Pemahaman GC-MS dalam Analisis Kimia
Pemahaman GC-MS dalam Analisis Kimia
Sejak saat
itu terjadi kenaikan penggunaan yang sangat besar dari metode ini. Ada dua alasan
utama terjadinya hal tersebut. Pertama adalah telah ditemukannya alat yang dapat
menguapkan hampir semua senyawa organik dan mengionkan uap. Kedua, fragmen
yang dihasilkan dari ion molekul dapat dihubungkan dengan struktur [Link]-
MS adalah singkatan dari Gas Chromatography-Mass Spectrometry. Instrumen alat
ini adalah gabungan dari alat GC dan MS, hal ini berarti sampel yang hendak diperiksa
diidentifikasi dahulu dengan alat GC (Gas Chromatography) baru, kemudian
diidentifikasi dengan alat MS (Mass Spectrometry). GC dan MS merupakan kombinasi
kekuatan yang simultan untuk memisahkan dan mengidentifikasi komponen-
komponen campuran.
Adapun kegunaan alat GC-MS adalah :
1. Untuk menentukan berat molekul dengan sangat teliti sampai 4 angka di belakang
desimal. Guna menentukan sampai 4 angka di belakang desimal contohnya adalah
sebagai berikut: misalnya ada senyawa-senyawa: CO Massa Molekul = 28 ; N 2 Massa
Molekul = 28 ; H2C=CH2 Massa Molekul = 28. Kalau dihitung Massa masing-masing
dengan teliti, maka masing-masing massa molekulnya akan berbeda.
2. Spektroskopi massa dapat digunakan untuk mengetahui Rumus Molekul tanpa melalui
Analisa Unsur. Misalnya C4H10O, biasanya memakai cara kualitatif atau kuantitatif,
mula-mula diketahui rumus empiris dulu (CxHyOz)n , kemudian baru ditentukan BM-
nya. Sekarang karena adanya komputer pada alat GC-MS dapat langsung diketahui
Rumus Molekulnya.
3. Bila kita memasukkan senyawa dalam spektroskopi massa, maka senyawa itu akan
ditembaki oleh elektron dan molekul akan mengalami reaksi fragmentasi. Molekul akan
pecah karena tembakan elektron dalam spektrometer. Pecahnya molekul itu tergantung
pada gugus fungsi yang ada dalam molekul itu, jadi melalui suatu corak tertentu, tidak
secara random. Sebelum ini hanya Spektrometri IR, Resonansi Magnit Inti yang bisa
mengetahui gugus fungsi. Dengan adanya fragmentasi kita juga bisa mengenali senyawa
tersebut, sehingga kita bisa mendapatkan cara tambahan untuk mengetahui apakah
senyawa tersebut termasuk golongan alkohol, amin, karboksilat, aldehid dan lain
[Link]-MS hanya dapat digunakan untuk mendeteksi senyawa-senyawa yang
mudah menguap.
Glukosa, sukrosa, sakarosa bersifat tidak menguap, sehingga tidak dapat dideteksi
dengan alat GC-MS. Kriteria menguap adalah pada:
(1). Kondisi vakum tinggi, tekanan rendah.
(2). Dapat dipanaskan.
(3). Uap yang diperlukan tidak banyak.
Pada umumnya senyawa-senyawa dengan BM kurang dari 1000 dapat diuapkan, bisa
ditentukan massa molekulnya dengan cara spektroskopi massa. Analisis GC-MS dengan
predikat pemisahan yang high resolution serta MS yang sensitif sangat diperlukan
dalam bidang aplikasi, antara lain bidang lingkungan, arkeologi, kesehatan, forensik,
ilmu antariksa, kimia, biokimia dan lain sebagainya.
Skema :
Kromatografi gas yang pada prinsipnya sama dengan kromatografi kolom (serta
yang lainnya bentuk kromatografi, seperti HPLC, TLC), tapi memiliki beberapa
perbedaan penting. Pertama, proses memisahkan compounds dalam campuran
dilakukan antara stationary fase cair dan gas fase bergerak, sedangkan pada
kromatografi kolom yang seimbang adalah tahap yang solid dan bergerak adalah fase
cair. (Jadi, nama lengkap prosedur adalah kromatografi gas-cair, merujuk ke ponsel
dan stationary tahapan,masing-masing.) Kedua, melalui kolom yang lolos tahap gas
terletak di sebuah oven dimana temperatur gas yang dapat dikontrol, sedangkan
kromatografi kolom (biasanya) tidak memiliki kontrol seperti suhu. Ketiga, konsentrasi
yang majemuk dalam fase gas adalah hanya salah satu fungsi dari tekanan uap dari gas.
Kromatografi gas juga mirip dengan pecahan penyulingan, karena kedua proses
memisahkan komponen dari campuran terutama berdasarkan titik didih (atau tekanan
uap) perbedaan. Namun, pecahan penyulingan biasanya digunakan untuk memisahkan
komponen campuran pada skala besar, sedangkan GC dapat digunakan pada skala yang
lebih kecil (yakni microscale).
Sesudah alat-alat disiapkan, kolom, alat pendeteksi, suhu dan aliran gas
pembawa diatur hingga kondisi seperti yang tertera pada masing-masing monografi,
suntikkan larutan zat sejumlah yang tertera pada masing-masing monografi atau
larutan pada tempat penyuntikan zat menggunakan alat penyuntik mikro. Pemisahan
komponen-komponen dideteksi dan digambarkan dalam kromatografi. Letakkan kurva
pada kromatogram dinyakatakn dalam waktu retensi (waktu dari penyuntikan contoh
sampai puncak kurva pada kromatogram) atau volume retensi (waktu retensi x
kecepatan alir gas pembawa) yang tetap untuk tiap zat pada kondisi yang tetap. Dasar
ini digunakan untuk identifikasi. Dari luas daerah puncak urva atau tinggi puncak
kurva, komponen zat dapat ditetapkan secara kwantitatif.
Cara kalibrasi
Buat satu seri larutan . Setelah itu, suntikan dengan volume sama tiap larutan ke
dalam tempat penyuntikan zat. Gambar garis kalibrasi dari kromatogram, dengan berat
zat pada sumbu horizontal, dan tinggi puncak kurva atau luas daerah puncak kurva
pada sumbu vertical. Buat larutan zat seperti yang tertera pada masing-masing
monografi. Dari kromatogram yang diperoleh dengan kondisi yang sama seperti cara
memperoleh garis kalibrasi, ukur luas daerah puncak kurva atau tinggi puncak kurva.
Hitung jumlah zat menggunakan garis kalibrasi. Dalam cara kerja ini, semua harus
dikerjakan dengan kondisi yang betul-betul tetap.
[Link]
Secara umum, chromatography merupakan suatu istilah yang menggambarkan teknik yang
digunakan untuk memisahkan komponen-komponen dari suatu campuran/sample. Dalam gas
chromatography (GC), gas (yang biasa disebut carrier gas) digunakan untuk membawa sample
melewati lapisan (bed) material. Karena gas yang bergerak, maka disebut mobile phase (fasa
bergerak), sebaliknya lapisan material yang diam disebut stationary phase (fasa diam). Ketika
mobile phase membawa sample melewati stationary phase, sebagian komponen sample akan
lebih cenderung menempel ke stationary phase dan bergerak lebih lama dari komponen lainnya,
sehingga masing-masing komponen akan keluar dari stationary phase pada saat yang berbeda.
Dengan cara ini komponen-komponen sample dipisahkan.
Secara umum, peralatan GC terdiri dari: 1) Injection System; 2) Oven; 3) Control System; 4)
Column; 5) Detector; dan 6) Data Acquisition System.
Injection system digunakan untuk memasukkan/menyemprot gas dan sample kedalam column.
Ada beberapa jenis injection system: 1) Packed column injector; umumnya digunakan dengan
package column atau capillary column dengan diameter yang agak besar; injeksi dilakukan
secara langsung (direct injection). 2) Split/Splitless capillary injector, digunakan dengan
capillary column; sebagian gas/sample dibuang melalui split valve. 3) Temperature
programmable cool on-column, digunakan dengan cool capillary column, injeksi dilakukan
secara langsung.
Oven, digunakan untuk memanaskan column pada temperature tertentu sehingga mempermudah
proses pemisahan komponen sample.
Column, berisi stationary phase dimana mobile phase akan lewat didalamnya sambil membawa
sample. Secara umum terdapat 2 jenis column, yaitu: 1) Packed column, umumnya terbuat dari
glass atau stainless steel coil dengan panjang 1 5 m dan diameter kira-kira 5 mm. 2) Capillary
column, umumnya terbuat dari purified silicate glass dengan panjang 10-100 m dan diameter
kira-kira 250 m. Beberapa jenis stationary phase yang sering digunakan: a) Polysiloxanes
untuk nonpolar analytes/sample. b) Polyethylene glycol untuk polar analytes/sample. c)
Inorganic atau polymer packing untuk sample bersifat small gaseous species.
Control system, berfungsi untuk: 1) Mengontrol pressure dan flow dari mobile phase yang
masuk ke column. 2) Mengontrol temperature oven.
Detector, berfungsi mendeteksi adanya komponen yang keluar dari column. Ada beberapa
jenis detector, yaitu: 1) Atomic-Emission Detector (AED); cara kerjanya adalah: campuran
sample-gas yang keluar dari column diberi tambahan energy dengan menggunakan
microwave sehingga atom-atomnya bereksitasi; sinar eksitasi ini kemudian diuraikan oleh
diffraction grating dan diukur oleh photodiode array; kehadiran komponen dalam sample
dapat ditentukan dari adanya panjang gelombang eksitasi komponen tersebut yang diukur
oleh photodiode array. 2) Atomic-Emission Spectroscopy (AES) atau Optical Emission
Spectroscopy (OES); cara kerjanya: campuran sample-gas yang keluar dari column diberi
tambahan energy sehingga atom-atomnya bereksitasi; sumber energy tambahan ini
(excitation source) terdiri dari beberapa jenis yaitu direct-current-plasma (DCP), flame,
inductively-coupled plasma (ICP) dan laser-induced breakdown (LIBS); sinar eksitasi dari
berbagai atom ini kemudian diukur secara simultan oleh polychromator dan multiple
detector; polychromator disini berfungsi sebagai wavelength selector. 3)
Chemiluminescense Spectroscopy; cara kerjanya sama seperti pada AES yaitu mengukur
sinar eksitasi dari sample yang diberi tambahan energy; perbedaan dari AES adalah eksitasi
molekul sample bukan atom sample; selain itu, energy tambahan yang diberikan bukan
berasal dari sumber energy luar seperti lampu atau laser tetapi dihasilkan dari reaksi kimia
antara sample dan reagent; sinar eksitasi molekul sample ini kemudian diukur dengan
photomultiplier detector (PTM). 4) Electron Capture Detector (ECD); menggunakan
radioactive beta emitter (electron) untuk mengionisasi sebagian gas (carrier gas) dan
menghasilkan arus antara biased pair of electron; ketika molekul organik yang mengandung
electronegative functional groups seperti halogen, phosphorous dan nitro groups dilewati
detector, mereka akan menangkap sebagian electron sehingga mengurangi arus yang diukur
antara electrode. 5) Flame Ionization Detector (FID); terdiri dari hydrogen/air flame dan
collector plate; sample yang keluar dari column dilewatkan ke flame yang akan
menguraikan molekul organik dan menghasilkan ion-ion; ion-ion tersebut dihimpun pada
biased electrode (collector plate) dan menghasilkan sinyal elektrik. 6) Flame Photometric
Detector (FPD); digunakan untuk mendeteksi kandungan sulfur atau phosphorous pada
sample. Peralatan ini menggunakan reaksi chemiluminescent sample dalam hydrogen/air
flame; sinar eksitasi sebagai hasil reaksi ini kemudian diukur oleh PMT. 7) Mass
Spectrometry (MS); mengukur perbedaan mass-to-charge ratio (m/e) dari ionisasi atom
atau molekul untuk menentukan kuantitasi atom atau molekul tersebut. 8.) Nitrogen
Phosphorus Detector (NPD); prinsip kerjanya hampir sama dengan FID, perbedaan
utamanya adalah hydrogen/air flame pada FID diganti oleh heated rubidium silicate bead
pada NPD; sample dari column dilewatkan ke hot bead; garam rubidium yang panas akan
memancarkan ion ketika sample yang mengandung nitrogen dan phosphorous melewatinya;
sama dengan pada FID, ion-ion tersebut dihimpun pada collector dan menghasilkan arus
listrik. 9) Photoionization Detector (PID); digunakan untuk mendeteksi aromatic
hydrocarbon atau organo-heteroatom pada sample; sample yang keluar dari column diberi
sinar ultraviolet yang cukup sehingga terjadi eksitasi yang melepaskan electron (ionisasi);
ion/electron ini kemudian dikumpulkan pada electroda sehingga menghasilkan arus listrik.
10) Thermal Conductivity Detector (TCD); TCD terdiri dari electrically-heated wire atau
thermistor; temperature sensing element bergantung pada thermal conductivity dari gas
yang mengalir disekitarnya; perubahan thermal conductivity seperti ketika adanya molekul
organik dalam sample yang dibawah carrier gas, menyebabkan kenaikan temperature pada
sensing element yang diukur sebagai perubahan resistansi. 11) Photodiode Array Detector
(PAD); merupakan linear array discrete photodiode pada sebuah IC; pada spectroscopy,
PAD ditempatkan pada image plane dari spectroscopy sehingga memungkinkan deteksi
panjang gelombang pada rentang yang luas bisa dilakukan secara simultan.
Data Aquisition, berfungsi sebagai: 1) Control automatic calibration; 2) Gas analysis; dan
3) Graphics & Reporting. Data aquisition merupakan perangkat gabungan dari Software dan
Hardware (PC, Interface & Communication).
Technical Specification; Beberapa parameter yang menjadi ukuran spesifikasi teknis GC,
antara lain: 1) Analytes; menyatakan komponen-komponen yang akan dianalisa/dideteksi.
2) Quantification limit (detectability); menyatakan kemampuan deteksi terkecil, dinyatakan
dalam persen. 3) Measurement range; menyatakan kemampuan rentang pengukuran GC. 4)
Communication Port ; digital port untuk komunikasi dengan PC atau perangkat digital
lainnya. 5) Electrical Power Supply (voltage, phase, frequency, power).
[Link]
Kromatografi gas ini juga mirip dengan distilasi fraksional, karena kedua
proses memisahkan komponen dari campuran terutama berdasarkan pada
perbedaan itik didih (atau tekanan uap). Namun, distilasi fraksional biasanya
digunakan untuk memisahkan komponen-komponen dari campuran pada skala
besar, sedangkan GC dapat digunakan padaskala yang lebih kecil (yaitu mikro)
(Pavia:2006).
Gas pembawa (carrier gas) pada kromatografi gas sangatlah penting. Gas yang
dapat digunakan pada dasarnya haruslah inert, kering, dan bebas oksigen. Kondisi
seperti ini dibutuhkan karena gas pembawa ini dapat saja bereaksi dan dapat
mempengaruhi gas yang akan dipelajari atau diidentifikasi.
b. Injeksi Sampel
c. Kolom
Ada dua tipe utama kolom dalam kromatografi gas-cair. Tipe pertama, tube
panjang dan tipis berisi material padatan; Tipe kedua, lebih tipis dan memiliki fase
diam yang berikatan dengan pada bagian terdalam permukaannya. Ada tiga hal
yang dapat berlangsung pada molekul tertentu dalam campuran yang diinjeksikan
pada kolom:
a. Sumber Ion
Setelah melewati rangkaian gas kromatografi, sampel gas yang akan diuji
dilanjutkan melalui rangkaian spekstroskopi massa. Molekul-molekul yang melewati
sumber ion ini diserang oleh elektron, dan dipecah menjadi ionion positifnya. Tahap
ini sangatlah penting karena untuk melewati filter, partikel-partikel sampel haruslah
bermuatan.
b. Filter
Selama ion melui rangkaian spekstroskopi massa, ion-ion ini melalui rangkaian
elektromagnetik yang menyaring ion berdasarkan perbedaan masa. Para ilmuwan
memisahkan komponen-komponen massa untuk kemudian dipilih yang mana yang
boleh melanjutkan yang mana yang tidak (prinsip penyaringan). Filter ini terus
menyaring ion-ion yang berasal dari sumber ion untuk kemudian diteruskan ke
detektor.
c. Detektor
Ada beberapa tipe detektor yang biasa digunakan. Detektor ionisasi nyala
dijelaskan pada bagian bawah penjelasan ini, merupakan detektor yang umum dan
lebih mudah untuk dijelaskan daripada detektor alternatif lainnya.
Dalam kromatografi gas, fase yang bergerak (atau "mobile phase") adalah
sebuah operator gas, yang biasanya gas murni seperti helium atau yang tidak
reactive seperti gas nitrogen. Stationary atau fasa diam merupakan tahap
mikroskopis lapisan cair atau polimer yang mendukung gas murni, di dalam bagian
dari sistem pipa-pipa kaca atau logam yang disebut kolom. Instrumen yang
digunakan untuk melakukan kromatografi gas disebut gas chromatograph (atau
"aerograph", "gas pemisah").
Spektroskopi massa mampu menghasilkan berkas ion dari suatu zat uji,
memilah ion tersebut menjadi spektum yang sesuai dengan perbandingan massa
terhadap muatan dan merekam kelimpahan relatif tiap jenis ion yang ada.
Umumnya hanya ion positif yang dipelajari karena ion negative yang dihasilkan dari
sumber tumbukan umumnya sedikit.
3. Kombinasi GCMS
Informasi yang diperoleh dari kedua teknik ini yang digabung dalam
instrumen GC/MS adalah tak lain hasil dari masing-masing spektra. Untuk spektra
GC, informasi terpenting yang didapat adalah waktu retensi untuk tiap-tiap senyawa
dalam sampel. Sedangkan untuk spektra MS, bisa diperoleh informasi mengenai
massa molekul relatif dari senyawa sampel tersbut.
1. Sample preparation
2. Derivatisation
3. Injeksi
4. GC separation
5. MS detector
Aspek kualitatif : lebih dari 275.000 spektra massa dari senyawa yang tidak
diketahui dapat teridentifikasi dengan referensi komputerisasi.
6. Scanning
Spektra massa dicatat secara reguler dalam interval 0,5-1 detik selama
pemisahan GC dan disimpan dalam sistem instrumen data untuk digunakan dalam
analisis. Spektra massa berupa fingerprint ini dapat dibandingkan dengan acuan.
Daftar Pustaka
Fowlis, Ian A.,1998. Gas Chromatography Analytical Chemistry by Open Learning. John
Wiley & Sons Ltd: Chichester.
Skoog, Douglas A., Donald M. West, F. James Holler. 1991. Fundamental of Analytical
Chemistry. Seventh Edition. New York: Saunders College Publishing.
fuad rofqi
@fuadrofqi
Beranda
1.
Nov
26
Selanjutnya membahas objek dari IKM UI, adalah keanggotaan IKM UI.
Anggota Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia adalah mahasiswa
yang terdaftar secara akademik di Universitas Indonesia. Anggota Ikatan
Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia terdiri dari anggota aktif dan
biasa. Anggota aktif adalah anggota Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas
Indonesia yang telah mengikuti prosedur penerimaan anggota aktif dan
mendapatkan rekomendasi dari fakultas. Anggota biasa adalah anggota
Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia yang tidak termasuk ke
dalam anggota aktif Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia.
2.
Nov
19
Filtrasi
Filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat terhadap zat cair dari
suatu slurry dengan menggunakan media porous, yang meneruskan zat
cairnya serta menahan padatannya, sehingga zat padat tersebut (cake)
bekerja sebagai media porous yang baru.
1. Pressure filtration,
Piring lain disiapkan dengan cara yang sama, dan kerangka jarak yang
telah ditempatkan di antara mereka, sel yang terbentuk diatur secara vertikal
dalam rangka Tekan, di mana ia didukung oleh lugs pada setiap piring dan
bingkai jarak. "Ketika nomor yang diinginkan sel siap, mereka secara ketat
dijepit bersama-sama dengan cara sekrup yang berat, yang melewati salah
satu ujung frame pers. Dengan demikian serangkaian sel, dilapisi dengan
kain saring dan dihubungkan oleh saluran lurus melalui lubang pusat,
terbentuk. Sebuah pompa kekuatan yang mendorong cairan yang disaring ke
dalam sel, di mana ia berpindah dari satu ke yang lain sampai mereka semua
penuh. Tekanan hidrostatik memaksa cairan tersebut melalui filter ke dalam
alur di piring, sepanjang yang mengalir, dan lolos melalui bukaan di sisi
bawah piring. Sedimen disimpan oleh kain terkumpul sakit sel dan
membentuk cake yang solid, yang akhirnya mengisi masing-masing sel
sepenuhnya. Proses ini kemudian berhenti, sel-sel yang diambil terpisah, dan
cake dari sedimen yang telah dihilangkan, sel-sel dikembalikan pada rangka
tekan, untuk 'bisa kembali dioperasikan.
Media Filter
Namun, pada proses operasi filtrasi umumnya dikenal dua macam media
filter yaitu media filter primer dan media filter sekunder. Media filter primer
sebenarnya berperan bukan sebagai media filter melainkan sebagai media
penahan padatan dan pembentukkan cake pada awal pengopersian.
Sehingga media filter ini merupakan membran atau kertas saring (filter cloth)
yang untuk pemakaian pertama kali.
Suatu medium filter (septum) pada setiap filter harus memenuhi syarat-
syarat, yaitu sebagai berikut:
1. Harus dapat menahan zat padat yang akan disaring, dan menghasilkan
filtrat yang cukup jernih.
2. Tidak mudah tersumbat.
3. Harus tahan secara kimia dan kuat secara fisik dalam kondisi proses.
Dalam filtrasi industri medium filter yang banyak digunakan ialah kain
kanvas, baik yang dengan anyaman kepar atau yang lain. Dalam hal ini
terdapat kanvas dengan berbagai bobot dan anyaman, masing-masing untuk
penggunaan tertentu. Untuk zat cair yang bersifat korosif digunakan medium
filter yang lain, seperti kain wol, tenunan logam monel atau baja tahan karat,
tenunan gelas atau, kertas. Kain sintetis seperti nilon, polipropilena, Saran
dan Dacron juga sangat tahan secara kimia.
1. Constant rate
Debit hasil proses filtrasi konstan sampai pada level tertentu. Hal ini
dilakukan dengan memberikan kebebasan kenaikan level muka air di atas
media filter.
2. Declining rate
Debit hasil proses filtrasi menurun seiring dengan waktu filtrasi atau level
muka air di atas media filter dirancang pada nilai yang tetap.
Pada operasi filtrasi, umumnya dikenal dua macam media filter, yaitu:
Media filter primer sebenarnya bukan suatu media filter yang sesungguhnya,
melainkan sebagai media filter pembantu yang menahan zat padat pada
permulaan proses. Media filter primer ini dapat berupa kain, kertas saring,
dan sebagainya, yang dipasang pada permukaan filter.
Zat padat yang tertahan di permukaan filter membentuk lapisan cake yang
dapat berfungsi sebagai media filter yang sesungguhnya. Media filter inilah
yang merupakan media filter sekunder. Tebal cake perlu
diperkirakan/diperhitungkan karena akan mempengaruhi besarnya penahan
filtrasi. Filtrasi dapat dianggap dimulai dengan penahanan sama dengan nol,
yang berarti belum terbentuk cake. Dalam hal ini perlu dihitung suatu
besaran Ve (volum ekivalen), ialah volum filtrat yang menghasilkan cake
yang mempunyai penahanan sama dengan filter cloth (media filter primer)
serta saluran-saluran dalam filter yang dipakai untuk penyaringan.
1. Filter Mekanik
Filter mekanik secara harfiah dapat diartikan sebagai sebuah alat untuk
memisahkan material padatan dari air secara fisika (berdasarkan ukurannya)
dengan cara menangkap/menyaring material-material tersebut sehingga
tidak lagi dijumpai terapung/melayang di dalam air . Bahan yang diperlukan
untuk sebuah filter mekanik dengan demikian adalah berupa bahan yang
tahan lapuk, memiliki lubang-lubang (pori-pori) dengan diameter tertentu
sehingga dapat menahan atau menangkap partikel-partikel yang berukuran
lebih besar dari diameter media filter tersebut.
Hal yang umum terjadi adalah semakin halus pori-pori media filter mekanik
yang digunakan akan semakin cepat pula penyumbatan terjadi. Apabila
penggunakan media
sangat halus ini perlu, dilakukan maka dengan menggunakan sistem filter
mekanik bertingkat akan dapat menolong mengurangi resiko terjadinya
penyumbatan dengan cepat.
Filter mekanik perlu dirawat dan dibersihkan secara periodik agar dapat tetap
berfungsi dengan baik. Kontrol terhadap kondisi filter ini sebaiknya dilakukan
secara rutin. Apabila media sudah tidak dapat lagi berfungsi dengan baik
karena rusak atau terdekomposisi, maka perlu dilakukan penggantian dengan
media baru.
2. Filter Biologi
Filter biologi adalah filter yang bekerja dengan bantuan jasad-jasad renik,
khususnya, bakteri dari golongan pengurai amonia. Untuk itu, agar jasad-
jasad renik tersebut dapat hidup dengan baik di dalam filter dan melakukan
fungsinya dengan optimal diperlukan media dan lingkungan yang sesuai bagi
pertumbuhan dan perkembangan jasad-jasad renik tersebut.
3. Filter Kimia
Rasanya tidak mudah untuk mendefinisikan sebuah filter kimia, karena
sepintas fungsinya hampir sama saja dengan sebuah filter mekanik.
Perbedaannya terletak pada ukuran partikel yang di"garap", oleh karena itu
boleh dikatakan bahwa filter kimia adalah sebuah filter mekanik yang bekerja
pada skala molekuler.
Seperti diungkapakan sebelumnya, filter mekanik bekerja dengan menangkap
suspensi, maka filter kimia bekerja dengan menangkap bahan terlarut,
seperti: gas, bahan organik terlarut, dan sejenisnya. Mekanisme ini dilakukan
dengan bantuan media filter berupa arang aktif, resin ion, dan zeolit, atau
melalui fraksinasi air.
Filter kimia dapat melakukan fungsinya dengan tiga cara, yaitu:
a. Serapan (Absorpsi)
Absorpsi merupakan suatu proses dimana suatu partikel terperangkap ke
dalam struktur suatu media dan seolah-olah menjadi bagian dari keseluruhan
media tersebut. Proses ini dijumpai terutama dalam media karbon aktif.
Karbon aktif memiliki ruang pori sangat banyak dengan ukuran tertentu. Pori-
pori ini dapat menangkap partikel-partikel sangat halus (molekul) dan
menjebaknya disana. Dengan berjalannya waktu pori-pori ini pada akhirnya
akan jenuh dengan partikel-partikel sangat halus sehingga tidak akan
berfungsi lagi. Sampai tahap tertentu beberapa jenis arang aktif dapat di
reaktivasi kembali, meskipun demikian tidak jarang yang disarankan untuk
sekali pakai. Reaktifasi karbon aktif sangat tergantung dari metode aktifasi
sebelumnya, oleh karena itu perlu diperhatikan keterangan pada kemasan
produk tersebut.
Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak
dengan karbon tersebut, baik di air maupun di udara. Apabila dibiarkan di
udara terbuka, maka dengan segera akan menyerap debu halus yang
terkandung di udara(polusi). Dalam waktu 60 jam biasanya karbon aktif
tersebut manjadi jenuh dan tidak aktif lagi. Oleh karena itu biasanya arang
aktif di kemas dalam kemasan yang kedap udara.
b. Pertukaran Ion
Pertukaran ion merupakan suatu proses dimana ion-ion yang terjerap pada
suatu permukaan media filter ditukar dengan ion-ion lain yang berada dalam
air. Proses ini dimungkinkan melalui suatu fenomena tarik menarik antara
permukaan media bermuatan dengan molekul-molekul bersifat polar. Apabila
suatu molekul bermuatan menyentuh suatu permukaan yang memiliki
muatan berlawanan maka molekul tersebut akan terikat secara kimiawi pada
permukaan tersebut.
c. Jerapan (Adsorpsi).
Jerapan adalah suatu proses dimana suatu partikel "menempel" pada suatu
permukaan akibat dari adanya "perbedaan" muatan lemah diantara kedua
benda (gaya Van der Waals), sehingga akhirnya akan terbentuk suatu lapisan
tipis partikel-pertikel halus pada permukaan tersebut. Permukaan karbon
yang mampu menarik molekul organik misalnya merupakan salah satu
contoh mekanisme jerapan, begitu juga yang terjadi pada antar muka air-
udara, yaitu mekanisme yang terjadi pada suatu protein skimmer.
Molekul organik bersifat polar sehingga salah satu ujungnya akan cenderung
tertarik pada air (disebut sebagai hidrofilik/suka air) sedangkan ujung yang
lain bersifat hidrofobik (benci air). Permukaan molekul aktif seperti ini akan
tertarik pada antarmuka air-gas pada permukaan gelembung udara, sehingga
molekul-molekul tersebut akan membentuk suatu lapisan tipis disana dan
membentuk buih/busa.
2.
Jul
Lingkup Singup
Gerakan islam puritan atau islam kaffah yang mengusung semangat pemurnian terhadap
ajaran islam sebagaimana islam yang lahir di makkah dan madinah, cenderung memberikan
pencitraan terhadap islam sebagai agama yang kaku dan keras. Bagaimana tidak? Gerakan
pemurnian atau otentikasi islam ini cenderung menolak tradisi-tradisi lokal dan berusaha
menentang keberadaannya. Mereka berusaha mengikis sedikit demi sedikit nilai-nilai
kearifan lokal dengan semangat islam yang kaffah. Mereka mempropagandakan bahwa
islam lokal yang lahir dari proses negosiasi panjang antara budaya lokal dan ajaran syariat
islam sebagai suatu pengotor bagi ajaran islam yang murni, yang berasal dari tanah arab.
Upaya-upaya itu mereka tempuh melalui institusi-institusi atau lembaga umum seperti
lembaga dakwah kampus maupun lembaga dakwah sekolah, karena biasanya di sana nilai-
nilai kearifan lokal mulai memudar dan menghilang.
Kesan islam yang kaku dan keras ditunjukkan oleh kegiatan-kegiatan atau tindakan yang
mereka adakan. Tak jarang kajian yang diadakan cenderung memojokkan dan menyalahkan
kegiatan-kegiatan yang diaakan islam lokal. Hal yang menurut saya kurang bijak dilakukan
adalah kebiasaan mereka yang dengan mudah mengatakan pihak lain salah, ahlul bidah
dan melanggar syariah. Berbicara mengenai konteks keagamaan kepercayaan merupakan
suatu hak dasar manusia yang tidak dapat dipaksakan satu sama lain. Semua orang berhak
menentukan mana kebenaran yang mereka yakini, selama mereka memiliki dasar pemikiran
yang dapat dipertanggungjawabkan. Jadi, menurut saya tidak diperlukan saling
menyalahkan satu sama lain apalagi mengkafirkan satu sama lain dan mempertajam jurang
perbedaan.
Satu semangat yang selalu saya yakini bahwa kebenaran manusia bersifat relatif dan
mungkun berbeda satu sama lain, tergantung pada keyakinan dan sudut pandang
seseorang. Berbeda dengan kebenaran ilahiah yang bersifat mutlak dan mengikat pada
orang-orang yang meyakininya.
Kebesaran hati tiap pihak menjadi kunci keharmonisan antara islam lokal dan islam puritan.
Kesediaan melepas egoisme dan fanatisme masing-masing menjadi kunci untuk terciptanya
kesatuan. Buat apa mempertajam perbedaan dan menafikkan persamaan yang ada.
Akhir kata, ada sebuah kalimat yang menispirasi saya,Saya benar, anda benar, tapi mungkin
anda lebih benar
3.
Jul
Memaknai Perbedaan
Sebuah cerita yang semoga dapat kita ambil manfaat dan hikmahnya. Cerita
ini mengenai sebuah kereta yang bergerak dari jakarta menuju jogjakarta.
Kemudian ada seorang pengamat yang melihat kereta tersebut dan
mengatakan bahwa kereta tersebut bergerak dengan kecepatan 100km/jam.
Selain itu ada pengamat kedua yang berkata bahwa kereta ini bergerak
dengan kecepatan 0 km/jam. Dari sana munculah perbedaan mengenai
kecepatan dari kereta tersebut. Selanjutnya manakah yang benar dan tepat
mengenai kereta tersebut? Ternyata kedua pengamat tersebut memiliki
jawaban yang benar karena pengamat pertama melihat dan mengawasi
kereta dari luar sehingga dia menyatakan bahwa kereta bergerak dengan
kecepatan 100km/jam dan pengamat kedua juga memiliki jawaban yang
benar karena dia mengamati kereta dari dalam atau dengan kata lain dia ikut
bergerak bersama kereta yang bergerak dengan percepatan 0 km/jam2. Jadi
berdasarkan cerita tersebut kedua pengamat memiliki pendapat yang benar
yang membedakan adalah sudut pandang titik acuan antara pengamat dan
kereta.
Selain cerita tersebut terdapat sebuah cerita klasik mengenai suatu
perbedaan pendapat. Alkisah, ada 4 orang buta yang diminta untuk
mendeskripsikan mengenai gajah. Kemudian 4 orang tersebut diminta untuk
meraba-raba gajah dan menjelaskan apa itu gajah. Kemudian orang pertama
menjawab bahwa gajah itu panjang dan memiliki 2 buah lubang, orang kedua
menjawab gajah itu kecil, panjang dan berbulu, orang ketiga menjawab
bahwa gajah itu tipis dan lebar, dan orang keempat menjawab gajah itu
besar sekali dan bulat. Setelah merka menyampaikan jawaban mereka,
ternyata jawabannya berbeda satu sama lain sehingga muncullah perdebatan
dan saling menyalahkan diantara mereka. Hingga pada satu saat seorang
yang bisa melihat secara sempurna melihat dan menerangkan kepada
mereka bahwa gajah yang dijelaskan oleh orang pertama adalah belalai
gajah, orang kedua adalah ekor gajah, orang ketiga adalah telinga gajah dan
orang keempat adalah perut gajah. Kemudian apa itu gajah? Gajah adalah
keseluruhan tiap bagian yang telah disebutkan orang-orang buta tersebut.
Makna dari dua buah cerita di atas adalah bahwa perbedaan merupakan
suatu yang pasti ada dalam kehidupan manusia karena populasi manusia
yang sangat besar dan sangat beragam jenisnya. Sehingga diperlukan suatu
kebesaran hati untuk dapat menerima dan menghargai perbedaan agar
tercipta suatu harmoni kehidupan.
Tidak jarang perbedaan memunculkan konflik dan perpecahan. Hal ini muncul
sebagai bentuk sikap tidak saling menghormati dan pemahaman yang
parsial dan tidak komprehensif terhadap suatu masalah. Selain itu, merasa
diri sendiri yang paling benar juga menjadi penyebab munculnya konflik antar
golongan. Terdapat orang-orang yang menolak perbedaan dan merasa paling
benar akan memiliki banyak dampak bagi kehidupan. Dampak dari konflik
yang muncul dapat berupa dampak jangka pendek dan jangka panjang,
misalnya melihat kasus ahmadiyah, dengan tuduhan penistaan agama
kekerasan dan anarkisme seolah menjadi hal yang dibenarkan di negara ini,
negara yang notabennya adalah suatu negara hukum. Dampak jangka
pendeknya, kegiatan pengikut ahmadiah dibekukan, kekerasan dan
penjarahan terhadap pengikut ahmadiah. Dampak panjangnya adalah
penolakan terhadap status pernikahan, sehingga anak-anak mereka dianggap
sebagai anak hasil hubungan gelap, diluar hubungan nikah, pandangan
miring dari masyarakat, efek domino dari masalah ini.
Terkadang kita terlalu sibuk melihat perbedaan, memperdebatkan hal-hal
kecil, mempermasalahkan bagaimana membuat perbedaan yang ada
menjadi satu kesamaan. Perbedaan ada bukan untuk kita samakan,
melainkan kita satukan menjadi suatu kesatuan yang harmonis. Tidak perlu
mempertajam jurang perbedaan, dan melupakan adanya persamaan diantara
kita.
4.
Jun
21
Al Fatihah
1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
2.
Jun
21
Perbedaan adalah sesuatu yang tidak dapat dimusnahkan, hal ini merupakan
sesuatu yang membuat manusia menjadi mahluk yang unik. Mulai dari tubuh
kita sendiri, tidak ada yang tepat sama, hingga masyarakat yang terdiri dari
jutaan bahkan milyaran individu-indivudu. Perbedaan bagaikan sebuah
pedang, semuanya memiliki potensi kebaikan dan keburukan, dan semua itu
tergantung bagaimana cara kita menggunakannya. Pemahaman yang parsial
dan setengah-setengah hanya akan membuat masalah menjadi semakin
rumit.
Melihat kondisi yang saat ini sedang berkembang dan terjadi di dalam
masyarakat, saat ini persatuan menjadi hal yang sangat langka dan susah
untuk diperjunagkan. Mulai dari hal yang sangat sederhana, seperti
kehidupan kemahasiswaan, hingga tataran masyarakat global. Perpecahan
yang muncul banyak di karenakan masyarakat yang terlalu memperbesar
jurang perbedaan dan melupakan adanya persamaan. Toleransi antar sesama
manusia pun menjadi hal yang tidak lagi mudah untuk ditemukan.
Konflik yang muncul berawal dari kelemahan kita dalam menerapkan konsep-
konsep toleransi. Merasa diri sendiri paling benar, fanatik sempit,
mengabaikan perasaan oranglain menjadi perusak dari nilai-nilai toleransi.
Misalnya dalam beragama, saat ini dengan mudah seseorang/golongan
mengatakan orang /golongan lain kafir karena memiliki pandangan yang
berbeda terhadap suatu masalah, dalam kehidupan bermasyarakat, dengan
mudah kita terprofokasi hingga muncul tindakan-tindakan anarkis karena tiap
orang merasa golongannya lah yang paling benar dan yang lain salah dan
patut di musnahkan. Padahal kita semua tahu bahwa kita memiliki
kebebasan, kebebasan yang bertanggung jawab. Mengutip naskah
kemerdekaan negara amerika serikat:
We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal, that
they are endowed by their Creator with certain unalienable Rights, that
among these are Life, Liberty and the pursuit of Happiness.
By :
3.
Jun
4.
Jun
8
Ekskursi DTK UI 2013
by :
5.
May
10
Mesin Carnot
Sebuah proses reversibel didefinisikan sebagai sebuah proses yang
dapat dibalik tanpa meningggal jejak pada lingkungan. Atau dengan kata lain,
sebuah proses yang jika dibalik akan melalui lintasan yang sama. Proses
irreversibel adalah kebalikan dari proses reversible.
Prinsip Carnot
1. Efisiensi sebuah mesin kalor irreversibel selalu lebih kecil dari mesin kalor
reversibel yang beroperasi antara dua reservoir yang sama.
Sebuah alat produksi kerja yang paling tepat mewakili definisi dari
mesin kalor adalah pembangkit listrik tenaga air, yang merupakan mesin
pembakaran luar dimana fluida kerja mengalami siklus termidinamika yang
lengkap.
dimana QH adalah panas yang ditransfer ke mesin kalor pada temperatur TH,
dan QL adalah panas yang diteransfer ke mesin kalor pada temperatur TL.
Efisiensi termal dari suatu mesin kalor aktual dan reversibel yang
beroperasi pada batas temperatur yang sama adalah sebagai berikut:
Kualitas Energi
Sebuah mesin kalor Carnot jika menerima panas dari sebuah sumber
pada temperatur 925 K dan mengubahnya 67,2 persen menjadi kerja,
kemudian membuang sisanya (32,8 persent) ke sink pada 303 K. Sekarang
jika dievaluasi bagaimana efisiensi termal jika sumber temperatur bervariasi
dengan temperatur sink dijaga konstan.
2. Hukum kedua mengatakan bahwa efesiensi akan selalu <100%; Anda tidak
dapat memperoleh energi sebanyak yang telah anda berikan pada sistem
(you cant break even)
Daftar Pustaka
Diktat termodinamika Dasar. Oleh : Ir. Sudjito, PhD. , Ir. Saifuddin Baedoewie,
Agung Sugeng W., ST., MT.
6.
May
10
Radiasi Nuklir
istilah atom berasal dari bahasa yunani yaitu atomos yang artinya
tidak dapat dibelah lagi. Atom digunakan untuk menggambarkan unit
terkecil dari suatu zat atau materi yang tidak mungkin ada unit lain yang
lebih kecil dari atom. Atom sendiri terdiri atas bagian inti atau nukleous dan
elekron. Bagian inti terdiri atas proton dan neutron.
Unsur atau biasa disebut atom terdiri atas unsur yang stabil (non
radioaktif) dan unsur yang tidak stabil (radioaktif). Unsur yang mempunya
jumlah neutron dan electron yang seimbang disebut sebagai unsur yang
stabil. Kelebihan jumlah neutron dan elektron akan mengakibatkan
ketidakstabilan energy. Kelebihan energy ini dilepaskan dalam bentuk
pancaran radiasi dalam bentuk radiasi partikel dan gelombang elektro
magnetic.
2.1. Radiasi
2.2. Radioaktivitas
Jika suatu inti tidak stabil, maka inti mempunyai kelebihan energi. Inti
itu tidak dapat bertahan, suatu saat inti akan melepaskan kelebihan energi
tersebut dan mungkin melepaskan satu atau dua atau lebih partikel atau
gelombang sekaligus. Setiap inti yang tidak stabil akan mengeluarkan energi
atau partikel radiasi yang berbeda. Pada sebagian besar kasus, inti
melepaskan energi elektromagnetik yang disebut radiasi gamma, yang dalam
banyak hal mirip dengan sinar-X. Radiasi gamma bergerak lurus dan mampu
menembus sebagian besar bahan yang dilaluinya. Dalam banyak kasus, inti
juga melepaskan radiasi beta. Radiasi beta lebih mudah untuk dihentikan.
Seng atap atau kaca jendela dapat menghentikan radiasi beta. Bahkan
pakaian yang kita pakai dapat melindungi dari radiasi beta. Unsur-unsur
tertentu, terutama yang berat seperti uranium, radium dan plutonium,
melepaskan radiasi alfa. Radiasi alfa dapat dihalangi seluruhnya dengan
selembar kertas. Radiasi alfa tidak dapat menembus kulit kita. Radiasi alfa
sangat berbahaya hanya jika bahan-bahan yang melepaskan radiasi alfa
masuk kedalam tubuh kita.
Tanpa kita sadari, sebenarnya kita hidup dalam lingkungan yang penuh
dengan radiasi. Radiasi telah menjadi bagian dari lingkungan kita semenjak
dunia ini diciptakan, bukan hanya sejak ditemukan tenaga nuklir setengah
abad yang lalu. Terdapat lebih dari 60 radionuklida yang berdasarkan asalnya
dibagi atas 2 kategori:
a. Radionuklida alamiah: radionuklida yang terbentuk secara alami, terbagi
menjadi dua yaitu:
Primordial:
Kosmogenik
Sumber radiasi kosmik berasal dari luar sistem tata surya kita, dan dapat
berupa berbagai macam radiasi. Radiasi kosmik ini berinteraksi dengan
atmosfir bumi dan membentuk nuklidaradioaktif yang sebagian besar
mempunyai umur-paro pendek, walaupun ada juga yang mempunyai umur-
paro panjang. Tabel berikut memperlihatkan beberapa radionuklida
kosmogenik.
Manusia telah menggunakan bahan radioaktif selama lebih dari 100 tahun.
Tabel berikut memperlihatkan beberapa radionuklida buatan manusia.
Sebuah reaksi nuklir adalah sebuah proses di mana dua nuklei atau
partikel nuklir bertubrukan, untuk memproduksi hasil yang berbeda dari
produk awal. Pada prinsipnya sebuah reaksi dapat melibatkan lebih dari dua
partikel yang bertubrukan, tetapi kejadian tersebut sangat jarang. Bila
partikel-partikel tersebut bertabrakan dan berpisah tanpa berubah (kecuali
mungkin dalam level energi), proses ini disebut tabrakan dan bukan sebuah
reaksi.
Dikenal dua reaksi nuklir, yaitu reaksi fusi nuklir dan reaksi fisi nuklir.
Reaksi fusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi
atom baru dan menghasilkan energi, juga dikenal sebagai reaksi yang bersih.
Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom akibat tubrukan inti
atom lainnya, dan menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih
kecil, serta radiasi elektromagnetik. Reaksi fusi juga menghasilkan radiasi
sinar alfa, beta dan gamma yang sagat berbahaya bagi manusia. Contoh
reaksi fusi nuklir adalah reaksi yang terjadi di hampir semua inti bintang di
alam semesta. Senjata bom hidrogen juga memanfaatkan prinsip reaksi fusi
tak terkendali.
[Link]
4.1. Pertanian
a. Efisiensi Pemupukan
Varietas baru tanaman padi, gandum, bawang, pisang, cabe dan biji-
bijian yang dihasilkan melalui teknik radioisotop mempunyai ketahanan yang
lebih tinggi terhadap hama dan lebih mampu beradaptasi terhadap
perubahan iklim yang ekstrim.
c. Pengawetan Makanan
4.2. Kesehatan
a. Diagnosa
b. Terapi
Daftar Pustaka
Parmanto dan Irawan Dimas, Mengenal PLTN dan Prospeknya di Indonesia. Pusat
diseminasi nuklir BATAN
[Link]
/[Link]
Posted 10th May 2012 by moh fuad rofiqi
Loading
Send feedback