MSDS
1. Aquadest
Warna : Jernih
Rasa : Tidak Berasa
Bau : Tidak Berbau
Pemerian : Cairan Jernih
Berat molekul : 18,02 g/mol
pH Larutan : 5,0-7,0
Stabilitas : Stabil pada semua bentuk seperti es, dapat disimpan dalam wadah yang
cocok
(Farmakope Indonesia edisiIII hal :96)
Inkompatibilitas: Dapat bereaksi dengan obat dan zat tambahan lainnya. Bereaksi dengan
garam anhidrat menjadi bentuk hidrat material organic dan kalsium klorida.
(Hope edisi IV hal:672)
2. Methanol
Rumus molekul : CH3OH
Massa molar : 32.04 g/mol
Penampilan : senyawa alcohol alifatik, jernih, tidak berwarna dan berbau alcohol
beracun
Densitas : 0.7918 g/cm, liquid
Titik lebur : 97 C, -142.9 F (176 K)
Titik didih : 64.7 C, 148.4 F (337.8 K)
Kelarutan dalam air : larut dalam air dalam segala perbandingan
Kelarutan : larut dalam eter, benzene, dan keton
Viskositas : 0.59 mPas at 20 C
Kecepatan evaporasi : 2,1 (butyl acetat = 1)
Tekanan uap : 100 mm Hg (21,2 oC)
Reaktivitas : Stabil oleh pengaruh udara maupun air. Bereaksi denan aluminium dan
timah hitam. Bereaksi hebat dengan oksidator.
Kebakaran : dapat terbakar dalam kondisi normal. Titik nyala 12oC
(Dr,Soemanto. 1998)
3. Paracetamol / Acetaminophen
Rumus molekul : C8H9NO2
Berat molekul : 151,16 g / mol
Pemerian : Serbuk hablur, putih, tidak berbau rasa sedikit pahit
Kelaruan : Larut dalam air mendidih dan dalam natrium hidroksida 1 N, mudah larut
dalam etanol
Jarak lebur : antara 168o dan 172o
Air : tidak lebih dari 0,5 %
Sisa pemijaran : tidak lebih dari 0,1 %
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya
(Farmakope Indonesia [Link] hal : 649-650)
4. Kloroform / Chloroformum
Rumus molekul : CHCL3
Berat molekul : 119,38 g/ mol
Pemerian : Cairan jernh, tidak berwarna, mudah mengalir, mempunyai sifat khas,
bau eter, rasa manis dan membakar. Mendidih pada suhu lebih kurang 61oC dipengaruhi oleh
cahaya.
Kelarutan : Sukar larut dalam air,dapat bercampur dengan etanol, dengan eter,
dengan benzene, dengan heksana, dan dengan lemak dan minyak menguap.
Bobot jenis : antara 1,476 dan 1,480, menunjukan 99,0% sampai 99,5 % CHCL3
Titik didih : 61oC ( 141,8oF)
Titik leleh : -63,5 oC (-82,7oF)
Kebakaran : tidak mudah terbakar. Mudah mengiritasi mata,kulit.
Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, pada suhu tidak lebih
dari 30oC
(Farmakope Indonesia [Link] hal : 206-207)
5. Ammonium Hidroksida
Rumus molekul : NH4OH
Bobot molekul : 35,05
Pemerian : Berbentuk cairan, Biru ammonia, berbau tajam, tidak berwarna
Titik leleh : -69,2oC (-92,6oF)
Bobot jenis : 0,898 ( Air = 1 )
Kelarutan : mudah larut dalam air dingin
Kebakaran : tidak mudah terbakar. Mudah mengiritasi mata,kulit.
(Dr,Soemanto. 1998)
6. Asam Format
Rumus molekul : HCOOH
Bobot molekul : 46,03 g/mol
Pemerian : Bentuk cairan, tidak berwarna, mudah terbakar, berbau tajam, beraa asam
Titik didih : 101oC
Titik nyala : 69oC
Titik lebur : 8OC
Bobot Jenis : 1,19 (Air=1)
Klearutan : mudah larut dalam aseton, larut dalam air dingin, air panas, dan dietileter.
(Dr,Soemanto. 1998)
Teori
Daftar pustaka
- Rowe et al. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipient, 5th ed. London: the
Pharmaceutical Press.
- Depkes RI. 1975. Farmakope Indonesia edisi III. Jakarta : Depkes RI
- Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia edisi IV. Jakarta : Depkes RI
- Imamkhasani, Dr. Soemanto. 1998. Lembar Data Keselamatan Bahan (MSDS) vol 1.
Bandung :Ahli Peneliti Utama Puslitbang Kimia Terapan LIPI
-