1 Level Switch
Level Switch adalah Switch yang beroperasi berdasarkan level dari suatu zat terukur.
Hal ini berarti open atau close dari Level Switch bergantung pada level/ ketinggian isi dari
vessel. Pengaturan Level Switch tergantung dari pemakaian, misalnya apabila switch terletak
dibagian bawah dari vessel dan diatur bila fluida mencapai ketinggian maksimum, maka
switch akan terbuka dan mengalirkan fluida keluar dari vessel.
Level Switch yang banyak dipakai ada dua jenis, yaitu mekanik (menggunakan
pelampung) dan elektronik (menggunakan switch, biasanya reed switch).
Bagian-bagian Level Switch secara umum adalah sebagai berikut :
water proof
sinker
Level High
switch body
Level Low
Thread screw couplings
sinker
L shape bracket
Gambar 2.1 Bagian-bagian Level Switch
a Sinker berguna sebagai pemberat yang akan melakukan sensing terkait level dari
vessel
b Switch Body merupakan switch yang ada pada Level Switch
c Thread screw coupling merupakan sambungan yang akan mengkopel switch dengan
vessel
d L Shape Bracket adalah bracket/ dudukan instalasi level switch pada vessel. Bracket
ini tidak selalu L-shaped, dapat berbeda tergantung produk dan penggunaanya.
Dalam hal cara kerja, level switch terbagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut:
Level Switch Mekanik
Level Switch mekanik menggunakan sinker sebagai pelampung. Apabila level rendah,
maka switch akan menghubungkan A1-A2, sedangkan apabila level tinggi, maka switch B1-
B2 akan terhubung.
Gambar 2.2 Level switch mekanik
Level Switch Elektrik
Level Switch Elektrik pada dasarnya memiliki kerja yang sama dengan Level Switch
Mekanik, hanya saja menggunakan magnet yang terhubung pada sinkernya dan akan naik
turun tergantung ketinggian dari isi vessel yang diukur.
Gambar 2.3 Level switch elektrik
2 Level Transmitter
Level transmitter adalah suatu alat ukur elektronik yang berfungsi untuk mengukur
ketinggian suatu medium baik itu liquid,gas ataupun solid dimana alat ini terdiri atas dua
bagian yaitu blok sensor dan transmitter.
1 Capasitive Level Transmitter
1. Pengukuran level type ini berdasarkan perubahan nilai capacitance antara dua
conductor, dalam hal ini antara dinding tanki (Tanki Metal) dengan Probe level
transmitter. Dengan perbedaan nilai capacitance pada media udara dan media liquid
maka level liquid dapat di ketahui.
2. Dengan prinsip capacitance ini maka Capacitance type level transmitter bisa
digunakan untuk menditeksi interface level, seperti level water dalam minyak.
Contoh:
Float level transmitter
Gambar 2.11 Float level transmitter
Level transmitter type Float ini bekerjanya masih berdasarkan sistem mekanis,
pelampung yang ada didalam tanki dihubungkan dgn wire-rope dengan indicator level yang
ada di luar tanki yang bekerja secara mekanis.
2 Diferential Pressure
Alat ukur ini memanfaatkan Prinsip kerjanya pendeteksian perbedaan tekanan
medium dalam tank dimana perbedaan tekanan tersebut dipengaruhi oleh ketinggian tangki
dan spesifik gravity suatu medium yang diukur dalam tanki dengan metode cell
membran/diafragma dengan memanfaatkan sensor [Link] membran terdiri atas sensor
keramik dengan subtrat dan 2 diafragma. Diafragma secaralangsung mengukur pressure
produk/liquid/yang atau dihubungkan secara kapiler. oli silicon, oli mineral, diisikan kedalam
subrat.
Pressure luar ke difragma menyebabkan kapasitansi antara diafragma dan subtart
berubah. Nilai perubahan antara hasil tekanan di diafragma1 dan 2 menyebabkan perubahan
jarak antara 2 plat kapasitor dalam sensor kapasitor dan menyebabkan perubahan nilai
kapasitansi pada alat tersebut dan menghasilkan nilai tertentu yang dikonversi oleh
transmitter menjadi sinyal pengukuran 4~20mA.
Gambar 2.26 level transmittertipe Differential Pressure
Level transmitter dengan metode diffrensial pressure terbagi atas 2 type antara lain:
o Level DP type open tank (Level Hydrostatic)
Alat ukur ini berfungsi untuk mengukur ketinggian cairan dengan pendeteksian tekanan
medium dalam tank terbuka (atmospheric vessel) dimana perbedaan tekanan tersebut
merupakan konversi dari akumulasi ketinggian medium dengan spesifik gravity atau
[Link] perubahan antara hasil tekanan di diafragma1 dan 2 menyebabkan perubahan
jarak antara 2 plat kapasitor dimana tekanan yang dirasa pada diafragma 1 atau pada point +
berasal pressure medium yang akan diukur sedangkan untuk diafragma 2 pada point pressure
kondisinya di venting ke atmosfir sehingga pressure yang dirasa pada diafragma 2 adalah
sama dengan 0 bar.
Gambar 2.27 level transmittertipe Differential Pressure open tank
Formula 1:
P=h g
Remaks :
P = Hydrostatic Pressure (Pa)
H = Level (m)
g = Acceleration due to gravity (m/) = 10
= Density Liquid (kg/m3
Formula 2:
P=h Sg
Remaks :
P = Hydrostatic Pressure (Bar)
h = Level medium (m)
Sg = Spesifik gravity
Spesifik Gravity (Sg) adalah perbandingan density medium yang akan diukur dengan density
water pada temperature 25.
Density water at 25 = 1000 kg/m3
Sg = Density medium / Density water
Density adalah massa sebuah medium dalam suatu volume tanki
Density = Massa /Volume = Kg/m3
o Level DP type close tank
Alat ukur ini berfungsi untuk mengukur ketinggian suatu medium dalam tanki
tertutup (close tank) dimana hasil pengukuran level medium tersebut di peroleh dari hasil
akumulasi perbedaan tekanan medium yang akan diukur dengan tekanan udara atau uap atau
gas yang terjebak di atas medium yang diukur akibat dari volume medium yang terukur
bertambah dan memanpatkan ruang yang kosong pada tangki tertutup [Link]
tekanan tersebut masih juga di pengaruhi oleh density atau spesifik gravity dan medium
refrensi yang [Link] perubahan antara hasil tekanan di diafragma1 dan 2 menyebabkan
perubahan jarak antara 2 plat kapasitor dimana tekanan yang dirasa pada diafragma 1 atau
pada point + berasal pressure medium yang akan diukur sedangkan untuk diafragma 2 pada
point pressure berasal dari pressure udara atau uap atau atau gas yang ter jebak diatas
medium yang diukur pada kondisi tanki tertutup.
Level DP type close tank berdasarkan posisi instrument tersebut di bagi atas 2 bagian antara
lain :
a. Level DP close tank zero suspertion
Type Level ini berfungsi untuk mengukur ketinggian suatu medium dalam tangki
tertutup yang diperoleh dari perbedaan tekanan dalam tangki dimana posisi atau letak
instrument level dp tersebut berada di bawah posisi point minimum pengukuran atau
(0%) Level yang diinginkan.
b. Level DP close tank zero elavation
Type Level ini berfungsi untuk mengukur ketinggian suatu medium dalam tangki
tertutup yang diperoleh dari perbedaan tekanan dalam tangki dimana posisi atau letak
instrument level dp tersebut berada di atas posisi point minimum pengukuran atau (0%)
Level yang diinginkan.
Level DP type close tank berdasarkan installasi terbagi atas 2 macam yaitu:
Level DP type dry leg
Gambar 2.28 Level Transmitter tipe Differential Pressure dry leg
Type Level DP ini jalur line pressure menuju di apragma1 & 2 melalui sebuah tube atau pipa
kapiler langsung bersentuhan langsung dengan medium dalam tangki tanpa medium
referensi.
Level DP type wet Leg
Gambar 2.29 Level Transmitter tipe Differential Pressure wet leg
Type Level DP ini jalur line pressure menuju diapragma 1 & 2 melalui tube atau pipa
kapiler tidak langsung bersentuhan dengan medium dalam tangki tetapi memanfaatkan
medium refferansi lain di dalam line tube atau pipa kapiler seperti silicon oil, gliycol, water
comon dll.
Gambar 2.30 Level Transmitter tipe Differential Pressure wet leg zero elevation direct mount
Gambar 2.31 Level Transmitter tipe Differential Pressure wet leg zero elevation remote mount
Formula untuk mencari range kalibrasi pada level DP close tank zero suppersion :
Minimum range (0%) = H1 x Sg1 H2 x Sg1
Maksmim range (100%) = (H1 x Sg1 H2 x Sg1) + H3 Sg2
Keterangan :
H1 = Jarak antara point + pressure ke point minimum pengukuran atau titik point 0%
pengukuran
Sg1 = Spesifik gravity medium refferensi lain pada line tube ke diapragma biasanya
dipakai silikon oil dengan sg = 0.85
H2 = Jarak antara point pressure ke point maksimum pengukuran atau 100%
pengukuran
H3 = Level medium yang akan di ukur
Sg2 = Spesifik gravity medium yang akan diukur
Formula untuk mencari range kalibrasi pada level DP close tank zero elevation :
Minimum range (0%) = -H1 x Sg1 H2 xSg1
Maksmim range (100%) = (-H1 x Sg1 (-H2 x Sg1)) + H3 Sg2
Keterangan :
H1 = Jarak antara point + pressure ke point minimum pengukuran atau titik point 0%
pengukuran
Sg1 = Spesifik gravity medium refferensi lain pada line tube ke diapragma biasanya
dipakai silikon oil dengan sg = 0.85
H2 = Jarak antara point pressure ke point maksimum pengukuran atau 100%
pengukuran
H3 = Level medium yang akan di ukur
Sg2 = Spesifik gravity medium yang akan diukur
3 Level Indicator
Level Indicator adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur ketinggian di
tempat dimana instrument ini terpasang, misalnya pada vessel. Alat ini akan menampilkan
hasil ukur langsung ditempat. Level Indicator insttrument memiliki beberapa jenis, seperti
magnetic, dan rotary.
1 Magnetic Level Indicator
Magnetic Level Indicator (MLI). Magnetic level indicator adalah indicator yang
menggunakan magnet dalam kerjanya. Sistem ini memungkinkan noise yang mengganggu
pengukuran diminimalisir. MLI akan dipasang pada process vessel.
Terdapat float (2) pada pipa (1) yang terangkai dengan magnet. Naik dan turunnya
fluida pada process tank akan mengakibatkan hal yang sama terjadi pada pipa sehingga float
akan bergerak mengikuti perubahan ketinggian fluida. Terdapat visual indikator yang di
clamp pada pipa. Indikator dapat berupa flags atau follower.
Pada sistem flag, terdapat magnet yang dikopel dengan magnet float yang akan mengikuti
naik turunnya magnet float. Gerakan float akan membuat flag berotasi dan berubah warna
dan bergerak pada suatu titik di skala hasil pengukuran.
Gambar 2.34 Magnetic level indicator
2 Rotary Level Indicator
Level Indicator ini memungkinkan terjadinya pengukuran untuk bahan solid atau
semacamnya. Pada Level Indicator tipe ini terdapat paddle yang akan berputar bebas bila
tidak tersentuh oleh bahan padat yang diukur. Pada saat tersentuh, maka paddle akan berhenti
berputar, maka level indicator ini akan mengirim sinyal, biasanya dalam bentuk suara alarm
atau lampu sebagai penunjuk bahwa tanki atau vessel telah penuh.
Gambar 2.39 Rotary level indicator
4 Level Controller
Level Controller merupakan perangkat industri yang berfungsi untuk mengatur level
dari suatu tangki berdasarkan masukan level dan keluaran pada aktuator.
Gambar 2.42 P&ID level controller
Pada kondisi diatas, aktuator dari LC adalah Control valve. Level Measurement
berfungsi untuk sensor level tangki dan mentransmit nilai level tangki ke LC. Set point
bernilai level tangki yang diharapkan.
Ketika level tangki lebih dari set point, control valve akan terbuka lebar sedangkan
ketika level tangki kurang dari set point, control valve akan terbuka kecil.
Aplikasi dari level controller adalah sebagai berikut:
Pengaturan ketinggian air dengan mengatur Feed Flow Rate
Gambar 2.43 P&IDpengatur ketinggian air (1)
Air masuk dari atas dan keluar melalui lubang yang berada dibawah tangki dengan
gaya gravitasi. Tujuan pengontrolan adalah ketinggian air sesuai dengan set point.
Pengukuran ketinggian air diketahui dari sensor dan ditransmit ke LC. Setelah
membandingkan set point dan pengukuran ketinggian air, LC menghitung dan mengirim
sinyal output (CO). Dengan membuka dan menutupnya feed valve, ketinggian air didalam
tangki akan menuju set point.
Pada gambar diatas, feed rate dianggap konstan sehingga tidak masalah jika
menggunakan pengontrolan seperti diatas. Tetapi, jika feed rate tidak konstan pengontrolan
ketinggian air akan terganggu. Sehingga dibuat sistem kontrol cascade sepertigambar
dibawah.
Gambar 2.43 P&IDpengatur ketinggian air (2)
Untuk menanggulangi gangguan tidak mengatur buka tutup valve tetapi mengatur laju
aliran air yang masuk ke dalam tangki. Tujuan pengaturan laju aliran adalah agar laju aliran
konstan atau laju aliran diatur sesuai dengan ketinggian air dalam tangki. Ketika ketinggian
tangki kurang, laju aliran akan dipercepat sedangkan ketika tangki sudah mendekati set point,
laju aliran semakin diperlambat.