0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
299 tayangan48 halaman

Pemahaman GC-MS dalam Analisis Kimia

Teks tersebut menjelaskan prinsip kerja Gas Chromatography (GC) untuk memisahkan komponen dalam suatu campuran. GC bekerja dengan melewatkan campuran melalui kolom yang diisi fasa diam, sementara gas pembawa mengalir melalui kolom untuk memisahkan komponen berdasarkan afinitasnya dengan fasa diam. Komponen kemudian terdeteksi dan diidentifikasi berdasarkan waktu retensinya. GC digunakan dalam berbagai bidang sepert

Diunggah oleh

Nur Sayidatunnisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
299 tayangan48 halaman

Pemahaman GC-MS dalam Analisis Kimia

Teks tersebut menjelaskan prinsip kerja Gas Chromatography (GC) untuk memisahkan komponen dalam suatu campuran. GC bekerja dengan melewatkan campuran melalui kolom yang diisi fasa diam, sementara gas pembawa mengalir melalui kolom untuk memisahkan komponen berdasarkan afinitasnya dengan fasa diam. Komponen kemudian terdeteksi dan diidentifikasi berdasarkan waktu retensinya. GC digunakan dalam berbagai bidang sepert

Diunggah oleh

Nur Sayidatunnisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sejak tahun 1960, GC-MS digunakan secara luas dalam Kimia Organik.

Sejak saat
itu terjadi kenaikan penggunaan yang sangat besar dari metode ini. Ada dua alasan
utama terjadinya hal tersebut. Pertama adalah telah ditemukannya alat yang dapat
menguapkan hampir semua senyawa organik dan mengionkan uap. Kedua, fragmen
yang dihasilkan dari ion molekul dapat dihubungkan dengan struktur [Link]-
MS adalah singkatan dari Gas Chromatography-Mass Spectrometry. Instrumen alat
ini adalah gabungan dari alat GC dan MS, hal ini berarti sampel yang hendak diperiksa
diidentifikasi dahulu dengan alat GC (Gas Chromatography) baru, kemudian
diidentifikasi dengan alat MS (Mass Spectrometry). GC dan MS merupakan kombinasi
kekuatan yang simultan untuk memisahkan dan mengidentifikasi komponen-
komponen campuran.
Adapun kegunaan alat GC-MS adalah :
1. Untuk menentukan berat molekul dengan sangat teliti sampai 4 angka di belakang
desimal. Guna menentukan sampai 4 angka di belakang desimal contohnya adalah
sebagai berikut: misalnya ada senyawa-senyawa: CO Massa Molekul = 28 ; N 2 Massa
Molekul = 28 ; H2C=CH2 Massa Molekul = 28. Kalau dihitung Massa masing-masing
dengan teliti, maka masing-masing massa molekulnya akan berbeda.
2. Spektroskopi massa dapat digunakan untuk mengetahui Rumus Molekul tanpa melalui
Analisa Unsur. Misalnya C4H10O, biasanya memakai cara kualitatif atau kuantitatif,
mula-mula diketahui rumus empiris dulu (CxHyOz)n , kemudian baru ditentukan BM-
nya. Sekarang karena adanya komputer pada alat GC-MS dapat langsung diketahui
Rumus Molekulnya.
3. Bila kita memasukkan senyawa dalam spektroskopi massa, maka senyawa itu akan
ditembaki oleh elektron dan molekul akan mengalami reaksi fragmentasi. Molekul akan
pecah karena tembakan elektron dalam spektrometer. Pecahnya molekul itu tergantung
pada gugus fungsi yang ada dalam molekul itu, jadi melalui suatu corak tertentu, tidak
secara random. Sebelum ini hanya Spektrometri IR, Resonansi Magnit Inti yang bisa
mengetahui gugus fungsi. Dengan adanya fragmentasi kita juga bisa mengenali senyawa
tersebut, sehingga kita bisa mendapatkan cara tambahan untuk mengetahui apakah
senyawa tersebut termasuk golongan alkohol, amin, karboksilat, aldehid dan lain
[Link]-MS hanya dapat digunakan untuk mendeteksi senyawa-senyawa yang
mudah menguap.

Glukosa, sukrosa, sakarosa bersifat tidak menguap, sehingga tidak dapat dideteksi
dengan alat GC-MS. Kriteria menguap adalah pada:
(1). Kondisi vakum tinggi, tekanan rendah.
(2). Dapat dipanaskan.
(3). Uap yang diperlukan tidak banyak.

Pada umumnya senyawa-senyawa dengan BM kurang dari 1000 dapat diuapkan, bisa
ditentukan massa molekulnya dengan cara spektroskopi massa. Analisis GC-MS dengan
predikat pemisahan yang high resolution serta MS yang sensitif sangat diperlukan
dalam bidang aplikasi, antara lain bidang lingkungan, arkeologi, kesehatan, forensik,
ilmu antariksa, kimia, biokimia dan lain sebagainya.
Skema :

Kromatografi gas adalah cara pemisahan kromatografi menggunakan gas sebagai


fasa penggerak. Zat yang dipisahkan dilewatkan dalam kolom yang diisi dengan fasa
tidak bergerak yang terdiri dari bahan terbagi halus yang cocok. Gas pembawa mengalir
melalui kolom dengan kecepatan tetap, memisahkan zat dalam gas atau cairan, atau
dalam bentuk padat pada keadaan normal. Cara ini digunakan untuk percobaan
identifikasi dan kemurnian, atau untuk penetapan kadar.

Kromatografi Gas ( GC) merupakan jenis kromatografi yang digunakan dalam


kimia organik untuk pemisahan dan analisis. GC dapat digunakan untuk menguji
kemurnian dari bahan tertentu, atau memisahkan berbagai komponen dari campuran.
Dalam beberapa situasi, GC dapat membantu dalam mengidentifikasi sebuah kompleks.
Dalam kromatografi gas, fase yang bergerak (atau mobile phase) adalah sebuah
operator gas, yang biasanya gas murni seperti helium atau yang tidak reactive seperti
gas nitrogen. Stationary atau fasa diam merupakan tahap mikroskopis lapisan cair atau
polimer yang mendukung gas murni, di dalam bagian darisistem pipa-pipa kaca atau
logam yang disebut kolom. Instrumen yang digunakan untuk melakukan kromatografi
gas disebut gas chromatograph (atau aerograph, gas pemisah).

Kromatografi gas yang pada prinsipnya sama dengan kromatografi kolom (serta
yang lainnya bentuk kromatografi, seperti HPLC, TLC), tapi memiliki beberapa
perbedaan penting. Pertama, proses memisahkan compounds dalam campuran
dilakukan antara stationary fase cair dan gas fase bergerak, sedangkan pada
kromatografi kolom yang seimbang adalah tahap yang solid dan bergerak adalah fase
cair. (Jadi, nama lengkap prosedur adalah kromatografi gas-cair, merujuk ke ponsel
dan stationary tahapan,masing-masing.) Kedua, melalui kolom yang lolos tahap gas
terletak di sebuah oven dimana temperatur gas yang dapat dikontrol, sedangkan
kromatografi kolom (biasanya) tidak memiliki kontrol seperti suhu. Ketiga, konsentrasi
yang majemuk dalam fase gas adalah hanya salah satu fungsi dari tekanan uap dari gas.

Kromatografi gas juga mirip dengan pecahan penyulingan, karena kedua proses
memisahkan komponen dari campuran terutama berdasarkan titik didih (atau tekanan
uap) perbedaan. Namun, pecahan penyulingan biasanya digunakan untuk memisahkan
komponen campuran pada skala besar, sedangkan GC dapat digunakan pada skala yang
lebih kecil (yakni microscale).

Umumnya terdiri dari pencadang gas pembawa (injector), tempat penyuntikan


zat, kolom terletak dalam thermostat, alat pendeteksi (detector) dan alat pencatat
(rekorder) yang ditampilkan pada komputer. Susunan alat tersebut dapat dibuat seperti
skema berikut:

Cara Pengoperasian Gas Chromatography

Sesudah alat-alat disiapkan, kolom, alat pendeteksi, suhu dan aliran gas
pembawa diatur hingga kondisi seperti yang tertera pada masing-masing monografi,
suntikkan larutan zat sejumlah yang tertera pada masing-masing monografi atau
larutan pada tempat penyuntikan zat menggunakan alat penyuntik mikro. Pemisahan
komponen-komponen dideteksi dan digambarkan dalam kromatografi. Letakkan kurva
pada kromatogram dinyakatakn dalam waktu retensi (waktu dari penyuntikan contoh
sampai puncak kurva pada kromatogram) atau volume retensi (waktu retensi x
kecepatan alir gas pembawa) yang tetap untuk tiap zat pada kondisi yang tetap. Dasar
ini digunakan untuk identifikasi. Dari luas daerah puncak urva atau tinggi puncak
kurva, komponen zat dapat ditetapkan secara kwantitatif.
Cara kalibrasi

Buat satu seri larutan . Setelah itu, suntikan dengan volume sama tiap larutan ke
dalam tempat penyuntikan zat. Gambar garis kalibrasi dari kromatogram, dengan berat
zat pada sumbu horizontal, dan tinggi puncak kurva atau luas daerah puncak kurva
pada sumbu vertical. Buat larutan zat seperti yang tertera pada masing-masing
monografi. Dari kromatogram yang diperoleh dengan kondisi yang sama seperti cara
memperoleh garis kalibrasi, ukur luas daerah puncak kurva atau tinggi puncak kurva.
Hitung jumlah zat menggunakan garis kalibrasi. Dalam cara kerja ini, semua harus
dikerjakan dengan kondisi yang betul-betul tetap.

[Link]

Gas Chromatography: (1) Prinsip Kerja.


Posted by asro pada 3 Oktober 2008

Secara umum, chromatography merupakan suatu istilah yang menggambarkan teknik yang
digunakan untuk memisahkan komponen-komponen dari suatu campuran/sample. Dalam gas
chromatography (GC), gas (yang biasa disebut carrier gas) digunakan untuk membawa sample
melewati lapisan (bed) material. Karena gas yang bergerak, maka disebut mobile phase (fasa
bergerak), sebaliknya lapisan material yang diam disebut stationary phase (fasa diam). Ketika
mobile phase membawa sample melewati stationary phase, sebagian komponen sample akan
lebih cenderung menempel ke stationary phase dan bergerak lebih lama dari komponen lainnya,
sehingga masing-masing komponen akan keluar dari stationary phase pada saat yang berbeda.
Dengan cara ini komponen-komponen sample dipisahkan.

Secara umum, peralatan GC terdiri dari: 1) Injection System; 2) Oven; 3) Control System; 4)
Column; 5) Detector; dan 6) Data Acquisition System.

Injection system digunakan untuk memasukkan/menyemprot gas dan sample kedalam column.
Ada beberapa jenis injection system: 1) Packed column injector; umumnya digunakan dengan
package column atau capillary column dengan diameter yang agak besar; injeksi dilakukan
secara langsung (direct injection). 2) Split/Splitless capillary injector, digunakan dengan
capillary column; sebagian gas/sample dibuang melalui split valve. 3) Temperature
programmable cool on-column, digunakan dengan cool capillary column, injeksi dilakukan
secara langsung.

Oven, digunakan untuk memanaskan column pada temperature tertentu sehingga mempermudah
proses pemisahan komponen sample.

Column, berisi stationary phase dimana mobile phase akan lewat didalamnya sambil membawa
sample. Secara umum terdapat 2 jenis column, yaitu: 1) Packed column, umumnya terbuat dari
glass atau stainless steel coil dengan panjang 1 5 m dan diameter kira-kira 5 mm. 2) Capillary
column, umumnya terbuat dari purified silicate glass dengan panjang 10-100 m dan diameter
kira-kira 250 m. Beberapa jenis stationary phase yang sering digunakan: a) Polysiloxanes
untuk nonpolar analytes/sample. b) Polyethylene glycol untuk polar analytes/sample. c)
Inorganic atau polymer packing untuk sample bersifat small gaseous species.

Control system, berfungsi untuk: 1) Mengontrol pressure dan flow dari mobile phase yang
masuk ke column. 2) Mengontrol temperature oven.

Detector, berfungsi mendeteksi adanya komponen yang keluar dari column. Ada beberapa
jenis detector, yaitu: 1) Atomic-Emission Detector (AED); cara kerjanya adalah: campuran
sample-gas yang keluar dari column diberi tambahan energy dengan menggunakan
microwave sehingga atom-atomnya bereksitasi; sinar eksitasi ini kemudian diuraikan oleh
diffraction grating dan diukur oleh photodiode array; kehadiran komponen dalam sample
dapat ditentukan dari adanya panjang gelombang eksitasi komponen tersebut yang diukur
oleh photodiode array. 2) Atomic-Emission Spectroscopy (AES) atau Optical Emission
Spectroscopy (OES); cara kerjanya: campuran sample-gas yang keluar dari column diberi
tambahan energy sehingga atom-atomnya bereksitasi; sumber energy tambahan ini
(excitation source) terdiri dari beberapa jenis yaitu direct-current-plasma (DCP), flame,
inductively-coupled plasma (ICP) dan laser-induced breakdown (LIBS); sinar eksitasi dari
berbagai atom ini kemudian diukur secara simultan oleh polychromator dan multiple
detector; polychromator disini berfungsi sebagai wavelength selector. 3)
Chemiluminescense Spectroscopy; cara kerjanya sama seperti pada AES yaitu mengukur
sinar eksitasi dari sample yang diberi tambahan energy; perbedaan dari AES adalah eksitasi
molekul sample bukan atom sample; selain itu, energy tambahan yang diberikan bukan
berasal dari sumber energy luar seperti lampu atau laser tetapi dihasilkan dari reaksi kimia
antara sample dan reagent; sinar eksitasi molekul sample ini kemudian diukur dengan
photomultiplier detector (PTM). 4) Electron Capture Detector (ECD); menggunakan
radioactive beta emitter (electron) untuk mengionisasi sebagian gas (carrier gas) dan
menghasilkan arus antara biased pair of electron; ketika molekul organik yang mengandung
electronegative functional groups seperti halogen, phosphorous dan nitro groups dilewati
detector, mereka akan menangkap sebagian electron sehingga mengurangi arus yang diukur
antara electrode. 5) Flame Ionization Detector (FID); terdiri dari hydrogen/air flame dan
collector plate; sample yang keluar dari column dilewatkan ke flame yang akan
menguraikan molekul organik dan menghasilkan ion-ion; ion-ion tersebut dihimpun pada
biased electrode (collector plate) dan menghasilkan sinyal elektrik. 6) Flame Photometric
Detector (FPD); digunakan untuk mendeteksi kandungan sulfur atau phosphorous pada
sample. Peralatan ini menggunakan reaksi chemiluminescent sample dalam hydrogen/air
flame; sinar eksitasi sebagai hasil reaksi ini kemudian diukur oleh PMT. 7) Mass
Spectrometry (MS); mengukur perbedaan mass-to-charge ratio (m/e) dari ionisasi atom
atau molekul untuk menentukan kuantitasi atom atau molekul tersebut. 8.) Nitrogen
Phosphorus Detector (NPD); prinsip kerjanya hampir sama dengan FID, perbedaan
utamanya adalah hydrogen/air flame pada FID diganti oleh heated rubidium silicate bead
pada NPD; sample dari column dilewatkan ke hot bead; garam rubidium yang panas akan
memancarkan ion ketika sample yang mengandung nitrogen dan phosphorous melewatinya;
sama dengan pada FID, ion-ion tersebut dihimpun pada collector dan menghasilkan arus
listrik. 9) Photoionization Detector (PID); digunakan untuk mendeteksi aromatic
hydrocarbon atau organo-heteroatom pada sample; sample yang keluar dari column diberi
sinar ultraviolet yang cukup sehingga terjadi eksitasi yang melepaskan electron (ionisasi);
ion/electron ini kemudian dikumpulkan pada electroda sehingga menghasilkan arus listrik.
10) Thermal Conductivity Detector (TCD); TCD terdiri dari electrically-heated wire atau
thermistor; temperature sensing element bergantung pada thermal conductivity dari gas
yang mengalir disekitarnya; perubahan thermal conductivity seperti ketika adanya molekul
organik dalam sample yang dibawah carrier gas, menyebabkan kenaikan temperature pada
sensing element yang diukur sebagai perubahan resistansi. 11) Photodiode Array Detector
(PAD); merupakan linear array discrete photodiode pada sebuah IC; pada spectroscopy,
PAD ditempatkan pada image plane dari spectroscopy sehingga memungkinkan deteksi
panjang gelombang pada rentang yang luas bisa dilakukan secara simultan.

Data Aquisition, berfungsi sebagai: 1) Control automatic calibration; 2) Gas analysis; dan
3) Graphics & Reporting. Data aquisition merupakan perangkat gabungan dari Software dan
Hardware (PC, Interface & Communication).

Technical Specification; Beberapa parameter yang menjadi ukuran spesifikasi teknis GC,
antara lain: 1) Analytes; menyatakan komponen-komponen yang akan dianalisa/dideteksi.
2) Quantification limit (detectability); menyatakan kemampuan deteksi terkecil, dinyatakan
dalam persen. 3) Measurement range; menyatakan kemampuan rentang pengukuran GC. 4)
Communication Port ; digital port untuk komunikasi dengan PC atau perangkat digital
lainnya. 5) Electrical Power Supply (voltage, phase, frequency, power).
[Link]

DEFINISI, INSTRUMENTASI, PRINSIP KERJA, DAN


METODE ANALISIS GAS CROMATOGRAFY MASS
SPECTROMETRY (GCMS)

DEFINISI, INSTRUMENTASI, PRINSIP KERJA, DAN METODE ANALISIS

GAS CROMATOGRAFY MASS SPECTROMETRY (GCMS)

A. Defenisi Gas Cromatografy Mass Spectrometry (GCMS)

GCMS merupakan metode pemisahan senyawa organik yang menggunakan dua


metode analisis senyawa yaitu kromatografi gas (GC) untuk menganalisis jumlah
senyawa secara kuantitatif dan spektrometri massa (MS) untuk menganalisis
struktur molekul senyawa analit.

Gas kromatografi merupakan salah satu teknik spektroskopi yang menggunakan


prinsip pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan migrasi komponen-
komponen penyusunnya. Gas kromatografi biasa digunakan untuk mengidentifikasi
suatu senyawa yang terdapat pada campuran gas dan juga menentukan
konsentrasi suatu senyawa dalam fase gas.

Spektroskopi massa adalah suatu metode untuk mendapatkan berat molekul


dengan cara mencari perbandingan massa terhadap muatan dari ion yang
muatannya diketahui dengan mengukur jari-jari orbit melingkarnya dalam medan
magnetik seragam.

Penggunaan kromatografi gas dapat dipadukan dengan spektroskopi massa.


Paduan keduanya dapat menghasilkan data yang lebih akurat dalam
pengidentifikasian senyawa yang dilengakapi dengan struktur molekulnya.

Kromatografi gas ini juga mirip dengan distilasi fraksional, karena kedua
proses memisahkan komponen dari campuran terutama berdasarkan pada
perbedaan itik didih (atau tekanan uap). Namun, distilasi fraksional biasanya
digunakan untuk memisahkan komponen-komponen dari campuran pada skala
besar, sedangkan GC dapat digunakan padaskala yang lebih kecil (yaitu mikro)
(Pavia:2006).

B. Instrumentasi Cromatografy Mass Spectrometry (GCMS)

Rangkaian instrumentasi untuk gas kromatografi dan spekstroskopi massa


bergabung menjadi satu kesatuan rangkaian yang sering disebut dengan GCMS.
Secara umum rangkaian GCMS :

Gambar 1. Diagram Alir Kromatografi Gas-Cair

(Sumber: [Link] tanggal 12


Des 2011)

Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing instrument pada


rangkaian GCMS.

1. Instrumentasi Gas Kromatograf


a. Carrier Gas Supply

Gas pembawa (carrier gas) pada kromatografi gas sangatlah penting. Gas yang
dapat digunakan pada dasarnya haruslah inert, kering, dan bebas oksigen. Kondisi
seperti ini dibutuhkan karena gas pembawa ini dapat saja bereaksi dan dapat
mempengaruhi gas yang akan dipelajari atau diidentifikasi.

b. Injeksi Sampel

Sejumlah kecil sampel yang akan dianalisis diinjeksikan pada mesin


menggunakan semprit kecil. Jarum semprit menembus lempengan karet tebal
(Lempengan karet ini disebut septum) yang mana akan mengubah bentuknya
kembali secara otomatis ketika semprit ditarik keluar dari lempengan karet
tersebut.

c. Kolom

Ada dua tipe utama kolom dalam kromatografi gas-cair. Tipe pertama, tube
panjang dan tipis berisi material padatan; Tipe kedua, lebih tipis dan memiliki fase
diam yang berikatan dengan pada bagian terdalam permukaannya. Ada tiga hal
yang dapat berlangsung pada molekul tertentu dalam campuran yang diinjeksikan
pada kolom:

Molekul dapat berkondensasi pada fase diam.


Molekul dapat larut dalam cairan pada permukaan fase diam

Molekul dapat tetap pada fase gas

[Link] Spekstroskopi massa

a. Sumber Ion

Setelah melewati rangkaian gas kromatografi, sampel gas yang akan diuji
dilanjutkan melalui rangkaian spekstroskopi massa. Molekul-molekul yang melewati
sumber ion ini diserang oleh elektron, dan dipecah menjadi ionion positifnya. Tahap
ini sangatlah penting karena untuk melewati filter, partikel-partikel sampel haruslah
bermuatan.

b. Filter

Selama ion melui rangkaian spekstroskopi massa, ion-ion ini melalui rangkaian
elektromagnetik yang menyaring ion berdasarkan perbedaan masa. Para ilmuwan
memisahkan komponen-komponen massa untuk kemudian dipilih yang mana yang
boleh melanjutkan yang mana yang tidak (prinsip penyaringan). Filter ini terus
menyaring ion-ion yang berasal dari sumber ion untuk kemudian diteruskan ke
detektor.

c. Detektor

Ada beberapa tipe detektor yang biasa digunakan. Detektor ionisasi nyala
dijelaskan pada bagian bawah penjelasan ini, merupakan detektor yang umum dan
lebih mudah untuk dijelaskan daripada detektor alternatif lainnya.

Dalam mekanisme reaksi, pembakaran senyawa organik merupakan hal yang


sangat kompleks. Selama proses, sejumlah ion-ion dan elektron-elektron dihasilkan
dalam nyala. Kehadiran ion dan elektron dapat dideteksi. Seluruh detektor ditutup
dalam oven yang lebih panas dibanding dengan temperatur kolom. Hal itu
menghentikan kondensasi dalam detektor.
Hasil detektor akan direkam sebagai urutan puncak-puncak; setiap puncak
mewakili satu senyawa dalam campuran yang melalui detektor. Sepanjang anda
mengontrol secara hati-hati kondisi dalam kolom, anda dapat menggunakan waktu
retensi untuk membantu mengidentifikasi senyawa yang tampak-tentu saja anda
atau seseorang lain telah menganalisa senyawa murni dari berbagai senyawa pada
kondisi yang sama.

C. Prinsip Kerja Cromatografy Mass Spectrometry (GCMS)

1. Kromatograf Gas (Gas Chromatography)

Kromatografi gas (GC) merupakan jenis kromatografi yang digunakan dalam


kimia organik untuk pemisahan dan analisis. GC dapat digunakan untuk menguji
kemurnian dari bahan tertentu, atau memisahkan berbagai komponen dari
campuran. Dalam beberapa situasi, GC dapat membantu dalam mengidentifikasi
sebuah senyawa kompleks.

Dalam kromatografi gas, fase yang bergerak (atau "mobile phase") adalah
sebuah operator gas, yang biasanya gas murni seperti helium atau yang tidak
reactive seperti gas nitrogen. Stationary atau fasa diam merupakan tahap
mikroskopis lapisan cair atau polimer yang mendukung gas murni, di dalam bagian
dari sistem pipa-pipa kaca atau logam yang disebut kolom. Instrumen yang
digunakan untuk melakukan kromatografi gas disebut gas chromatograph (atau
"aerograph", "gas pemisah").

2. Spektroskopi Massa (Mass Spectrometry)

Umumnya spektrum massa diperoleh dengan mengubah senyawa suatu


sample menjadi ion-ion yang bergerak cepat yang dipisahkan berdasarkan
perbandingan massa terhadap muatan.

Spektroskopi massa mampu menghasilkan berkas ion dari suatu zat uji,
memilah ion tersebut menjadi spektum yang sesuai dengan perbandingan massa
terhadap muatan dan merekam kelimpahan relatif tiap jenis ion yang ada.
Umumnya hanya ion positif yang dipelajari karena ion negative yang dihasilkan dari
sumber tumbukan umumnya sedikit.

3. Kombinasi GCMS

Saat GC dikombinasikan dengan MS, akan didapatkan sebuah metode analisis


yang sangat bagus. Peneliti dapat menganalisis larutan organik, memasukkannya
ke dalam instrumen, memisahkannya menjadi komponen tinggal dan langsung
mengidentifikasi larutan tersebut. Selanjutnya, peneliti dapat menghitung analisa
kuantitatif dari masing-masing komponen. Pada Gambar 4, sumbu z menyatakan
kelimpahan senyawa, sumbu x menyatakan spektrum kromatografi, dan sumbu y
menyatakan spektrum spektroskopi massa. Untuk menghitung masing-masing
metode dapat divisualisasikan ke dalam grafik dua dimensi.

4. Metode Analisis Cromatografy Mass Spectrometry (GCMS)

Pada metode analisis GCMS (Gas Cromatografy Mass Spektroscopy) adalah


dengan membaca spektra yang terdapat pada kedua metode yang digabung
tersebut. Pada spektra GC jika terdapat bahwa dari sampel mengandung banyak
senyawa, yaitu terlihat dari banyaknya puncak (peak) dalam spektra GC tersebut.
Berdasarkan data waktu retensi yang sudah diketahui dari literatur, bisa diketahui
senyawa apa saja yang ada dalam sampel.

Selanjutnya adalah dengan memasukkan senyawa yang diduga tersebut ke


dalam instrumen spektroskopi massa. Hal ini dapat dilakukan karena salah satu
kegunaan dari kromatografi gas adalah untuk memisahkan senyawa-senyawa dari
suatu sampel. Setelah itu, didapat hasil dari spektra spektroskopi massa pada grafik
yang berbeda.

Informasi yang diperoleh dari kedua teknik ini yang digabung dalam
instrumen GC/MS adalah tak lain hasil dari masing-masing spektra. Untuk spektra
GC, informasi terpenting yang didapat adalah waktu retensi untuk tiap-tiap senyawa
dalam sampel. Sedangkan untuk spektra MS, bisa diperoleh informasi mengenai
massa molekul relatif dari senyawa sampel tersbut.

Tahap-tahap suatu rancangan penelitian GC/MS:

1. Sample preparation
2. Derivatisation

3. Injeksi

Menginjeksikan campuran larutan ke kolom GC lewat heated injection port.


GC/MS kurang cocok untuk analisa senyawa labil pada suhu tinggi karena akan
terdekomposisi pada awal pemisahan.

4. GC separation

Campuran dibawa gas pembawa (biasanya Helium) dengan laju alir


tertentu melewati kolom GC yang dipanaskan dalam pemanas. Kolom GC memiliki
cairan pelapis (fasa diam) yang inert.

5. MS detector

Aspek kualitatif : lebih dari 275.000 spektra massa dari senyawa yang tidak
diketahui dapat teridentifikasi dengan referensi komputerisasi.

Aspek kuantitatif : dengan membandingkan kurva standar dari senyawa


yang diketahui dapat diketahui kuantitas dari senyawa yang tidak diketahui.

6. Scanning

Spektra massa dicatat secara reguler dalam interval 0,5-1 detik selama
pemisahan GC dan disimpan dalam sistem instrumen data untuk digunakan dalam
analisis. Spektra massa berupa fingerprint ini dapat dibandingkan dengan acuan.
Daftar Pustaka

Fowlis, Ian A.,1998. Gas Chromatography Analytical Chemistry by Open Learning. John
Wiley & Sons Ltd: Chichester.

Pavia, Donald L., Gary M. Lampman, George S. Kritz, Randall G. Engel


(2006). Introduction to Organic Laboratory Techniques (4th Ed.). Thomson
Brooks/Cole. pp. 797817.

Skoog, Douglas A., Donald M. West, F. James Holler. 1991. Fundamental of Analytical
Chemistry. Seventh Edition. New York: Saunders College Publishing.

Posted 14th February 2012 by moh fuad rofiqi

Labels: semangat pagi

fuad rofqi

@fuadrofqi

Beranda

1.
Nov

26

Sekilas tentang IKM UI

Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia adalah wadah formal


dan legal bagi seluruh aktivitas kemahasiswaan di Universitas Indonesia.
Wadah formal dan legal yang dimaksud adalah wadah yang diakui dan sesuai
dengan peraturan hukum yang berlaku yang menampung dan mengikat
seluruh aktivitas kemahasiswaan di Universitas Indonesia. Lingkup IKM UI
yang sangat luas ini dapat menjadi suatu keuntungan dan kerugian,
tergantung bagaimana kita memanfaatkan IKM UI ini. Salah satu keuntungan
adalah besarnya sumber daya potensial yang IKM UI miliki, mulai dari sumber
daya manusia, dana, tempat, dll. Namun, besarnya potensial itu akan sia-sia
ketika pemegang kekuasaan di tingkat UI tidak mampu mengelola hal
tersebut. Salah satu upaya yang sedang dijalankan untuk mengoptimalkan
hal ini adalah dengan memberikan status keanggotaan aktif IKM UI kepada
mahasiswa baru dengan proses yang yang dibuat sedemikian rupa sehingga
dapat menjalankan amanat UUD IKM UI secara baik.

Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia mengadopsi nilai-nilai


ketatanegaraan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kemahasiswaan.
Dengan demikian diambillah konsep trias politica yakni pembagian
kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Dalam IKM UI, kekuasaan
legislatif diamanahkan kepada DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa)
Universitas Indonesia. Kekuasaan eksekutif diserahkan kepada BEM (Badan
Eksekutif Mahasiswa) Universitas Indonesia. Sedangkan kekuasaan yudikatif
diamanahkan kepada MM (Mahkamah Mahasiswa) Universitas Indonesia.
Selain lembaga-lembaga tersebut, ada juga lembaga tinggi lain di tingkat UI
seperti MWA (Majelis Wali Amanat) dan BAK (Badan Audit Kemahasiswaan).
Nilai-nilai ketatanegaraan yang dianut adalah adanya pemisahan cabang
kekuasaan yang diwujudkan dalam struktur Ikatan Keluarga Mahasiswa
Universitas Indonesia yang menganut prinsip check and balances
antarlembaga tinggi tingkat UI, adanya hierarki peraturan, dan adanya
pembagian kekuasaan antara tingkat Universitas dengan tingkat fakultas
sehingga membentuk tata pemerintahan yang disesuaikan dengan
kebutuhan kemahasiswaan (student governance). Ikatan Keluarga Mahasiswa
Universitas Indonesia berdasarkan atas hukum (rechts/law) dan tidak
berdasarkan atas kekuasaan yang tidak terbatas (machts/power), sehingga
peran DPM UI sangatlah besar dalam pembuatan peraturan-peraturan yang
berlaku.

Selanjutnya membahas objek dari IKM UI, adalah keanggotaan IKM UI.
Anggota Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia adalah mahasiswa
yang terdaftar secara akademik di Universitas Indonesia. Anggota Ikatan
Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia terdiri dari anggota aktif dan
biasa. Anggota aktif adalah anggota Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas
Indonesia yang telah mengikuti prosedur penerimaan anggota aktif dan
mendapatkan rekomendasi dari fakultas. Anggota biasa adalah anggota
Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia yang tidak termasuk ke
dalam anggota aktif Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia.

Dibutuhkan suatu semangat baru untuk kembali kepada aturan yang


ada. Implementasi UUD IKM UI yang belum sepenuhnya berjalan dengan baik
dan benar sehingga yang lebih penting adalah bagaimana cara kita
meluruskan kembali pemahaman-pemahaman kita terhadap kemahasiswaan
di UI, selanjutnya mengenai segala hal-hal dan permasalahan yang belum
dijelaskan di UUD IKM UI dapat diperjelas dengan peraturan-peraturan
turunan seperti tap dan undang-undang, yang terpenting tidak terdapat
perbedaan pendapat dalam UUD IKM UI. Saat ini merupakan momentum
yang tepat untuk kembali ke asal, yakni UUD IKM UI. Melalui Komisi
Keanggotaan IKM, pembenahan keanggotaan dari segala aspek menjadi kunci
tercapainya IKM UI yang ideal. Perubahan dapat dilakukan selama dapat
dipertanggungjawabkan dihadapan UUD IKM UI dan peraturan-peraturan lain.
Perubahan ini harus konsisten dan berkesinambungan, dalam artian
kedepannya harus ada yang menjaga nilai-nilai ini dan memastikan nilai-nilai
tersebut berjalan sesuai harapan.

"Perubahan yang bertanggung jawab adalah perubahan yang dinamis dan


berkelanjutan"

Posted 26th November 2012 by moh fuad rofiqi

2.

Nov

19
Filtrasi

Filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat terhadap zat cair dari
suatu slurry dengan menggunakan media porous, yang meneruskan zat
cairnya serta menahan padatannya, sehingga zat padat tersebut (cake)
bekerja sebagai media porous yang baru.

Filtrasi bertujuan memisahkan padatan dari campuran fasa cair dengan


driving force perbedaan tekanan sehingga mendorong fasa cair melewati
lapisan suport pada medium filter. Pada proses filtrasi, pemisahan padatan
akan tertahan pada medium penyaring. Sedangkan fasa cair yang melewati
medium filter berupa limbah/ hasil sampingnya.

Prosedur filtrasi sederhana dapat diterapkan langsung pada benda padat


yang bentuknya tetap. Sebaliknya, diperlukan perlakuan-perlakuan khusus
sebelum dan sesudah proses filtrasi jika padatan yang akan dipisahkan
berupa cairan yang mudah terdeformasi atau berukuran kecil dan relatif sulit
diambil dari suspensi cair. Filtrasi sering diterapkan pada proses-proses
biologis seperti memisahkan ekstrak juice atau memisahkan mikroorganisme
dari medium fermentasinya. Pada proses-proses pemisahan yang sulit, proses
filtrasi konvesional harus didukung dengan teknologi lain agar filtrasi lebih
praktis, cepat, dan kualitas produk tidak terdegradasi.

Pada umumnya, penerapan teknologi filtrasi pada industri kimia telah


banyak mengalami modifikasi. Modifikasi ini terutama dilakukan untuk
memperbaiki sifat dan karakteristik fisika dan kimiawi cake yang
terakumulasi pada medium filter. Padatan cake umumnya dipisahkan dari
medium filter dengan penambahan aditif tertentu. Padatan cake akan
membentuk ageregat yang semakin lama semakin besar sehingga mudah
dilepas dari medium filternya. Padatan lain yang biasa ditambahkan adalah
filter aid. Tanpa filter aid akumulasi cake pada medium filter akan sangat
sedikit karena terbawa aliran cross flow yang besar.
Berdasarkan pada prinsip kerjanya, filtrasi dapat dibagi menjadi tiga
bagian, yaitu:

1. Pressure filtration,

Filtrasi yang pengaliran bahannya menggunakan tekanan. Filtrasi


tekanan, cairan dipaksa melalui celah filter dengan tekanan atmosfer secara
langsung, udara yang kelelahan dari penerima, atau oleh tekanan hidrostatik,
yang diperoleh baik dengan cara melakukan kolom tinggi cairan tersebut,
atau oleh pompa dorong. Dengan metode pertama, disebut filtrasi hisap,
cairan mungkin terpaksa turun melalui saringan ke penerima, endapan
terkumpul di atas saringan dan menjadi bagian dari lapisan penyaringan. Hal
ini kadang-kadang menyebabkan kesulitan, untuk partikel tertentu presipitat
bersatu untuk membentuk lapisan kedap air. Atau filtrat dapat ditarik ke atas
melalui filter, yang tersuspensi dalam cairan yang akan disaring, sehingga
menyumbat tidak terjadi begitu mudah, sebagai bagian besar dari endapan
mengendap ke bagian bawah bejana dan tidak bertemu dengan filter sampai
sebagian besar cairan telah dihilangkan.

Dalam pekerjaan teknis, tekanan biasanya diperoleh oleh filter press


(Gambar 8 dan 8 a). Ini adalah kerangka besi yang kuat, di mana jumlah sel
penyaring timur-besi atau perunggu didukung. Setiap sel terdiri dari dua pelat
logam datar dengan tepi diangkat, dipisahkan oleh "bingkai jarak" berongga
dari logam yang sama. Ada sebuah lubang di tengah piring masing-masing,
dan alur pada setiap permukaan yang mengarah ke pembukaan di tepi
bawah piring. Filter terbuat dari dua potong kain, sedikit lebih besar dari
piring, menjahit bersama-sama sepanjang margin dari lubang lingkaran kecil
dipotong di tengah masing-masing. Salah satu bagian dari kain dilewatkan
melalui lubang di piring, dan kemudian kedua potongan tersebar lancar, satu
di kedua sisi piring.

Piring lain disiapkan dengan cara yang sama, dan kerangka jarak yang
telah ditempatkan di antara mereka, sel yang terbentuk diatur secara vertikal
dalam rangka Tekan, di mana ia didukung oleh lugs pada setiap piring dan
bingkai jarak. "Ketika nomor yang diinginkan sel siap, mereka secara ketat
dijepit bersama-sama dengan cara sekrup yang berat, yang melewati salah
satu ujung frame pers. Dengan demikian serangkaian sel, dilapisi dengan
kain saring dan dihubungkan oleh saluran lurus melalui lubang pusat,
terbentuk. Sebuah pompa kekuatan yang mendorong cairan yang disaring ke
dalam sel, di mana ia berpindah dari satu ke yang lain sampai mereka semua
penuh. Tekanan hidrostatik memaksa cairan tersebut melalui filter ke dalam
alur di piring, sepanjang yang mengalir, dan lolos melalui bukaan di sisi
bawah piring. Sedimen disimpan oleh kain terkumpul sakit sel dan
membentuk cake yang solid, yang akhirnya mengisi masing-masing sel
sepenuhnya. Proses ini kemudian berhenti, sel-sel yang diambil terpisah, dan
cake dari sedimen yang telah dihilangkan, sel-sel dikembalikan pada rangka
tekan, untuk 'bisa kembali dioperasikan.

2. Gravity filtration, filtrasi yang pengaliran bahannya didasarkan pada gaya


beratnya sendiri.

3. Vacuum filtration, filtrasi yang pengaliran bahannya dilakukan dengan


prinsip penghampaan (penghisapan).

Media Filter

Sebenarnya untuk media filtrasi itu sendiri dapat dikatetgorikan menjadi


beberapa jenis di antaranya berdasarkan gradient tekanan sebagai gaya
dorongnya dan pemeabilitasnya yaitu (Mulder,1996):

a. Membran mikrofiltrasi, membran jenis ini beroperasi pada


tekanan berkisar 0,1-2 bar dan batasan permeabilitas-nya lebih
besar dari 50 L/[Link].
b. Membran ultrafiltrasi, Membran jenis ini beroperasi pada
tekanan antara 1-Bar dan batasan permeabilitas-nya adalah 10-
50 L/[Link]

c. Membran nanofiltrasi, Membran ini beroperasi pada tekanan


antara 5-20 bar dan batasan permeabilitas-nya mencapai 1,4 12
L/[Link]
d. Membran reverse osmosis, Membran jenis ini beroperasi pada
tekanan antara 10-100 Bar dan batasan permeabilitas-nya
mencapai 0,05-1,4 L/[Link].

Namun, pada proses operasi filtrasi umumnya dikenal dua macam media
filter yaitu media filter primer dan media filter sekunder. Media filter primer
sebenarnya berperan bukan sebagai media filter melainkan sebagai media
penahan padatan dan pembentukkan cake pada awal pengopersian.
Sehingga media filter ini merupakan membran atau kertas saring (filter cloth)
yang untuk pemakaian pertama kali.

Sedangkan media filter sekunder merupakan media filter yang berisikan


cake yang telah membentuk lapisan-lapisan dengan variasi ketebalan cake
dan sering dikenal dengan media filter sesungguhnya. Hal ini disebabkan
pada operasi di lapangan, cake sendirilah yang memiliki kemampuan untuk
mengadakan tahanan terhadap laju aliran slurry dan memisahkan padatan
secara umum.

Suatu medium filter (septum) pada setiap filter harus memenuhi syarat-
syarat, yaitu sebagai berikut:

1. Harus dapat menahan zat padat yang akan disaring, dan menghasilkan
filtrat yang cukup jernih.
2. Tidak mudah tersumbat.

3. Harus tahan secara kimia dan kuat secara fisik dalam kondisi proses.

4. Harus memungkinkan penumpukan ampas, dan pengeluaran ampas


secara total dan bersih.

5. Tidak boleh terlalu mahal.

Dalam filtrasi industri medium filter yang banyak digunakan ialah kain
kanvas, baik yang dengan anyaman kepar atau yang lain. Dalam hal ini
terdapat kanvas dengan berbagai bobot dan anyaman, masing-masing untuk
penggunaan tertentu. Untuk zat cair yang bersifat korosif digunakan medium
filter yang lain, seperti kain wol, tenunan logam monel atau baja tahan karat,
tenunan gelas atau, kertas. Kain sintetis seperti nilon, polipropilena, Saran
dan Dacron juga sangat tahan secara kimia.

Filter berdasarkan sistem kontrol kecepatan:

1. Constant rate

Debit hasil proses filtrasi konstan sampai pada level tertentu. Hal ini
dilakukan dengan memberikan kebebasan kenaikan level muka air di atas
media filter.

2. Declining rate

Debit hasil proses filtrasi menurun seiring dengan waktu filtrasi atau level
muka air di atas media filter dirancang pada nilai yang tetap.

Pada operasi filtrasi, umumnya dikenal dua macam media filter, yaitu:

1. Media filter primer

Media filter primer sebenarnya bukan suatu media filter yang sesungguhnya,
melainkan sebagai media filter pembantu yang menahan zat padat pada
permulaan proses. Media filter primer ini dapat berupa kain, kertas saring,
dan sebagainya, yang dipasang pada permukaan filter.

2. Media filter sekunder

Zat padat yang tertahan di permukaan filter membentuk lapisan cake yang
dapat berfungsi sebagai media filter yang sesungguhnya. Media filter inilah
yang merupakan media filter sekunder. Tebal cake perlu
diperkirakan/diperhitungkan karena akan mempengaruhi besarnya penahan
filtrasi. Filtrasi dapat dianggap dimulai dengan penahanan sama dengan nol,
yang berarti belum terbentuk cake. Dalam hal ini perlu dihitung suatu
besaran Ve (volum ekivalen), ialah volum filtrat yang menghasilkan cake
yang mempunyai penahanan sama dengan filter cloth (media filter primer)
serta saluran-saluran dalam filter yang dipakai untuk penyaringan.

Cake dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

1. Compressible cake, yaitu cake yang mengalami perubahan stuktur dalam


oleh adanya tekanan (ruang porous dalam cake mengecil, tahanan filtrasi
makin besar). Hal ini mengakibatkan proses filtrasi menjadi semakin sulit.
Peristiwa ini terjadi terutama bila bahan yang disaring berbentuk kolodial.

2. Non compressible cake, yaitu cake yang tidak mengalami perubahan


struktur walaupun diadakan penekanan terhadapnya. Dalam praktek, non
compressible cake ini tidak ada, tetapi untuk mempermudah perhitungan
diadakan pendekatan dengan memakai rumus-rumus yang berlaku untuk non
compressible cake.

Dalam sistem filtrasi ada berbagai jenis filter, antara lain :

1. Filter Mekanik

Filter mekanik secara harfiah dapat diartikan sebagai sebuah alat untuk
memisahkan material padatan dari air secara fisika (berdasarkan ukurannya)
dengan cara menangkap/menyaring material-material tersebut sehingga
tidak lagi dijumpai terapung/melayang di dalam air . Bahan yang diperlukan
untuk sebuah filter mekanik dengan demikian adalah berupa bahan yang
tahan lapuk, memiliki lubang-lubang (pori-pori) dengan diameter tertentu
sehingga dapat menahan atau menangkap partikel-partikel yang berukuran
lebih besar dari diameter media filter tersebut.

Media filter mekanik (bahan yang digunakan untuk menyaring atau


menangkap partikel) memiliki ukuran diamater lubang atau ukuran pori
beragam, dari satuan mikron (sepersejuta meter) hingga satuan centimeter
(sseperseratus meter), tergantung dari bahan yang digunakan. Diatom atau
membran berpori-mikro, misalnya, memiliki pori-pori dengan satuan ukuran
mikron sehingga selain dapat menahan suspensi juga dapat menangkap
infusoria, bakteri dan algae berseltunggal. Sedangkan jenis yang lain bisa
mempunyai ukuran pori lebih besar. Hal yang menarik dari ukuran pori ini
adalah diameter efektifnya. Secara alamiah akan terjadi bahwa efektifitas
filter mekanik akan meningkat dengan berjalannya waktu. Diameter pori filter
yang semula hanya dapat menangkap partikel yang berkukuran lebih besar
dari diameter porinya, dengan berjalannya waktu akan dapat pula
menangkap partikel yang berukuran lebih kecil. Hal demikian dapat terjadi,
karena dengan adanya halangan yang diakibatkan oleh partikel yang terjebak
dan menutup lubang pori semula, maka ukuran pori efektif yang berfungsi
akan semakin mengecil, sehingga partikel lebih kecil pun lama-lama akan
bisa tertangkap. Keadaan ini dapat membawa ke kesimpulan yang salah,
bahwa filter mekanik semakin lama akan semakin efektif. Pada kenyataannya
tidak demikian, dengan semakin "efektifnya" filter mekanik akan membawa
ke keadaan dimana tidak akan ada lagi sebuah partikelpun, termasuk air,
yang bisa dilewatkan. Dengan kata lain filter akan tersumbat total sehingga
gagal berfungsi.

Hal yang umum terjadi adalah semakin halus pori-pori media filter mekanik
yang digunakan akan semakin cepat pula penyumbatan terjadi. Apabila
penggunakan media

sangat halus ini perlu, dilakukan maka dengan menggunakan sistem filter
mekanik bertingkat akan dapat menolong mengurangi resiko terjadinya
penyumbatan dengan cepat.

Filter mekanik perlu dirawat dan dibersihkan secara periodik agar dapat tetap
berfungsi dengan baik. Kontrol terhadap kondisi filter ini sebaiknya dilakukan
secara rutin. Apabila media sudah tidak dapat lagi berfungsi dengan baik
karena rusak atau terdekomposisi, maka perlu dilakukan penggantian dengan
media baru.

2. Filter Biologi
Filter biologi adalah filter yang bekerja dengan bantuan jasad-jasad renik,
khususnya, bakteri dari golongan pengurai amonia. Untuk itu, agar jasad-
jasad renik tersebut dapat hidup dengan baik di dalam filter dan melakukan
fungsinya dengan optimal diperlukan media dan lingkungan yang sesuai bagi
pertumbuhan dan perkembangan jasad-jasad renik tersebut.

Filter biologi secara periodik perlu dibersihkan, terutama untuk


menghilangkan partikel-partikel yang mungkin dapat menimbulkan
penyumbatan. Pembersihan perlu dilakukan dengan hati-hati jangan sampai
membuat bakteri yang hidup disana mati. Pembersihan dapat dilakukan
dengan cara dibilas dengan menggunakan air bersih bebas klorin.

Fungsi utama filter biologi adalah mengurangi atau menghilangkan amonia


dari air. Untuk memahami lebih jauh mengenai filter biologi, kita ambil contoh
sistem dalam akuarium. Seperti diketahui ikan melepaskan amonia (NH 3 atau
amonium, NH4) ke dalam air, terutama melalui insangnya. Jumlah yang
dikeluarkan tergantung dari banyaknya pakan yang dikonsumsi. Secara
umum dapat dikatakan bahwa setiap 1 kg pakan akan menghasilkan 37 gram
amonia. Dengan demikian dapat diperkirakan berapa banyak konsentrasi
amonia yang akan dikeluarkan ikan setiap hari yang perlu dinetralisir oleh
sebuah filter biologi.

3. Filter Kimia
Rasanya tidak mudah untuk mendefinisikan sebuah filter kimia, karena
sepintas fungsinya hampir sama saja dengan sebuah filter mekanik.
Perbedaannya terletak pada ukuran partikel yang di"garap", oleh karena itu
boleh dikatakan bahwa filter kimia adalah sebuah filter mekanik yang bekerja
pada skala molekuler.
Seperti diungkapakan sebelumnya, filter mekanik bekerja dengan menangkap
suspensi, maka filter kimia bekerja dengan menangkap bahan terlarut,
seperti: gas, bahan organik terlarut, dan sejenisnya. Mekanisme ini dilakukan
dengan bantuan media filter berupa arang aktif, resin ion, dan zeolit, atau
melalui fraksinasi air.
Filter kimia dapat melakukan fungsinya dengan tiga cara, yaitu:
a. Serapan (Absorpsi)
Absorpsi merupakan suatu proses dimana suatu partikel terperangkap ke
dalam struktur suatu media dan seolah-olah menjadi bagian dari keseluruhan
media tersebut. Proses ini dijumpai terutama dalam media karbon aktif.
Karbon aktif memiliki ruang pori sangat banyak dengan ukuran tertentu. Pori-
pori ini dapat menangkap partikel-partikel sangat halus (molekul) dan
menjebaknya disana. Dengan berjalannya waktu pori-pori ini pada akhirnya
akan jenuh dengan partikel-partikel sangat halus sehingga tidak akan
berfungsi lagi. Sampai tahap tertentu beberapa jenis arang aktif dapat di
reaktivasi kembali, meskipun demikian tidak jarang yang disarankan untuk
sekali pakai. Reaktifasi karbon aktif sangat tergantung dari metode aktifasi
sebelumnya, oleh karena itu perlu diperhatikan keterangan pada kemasan
produk tersebut.

Secara umum karbon/arang aktif biasanya dibuat dari arang tempurung


dengan pemanasan pada suhu 600-2000C pada tekanan tinggi. Pada kondisi
ini akan terbentuk rekahan-rekahan (rongga) sangat halus dengan jumlah
yang sangat banyak, sehingga luas permukaan arang tersebut menjadi besar.
1 gram karbon aktif, pada umumnya memiliki luas permukaan seluas 500-
1500 m2, sehingga sangat efektif dalam menangkap partikel-partikel yang
sangat halus berukuran 0.01-0.0000001 mm.

Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak
dengan karbon tersebut, baik di air maupun di udara. Apabila dibiarkan di
udara terbuka, maka dengan segera akan menyerap debu halus yang
terkandung di udara(polusi). Dalam waktu 60 jam biasanya karbon aktif
tersebut manjadi jenuh dan tidak aktif lagi. Oleh karena itu biasanya arang
aktif di kemas dalam kemasan yang kedap udara.

b. Pertukaran Ion

Pertukaran ion merupakan suatu proses dimana ion-ion yang terjerap pada
suatu permukaan media filter ditukar dengan ion-ion lain yang berada dalam
air. Proses ini dimungkinkan melalui suatu fenomena tarik menarik antara
permukaan media bermuatan dengan molekul-molekul bersifat polar. Apabila
suatu molekul bermuatan menyentuh suatu permukaan yang memiliki
muatan berlawanan maka molekul tersebut akan terikat secara kimiawi pada
permukaan tersebut.

Pada kondisi tertentu molekul-molekul ini dapat ditukar posisinya dengan


molekul lain yang berada dalam air yang memiliki kecenderungan lebih tinggi
untuk diikat. Dengan demikian maka proses pertukaran dapat terjadi. Media
yang dapat melakukan proses pertukaran seperti ini diantaranya adalah
zeolit (baik alami atau buatan) dan resin.

Proses pertukaran yang berlangsung secara umum mengikuti kaidah-kaidah


tertentu yaitu, pertama kali kation-kation dengan valensi lebih besar akan
dipertukarkan terlebih dahulu sebelum kation-kation dengan valensi lebih
kecil. Kemudian, kation yang konsentrasinya paling tinggi didalam akuarium
akan dijerap telebih dahulu walaupun valensi lebih kecil. Filter kimia dapat
diberlakukan untuk "menjernihkan" air dari partikel-partikel berukuran
molekuler yang tidak bisa diproses secara mekanik atau biologi. Beberapa hal
yang bisa dihilangkan dengan filter kimia di antaranya adalah pengaruh
racun, kesadahan, warna dan partikel organik terlarut.

c. Jerapan (Adsorpsi).

Jerapan adalah suatu proses dimana suatu partikel "menempel" pada suatu
permukaan akibat dari adanya "perbedaan" muatan lemah diantara kedua
benda (gaya Van der Waals), sehingga akhirnya akan terbentuk suatu lapisan
tipis partikel-pertikel halus pada permukaan tersebut. Permukaan karbon
yang mampu menarik molekul organik misalnya merupakan salah satu
contoh mekanisme jerapan, begitu juga yang terjadi pada antar muka air-
udara, yaitu mekanisme yang terjadi pada suatu protein skimmer.

Molekul organik bersifat polar sehingga salah satu ujungnya akan cenderung
tertarik pada air (disebut sebagai hidrofilik/suka air) sedangkan ujung yang
lain bersifat hidrofobik (benci air). Permukaan molekul aktif seperti ini akan
tertarik pada antarmuka air-gas pada permukaan gelembung udara, sehingga
molekul-molekul tersebut akan membentuk suatu lapisan tipis disana dan
membentuk buih/busa.

Posted 19th November 2012 by moh fuad rofiqi

2.

Jul

Lingkup Singup

Gerakan islam puritan atau islam kaffah yang mengusung semangat pemurnian terhadap
ajaran islam sebagaimana islam yang lahir di makkah dan madinah, cenderung memberikan
pencitraan terhadap islam sebagai agama yang kaku dan keras. Bagaimana tidak? Gerakan
pemurnian atau otentikasi islam ini cenderung menolak tradisi-tradisi lokal dan berusaha
menentang keberadaannya. Mereka berusaha mengikis sedikit demi sedikit nilai-nilai
kearifan lokal dengan semangat islam yang kaffah. Mereka mempropagandakan bahwa
islam lokal yang lahir dari proses negosiasi panjang antara budaya lokal dan ajaran syariat
islam sebagai suatu pengotor bagi ajaran islam yang murni, yang berasal dari tanah arab.
Upaya-upaya itu mereka tempuh melalui institusi-institusi atau lembaga umum seperti
lembaga dakwah kampus maupun lembaga dakwah sekolah, karena biasanya di sana nilai-
nilai kearifan lokal mulai memudar dan menghilang.

Kesan islam yang kaku dan keras ditunjukkan oleh kegiatan-kegiatan atau tindakan yang
mereka adakan. Tak jarang kajian yang diadakan cenderung memojokkan dan menyalahkan
kegiatan-kegiatan yang diaakan islam lokal. Hal yang menurut saya kurang bijak dilakukan
adalah kebiasaan mereka yang dengan mudah mengatakan pihak lain salah, ahlul bidah
dan melanggar syariah. Berbicara mengenai konteks keagamaan kepercayaan merupakan
suatu hak dasar manusia yang tidak dapat dipaksakan satu sama lain. Semua orang berhak
menentukan mana kebenaran yang mereka yakini, selama mereka memiliki dasar pemikiran
yang dapat dipertanggungjawabkan. Jadi, menurut saya tidak diperlukan saling
menyalahkan satu sama lain apalagi mengkafirkan satu sama lain dan mempertajam jurang
perbedaan.
Satu semangat yang selalu saya yakini bahwa kebenaran manusia bersifat relatif dan
mungkun berbeda satu sama lain, tergantung pada keyakinan dan sudut pandang
seseorang. Berbeda dengan kebenaran ilahiah yang bersifat mutlak dan mengikat pada
orang-orang yang meyakininya.

Kebesaran hati tiap pihak menjadi kunci keharmonisan antara islam lokal dan islam puritan.
Kesediaan melepas egoisme dan fanatisme masing-masing menjadi kunci untuk terciptanya
kesatuan. Buat apa mempertajam perbedaan dan menafikkan persamaan yang ada.

Akhir kata, ada sebuah kalimat yang menispirasi saya,Saya benar, anda benar, tapi mungkin
anda lebih benar

Posted 9th July 2012 by moh fuad rofiqi

3.

Jul

Memaknai Perbedaan

Sebuah cerita yang semoga dapat kita ambil manfaat dan hikmahnya. Cerita
ini mengenai sebuah kereta yang bergerak dari jakarta menuju jogjakarta.
Kemudian ada seorang pengamat yang melihat kereta tersebut dan
mengatakan bahwa kereta tersebut bergerak dengan kecepatan 100km/jam.
Selain itu ada pengamat kedua yang berkata bahwa kereta ini bergerak
dengan kecepatan 0 km/jam. Dari sana munculah perbedaan mengenai
kecepatan dari kereta tersebut. Selanjutnya manakah yang benar dan tepat
mengenai kereta tersebut? Ternyata kedua pengamat tersebut memiliki
jawaban yang benar karena pengamat pertama melihat dan mengawasi
kereta dari luar sehingga dia menyatakan bahwa kereta bergerak dengan
kecepatan 100km/jam dan pengamat kedua juga memiliki jawaban yang
benar karena dia mengamati kereta dari dalam atau dengan kata lain dia ikut
bergerak bersama kereta yang bergerak dengan percepatan 0 km/jam2. Jadi
berdasarkan cerita tersebut kedua pengamat memiliki pendapat yang benar
yang membedakan adalah sudut pandang titik acuan antara pengamat dan
kereta.
Selain cerita tersebut terdapat sebuah cerita klasik mengenai suatu
perbedaan pendapat. Alkisah, ada 4 orang buta yang diminta untuk
mendeskripsikan mengenai gajah. Kemudian 4 orang tersebut diminta untuk
meraba-raba gajah dan menjelaskan apa itu gajah. Kemudian orang pertama
menjawab bahwa gajah itu panjang dan memiliki 2 buah lubang, orang kedua
menjawab gajah itu kecil, panjang dan berbulu, orang ketiga menjawab
bahwa gajah itu tipis dan lebar, dan orang keempat menjawab gajah itu
besar sekali dan bulat. Setelah merka menyampaikan jawaban mereka,
ternyata jawabannya berbeda satu sama lain sehingga muncullah perdebatan
dan saling menyalahkan diantara mereka. Hingga pada satu saat seorang
yang bisa melihat secara sempurna melihat dan menerangkan kepada
mereka bahwa gajah yang dijelaskan oleh orang pertama adalah belalai
gajah, orang kedua adalah ekor gajah, orang ketiga adalah telinga gajah dan
orang keempat adalah perut gajah. Kemudian apa itu gajah? Gajah adalah
keseluruhan tiap bagian yang telah disebutkan orang-orang buta tersebut.

Makna dari dua buah cerita di atas adalah bahwa perbedaan merupakan
suatu yang pasti ada dalam kehidupan manusia karena populasi manusia
yang sangat besar dan sangat beragam jenisnya. Sehingga diperlukan suatu
kebesaran hati untuk dapat menerima dan menghargai perbedaan agar
tercipta suatu harmoni kehidupan.

Tidak jarang perbedaan memunculkan konflik dan perpecahan. Hal ini muncul
sebagai bentuk sikap tidak saling menghormati dan pemahaman yang
parsial dan tidak komprehensif terhadap suatu masalah. Selain itu, merasa
diri sendiri yang paling benar juga menjadi penyebab munculnya konflik antar
golongan. Terdapat orang-orang yang menolak perbedaan dan merasa paling
benar akan memiliki banyak dampak bagi kehidupan. Dampak dari konflik
yang muncul dapat berupa dampak jangka pendek dan jangka panjang,
misalnya melihat kasus ahmadiyah, dengan tuduhan penistaan agama
kekerasan dan anarkisme seolah menjadi hal yang dibenarkan di negara ini,
negara yang notabennya adalah suatu negara hukum. Dampak jangka
pendeknya, kegiatan pengikut ahmadiah dibekukan, kekerasan dan
penjarahan terhadap pengikut ahmadiah. Dampak panjangnya adalah
penolakan terhadap status pernikahan, sehingga anak-anak mereka dianggap
sebagai anak hasil hubungan gelap, diluar hubungan nikah, pandangan
miring dari masyarakat, efek domino dari masalah ini.
Terkadang kita terlalu sibuk melihat perbedaan, memperdebatkan hal-hal
kecil, mempermasalahkan bagaimana membuat perbedaan yang ada
menjadi satu kesamaan. Perbedaan ada bukan untuk kita samakan,
melainkan kita satukan menjadi suatu kesatuan yang harmonis. Tidak perlu
mempertajam jurang perbedaan, dan melupakan adanya persamaan diantara
kita.

Alangkah takutnya aku

(Rilke: berlin: 1898)

Alangkah takutnya aku akan bahasa manusia

Semua yang mereka ucapkan jelas nian

Ini anjing dan itu rumah

Dan yang sini adalah awal dan yang situ akhir

Makna tutur mereka juga mencemaskanku

Permainan dengan ejekan

Mereka merasa tahu segalanya

Yang akan terjadi dan yang sudah terjadi

Bagi mereka tidak ada lagi pesona gunung

Kebun dan langkah mereka

Seakan berbatasan dengan tuhan

Aku ingin slalu menegur dan melawan: jagalah jarak!

Alangkah sukanya aku mendengar nyanyian alam

Bila kalian sentuh : berubahlah mereka menjadi buku dan bisu

Kalian membunuh segala yang ada


Satu semangat yang selalu saya yakini bahwa kebenaran manusia bersifat
relatif dan mungkin berbeda satu sama lain, tergantung pada keyakinan dan
sudut pandang seseorang. Berbeda dengan kebenaran ilahiah yang bersifat
mutlak dan mengikat pada orang-orang yang meyakininya.

Akhir kata, perbedaan adalah suatu keniscayaan. Untuk apa mempertajam


perbedaan dan menafikkan persamaan yang ada. Kebesaran hati tiap pihak
menjadi kunci keharmonisan dalam perbedaan. Kesediaan melepas egoisme
dan fanatisme masing-masing menjadi kunci untuk terciptanya kesatuan.

Posted 7th July 2012 by moh fuad rofiqi

4.

Jun

21
Al Fatihah

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,

4. Yang menguasai hari pembalasan

5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah


kami mohon pertolongan

6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,

7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nimat kepada


mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai (orang-orang yang mengetahui
kebenaran dan meninggalkannya), dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat
(orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena ketidaktahuan dan
kejahilan).
Posted 21st June 2012 by moh fuad rofiqi

2.

Jun

21

Persatuan Itu Bukan Hanya Mimpi

Perbedaan adalah sesuatu yang tidak dapat dimusnahkan, hal ini merupakan
sesuatu yang membuat manusia menjadi mahluk yang unik. Mulai dari tubuh
kita sendiri, tidak ada yang tepat sama, hingga masyarakat yang terdiri dari
jutaan bahkan milyaran individu-indivudu. Perbedaan bagaikan sebuah
pedang, semuanya memiliki potensi kebaikan dan keburukan, dan semua itu
tergantung bagaimana cara kita menggunakannya. Pemahaman yang parsial
dan setengah-setengah hanya akan membuat masalah menjadi semakin
rumit.

Perbedaan akan selalu ada, bagaimana cara kita menyikapi perbedaan


menjadi sesuatu yang sangat penting. Semua orang berhak untuk memilih
bagaimana cara dia menyikapi perbedaan. Di mana dalam kasus ini
kebenaran menjadi hal yang sangat relatif dan mungkin beda satu sama lain
tergantung dasar pemikiran, sudut pandang yang kita gunakan. Namun,
ketika kita telah sampai pada kehidupan bermasyarakat kita juga harus
memperhatikan kondisi dan keadaaan orang lain.

Melihat kondisi yang saat ini sedang berkembang dan terjadi di dalam
masyarakat, saat ini persatuan menjadi hal yang sangat langka dan susah
untuk diperjunagkan. Mulai dari hal yang sangat sederhana, seperti
kehidupan kemahasiswaan, hingga tataran masyarakat global. Perpecahan
yang muncul banyak di karenakan masyarakat yang terlalu memperbesar
jurang perbedaan dan melupakan adanya persamaan. Toleransi antar sesama
manusia pun menjadi hal yang tidak lagi mudah untuk ditemukan.
Konflik yang muncul berawal dari kelemahan kita dalam menerapkan konsep-
konsep toleransi. Merasa diri sendiri paling benar, fanatik sempit,
mengabaikan perasaan oranglain menjadi perusak dari nilai-nilai toleransi.
Misalnya dalam beragama, saat ini dengan mudah seseorang/golongan
mengatakan orang /golongan lain kafir karena memiliki pandangan yang
berbeda terhadap suatu masalah, dalam kehidupan bermasyarakat, dengan
mudah kita terprofokasi hingga muncul tindakan-tindakan anarkis karena tiap
orang merasa golongannya lah yang paling benar dan yang lain salah dan
patut di musnahkan. Padahal kita semua tahu bahwa kita memiliki
kebebasan, kebebasan yang bertanggung jawab. Mengutip naskah
kemerdekaan negara amerika serikat:

We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal, that
they are endowed by their Creator with certain unalienable Rights, that
among these are Life, Liberty and the pursuit of Happiness.

Menghilangkan masalah perbedaan bukanlah dengan membuat


segalasesuatu menjadi sama, melainkan bagaimana kita menghargai
perbedaan tersebut. Dibutuhkan suatu kebesaran hati untuk menerima
perbedaan, menghargai orang lain dan pengendalian diri. Sehingga
persatuan dan kehidupan yang harmonis tidak lagi hanya menjadi mimpi
melainkan menjadi suatu kenyataan yang nyata.

Persatuan tidak muncul dengan sendirinya, melainkan lahir dari usaha


bersama yang dinamis dan berkelanjutan. Dengan satu semangat, jangan
biarkan nilai ini hilang, toleransi.

By :

Moh. Fuad Rofiqi

Posted 21st June 2012 by moh fuad rofiqi

3.
Jun

Ekskursi DTK FT UI 2013

Posted 8th June 2012 by moh fuad rofiqi

4.

Jun

8
Ekskursi DTK UI 2013

by :

Moh. Fuad Rofiqi

Posted 8th June 2012 by moh fuad rofiqi

5.

May

10

Mesin Carnot
Sebuah proses reversibel didefinisikan sebagai sebuah proses yang
dapat dibalik tanpa meningggal jejak pada lingkungan. Atau dengan kata lain,
sebuah proses yang jika dibalik akan melalui lintasan yang sama. Proses
irreversibel adalah kebalikan dari proses reversible.

Siklus Carnot adalah sebuah siklus reversibel, yang pertama kali


dikemukakan oleh Sadi Carnot pada tahun 1824, seorang insinyur Perancis.
Mesin teoritis yang menggunakan siklus Carnot disebut dengan Mesin Kalor
Carnot. Siklus Carnot yang dibalik dinamakan dengan siklus Carnot terbalik
dan mesin yang menggunakan siklus carnot terbalik disebut dengan Mesin
refrigerasi Carnot

Urutan proses pada siklus Carnot adalah sebagai berikut :

1. Ekspansi isotermal reversibel.

2. Ekspansi adiabatis reversibel

3. Kompresi isotermal reversibel

4. Kompresi adiabatis reversible

Prinsip Carnot

Hukum termodinamika kedua meletakkan pembatasan pada operasi


peralatan siklus seperti yang diekspresikan oleh Kelvin-Plank (adalah tidak
mungkin untuk sebuah alat/mesin yang beroperasi dalam sebuah siklus yang
menerima panas dari sebuah reservoir tunggal dan memproduksi sejumlah
kerja bersih) dan Clausius (adalah tidak mungkin membuat sebuah alat yang
beroperasi dalam sebuah siklus tanpa adanya efek dari luar untuk
mentransfer panas dari media bertemperatur rendah ke media
bertemperatur tinggi). Sebuah mesin kalor tidak dapat beroperasi dengan
menukarkan panas hanya dengan reservoir tunggal, dan refrigerator tidak
dapat beroperasi tanpa adanya input kerja dari sebuah sumber luar
Dari pernyataan diatas kita dapat mengambil kesimpulan yang
berhubungan dengan efisiensi termal dari proses reversibel dan irreversible

1. Efisiensi sebuah mesin kalor irreversibel selalu lebih kecil dari mesin kalor
reversibel yang beroperasi antara dua reservoir yang sama.

2. Efisiensi semua mesin kalor reversibel yang beroperasi antara dua


reservoir yang sama adalah sama.

Mesin Kalor Carnot

Sebuah mesin kalor dapat dikarakteristikkan sebagai berikut :

1. Mesin kalor menerima panas dari source bertemperatur tinggi (energi


matahari, furnace bahan bakar, reaktor nuklir, dll).

2. Mesin kalor mengkonversi sebagian panas menjadi kerja (umumnya dalam


dalam bentuk poros yang berputar)

3. Mesin kalor membuang sisa panas ke sink bertemperatur rendah.

4. Mesin kalor beroperasi dalam sebuah siklus.

Mengacu pada karakteristik di atas, sebenarnya motor bakar dan


turbin gas tidak memenuhi kategori sebagai sebuah mesin kalor, karena
fluida kerja dari motor bakar dan turbin gas tidak mengalami siklus
termodinamika secara lengkap.

Sebuah alat produksi kerja yang paling tepat mewakili definisi dari
mesin kalor adalah pembangkit listrik tenaga air, yang merupakan mesin
pembakaran luar dimana fluida kerja mengalami siklus termidinamika yang
lengkap.

Efisiensi termal dari semua mesin kalor reversibel atau irreversibel


dapat dituliskan sebagai berikut :
Efisiensi= 1-QL/QH

dimana QH adalah panas yang ditransfer ke mesin kalor pada temperatur TH,
dan QL adalah panas yang diteransfer ke mesin kalor pada temperatur TL.

Hubungan di atas adalah hubungan yang mengacu pada efisiensi


Carnot, karena mesin kalor Carnot adalah mesin reversibel yang baik. Perlu
dicatat bahwa TL dan TH adalah temperatur absolut. Penggunaan oC atau oF
akan sering menimbulkan kesalahan.

Efisiensi termal dari suatu mesin kalor aktual dan reversibel yang
beroperasi pada batas temperatur yang sama adalah sebagai berikut:

1. Mesin kalor irreversible, jika efisiensi actual < efisiensi reversible

2. Mesin kalor reversible jika efisiensi actual = efisiensi reversible

3. Mesin kalor impossible jika efisiensi actual > efisiensi reversible

Hampir semua mesin kalor mempunyai efisiensi termal dibawah 40


persen, yang sebenarnya relatif rendah jika dibandingkan dengan 100
persen. Tetapi bagaimanapun, ketika performance dari mesin kalor diperoleh
tidak harus dibandingkan dengan 100 persen, tetapi harus dibandingkan
dengan efisiensi sebuah mesin kalor reversibel yang beroperasi diantara
batas temperatur yang sama.

Efisiensi maksimum sebuah pembangkit tenaga listrik yang beroperasi


antara temperatur TH = 750 K dan TL = 300 K adalah 60 persen jika
menggunakan rumus efisiensi mesin reversibel, tetapi aktualnya hanya
sekitar 40 persen. Hal ini sebenarnya tidak begitu buruk dan hal tersebut
masih membutuhkan improvisasi untuk mendekati efisiensi mesin reversibel.

Kualitas Energi
Sebuah mesin kalor Carnot jika menerima panas dari sebuah sumber
pada temperatur 925 K dan mengubahnya 67,2 persen menjadi kerja,
kemudian membuang sisanya (32,8 persent) ke sink pada 303 K. Sekarang
jika dievaluasi bagaimana efisiensi termal jika sumber temperatur bervariasi
dengan temperatur sink dijaga konstan.

Jika suplai panas dari temperatur sumber 500 K (bandingkan dengan


925 K), maka efisiensi termal turun drastis menjadi dari 67,2 ke 39,4 persen.
Dan jika temperatur sumber sebesar 350 K, maka fraksi panas yang
dikonversi hanya 13,4 persen.

CP Harga efisiensi menunjukkan bahwa energi mempunyai kualitas


sama seperti mempunyai kuantitas. Semakin tinggi temperatur, semakin
tinggi kualitas energi. Contoh misalnya, jumlah yang besar dari energi
matahari , jika disimpan dalam sebuah benda (body) yang disebut solar
pond akan mempunyai temperatur kurang lebih 350 K. Jika hal ini disuplaikan
kesebuah mesin kalor , maka efisiensinya hanya kurang lebih 5 persen.
Karena rendahnya kualitas energi yang didapat disimpan pada sebuah
sumber, maka biaya konstruksi dan perawatan menjadi semakin mahal. Hal
ini menjadi tidak kompetitif meskipun tersedia dalam jumlah yang banyak.

Mesin Pendingin Dan Pompa Kalor Carnot

Mesin pendingin dan pompa kalor yang beroperasi menggunakan


siklus terbalik dinamakan mesin pendingin Carnot.

Coefficient of performance mesin pendingin atau pompa kalor reversibel atau


irreversibel adalah :

Cop mesin pendingin = 1/(QH/QL-1)

Cop pompa kalor = 1/(1-QL/QH)

Jika mesinnya adalah mesin reversibel maka :


Cop mesin pendingin = 1/(TH/TL-1)

Cop pompa kalor = 1/(1-TL/TH)

COP mesin pendingin dan pompa kalor menurun ketika TL


[Link] hal ini memerlukan kerja untuk menyerap panas da media
bertemepratur rendah. Ketika temperatur ruang refrigerasi mendekati nol,
jumlah kerja yang diperlukan untuk memproduksi jumlah pendinginan
tertentu akan mendekati tak terbatas dan COP-nya akan mendekati nol.

Kesimpulan Hukum I dan II Termodinamika

1. Hukum Pertama mengatakan : U = W + q ; Anda tidak dapat memperoleh


lebih banyak energi dari sistem melebihi yang telah anda berikan pada
sistem (you cant win)

2. Hukum kedua mengatakan bahwa efesiensi akan selalu <100%; Anda tidak
dapat memperoleh energi sebanyak yang telah anda berikan pada sistem
(you cant break even)

Daftar Pustaka

Diktat termodinamika Dasar. Oleh : Ir. Sudjito, PhD. , Ir. Saifuddin Baedoewie,
Agung Sugeng W., ST., MT.

Posted 10th May 2012 by moh fuad rofiqi

6.

May

10
Radiasi Nuklir

1. Atom dan Unsur Radioaktif

istilah atom berasal dari bahasa yunani yaitu atomos yang artinya
tidak dapat dibelah lagi. Atom digunakan untuk menggambarkan unit
terkecil dari suatu zat atau materi yang tidak mungkin ada unit lain yang
lebih kecil dari atom. Atom sendiri terdiri atas bagian inti atau nukleous dan
elekron. Bagian inti terdiri atas proton dan neutron.

Perkembangan teori mengenai atom bersifat sangat dinamis, terbukti


dengan banyak perkembangan teori atom seperti model atom Dalton,
Thomson, Rutherford, Bohr, dll.

Unsur atau biasa disebut atom terdiri atas unsur yang stabil (non
radioaktif) dan unsur yang tidak stabil (radioaktif). Unsur yang mempunya
jumlah neutron dan electron yang seimbang disebut sebagai unsur yang
stabil. Kelebihan jumlah neutron dan elektron akan mengakibatkan
ketidakstabilan energy. Kelebihan energy ini dilepaskan dalam bentuk
pancaran radiasi dalam bentuk radiasi partikel dan gelombang elektro
magnetic.

2. Radiasi dan Radioaktiftas

2.1. Radiasi

Radiasi adalah pancaran energy melalui partikel dalam bentuk


partikel atau gelombang elektro magnetic. Radiasi partikel adalah jenis
radiasi yang memiliki massa terukur dan bermuatan. Sedangkan radiasi
gelombang elektromagnetik atau foton adalah jenis radiasi yang tidak
memiliki massa dan muatan.

Ditinjau dari massanya, radiasi dapat dibagi menjadi radiasi


elektromagnetik dan radiasi partikel. Radiasi elektromagnetik adalah radiasi
yang tidak memiliki massa. Radiasi ini terdiri dari gelombang radio,
gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, sinar-X, sinar gamma dan
sinar kosmik. Radiasi partikel adalah radiasi berupa partikel yang memiliki
massa, misalnya partikel beta, alfa dan neutron.

Jika ditinjau dari "muatan listrik"nya, radiasi dapat dibagi menjadi


radiasi pengion dan radiasi non-pengion. Radiasi pengion adalah radiasi yang
apabila menumbuk atau menabrak sesuatu, akan muncul partikel bermuatan
listrik yang disebut ion. Peristiwa terjadinya ion ini disebut ionisasi. Ion ini
kemudian akan menimbulkan efek atau pengaruh pada bahan, termasuk
benda hidup. Radiasi pengion disebut juga radiasi atom atau radiasi nuklir.
Termasuk ke dalam radiasi pengion adalah sinar-X, sinar gamma, sinar
kosmik, serta partikel beta, alfa dan neutron. Partikel beta, alfa dan neutron
dapat menimbulkan ionisasi secara langsung. Meskipun tidak memiliki massa
dan muatan listrik, sinar-X, sinar gamma dan sinar kosmik juga termasuk ke
dalam radiasi pengion karena dapat menimbulkan ionisasi secara tidak
langsung. Radiasi non-pengion adalah radiasi yang tidak dapat menimbulkan
ionisasi. Termasuk ke dalam radiasi non-pengion adalah gelombang radio,
gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak dan ultraviolet.

2.2. Radioaktivitas

Jika suatu inti tidak stabil, maka inti mempunyai kelebihan energi. Inti
itu tidak dapat bertahan, suatu saat inti akan melepaskan kelebihan energi
tersebut dan mungkin melepaskan satu atau dua atau lebih partikel atau
gelombang sekaligus. Setiap inti yang tidak stabil akan mengeluarkan energi
atau partikel radiasi yang berbeda. Pada sebagian besar kasus, inti
melepaskan energi elektromagnetik yang disebut radiasi gamma, yang dalam
banyak hal mirip dengan sinar-X. Radiasi gamma bergerak lurus dan mampu
menembus sebagian besar bahan yang dilaluinya. Dalam banyak kasus, inti
juga melepaskan radiasi beta. Radiasi beta lebih mudah untuk dihentikan.
Seng atap atau kaca jendela dapat menghentikan radiasi beta. Bahkan
pakaian yang kita pakai dapat melindungi dari radiasi beta. Unsur-unsur
tertentu, terutama yang berat seperti uranium, radium dan plutonium,
melepaskan radiasi alfa. Radiasi alfa dapat dihalangi seluruhnya dengan
selembar kertas. Radiasi alfa tidak dapat menembus kulit kita. Radiasi alfa
sangat berbahaya hanya jika bahan-bahan yang melepaskan radiasi alfa
masuk kedalam tubuh kita.

Tanpa kita sadari, sebenarnya kita hidup dalam lingkungan yang penuh
dengan radiasi. Radiasi telah menjadi bagian dari lingkungan kita semenjak
dunia ini diciptakan, bukan hanya sejak ditemukan tenaga nuklir setengah
abad yang lalu. Terdapat lebih dari 60 radionuklida yang berdasarkan asalnya
dibagi atas 2 kategori:
a. Radionuklida alamiah: radionuklida yang terbentuk secara alami, terbagi
menjadi dua yaitu:

Primordial:

Radionuklida primordial telah ada sejak alam semesta terbentuk. Pada


umumnya, radionuklida ini mempunyai umur-paro yang panjang. Tabel
berikut memperlihatkan beberapa radionuklida primordial.

Tabel.1. Radionuklida Primordial

Nuklida Lamban Umur-paro Keterangan


g
235
Uranium 235 U 7,04x108 tahu 0,72% dari uranium alam
n
238
Uranium 238 U 4,47x109 tahu 99,2745% dari uranium alam; pada
n batuan terdapat 0,5 - 4,7 ppm
uranium alam
232
Thorium 232 Th 1,41x1010 tahu Pada batuan terdapat 1,6 - 20 ppm.
n
226
Radium 226 Ra 1,60x103 tahu Terdapat di batu kapur
n
222
Radon 222 Rn 3,82 hari Gas mulia
40
Kalium 40 K 1,28x109 tahu Terdapat di tanah
n

Kosmogenik

Sumber radiasi kosmik berasal dari luar sistem tata surya kita, dan dapat
berupa berbagai macam radiasi. Radiasi kosmik ini berinteraksi dengan
atmosfir bumi dan membentuk nuklidaradioaktif yang sebagian besar
mempunyai umur-paro pendek, walaupun ada juga yang mempunyai umur-
paro panjang. Tabel berikut memperlihatkan beberapa radionuklida
kosmogenik.

Tabel.2. Radionuklida Kosmogenik

Nuklida Lamban Umur-paro Sumber


g
14 14
Karbon 14 C 5.730 tahun Interaksi N(n,p)14C
3
Tritium 3 H 12,3 tahun Interaksi 6Li(n,a)3H
7
Berilium 7 Be 53,28 hari Interaksi sinar kosmik dengan unsur N
dan O

b. Radionuklida buatan manusia

Manusia telah menggunakan bahan radioaktif selama lebih dari 100 tahun.
Tabel berikut memperlihatkan beberapa radionuklida buatan manusia.

[Link] Buatan Manusia

Nuklida Lambang Umur-paro Sumber

Tritium 3 3H 12,3 tahun Dihasilkan dari uji-coba


senjata nuklir, reaktor nuklir,
dan fasilitas olah-ulang
bahan bakar nuklir.

Iodium 131 131I 8,04 hari Produk fisi yang dihasilkan


dari uji-coba senjata nuklir,
reaktor nuklir. 131I sering
digunakan untuk mengobati
penyakit yang berkaitan
dengan kelenjar thyroid.

Iodium 129 129I 1,57x107 tahu Produk fisi yang dihasilkan


n dari uji-coba senjata nuklir
dan reaktor nuklir.

Cesium 137 137Cs 30,17 tahun Produk fisi yang dihasilkan


dari uji-coba senjata nuklir
dan reaktor nuklir.

Stronsium 90 90Sr 28,78 tahun Produk fisi yang dihasilkan


dari uji-coba senjata nuklir
dan reaktor nuklir.

Technesium 99mTc 6,03 jam Produk peluruhan dari 99Mo,


99m digunakan dalam diagnosis
kedokteran.
Technesium 99 99Tc 2,11x105 tahu Produk peluruhan 99mTc.
n

Plutonium 239 239Pu 2,41x104 tahu Dihasilkan akibat 238U


n ditembaki neutron.

Radionuklida terdapat di udara, air, tanah, bahkan di tubuh kita sendiri.


Setiap hari kita terkena radiasi, baik dari udara yang kita hirup, dari makanan
yang kita konsumsi maupun dari air yang kita minum. Tidak ada satupun
tempat di bumi ini yang bebas dari radiasi.

3. Energy Nuklir dan PLTN

3.1. Energy nuklir

Sebuah reaksi nuklir adalah sebuah proses di mana dua nuklei atau
partikel nuklir bertubrukan, untuk memproduksi hasil yang berbeda dari
produk awal. Pada prinsipnya sebuah reaksi dapat melibatkan lebih dari dua
partikel yang bertubrukan, tetapi kejadian tersebut sangat jarang. Bila
partikel-partikel tersebut bertabrakan dan berpisah tanpa berubah (kecuali
mungkin dalam level energi), proses ini disebut tabrakan dan bukan sebuah
reaksi.

Dikenal dua reaksi nuklir, yaitu reaksi fusi nuklir dan reaksi fisi nuklir.
Reaksi fusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi
atom baru dan menghasilkan energi, juga dikenal sebagai reaksi yang bersih.
Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom akibat tubrukan inti
atom lainnya, dan menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih
kecil, serta radiasi elektromagnetik. Reaksi fusi juga menghasilkan radiasi
sinar alfa, beta dan gamma yang sagat berbahaya bagi manusia. Contoh
reaksi fusi nuklir adalah reaksi yang terjadi di hampir semua inti bintang di
alam semesta. Senjata bom hidrogen juga memanfaatkan prinsip reaksi fusi
tak terkendali.

[Link]

Semua pembangkit tenaga listrik, termasuk PLTN, mempunyai prinsip


kerja yang relatif sama. Bahan bakar (baik yang berupa batu bara, gas
ataupun uranium) digunakan untuk memanaskan air yang akan menjadi uap.
Uap memutar turbin dan selanjutnya turbin memutar suatu generator yang
akan menghasilkan listrik.

Perbedaan yang mencolok adalah bahwa PLTN tidak membakar bahan


bakar fosil, tetapi menggunakan bahan bakar dapat belah (bahan fisil). Di
dalam reaktor, bahan fisil tersebut direaksikan dengan neutron sehingga
terjadi reaksi berantai yang menghasilkan panas. Panas yang dihasilkan
digunakan untuk menghasilkan uap air bertekanan tinggi, kemudian uap
tersebut digunakan untuk menggerakkan turbin. Dengan digunakannya
bahan fisil, berarti tidak menghasilkan CO2, hujan asam, ataupun gas
beracun lainnya seperti jika menggunakan bahan bakar fosil.

Dibandingkan pembangkit listrik lainnya, PLTN mempunyai faktor


keselamatan yang lebih tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh studi banding
kecelakaan yang pernah terjadi di semua pembangkit listrik. Secara statistik,
kecelakaan pada PLTN mempunyai persentase yang jauh lebih rendah
dibandingkan yang terjadi pada pembangkit listrik lain. Hal tersebut
disebabkan karena dalam desain PLTN, salah satu filosofi yang harus dipunyai
adalah adanya pertahanan berlapis (defence in-depth). Dengan kata lain,
dalam PLTN terdapat banyak pertahanan berlapis untuk menjamin
keselamatan manusia dan lingkungan. Jika suatu sistem operasi mengalami
kegagalan, maka masih ada sistem cadangan yang akan menggantikannya.
Pada umumnya, sistem cadangan berupa suatu sistem otomatis pasif.
Disamping itu, setiap komponen yang digunakan dalam instalasi PLTN telah
didesain agar aman pada saat mengalami kegagalan, sehingga walaupun
komponen tersebut mengalami kegagalan, maka kegagalan tersebut tidak
akan mengakibatkan bahaya bagi manusia dan lingkungannya.

Dari sisi sumber daya manusia, personil yang mengoperasikan PLTN


harus memenuhi persyaratan yang sangat ketat, dan wajib mempunyai
sertifikat sebagai operator reaktor yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas
Tenaga Nuklir (BAPETEN). Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, mereka
harus mengikuti dan lulus ujian pelatihan. Sertifikat tersebut berlaku untuk
jangka waktu tertentu dan setelah lewat masa berlakunya maka akan
dilakukan pengujian kembali.

4. Pemanfaatan Dibidang Non Energi

4.1. Pertanian

a. Efisiensi Pemupukan

Pupuk harganya relatif mahal dan apabila digunakan secara berlebihan


akan merusak lingkungan, sedangkan apabila kurang dari jumlah seharusnya
hasilnya tidak efektif. Untuk itu perlu diteliti jumlah pupuk yang diserap oleh
tanaman dan berapa yang dibuang ke lingkungan. Penelitian ini dilakukan
dengan cara memberi label pupuk yang digunakan dengan suatu isotop,
seperti nitrogen-15 atau phosphor-32. Pupuk tersebut kemudian diberikan
pada tanaman dan setelah periode waktu dilakukan pendeteksian radiasi
pada tanaman tersebut.

b. Penelitian Tanaman Varietas Baru

Seperti diketahui, radiasi pengion mempunyai kemampuan untuk


merubah sel keturunan suatu mahluk hidup, termasuk tanaman. Dengan
berdasar pada prinsip tersebut, maka para peneliti dapat menghasilkan jenis
tanaman yang berbeda dari tanaman yang telah ada sebelumnya dan sampai
saat ini telah dihasilkan 1800 jenis tanaman baru.

Varietas baru tanaman padi, gandum, bawang, pisang, cabe dan biji-
bijian yang dihasilkan melalui teknik radioisotop mempunyai ketahanan yang
lebih tinggi terhadap hama dan lebih mampu beradaptasi terhadap
perubahan iklim yang ekstrim.

c. Pengawetan Makanan

Kerusakan makanan hasil panen dalam penyimpanan akibat serangga,


pertunasan dini atau busuk, dapat mencapai 25-30%. Kerugian ini terutama
diderita oleh negara-negara yang mempunyai cuaca yang panas dan lembab.
Pengawetan makanan banyak digunakan dengan tujuan untuk menunda
pertunasan pada umbi-umbian, membunuh serangga pada biji-bijian,
pengawetan hasil laut dan hasil peternakan, serta rempah-rempah.

Pada teknik pengawetan dengan menggunakan radiasi, makanan


dipapari dengan radiasi gamma berintensitas tinggi yang dapat membunuh
organisme berbahaya, tetapi tanpa mempengaruhi nilai nutrisi makanan
tersebut dan tidak meninggalkan residu serta tidak membuat makanan
menjadi radioaktif. Teknik iradiasi juga dapat digunakan untuk sterilisasi
kemasan. Di banyak negara kemasan karton untuk susu disterilkan dengan
iradiasi.

4.2. Kesehatan

a. Diagnosa

Radioisotop merupakan bagian yang sangat penting pada proses


diagnosis suatu penyakit. Dengan bantuan peralatan pembentuk citra
(imaging devices), dapat dilakukan penelitian proses biologis yang terjadi
dalam tubuh manusia. Dalam penggunaannya untuk diagnosis, suatu dosis
kecil radioisotop yang dicampurkan dalam larutan yang larut dalam cairan
tubuh dimasukkan ke dalam tubuh, kemudian aktivitasnya dalam tubuh
dapat dipelajari menggunakan gambar 2 dimensi atau 3 dimensi yang
disebut tomografi. Salah satu radioisotop yang sering digunakan adalah
technisium-99m, yang dapat digunakan untuk mempelajari metabolisme
jantung, hati, paru-paru, ginjal, sirkulasi darah dan struktur tulang. Tujuan lain
dari penggunaan di bidang diagnosis adalah untuk analisis biokimia yang
disebut radio-immunoassay. Teknik ini dapat digunakan untuk mengukur
konsentrasi hormon, enzim, obat-obatan dan substansi lain dalam darah.

b. Terapi

Penggunaan radioisotop di bidang pengobatan yang paling banyak


adalah untuk pengobatan kanker, karena sel kanker sangat sensitif terhadap
radiasi. Sumber radiasi yang digunakan dapat berupa sumber eksternal,
berupa sumber gamma seperti Co-60, atau sumber internal, yaitu berupa
sumber gamma atau beta yang kecil seperti Iodine-131 yang biasa digunakan
untuk penyembuhan kanker kelenjar tiroid.

c. Sterilisasi Peralatan Kedokteran

Dewasa ini banyak peralatan kedokteran yang disterilkan


menggunakan radiasi gamma dari Co-60. Metode sterilisasi ini lebih
ekonomis dan lebih efektif dibandingkan sterilisasi menggunakan uap panas,
karena proses yang digunakan merupakan proses dingin, sehingga dapat
digunakan untuk benda-benda yang sensitif terhadap panas seperti bubuk,
obat salep, dan larutan kimia.

Keuntungan lain dari sterilisasi dengan menggunakan radiasi adalah


proses sterilisasi dapat dilakukan setelah benda tersebut dikemas dan masa
penyimpanan benda tersebut tidak terbatas sepanjang kemasannya tidak
rusak.

Daftar Pustaka

Parmanto dan Irawan Dimas, Mengenal PLTN dan Prospeknya di Indonesia. Pusat
diseminasi nuklir BATAN

[Link]
/[Link]
Posted 10th May 2012 by moh fuad rofiqi

Loading

Send feedback

Anda mungkin juga menyukai