Permasalahan dan Jenis Sampah di Masyarakat
Permasalahan dan Jenis Sampah di Masyarakat
html
[Link]
[Link]
[Link]
SAMPAH
A. Pengertian
Sampah adalah suatu bahan atau benda yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia,
atau benda yang sudah tidak digunakan lagi dalam kegiatan manusia.
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu
proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya,
dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-
produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.
B. Jenis Sampah
1. Sampah padat
Sampah padat dibagi menjadi 3 jenis:
a. Berdasarkan zat kimia
Organik: Dapat membusuk, contohnya sisa makanan.
Non Organik: Tidak dapat membusuk, contohnya besi, gelas, dll.
b. Berdasarkan dapat dan tidaknya terbakar
Mudah dibakar, contohnya kertas.
Tidak mudah dibakar, contohnya kaleng.
c. Berdasarkan karakteristik sampah
Garbage: Mudah membusuk berasal dari rumah tangga.
Rabish: Perkantoran dan perdagangan, contohnya kertas, plastik, dll.
Ashes (abu) : Abu rokok.
Sampah jalanan : Pecahan kayu, debu.
Sampah industri : Berasal dari industri dan pabrik
Bangkai binatang : Mati karena alam,ditabrak kendaraan/ dibuang orang.
Bangkai kendaraan: Bangkai mobil,motor.
Sampah bangunan : Puing-puing, potongan kayu.
2. Sampah cair
Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan
dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Limbah hitam: Sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen
yang berbahaya.
Limbah rumah tangga: Sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat
cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.
3. Sampah dalam bentuk gas
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam
dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi.
Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.
C. Sumber-sumber Sampah
1. Dari pemukiman seperti: Sisa-sisa makanan, bebas pembungkus, kertas dan plastik.
2. Dari tempat-tempat umum seperti: Pasar, terminal, berupa: Kertas, botol, plastik.
3. Dari perkantoran, berupa: Kertas, karbon, klip, dan plastik.
4. Dari jalan raya: Dedaunan, sobekan ban, onderdil kendaraan.
5. Dari industri: Sampah dari pengepakan barang, logam, kardus.
6. Dari pertanian/ perkebunan: Jerami, sisa sayur mayur.
7. Dari pertambangan: Bebatuan, pasir.
8. Dari peternakan/ perikanan: Kotoran ternak, sisa makanan, bangkai binatang.
Pengertian Sampah
Sampah merupakan sesuatu bahan atau benda padat ataupun cair yang sudahtidak
terpakai lagi oleh manusia atau benda yang sudah digunakan lagi dalam
B. Jenis-jenis Sampah
menjadi :
seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini
botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dansebagainya. Sampah ini dapat dijadikan
sampah komersil atau sampah yang lakudijual untuk dijadikan produk lainnya.
makanan, botol dan gelas bekasminuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas
pemindahatau penyebar penyakit. Oleh karena itu, sampah harus dikelola dengan
penyakit. Selainitu, tempat tersebut juga menarik hewan perantara penyakit seperti
kulit.
sampah.
yangmenyebabkan penyakit bila di bakar (seperti bahan plastik dan karet bila
dibakar menghasilkan gas yang dapat menyebabkan kanker). Selain itu ada juga
1. Mencegah terjadinya penyakit seperti diare, kolera, tifus, malaria, DBD, dll.
kaleng bekas yang dimanfaatkan sebagai pot bunga sehingga tidak diperlukan lagi
Masalah sampah ini sangat menggangu kenyamanan para warga di sekitar lingkungan,
khusunsya penghuni asrama Pastor Dominikan. Hal ini di karenakan sistem pembuangan
sampah
yang tidak semestinya dan tidak pada tempatnya. Petugas yang membersihkan komplek
palapa membuang sampah dari semua rumah yang berada di komplek palapa tersebut di area
belakang atau pun ujung jalan dari komplek tersebut. Hal ini jelas mengganggu kenyamanan
warga yang tempat tinggal nya berada di penghujung komplek. Terdapat banyak dampak
yang di hasilkan dari tumpukan sampah itu, selain mengganggu pemandangan juga dapat
menggaanggu kesehatan para warga di karenakan dengan bau dan berbagai binatang
pembawa penyakit seperti lalat dan tikus.
Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis yang terinspirasi
dari permasalahan sampah di lingkungan tempat tinggal warga palapa khususnya asrama
Pastor Dominikan yang terletak di Jalan Palapa, Pontianak Kota untuk di cermati dan perlu
mendapat dukungan dan perhatian dari semua pihak yang peduli terhadap lingkungan.
B. Identifikasi Masalah
Sesuai dengan judul makalah ini Pengaruh Sampah di
LingkunganPemukiman terhadap Kenyaman Masyarakat maka masalahnya dapat di
identifikasi sebagai berikut :
Bagaiman peran serta kebijakan pemerintah dan cara masyarakat dalam mengelolah sampah ?
C. Pembatasan Masalah
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang di bahas di batasi
pada masalah :
Kebijakan apa saja yang dapat dilakukan pemerintah dan peran masyarakatterhadap
permasalah sampah di lingkungan.
D. Perumusan Masalah
Bagaiman peran serta cara yang di lakukan pemerintah dan masyarakat terhadap masalah
sampah di lingkungan tempat mereka tinggal ?
BAB II
PEMBAHASAN
Sampah adalah material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses(Wikipedia).
Menurut Webster Dictionary, Garbage ( Sampah) unwanted or useless material. Sangatlah benar kalau sampah
itu adalah materi-materi yang tidak dinginkan lagi karena sudah tidak ada gunanya. Oleh karena ketidakadaan
gunaan itu kita membuang sampah.
Saya tinggal di asrama Pastor Dominikan yang terletak di Jalan Palapa 3c nomor 2. Palapa merupakan
kompleks perumahan tentara dan orang-orang cina. Asrama kami terletak di bagian belakang kompleks Palapa.
Palapa adalah tempat perumahaan elit, namun sistem pengaturan sampah yang ada tidak se-elit tempatnya.
Penduduk membuang sampah di dekat asrama kami, yang masih termasuk komplek palapa. Kesadaran akan
bahaya sampah belum terealisasi.
Tumpukan sampah yang dibuang dekat asrama kami adalah sampah yang berasal dari perumahan di
Palapa. Setiap pagi petugas pemungut sampah berkeliling untuk mengumpulkan sampah yang ada. Lalu dengan
mengunakan gerobak mereka membawanya ke tempat pembuangan sampah yang ada di dekat asrama kami.
Pembuangan sampah ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Menurut tukang buang sampah
mereka membuang sampah di dekat asrama pastoran karena sebelumnya tidak ada orang yang tinggal di sekitar
karena para penghuni rumah pindah tempat . Ketika sudah ada pembeli rumah-rumah yang kemudian tinggal di
sekitar pembuangan sampah, mereka mencoba untuk mencari solusi, namun tidak berhasil. Mereka masih
membuang sampah ke tempat yang sama.
Sampah yang ada di sekitar asrama kami adalah sampah konsumsi. Dalam arti sampah ini dihasilkan
oleh penduduk setempat yang melakukan pembuangan sisa-sisa dari barang-barang atau produk-produk yang
telah mereka pakai. Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang
(Wikipedia).
Sampah yang ada sangatlah beragam karena sampah-sampah itu berasal dari sampah rumah tangga.
Kalau kita tinjau lebih dekat, di sana ada sampah plastik, botol bekas, sisa-sisa makanan, dan kertas. Bahkan
kita bisa juga menemukan prabotan-prabotan rumah tangga yang sudah rusak seperti kursi, meja, alat-alat dapur
dan lain sebagainya.
Sampah yang sudah ditumpuk bertahun-tahun semakin hari semakin bertambah tinggi karena sampah
yang diuraikan tidak sebanding dengan jumlah sampah yang ditambah. Sampah yang teruraipun hanyalah yang
bersifat Biodegradable, yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau
anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan ( Wikipedia).Sampah yang
ada tidak semuanya dapat diuraikan misalnya botol yang terbuat dari bahan plastik. Sampah ini termasuk
kedalam kategori Non-Biodegradable, yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi( Wikipedia)
Sampah yang ada tidaklah sedap dipandang mata karena sampah yang ada menggangu pemandangan di
sekitar. Seringkali pengunjung berkomentar tentang tumpukan sampah yang ada karena mereka terusik oleh
pemandangan yang tidak menyenangkan. Bagaimana bisa menyenangkan ketika kita melihat ke luar, asrama
kita seperti dikelilingi oleh sampah?
Sampah yang membusuk sangatlah menggangu pernafasan. Angin seringkali membawa bau yang tidak
sedap dan terhirup oleh penghuni asrama.. Kami seringkali harus menutup hidung untuk menghindari bau yang
ada. Makan merupakan waktu yang nikmat ketika tidak ada hal yang menganggu, namun dengan hadirnya bau
yang tidak sedap membuat nafsu makan menurun.
Lalat dan tikus sangat menyukai tempat yang kotor. Tumpukan sampah yang ada di sekitar menjadi
tempat bertelur dan makan lalat. Seringkali lalat yang hinggap di sampah masuk ke dalam asrama dan hinggap
di makanan yang ada. Tidak heranlah kami terkadang terserang sakit perut. Sedangkan tikus mencari makanan
dari sisa-sisa makanan yang dibuang.
Tak jarang sampah-sampah yang ada memenuhi parit-parit di sekitar rumah kami sehingga
menyebabkan banjir. Musim penghujan merupakan musim yang tidak mengenak-kan bagi penghuni Asrama
Dominikus. Parit-parit yang ada tidak mampu mengalirkan air secara maksimal karena terhalang oleh tumpukan
sampah. Hal ini mengakibatkan air hujan terbendung dan mengenangi pekarangan rumah. Genangan air yang
ada membawa bau yang tidak sedap serta membunuh rumput-rumput di halaman Asrama Dominukus.
Pada malam hari banyaknya nyamuk yang masuk ke dalam asrama. Banyaknya genangan air di sekitar
menyebabkan nyamuk berkembang biak dengan subur. Jadi penghuni Asrama Dominikus mengunakan kelambu
untuk melindungi diri dan menjaga tidur malam kami.
Sudah saatnya perubahan dalam pengelolaan sampah dilakukan. Pengelolaan sampah adalah
pengumpulan , pengangkutan , pemprosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material
sampah (Wikipedia). Pengelolaan sampah yang baik tentu dapat mengurangi dampak negatifnya pada kesehatan,
lingkungan dan keindahan.
Pemerintahan Kota Pontianak dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk menangani masalah
sampah yang ada. Masalah yang terjadi di palapa adalah hal yang sama terjadi di seluruh Kota Pontianak.
Masalah sampah adalah merupakan isu yang sangat mendesak dan harus menjadi prioritas pemerintah kota.
Keterlibatan dan dukungan dari segenap masyarakat tentunya penting demi terwujudnya program pemerintah.
Kebijakkan pemerintah dapat berupa pengalokasian sampah yang ada di kota ke suatu tempat yang
sesuai. Pertama-tama tempat yang sesuai harus jauh dari pemukiman penduduk. Kemudian jarak tempat sampah
dengan sumber mata air bersih juga harus menjadi perhatian karena sampah-sampah yang dibuang dapat
mencemari sumber air bersih. Berbagai penyakit dapat disebabkan oleh sumber air yang tercemar , misalnya
sakit perut. Dan yang tidak kalah pentingnya tempat sampah harus jauh dari daerah pertanian dan perkebunan.
Sampah yang tidak terurai Non-Biodegradable dapat menyebabkan padatnya tanah dan menutup permukaan
tanah. Kedua hal ini mengurangi kesuburan tanah sehingga daerah pertanian tidaklah mampu lagi menghasilkan
dengan baik.
Mengubur sampah merupakan salah satu cara dalam pengelolaan sampah. Metode ini sangatlah
popular di seluruh belahan dunia. Penguburan sampah dapat dilakukan di tanah yang ditinggalkan, lubang bekas
pertambangan, atau lubang alam. Suatu tempat penguburan yang dikelola dengan baik menghasilkan tempat
pembuangan yang hegenis dan murah. Penguburan sampah menghindarkan kontak sampah dengan lapisan
atmosphere. Sampah yang terekspos langsung dapat menimbulkan bau yang tak sedap, pemandangan yang
tidak menarik dan sarang untuk berbagai jenis mikroorganisme dan makrorganisme penyebab dan pembawa
penyakit. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya.
Contoh nyata: di bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah. (Wikipedia)
Khusus sampah-sampah organik dapat dijadikan pupuk organik yang ramah lingkungan (pengolahan
biologis). Zat biologis dapat berupa zat tanaman, sisa makanan atau kertas. Contoh dari pengelolaan sampah
menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin Program (program tong hijau) di Toronto, Kanada,
dimana sampah organik rumah tangga , seperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong
khusus untuk di komposkan. Dengan mengubah sampah organik yang ada dapat membawa keuntungan
tersendiri. Pupuk yang berasal dari sampah organik bisa digunakan untuk keperluan pribadi dan bahkan untuk
dijual. Bahan pupuk organik sangatlah mudah untuk didapat dan pupuk ini terkenal ramah dengan lingkungan.
Sampah non-organik seperti botol-botol dan kaleng bekas dapat dijadikan hal-hal yang berguna dengan
sentuhan seni. Dengan kreatifitasnya manusia bisa menciptakan bunga tiruan dengan plastik dan bekas pipet
serta mengunakan kaleng bekas untuk potnya. Banyak juga mainan yang bisa dibuat dari sampah-sampah non
organik seperti kaleng dan botol, misalnya untuk membuat mobil main-mainan. Singkatnya kita bisa menyulap
sampah yang ada menjadi barang yang memiliki nilai seni dan bahkan nilai jual.
Sistem daur ulang merupakan system yang dapat digunakan dalam penanganan [Link]
pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur
ulang (Wikipedia). Ada beberapa cara daur-ulang yang ada; yang pertama dengan mengambil bahan sampahnya
untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. Kita juga
bisa mengunakan sampah yang ada untuk digunakan kembali.
Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum , kaleng baja makanan/minuman,
Botol HDPE dan PET , botol kaca , kertas karton, koran, majalah, dan kardus. Jenis plastik lain seperti
(PVC, LDPE, PP, dan PS) juga bisa di daur ulang. Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau
mobil lebih susah, karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.
Pendidikan dan kesadaran di bidang pengelolaan limbah dan sampah tentu sangat penting di dalam
masyarakat. Banyak masyarakat yang masih kurang kesadaranya dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Tentunya pemerintah perlu melakukan penyuluhan tentang pengelolaan sampah yang baik serta memberikan
informasi tentang dampak-dampak negative sampah bagi masyarakat dan lingkungan sehingga setiap anggota
masyarakat dapat menyadari bahaya sampah yang terus bertambah.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Penanganan sampah harus dilaksanakan dengan sebaik dan seefisien mungkin dengan
peran serta warga dan pemerintah dalam menangani persoalan yang ada.
B. SARAN
Bertolak dari pengaruh sampah yang begitu banyak membawa dampak negative bagi para
warga, maka penyusun memberikan saran sebagai berikut :
Hendaknya para warga ikut berperan dalam menangani sampah, baik melakukann
penguburan sampah, daur ulang dan hal hal bermanfaat lainnya dalam upaya menciptakan
lingkungan yang nyaman, aman, dan bersih.
DAFTAR PUSTAKA
_ [Link]
Dampak Sampah Terhadap Lingkungan
([Link]
[Link])
Uraian materi
1. Pencemaran Lingkungan
2. Penyebab Penyakit
Tempat-tempat penumpukan sampah merupakan lingkungan yang baik bagi
hewan penyebar penyakit penyakit misalnya : lalat, nyamuk, tikus, dan
bakteri patogen (penyebab penyakit). Adanya hewan-hewan penyebar
penyakit tersebut mudah tersebar dan menajalar ke lingkungan sekitar.
Penyakit-penyakit itu misalnya kolera, disentri, tipus, diare, dan malaria.
Sampah jalanan dan rumah tangga sering bertaburan dan jika turun hujan
akan terbawa ke got/sungai, akibatnya sungai tersumbat dan timbul banjir.
Selanjutnya banjir dapat menyebarkan penyakit, banyak got di musim hujan
menjadi mampet karena penduduk membuang sampah disembarang tempat.
Kebiasaan membuang sampaj di sungai dihilangkan.
1. Kerukunan
2. Kesanggupan
PEMBUANGAN SAMPAH
IV. METODE
Ceramah dan Tanya jawab
V. MEDIA
Media yang digunakan untuk penyuluhan antara lain:
1. SAP
2. Flip Chart timbal balik
VI. WAKTU PELAKSANAAN
1. Hari : Senin
2. TanggaL : 13 Mei 2013
3. Jam : 10.00-10.30 WIB
MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian Pembuangan Sampah ( Refuse disposal )
Yang dimaksud dengan pembuangan sampah adalah semua zat/ benda yang sudah
tidak terpakai lagi baik berasal dari rumah-rumah maupun siasa-sisa proses industri.
sedangkan
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas
manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
2. Jenis Sampah
Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai Sampah
Organik dan Sampah Anorganik.
Sampah Organik
merupakan jenis sampah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan
hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan
atau yang lainnya. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami.
Sampah Anorganik
merupakan jenis sampah yang berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti
mineral dan minyak bumi atau dihasilkan dari proses industri. Beberapa bahan
seperti ini tidak terdapat di alam, yaitu plastik dan aluminium. Sebagian zat
anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian
yang lain hanya diuraikan secara lambat. Sampah jenis ini pada tingkat rumah
tangga berupa botol, botol plastik, tas plastik, kaleng dan lain-lain.
Kertas, koran dan karton merupakan perkecualian. Berdasarkan asalnya, kertas,
koran dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran dan karton
dapat di daur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng dan
plastik) sehingga dapat digolongkan sampah anorganik.
Sumber Sampah
a. Sampah Pemukiman, Perdagangan dan Perkantoran yang disebabkan oleh :
1. Penduduk yang tinggal di sepanjang sungai dan pemukiman padat langsung
membuang sampah ke sungai dan saluran pembuangan.
2. Limpasan air hujan yang membawa sampah dari pasar-pasar maupun pusat-pusat
kegiatan dan pemukiman.
3. Sampah perkantoran terdiri dari kertas, alat tulis menulis, toner foto caopy, baterai
dll.
1. Musibah fatal contohnya burung bangkai yang terkubur di bawah timbunan sampah
akan menimbulkan bau busuk dan merusak tanah.
2. Kerusakan infrastruktur contohnya kerusakan ke akses jalan oleh kendaraan berat
yang mengangkut sampah ke TPA menimbulkan kerusakan pada jalan yang di
laluinya.
3. Pencemaran lingkungan setempat seperti pencemaran air tanaholeh kebocoran dan
pencemaran tanah sisa selama pemakaian TPA, begitupun setelah penutupan TPA
4. Pelepasan gas metana yang disebabkan oleh pembusukan sampah
organik, metana adalah gas rumah kaca yang berkali-kali lebih potensial
daripada karbon dioksida, dan dapat membahayakan penduduk suatu tempat.
5. gangguan sederhana contohnya debu, bau busuk, dan kutupolusi suara.
Penyimpanan Sampah
Untuk tempat sampah di tiap-tiap rumah isinya cukup 1 meter kubik. Tempat sampah
janganlah ditempatkan di dalam rumah atau di pojok dapur, karena merupakan
gudang makanana bagi tikus-tikus sehingga rumah banyak tikus.
Tempat sampah sebaiknya :
a. Terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan tidak mudah rusak.
b. Harus ditutup rapat sehingga tidak menarik serangga atau binatang-binatang
lainnya seperti : tikus, ayam, kucing dan sebagainya.
c. Ditempatkan di luar rumah. Biloa pengumpulannya tidak dilakukan oleh pemerintah,
tempatkanlah tempat sampah sedemikian rupa sehingga karyawan pengumpul
sampah mudah mencapainya.
Pengumpulan Sampah
Pengumpulan sampah dapat dilakukan :
a. Perorangan
Tiap-tiap keluarga mengumpulkan sampah dari rumahnya masing-masing untuk
dibuang pada tempat tertentu
b. Pemerintah
Pengumpulan sampah d iota-kota dilakukan pemerintah dengan menggunakan truk
samapah atau gerobak sampah
c. Swasta
Swasta hanya mengambil sampah-sampah tertentu sbagai bahan baku pada
perusahaannya misalnya untuk pembuatan kertas, karton dan palstik.
Pembuangan Sampah
Pembuangan sampah dapat dilakukan dengan cara :
a. Land fill
Sampah dibuang pada tanah yang rendah. Pembuangan samapah secara ini hanya
baik untuk sampah-sampah jenis rubbish, sedangkan bila jenis garbage atau
tercampur dengan garbage, tempat pembuangan sampah ini akan menjadi tempat
perkembangbiakan serangga, tikus, juga menimbulkan bau-bauan yang tidak sedap.
b. Sanitary land fill
Sampah dibuang pada tanah yang rendah, kemudian ditutup lagi dengan tanah
paling sedikit 60 cm, untuk mencegah pengorekan oleh anjing, tikus dan binatang-
binatang lainnya. Cara ini memenuhi syarat kesehatan.
c. Individual incineration
Sampah dari rumah dikumpulkan sendiri, kemudaian dibakar sendiri. Pembakaran
sampah ini harus dilakukan dengan baik sebab bila tiadak :
Asapnya mengotori udara
Bila tidak terbakar sempurna sisanya tercecer kemana-mana.
d. Incineration dengan incinerator khusus
Cara ini dikerjakan oleh pemerintah. Sampah-sampah yang telah dikumpulkan dari
truk / gerobak sampah dibakar dam incinerator khusus (alat pembakar sampah).
Incinerator ini mempunyai bagian-bagian :
Tempat pengumpulan sampah
Ruang pengeringan
Ruang pembakaranCerobong asap
Cara pembuangan sampah ini baik sekli tapi biayanya mahal.
e. Pulverisation
Semua sampah baik garbage maupun rubbish digiling (dihaluskan) dengan alat
khusus, kemudian dibuang ke laut. Dalam bentuk yang sudah digiling ini, sampah
menjadi tidak disukai lagi baik oleh serangga maupun tikus-tikus.
NETIZEN Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap
menjadi PR besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik
telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.
Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar
terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga.
Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan
sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari
tanah dan air tanah.
Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses
pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya
bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan
sistem saraf dan memicu depresi.
Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan
banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah
ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda
bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah
anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan
setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk
kotamu!) Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap
tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar.
Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer.
Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses
produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah
plastik mengeluarkan gas rumah kaca.
Demikianlah sedikit uraian tentang Bahaya Sampah Sampah Bagi Manusia dan Lingkungan semoga bisa
bermanfaat.
BAB I
1. PENDAHULUAN
Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan dan tidak berguna lagi bagi
kehidupan Mahluk hidup. Zaman ini sampah telah merajalela. Dimana-mana
dapat ditemui tumpukan- tumpuka sampah. Dilingkungan masayarakat,
dilingkungan keluarga, bahkan dilingkungan sekolah yang seharusnya menjadi
contoh terhadap lingkungan umum malahan menjadi sekolah yang penuh
dengan sampah.
SMA Negeri 1 STTU Julu, sebuah sekolah yang dulunya indah nan asri,
sekarang telah dipenuhi dengan sampah. Sampah bertebaran dimana-mana
dibelakang sekolah, ditaman sekolah yang seharusnya menjadi model keindahan
sekolah, dan bahkan di laci-laci siswa dipenuhi dengan sampah. Menurut
pengamatan ilmiah yang penulis telah lakukan, hal sembrono tersebut terjadi
oleh banyak faktor maupun itu faktor dari luar siswa maupun faktor dari dalam
siswa. Adapun faktor utama penyebab hal ini adalah rendahnya atau minimnya
pengetahuan siswa tentang bahaya sampah dimana para siswa menganggap
sampah adalah hal yang sepele dan apabila tidak ditanggulangi tidak berakibat
apa-apa meskipun sesungguhnya sampah adalah musuh besar bumi yang dapat
merusak bumi dan mahluk hidup yang ada didalamnya.
B. PERUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN PEMBAHASAN
1. Untuk mengetahui apa-apa saja bahaya sampah di lingkungan SMA STTU Julu.
BAB II
2. PEMBAHASAN
A. BAHAYA SAMPAH
1. Sampah organik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai
secara alamiah/biologis, seperti sisa makanan dan guguran daun. Sampah jenis
ini juga biasa disebut sampah basah.
2. Sampah anorganik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit
terurai secara biologis. Proses penghancurannya membutuhkan penanganan
lebih lanjut di tempat khusus, misalnya plastik, kaleng danstyrofoam. Sampah
jenis ini juga biasa disebut sampah kering.
3. Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) yaitu limbah dari bahan-bahan
berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain.
Dalam lingkungan SMA ini sampah organik dan sampah anorganiklah yang
paling dan selalu dapat ditemui seperti sampah organik daun-daunan, kertas-
kertas, karton dan lain sebagainya dan sampah anorganik seperti kaleng-kaleng,
plastik, besi, aluminium dan seng yang pastinya akan berdampak buruk atau
bisa dikatakan berbahaya bagi kesehatan, keindahan, kenyamanan serta
keamanan dalam melakukan proses belajar-mengajar di sekolah. Hal tersebut
biasanya terjadi karena seiring perkembangan terknologi dan kebudayaan antar
sesama manusia yang semakin canggih yang mengakibatkan penghasilan
sampah semakin bertumpuk dan merajalela yang tertuju langsung ke tingkat
bahaya sampah yang semakin tinggi di lingkungan sekolah tersebut. Adapun
bahaya sampah itu sendiri sangatlah banyak dan sangatlah berbahaya tetapi
akan penulis rangkum ke dalam dua bagian besar yaitu sebagai berikut:
Inti utama proses pembelajaran pada jaman ini adalah untuk menciptakan
siswa-siswi yang memiliki moral dan etika baik terhadap sosial maupun
lingkungannya. Peran guru sangatlah penting dalam menciptakan SMA STTUJULU
yang indah dan nyaman sebagai tempat belajar bagi siswa-siswinya.
Pengontrolan sampah oleh guru sangatlah penting dalam upaya menciptakan
pelajar yang cinta terhadap lingkungannya sendiri. Bimbingan dari guru dan
contoh baik dari guru sangatlah dibutuhkan. Perhatian yang ketat serta
pemberian hukuman kepada siswa yang membuang sampah secara
sembarangan merupakan contoh kongkrit yang harus dan segera harus
dilaksanakan di lingkungan sekolah. Disamping itu setiap siswa seharusnya
selalu memiliki rasa cinta terhadap lingkungannya, selalu berperan aktif dalam
kegiatan penanggulangan sampah dan selalu menumbuhkan kreatifitas-kretifitas
baru dalam pencegahan bahaya sampah karena sebagai siswa yang baik
seharusnya memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme serta taat akan aturan
sekolah yang melarang pembuanagan sampah secara sembarangan.
C. PENGENDALIAN SAMPAH
Plastik adalah satu dari beberapa jenis sampah yang paling berbahaya dan
paling banyak digunakan yaitu 170 kantong per tahun yang dihabiskan setiap
orang padahal butuh 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon per tahun untuk
memproduksi plastik. Sebagai contoh bayangkan saja warga SMA STTU Julu
adalah 200 orang X 170 plastik= 3400 kantong plastik yang digunakan warga
SMA STTU Julu dalam setahun tanpa pengendalian. Bagaimana dengan seluruh
manusia di dunia? Mungkin tidak terhitung lagi. Kandungan bahaya plastik yaitu
BPA (Bisphenol-A). BPA adalah materi pengikat untuk membentuk polycarbonate
(PC), yang merupakan bahan alternatif untuk membuat berbagai perangkat
plastik, seperti peralatan makan dan minum yang sering digunakan untuk
kemasan jajanan kantin atau yang lainnya. Zat kimia ini merupakam zat
beracun yang sering ditemui pada botol minuman yang dijual bebas di pasaran
dan yang lebih ekstrimnya lagi zat ini akan sangat bereaksi apabila sering
dipanaskan/ disteril. Dan apabila dipanaskan zat ini akan melumer dan masuk
kedalam makanan dan minuman yang kita komsumsi akibatanya sangat fatal
karena BPA akan merusak system reproduksi ovarium, otak, dan sistem saraf
manuasia. Beda lagi dengan platik kresek dan plastik PVC sebagai wadah
makana siap santap yang paling sering kita lihat beredar di sekolah kita.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh badan POM kantong plastik dan PVC
banyak mengandung unsur kimia yang sangat berbahaya yaitu senyawa timbal
(Pb), cadmium (Cd), timah putih (Sn) yang dapat menyebabkan kangker dan
penyakit berbahaya lainya bagi warga sekolah yang menggunakannya dan
tentunya setelah dibuang unsur kimia berbahaya tersebut akan mengendap
dilingkungan sekolah kita yang menyebabkan tanah sekolah menjadi gersang
dan tandus.
3. Hemat kertas
Kertas sebagai kebutuhan pokok setiap siswa di seluruh dunia merupkan salah
satu sampah yang paling banyak di SMA STTU Julu. Pengendalian kertas
sangatlah penting pada pengendalian sampah di SMA kita. Kertas merupakan
sampah organik karena terbuat dari tumbuhan tetapi dapat juga dikelompokkan
kedalam sampah anorganik karena dapat didaur ulang tetapi lebih mengacu
pada sampah organik karena dilihat juga dari sisi lama penguraiaanya. Jadi kita
sebagai pelajar sudah semestinya menggunakan dan memanfaatkan kertas
seperlunya, jangan menyianyiakan kertas karena kita harus mengingat fakta
bahwasanya 1 rim kertas (500 lembar) setara dengan 1 batang pohon dan
diperkirakan 2,75 miliar pohon dibutuhkan setiap tahun untuk memproduksi
kertas. Jadi kita sebagai siswa SMA STTU Julu bermulailah berpikir akan
bagaimana generasi berikutnya tanpa pohon karena telah habis untuk
memproduksi kertas. Jadi dengan hemat kertas maka sampah kertas akan
berkurang di sekolah kita alhasil sekolah kita bebas dari sampah kertas.
4. Hemat air
Air di SMA STTU Julu sangatlah minim bukan? Faktanya 100 % air yang ada di
bumi, 97 % adalah air laut dan 3 % adalah air tawar itupun tidak seluruhnya
yang bisa dikomsumsi. Bayangkan saja jikalau sampah beracun banyak maka air
tersebut akan kotor dan tidak dapat lagi di komsumsi maka air di lingkungan
sekolah kita akan semakin minim. Begitupula dengan dunia kita jikalau sampah
banyak maka air bersih tidak akan banyak lagi. Karena kita mengetahui
bahwasanya Air adalah sumber hidup. Jadi bagaimana bisa hidup apabila air
tidak ada lagi? Jadi kita mulai dari sekolah kita untuk hemat akan air dan
membuang sampah secara tidak sembarangan agar sumber hidup kita semakin
bersih.
Jadi ada 4 cara pengendalian sampah yang harus kita lakuakan di sekolah
kita agar sekolah kita mencapai kesuksesannya dalam pengendalian sampah.
Ubah pola pikir lama menjadi pola pikir baru yang penuh dengan harapan bebas
dari sampah agar sekolah kita asri, sejuk, bersih dan kreatif dalam hal sampah.
2. Tujuan
Pengolahan sampah dengan metode yang baik hampir belum ada di SMA
kita. Metode pemusnahan sampah di lingkungan sekolah kita hanya
menggunakan metode bakar saja padahal pemusnahaan sampah menggunakan
metode bakar sangat berbahaya apalagi pembakaran sampah tersebut
tercampur dengan sampah yang non-biodegradable seperti plastik. Meskipun
pembakaran dilakukan dengan jenis sampah tersebut, hasil dari pembakaran
sampah tersebut akan sangat sulit untuk di urai di lingkungan kita. Pembakaran
limbah jenis non-biodegradable ini menghasilakan senyawa yang sangat
merusak kesehatan dan lingkungan kita. Apalagi pembakaran sampah di sekolah
kita akan sangat mengganggu proses belajar mengajar kita karena baunya yang
sangat menyengat karena tercampur dengan sampah berbahaya dan lain lagi
asap yang mengepul di sekolah kita. Pembakaran sampah jenis seperti plastik
akan menambah jenis pencemaran yang ada. Pembakaran ini juga faktanya
sangat besar bahayanya karena menurut penelitian para pakar kimia jumlah
pembakaran 1 ton sampah plastik akan menghasilkan jumlah karbon dioksida
yang sama dengan 1 ton. Gas-gas berbahaya yang dihasilakan oleh pembakaran
sampah plastik adalah antara lain gas karbon monoksida (CO), nitrogen oksida
(NOx), sulfur dioksida (SO2), dioxin dan furan. Gas- gas ini dapat menyebabkan
kangker, perubahan system hormon, perubahan pertumbuhan janin,
menurunkan kapasitas reproduksi, penekanan terhadap system kekebalan tubuh
dan yang lebih berbahaya lagi dapat menyebabkan penyakit chlorance. Tetapi
untunglah di lingkungan sekolah kita masih banyak tumbuh pepohonan yang
dapat menampung jenis gas berbahaya tersebut. Tapi bayangkan saja jika
dilakukan pembakaran yang terus menerus dan sampah semakin banyak
dihasilkan dari sekolah kita bahkan tumbuhanpun akan mati dan layu karena
tidak dapat menahan semua jenis gas tersebut. Jadi ada baiknya jika kita
melakukan metode pengolahan sampah dengan cara yang baik dan tidak
mencemari lingkungan. Metode pengolahan sampah yang dapat kita lakukan
adalah sebagai berikut:
1. Metode pembuanagan
Melubangi tanah
Setelah melakukan proses tersebut maka kita hanya perlu menunggu kira-kira 1
atau 2 bulan setelah mikroorganisme-mikroorganisme memprosesnya didalam
tanah hasilnya kita dapat menggali kembali tanah tersebut dan sampah telah
berubah menjadi tanah yang hitam dan tentunya kaya akan unsur hara yang
dapat kita gunakan untuk memupuk bunga atau pekarangan yang ada disekolah
kita. Hal pengolahan ini telah memenuhi tujuan pengolahan sampah.
2. Metode 3-R
3-R yaitu singkatan dari Reuse, Reduce, dan Recycle.
Reuse belarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk
fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.
Recycle belarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau
produk yang bermanfaat.
Contoh: Memilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah
terurai, membuat karya seni atau kerajinan tangan dari sampah, mengolah
sampah organik menjadi kompos.
Pengolahan sampah melalui 3-R diatas dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan
saja, dimana saja, dan tanpa biaya. Yang hanya dibutuhkan hanya sedikit waktu
dan kepedulian kita dalam melakukannya bahkan hasil dari pengolahan sampah
melalui 3-R tersebut dapat menghasilkan keuntungan materi bagi kita yang
melakukan karena dapat menjual hasil daur ulang kita. Dengan melakukan
pengolahan sampah melalui 3-R tersebut penulis dapat menjamin sampah yang
ada di sekolah akan dapat teratasi dan tujuan dari pengolahan sampah dapat
tercapai.
Dari beberapa metode tersebut setidaknya kita sebagai anak didik SMA
STTU Julu mampu dan akan melakukan salah satu atau keseluruhan dari
beberapa metode tersebut agar kiranya tercipta sekolah yang indah, bebas dari
sampah, dan sesuai dengan idaman kita.
BAB III
A. KESIMPULAN
Dari penjelasan dan pemaparan karya ilmiah tentang bahaya sampah di
SMA STTU Julu diatas penulis dapat mengambil beberapa hal terpenting sebagai
kesimpulan yaitu sebagai berikut:
1. Sampah
adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas
manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis
10. Reuse belarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan
untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya, Reduce belarti mengurangi
segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, dan Recycle belarti mengolah
kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk yang bermanfaat.
B. SARAN
1. Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menu
mbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan
sampah. Selain itu diperlukan juga control sosial budaya sekolah atau tata
aturan untuk lebih menghargai lingkungan, walaupun kadang harus dihadap
kan pada masalah tertentu. Peraturan yang tegas dari sekolah juga sangat
diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus mer
usak sumber daya alam.
2. SMA Negeri 1 STTU Julu adalah SMA yang termasuk masih kecil dibandingkan
dengan sekolah-sekolah lain yang ada di Indonesia. Sudah sangat banyak
sekolah yang menerapkan sitem pengolahan sampah karena mereka tahu
bahaya sampah yang sesungguhnya. Ada baiknya jika kita menerapkan sistem
yang sama dengan sekolah yang sudah di anggap maju tersebut agar kita tidak
dipandang kecil lagi oleh sekolah lain.
3. Sekolah yang baik adalah sekolah yang dapat mengharagi lingkungan sekolah
itu sendiri. Jadi ada baiknya jika kita menetapkan pandangan tersebut terhadap
sekolah kita karena tidak perlu otak bagus tanpa moral yang baik juga. Jadi mari
kita tetap mengulurkan tangan untuk menjamin sekolah kita tetap dibanggakan
atas kebersihannya.
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link] .id
[Link]