0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan9 halaman

Simbol Alat Ukur Listrik dan Amperemeter

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang cara membaca penunjukan amperemeter DC analog. Secara singkat, dokumen menjelaskan bahwa amperemeter analog memiliki dua skala pembacaan, skala penuh 10 dan 30. Penunjukan pada skala diukur dan dihitung berdasarkan persamaan yang diberikan. Dokumen juga menyoroti pentingnya melakukan penaksiran skala dengan tepat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan9 halaman

Simbol Alat Ukur Listrik dan Amperemeter

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang cara membaca penunjukan amperemeter DC analog. Secara singkat, dokumen menjelaskan bahwa amperemeter analog memiliki dua skala pembacaan, skala penuh 10 dan 30. Penunjukan pada skala diukur dan dihitung berdasarkan persamaan yang diberikan. Dokumen juga menyoroti pentingnya melakukan penaksiran skala dengan tepat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

[Link]

id/2014/03/04/memb
aca-penunjukkan-amperemeter-dc-analog/
21:22 22 feb 2017
Cara Membaca Penunjukkan Amperemeter
DC Analog
March 4, 2014Ngajaralat ukur, amperemeter, analog

4 Maret 2014,

Kebetulan sekali sedang rajin bikin buku Pengukuran Listrik. Ya iyalah, dikejar deadline
minggu ketiga Maret sihwkwkwk. Nah, pas ngetik bagaimana cara membaca hasil
penunjukkan dari alat ukur, kebetulan dalam hal ini adalah Amperemeter DC Analog, jadilah
sekalian di posting di sini.

Ada sesuatu yang sebetulnya yang mendasari kenapa posting ini dibuat. Beberapa kejadian pada
saat UAS Praktikum mendorong saya untuk membuat posting ini, Bagaimana tidak, waktu itu
dibuat kaget, karena ternyata setelah 1 semester + beberapa minggu matrikulasi, masih saja ada
mahasiswa yang masih belum bisa (baca : salah) membaca hasil yang ditunjukkan pada skala alat
ukur, pastinya alat ukur analog. Kok bisa??? Pada Matrikulasi, pastinya sudah diajarkan
bagaimana melakukan penaksiran pada skala Baik Amperemeter, Voltmeter maupun Ohmmeter.
Analog dan Digital. Selama praktikum pun, pastilah alat ukur adalah peralatan [Link]
namanya Praktikum Pengukuran Listrik. Lalu kenapa yaaa.?:-( Saya seringkali mendapat
jawaban begini : Selama praktikum, saya gak pernah di kasih pegang alat [Link].

Pada saat praktikum, tentu dosen dan instruktur berusaha untuk selalu mengawasi bagaimana
cara mahasiswanya bekerja untuk mendapatkan data. Termasuk membantu menyelesaikan
berbagai trouble shooting yang terjadi, men-cek apakah data yang didapat sudah benar paling
tidak dengan tingkat error yang kecil. Di awal perkuliahan,biasanya saya juga gak lupa untuk
mengingatkan mahasiswa saya, bahwa mereka bayar sama besar untuk kuliah di sini, maka tidak
ada yang punya hak lebih besar untuk menggunakan alat-alat yang ada di Lab. Semua punya hak
yang sama, maka jangan pernah mau hanya jadi juru tulis. Begitu. Saya juga menyampaikan,
bagi yang lebih mampu,untuk mau berbagi ilmu buat teman sekelompoknya dan tidak
memonopoli. Artinya memberikan kesempatan kepada rekan-rekan satu kelompoknya untuk
mencoba merangkai dan mengambil data.

Saya pikir, sebagai seorang mahasiswa, tentunya mereka sudah cukup dewasa untuk memahami
apa yang sudah saya sampaikan. Me-manage sendiri, harus seperti apa bentuk kerjasamanya
sehingga tujuan agar semua anggota kelompok BISA, tercapai. Tentu itu adalah salah satu
penghargaan saya kepada mereka, karena menurut saya itu adalah salah satu jalan bagi mereka
untuk menunjukkan mereka bukan anak kecil yang harus dipelototi dan di-dikte apa yang harus
mereka rencanakan dan lakukan. Tapi ternyatamasih ada yang komplain/curhat demikian.
Entahlah kalau mahasiswanya saja yang sebetulnya memang tidak berniat ambil bagian dalam
setiappengambilan data kelompoknya. Dan puas hanya menjadi tukang tulis atau tukang buat
tabel. Duh

Oklah, sekarang kita kembali ke niat awal tadi. Gambar alat ukur yang saya tampilkan di sini
adalah alat ukur yang biasa digunakan di [Link]. Kita mulai.

Gambar di bawah ini menunjukkan salah satu Amperemeter DC Analog. Bagian knop yang ada
di atas adalah probe positif dan range (1, 3, 10 dan 30 mA). Range yang digunakan saat ini
adalah 30 mA. Persamaan untuk menghitung besarnya nilai yang terukur oleh alat ukur adalah :

Amperemeter DC Analog.

Jika dilihat lebih dekat, maka penunjukkan pointer diperlihatkan pada Gambar di bawah ini.
Perhatikan ada 2 skala penuh yang bisa kita gunakan, yakni skala penuh 10 dan 30. Untuk skala
penuh 10,perhatikan bahwa setiap garis kecil pada skala tersebut bernilai 0,1. Sementara pada
skala penuh 30, setiap garis kecil bernilai 0,2.
Penunjukkan Pointer Amperemeter_1

Jika kita membaca penunjukkan jarum pada skala 10, maka penunjukkan pointer adalah tepat
pada 1,9. Sehingga besarnya arus yang terukur berdasarkan persamaan tadi adalah :

Sementara jika yang digunakan adalah skala penuh 30,maka penunjukkan pointer adalah 5,8.
Jika dilihat dengan seksama, pointer tidak berada tepat pada 5,8. Tetapi berada diantara nilai 5,6
dan 5,8. Namun lebih dekat pada nilai 5,8. Sehingga pembacaan yang benar adalah 5,8.

Dilarang membaca penunjukkan tersebut dengan nilai 5,[Link] sebenarnya pointer tidak
tepat berada pada 5,6 ataupun 5,8. Namun, skala yang diberikan oleh alat ukur hanyalah 5,6 atau
5,8. Oleh karena itu pemilihan pembacaan yang benar adalah pada penunjukkan pointer terdekat,
yakni pada nilai 5,[Link] pointer terlihat tepat berada di antara 2 skala yang disediakan, maka
dibolehkan untuk memilih skala bawah atau atas. Maka, nilai arus yang terukur pada skala penuh
30 adalah :

Pada contoh lain, seperti terlihat pada Gambar di bawah ini, jika Range yang digunakan adalah 3
mA, maka penunjukkan pada skala penuh 10 adalah diantara nilai 8,1 dan 8,2. Namun jika
dilihat dari gambar, pointer lebih dekat pada nilai 8,1. Sementara pada skala penuh 30, pointer
berada pada nilai 24,4. Maka nilai arus yang terukur jika menggunakan skala penuh 10 adalah :
Penunjukkan Pointer Amperemeter_2

Sementara jika menggunakan skala penuh 30,maka besar arus yang terukur adalah :

Dari dua contoh yang sudah diberikan, bisa dilihat bahwa skala penuh yang manapun yang akan
kita gunakan untuk membaca hasil pengukuran, akan menghasilkan pembacaan yang sama atau
paling tidak berdekatan. Jika anda mendapatkan hasil yang berbeda pada skala penuh yang
berbeda(padahal yang diukur sama),maka anda melakukan kesalahan, mungkin pada penaksiran
skala atau pada perhitungannya.

Ingat juga bahwa nilai yang dihasilkan tidak akan mungkin lebih besar dari Range yang
digunakan. baca kembali apa itu Range. Sehingga sangat mudah memastikan bahwa Anda salah
taksir atu hitung, jika hasil yang Anda dapat lebih besar dari Range. Begitu.

Jadiimudah sekali [Link] sangat aneh jika masih ada yang belum dapet bagaimana
membaca hasil pengukuran dari alat ukur. Bahkan bagi mahasiswa yang sudah ini aja
mainannya,maka dia sudah bisa menyimpulkan dan menemukan sendiri, tanpa harus
diberitahu,bagaimana cara membaca nilai-nilai hasil pengukuran alat ukur analog, tanpa harus
menghitung apalagi menggunakan Kalkulator
[Link]
[Link] 21:26 22 februari 2017
Simbol-Simbol Dalam Alat Ukur Listrik

Darma Kusumandaru Minggu, 19 Juli 2015


Simbol berasal dari kata symballo yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya
"melempar bersama-sama", melempar atau meletakkan secara bersama-sama
dalam suatu ide atau objek yang terlihat, sehingga objek tersebut mewakili
gagasan. Simbol dapat diartikan sebagai pengembaraan suatu benda atau hal pada
konsep yang sederhana untuk mempermudah seseorang memahaminya.

Ada berbagai macam simbol yang digunakan pada alat ukur listrik dan ada
beberapa fungsi simbol pada alat ukur listrik yaitu :

1. Menunjukkan jenis alat ukur dan fungsi alat ukur


2. Menunjukan standar penggunaannya,
3. Menunjukan cara perawatan alat ukur, dan lain sebagainya.

Contoh simbol yang menunjukan jenis alat ukur dan fungsi alat ukur :
A adalah simbol alat ukur Ampermeter, berfungsi untuk mengukur besar kecilnya
arus listrik yang mengalir.
V adalah simbol alat ukur Voltmeter, berfungsi untuk mengukur besar kecilnya
nilai tegangan listrik.
W adalah simbol alat ukur Wattmeter, berfungsi untuk mengukur daya listrik.
kWh adalah simbol alat ukur kWhmeter, berfungsi untuk mengukur daya listrik
yang digunakan tiap jam.
adalah simbol alat ukur Ohmmeter, berfungsi untuk mengukur nilai hambatan
atau resistansi.
Cos adalah simbol alat ukur Cosmeter, berfungsi untuk mengukur faktor daya
listrik.
Hz adalah simbol alat ukur Frekuensi meter, untuk mengukur besar kecilnya
frekuensi.

Berikut ini adalah beberapa contoh simbol alat ukur listrik yang sering dijumpai
dalam kehidupan sehari-hari :

1 Alat ukur kumparan putar dengan magnet

2 Alat ukur kumparan dengan kumparan silang


3 Alat ukur dengan pelindung besi

4 Alat ukur dengan pelindung elektrostatis

5 Alat ukur magnet putar

6 Rasiometer (qutientmeter) magnet permanen putar

7 Gawai elektronika dalam sirkit pengukuran

8 Gawai elektronika dalam sirkit bantu

9 Alat ukur besi putar

1
Alat ukur besi putar terpolarisasi
0

1
Rasiometer (quotientmeter) besi putar
1

1
Alat ukur elektrodinamis
2

1
Alat ukur elektrodinamis dengan pelindung besi
3
1
Alat ukur elektrodinamis kumparan silang
4

1 Alat ukur elektrodinamis kumparan silang dengan pelindung


5 besi

1
Instrumen dengan arus searah
6

1
Instrumen dengan arus bolak-balik
7

1
Instrumen dengan arus searah dan arus bolak-balik
8

1
Instrumen arus putar dengan satu alat ukur
9

2
Instrumen arus putar dengan dua alat ukur
0

2
Instrumen arus putar dengan tiga alat ukur
1

2
Alat ukur dengan bimetal
2

2
Alat ukur dengan vibrasi
3

2
Alat ukur dengan induksi
4
2
Alat ukur dengan elektrostatis
4

2
Alat ukur dengan termokopel
5

2
Alat ukur termokopel yang diisolasi
6

2
Alat ukur kumparan putar dengan termokopel
7

2
Alat ukur dengan penyearah
8

2
Alat ukur kumparan putar dengan penyearah
9

3 Kedudukan (posisi) pemakaian alat ukur harus tegak lurus


0 (Vertikal)

3
Kedudukan (posisi) alat ukur harus mendatar (Horizontal)
1

3 Kedudukan pemakaian alat ukur harus sesuai dengan besar


2 sudut yang ditunjukkan

3
Pengaturan kedudukan jarum pada nol
3

3
Tegangan Uji (Besar nilai tegangan uji berada di dalam bintang)
4
3
Awas perhatian
5

3
Kuat medan magnet dinyatakan dalam Kilo Amper / meter
6

3
Kuat medan magnet dinyatakan dalam Kilo Amper / meter
7

Anda mungkin juga menyukai