0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
111 tayangan32 halaman

Permasalahan dan Jenis Sampah di Masyarakat

[Ringkasan] Sampah dari pemukiman dapat berpengaruh negatif terhadap kenyamanan masyarakat. Hal ini disebabkan sistem pengelolaan sampah yang tidak memadai di lingkungan pemukiman tertentu, seperti pembuangan sampah sembarangan di area umum yang berdekatan dengan tempat tinggal warga. Perlu adanya pengelolaan sampah yang tepat guna menjaga kenyamanan lingkungan pemukiman.

Diunggah oleh

Novia Shawol
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
111 tayangan32 halaman

Permasalahan dan Jenis Sampah di Masyarakat

[Ringkasan] Sampah dari pemukiman dapat berpengaruh negatif terhadap kenyamanan masyarakat. Hal ini disebabkan sistem pengelolaan sampah yang tidak memadai di lingkungan pemukiman tertentu, seperti pembuangan sampah sembarangan di area umum yang berdekatan dengan tempat tinggal warga. Perlu adanya pengelolaan sampah yang tepat guna menjaga kenyamanan lingkungan pemukiman.

Diunggah oleh

Novia Shawol
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

[Link]

html

[Link]

[Link]
[Link]

SAMPAH

A. Pengertian
Sampah adalah suatu bahan atau benda yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia,
atau benda yang sudah tidak digunakan lagi dalam kegiatan manusia.
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu
proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya,
dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-
produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.

B. Jenis Sampah
1. Sampah padat
Sampah padat dibagi menjadi 3 jenis:
a. Berdasarkan zat kimia
Organik: Dapat membusuk, contohnya sisa makanan.
Non Organik: Tidak dapat membusuk, contohnya besi, gelas, dll.
b. Berdasarkan dapat dan tidaknya terbakar
Mudah dibakar, contohnya kertas.
Tidak mudah dibakar, contohnya kaleng.
c. Berdasarkan karakteristik sampah
Garbage: Mudah membusuk berasal dari rumah tangga.
Rabish: Perkantoran dan perdagangan, contohnya kertas, plastik, dll.
Ashes (abu) : Abu rokok.
Sampah jalanan : Pecahan kayu, debu.
Sampah industri : Berasal dari industri dan pabrik
Bangkai binatang : Mati karena alam,ditabrak kendaraan/ dibuang orang.
Bangkai kendaraan: Bangkai mobil,motor.
Sampah bangunan : Puing-puing, potongan kayu.
2. Sampah cair
Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan
dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Limbah hitam: Sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen
yang berbahaya.
Limbah rumah tangga: Sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat
cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.
3. Sampah dalam bentuk gas
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam
dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi.
Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.

C. Sumber-sumber Sampah
1. Dari pemukiman seperti: Sisa-sisa makanan, bebas pembungkus, kertas dan plastik.
2. Dari tempat-tempat umum seperti: Pasar, terminal, berupa: Kertas, botol, plastik.
3. Dari perkantoran, berupa: Kertas, karbon, klip, dan plastik.
4. Dari jalan raya: Dedaunan, sobekan ban, onderdil kendaraan.
5. Dari industri: Sampah dari pengepakan barang, logam, kardus.
6. Dari pertanian/ perkebunan: Jerami, sisa sayur mayur.
7. Dari pertambangan: Bebatuan, pasir.
8. Dari peternakan/ perikanan: Kotoran ternak, sisa makanan, bangkai binatang.

D. Pengaruh Sampah bagi Kesehatan dan Lingkungan


1. Dampak Terhadap Kesehatan
Pengelolaan sampah dan lokasi yang kurang memadai/ pembuangan sampah yang kurang
terkontrol merupakan tempat yang sangat cocok bagi organisme-organisme dan menarik
bagi lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang
dapat ditimbulkan adalah:
a. Penyakit kolera, diare dan tifus. Penyebaran penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri
yang berasal dari sampah yang dikelola kurang tepat, media penyebarannya melalui
minuman dan makanan yang dihinggapi lalat. Penyakit demam berdarahpun (haemorhagic
fever) dapat juga berkembang dengan pesat di daerah ini.
b. Penyakit jamur kulit (gatal-gatal) ironisnya gatal-gatal yang berkepanjangan dapat
menyebabkan kulit iritasi, bengkak dan terkelupas.
c. Penyakit cacingan dan cacing hati penyebaran penyakit ini melalui rantai makanan
medianya binatang ternak. Cacing masuk ke dalam pencernaan binatang ternak melauli sisa
makanan/ sampah yang dimakanannya. Cara memasaknya daging yang kurang sempurna
dapat menyebabkan cacing menjalar ke manusia, menyebabkan penyakit yang sangat
berbahaya yaitu: Cacingan (buang air besar ada cacingnya) dan cacing hati (lever) kebiasaan
yang tidak terpuji dilakukan para pemilik (penggembala) ternak adalah dengan membiarkan
menggembala ternak di TPA (tempat pembuangan sampah).
d. Sampah beracun sampah yang dibuang sembarangan misal ke sungai oleh industri-industri
penghasil baterai dan akumulator (aki) dapat menghasilkan raksa (Hg), mengkonsumsi ikan
yang telah terkontaminasi (Hg) dapat mengakibatkan orang meninggal dunia, kejadian
tersebut pernah terjadi di Jepang beberapa tahun silam.
2. Dampak terhadap lingkungan
Rembesan cairan sampah yang masuk ke dalam sungai atau drainase dapat mencemari air,
dampaknya mengakibatkan berbagai organisme termasuk ikan didalamnya bisa mati
sehingga beberapa spesies akan hilang, hal tersebut mengakibatkan berubahnya ekosistem
perairan, hasil penguraian sampah yang di buang ke dalam air akan menghasilkan asam
organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau sedap (maaf bau busuk), gas ini
dalam konsentrasi tinggi bisa memicu terjadinya suatu ledakan.

Pengertian Sampah

Sampah merupakan sesuatu bahan atau benda padat ataupun cair yang sudahtidak

terpakai lagi oleh manusia atau benda yang sudah digunakan lagi dalam

suatukegiatan manusia dan dibuang

B. Jenis-jenis Sampah

Berdasarkan sifatnya (zat kimia yang terkandung di dalamnya), sampah dibagi

menjadi :

1. Sampah Organik dapat diurai (degradable),yaitu sampah yang mudah membusuk

seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini

dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos

2. Sampah Anorganik tidak terurai (undegradable),yaitu sampah yang tidak mudah

membusuk, seperti plastik wadah pembungkusmakanan, kertas, plastik mainan,

botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dansebagainya. Sampah ini dapat dijadikan

sampah komersil atau sampah yang lakudijual untuk dijadikan produk lainnya.

Beberapa sampah anorganik yang dapatdijual adalah plastik wadah pembungkus

makanan, botol dan gelas bekasminuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas

koran, HVS, maupun karton.


C. Bahaya Sampah bagi Kesehatan

Menurut Soekidjo Nototmodjo (2003 : 168) sampah erat kaitannya

dengankesehatan masyarakat, karena dari sampah-sampah tersebut akan hidup

berbagaimikroorganisme penyebab penyakit dan juga binatang serangga sebagai

pemindahatau penyebar penyakit. Oleh karena itu, sampah harus dikelola dengan

baik sampaisekecil mungkin sehingga tidak mengganggu kesehatan masyarakat

Sampah yang berserakan selain merusak estetika (keindahan) juga

menjaditempat yang cocok untuk tumbuhnya organism penyebab timbulnya

penyakit. Selainitu, tempat tersebut juga menarik hewan perantara penyakit seperti

lalat dan [Link] yang membusuk juga menghasilkan gas-gas beraroma

tidak sedap yang jugamempengaruhi kesehatan

Beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan karena sampah yang

dibuangsembarangan yaitu : diare, kolera, tifus, malaria, demam berdarah, infeksi

kulit.

D. Perilaku Membuang Sampah yang Benar

1. Buanglah selalu sampah pada tempat sampah, sekecil apapun sampah

tersebut, jangan dibuang di sembarang tempat.

2. Pisahkan antara sampah organik dengan sampah anorganik


3. Sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman

4. Sampah anorganik juga bisa dimanfaatkan kembali, misalnya kaleng

bekasdimanfaatkan sebagai pot bunga.

5. Sampah yang tidak bisa dimanfaatkan sendiri, jangan dibiarkan menumpuk

terlalulama. Secara periodik buanglah ke TPS (Tempat Pembuangan

SampahSementara) agar diangkut oleh truk sampah ke tempat pengelolaan

sampah.

6. Jangan membakar sampah sembarangan, karena selain menimbulkan asap

yangmenyesakkan nafas, sampah-sampah tertentu dapat menghasilkan

yangmenyebabkan penyakit bila di bakar (seperti bahan plastik dan karet bila

dibakar menghasilkan gas yang dapat menyebabkan kanker). Selain itu ada juga

sampahyang dapat meledak bila terkena panas/dibakar (botol aerosol).

E. Manfaat Perilaku Membuang Sampah yang Benar

1. Mencegah terjadinya penyakit seperti diare, kolera, tifus, malaria, DBD, dll.

2. Menjaga nilai estetika lingkungan (keindahan)

3. Sampah-sampah yang dimanfaatkan kembali dapat menghemat pengeluaran,seperti

kaleng bekas yang dimanfaatkan sebagai pot bunga sehingga tidak diperlukan lagi

uang untuk membeli


Pengaruh Sampah di Lingkungan Pemukiman
terhadap Kenyamanan Masyarakat
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sampah merupakan konsekuensi kehidupan yang sering menimbulkan masalah bagi


warga. Jumlahnya akan selalu meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk
dengan beragam aktivitas. Peningkatan jumlah penduduk berarti peningkatan jumlah
timbunan sampah. Dan semakin beragamnya aktivitas maka beragam pula jenis sampah yang
di hasilkan terutama sampah yang berasal dari perumahan. Dalam arti sampah ini dihasilkan
oleh penduduk setempat yang melakukan pembuangan sisa-sisa dari barang-barang atau
produk-produk yang telah mereka pakai. Sampah konsumsi merupakan sampah yang
dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang (Wikipedia).

Masalah sampah ini sangat menggangu kenyamanan para warga di sekitar lingkungan,
khusunsya penghuni asrama Pastor Dominikan. Hal ini di karenakan sistem pembuangan
sampah
yang tidak semestinya dan tidak pada tempatnya. Petugas yang membersihkan komplek
palapa membuang sampah dari semua rumah yang berada di komplek palapa tersebut di area
belakang atau pun ujung jalan dari komplek tersebut. Hal ini jelas mengganggu kenyamanan
warga yang tempat tinggal nya berada di penghujung komplek. Terdapat banyak dampak
yang di hasilkan dari tumpukan sampah itu, selain mengganggu pemandangan juga dapat
menggaanggu kesehatan para warga di karenakan dengan bau dan berbagai binatang
pembawa penyakit seperti lalat dan tikus.

Pemerintahan Kota Pontianak dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk


menangani masalah sampah yang ada. Masalah yang terjadi di palapa adalah hal yang sama
terjadi di seluruh Kota Pontianak. Masalah sampah adalah merupakan isu yang sangat
mendesak dan harus menjadi prioritas pemerintah kota. Keterlibatan dan dukungan dari
segenap masyarakat tentunya penting demi terwujudnya program pemerintah.

Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis yang terinspirasi
dari permasalahan sampah di lingkungan tempat tinggal warga palapa khususnya asrama
Pastor Dominikan yang terletak di Jalan Palapa, Pontianak Kota untuk di cermati dan perlu
mendapat dukungan dan perhatian dari semua pihak yang peduli terhadap lingkungan.

B. Identifikasi Masalah
Sesuai dengan judul makalah ini Pengaruh Sampah di
LingkunganPemukiman terhadap Kenyaman Masyarakat maka masalahnya dapat di
identifikasi sebagai berikut :

Bagaimana pengaruh sampah di lingkungan pemukiman terhadap kenyamananmasyarakat?

Bagaiman peran serta kebijakan pemerintah dan cara masyarakat dalam mengelolah sampah ?

C. Pembatasan Masalah

Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang di bahas di batasi
pada masalah :

Pengaruh sampah di lingkungan pemukiman terhadap kenyamanan warga

Kebijakan apa saja yang dapat dilakukan pemerintah dan peran masyarakatterhadap
permasalah sampah di lingkungan.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang


di bahas dapat di rumuskan sebagai berikut ;

Bagaimana deskripsi pengaruh sampah di lingkungan terhadap kenyamananmasyarakat ?

Bagaiman peran serta cara yang di lakukan pemerintah dan masyarakat terhadap masalah
sampah di lingkungan tempat mereka tinggal ?

BAB II

PEMBAHASAN
Sampah adalah material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses(Wikipedia).
Menurut Webster Dictionary, Garbage ( Sampah) unwanted or useless material. Sangatlah benar kalau sampah
itu adalah materi-materi yang tidak dinginkan lagi karena sudah tidak ada gunanya. Oleh karena ketidakadaan
gunaan itu kita membuang sampah.

Saya tinggal di asrama Pastor Dominikan yang terletak di Jalan Palapa 3c nomor 2. Palapa merupakan
kompleks perumahan tentara dan orang-orang cina. Asrama kami terletak di bagian belakang kompleks Palapa.
Palapa adalah tempat perumahaan elit, namun sistem pengaturan sampah yang ada tidak se-elit tempatnya.
Penduduk membuang sampah di dekat asrama kami, yang masih termasuk komplek palapa. Kesadaran akan
bahaya sampah belum terealisasi.
Tumpukan sampah yang dibuang dekat asrama kami adalah sampah yang berasal dari perumahan di
Palapa. Setiap pagi petugas pemungut sampah berkeliling untuk mengumpulkan sampah yang ada. Lalu dengan
mengunakan gerobak mereka membawanya ke tempat pembuangan sampah yang ada di dekat asrama kami.

Pembuangan sampah ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Menurut tukang buang sampah
mereka membuang sampah di dekat asrama pastoran karena sebelumnya tidak ada orang yang tinggal di sekitar
karena para penghuni rumah pindah tempat . Ketika sudah ada pembeli rumah-rumah yang kemudian tinggal di
sekitar pembuangan sampah, mereka mencoba untuk mencari solusi, namun tidak berhasil. Mereka masih
membuang sampah ke tempat yang sama.

Sampah yang ada di sekitar asrama kami adalah sampah konsumsi. Dalam arti sampah ini dihasilkan
oleh penduduk setempat yang melakukan pembuangan sisa-sisa dari barang-barang atau produk-produk yang
telah mereka pakai. Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang
(Wikipedia).

Sampah yang ada sangatlah beragam karena sampah-sampah itu berasal dari sampah rumah tangga.
Kalau kita tinjau lebih dekat, di sana ada sampah plastik, botol bekas, sisa-sisa makanan, dan kertas. Bahkan
kita bisa juga menemukan prabotan-prabotan rumah tangga yang sudah rusak seperti kursi, meja, alat-alat dapur
dan lain sebagainya.

Sampah yang sudah ditumpuk bertahun-tahun semakin hari semakin bertambah tinggi karena sampah
yang diuraikan tidak sebanding dengan jumlah sampah yang ditambah. Sampah yang teruraipun hanyalah yang
bersifat Biodegradable, yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau
anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan ( Wikipedia).Sampah yang
ada tidak semuanya dapat diuraikan misalnya botol yang terbuat dari bahan plastik. Sampah ini termasuk
kedalam kategori Non-Biodegradable, yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi( Wikipedia)

Sampah yang ada tidaklah sedap dipandang mata karena sampah yang ada menggangu pemandangan di
sekitar. Seringkali pengunjung berkomentar tentang tumpukan sampah yang ada karena mereka terusik oleh
pemandangan yang tidak menyenangkan. Bagaimana bisa menyenangkan ketika kita melihat ke luar, asrama
kita seperti dikelilingi oleh sampah?

Sampah yang membusuk sangatlah menggangu pernafasan. Angin seringkali membawa bau yang tidak
sedap dan terhirup oleh penghuni asrama.. Kami seringkali harus menutup hidung untuk menghindari bau yang
ada. Makan merupakan waktu yang nikmat ketika tidak ada hal yang menganggu, namun dengan hadirnya bau
yang tidak sedap membuat nafsu makan menurun.

Lalat dan tikus sangat menyukai tempat yang kotor. Tumpukan sampah yang ada di sekitar menjadi
tempat bertelur dan makan lalat. Seringkali lalat yang hinggap di sampah masuk ke dalam asrama dan hinggap
di makanan yang ada. Tidak heranlah kami terkadang terserang sakit perut. Sedangkan tikus mencari makanan
dari sisa-sisa makanan yang dibuang.

Tak jarang sampah-sampah yang ada memenuhi parit-parit di sekitar rumah kami sehingga
menyebabkan banjir. Musim penghujan merupakan musim yang tidak mengenak-kan bagi penghuni Asrama
Dominikus. Parit-parit yang ada tidak mampu mengalirkan air secara maksimal karena terhalang oleh tumpukan
sampah. Hal ini mengakibatkan air hujan terbendung dan mengenangi pekarangan rumah. Genangan air yang
ada membawa bau yang tidak sedap serta membunuh rumput-rumput di halaman Asrama Dominukus.

Pada malam hari banyaknya nyamuk yang masuk ke dalam asrama. Banyaknya genangan air di sekitar
menyebabkan nyamuk berkembang biak dengan subur. Jadi penghuni Asrama Dominikus mengunakan kelambu
untuk melindungi diri dan menjaga tidur malam kami.
Sudah saatnya perubahan dalam pengelolaan sampah dilakukan. Pengelolaan sampah adalah
pengumpulan , pengangkutan , pemprosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material
sampah (Wikipedia). Pengelolaan sampah yang baik tentu dapat mengurangi dampak negatifnya pada kesehatan,
lingkungan dan keindahan.

Pemerintahan Kota Pontianak dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk menangani masalah
sampah yang ada. Masalah yang terjadi di palapa adalah hal yang sama terjadi di seluruh Kota Pontianak.
Masalah sampah adalah merupakan isu yang sangat mendesak dan harus menjadi prioritas pemerintah kota.
Keterlibatan dan dukungan dari segenap masyarakat tentunya penting demi terwujudnya program pemerintah.

Kebijakkan pemerintah dapat berupa pengalokasian sampah yang ada di kota ke suatu tempat yang
sesuai. Pertama-tama tempat yang sesuai harus jauh dari pemukiman penduduk. Kemudian jarak tempat sampah
dengan sumber mata air bersih juga harus menjadi perhatian karena sampah-sampah yang dibuang dapat
mencemari sumber air bersih. Berbagai penyakit dapat disebabkan oleh sumber air yang tercemar , misalnya
sakit perut. Dan yang tidak kalah pentingnya tempat sampah harus jauh dari daerah pertanian dan perkebunan.
Sampah yang tidak terurai Non-Biodegradable dapat menyebabkan padatnya tanah dan menutup permukaan
tanah. Kedua hal ini mengurangi kesuburan tanah sehingga daerah pertanian tidaklah mampu lagi menghasilkan
dengan baik.

Mengubur sampah merupakan salah satu cara dalam pengelolaan sampah. Metode ini sangatlah
popular di seluruh belahan dunia. Penguburan sampah dapat dilakukan di tanah yang ditinggalkan, lubang bekas
pertambangan, atau lubang alam. Suatu tempat penguburan yang dikelola dengan baik menghasilkan tempat
pembuangan yang hegenis dan murah. Penguburan sampah menghindarkan kontak sampah dengan lapisan
atmosphere. Sampah yang terekspos langsung dapat menimbulkan bau yang tak sedap, pemandangan yang
tidak menarik dan sarang untuk berbagai jenis mikroorganisme dan makrorganisme penyebab dan pembawa
penyakit. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya.
Contoh nyata: di bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah. (Wikipedia)
Khusus sampah-sampah organik dapat dijadikan pupuk organik yang ramah lingkungan (pengolahan
biologis). Zat biologis dapat berupa zat tanaman, sisa makanan atau kertas. Contoh dari pengelolaan sampah
menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin Program (program tong hijau) di Toronto, Kanada,
dimana sampah organik rumah tangga , seperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong
khusus untuk di komposkan. Dengan mengubah sampah organik yang ada dapat membawa keuntungan
tersendiri. Pupuk yang berasal dari sampah organik bisa digunakan untuk keperluan pribadi dan bahkan untuk
dijual. Bahan pupuk organik sangatlah mudah untuk didapat dan pupuk ini terkenal ramah dengan lingkungan.

Sampah non-organik seperti botol-botol dan kaleng bekas dapat dijadikan hal-hal yang berguna dengan
sentuhan seni. Dengan kreatifitasnya manusia bisa menciptakan bunga tiruan dengan plastik dan bekas pipet
serta mengunakan kaleng bekas untuk potnya. Banyak juga mainan yang bisa dibuat dari sampah-sampah non
organik seperti kaleng dan botol, misalnya untuk membuat mobil main-mainan. Singkatnya kita bisa menyulap
sampah yang ada menjadi barang yang memiliki nilai seni dan bahkan nilai jual.
Sistem daur ulang merupakan system yang dapat digunakan dalam penanganan [Link]
pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur
ulang (Wikipedia). Ada beberapa cara daur-ulang yang ada; yang pertama dengan mengambil bahan sampahnya
untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. Kita juga
bisa mengunakan sampah yang ada untuk digunakan kembali.

Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum , kaleng baja makanan/minuman,
Botol HDPE dan PET , botol kaca , kertas karton, koran, majalah, dan kardus. Jenis plastik lain seperti
(PVC, LDPE, PP, dan PS) juga bisa di daur ulang. Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau
mobil lebih susah, karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.

Pendidikan dan kesadaran di bidang pengelolaan limbah dan sampah tentu sangat penting di dalam
masyarakat. Banyak masyarakat yang masih kurang kesadaranya dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Tentunya pemerintah perlu melakukan penyuluhan tentang pengelolaan sampah yang baik serta memberikan
informasi tentang dampak-dampak negative sampah bagi masyarakat dan lingkungan sehingga setiap anggota
masyarakat dapat menyadari bahaya sampah yang terus bertambah.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian bahasan Pengaruh Sampah di Lingkungan Masyarakat terhadap


Kenyamanan Warga dapat di simpulakan bahwa :

Pengaruh sampah dilingkungan masyarakat membawa dampak buruk bagi masyarakat


sekitar baik dari segi estetika yang dapat menyebabkan terganggunya pemandangan maupun
kesehatan yang di timbulkan dari sampah tersebut.

Penanganan sampah harus dilaksanakan dengan sebaik dan seefisien mungkin dengan
peran serta warga dan pemerintah dalam menangani persoalan yang ada.

B. SARAN

Bertolak dari pengaruh sampah yang begitu banyak membawa dampak negative bagi para
warga, maka penyusun memberikan saran sebagai berikut :

Hendaknya para warga ikut berperan dalam menangani sampah, baik melakukann
penguburan sampah, daur ulang dan hal hal bermanfaat lainnya dalam upaya menciptakan
lingkungan yang nyaman, aman, dan bersih.

Peran pemerintah untuk melakukan penyuluhan tentang pengelolaan sampah yang


baik serta memberikan informasi tentang dampak negative sampah bagi masyarakat dan
lingkungan sehingga setiap anggota masyarakat dapat menyadari pentingnya untuk menjaga
kebersihan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

_ [Link]
Dampak Sampah Terhadap Lingkungan
([Link]
[Link])

Uraian materi

Pembuangan sampah yang tidak memenuhi persyaratan dapat menimbulkan


dampak negative pada lingkungan. Dampak yang ditimbulkan sampah antara
lain :

1. Pencemaran Lingkungan

Sampah dari berbagai sumber dapat mencemari lingkungan, baik lingkungan


darat, udara maupun perairan. Pencemaran darat yang dapat ditimbulkan
oleh sampah misalnya ditinjau dari segi kesehatan sebagai tempat bersarang
dan menyebarnya bibit penyakit, sedangkan ditinjau dari segi keindahan,
tentu saja menurunnya estetika (tidak sedap dipandang mata).

Macam pencemaran udara yang ditimbulkannya misalnya mengeluarkan bau


yang tidak sedap, debu gas-gas beracun. Pembakaran sampah dapat
meningkatkan karbonmonoksida (CO), karbondioksida (CO 2) nitrogen-
monoksida (NO), gas belerang, amoniak dan asap di udara. Asap di udara,
asap yang ditimbulkan dari bahan plastik ada yang bersifat karsinogen,
artinya dapat menimbulkan kanker, berhati-hatilah dalam membakar sampah.

Macam pencemarann perairan yang ditimbulkan oleh sampah misalnya


terjadinya perubahan warna dan bau pada air sungai, penyebaran bahan
kimia dan mikroorganisme yang terbawa air hujan dan meresapnya bahan-
bahan berbahaya sehingga mencemari sumur dan sumber air. Bahan-bahan
pencemar yang masuk kedalam air tanah dapat muncul ke permukaan tanah
melalui air sumur penduduk dan mata air. Jika bahan pencemar itu berupa B3
(bahan berbahaya dan beracun) mislnya air raksa (merkuri), chrom, timbale,
cadmium, maka akan berbahaya bagi manusia, karena dapat menyebabkan
gangguan pada syaraf, cacat pada bayi, kerusakan sel-sel hati atau ginjal.
Baterai bekas (untuk senter, kamera, sepatu menyala, jam tangan)
mengandung merkuri atau cadmium, jangan di buang disembarang tempat
karena B3 didalamnya dapat meresap ke sumur penduduk.

2. Penyebab Penyakit
Tempat-tempat penumpukan sampah merupakan lingkungan yang baik bagi
hewan penyebar penyakit penyakit misalnya : lalat, nyamuk, tikus, dan
bakteri patogen (penyebab penyakit). Adanya hewan-hewan penyebar
penyakit tersebut mudah tersebar dan menajalar ke lingkungan sekitar.
Penyakit-penyakit itu misalnya kolera, disentri, tipus, diare, dan malaria.

3. Penyumbatan Saluran Air dan banjir

Sampah jalanan dan rumah tangga sering bertaburan dan jika turun hujan
akan terbawa ke got/sungai, akibatnya sungai tersumbat dan timbul banjir.
Selanjutnya banjir dapat menyebarkan penyakit, banyak got di musim hujan
menjadi mampet karena penduduk membuang sampah disembarang tempat.
Kebiasaan membuang sampaj di sungai dihilangkan.

4. Dampak Sosial Terhadap masyarakat

1. Kerukunan

Permasalahan sampah dapat berkaitan dengan nilai kerukunan, atau


sebaliknya justru dapat menambah kerukunan. Orang yang sering
membuang sampah di sekitar tempat tinggalnya dan mencemari
ligkungan dapat menimbulkan ketidaksenangan tetangganya. Hal
yang demikian ini dapat menimbulkan keretakan hubungan antara
tetangga. Kondisi yang demikian perlu di ubah agar terjadi hal yang
sebaliknya, yakni dapat semakin meningkatkan kerukunan.

Misalnya pada awalnya tetangga yang merasa dirugikan melaporkan


kepada RT atau yang berwenang. Selanjutnya ketua RT pejabat
memanggil warganya untuk bermusyawarah dan mengadakan
penyuluhan kebersihan. Akhirnya perlu diadakan gotong royong
melakukan pembersihan lingkungan agar setia warga merasa
bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungannya.

2. Kesanggupan

Setiap warga hendaknya memiliki kesanggupan untuk menempatkan


sampah pada tempatnya, memisahkan sampah yang terurai dan
yang tidak teruai, menjaga kebersihan lingkungannya, dan tidak
membuang sampah yang tergolong bahan beracun dan berbahaya
(B3) ke sembaranga tempat. Pekerjaan tersebut bukanlah pekerjaan
yang sulit dilakukan, juga bukan merupakan pekerjaan yang mustahil
untuk dilakukan. Maka yang dipentingkan adalah kesadaran dan
kesanggupan.

5. Dampak Sampah Terhadap Keadaan Sosek Ekonomi

Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan


yang kurang menyenangkan bagi masyarakat ; bau yang tidak sedap
dan pemandangan yang buuk karena sampah bertebaran dimana-
mana.

Memberikan dampak negative terhadap kepariwisataan.

Pengelolaan sampah tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat


kesehatan masyarakat. Hal penting disini adalah meningkatnya
pembiayaan-pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang
sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak mau kerja,
rendahnya produktivitas)

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


PEMBUANGAN SAMPAH
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PEMBUANGAN SAMPAH

Topik : Pembuangan Sampah


Sub Topik : Konsep Pembuangan Sampah
Sasaran : Keluarga Tn. S
Tempat : Warga Masyarakat Dusun Bontomatene Maros
Hari/ Tanggal : Senin, Mei 2013
Waktu : 1 x 30 menit

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit warga diharapkan mampu
memahami tentang konsep pembuangan sampah.
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan warga mampu :
1. Menjelaskan pengertian pembuangan sampah.
2. Mengetahui jenis sampah dan sumber sampah.
3. Menyebutkan pembagian sampah.
4. Menyebutkan dampak sampah terhadap Manusia dan lingkungan.
5. Menyebutkan dampak negatif dan positif dari pembuangan sampah.
6. Mengetahui hal hal yang perlu di perhatikan dalam pembuangan sampah.
7. Menyebutkan beberapa cara pembuangan sampah secara benar dan tidak benar.
III. MATERI
Materi penyuluhan yang akan diberikan meliputi :
1. Pengertian pembuangan sampah.
2. Jenis sampah dan Sumber sampah.
3. Pembagian sampah.
4. Dampak sampah terhadap Manusia dan lingkungan.
5. Dampak negatif dan positif dari pembuangan sampah.
6. Hal hal yang perlu di perhatikan dalam pembuangan sampah.
7. Beberapa cara pembuangan sampah secara benar dan tidak benar.

IV. METODE
Ceramah dan Tanya jawab
V. MEDIA
Media yang digunakan untuk penyuluhan antara lain:
1. SAP
2. Flip Chart timbal balik
VI. WAKTU PELAKSANAAN
1. Hari : Senin
2. TanggaL : 13 Mei 2013
3. Jam : 10.00-10.30 WIB
MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian Pembuangan Sampah ( Refuse disposal )
Yang dimaksud dengan pembuangan sampah adalah semua zat/ benda yang sudah
tidak terpakai lagi baik berasal dari rumah-rumah maupun siasa-sisa proses industri.
sedangkan
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas
manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
2. Jenis Sampah
Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai Sampah
Organik dan Sampah Anorganik.
Sampah Organik
merupakan jenis sampah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan
hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan
atau yang lainnya. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami.
Sampah Anorganik
merupakan jenis sampah yang berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti
mineral dan minyak bumi atau dihasilkan dari proses industri. Beberapa bahan
seperti ini tidak terdapat di alam, yaitu plastik dan aluminium. Sebagian zat
anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian
yang lain hanya diuraikan secara lambat. Sampah jenis ini pada tingkat rumah
tangga berupa botol, botol plastik, tas plastik, kaleng dan lain-lain.
Kertas, koran dan karton merupakan perkecualian. Berdasarkan asalnya, kertas,
koran dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran dan karton
dapat di daur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng dan
plastik) sehingga dapat digolongkan sampah anorganik.
Sumber Sampah
a. Sampah Pemukiman, Perdagangan dan Perkantoran yang disebabkan oleh :
1. Penduduk yang tinggal di sepanjang sungai dan pemukiman padat langsung
membuang sampah ke sungai dan saluran pembuangan.
2. Limpasan air hujan yang membawa sampah dari pasar-pasar maupun pusat-pusat
kegiatan dan pemukiman.
3. Sampah perkantoran terdiri dari kertas, alat tulis menulis, toner foto caopy, baterai
dll.

b. Sampah Pertanian dan Perkebunan


Sampah dari kegiatan pertanian tergolong bahan organik, seperto jerami dan
sejenisnya. Sebagian besar sampah yang dihasilkan selama musim panen dibakar
atau dimanfaatkan untuk pupuk.
c. Sampah Bangunan dan Gedung
Sampah yang berasal dari kegiatan pembangunan dan pemugaran gedung dapat
berupa organik maupun anorganik. Sampah organik : kayu, bambu, triplek dll.
Sampah Anorganik : semen, ubin, besi, baja, kaleng, kaca dll.
d. Sampah Khusus
Sampah khusus merupakan sampah yang memerlukan penanganan khusus untuk
menghindari bahaya yang akan ditimbulkannya. Sampah jenis ini meliputi :
Sampah Rumah Sakit
merupakan sampah biomedis, seperti sampah dari pembedahan, peralatan operasi,
botol infus dan sejenisnya serta obat-obatan. Semua sampah ini terkontaminasi oleh
bakteri, virus dan pembawa penyakit lainnya yang sangat berbahaya bagi manusia
dan lingkungan sekitarnya.
3. Pembagian Sampah
Sampah ini dibagi dalam :
1. Garbage : adalah sisa pengolahan ataupun sias makanan yang sudah membusuk.
2. Rubbish : adalah bahan-bahan sisa pengolahan yang tidak membusuk. Rubbish ini
ada yang mudah terbakar misalnya : kayu, kertas. Ada yang tidak terbakar misalnya
kaleng, kawat dan sebagainya.

4. Dampak sampah terhadap Manusia dan lingkungan


Terhadap Kesehatan
Pengelolaan sampah yang tidak memadai (pembuangan sampah sembarangan dan
tidak terkontrol) dapat menimbulkan berbagai penyakit sebagai berikut :
a. Diare, kolera, tipus dan demam berdarah dapat menyebar dengan cepat karena
sampah memasuki air minum.
b. Cacing pita yang dapat menyebar melalui rantai makanan, dimana cacing
dikonsumsi sebelumnya oleh ternak melalui makanannya yang berupa sisa
makanan / sampah.
c. Minamata (di Jepang) disebabkan karena masyarakat mengkonsumsi ikan yang
terkontaminasi sampah beracun (limbah baterai dan akumulator yang dibuang di
perairan umum).
Terhadap Lingkungan
Cairan yang dilepaskan sampah ke saluran drainase dan air tanah sehingga
mencemari sumber air tersebut. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air
akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik seperti metana (dapat
menimbulkan bau dan gasnya dapat menimbulkan ledakan bila konsentrasinya
cukup besar).
5. Dampak negatif dan positif dari pembuangan sampah

A. Dampak negatif antara lain :

1. Musibah fatal contohnya burung bangkai yang terkubur di bawah timbunan sampah
akan menimbulkan bau busuk dan merusak tanah.
2. Kerusakan infrastruktur contohnya kerusakan ke akses jalan oleh kendaraan berat
yang mengangkut sampah ke TPA menimbulkan kerusakan pada jalan yang di
laluinya.
3. Pencemaran lingkungan setempat seperti pencemaran air tanaholeh kebocoran dan
pencemaran tanah sisa selama pemakaian TPA, begitupun setelah penutupan TPA
4. Pelepasan gas metana yang disebabkan oleh pembusukan sampah
organik, metana adalah gas rumah kaca yang berkali-kali lebih potensial
daripada karbon dioksida, dan dapat membahayakan penduduk suatu tempat.
5. gangguan sederhana contohnya debu, bau busuk, dan kutupolusi suara.

B. Dampak positif antara lain :

Menjadi lahan Perekonomian yang sangat produktif bagi masyarakat sekitar.


Banyaknya tumpukan sampah anorganik di TPA,telah menimbulkan inisiatif baru
dalam sektor ekonomi bagi masyarakat di sekitar TPA,mereka menganggap
tumpukan sampah tersebut adalah lahan perekonomian yang sangat
produktif,dengan cara mengumpulkan sampah-sampah anorganik,seperti
plastik,atau barang-barang bekas yang tidak mudah mudah hancur,plastik dan
barang bekas tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-
hari,bahkan menurut tanggapan masyarakat yang ada di sekitar sana,penghasilan
yang mereka dapatkan dari TPA dengan cara mengumpulkan plastik dan barang
bekas lebih dari cukup. Bahkan ada masyarakat sekitar yang mau meninggalkan
usaha dagangan nya,karna mereka beranggapan TPA lebih mampu memenuhi
kebutuhan perekonomian mereka sehari-hari.

6. Hal hal yang perlu di perhatikan dalam pembuangan sampah


Agar sampah ini tidak membahayakan kesehatan manusia, maka perlu pengaturan
pembuanagnnya.
Dari sampah ini harus diperhatikan :
1) Penyimpanannya (Storage)
2) Pengumpulan (Collection
3) Pembuanagan (Disposal)

Penyimpanan Sampah
Untuk tempat sampah di tiap-tiap rumah isinya cukup 1 meter kubik. Tempat sampah
janganlah ditempatkan di dalam rumah atau di pojok dapur, karena merupakan
gudang makanana bagi tikus-tikus sehingga rumah banyak tikus.
Tempat sampah sebaiknya :
a. Terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan tidak mudah rusak.
b. Harus ditutup rapat sehingga tidak menarik serangga atau binatang-binatang
lainnya seperti : tikus, ayam, kucing dan sebagainya.
c. Ditempatkan di luar rumah. Biloa pengumpulannya tidak dilakukan oleh pemerintah,
tempatkanlah tempat sampah sedemikian rupa sehingga karyawan pengumpul
sampah mudah mencapainya.

Pengumpulan Sampah
Pengumpulan sampah dapat dilakukan :
a. Perorangan
Tiap-tiap keluarga mengumpulkan sampah dari rumahnya masing-masing untuk
dibuang pada tempat tertentu
b. Pemerintah
Pengumpulan sampah d iota-kota dilakukan pemerintah dengan menggunakan truk
samapah atau gerobak sampah
c. Swasta
Swasta hanya mengambil sampah-sampah tertentu sbagai bahan baku pada
perusahaannya misalnya untuk pembuatan kertas, karton dan palstik.
Pembuangan Sampah
Pembuangan sampah dapat dilakukan dengan cara :
a. Land fill
Sampah dibuang pada tanah yang rendah. Pembuangan samapah secara ini hanya
baik untuk sampah-sampah jenis rubbish, sedangkan bila jenis garbage atau
tercampur dengan garbage, tempat pembuangan sampah ini akan menjadi tempat
perkembangbiakan serangga, tikus, juga menimbulkan bau-bauan yang tidak sedap.
b. Sanitary land fill
Sampah dibuang pada tanah yang rendah, kemudian ditutup lagi dengan tanah
paling sedikit 60 cm, untuk mencegah pengorekan oleh anjing, tikus dan binatang-
binatang lainnya. Cara ini memenuhi syarat kesehatan.
c. Individual incineration
Sampah dari rumah dikumpulkan sendiri, kemudaian dibakar sendiri. Pembakaran
sampah ini harus dilakukan dengan baik sebab bila tiadak :
Asapnya mengotori udara
Bila tidak terbakar sempurna sisanya tercecer kemana-mana.
d. Incineration dengan incinerator khusus
Cara ini dikerjakan oleh pemerintah. Sampah-sampah yang telah dikumpulkan dari
truk / gerobak sampah dibakar dam incinerator khusus (alat pembakar sampah).
Incinerator ini mempunyai bagian-bagian :
Tempat pengumpulan sampah
Ruang pengeringan
Ruang pembakaranCerobong asap
Cara pembuangan sampah ini baik sekli tapi biayanya mahal.
e. Pulverisation
Semua sampah baik garbage maupun rubbish digiling (dihaluskan) dengan alat
khusus, kemudian dibuang ke laut. Dalam bentuk yang sudah digiling ini, sampah
menjadi tidak disukai lagi baik oleh serangga maupun tikus-tikus.

f. Composting (dibuat pupuk)


Dari sampah yang terbuang masih dapat dibuat pupuk sebagai penyubur tanah
pertanian. Cara ini telah banyak dikerjakan di negara-negara maju misalnya di
Amerika Serikat. Pada prinsipnya :
Mula-mula sampah-sampah dari gelas, logam dan bahan-bahan lainnya yang tak
dapat dijadikan kompos dipisahkan terlebih dahulu.
Setelah dipisah-pisahkan, sampah yang akan dijadikan kompos digiling menjadi
halus agar proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pembusuk berlangsung
dengan baik.
Kemudian sampah diletakkan pada suatu tempat dimana proses pembusukan akan
terjadi. Tempat ini dilengakapi dengan alat pengatur suhu, pengatur kelembaban dan
pengaliran udara agar proses pembusukan terjadi secra optimum.
Kadang-kadang ditambahkan starin mikro-organisme yang dapat mempercepat
proses pembusukannya, tapi sering kali hal ini tidak perlu, karena pada sampah
sendiri telah cukup mengandung mikrooranisema tersebut.
Bila sampah yang sedang dibusukkan ini ditambahkan Lumpur dari air limbah akan
dihasiklkan kompos yang baik sekali. Lama proses pembusukannya bervariasi
antara 2 hari samapi 6 minngu. Untuk dijual ke pasaran, kompos ini dikeringkan,
digiling kemabali dan dibungkus.

g. Hogfeeding (sebagai makanan ternak)


Yang dapat dipergunakan yaitu jenis garbage misalnya sisa sayuran , ampas
pembuatan tapioca,ampas pembuatan tahu dan sabagainya. Diberikan kepada
ternak sebagai makanannya.
h. Recycling
Dengan cara ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah sampah, maka bagian-
bagian sampah yang masih dapat dipakai/ digunakan, diambil lagi misalnya kertas-
kertas, gelas-gelas, logam-logam dan sebagainya. Dari benda-benda ini dapat
dihasilkan benda-benda baru yang berguna misalnya karton, plastik alat-alat dari
gelas dan sebagainya.
Sangat berbahaya untuk kesehtan bila kertas-kertas dari tempat sampah yang
dikumpulkan kaum tuna-wisma, dipergunakan sebagi kantong pembungkus
makanan. Karena itu sebaiknya sampah-sampah dari kertas segera dibakar setelah
dibuang.

7. Beberapa cara pembuangan sampah secara benar dan tidak benar

Beberapa cara membuang sampah yang tidak benar antara lain :


a. Membuang sampah sembarangan tak peduli tempat sampah
b. Membuang sampah di sungai / kali
c. Meletakkan sampah di pinggir jalan dengan harapan diambil
tukang sampah
d. Mengumpulkan/mengoleksi sampah hingga banyak lalu dibakar
e. Menumpang buang sampah di tempat sampah pribadi orang lainMenggali tanah
lalu mengubur sampah
Cara buang sampah yang baik dan benar, yaitu antara lain :
a. Memisahkan antara sampah yang bisa didaur ulang dan
yang tidak bisa didaur ulang
b. Memisahkan antara sampah organik (basah) dengan sampah non organik (kering)
c. Membuang sampah pada tempatnya baik milik publik/umum maupun pribadi
d. Memberikan sampah yang masih bernilai secara cuma-cuma (gratis) pada tukang
beling/tukang loak barang bekas
e. Sampah basah/sampah organik bisa dijadikan pupuk, olah sendiri atau serahkan
kepada ahlinya
f. Jika malas untuk melakukan apa-apa, kita tinggal bungkus saja sampah yang ada
di kantong plastik dan buang di tempat yang benar yang nantinya akan diangkut ke
tempat pembuangan akhir (TPA)
B. Bahaya Sampah Plastik bagi Kesehatan dan Lingkungan

NETIZEN Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap
menjadi PR besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik
telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.
Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar
terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga.

Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan
sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari
tanah dan air tanah.

Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses
pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya
bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan
sistem saraf dan memicu depresi.

Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan
banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.

Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah
ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda
bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah
anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan
setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk
kotamu!) Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap
tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar.

Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer.
Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses
produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah
plastik mengeluarkan gas rumah kaca.

Demikianlah sedikit uraian tentang Bahaya Sampah Sampah Bagi Manusia dan Lingkungan semoga bisa
bermanfaat.

BAHAYA SAMPAH DI LINGKUNGAN SMA


NEGERI 1 STTU JULU

BAB I

1. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan dan tidak berguna lagi bagi
kehidupan Mahluk hidup. Zaman ini sampah telah merajalela. Dimana-mana
dapat ditemui tumpukan- tumpuka sampah. Dilingkungan masayarakat,
dilingkungan keluarga, bahkan dilingkungan sekolah yang seharusnya menjadi
contoh terhadap lingkungan umum malahan menjadi sekolah yang penuh
dengan sampah.

SMA Negeri 1 STTU Julu, sebuah sekolah yang dulunya indah nan asri,
sekarang telah dipenuhi dengan sampah. Sampah bertebaran dimana-mana
dibelakang sekolah, ditaman sekolah yang seharusnya menjadi model keindahan
sekolah, dan bahkan di laci-laci siswa dipenuhi dengan sampah. Menurut
pengamatan ilmiah yang penulis telah lakukan, hal sembrono tersebut terjadi
oleh banyak faktor maupun itu faktor dari luar siswa maupun faktor dari dalam
siswa. Adapun faktor utama penyebab hal ini adalah rendahnya atau minimnya
pengetahuan siswa tentang bahaya sampah dimana para siswa menganggap
sampah adalah hal yang sepele dan apabila tidak ditanggulangi tidak berakibat
apa-apa meskipun sesungguhnya sampah adalah musuh besar bumi yang dapat
merusak bumi dan mahluk hidup yang ada didalamnya.

Kedisiplinan dan kepatuhan dalam hal membuang sampahpun tidak


terlaksana lagi dalam lingkungan sekolah. Bahkan hukuman yang membuang
sampah secara sembaranganpun kurang dilaksanakan. Hal ini sebenarnya dan
realitasnya karena tidak adanya atau kurangnya pantauan dan bimbingan dari
guru akan hal yang di anggap sepele ini yang berhubungan langsung dengan
minat siswa yang sangat minim dalam penanggulangan sampah yang
sebenarnya apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat berdampak positif
bagi kehidupan umum. Ada aksi tentunya ada reaksi. Umpama kimia ini dapat
digambarkan dalam penanggulangan sampah bagi siswa. Ada minat tentunya
ada juga cara untuk menanggulanginya.

OSIS di SMA inipun kurang bertindak dalam penanggulangan sampah dan


tidak terlalu paham betul akan bahaya sampah serta tidak cekat dalam
menanggulangi bahaya fatal tanpa penanggulangan sampah. Penyediaan sarana
fasiltas penanggulangan sampah di sekolah ini sangatlah apa adanya. Tong
sampah yang seharusnya ada disetiap sisi sekolah kurang disediakan dan kurang
dipergunakan dan bahkan fasilitas penanggulangan sampah yang disediakan
sekolah seperti tong sampah sering dirusak dan dipermainkan oleh para siswa.
Sampah organik dan sampah anorganikpun tidak ada dipilah-pilah alhasil
berbagai jenis sampah seperti daunan, kertas, plastik, dan sepihan-serpihan
seng dapat dijumpai dilingkungan sekolah ini. Motivasi, dukungan serta
sosialisasi yang sangat kurang memadai dalam hal penanggulangan sampah
bahkan penanggulangan sampah melauli 3-R (Reduse, Reuse, Recyckle) yang
pada umummya sudah dilaksanakan dalam sekolah-sekolah tidak ada dilakukan
dalam lingkungan sekolah SMA STTU Julu ini.

Berdasarkan penjelassan diatas, maka penulis perlu menulis karya ilmiah


yang berjudul Bahaya Sampah di Lingkungan SMA STTU Julu

B. PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan penjelasan diatas, penulis menemukan beberapa masalah


yang timbul dari hal tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Apa bahaya sampah yang dapat timbul tanpa penanggulangan di lingkungan


SMA STTU Julu?
2. Siapa-siapa saja yang harus bertindak dalam penanggulangan sampah di
lingkungan SMA STTU Julu?

3. Mengapa sampah di lingkungan SMA STTU Julu tidak dapat terkendali?

4. Apa metode yang harus dilakukan untuk menanggulangi sampah di lingkungan


SMA STTU Julu?

C. TUJUAN PEMBAHASAN

1. Untuk mengetahui apa-apa saja bahaya sampah di lingkungan SMA STTU Julu.

2. Untuk mengetahui siapa-siapa saja yang harus bertindak dalam


penanggulangan sampah di lingkungan SMA STTU Julu.

3. Untuk mengetahui kenapa sampah tidak dapat terkendali di lingkungan SMA


STTU Julu.

4. Agar paham dan mengerti betul metode dalam penanggulangan sampah.

BAB II
2. PEMBAHASAN
A. BAHAYA SAMPAH

Sampah menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah barang-barang


buangan atau kotoran seperti daun-daun kering, kertas-kertas kotor dan
sebagainya atau barang yang tidak berharga lagi dalam dunia masyarakat. Atau
sampah
adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas
manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
Sedangkan bahaya adalah sesutu yang dipandang mungkin akan mendatangkan
kecelakaan, bencana, kesengsaraan dan kerugian. Berangkat dari pandangan
tersebut dapat dirumuskan bahwa bahaya sampah adalah barang-barang atau
kotoran hasil aktivitas mahluk hidup yang dapat mengakibatkan kerugian bagi
kehidupan mahluk hidup itu sendiri.

Sampah sangatlah berbahaya bagi kehidupan manusia terutama di


lingkungan kehidupan wiatamandala yang belum mengenal betul apa arti dari
bahaya sampah itu sesungguhnya. Hal tersebut dapat dilihat karena begitu jelas
dan transparannya pencemaran lingkungan melalui sampah yang terjadi dan
dilakukan oleh sekolah itu sendiri.

Menurut pengamatan yang dilakukan oleh penulis, hampir seluruh jenis


ragam sampah yang dapat ditemui di lingkungan masayarakat juga dapat
ditemu di sekolah ini. Dalam kehidupan sosial masayarakat, sampah dapat
digolongkan menjadi 3 jenis. Jenis-jenis sampah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sampah organik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai
secara alamiah/biologis, seperti sisa makanan dan guguran daun. Sampah jenis
ini juga biasa disebut sampah basah.

2. Sampah anorganik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit
terurai secara biologis. Proses penghancurannya membutuhkan penanganan
lebih lanjut di tempat khusus, misalnya plastik, kaleng danstyrofoam. Sampah
jenis ini juga biasa disebut sampah kering.

3. Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) yaitu limbah dari bahan-bahan
berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain.

Dalam lingkungan SMA ini sampah organik dan sampah anorganiklah yang
paling dan selalu dapat ditemui seperti sampah organik daun-daunan, kertas-
kertas, karton dan lain sebagainya dan sampah anorganik seperti kaleng-kaleng,
plastik, besi, aluminium dan seng yang pastinya akan berdampak buruk atau
bisa dikatakan berbahaya bagi kesehatan, keindahan, kenyamanan serta
keamanan dalam melakukan proses belajar-mengajar di sekolah. Hal tersebut
biasanya terjadi karena seiring perkembangan terknologi dan kebudayaan antar
sesama manusia yang semakin canggih yang mengakibatkan penghasilan
sampah semakin bertumpuk dan merajalela yang tertuju langsung ke tingkat
bahaya sampah yang semakin tinggi di lingkungan sekolah tersebut. Adapun
bahaya sampah itu sendiri sangatlah banyak dan sangatlah berbahaya tetapi
akan penulis rangkum ke dalam dua bagian besar yaitu sebagai berikut:

1. Dampak bagi kesehatan

Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sa


mpah yang tidak
terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan m
enarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbu
lkan penyakit di lingkungan sekolah yang tentunya dapat menggangu serta
memberi respon negativ bagi warga sekolah. Pengolahan sampah yang kurang
memadai dapat menyebabkan tersebarnya virus berbahaya yang sangat akan
menggannggu aktifitas belajar mengajar disekolah. Timbunan sampah di
sekitar lingkungan sekolah menjadi tempat sarang nyamuk alhasil sekolah akan
menjadi tempat yang tidak aman dan nyaman lagi karena akan terjadi
penyebaran penyakit bagi warga sekolah itu sendiri.

2. Dampak bagi lingkungan

Pembuangan sampah secara sembarangan, kurangnya peran sekolah atupun


OSIS dalam pengontrolan dan pengendalian sampah serta kurang adanya sikap
saling menjaga kebersihan di lingkungan sekolah menjadi pemicu utama
tercemarnya lingkungan. Lingkungan yang seharusnya menjadi tempat
ternyaman berdirinya segala jenis mahluk hidup, sekarang telah berbaur dengan
bongkahan-bongkahan sampah yang di hasilkan mahluk hidup itu sendiri setiap
harinya. Manusia yang diberikan Tuhan akal dan pikiran malahan menjadi pusat
utama pencemaran terhadap lingkungan terutama lagi pelajar yang seharusnya
menjadi pedoman kepada masayrakat yang ada disekelilingnya malahan menjadi
propokator dalam pembuangan sampah secara sembarangan. Bila dipahami
secara mendetail akan sangat merugikan apabila kita tidak menjaga lingkungan
kita. Memang sekarang SMA STTU JULU belum terlalau dipenuhi oleh tumpukan-
tumpukan sampah tapi bayangkan saja 5 tahun kedepan tanpa pengendalian
sampah tidak diragukan lagi akan terjadi berbagai masalah di SMA ini seperti
longsor akibat tumpukan-tumpukan sampah. Jadi sekarang kita harus bisa
mengontrol dan tetap menjaga nilai-nilai estetika terhadap lingkungan kita
sendiri agar sekolah tidak menjadi sarang bencana bagi generasi-generasi
pelajar SMA STTU JULU berikutnya.

B. PERAN WARGA SEKOLAH DALAM PENANGGULANGAN SAMPAH

Inti utama proses pembelajaran pada jaman ini adalah untuk menciptakan
siswa-siswi yang memiliki moral dan etika baik terhadap sosial maupun
lingkungannya. Peran guru sangatlah penting dalam menciptakan SMA STTUJULU
yang indah dan nyaman sebagai tempat belajar bagi siswa-siswinya.
Pengontrolan sampah oleh guru sangatlah penting dalam upaya menciptakan
pelajar yang cinta terhadap lingkungannya sendiri. Bimbingan dari guru dan
contoh baik dari guru sangatlah dibutuhkan. Perhatian yang ketat serta
pemberian hukuman kepada siswa yang membuang sampah secara
sembarangan merupakan contoh kongkrit yang harus dan segera harus
dilaksanakan di lingkungan sekolah. Disamping itu setiap siswa seharusnya
selalu memiliki rasa cinta terhadap lingkungannya, selalu berperan aktif dalam
kegiatan penanggulangan sampah dan selalu menumbuhkan kreatifitas-kretifitas
baru dalam pencegahan bahaya sampah karena sebagai siswa yang baik
seharusnya memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme serta taat akan aturan
sekolah yang melarang pembuanagan sampah secara sembarangan.

Pengembangan kreatifitas siswa harus dibarengi dengan peningkatan


pengetahuan siswa. Pengembangan ini dapat dilakukan dengan memberiakan
motivasi seperti sosialisasi dari dalam sekolah itu sendiri seperti OSIS atupun
pengarahan guru atau dari luar sekolah itu seperti instansi pemerintahan dan
orangtua siswa. Dengan mengadakan pemberian informasi
pembinaan mengenai bahaya sampah tersebut, tentunya siswa akan merasa
tedorong dan dibebankan tanggungjawab akan bahaya sampah yang harus di
tanggulangi sedemikian rupa untuk menghasilakan sekolah yang aman, nyaman,
dan indah.
Dalam penanggulangan sampah setiap warga sekolah khususnya para pelajar
harus rela mengorbankan tenaga, waktu dan materi. Dan ada baiknya jikalau
peraturan dalam hal ini diperkuat dalam bimbingan siswa, dan memberi
hukuman pada setiap siswa yang membuang sampah secara sembarangan.
Dengan perihal tersebut warga sekolah akan mampu beradaptasi terhadap
bahaya sampah di sekolah.

C. PENGENDALIAN SAMPAH

Pengendalian sampah di lingkungna sekolah tidak semudah yang dipikirkan


karena setiap warga sekolah harus mamiliki pola pikir atau pemikiran yang sama
mengenai bahaya sampah tersebut. Misalnya warga SMA STTU Julu setiap warga
sekolahnya harus sepikir dan konsisten akan pengendalian sampah tersebut.
Apabila setiap warga sekolah tidak memiliki pemikiran yang sama akan
pengendalian sampah tentunya harapan untuk mencapai sekolah yang bebas
akan sampah hanya akan tinggal impian. Pengendalian sampah harus dimulai
dari tata aturan pengendalian sampah yang baik. Ini diartikan
bahwasanya harus ada terlebihdahulu satu aturan yang diciptakan oleh atasan
(kepala sekolah, guru atau badan pemerintahan) kemudian diterapkan dalam
aktifitas yang berlangsung disekolah. Sesungguhnya pengendalian sampah
sangat sederhana untuk dilaksanakan apabila pola pikir warga sekolah tersebut
sederhana juga dan akan sangat sulit dilakukan apabila pola pikir sekolah
tersebut rumit.

Menurut Manejer pengolahan sampah Greenaration Indonesia Zulfikar,


pengolahan sampah atau pengendalian sampah dapat bermulai dari lingkungan
sekolah. Langkah pengendalian sampah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pahami jenis sampah

Dalam pengendalian sampah disekolah, terlebih dahulu harus memehami jenis


sampah apakah sampah tersebut. Karena setiap sampah memiliki usia yang
berbeda. Usia yang berbeda tersebut dikarenakan jenis kandungan yang
berbeda-beda pada setiap jenis sampah. Misalnya sampah plastik yang sering
digunakan warga sekolah SMA STTU Julu dalam melakukan aktifitas sekolah yang
kandungan kimia berbahayanya sangat tinggi yang menyebabkan lama
penguraiannya di alam selama 80-100 tahun ke depan yang pastinya dapat
merusak alam. Tapi misalkan sampah daunan yang hanya mambutuhkan waktu
< 1 bulan untuk terurai yang sangat berbeda dengan sampah plastik. Jadi kita
harus memahami sampah tersebut. Dengan pemahaman tersebut kita dapat
memilahnya apakah masih dapat didaur ulang atau tidak.

2. Kurangi kantong plastik

Plastik adalah satu dari beberapa jenis sampah yang paling berbahaya dan
paling banyak digunakan yaitu 170 kantong per tahun yang dihabiskan setiap
orang padahal butuh 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon per tahun untuk
memproduksi plastik. Sebagai contoh bayangkan saja warga SMA STTU Julu
adalah 200 orang X 170 plastik= 3400 kantong plastik yang digunakan warga
SMA STTU Julu dalam setahun tanpa pengendalian. Bagaimana dengan seluruh
manusia di dunia? Mungkin tidak terhitung lagi. Kandungan bahaya plastik yaitu
BPA (Bisphenol-A). BPA adalah materi pengikat untuk membentuk polycarbonate
(PC), yang merupakan bahan alternatif untuk membuat berbagai perangkat
plastik, seperti peralatan makan dan minum yang sering digunakan untuk
kemasan jajanan kantin atau yang lainnya. Zat kimia ini merupakam zat
beracun yang sering ditemui pada botol minuman yang dijual bebas di pasaran
dan yang lebih ekstrimnya lagi zat ini akan sangat bereaksi apabila sering
dipanaskan/ disteril. Dan apabila dipanaskan zat ini akan melumer dan masuk
kedalam makanan dan minuman yang kita komsumsi akibatanya sangat fatal
karena BPA akan merusak system reproduksi ovarium, otak, dan sistem saraf
manuasia. Beda lagi dengan platik kresek dan plastik PVC sebagai wadah
makana siap santap yang paling sering kita lihat beredar di sekolah kita.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh badan POM kantong plastik dan PVC
banyak mengandung unsur kimia yang sangat berbahaya yaitu senyawa timbal
(Pb), cadmium (Cd), timah putih (Sn) yang dapat menyebabkan kangker dan
penyakit berbahaya lainya bagi warga sekolah yang menggunakannya dan
tentunya setelah dibuang unsur kimia berbahaya tersebut akan mengendap
dilingkungan sekolah kita yang menyebabkan tanah sekolah menjadi gersang
dan tandus.

3. Hemat kertas

Kertas sebagai kebutuhan pokok setiap siswa di seluruh dunia merupkan salah
satu sampah yang paling banyak di SMA STTU Julu. Pengendalian kertas
sangatlah penting pada pengendalian sampah di SMA kita. Kertas merupakan
sampah organik karena terbuat dari tumbuhan tetapi dapat juga dikelompokkan
kedalam sampah anorganik karena dapat didaur ulang tetapi lebih mengacu
pada sampah organik karena dilihat juga dari sisi lama penguraiaanya. Jadi kita
sebagai pelajar sudah semestinya menggunakan dan memanfaatkan kertas
seperlunya, jangan menyianyiakan kertas karena kita harus mengingat fakta
bahwasanya 1 rim kertas (500 lembar) setara dengan 1 batang pohon dan
diperkirakan 2,75 miliar pohon dibutuhkan setiap tahun untuk memproduksi
kertas. Jadi kita sebagai siswa SMA STTU Julu bermulailah berpikir akan
bagaimana generasi berikutnya tanpa pohon karena telah habis untuk
memproduksi kertas. Jadi dengan hemat kertas maka sampah kertas akan
berkurang di sekolah kita alhasil sekolah kita bebas dari sampah kertas.

4. Hemat air

Air di SMA STTU Julu sangatlah minim bukan? Faktanya 100 % air yang ada di
bumi, 97 % adalah air laut dan 3 % adalah air tawar itupun tidak seluruhnya
yang bisa dikomsumsi. Bayangkan saja jikalau sampah beracun banyak maka air
tersebut akan kotor dan tidak dapat lagi di komsumsi maka air di lingkungan
sekolah kita akan semakin minim. Begitupula dengan dunia kita jikalau sampah
banyak maka air bersih tidak akan banyak lagi. Karena kita mengetahui
bahwasanya Air adalah sumber hidup. Jadi bagaimana bisa hidup apabila air
tidak ada lagi? Jadi kita mulai dari sekolah kita untuk hemat akan air dan
membuang sampah secara tidak sembarangan agar sumber hidup kita semakin
bersih.

Jadi ada 4 cara pengendalian sampah yang harus kita lakuakan di sekolah
kita agar sekolah kita mencapai kesuksesannya dalam pengendalian sampah.
Ubah pola pikir lama menjadi pola pikir baru yang penuh dengan harapan bebas
dari sampah agar sekolah kita asri, sejuk, bersih dan kreatif dalam hal sampah.

D. METODE PENANGGULANGAN SAMPAH

1. Pengertian Pengelolaan Sampah

Pengelolaan sampah adalah Pengumpulan, Pengangkutan, Pemrosesan,


Pendaur-ulangan atau Pembuangan dari Material Sampah. Pengolahan sampah
bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metode dari keahlian
khusus untuk masing-masing jenis zat.

2. Tujuan

Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan :

Mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis

Mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi


lingkungan hidup.

Pengolahan sampah dengan metode yang baik hampir belum ada di SMA
kita. Metode pemusnahan sampah di lingkungan sekolah kita hanya
menggunakan metode bakar saja padahal pemusnahaan sampah menggunakan
metode bakar sangat berbahaya apalagi pembakaran sampah tersebut
tercampur dengan sampah yang non-biodegradable seperti plastik. Meskipun
pembakaran dilakukan dengan jenis sampah tersebut, hasil dari pembakaran
sampah tersebut akan sangat sulit untuk di urai di lingkungan kita. Pembakaran
limbah jenis non-biodegradable ini menghasilakan senyawa yang sangat
merusak kesehatan dan lingkungan kita. Apalagi pembakaran sampah di sekolah
kita akan sangat mengganggu proses belajar mengajar kita karena baunya yang
sangat menyengat karena tercampur dengan sampah berbahaya dan lain lagi
asap yang mengepul di sekolah kita. Pembakaran sampah jenis seperti plastik
akan menambah jenis pencemaran yang ada. Pembakaran ini juga faktanya
sangat besar bahayanya karena menurut penelitian para pakar kimia jumlah
pembakaran 1 ton sampah plastik akan menghasilkan jumlah karbon dioksida
yang sama dengan 1 ton. Gas-gas berbahaya yang dihasilakan oleh pembakaran
sampah plastik adalah antara lain gas karbon monoksida (CO), nitrogen oksida
(NOx), sulfur dioksida (SO2), dioxin dan furan. Gas- gas ini dapat menyebabkan
kangker, perubahan system hormon, perubahan pertumbuhan janin,
menurunkan kapasitas reproduksi, penekanan terhadap system kekebalan tubuh
dan yang lebih berbahaya lagi dapat menyebabkan penyakit chlorance. Tetapi
untunglah di lingkungan sekolah kita masih banyak tumbuh pepohonan yang
dapat menampung jenis gas berbahaya tersebut. Tapi bayangkan saja jika
dilakukan pembakaran yang terus menerus dan sampah semakin banyak
dihasilkan dari sekolah kita bahkan tumbuhanpun akan mati dan layu karena
tidak dapat menahan semua jenis gas tersebut. Jadi ada baiknya jika kita
melakukan metode pengolahan sampah dengan cara yang baik dan tidak
mencemari lingkungan. Metode pengolahan sampah yang dapat kita lakukan
adalah sebagai berikut:

1. Metode pembuanagan

Metode pembuangan adalah salah satu metode paling populer dikalangan


sekolah-sekolah dimana kita disarankan untuk membuang sampah-sampah
tersebut kemudian menguburnya atau membuang sampah ke temapt
penampungan sampah. Tetapi dilakukan dengan cara yang tetap ramah
terhadap lingkungan. Hal ini bukan semata-mata dilakukan dengan membuang
sampah secara sembarangan yang sekolah kita biasa lakukan. Tetapi hal ini
dilakukan dengan teknik yang akan memenuhi tujuan dari pengolahan sampah.

Metodenya adalah sebagai berikut:

Mengumpulkan semua jenis sampah

Memilah-milah sampah artinya apakah sampah tersebut jenis sampah organik


atau anorganik.

Mengumpulkan sampah organiknya saja seperti daunan dan menyisihkan


sampah anorganik ke tempat yang telah disediakan

Melubangi tanah

Menuangkan sampah organik tersebut kedalam lubang tersebut

Menimbun sampah tersebut dengan tanah

Setelah melakukan proses tersebut maka kita hanya perlu menunggu kira-kira 1
atau 2 bulan setelah mikroorganisme-mikroorganisme memprosesnya didalam
tanah hasilnya kita dapat menggali kembali tanah tersebut dan sampah telah
berubah menjadi tanah yang hitam dan tentunya kaya akan unsur hara yang
dapat kita gunakan untuk memupuk bunga atau pekarangan yang ada disekolah
kita. Hal pengolahan ini telah memenuhi tujuan pengolahan sampah.

2. Metode 3-R
3-R yaitu singkatan dari Reuse, Reduce, dan Recycle.

Reuse belarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk
fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.

Contoh: menggunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis,


menggunakan botol bekas sebagai tempat pulpen, dan menggunakan e-mail
untuk mengirim surat

Reduce belarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.

Contoh: Membeli produk dengan kemasan yang dapat di daur ulang,


menggunakan produk yang dapat diisi ulang (refill) misalnya alat tulis yang
tintanya bisa diisi ulang kembali, menggunakan kedua sisi kertas untuk menulis,
dan menghindari pembelian barang-barang yang menghasilkan sampah dalam
jumlah yang besar dan yang tidak perlu.

Recycle belarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau
produk yang bermanfaat.

Contoh: Memilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah
terurai, membuat karya seni atau kerajinan tangan dari sampah, mengolah
sampah organik menjadi kompos.

Pengolahan sampah melalui 3-R diatas dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan
saja, dimana saja, dan tanpa biaya. Yang hanya dibutuhkan hanya sedikit waktu
dan kepedulian kita dalam melakukannya bahkan hasil dari pengolahan sampah
melalui 3-R tersebut dapat menghasilkan keuntungan materi bagi kita yang
melakukan karena dapat menjual hasil daur ulang kita. Dengan melakukan
pengolahan sampah melalui 3-R tersebut penulis dapat menjamin sampah yang
ada di sekolah akan dapat teratasi dan tujuan dari pengolahan sampah dapat
tercapai.

3. Metode penghindaran dan pengurangan

Metode yang berikutnya adalah metode penghindaran dan pengurangan.


Sebenarnya sampah yang ada di dunia ini secara umum dan sampah yang ada di
sekolah kita secara spesifik tidak dapat dimusnahkan atau diatasi secara
keseluruhan tapi dapat dihindari dan dikurangi dengan cara, metode atau
langkah-langkah yang kita ingin lakukan. Sekarang intinya semuanya bergantung
pada diri kita masing-masing mau kita bagaimanakan sampah tersebut. Yang
terpenting kita memiliki usaha dalm mengatasinya. Dan salah satu cara yang
paling simpel adalah dengan cara menghindari atau menguranginya. Yang
terpenting kita tahu bagaimana cara agar zat sampah tersebut tidak terbentuk
atau metode ini sering disebut dengan penguangan sampah. Contoh kongkrit
yang dapat kita temui di lingkungan sekolah kita seperti:

- Menggunakan serbet untuk menghindari pemakaian sampah tissue yang


penggunaanya sekali pakai
- Penggunaan kembali bekas pakai seperti buku lama yang digunakan sebagai
buku buram, dan lain sebagainya.

Dari beberapa metode tersebut setidaknya kita sebagai anak didik SMA
STTU Julu mampu dan akan melakukan salah satu atau keseluruhan dari
beberapa metode tersebut agar kiranya tercipta sekolah yang indah, bebas dari
sampah, dan sesuai dengan idaman kita.

BAB III
A. KESIMPULAN
Dari penjelasan dan pemaparan karya ilmiah tentang bahaya sampah di
SMA STTU Julu diatas penulis dapat mengambil beberapa hal terpenting sebagai
kesimpulan yaitu sebagai berikut:

1. Sampah
adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas
manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis

2. Bahaya sampah adalah barang-barang atau kotoran hasil aktivitas mahluk


hidup yang dapat mengakibatkan kerugian bagi kehidupan mahluk hidup itu
sendiri.

3. Sampah dapat dibedakan menjadi 3 bagaian besar yaitu sampah organik,


sampah anorganik, dan sampah bahan bercun dan berbahaya.
4. Bahaya sampah sangatlah berbahaya bagi kesehatan manusia atau mahluk
hidup dan bagi lingkungan akan pencemaran yang berasal dari sampah.

5. Seluruh warga sekolah berperan dalam penanggulangan sampah termasuk


kepala sekolah, guru, siswa, pemerintahan, dan orangtua siswa.

6. Pengendalian sampah di sekolah dilakukan dengan 4 cara yaitu

- Pahami atau kenali sampah, kurangi penggunaan sampah plastik, hemat


kertas, dan hemat air.

7. Pengelolaan sampah adalah Pengumpulan, Pengangkutan, Pemrosesan,


Pendaur-ulangan atau Pembuangan dari Material Sampah yang melibatkan zat
padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metode dari keahlian khusus untuk
masing-masing jenis zat.

8. Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan :

Mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis

Mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi


lingkungan hidup.

9. Metode pengolahan sampah dibedakan atas 3 metode yaitu metode


pembuangan, metode 3-R, metode penghindaran dan pengurangan.

10. Reuse belarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan
untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya, Reduce belarti mengurangi
segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, dan Recycle belarti mengolah
kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk yang bermanfaat.

B. SARAN
1. Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menu
mbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan
sampah. Selain itu diperlukan juga control sosial budaya sekolah atau tata
aturan untuk lebih menghargai lingkungan, walaupun kadang harus dihadap
kan pada masalah tertentu. Peraturan yang tegas dari sekolah juga sangat
diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus mer
usak sumber daya alam.

2. SMA Negeri 1 STTU Julu adalah SMA yang termasuk masih kecil dibandingkan
dengan sekolah-sekolah lain yang ada di Indonesia. Sudah sangat banyak
sekolah yang menerapkan sitem pengolahan sampah karena mereka tahu
bahaya sampah yang sesungguhnya. Ada baiknya jika kita menerapkan sistem
yang sama dengan sekolah yang sudah di anggap maju tersebut agar kita tidak
dipandang kecil lagi oleh sekolah lain.
3. Sekolah yang baik adalah sekolah yang dapat mengharagi lingkungan sekolah
itu sendiri. Jadi ada baiknya jika kita menetapkan pandangan tersebut terhadap
sekolah kita karena tidak perlu otak bagus tanpa moral yang baik juga. Jadi mari
kita tetap mengulurkan tangan untuk menjamin sekolah kita tetap dibanggakan
atas kebersihannya.

4. Kalimat mutiara yang mengatakan Untuk mencapai kesuksesan 99% adalah


dari usaha kita 1% sisanya dari otak kita. Ini menjelasakan agar kita tidak
terlalu merendahkan diri atas diri kita jangan terlalu berpikir hanya orang yang
derajatnya tinggi saja yang bisa menghasilkan uang dari pengolahan
sampah. Apabila ada minat dan usaha kita yakinlah kita akan bisa
melakukannya dan meraih kesuksesan itu.

5. Untuk mencapai kebersihan sekolah tanpa sampah seharusnya harus


melibatkan seluruh warga sekolah agar PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
dapat dijalankan oleh seluruh warga sekolah itu sendiri.

6. Untuk menjalankan metode atau langkah-langkah dalam kebersihan


lingkungan, mari kita tetap tanamkan prinsip Bersih Pangkal Sehat karena
kesehatan lebih berharga dari segalanya. Disamping itu mari kita tetap kuatkan
iman dan kepercayaan kita agar apa yang kita lakukan kiranya diberkati dan
diridoi oleh Tuhan yang maha esa.
DAFTAR PUSTAKA
Alex S. 2012. Sukses Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik. Yogyakarta:
Pustaka Baru Press

Daniel, Valerina. 2009. Easy Green Living. Bandung: Hikmah

Poerwadarminta, wjs. Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: balai pustaka

Soekidjo, Notoatmodjo.1997. Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Prinsip-Prinsip Dasar. Jakarta:


Rineka Cipta

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link] .id

[Link]

Anda mungkin juga menyukai