Metode Simpleks dalam Program Linear
Metode Simpleks dalam Program Linear
METODE SIMPLEX
Bahan Kuliah
Fakultas : Ilmu Komputer
Program Studi : Teknik Informatika
Tahun Akademik : Ganjil 2012/2013
Kode - Nama Mata Kuliah : CCR314 Riset Operasional
Pertemuan : 4 (On-Line)
Dosen : Taufiqur Rachman, ST., MT
PENDAHULUAN
Metode simpleks ini adalah suatu prosedur aljabar yang bukan
secara
grafik untuk mencari nilai optimal dari fungsi tujuan dalam masalah-
masalah
optimisasi yang terkendala. Metode simpleks merupakan sebuah
metode
lanjutan dari metode grafik. Metode grafik tidak dapat menyelesaikan perso
alan
manajemen yang memiliki variable keputusan cukup besar, sehingga
untuk
menyelesaikannya dibutuhkan sebuah metode yang lebih kompleks yaitu den
gan
menggunakan program komputer atau menggunakan metode simpleks.
Dalam
kenyataannya penggunaan komputer lebih efisien, akan tetapi metode
dasar
yang digunakan dalam pengoperasian komputer tetap metode simpleks.
Penyelesaian pemrograman linear dengan menggunakan
dengan
pendekatan grafik, hanya dapat dilakukan jika perusahaan hanya mem
iliki 2
variabel saja (atau biasanya didalam contoh soal berarti hanya menghasil
kan 2
macam produk saja). Oleh karena itu digunakan pendekatan yang kita
sebut
metode simpleks untuk memecahkan masalah yang memiliki variabel lebih
dari
dua. Namun demikian metode simpleks juga dapat diterapkan
unuk
memecahkan masalah yang menggunakan dua variabel.
Penyelesaian secara manual program linear dengan metode si
mpleks
tetap menghendaki kesungguhan kita dalam pengembangan keahlian form
ulasi
pemrograman linear. Dengan mempelajari mekanisme dari metode sim
pleks,
informasi yang diperoleh tidak hanya solusi optimal saja, melainka
n juga
interpretasi ekonomi dan informasi untuk mengadakan analisa sensitivitas.
Metode simpleks merupakan pengembangan metode aljabar yang
hanya
menguji sebagian dari jumlah solusi basis dalam bentuk tabel. Tabel si
mpleks
hanya menggambarkan masalah linear program dalam bentuk koefisien
saja,
baik koefisien fungsi tujuan maupun koefisien setiap kendala.
PENGERTIAN
Metode Simpleks adalah metode yang dapat digunakan
untuk
menyelesaikan persoalan manajerial yang telah diformulasikan terlebih d
ahulu
ke dalam persamaan matematika program linear yang mempunyai Va
riabel
Keputusan mulai dari lebih besar atau sama dengan 2 (dua)
sampai
multivariabel.
Sebagai pembanding, Metode Grafik hanya dapat kita gunakan a
pabila
jumlah variable keputusan maksimal 2 (dua) buah. Sehingga dapat ju
ga kita
katakan bahwa apabila suatu persoalan Linear Programming dap
at kita
selesaikan dengan Metode Simpleks. Sebaliknya suatu persoalan yang
hanya
bisa diselesaikan dengan Metode Simpleks tidak dapat kita selesaikan d
engan
Metode Grafik.
Dalam metode ini, model kita ubah kedalam bentuk suat
u tabel,
kemudian dilakukan langkah-langkah matematis kedalam tabel t
ersebut.
2 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
3 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
unit produk, dan sisi kanan dari kendala sama dengan jumlah jam
tenaga
kerja yang tersedia disetiap departemen.
Perubahan dari kendala-kendala ini adalah dengan menambahkan va
riabel
slack pada sisi kiri di setiap kendala. Atau, ketiga kendala tersebut
ditulis
kembali sebagai berikut:
2X1 + 3X2 + S1 = 24
2X1 + X2 + S2 = 76
X1 + 4X2 + S3 = 27
Variabel slack SL1, SL2, dan SL3 dalam masalah ini menunjukkan jumla
h jam
tenaga kerja (sumber daya) vang tidak digunakan di setiap departemen
I, II,
dan III secara berturut-turut. Misalnya, jika X1 = 4 dan X2 = 2, in
i berarti
perusahaan hanya memproduksikan 4 unit komputer dan 2 unit
radio.
Apabila nilai-nilai ini disubstitusikan ke dalam tiga kendala, kita
peroleh:
2(4) + 3(2) + S1 = 24 (Dept. I)
2(4) + 1(2) + S2 = 76 (Dept. II)
1(4) + 4(2) + S3 = 27 (Dept. III)
Atau:
14 + S1 = 24 (Dept. I)
10 + S2 = 76 (Dept. II)
12 + S3 = 27 (Dept. III)
Atau:
S1 = 10 (Dept I) ; S2 = 6 (Dept II) ; S3 = 15 (Dept III)
Perhitungan di atas, mengartikan bahwa jika kita hanya mempr
oduksi
X1= 4 dan X2= 2, maka jumlah jam tenaga kerja di departemen
I hanya
menggunakan 14 jam tenaga kerja, di departemen II hanya menggunak
an 10
jam tenaga kerja, dan di departemen III hanya menggunakan 12 jam t
enaga
kerja. Variabel slack S1= 10 mengartikan bahwa di departemen I terdap
at 10
jam tenaga kerja yang tidak digunakan; S2= 6 mengartikan b
ahwa di
departemen II terdapat 6 jam tenaga kerja yang tidak digunakan; dan S
3= 15
mengartikan bahwa di departemen III terdapat 15 jam tenaga kerj
a yang
tidak digunakan.
Perhatikan bahwa variabel slack menjadi variabel tambahan dalam mas
alah
ini dan diperlakukan seperti variabel-variabel lainnya. Dan ini sesuai
dengan
persyaratan ke-3, yaitu semua variabel tidak bisa bernilai negatif.
4 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
Jika X1= 25 dan X2= 30, variabel surplus S1 harus sama dengan 3
00 agar
seimbang kedua sisi persamaan, dengan asumsi S2= 0. Interpreta
si dari
variabel surplus S1 adalah bahwa kombinasi produksi dari 25 unit pro
duk A
dan 30 unit produk B melebihi kebutuhan minimum dengan 300 menit.
Penyelesaian:
Kendala-kendala ini diubah meniadi:
2X1 + 3X2 + S1 =
150
2X1 + X2 S2 + S3 =
240
X1 + 4X2 + S4 =
V.D Z X1 X2 X3 Xn S1 S2 Sn NK
Z 1 -C1 -C2 -C3 -Cn 0 0 0
S1 0 a11 a12 a13 a1n 1 0 0 b1
S2 0 a21 a22 a23 a2n 0 1 0 b2
Sm 0 am1 am2 am3 amn 0 0 1 bn
100
X1 ; X2 ; S1 ; S2 ; S3 ; S4 0
5 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
6 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
Keterangan:
Kolom berwarna kuning merupakan kolom basic, yang berisi v
ariabel
basis/variabel dasar yang diambil dari variabel slack/surplus/artificial
pada
saat iterasi pertama. Variabel-variabel ini secara bertahap akan diganti
oleh
variabel bukan basis pada iterasi berikutnya.
Kolom berwarna biru merupakan kolom main body, yaitu bidang yang
berisi
koefisien sumber daya/teknologi & kendala yang ada.
V.D Z X1 X2 S1 S2 S3 NK
Z 1 3 5 0 0 0 0 Kolom berwarna hi
S1 0 2 0 1 0 0 8 jau merupakan kol
S2 0 0 3 0 1 0 15 om identity, yaitu
S3 0 6 5 0 0 1 30 bidang yang berisi
koefisien-
koefisien dari variabel slack/surplus/artificial.
ALGORITMA SIMPLEKS
Untuk mencari nilai optimal dari suatu pemrograman linear
TABEL SIMPLEKS
dengan
menggunakan metode simpleks, terdapat langkah-langkah/algoritma
untuk
penyelesaiannya.
Dengan menggunakan contoh berikut ini, akan dijabarkan
langkah
penyelesaian program linear dengan menggunakan metode simpleks.
Contoh:
Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 3X1 + 5X2
Fungsi kendala:
1) 2X1 8
2) 3X2 15
3) 6X1 + 5X2 30
Langkah Penyelesaian:
1) Ubah fungsi tujuan dan fungsi kendala ke dalam bentuk standar/implisit
.
Fungsi tujuan: Z 3X1 5X2 =
0
Fungsi kendala: 1) 2X1 + S1 =
8
2) 3X2 + S2 =
15
3) 6X1 + 5X2 + S3 =
30
7 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
V.D Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Z 1 3 5 0 0 0 0
S1 0 2 0 1 0 0 8 ~
S2 0 0 3 0 1 0 15 5
S3 0 6 5 0 0 1 30 6
Dari
[Link] simpleks
Z X1padaXlangkah
2 S1 4) diperoleh:
S2 S3 NK Indeks
Z 1 3 5 0 0 0 0 Baris ber
S1 0 2 0 1 0 0 8 ~ warna hij
S2 0 0 3 0 1 0 15 5 au (baris
S3 0 6 5 0 0 1 30 6 S2) dipili
h sebagai
V.D
baris kunci.
Angka Z
kunci X1
adalah 3X(angka
2 S1dengan
S2 warna NK
S3 text Indeks
merah).
Z 1 3 5 0 0 0 0
5) Mengubah
S1 0 nilai-nilai
2 0 pada1 baris0 kunci,
0 dengan
8 cara~ membaginya
dengan
X2 0 0 1 0 1/3 0 5 5
angka kunci.
S3 0 6 5 0 0 1 30 6
8 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
V.D Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Z 1 3 0 0 5/3 0 25
S1 0 2 0 1 0 0 8
X2 0 0 1 0 1/3 0 5
S3 0 6 0 0 5/3 1 5
sehingga nilai-nilai kolom kunci = 0, dengan mengikuti perhitungan s
Keterangan:
ebagai
berikut:
Nilai baris baru = Nilai baris lama (KAKK NBBK)
Dimana:
KAKK = Koefisien Angka Kolom Kunci (nilai setiap baris kolom
kunci)
NBBK = Nilai Baris Baru Kunci
NBBK (nilai baris baru kunci) adalah yang diberi warna biru.
KAKK (koefisien angka kolom kunci) adalah yang diberi warna
kuning.
Baris baru S1
Baris lama 2 0 1 0 0 8
KAKK NBBK 0 [ 0 1 0 1/3 0 5 ]
Baris baru S1 2 0 1 0 0 8
Baris baru S3
Baris lama 6 5 0 0 1 30
KAKK NBBK 5 [ 0 1 0 1/3 0 5 ]
Baris baru S3 6 0 0 5/3 1 5
10 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
V.D Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Z
7) Ulangi 3 diatas
1langkah 0 (langkah
0 5/33 0
6 atau25 disebut iterasi), samp
Langkah
ai tidak 3 dan 4
S1 0 2 0 1 0 0 8 4
terdapat nilai negatif pada baris Z (baris fungsi tujuan).
X2
Catatan:0 0 1 0 1/3 0 5
S3
Iterasi 0
berhenti6jika tabel
0 0
sudah 5/3
optimal, 1jika: 5 5/6
V.D Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Z 1 0 0 0 5/6 1/2 27 1 /2
Semua nil
S1 0 0 0 1 5/9 1/3 6
Keterangan: ai pada b
X2 0 0 1 0 1/3 0 5
aris Z ber
X1 0 1 0 0 5/18 1/6 5/6
nilai posit
if atau nol (untuk maksimasi).
Bernilai negatif atau nol (untuk minimasi).
Hasil iterasi 2:
Keterangan: Solusi belum optimal karena masih ada nilai negatif pada baris
Karena nilai pada baris Z (baris fungsi tujuan) sudah tidak
ada yang
bernilai negatif, maka solusi optimal sudah diperoleh.
Nilai solusi optimal dapat dilihat pada kolom NK (yang berwarna m
erah).
Nilai solusi optimal yaitu:
Zmaks = 271/2 ; X1 = 5/6 ; X2 = 5
V.D Z X1 X2 S1 S2 S3 NK
Z 1 (6M3) (5M5) 0 0 0 (30M)
Langkah
S1 50 dan 6 2 0 1 0 0 8
S2 0 0 3 0 1 0 15
S3 0 6 5 0 0 1 30
11 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
Keterangan:
Materi #4 CCR314 Riset Operasional 6623 Taufiqur Rachman
Contoh:
Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 3X1 + 5X2
Fungsi kendala:
1) 2X1 8
2) 3X2 15
3) 6X1 + 5X2 = 30
Langkah Penyelesaian:
1) Ubah fungsi tujuan dan fungsi kendala ke dalam bentuk standar/implisit
.
Dikarenakan fungsi kendala ada yang beranda sama dengan (=), mak
a nilai
setiap variabel dasar S3 (kendala yang bertanda sama dengan/=
) harus
sebesar 0, sehingga baris Z (baris fungsi tujuan) harus dikurangi den
gan M
dan dikalikan dengan baris batasan yang bersangkutan (kendala 3). Sehi
ngga
nilai baris Z sebagai berikut:
Baris Z baru:
1 3 5 0 0 M 0
M [ 0 6 5 0 0 1 30 ]
1 (6M3) (5M5) 0 0 0 30M
V.D
Materi Z
#4 CCR314 XOperasional
Riset 1 X2 S1 S2 S3 NK
12 / 17Indeks
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
Z 1 0 (5M5) (3M+3/2) 0 0 (6M+12)
X1 0 1 0 1/2 0 0 4
S2 0 0 3 0 1 0 15 5
S3 0 0 5 0 0 1 6 6/5
V.D Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Z 1 0 0 3/2 0 M+1 18
X1 0 1 0 1/2 0 0 4 8
S2 0 0 0 9/5 1 3/5 19/3 5/27
X2 0 0 1 3/5 0 1/5 6/5 2
V.D Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Z 1 0 0 0 5/6 M+12 27 1 /2
X1 0 1 0 0 5/18 1/6 5/6
S2 0 0 0 1 5/9 1/3 61 / 3
X2 0 0 1 0 1/3 0 5
Keterangan:
Kolom berwarna kuning (kolom X2) dipilih sebagai kolom kunci.
Baris berwarna hijau (baris S3) dipilih sebagai baris kunci.
Iterasi 1:
Keterangan:
13 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
Langkah Penyelesaian:
1) Ubah fungsi tujuan dan fungsi kendala ke dalam bentuk standar/im
plisit.
Perhatikan pada soal, pada fungsi kendala terdapat kendala den
gan tanda
sama dengan (=) dan kendala dengan tanda lebih besar sama
dengan ().
Maka bentuk fungsi kendala akan menjadi:
Fungsi kendala: 1) 2X1 + S1
= 8
2) 3X2 + S2
= 15
3) 6X1 + 5X2 S3
+ S4 = 30
Catatan:
Untuk fungsi kendala 1) yang bertanda sama denga
n (=), maka
ditambahkan varibel slack pada ruas kiri kendala (S1), d
an variabel
artificial (M) pada fungsi tujuan (MS1).
Untuk fungsi kendala 2) yang bertanda lebih kecil sama dengan
(), maka
ditambahkan varibel slack pada ruas kiri kendala (S2).
Untuk fungsi kendala 3) yang bertanda lebih besar sama dengan
(), maka
dikurangi variabel surplus (S3) dan ditambah buatan (S4) pad
a ruas kiri
kendala, serta ditambah variabel artificial (M) pada fungsi tujuan
(MS4).
14 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
V.D Z X1 X2 S1 S2 S3 S4 NK
Z 1 (8M+3) (5M+5) 0 0 M 0 (38M)
S1 0 2 0 1 0 0 0 8
S2 0 0 3 0 1 0 0 15
V.D
S3 Z
0 X61 X52 S01 S02 S3
1 S14 NK
30 Indeks
Z 1 (8M+3) (5M+5) 0 0 M 0 (38M)
S1 0 2 Z 0+ 3X1 1+ 5X2 0 + MS10 + MS04 = 0 8 4
SKarena
2 0 variabel
0 3
S1 dan 0
S4 adalah 1
variabel 0artificial,
0 maka15
nilai
S3 setiap
0 6 5 0 0 1 1 30 5
variabel dasar S1 dan S4 harus = 0, sehingga baris Z (baris fu
ngsi tujuan)
harus dikurangi dengan (M) dan dikalikan dengan baris ba
tasan yang
bersangkutan (kendala 1 dan 3). Sehingga nilai baris Z sebagai berik
ut:
Baris Z baru:
1 3 5 M 0 0 M 0
M [ 0 2 0 1 0 0 0 8
]
M [ 0 6 5 0 0 1 1 30
]
1 (8M+3) (5M+5) 0 0 M 0
(38M)
2) Susun semua nilai ke dalam tabel simplex, dan lakukan it
Iterasi 1:
erasi sesuai
V.D Z X1 X2 S1 S2 S3 S4 NK Indeks
Z 1 3 (5M+5) (4M3/2) 0 M 0 (6M12)
X1 0 1 0 0 0 0 4
S2 0 0 3 0 1 0 0 15 5
S3 0 0 5 3 0 1 1 6 6/5
Keterangan:
V.D Z X1 X2 S1 S2 S3 S4 NK
Z 1 0 0 (M+3/2) 0 1 M+1 (18)
X1 0 1 0 1/2 0 0 0 4
S2 0 0 1 9/5 1 3/5 3/5 5 2/5
S3 0 0 1 3/5 0 1/5 1/5 6/5
15 / 17
Kolom berwarna kuning (kolom X1) dipilih sebagai kolo
m kunci.
langkah
2 Baris berwarna hijau
7 penyelesaian (barissimpleks.
meteode S1) dipilih sebagai baris kun
ci.
Iterasi 0:
Keterangan:
16 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012
Tugas On-line 1
Fungsi kendala:
1) X1 + 2X2 40
2) 4X1 + 3X2 120
Non-negatif X1 ; X2 0
2. Fungsi tujuan:
Minimalkan Z = 6X1 + 3X2
Fungsi kendala:
1) 2X1 + 4X2 16
2) 4X1 + 3X2 24
Non-negatif X1 ; X2 0
Cara menjawab:
a) Jawaban ditulis dengan tangan pada kertas A4
b) Buat softcopy/file jawaban tulis tangan tersebut (bisa di scan, foto, dll).
c) Kirimkan softcopy/file tersebut pada hybrid learning di Tugas O
n-line 1
pertemuan ke-4, paling lambat Rabu, 24 Oktober 2012, pkl. 19.00 wib.
d) Jawaban tulis tangan pada kertas A4 tersebut di kumpulkan pada perte
muan
ke-5 mata kuliah Riset Operasional (Minggu, 28 Oktober 2012).
17 / 17
Universitas Esa Unggul Jakarta, 2012