TABLET
Tablet adalah sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau
tanpa bahan pengisi. Secara umum tablet dibuat dengan 3 cara atau metode,
yaitu granulasi basah (wet granulation), granulasi kering (dry granulation) dan
kempa langsung (direct compression).
Komponen tablet :
1. Zat aktif
Idealnya zat aktif yang akan diformulasikan dalam bentuk sediaan
tablet mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: kemurniannya tinggi, stabil,
kompatibel dengan semua eksipien, bentuk partikel sferis, ukuran dan
distribusi ukuran partikelnya baik, mempunyai sifat alir yang baik, tidak
mempunyai muatan pada permukaan (absence of static charge on surface),
dan mempunyai sifat organoleptis yang baik.
2. Zat tambahan (eksipien)
Eksipien merupakan bahan selain zat aktif yang ditambahkan dalam
formulasi suatu sediaan untuk berbagai tujuan atau fungsi. Bahan
tambahan bukan merupakan bahan aktif, namun secara langsung atau tidak
langsung akan berpengaruh pada kualitas/mutu tablet yang dihasilkan.
Beberapa kriteria umum yang esensial untuk eksipien yaitu : netral secara
fosiologis, stabil secara fisika dan kimia, memenuhi peraturan
perundangan, tidak mempengaruhi bioavaiabilitas obat, bebas dari
mikroba patogen dan tersedia dalam jumlah yang cukup dan murah.
a) Bahan pengisi (diluents/fillers)
Pengisi berfungsi untuk mendapatkan suatu ukuran atau bobot yang
sesuai sehingga layak untuk dikempa menjadi tablet. Contoh dari
bahan pengisi adalah laktosa, sukrosa, dekstrosa, manitol, kalsium
sulfat, kalsium fosfat, kalsium karbonat,dan amilum.
b) Bahan pengikat (binders).
Bahan pengikat berfungsi memberi daya adhesi pada massa serbuk
pada granulasi dan kempa langsung serta untuk menambah daya kohesi
yang telah ada pada bahan pengisi. Contoh dari bahan pengikat adalah
selulosa, Mikrokristalin selulosa (Avicel), Polimer (CMC Na, HPC,
dan HPMC), PVP, gelatin, gom alam, tragakan, guar, pektin, amilum,
PEG, Na alginat, magnesium dan aluminum silikat.
c) Bahan penghancur (disintegrants)
Bahan penghancur akan membantu hancurnya tablet menjadi granul,
selanjutnya menjadi partikel-partikel penyusun, ketika tablet kontak
dengan cairan lambung sehingga akan meningkatkan disolusi tablet.
Contoh dari bahan penghancur adalah amilum, Avicel (Mikrokritalin
selulosa), solka floc, asam alginat, Explotab (sodium starch glicolate),
gom guar, Policlar AT (Crosslinked PVP), Amberlite IPR 88,
Metilselulosa, CMC, HPMC.
d) Bahan pelicin (anti frictional agents)
Bahan pelicin dalam formulasi sediaan tablet mempunyai 3 fungsi,
yaitu:
Lubricants
Lubricants adalah bahan yang berfungsi untuk mengurangi friksi
antara permukaan dinding/tepi tablet dengan dinding die selama
kompresi dan ejeksi.
Glidants
Ditambahkan dalam formulasi untuk menaikkan/meningkatkan
fluiditas massa yang akan dikempa, sehingga massa tersebut dapat
mengisi die dalam jumlah yang seragam. Amilum adalah glidant
yang paling popular karena disamping dapat berfungsi sebagai
glidant juga sebagai disintegran dengan konsentrasi sampai 10%.
Talk lebih baik sebagai glidant dibandingkan amilum, tetapi dapat
menurunkan disintegrasi dan disolusi tablet.
Antiadherents
Antiadherents adalah bahan yang dapat mencegah melekatnya
(sticking) permukaan tablet pada punch atas dan punch bawah.
Talk, magnesium stearat dan amilum jagung merupakan material
yang memiliki sifat antiadherent sangat baik.
Metode Dan Bahan Pembuatan Tablet
Sediaan tablet ini dapat dibuat melalui tiga macam metode, yaitu
granulasi basah, granulasi kering, dan kempa langsung. Pemilihan metode
pembuatan sediaan tablet ini biasanya disesuaikan dengan karakteristik zat
aktif yang akan dibuat tablet, apakah zat tersebut tahan terhadap panas atau
lembab, kestabilannya, besar kecilnya dosis, dan lain sebagainya. Berikut
merupakan penjelasan singkat dari ketiga macam metode tersebut :
1. Granulasi Basah, yaitu memproses campuran partikel zat aktif dan
eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan
pengikat dalam jumlah yang tepat sehingga terjadi massa lembab yang
dapat [Link] ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan
terhadap lembab dan [Link] untuk zat aktif yang sulit dicetak
langsung karena sifat aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. Prinsipdari
metode granulasi basah adalah membasahi masa tablet dengan larutan
pengikat teretentu sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu pula,
kemudian masa basah tersebut digranulasi. Metode ini membentuk granul
dengan cara mengikat serbuk dengan suatu perekat sebagai pengganti
pengompakan, tehnik ini membutuhkan larutan, suspensi atau bubur yang
mengandung pengikat yang biasanya ditambahkan ke campuran serbuk
atau dapat juga bahan tersebut dimasukan kering ke dalam campuran
serbuk dan cairan dimasukan terpisah. Cairan yang ditambahkan memiliki
peranan yang cukup penting dimana jembatan cair yang terbentuk di antara
partikel dan kekuatan ikatannya akan meningkat bila jumlah cairan yang
ditambahkan meningkat, gaya tegangan permukaan dan tekanan kapiler
paling penting pada awal pembentukan granul, bila cairan sudah
ditambahkan pencampuran dilanjutkan sampai tercapai dispersi yang
merata dan semua bahan pengikat sudah bekerja, jika sudah diperoleh
massa basah atau lembab maka massa dilewatkan pada ayakan dan diberi
tekanan dengan alat penggiling atau oscillating granulator tujuannya agar
terbentuk granul sehingga luas permukaan meningkat dan proses
pengeringan menjadi lebih cepat, setelah pengeringan granul diayak
kembali ukuran ayakan tergantung pada alat penghancur yang dugunakan
dan ukuran tablet yang akan dibuat.
Keuntungan metode granulasi basah :
Memperoleh aliran yang baik
Meningkatkan kompresibilitas
Untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai
Mengontrol pelepasan
Mencegah pemisahan komponen campuran selama proses
Distribusi keseragaman kandungan
Meningkatkan kecepatan disolusi
Kekurangan metode granulasi basah:
Banyak tahap dalam proses produksi yang harus divalidasi
Biaya cukup tinggi
Zat aktif yang sensitif terhadap lembab dan panas tidak dapat
dikerjakan dengan cara ini. Untuk zat termolabil dilakukan dengan
pelarut non air
2. Granulasi Kering disebut juga slugging, yaitu memproses partikel zat
aktif dan eksipien dengan mengempa campuran bahan kering menjadi
massa padat yang selanjutnya dipecah lagi untuk menghasilkan partikel
yang berukuran lebih besar dari serbuk semula (granul). Prinsip dari
metode ini adalah membuat granul secara mekanis, tanpa bantuan bahan
pengikat dan pelarut, ikatannya didapat melalui gaya. Teknik ini yang
cukup baik, digunakan untuk zat aktif yang memiliki dosis efektif yang
terlalu tinggi untuk dikempa langsung atau zat aktif yang sensitive
terhadap pemanasan dan kelembaban. Pada proses ini komponen
komponen tablet dikompakan dengan mesin cetak tablet lalu ditekan ke
dalam die dan dikompakan dengan punch sehingga diperoleh massa yang
disebut slug, prosesnya disebut slugging, pada proses selanjutnya slug
kemudian diayak dan diaduk untuk mendapatkan granul yang daya
mengalirnya lebih baik dari campuran awal bila slug yang didapat belum
memuaskan maka proses diatas dapat diulang. Dalam jumlah besar
granulasi kering dapat juga dilakukan pada mesin khusus yang disebut
roller compactor yang memiliki kemampuan memuat bahan sekitar 500 kg,
roller compactor memakai dua penggiling yang putarannya saling
berlawanan satu dengan yang lainnya, dan dengan bantuan tehnik hidrolik
pada salah satu penggiling mesin ini mampu menghasilkan tekanan
tertentu pada bahan serbuk yang mengalir dintara penggiling.
Metode ini digunakan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut :
Kandungan zat aktif dalam tablet tinggi
Zat aktif susah mengalir
Zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab
Keuntungan cara granulasi kering adalah:
Peralatan lebih sedikit karena tidak menggunakan larutan pengikat,
mesin pengaduk berat dan pengeringan yang memakan waktu
Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab
Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat
Kekurangan cara granulasi kering adalah:
Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug
Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam
Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinya
kontaminasi silang
3. Metode Kempa Langsung, yaitu pembuatan tablet dengan mengempa
langsung campuran zat aktif dan eksipien [Link] melalui perlakuan
awal terlebih dahulu. Metode ini merupakan metode yang paling mudah,
praktis, dan cepat pengerjaannya, namun hanya dapat digunakan pada
kondisi zat aktif yang kecil dosisnya, serta zat aktif tersebut tidak tahan
terhadap panas dan lembab. Ada beberapa zat berbentuk kristal seperti
NaCl, NaBr dan KCl yang mungkin langsung dikempa, tetapi sebagian
besar zat aktik tidak mudah untuk langsung dikempa, selain itu zat aktif
tunggal yang langsung dikempa untuk dijadikan tablet kebanyakan sulit
untuk pecah jika terkena air (cairan tubuh). secara umum sifat zat aktif
yang cocok untuk metode kempa langsung adalah; alirannya baik,
kompresibilitasnya baik, bentuknya kristal, dan mampu menciptakan
adhesifitas dan kohesifitas dalam massa tablet. Sedangkan keuntungan
metode kempa langsung yaitu : Lebih ekonomis karena validasi proses
lebih sedikit. Lebih singkat prosesnya. Karena proses yang dilakukan lebih
sedikit, maka waktu yang diperlukan untuk menggunakan metode ini lebih
singkat, tenaga dan mesin yang dipergunakan juga lebih sedikit. Dapat
digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan tidak tahan
[Link] hancur dan disolusinya lebih baik karena tidak melewati
proses granul, tetapi langsung menjadi partikel. tablet kempa langsung
berisi partikel halus, sehingga tidak melalui proses dari granul ke partikel
halus terlebih dahulu.
Kerugian metode kempa langsung :
Perbedaan ukuran partikel dan kerapatan bulk antara zat aktif dengan
pengisi dapat menimbulkan stratifikasi di antara granul yang
selanjutnya dapat menyebabkan kurang seragamnya kandungan zat
aktif di dalam tablet.
Zat aktif dengan dosis yang besar tidak mudah untuk dikempa
langsung karena itu biasanya digunakan 30% dari formula agar
memudahkan proses pengempaan sehingga pengisi yang
dibutuhkanpun makin banyak dan mahal. Dalam beberapa kondisi
pengisi dapat berinteraksi dengan obat seperti senyawa amin dan
laktosa spray dried dan menghasilkan warna kuning. Pada kempa
langsung mungkin terjadi aliran statik yang terjadi selama
pencampuran dan pemeriksaan rutin sehingga keseragaman zat aktif
dalam granul terganggu.
Sulit dalam pemilihan eksipien karena eksipien yang digunakan harus
bersifat; mudah mengalir; kompresibilitas yang baik; kohesifitas dan
adhesifitas yang baik
Bahan Pembantu Granulasi Basah
1. Pengisi
Adalah zat inert yang ditambahkan dalam formula tablet yang ditujukan
untuk membuat bobot tablet sesuai dengan yang diharapkan. Biasanya
tablet yang mengandung zat aktif dengan dosis kecil memerlukan zat
pengisi yang banyak. Jika dosis besar maka pengisi sedikit atau tidak sama
sekali.
a) Avicel (mikrokristalin selulosa)
Bentuk 103 memiliki keunggulan dibandingkan dengan 101, 102
karena volume spesifiknya kecil, aliran lebih baik dan waktu
hancur lebih singkat.
Insoluble, non-reaktif, aliran kurang baik, kapasitas pegang 50%.
Menghasilkan tablet yang keras dengan tekanan kecil
(kompresibilitas baik) dan friabilitas tablet rendah, waktu stabilitas
panjang.
Menghasilkan pembasahan yang cepat dan rata sehingga
mendistribusikan cairan penggranul ke seluruh massa serbuk;
menghasilkan distribusi warna dan obat yang merata.
Bertindak sebagai pembantu mengikat, menghasilkan granul yang
keras dengan sedikit fines.
Bisa bersifat pengikat kering, disintegran, lubrikan dan glidan.
Penggunaannya membutuhkan lubrikan; penggunaannya dapat
dikombinasi dengan laktosa, manitol, starch, kalsium sulfat.
Membantu mengatasi zat-zat yang jika overwetting (terlalu basah)
menjadi seperti clay yang sukar digranulasi dan ketika kering
granulnya menjadi keras dan resisten terhadap disintegrasi. Contoh:
kaolin, kalsium karbonat.
Avicel dalam GB memperbaiki ikatan pada pengempaan,
mengurangi capping dan friabilitas tablet.
Avicel membantu obat larut dengan air agar homogen, mencegah
migrasi pewarna larut air dan membantu agar evaporasi cepat dan
seragam.
Untuk obat dengan dosis kecil, Avicel digunakan sebagai pengisi
dan pengikat tambahan.
60% avicel PH 101 dan 40% amilum sebagai pasta 10% membuat
massa lembab mudah digranulasi, membentuk granul yang kuat
pada pengeringan dengan sedikit fine daripada pasta yang hanya
terbuat dari amilum.
Bentuk PH 101: serbuk, PH 102: granul, PH 103: serbuk
Sebagai disintegran :
Merupakan disintegran yang sangat baik terutama pada konsentrasi
10% atau lebih tinggi.
Pada GB Avicel tidak bersifat disintegran.
Perhatian: pada konsentrasi tinggi, Avicel dapat menyebabkan
tablet lengket pada lidah saat akan digunakan.
b) Kalsium Sulfat Trihidrat
Digunakan sebagai pengisi untuk granulasi dengan jumlah zat aktif
20-30%.
Sinonim: terra alba, snow white filler.
Insoluble, non-higroskopis.
Semakin tinggi grade-nya semakin putih, pengisi paling murah,
bisa dipakai untuk zat aktif asam, netral, basa; punya kapasitas
abisaorbisai yang tinggi untuk minyak.
Pengikat yang disarankan: PVP, MC, starch paste.
c) Kalsium Fosfat Dibasic
Digunakan sebagai pengisi dan pengikat untuk kempa langsung
dengan memiliki ukuran paling kecil, tidak mahal, tidak dapat
digunakan bersama senyawa asam atau garam asam
Jika digunakan cairan pengikat yang terlalu banyak maka jadi
lengket dan keras, tidak dapat digranul sehingga solusinya
dikombinasi dengan starch/Avicel.
d) Laktosa (Lachman Tablet)
Inkompatibel dengan: senyawa yang sangat basa, asam askorbat,
salisilamid, pyrilamine maleat, phenilephrine HCl
Granul laktosa hidrat mengandung kadar lembab 4-5%
Laktosa adalah gula peredukasi bereaksi dengan amin
menghasilkan reaksi Maillard
Isomer: dan (dalam campuran berada dalam kesetimbangan
kedua bentuk)
Pengisi yang paling umum, ada 2 bentuk: hidrat dan anhidrat
o Jarang bereaksi dengan obat (hidrat dan anhidrat)
o Untuk GB pakai laktosa HIDRAT; laktosa anhidrat
tidak mengalami reaksi Maillard (dengan zat aktif
mengandung amina dengan adanya logam stearat),
tetapi menyerap lembab.
Secara umum tablet menunjukkan release rate yang baik, granulnya
cepat kering, disintegrasi tablet tidak banyak dipengaruhi oleh
kekerasan
(Handbook of Pharm Excipient)
Keburukan: laktosa dpr berubah warna dengan adanya basa amin
dan Mg-stearat
Dikenal 4 macam bentuk: granul kasar (60-80 mesh), granul halus
(80-100 mesh), granul spray dried (100-200 mesh), dan laktosa
anhidrat
Dikenal sebagai gula susu.
Spray-dried Lactose (Lachman Industri)
Untuk pengisi kempa langsung, umumnya digabung dengan Avicel.
Jika tunggal digunakan dalam konsentrasi 40-50% sebagai
pembawa
Sifat direct compression-nya berkurang jika kadar air < 3%; dapat
dicampur dengan 20-25% zat aktif tanpa kehilangan sifat direct
compression-nya
Kapasitas pegang 20-25% terhadap zat aktif; punya aliran baik dan
karakteristik pengikatan yang lebih baik dibandingkan laktosa
biasa
Kelemahan: dapat menghitam dengan adanya lembab, amin, atau
senyawa lain yang mengandung furaldehid
Gunakan lubrikan netral atau asam
e) Sukrosa
Bisa berfungsi sebagai pengisi/pengikat
Jika digunakan sebagai pengikat tunggal, sukrosa membentuk
granul yang keras dan tablet lebih cenderung terdisolusi daripada
terdisintegrasi. Oleh karena itu banyak dikombinasi dengan pengisi
insoluble lain
Jika digunakan sebagai pengisi kering, biasanya digranulasi dengan
pengikat larut air atau hidroalkohol. Kekerasan granul tergantung
jumlah pengikat yang digunakan. Campuran air dan alkohol akan
menghasilkan granul yang lebih lunak.
Memiliki banyak bentuk, paling sering digunakan bentuk
confectioner untuk GB yang mengandung 3% pati jagung untuk
mencegah caking
Sukrosa digunakan sebagai pemanis dalam tablet kunyah dan
digunakan sebagai pengikat untuk memperbaiki kekerasan tablet
Kelemahan: tablet yang dibuat dengan komposisi sebagian besar
sukrosa akan mengeras pada penyimpanan. Sukrosa bukan gula
pereduksi tetapi menjadi coklat pada penyimpanan dan higroskopis
Turunan sukrosa yang dapat digunakan untuk kempa langsung:
a. Sugartab : 90-93% sukrosa, 7-10% invert sugar
b. Di Pac : 97% sukrosa, 3% modified dekstrin
c. Nu Tab : 95% sukrosa, 4% gula invert, 1% corn starch, Mg
stearat
6. Dekstrosa
Penggunannya terbatas pada GB sebagai pengisi dan pengikat
Digunakan mirip dengan sukrosa, cenderung menghasilkan tablet
yang keras terutama jika menggunakan dekstrosa anhidrat
Menjadi coklat pada penyimpanan
f) Manitol
Pengisi yang baik untuk tablet kunyah karena rasanya enak, sedikit
manis, halus, dingin (negatif heat solution)
Non-higroskopis, aliran jelek, membutuhkan lebih banyak cairan
pengikat
Dapat digunakan untuk formulasi vitamin, menghasilkan granul
yang lebih halus dari sukrosa atau dekstrosa
Kadar lembab granul yang dibuat dari sukrosa, dekstrosa, dan
manitol setelah pengeringan semalam pada 140-150 F adalah
0,2%
Hanya sedikit yang terabisaorbisai di saluran cerna, jika digunakan
banyak dapat bersifat laksatif
g) Emdex dan Celutab
Dapat bereaksi dengan amin pada suhu dan kelembaban tinggi
Bebas mengalir dan dapat dikempa langsung, mengandung 8-10%
lembab, kekerasan tablet dapat meningkat setelah pengempaan
Starch terhidrolisa mengandung 90-92% dekstrosa dan 3-5%
maltose
Dapat digunakan sebagai pengganti manitol pada talbet kunyah
karena manis dan berasa halus.
2. Adsorben
Adsorben harus memiliki titik leleh yang tinggi. Dengan titik leleh
tinggi setelah terjadi lelehan pertama akan terbentuk massa yang
bertitik leleh lebih tinggi.
Manfaat adsorben: mencegah tablet basah oleh lelehan zat aktif, jika
tablet basah maka tablet akan lengket dalam cetakan. Bekerja
menyerap lelehan zat aktif.
Contoh:
Avicel, Bolus alba, Kaolin, bentonit, Mg silikat, MgO, trikalsium
fosfat, Aerosil
3. Pengikat
Pengikat bisa berupa gula dan polimer.
Pengikat yang berupa polimer alam: starch, gum (acacia, tragacanth,
gelatin)
Pengikat yang berupa polimer sintetik: PVP, metilselulosa, etilselulosa,
hidroksipropilselulosa
Bisa dengan cara kering/basah. Cara basah lebih sedikit membutuhkan
bahan.
Jumlah larutan pengikat yang dibutuhkan untuk 3 kg pengisi tercantum
pada table
a) Starch (Amylum)
Dapat digunakan sebagai pengisi, pengikat, dan penghancur
Dalam bentuk musilago amili 5-10%
Cara : suspensikan starch 1:1/2-1 dalam air dingin, tambahkan 2-4
kali air mendidih dengan pengadukan konstan sampai starch
mengembang menjadi transparan yang dapat diencerkan
Cara lain: suspensi starch dalam air dipanaskan
Mengandung kadar air 11-14%; akan menyebabkan tablet
terdisintegrasi dengan cepat
Pembuatannya harus hati-hati agar diperoleh musilago yang baik,
tidak terhidrolisis, dan tidak mengarang
Pemakaian terbaik maksimal 30%. Jika dosis zat aktif besar, starch
diganti dengan penghacur yang lebih baik, yaitu avicel.
Tablet yang mengandung amilum dengan konsentrasi tinggi
menunjukkan tablet yang rapuh dan sukar dikeringkan
Amilum yang tidak dimodifikasi tidak mempunyai sifat
kompresibilitas yang baik dan mempunyai friabilitas yang besar,
dan akan terjadinya capping pada tablet jika digunakan dalam
jumlah besar
Sebagai disintegran:
Pemakaian: 1-20%, merupakan disintegran yang paling umum
digunakan
Mekanisme kerja dengan membentuk ikatan hidrogen saat
pengempaan dan pecah atau mengembang saat air masuk mell pori
(kapiler)
Pemakaiannya disesuaikan dengan jenis starch, tekanan
pengempaan, dan kandungan air massa cetak
Perhatian: sebelum digunakan, starch harus dikeringkan pada suhu
80-90 C untuk menghilangkan air yang terabisaorpsi
b) Starch 1500 (Lachman Tablet)
Dapat digunakan sebagai pengikat basah, kering, dan disintegran
Starch 1500 maksimal mengandung 20% fraksi larut air yang
berfungsi sebagai pengikat sedangkan sisanya bersifat sebagai
disintegran
Starch 1500 dibutuhkan 3-4 kali lebih banyak daripada musilago
amili untuk menghasilkan tablet dengan kekerasan yang sama
Sebaiknya tidak digunakan sebagai pengisi pada GB karena akan
menghasilkan gel yang berfungsi sebagai pengikat yang sangat
kuat
Sebagai disintegran dapat ditambahkan kering, pada fasa luar.
Aliran bagus, merupakan directly compressible starch
Dapat dikempa sendiri, tetapi jika dicampur dengan 5-10% obat
membutuhkan lubrikan tambahan (misalnya 0,25% colloidal
silicon dioxide)
Mengandung 10% lembab dan menyebabkan tablet menjadi lunak
jika dikombinasi dengan Mg stearat > 0,5%, sebagai pengganti
digunakan asam stearate
Sebagai disintegran:
Merupakan disintegran yang baik dan ditambahkan dalam
campuran kering (dalam fasa dalam dan atau fasa luar pada metoda
granulasi kering atau kempa langsung, atau dalam fasa luar pada
metoda granulasi basah)
Perhatian: tidak boleh diberikan pada massa basah
c) Amilum pragelatinasi
Merupakan pati yang sudah dimasak dan dikeringkan lagi. Dapat
digunakan sebagai pengganti starch paste karena lebih mudah larut
dalam air hangat tanpa pemanasan
Dapat ditambahkan kering ke dalam serbuk kemudian dibasahkan
dengan air membentuk massa lembab
d) Gelatin
Digunakan pada konsentrasi 5-10% sebanyak 1-5% dari formula
Sudah jarang digunakan, digantikan PVP, MC. Cenderung
menghasilkan tablet yang keras dan memerlukan disintegran yang
aktif
Dapat digunakan untuk senyawa yang sulit diikat
Kelemahan: rentan bakteri dan jamur
Jika masih diperlukan pengikat yang lebih kuat, dapat digunakan
larutan gelatin dalam air 2-10%, yang dibuat dengan menghidrasi
gelatin dalam air dingin selama beberapa jam/semalam kemudian
dipanaskan sampai mendidih, larutan gelatin harus dipertahankan
hangat sampai digunakan karena akan menjadi gel pada
pendinginan
e) Larutan sukrosa
Membentuk granul keras, kekerasan diatur dari konsentrasi sukrosa
20-85%
Sangat baik sebagai pembawa soluble dyes dan menghasilkan
warna beragam
Digunakan untuk menggranulasi tribasic fosfat yang umumnya
memerlukan pengikat yang lebih kohesif dari musilago amili; pada
tablet ferro sulfat, bertindak sebagai pengikat dan pelindung
ferrosulfat dr oksidasi
Senyawa lain yang pengikatnya bisa berupa gula: aminofilin,
asetopheretidin, asetaminofen, meprobamate
f) Larutan akasia
Digunakan pada konsentrasi 10-25%; untuk mengurangi
mephenesin (dosis besar dan sukar digranulasi)
Menghasilkan granul yang keras tetapi tidak mengeras pada
penyimpanan
Kelemahan: dapat terkontaminasi mikroba
Kadang ditambah lubrikan cair PEG 6000 untuk membantu
pencetakan tablet dan disintegrasi tablet
g) PVP
Nama dagang: Kollidon atau Plasdon
Inert, larut air dan alkohol, digunakan dalam konsentrasi 3-15%,
sedikit higroskopis, tidak mengeras selama penyimpanan (baik
untuk tablet kunyah)
Tablet efervesen bisa dibuat menggunakan PVP dalam etanol
anhidrat. Jangan menggunakan isopropanol anhidrat karena
meninggalkan bau pada granul.
Konsentrasi 5% menghasilkan kompresibilitas yang baik dari
serbuk Natrium bikarbonat dan asam sitrat sehingga tablet bereaksi
cepat dan disolusi cepat.
PVP baik untuk tablet kunyah terutama untuk alumunium
hidroksida, Mg(OH)2
h) Selulosa
Metil selulosa
1-5% larutan air; larutan 5% menghasilkan kekerasan yang
sama dengan musilago amili
Dapat digunakan untuk menggranulasi soluble/insoluble
powder; pengikat yang baik untuk eksipien laktosa, manitol,
dan gula
Keuntungan: dapat dikompres cepat, tidak mengeras pada
penyimpanan
CMC Na
5-15%
Inkompatibel dengan Mg, Ca, Al, dan garamnya
Menghasilkan granul yang lebih rapuh dari PVP kecenderungan
untuk mengeras; umumnya tablet mempunyai waktu
disintegrasi yang lebih lama
Etil selulosa
Larutan dalam alkohol. Low grades digunakan sebagai pengikat
2-10% dalam etanol
Dapat digunakan untuk menggranulasi serbuk yang sukar
digranulasi: asetaminofen, kafein, meprobamat, ferofu, arat,
dan dapat digunakan sebagai pengikat non air untuk serbuk
yang tidak tahan air seperti asam askorbat
Dapat memperlambat disintegrasi
Polivinil alcohol
Larut air, mirip akasia tapi tidak terlalu rentan dengan bakteri
Membentuk granul yang lebih lunak dari acacia, menghasilkan
tablet yang disintegrasi lebih cepat dan tidak mengeras pada
penyimpanan
PEG 6000
Sebagai pengikat anhidrat, dimana air dan alkohol tidak dapat
digunakan
PEG 6000 merupakan padatan putih yang meleleh pada 70-
750C dan mengeras pada 56-630C
N-HPC (Nisso-HPC)
Larut dalam air dan pelarut organik alkohol, propilen glikol,
metilen klorida, aseton dan kloroform. Jika digunakan sebagai
pelarut pada granulasi basah N-HPC dilaruntukan dalam air
atau alkohol.
Cara:
Melarutkan dalam air
- N-HPC ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil
diaduk kuat
- 20-30% air dipanaskan sampai 600C dan N-HPC
ditambahkan perlahan-lahan sambil diaduk. Setelah itu
ditambahkan sisa air. Dengan cara ini pelarutan lebih cepat.
Melaruntukan dalam pelarut organic
4. Flavour
(Lachman Industri)
Digunakan untuk tablet kunyah
Penambahan pewangi dapat dilakukan dalam keadaan kering, biasanya
sebagai fasa luar, sedangkan yang cair ditambahkan dengan
menyemprotkan ke dalam massa cetak
Flavour yang digunakan adalah bentuk flavour oil yang diabsorbsikan
ke adsorben
Jumlah yang digunakan maksimal 0,5-0,75%
5. Disintegran
Fungsi : untuk memecah tablet
6. Cara pakai: saat granulasi sebelum dicetak (paling baik)
1. Starch (amylum)
2. Starch 1500
3. Sodium starch glycolate (primogel, explotab)
Pemakaian: 1-20% dengan konsentrasi optimum 4%
Explotab tidak dapat sebagai penghancur dalam
Mekanisme sama dengan starch secara umum, merupakan starch
termodifikasi sehingga mampu menyerap air 200-300%
Waktu disintegrasi ditentukan pula oleh besarnya tekanan
pengempaan
Perhatian: pada suhu dan kelembaban yang tinggi dapat
memperlama waktu disintegrasi sehingga memperlambat waktu
disolusi
4. Selulosa (selulosa, metilselulosa, CMC, CMC-Na, Avicel, Acdisol)
Acdisol merupakan ikatan silang dari CMC-Na dan sangat baik
untuk digunakan sebagai disintegran karena larut air dan memiliki
afinitas yang besar pada air.
Acdisol ini digolongkan pada super disintegran. Penggunaan 2-5%.
5. Gums (agar, pectin, tragacant, guar gum)
Pemakaian: 1-10%
Bukan merupakan disintegran yang baik, karena kapasitas
pengembangannya yang relatif rendah
6. Clays
Pemakaian: 2-10%, sifat hilang jika digranulasi
Bukan merupakan disintegran yang baik, karena dapat
menyebabkan perubahan warna secara keseluruhan
7. Alginat (asam alginat dan Na-alginat)
Pemakaian: 1-5% (asam alginat) atau 2,5-10% (Na-alginat)
Memiliki afinitas yang besar terhadap air
6. Lubrikan
Konsentrasi optimum: 1%
Fungsi: sebagai eksipien untuk menghilangkan gesekan/friksi saat
pengempaan dan penarikan tablet ke luar cetakan
Jenis:
Water soluble: banyak digunakan untuk tablet larut air seperti
tablet/serbuk effervescent
Water insoluble: paling banyak dan digunakan konsentrasi rendah
Mekanisme:
Fluid type lubricant
Membentuk lapisan cair antara massa cetak dengan logam cetakan.
Dapat meninggalkan noda pada tablet
Boundary type lubricant
Dengan berinteraksi antara gugus polar lubrikan dengan molekul
pada permukaan logam. Tipe ini memiliki adheren terhadap
cetakan lebih baik
Lubrikan dapat menyebarkan tekanan saat pengempaan dan
meningkatkan bobot jenis partikel secara keseluruhan
Semakin kecil ukuran granul, dibutuhkan lubrikan yang semakin
banyak
Secara umum lubrikan dapat memperlama waktu hancur tablet dan
menurunkan kecepatan disolusi karena sifatnya yang hidrofob
Perhatian: aspirin tidak stabil dengan adanya senyawa alkaline,
misalnya lubrikan alkalin stearat. Penggantinya dapat digunakan talk.
Lubrikan carbowax seringkali diberikan dalam bentuk larutan alcohol
Ketika lubrikan ditambahkan saat granulasi, mereka akan membentuk
lapisan di sekitar granul sehingga dapat mengurangi kerusakan tablet
setelah dikempa. Pembentukan lapisan ini juga akan menyebabkan
tablet menjadi labih berpori, elastik, mudah melar, dan memberikan
hasil tablet yang lebih besar sehingga tablet mudah pecah
Lubrikan seringkali ditambahkan secara kering ketika semuanya telah
homogen, dan dicampur pada 2-5 menit akhir dari total waktu
pencampuran 10-30 menit
Metode penambahan lubrikan di akhir (sebagai fasa luar-setelah granul
dibentuk) memberikan hasil yang lebih baik terhadap kekerasan tablet
dan kemudahannya untuk dikeluarkan dibandingkan dengan metode
penambahan lubrikan saat dilakukan granulasi
Sebagai lubrikan tunggal, Mg-lauril sulfiat pada konsentrasi yang lebih
rendah dapat dikombinasi dengan Mg-stearat
Water soluble lubricant Water insoluble lubricant
Asam borat : 1% Logam (Mg,Ca,Na) stearat : -2%
Sodium chloride : 5% Asam stearat : -2%
DL-Leusine :1-5% Sterofex : -2%
Carbowax 4000/6000 : 1-5% Talk : 1-5%
Sodium oleat : 5% Waxes : 1-5%
Sodium benzoat : 5% Stearowet : 1-5%
Sodium asetat : 5% Gliseril behapte (Compritol 888):
Sodium lauril sulfat : 1-5% dapat pula sebagai pengikat, dapat
Mg-lauril sulfat : 1-2% dikombinasi dengan Mg-stearat
Sodium benzoat + sodium asetat: 1-5%
7. Glidan
Secara umum, fine silica > Mg stearat > talk murni
Talk mengandung sejumlah kecil Al silikat dan Fe. Harus hati-hati
untuk zat aktif yang penguraiannya dikatalisis oleh Fe
1. Cab-O-Sil : 5-10%
2. Corn starch : 5-10%
3. Aerosil : 1-3%
4. Talk : 5%
5. Syloid : 0,1-0,5%
8. Anti Adheren
Yang paling baik adalah yang larut air, dan yang paling efisien adalah
DL-Leusine
Biasa digunakan pada produk yang mengandung vitamin E dosis tinggi
karena cenderung terjadi picking
1. Talk : 1-5%
2. Logam stearat : <1%
3. Cab-O-Sil : 0,1-0,5%
4. Syloid : 0,1-0,5%
5. Corn starch : 3-10%
6. DL-Leusine : 3-10%
7. Na-lauril sulfat: <1%