0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan3 halaman

Fungsi Matriks Eksponensial dan PD

Teks membahas fungsi matriks eksponensial dan hubungannya dengan sistem persamaan diferensial parcial (PD). Fungsi matriks eksponensial memiliki sifat-sifat tertentu seperti jika AB=BA maka e(A+B)t = eAt eBt. Penyelesaian umum sistem PD linier X' = AX adalah X = eAt x0 dimana eAt adalah matriks fundamental.

Diunggah oleh

Harris Aminnurodin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan3 halaman

Fungsi Matriks Eksponensial dan PD

Teks membahas fungsi matriks eksponensial dan hubungannya dengan sistem persamaan diferensial parcial (PD). Fungsi matriks eksponensial memiliki sifat-sifat tertentu seperti jika AB=BA maka e(A+B)t = eAt eBt. Penyelesaian umum sistem PD linier X' = AX adalah X = eAt x0 dimana eAt adalah matriks fundamental.

Diunggah oleh

Harris Aminnurodin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

2.

7 Fungsi Matriks Eksponensial dan Sistem PD

Pada bagian ini akan membahas suatu fungsi matriks eksponensial dan kaitannya
dengan sistem PD. Oleh karena itu diberikan terlebih dahulu definisi dan sifat-sifat dari
matriks eksponensial.

Definisi 2.6.1

Misalkan Anxn matriks dengan elemen konstan, didefinisikan suatu fungsi matriks
eksponensial yang dinotasikan eAt oleh :
1 1
eAt = I+At+ 2 ! (At)2+....+ k ! (At)k+....

Sifat-sifat fungsi matriks eksponensial :


1. Jika Anxn dan Bnxn yang memenuhi AB=BA, maka e(A+B)t = eAt eBt
2. Untuk semua Matriks A berukuran nxn, eAt adalah non singular dan,
3. (eAt)-1 = e(-A)t = e-At akibatnya eAt e-At = In

Bukti :
1. Bila AB = BA maka,
(A+B)2 = (A+B)(A+B) = A2+2AB+B2
2
n!
( A + B ) = 2 B k A nk dimana n =
() ()
2

k=0 k k k ! ( nk ) !

Sedangkan e = At n1! A n t n akibatnya :


k=0

[ ] [ ]

At
e e Bt
= n1! A n tn n1! B n t n
k=0 k=0

n n k k n

= (AnkB) ! kt !
n=0 k=0

{ }
n
A nk B k n
= ( nk ) ! k !
t
n=0 k=0

{ ( ) }
n n
n Bk A nk t
= n=0 k=0 k n!

Sedangkan e(A+B)t = n1! ( A+ B)n t n


k=0
[ ]
n

= n1! ( nk ) Bk A nk tn
n=0 k=0

[ ]
n n
n Bk A nk t
= ( k ) n!
n=0 k=0

Terbukti bahwa e(A+B)t = eAt eBt

2. e(A+B)t = eAt eBt maka eAt e-At = e (A+(-A)B)t = e0t = In

Teorema 2.6.1

Misalkan Anxn non Defective mempunyai vektor eigen yang bebas linier adalah v1, v2, ..., vn
yang berkaitan dengan 1, 2, ..., n, maka eAt = VeDt V-1 dimana V = (v1, v2, ..., vn) dan D =
diag (1, 2, ..., n).

Bukti :
1 1
eAt = I+At+ 2! (At)2+....+ k
k ! (At) +....

dari V-1 A V = D
AV = V D
A = V D V-1

1 1
Sehingga eAt = V V-1 + (V D V-1 ) t + 2! (V D V-1)2 t2+....+ -1 k k
k ! (V D V ) t +....

Dan oleh karena itu (VDV-1)k = V Dk V-1


Deret diatas dapat ditulis :
1 1
At -1 -1 -1 2 2 -1 k k
e = V V + (V D V ) t + 2! (V D V ) t +....+ k ! (V D V ) t +....
1 1
eAt = V [1+ Dt + 2! D2 t2 + .... + k! Dk tk + ....] V-1

eAt = V eDt V-1

Hubungan antara fungsi matriks eksponensial eAt, dan penyelesaian yang berkaitan
dengan sistem PD X = AX kita mulai dengan mendefinisikan turunan dari eAt . eAt dapat
diturunkan suku demi suku, dan deret dari eAt adalah konvergen untuk t (- , , jadi
turunan eAt, diberikan oleh :
d d 1 1
At 2
dt (e ) = dt [I + At + 2! (At) + .... + k! (At)k + ....]

d 1 1
dt (eAt) = A + A2 t + 2! A3 t2 + .... + k! Ak-1 tk + ....
1 1
= A[ I + At + 2! A2 t2 + .... + k! Ak tk + .... ]

= A eAt

Kita kembali pada bagian sebelumnya yaitu PD biasa yang berbentuk :


d
dt - a x = 0 , x(0) = x0

Mempunyai penyelesaian x = x0 eat

Selanjutnya teori diatas dapat dikembangkan pula untuk sistem PD linier :


X = A X , X(0) = x0
Seperti yang diberikan pada teorema berikut :

Teorema 2.6.2
Misalkan x0 sembarang vektor dalam Rn, maka penyelesaian tunggal MNA : X = AX , X(0) =
x0 adalah X = eAt x0

Bukti :
Jika X = eAt x0 maka X = AeAt x0
X = AX
Dan untuk t=0 X(0) = e0A x0 = I x0 = x0

Konsekuensinya adalah X = eAt x0 merupakan penyelesaina dari MNA. Dengan teorema


(5.2.2) diperoleh teknik untuk memperoleh penyelesaian X = AX dengan mendapatkan eAt
lebih dulu, sehingga kita dapat memperoleh penyelesaian x1, x2, ...., x3 yang bebbas linier dari
sistem PD
X = AX
Dimana Anxn adalah matriks dengan elemen konstan, yang berhubungan sengan matriks
fundamental :
X = [ x1, x2, ...., x3]

Penyelesaian secara umum dapat ditlis kembali sebagai : X = X(t) C


Dimana C sebarang vektor kolom. Jika X(t) adalah matriks fundamental dari sistem X = AX,
dan jika B suatu matriks nonsingular dengan elemen konstan, maka matriks fungsi Y = X(t)B
juga merupakan matriks fundamental dari sistem X = AX, oleh karena itu vektor kolom
merupakan kombinasi linier dari vektor kolom X sehingga ia adalah penyelesaian yang bebas
linier dari X = AX, ( Y(t) nonsingular maka juga mengikuti bebas linier). Perhatian kita
fokuskan pada matriks fundamental khusus, diberikan oleh definisi berikut :

Anda mungkin juga menyukai