibantu adanya aliran udara fan pada engine akan
mempermudah pelepasan panas refrigerant, sehingga pada refrigerant
terjadilah perubahan bentuk dari gas ke zat cair.
c. Receifer/Dryer :
Refrigerant dari kondensor masuk ke tabung receifer melalui lubang
masuk ( inlet port ), kemudian melalui dryer, desiccant dan filter
refrigerant cair naik dan keluar melalui lubang keluar (outlet port) menuju
ke expansion valve.
d. Expansion Valve :
Zat cair refrigerant oleh karena tekanan compresor dan harus melalui
orifice expansion valve, maka refrigerant cair keluar ke evaporator dalam
bentuk kabut. Sedang besar kecilnya orifice ditentukan oleh heat
sensitizing tube yang berfungsi sebagai sensor panas.
e. Evaporator :
Refrigerant yang keluar dari expansion valve masih dalam bentuk
setengah cair setengah gas dan masuk ke dalam evaporator dan oleh
28
karena bentuknya yang sedemikian rupa menyebabkan terjadinya
perubahan ke wujud gas dengan sangat cepat. Hal ini berpengaruh pada
penyerapan panas udara sekelingnya dengan cepat pula. Dan oleh kerja
dari blower udara dingin disemburkan kedalam ruang kabin kendaraan.
4. Peralatan tambahan yang terdapat pada rangkaian sistem AC
kendaraan.
Pressure Switch
Alat Pencegah Pembekuan ( Anti Frosting Devices )
Stabilizer putaran mesin
Peralatan idle up
Sistem pelindung tali penggerak kompresor
Sistem kontrol kompressor dua tingkat (mode ekonomi)
Magnetic valve
5. Letak komponen utama dan perlengkapan tambahan AC Kendaraan.
Contoh untuk kendaraan dengan mesin berada didepan
G. Latihan
1. Pelajari dan jelaskan nama komponen-komponen utama AC kendaraan dan
lihatlah letak masing-masing komponen pada berbagai jenis kendaraan!
2. Pelajari dan jelaskanlah fungsi dan cara kerja masing-masing komponen
utama AC!
3. Pelajari dan jelaskanlah nama, fungsi dan cara kerja peralatan tambahan
pada sistem AC kendaraan!
BAB III
EVALUASI
A. Test (45 menit)
1. Tulislah nama komponen-komponen utama AC pada
kendaraan ?
2. Tulislah fungsi komponen-komponen utama AC pada
kendaraan ?
3. Jelaskanlah cara kerja komponen-komponen utama AC
pada kendaraan?
[Link] nama-nama dan kegunaan peralatan tambahan pada AC
kendaraan?
B. Jawaban
Jawab :
Kompresor, kondensor, receifer/dryer, expantion valve dan evaporator.
Jawab :
[Link]
Berfungsi untuk memompakan refrigrant yang berbentuk gas agar
tekanannya meningkat sehingga juga akan mengakibatkan
temperaturnya meningkat.
[Link]
Berfungsi untuk menyerap panas pada refrigerant yang telah
dikompresikan oleh kompresor dan mengubah refrigrant yang berbentuk
gas menjadi cair ( dingin ).
c. Dryer/receifer
Berfungsi untuk menampung refrigerant cair untuk sementara, yang
30
untuk selanjutnya mengalirkan ke evaporator melalui expansion valve,
sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan. Selain itu
Dryer/receifer juga berfungsi sebagai
29 filter untuk menyaring uap air dan
kotoran yang dapat merugikan bagi siklus refrigerant.
[Link] valve
Berfungsi Mengabutkan refrigrant kedalam evaporator, agar refrigerant
cair dapat segera berubah menjadi gas.
[Link]
Merupakan kebalikan dari kondensor Berfungsi untuk menyerap panas
dari udara yang melalui sirip-sirip pendingin evaporator, sehingga udara
tersebut menjadi dingin
Jawab :
Kompresor
kompresor ada dua jenis yaitu tipe reciprocating dan tipe through vane.
Tipe reciprocating ada dua jenis yaitu crank dan swash plate. Pada
dasarnya tipe reciprocating ( gerak bolak-balik ) menggunakan piston
untuk menimbulkan tekanan. Pada tipe crank hanya satu sisi yang
berfungsi untuk menyalurkan tekanan refrigerant karena sisi yang lain
ditempatkan conectingrod dan crank sebagai sarana penerus penggerak
dari putaran puli. Pada tipe swash plate, pendorong pistonnya
menggunakan plate yang berputar secara conical sehingga dua sisinya
dapat digunakan untuk meneruskan tekanan refrigerant. Sedang pada
tipe through vane prinsip yang digunakan adalah rotary yaitu sistem rotor
dengan lingkaran planet yang pada keempat sisinya dipasang vane,
31
pada tipe ini tidak menggunakan katup tetapi menggunakan lubang isap
dan lubang penyalur (discharge), sedang pada tipe reciprocating
menggunakan katup (valve).
Kondensor.
Gas rerfrigerant yang masuk kedalam kondensor, oleh karena bentuknya
yang berliku-liku dan dibantu adanya aliran udara fan pada engine akan
mempermudah pelepasan panas refrigerant, sehingga pada refrigerant
terjadilah perubahan bentuk dari gas ke zat cair.
Receifer/Dryer.
Refrigerant dari kondensor masuk ke tabung receifer melalui lubang
masuk ( inlet port ), kemudian melalui dryer, desiccant dan filter
refrigerant cair naik dan keluar melalui lubang keluar (outlet port) menuju
ke expansion valve.
Expansion valve.
Zat cair refrigerant oleh karena tekanan compresor dan harus melalui
orifice expansion valve, maka refrigerant cair keluar ke evaporator dalam
bentuk kabut. Sedang besar kecilnya orifice ditentukan oleh heat
sensitizing tube yang berfungsi sebagai sensor panas.
Evaporator.
Refrigerant yang keluar dari expansion valve masih dalam bentuk
setengah cair setengah gas dan masuk ke dalam evaporator dan oleh
karena bentuknya yang sedemikian rupa menyebabkan terjadinya
perubahan ke wujud gas dengan sangat cepat. Hal ini berpengaruh pada
penyerapan panas udara sekelingnya dengan cepat pula. Dan oleh kerja
32
dari blower udara dingin disemburkan kedalam ruang kabin kendaraan.
Jawab :
[Link] Switch
Fungsinya untuk mengontrol tekanan pada sisi tekanan tinggi. Apabila
pada sisi tekanan tinggi terjadi tekanan berlebih atau terlalu rendah,
maka secara otomatis akan menyetop switch sehingga magnetic clutch
menjadi off.
[Link] Pencegah Pembekuan ( Anti Frosting Devices )
Fungsinya untuk menghidari berkurangnya efek pendinginan yang
disebabkan pembekuan air yang ada di fin pada evaporator yang terlalu
dingin < 0oC,
c. Stabilizer putaran mesin
Berfungsi untuk menstabilkan putaran mesin melalui sensor pendeteksi
RPM mesin yang dipasangkan pada arus primer ignition coil sehingga
putaran idle mesin menjadi lebih baik dan tidak mudah mati.
[Link] idle up
Berfungsi untuk meningkatkan RPM mesin pada kondisi idle dan AC
dalam keadaan hidup. Tanpa alat ini mesin akan menjadi sangat berat
karena harus mengangkat beban kompresor sehingga mesin akan sering
mati dan kenyamanan berkendaraan akan menjadi terganggu. Alat ini
penggunaannya tergantung dari tipe dan jenis bahan bakarnya.
[Link] pelindung tali penggerak kompressor
Berfungsi melindungi tali penggerak kompresor, yaitu pada saat
kompresor mengalami kemacetan. Bila hal ini terjadi maka magnetic
clutch dan VSV idle up akan off secara otomatis dan indikator lampu AC
33
akan berkedip untuk memberitahukan kerusakan yang terjadi pada
sistem pendingin.
f. Sistem kontrol kompressor dua tingkat (mode ekonomi)
AC tipe airmix, dengan kompresor berputar pada beban penuh yang
temperaturnya mencapai batas limit hingga terjadi pembekuan pada fin
evaporator ( 3oC), hal ini akan banyak menyerap tenaga mesin. Dengan
menggunakan peralatan ini dan diset pada switch ekonomi akan
menghemat banyak pemakaian karena kompresor akan off pada 10 oC
temperatur fin bukan 3oC seperti pada keadaan normal.
C. Umpan Balik
Cocokan jawabab Anda dengan kunci jawaban tes modul 1 yang
terdapat pada bagian ahir modul ini. Hitung jawaban anda yang benar.
Gunakan rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkan penguasaan Anda
terhadap materi modul ini.
Rumus :
Jumlah jawaban yang benar
Tingkat Penguasaan = X 100%
4
Arti tingkat penguasaan yang anda capai :
90 - 100% = baik sekali
80 89% = baik 34
70 79% = cukup
< 70% = kurang
Bila Anda mencapai tingkat penguasaaan 80% atau lebih, Anda dapat
melanjutkan pada modul selanjutnya. Selamat untuk Anda ! Tetapi apabil
tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80% , Anda harus mempelajari
kembali materi modul 1 ini, terutama bagian yang belum Anda kuasai.
DAFTAR PUSTAKA / BUKU YANG DIANJURKAN
Anonim. (1993). Materi Pelajaran Engine Group Step 1., Jakarta : PT Toyota
Astra Motor.
Anonim. (1993). Materi Pelajaran Engine Group Step 2., Jakarta : PT Toyota
Astra Motor.
Anonim. ( ). Buku Pedoman Dasar AC Suzuki.
Anonim. (1993). New Step 2 Training Manual, Heater & Air Conditioning
system Jakarta : PT Toyota Astra Motor.
Anonim. ( ). Service Manual Toyota seri K
Crouse, William H, dan Anglin, Donald L (1986). Automotive Engines. New York
: Mc Graw Hill.
Toboldt, William K, dan Johnson, Larry. (1977). Automotive Encyclopedia. South
Holland : The Goodheart Willcox.
Suharsimi Arikunto. (1988). Organisasi dan Administrasi Pendidikan
Teknologi dan kejuruan . Jakarta : Depdikbud : Dirjen Dikti, Proyek
Pengembangan LPTK.
MODUL 2
SIKLUS PENDINGINAN AC DAN PENGISIAN REFRIGRANT
pertemuan 2
2 X 40 menit
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Deskripsi........................................................................................... 1
B. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus Pembelajaran........................... 1
C. Petunjuk Penggunaan Modul........................................................... 1
D. Alokasi Waktu................................................................................... 1
E. Peralatan dalam Penggunaan Modul............................................... 2
BAB II MENGIDENTIFIKASI SISTEM AC DAN KOMPONENNYA
A. Siklus Pendinginan AC Kendaraan.................................................. 3
B. Mengisi Refrigrant Pada Kendaraan................................................ 4
C. Rangkuman...................................................................................... 15
D. Latihan.............................................................................................. 17
BAB III EVALUASI
D. Test................................................................................................... 18
E. Kunci Jawaban................................................................................. 18
F. Umpan Balik..................................................................................... 20
DAFTAR PUSTAKA / BUKU YANG DIANJURKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Modul ini akan menyajikan penjelasan mengenai siklus pendinginan AC
kendaraan dan pengisian refrigerant.
B. Tujuan Umum Dan Tujuan Khusus Pembelajaran
1. Tujuan umum yang ingin dicapai oleh modul ini adalah agar siswa dapat
mengerti mengenai sistem pengondisian udara pada kendaraan.
2. Tujuan khususnya adalah:
Mengetahui siklus pendinginan AC kendaraan
Mengetahui cara pengisian refrigerant
C. Petunjuk Penggunaan Modul
Materi yang terdapat pada modul ini dapat dipelajari secara mandiri
maupun berkelompok pada tempat dan waktu yang sesuai dengan kondisi
dimana siswa berada. Kemudian untuk latihan dan test harus dikerjakan
secara mandiri. Jika modul ini telah selesai dipelajari, maka siswa dapat
melanjutkan pada modul selanjutnya.
D. Alokasi Waktu
Modul ini dipelajari untuk sekali pertemuan dikelas atau mandiri dengan
2
waktu 2 x 40 menit.
E. Peralatan Dalam Menggunakan Modul
Peralatan yang digunakan dalam proses pembelajaran menggunakan
modul ini adalah alat tulis seperti 1pena, pensil, buku, penggaris dan lain
peralatan pendunkung lainnya.
BAB II
SIKLUS PENDINGINAN AC DAN PENGISIAN REFRIGRANT
A. Siklus Pendinginan AC Kendaraan
Siklus Pendinginan Air Conditioners merupakan suatu rangkaian yang
tertutup. Siklus pendinginan yang terjadi dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Kompresor berputar menekan gas refrigerant dari evaporator yang
bertemparatur tinggi, dengan bertambahnya tekanan maka temperaturnya
juga semakin meningkat, hal ini diperlukan untuk mempermudah pelepasan
panas refrigerant.
2. Gas refrigerant yang bertekanan dan bertemperatur tinggi masuk kedalam
kondenser. Di dalam kondenser ini panas refrigerant dilepaskan dan
terjadilah pengembunan sehingga refrigerant berubah menjadi zat cair.
3. Cairan refrigerant diatampung oleh receifer untuk disaring sampai
evaporator membutuhkan refrigerant.
4. Expansion valve memancarkan refrigerant cair ini sehingga berbentuk gas
dan cairan yang bertemperatur dan bertekanan rendah.
5. Gas refrigerant yang dingin dan berembun ini mengalir kedalam evaporator
untuk mendinginkan udara yang mengalir melalui sela-sela fin evaporator,
sehingga udara tersebut menjadi dingin seperti yang dibutuhkan oleh para
penumpang kendaraan.
6. Gas refrigerant kembali kekompresor untuk dicairkan kembali di kondensor.
4
Gambar 1. Siklus Kerja AC
B. Mengisi Refrigerant Pada Sistem AC Kendaraan
Manifold Gauge
Manipol pengukur adalah alat yang berfungsi selain untuk
mengosongkan/mengisi refrigerant juga sebagai alat untuk mengidentifikasi
gangguan. Konstruksi yang istimewa dari alat ini harus dipelajari secara
seksama agar penggunaannya menjadi optimal dan terhindar dari
kesalahan pemakaian. Penjelasan berikut menggunakan manipol pengukur
model keran seperti pada gambar dibawah dengan 4 nipel penghubung
(ada yang hanya menggunakan 3 nipel penghubung, yang perbedaannya
pada niple no 4 tidak ada ) 5
Kondisi hubungan saluran manifold gauge
a) Keran katup tekanan rendah terbuka dan keran katup tekanan tinggi
menutup.
Gambar 2. Saluran pada Manifold Gauge
Dalam kondisi ini :
Niple 2,3,4 dan pengukur tekanan rendah saling berhubungan
Niple 1 hanya terhubung dengan pengukur tekanan tinggi.
b) Keran katup tekanan rendah tertutup dan keran katup tekanan tinggi
membuka.
6
Gambar 3. Saluran pada Manifold Gauge
Dalam kondisi ini :
Niple 1,2,4 dan pengukur tekanan tinggi saling berhubungan.
Niple 3 hanya terhubung dengan pengukur tekanan rendah.
c) Kedua keran katup terbuka.
Gambar 4. Saluran pada Manifold Gauge
Dalam Kondisi ini :
Semua niple penghubung dan pengukur saling berhubungan.
d) Kedua keran katup tertutup.
7
Gambar 5. Saluran pada Manifold Gauge
Dalam kondisi ini :
Niple 1 berhubungan dengan pengukur tekanan tinggi
Niple 3 berhubungan dengan pengukur tekanan rendah.
Refrigerant ( zat pendingin )
Refrigerant atau zat pendingin mempunyai kemampuan menyerap
panas dalam jumlah yang besar dan pada proses itu disertai dengan
perubahan wujud yaitu dari cair menjadi gas. Zat pendingin yang sering
digunakan pada sistem AC kendaraan adalah R12 atau juga dikenal
dengan CFC 12 (fluorinated hydrocarbon). Kelebihan zat pendingin ini
antara lain :
Mendidih pada 29,8oC dalam tekanan atmosfir.
Stabil pada temperatur baik tinggi maupun rendah.
Tidak menimbulkan reaksi terhadap logam.
Dapat larut bila dicampur dengan minyak.
Kurang bereaksi terhadap karet.
Tidak berwarna dan tidak berbau.
R 12
8
Gambar 6. Refrigrant R12
Kekurangannya adalah dapat mempengaruhi penipisan lapisan ozon
pada atmosfir bumi yang menjaga terjadinya radiasi sinar ultra Violet dari
matahari dan menimbulkan efek rumah kaca.
Refrigerant (Zat Pendingin) lain yang sekarang banyak dijumpai dan
lebih ramah terhadap ozon serta memiliki efektifitas pendinginan lebih baik
adalah HFC 134a.
Gambar 7. Refrigrant HFC-134a
Refrigerant yang dipakai sebagai alternatif pengganti lainnya adalah
ternary blend yang merupakan campuran dari zat pendingin yang berbeda
seperti : HCF22,HFC152a dan HCFC124 dan yang sudah sangat kita kenal
yaitu gas alam cair ( LPG ) meskipun zat ini sangat mudah terbakar,
sehingga pada beberapa negara tertentu penggunaan LPG ini tidak
diijinkan lagi.
Pelumas Kompressor.
Pelumas kompresor diperlukan untuk melumasi bantalan-bantalan
serta bidang permukaan yang saling bergesekan. Oleh karena pelumas
pada kompresor ikut bersirkulasi dengan refrigerant, maka dibutuhkan oli
9
khusus untuk kompresor. Salah satu contoh oli khusus untuk kompresor :
Gambar 8. Oli Refrigrant
Oli kompresor terdiri dari berbagai tingkatan dan jenis yang diolah
sedemikian rupa sehingga menghindari timbulnya busa dan belerang.
Selain itu oli kompresor sangat bergantung dengan jenis refrigerant yang
digunakan dan secara spesifik dapat diuraikan :
untuk refrigerant R12 : digunakan pelumas mineral
untuk CFC 134a : digunakan PAG (Poly Alkylene Glycol ) atau pelumas
Ester.
Jumlah oli kompresor baik dalam keadaan kosong maupun sebagai
tambahan karena penggantian komponen.
kosong (pemasangan baru)..... 100 cc
ganti receifer..............................20 cc
ganti kondensor ........................40 50 cc
ganti evaporator .......................40 50 cc
Cara Mengisi Refrigerant
Sebelum mengisi refrigerant sistem rangkaian harus dalam keadaan
10
kosong, tidak ada udara ataupun uap air yang tersisa didalamnya. Untuk
mengosongkan sistem rangkaian ini lakukanlah langkah pengosongan
dengan menggunakan alat Vacuum pump.
Prosedur pengosongan :
Tutup kedua katup manifold gauge.
Pasang manifold gauge ke kompresor dengan selang merah ke nipel
tekanan tinggi dan selang biru ke nipel tekanan rendah serta selang hijau
ke pompa vakum.(lihat gambar)
Gambar 9. Pengosongan Refrigrant
Bukalah salah satu katup manifold dan hidupkan pompa vakum
bacalah ukuran pada vakum gauge, hingga menunjukkan angka +/- 600
mmHg ( 23,62 inHg; 80 kPa )
bukalah sisi katup manifold yang lain agar vakum bekerja dari dua sisi
11
untuk lebih mengefisienkan kerja pompa vakum.
baca kembali ukuran pada vakum gauge dan pastikan sistem telah
bersih dari udara maupun uap air dengan angka penunjuk berada pada
angka 750 mmHg ( 29,53 in Hg; 99,98 kPa )
biarkan pompa vakum tetap hidup kurang lebih selama 30 menit.
tutup kedua katup manifold sebelum mematikan pompa vakum.
tunggu kurang lebih 15 menit dan amati angka penunjuk meteran. Bila
terjadi penurunan maka berarti dalam sistem rangkaian masih terjadi
kebocoran.
cari kebocoran dengan alat deteksi kebocoran sampai ditemukan dan
perbaiki.
Prosedur Pengisian Refrigerant :
Sebelum memulai pengisian refrigerant pastikan langkah-langkah berikut
sudah dilakukan :
Rangkaian sistem masih terpasang dengan benar.
Selang masih terpasang dengan manifold gauge warna merah ke nipel
tekanan tinggi, warna biru ke nipel tekanan rendah dan warna hijau ke
tangki refrigerant atau alat pengisi.
refrigerant yang akan digunakan tersedia dengan cukup.
singkirkan alat-alat yang masih ada di sekitar mesin untuk menghindari
terjadinya kecelakaan
Langkah Pengisian :
Pemasangan selang pada tabung refrigerant.
Sebelum memasang selang, putarlah handle berlawanan arah jarum jam
sampai jarum katupnya tertarik penuh. 12
Putarlah disc berlawanan arah jarum jam, sampai posisi habis.
Hubungan selang warna hijau ke tabung refrigerant.
Putarlah disch searah jarum jam dengan tangan.
Gambar 10. Pengisian Refrigrant
Putarlah handle searah jarum jam untuk membuat lubang, dan putarlah
kembali berlawanan arah jarum jam agar gas dapat mengalir ke selang.
Tekanlah niple no 4 pada manifold gauge dengan jari tangan sampai
udara keluar dari selang tengah.
Bila udara sudah keluar ( ditandai dengan keluarnya refrigerant ) tutuplah
niple no 4 dengan tutup niple.
Pemeriksaan kebocoran awal.
Bukalah keran katup tekanan tinggi pada manifold gauge agar gas
13
masuk kedalam sistem. ( tabung menghadap keatas ).
Bila pengukur tekanan rendah sudah menunjukkan 1 kg/cm2 ( 14 psi; 98
kPa ) tutup keran manifold tekanan tinggi.
Periksalah kebocoran pada sistem dengan menggunakan detektor.
Pengisian Refrigerant dalam bentuk cair.
Gambar 11. Pengisian Refrigrant
Balikkanlah tabung refrigerant menghadap kebawah agar isi refrigerant
yang keluar dalam bentuk cair.
Buka katup tekanan tinggi.
Periksalah kaca pengintai sampai aliran refrigerant berhenti mengalir dan
tutuplah keran.
Amati kedua pengukur, tekanan tinggi maupun tekanan rendah.
Keduanya harus menunjukkan tekanan yang sama.
14
Pengisian Lanjutan.
Baliklah tabung refrigerant menghadap keatas agar isi refrigerant keluar
dalam bentuk gas.
Hidupkan mesin dan biarkan beberapa menit untuk pemanasan.
Hidupkan switch AC, dan amati pengukur tekanan manifold gauge tanda
merah harus terlihat pada tekanan tinggi dan tanda biru pada tekanan
rendah tetapi tidak vakum.
Gambar 12. Pengisian Refrigrant
Buka sedikit demi sedikit katup manifold gauge warna biru. (besar
kecilnya pembukaan akan mempengaruhi jumlah refrigerant yang
mengalir dalam sistem.
Amati gelas pantau dan bila jumlah gelembung menjadi semakin sedikit
dan lembut menunjukkan bahwa pengisian sudah cukup.
Tutup katup manifold gauge, dan baca pengukur tekanan rendah 1,5
15
2,0 kg/cm2 dan tekanan tinggi 14,5 15 kg/cm2
Tes Kebocoran pada Sistem AC
Siklus pendingin AC merupakan suatu rangkaian tertutup, oleh sebab
itu kebocoran sekecil apapun akan dapat mengurangi kinerja dari sistem
tersebut. Pengetesan kebocoran paska pengisian merupakan prosedur
yang sangat lazim dilakukan untuk memberikan pelayanan yang optimal
bagi pelanggan.
Ada beberapa prosedur pemeriksaan kebocoran yaitu:
[Link] kebocoran yang cukup besar bisa dilakukan menggunakan larutan
air sabun.
[Link] kebocoran yang baru dirasakan kurang dingin dapat menggunakan
alat deteksi kebocoran Halide torch.
c. untuk tingkat kebocoran yang lebih kecil lagi dapat menggunakan detektor
listrik.
C. Rangkuman
Siklus Pendinginan AC Kendaraan
Siklus pendingin pada sistem air condition kendaraan pada
hakekatnya merupakan suatu sistem dengan rangkaian tertutup. Diawali
dengan pergerakan refrigerant oleh tekanan kompresor dalam bentuk gas
menuju ke kondensor, dikondensor ini refrigerant berubah wujud menjadi
cair yang terus bergerak menuju Receifer/Dryer. Disini refrigerant
ditampung dan disaring kemudian diteruskan menuju ke expansion valve
yang berfungsi menyemprotkan ke evaporator. Di evaporator refrigrerant
16
diubah lagi wujudnya menjadi gas agar dapat menyerap panas dari udara
yang ditiupkan blower ( terjadi penurunan temperatur di kabin kendaraan ),
kemudian gas refrigerant kembali menuju ke kompresor.
2. Selain sebagai alat pengisi manifold gauge ini juga berfungsi sebagai
pengukur dan terutama untuk menentukan kesalahan yang terjadi pada
sistem pendingin.
GambarKeran
skemakatup tekanan
hubungan Keran katup
nipel penghubung dengan tekanan
pengukur :
rendah terbuka tinggi terbuka
Kedua keran terbuka Kedua keran tertutup
3. Mengisi Refrigerant pada sistem AC Kendaraan.
Sebelum pengisian dilaksanakan, perlu mengenal hal-hal sebagai berikut:
Mengenal zat refrigerant yang ramah lingkungan R 12, R 134a, R 22,
Gas LPG.
Mengenal Pelumas khusus untuk AC Pelumas mineral untuk R12
Pelumas PAG atau ester untuk R 134a
Pengisian Refrigerant 17
Pemasangan manifold gauge
Penggunaan pompa vacuum
Pengisisan awal ( cair )
Pengisisan lanjut ( Gas )
4. Test kebocoran pada sistem AC Kendaraan
a. Penggunaan larutan air sabun
b. Penggunaan detektor Halide Torch
c. Penggunaan detektor listrik
D. Latihan
1. Pahami dan jelaskan proses sirkulasi sistem pendingin AC pada kendaraan!
2. Pahami dan jelaskan cara menggunakan manifold gauge
3. Pahami dan jelaskan cara pengisian Refrigerant pada sistem AC kendaraan
4. Pahami dan jelaskan cara pemeriksaan test kebocoran pada sistem AC
kendaraan
BAB III
EVALUASI
A. Test (45 menit)
Jelaskan proses sirkulasi sistem pendingin AC pada kendaraan?
Jelaskan cara menggunakan manifold gauge?
Jelaskan cara pengisian refrigerant pada system AC kendaraan?
Jelaskan cara pemeriksaan test kebocoran pada sistem AC kendaraan
B. Jawaban
[Link] pendingin pada sistem air condition mobil pada hakekatnya
merupakan suatu sistem dengan rangkaian tertutup. Diawali dengan
pergerakan refrigerant oleh tekanan kompresor dalam bentuk gas menuju
ke kondensor, dikondensor ini refrigerant berubah wujud menjadi cair yang
terus bergerak menuju Receifer/Dryer. Disini refrigerant ditampung dan
disaring kemudian diteruskan menuju ke expansion valve yang berfungsi
menyemprotkan ke evaporator. Di evaporator refrigrerant diubah lagi
wujudnya menjadi gas agar dapat menyerap panas dari udara yang
ditiupkan blower ( terjadi penurunan temperatur di kabin mobil ), kemudian
gas refrigerant kembali menuju ke kompresor.
[Link] sebagai alat pengisi, manifold gauge ini juga berfungsi sebagai
pengukur dan terutama untuk menentukan kesalahan yang terjadi pada
sistem pendingin. 19
18
Keran katup tekanan Keran katup tekanan
rendah terbuka tinggi terbuka
[Link] pengisian dilaksanakan, perlu mengenal hal-hal sebagai berikut:
Mengenal zat refrigerant yang ramah lingkungan.R 12, R 134a, R 22,
Gas LPG dlsb.
Mengenal Pelumas khusus untuk [Link] mineral untuk
R12Pelumas PAG atau ester untuk R 134a.
Pengisian Refrigerant.
o Pemasangan manifold
Kedua keran gauge.
terbuka Kedua keran tertutup
o Penggunaan pompa vacuum.
o Pengisisan awal ( cair )
o Pengisisan lanjut ( Gas )
[Link] kebocoran yang cukup besar bisa dilakukan menggunakan larutan air
sabun. Kebocoran yang baru dirasakan kurang dingin dapat menggunakan
alat deteksi kebocoran Halide torch. Untuk tingkat kebocoran yang lebih
20
kecil lagi dapat menggunakan detektor listrik.
C. Umpan Balik
Cocokan jawabab Anda dengan kunci jawaban tes modul 1 yang
terdapat pada bagian ahir modul ini. Hitung jawaban anda yang benar.
Gunakan rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkan penguasaan Anda
terhadap materi modul ini.
Rumus :
Jumlah jawaban yang benar
Tingkat Penguasaan = X 100%
4
Arti tingkat penguasaan yang anda capai :
90 - 100% = baik sekali
80 89% = baik
70 79% = cukup
< 70% = kurang
Bila Anda mencapai tingkat penguasaaan 80% atau lebih, Anda dapat
melanjutkan pada modul selanjutnya. Selamat untuk Anda! Tetapi apabil
tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80% , Anda harus mempelajari
kembali materi modul 2 ini, terutama bagian yang belum Anda kuasai.
DAFTAR PUSTAKA / BUKU YANG DIANJURKAN
Anonim. (1993). Materi Pelajaran Engine Group Step 1., Jakarta : PT Toyota
Astra Motor.
Anonim. (1993). Materi Pelajaran Engine Group Step 2., Jakarta : PT Toyota
Astra Motor.
Anonim. ( ). Buku Pedoman Dasar AC Suzuki.
Anonim. (1993). New Step 2 Training Manual, Heater & Air Conditioning
system Jakarta : PT Toyota Astra Motor.
Anonim. ( ). Service Manual Toyota seri K
Crouse, William H, dan Anglin, Donald L (1986). Automotive Engines. New York
: Mc Graw Hill.
Toboldt, William K, dan Johnson, Larry. (1977). Automotive Encyclopedia. South
Holland : The Goodheart Willcox.
Suharsimi Arikunto. (1988). Organisasi dan Administrasi Pendidikan
Teknologi dan kejuruan . Jakarta : Depdikbud : Dirjen Dikti, Proyek
Pengembangan LPTK.