0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
183 tayangan4 halaman

Cara Kerja dan Kegunaan Anemometer

Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin dengan cara memutar baling-balingnya sesuai kecepatan angin. Anemometer dapat digunakan untuk mengukur aliran udara di dalam tambang bawah tanah. Alat ini memiliki kemampuan ukur 0,5-10 m/s dan berfungsi untuk mengukur kecepatan angin, tekanan angin, cuaca, dan tinggi gelombang laut.

Diunggah oleh

Riomas Harjuno Aji
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
183 tayangan4 halaman

Cara Kerja dan Kegunaan Anemometer

Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin dengan cara memutar baling-balingnya sesuai kecepatan angin. Anemometer dapat digunakan untuk mengukur aliran udara di dalam tambang bawah tanah. Alat ini memiliki kemampuan ukur 0,5-10 m/s dan berfungsi untuk mengukur kecepatan angin, tekanan angin, cuaca, dan tinggi gelombang laut.

Diunggah oleh

Riomas Harjuno Aji
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

a.

Anemometer

Untuk mengukur kecepatan angin di dalam pit bawah tanah biasanya menggunakan
anemometer. Ini adalah kincir angin yang sangat ringan dan gesekannya kecil, dimana baling-
balingnya terbuat dari pelat aluminium dan membentuk sudut 42-44o terhadap arah poros. Untuk
mengukur kecepatan angin, alat ini diletakkan di dalam aliran udara untuk memutar baling-
baling, dimana kecepatan angin atau jarak tempuh aliran udara per satuan waktu dapat diperoleh
dari jumlah putaran dalam waktu tertentu. Daerah kemampuan ukurnya adalah 0,5-10 m/s.

[Link]

Anemometer merupakan suatu alat yang dapat mengukur suatu aliran udara
berkecepatan sedang
Metoda perhitungan kecepatan udara dengan anemometer dapat dibagi menjadi 3,
yaitu
a. spot Reading
b. traversing
c. Division
Vane Anemometer berbentuk fan kecil dimana prinsip kerjanya ialah udara
menggerakkan rotor dengan kecepatan proporsional dan operasi rotasinya sesuai
dengan counting system, yaitu suatu operasi pada saat waktu tertentu dengan
kecepatan yang diatur dari suatu jumlah dengan revolusi yang tepat.
Anemometer: Pengertian dan Cara Kerjanya
1. Pengertian :
Anemometer ialah sebuah alat pengukur kecepatan angin yang biasanya digunakan dalam
bidang Meteorologi dan Geofisika atau stasiun prakiraan cuaca.

2. Kegunaan/Fungsi :
Anemometer Berfungsi untuk mengukur atau menentukan kecepatan angin. Selain mengukur
kecepatan angin, alat ini juga dapat mengukur besarnya tekanan angin, cuaca, dan tinggi
gelombang laut.

3. Cara Menggunakan/Mengukur :
Pengukuran dapat dilakukan dengan cara memegang Anemometer secara vertikal atau
menaruhnya di atas penyangga. Angka kecepatan angin akan ditampilkan secara otomatis pada
speedometer.

4. Tingkat Ketelitian :
Anemometer memiliki tingkat ketelitian hingga 0.5 m/s.

5. Cara Membaca Skala dan Hasil :


a. Tekan tombol ON/OFF .
b. Akan tampil semua item pengukuran pada layar.
c. Untuk mode pengukuran yang diperlukan.
d. Tekan tombol HOLD untuk melihat hasil pengukuran.
e. Catat hasil pengukuran.

6. Bagian-bagian :
Anemometer Cup dan Vane (velocity anemometer).

Pressure Tube Anemometer.

Pressure Plate Anemometer.

7. Cara Kalibrasi :
Untuk kalibrasi arah angin, metode ini bisa menghasilkan akurasi 5 atau lebih baik bila
dilakukan dengan hati-hati. Mulailah dengan menghubungkan alat ke rangkaian pengkondisi
sinyal yang menunjukkan nilai arah angin. Ini merupakan indikator yang menampilkan nilai arah
angin dalam derajat sudut atau hanya sebuah voltmeter pemantauan output. Tahan atau mount
instrumen supaya pusat baling-baling rotasi berada di atas pusat selembar kertas yang memiliki
30 atau 45 crossmarkings.
Posisi the instrument sehingga crossarm mounting berorientasi utara-selatan dengan bolang-
baling di sebelah utara dan anemometer di sebelah selatan. Dengan imbangan yang mengarah
langsung pada anemometer yang sinyal arah angin harus sesuai dengan 180 atau selatan jatuh
tempo. Jika dilihat dari atas, visual menyelaraskan bolang-baling dengan masing-masing
crossmarkings dan mengamati tampilan indikator. Hal ini harus sesuai dengan posisi bolang-
baling dalam waktu 5 . Bila tidak, mungkin perlu untuk menyesuaikan posisi relatif dari rok
bolang-baling dan poros.

8. Nama Lain :

Anemograf.

Windmeter.

9. Jenis-jenis :

Anemometer Digital.

Anemometer Analog.

10. Cara Merawat :

Periksa kerusakan pada waktu tertentu setiap tahun dan bersihkan dedaunan yang
terkumpul di corong. Kotoran dan debu kemungkinan bisa menutup saringan dan akan
mengurangi aliran menuju bucket. Dedaunan dapat dengan mudah dipindahkan dari
corong dan saringan bisa dibersihkan denga cara memindahkan cup dari tabung filter.
Pindahkan saringan dengan perlahan, bersihkan dan ganti dengan yang baru.

Bersihkan karat dari permukaan gauge. Permukaan gauge mudah miring disebabkan
pergerakan tanah yang sedikit merusak atau adanya perbuatan tangan manusia yang jahil.
Pada permasalahan tertentu terkadang raingauge tidak tersimpan atau tidak terhubung ke
data logger. Karena itu periksalah keseimbangan lengan bucket. Cara yang paling mudah
untuk melakukannya yaitu dengan cara mencoba untuk menyeimbangkan posisi tengah
bucket. Setelah bucket seimbang bersihkan bucket dari kotoran atau debu atau pakai
pivot pin dan pipa bucket.

11. Skala utama/Skala nonius :


Skala beaufort.

[Link]

Kelebihan anemometer digital

Mudah untuk dibawa

Hasil pengukuran mudah untuk diamati

Cocok digunakan untuk pengukuran sesaat

Dilengkapi dengan skala beaufort

Kekurangan anemometer digital

Penggunaanya terbatas untuk mengukur kecepatan angin saja

Hanya mampu mengukur kecepatan angin sesaat.

[Link]
[Link]

Anda mungkin juga menyukai