0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
183 tayangan10 halaman

Jenis dan Fungsi Control Valve

Karakteristik aliran (flow characteristic) sebuah control valve adalah hubungan antara bukaan valve (travel) dengan flow rate pada tekanan drop konstan seperti yang diperlihatkan pada dibawah. Ada 3 karakteristik aliran sebuah valve seperti berikut:

Diunggah oleh

NadiaAisyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
183 tayangan10 halaman

Jenis dan Fungsi Control Valve

Karakteristik aliran (flow characteristic) sebuah control valve adalah hubungan antara bukaan valve (travel) dengan flow rate pada tekanan drop konstan seperti yang diperlihatkan pada dibawah. Ada 3 karakteristik aliran sebuah valve seperti berikut:

Diunggah oleh

NadiaAisyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS SISTEM INSTRUMENTASI INDUSTRI

CONTROL VALVE

Oleh:
NADIA AISYAH 2414031024

PROGRAM STUDI D3 METROLOGI DAN INSTRUMENTASI


JURUSAN TEKNIK FISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2016

A. Pengertian Control Valve


Valve atau yang biasa disebut katup adalah sebuah perangkat yang mengatur,
mengarahkan atau mengontrol aliran dari suatu cairan (gas, cairan, padatan terfluidisasi)
dengan membuka, menutup, atau menutup sebagian dari jalan alirannya. Valve/katup dalam
kehidupan sehari-hari, paling nyata adalah pada pipa air, seperti keran untuk air. Contoh
akrab lainnya termasuk katup kontrol gas di kompor, katup kecil yang dipasang di kamar
mandi dan masih banyak [Link] memainkan peran penting dalam aplikasi industri mulai
dari transportasi air minum juga untuk mengontrol pengapian di mesin [Link]/Katup
dapat dioperasikan secara manual, baik oleh pegangan , tuas pedal dan lain-lain. Selain dapat
dioperasikan secara manual katup juga dapat dioperasikan secara otomatis dengan
menggunakan prinsip perubahan aliran tekanan, suhu dan lain-lain.

B. Karakteristik Valve

Gambar 1 Karakteristik valve

Karakteristik aliran (flow characteristic) sebuah control valve adalah hubungan antara
bukaan valve (travel) dengan flow rate pada tekanan drop konstan seperti yang diperlihatkan
pada dibawah.

Ada 3 karakteristik aliran sebuah valve seperti berikut:


Linear : presentase aliran sebanding dengan besarnya energi untuk membuka
katup. Linear digunakan untuk proses.
Quick opening : presentase aliran lebih besar daripada besarnya energi untuk
membuka katup. Quick opening digunakan untuk safety.
Equal percentage : presentase aliran lebih kecil daripada besarnya energi untuk
membuka katup. Equal percentage digunakan untuk mixing.

C. Macam-macam Control Valve


1. Gate Valve
Gambar 2 Gate Valve

Gate valve adalah jenis katup yang digunakan untuk membuka aliran dengan cara
mengangkat gerbang penutup nya yang berbentuk bulat atau persegi panjang. Gate
Valve adalah jenis valve yang paling sering dipakai dalam sistem perpipaan. Yang
fungsinya untuk membuka dan menutup aliran. Gate valve tidak untuk mengatur besar
kecil laju suatu aliran fluida dengan cara membuka setengah atau seperempat
posisinya, Jadi posisi gate pada valve ini harus benar benar terbuka (fully open) atau
benar-benar tertutup (fully close). Jika posisi gate setengah terbuka maka akan terjadi
turbulensi pada aliran tersebut dan turbulensi ini akan menyebabkan :

a. Akan terjadi pengikisan sudut-sudut gate.


Laju aliran fluida yang turbulensi ini dapat mengikis sudut-sudut gate yang
dapat menyebabkan erosi dan pada akhirnya valve tidak dapat bekerja secara
sempurna
b. Terjadi perubahan pada posisi dudukan gerbang penutupnya
Gerbang penutup akan terjadi pengayunan terhadap posisi dudukan (seat),
sehingga lama kelamaan posisi nya akan berubah terhadap dudukan (seat)
sehingga apabila valve menutup maka gerbang penutupnya tidak akan berada
pada posisi yang tepat, sehingga bisa menyebabkan passing.

Gate valve memiliki keuntungan dan kerugian sebagai berikut :


a. Keuntungan menggunakan gate valve
Low pressure drop waktu buka penuh
Amat ketat dan cukup bagus waktu penutupan penuh
Bebas kontaminasi
Sebagai Gerbang penutupan penuh, sehingga tidak ada tekanan lagi.
Cocok apabila akan melakukan service / perbaikan pada pipa

b. Kerugian menggunakan gate valve


Tidak cocok di pakai untuk separuh buka, karena akan menimbulkan
turbulensi sehingga bisa mengakibatkan erosi dan perubahan posisi gate
pada dudukan
Untuk membuka dan menutup valve perlu waktu yang panjang dan
memerlukan torsi / torque yang tinggi
Untuk ukuran 10 keatas tidak cocok dipakai untuk steam.

2. Globe Valve

Gambar 3 Globe Valve

Global Valve digunakan untuk mengatur besar kecilnya laju aliran fluida dalam
pipa (throttling). Prinsip dasar dari operasi Globe Valve adalah gerakan tegak lurus
disk dari dudukannya. Hal ini memastikan bahwa ruang berbentuk cincin antara disk
dan cincin kursi bertahap sedekat Valve ditutup. Dengan mudah memutar handel
valve, besarnya aliran zat yang melewati valve bisa diatur. Dudukan valve yang
sejajar dengan aliran, membuat globe valve efisien ketika mengatur besar kecilnya
aliran dengan minimum erosi piringan dan dudukan. Namun demikian tahanan di
dalam valve cukup besar. Desain Globe Valve yang sedemikian rupa, memaksa
adanya perubahan arah aliran zat di dalam valve, sehingga tekanan menurun drastis
dan menyebabkan turbulensi di dalam valve itu sendiri. Dengan demikian, Globe
Valve tidak disarankan diinstal pada sistem yang menghindari penurunan tekanan, dan
sistem yang menghindari tahanan pada aliran.

Terdapat tiga jenis desain utama dalam bentuk tubuh globe valve yaitu : Y body, Z
body, dan Angle body :
Z-Body desain adalah tipe yang paling umum yang sering dipakai, dengan
diafragma berbentuk Z. Posisi dudukan disk horizontal dan pergerakan
batang disk tegak lurus terhadap sumbu pipa atau dudukan disk.
Bentuknya yang simetris memudahkan dalam pembuatan, instalasi
maupun perbaikannya.
Y-Body desain adalah sebuah alternatif untuk high pressure drop. Posisi
dudukan disk dan batang (stem) ber sudut 45 dari arah aliran fluidanya.
Jenis ini sangat cocok untuk tekanan tinggi
Angle-Body desain adalah modifikasi dasar dari Z-Valve. Jenis ini
digunakan untuk mentransfer aliran dari vertikal ke horizontal.

Globe valve memiliki keuntungan dan kerugian sebagai berikut :


a. Keuntungan globe valve
Kemampuan dalam menutup baik.
Kemampuan throttling (mengatur laju aliran) cukup baik.

b. Kerugian globe valve


Penurunan tekanan lebih tinggi dibandingkan dengan Gate Valve.
Valve ukuran besar membutuhkan daya yang cukup atau aktuator yang
lebih besar untuk beroperasi.

3. Ball Valve

Gambar 4 Ball Valve


Ball Valve adalah sebuah Valve atau katup dengan pengontrol aliran berbentuk
disc bulat (seperti bola/belahan). Bola itu memiliki lubang, yang berada di tengah
sehingga ketika lubang tersebut segaris lurus atau sejalan dengan kedua ujung Valve/
katup, maka aliran akan terjadi. Tetapi ketika katup tertutup, posisi lubang berada
tegak lurus terhadap ujung katup, maka aliran akan terhalang atau tertutup. Ball
valve banyak digunakan karena kemudahannya dalam perbaikan dan kemampuan
untuk menahan tekanan dan suhu tinggi. Tergantung dari material apa mereka
terbuat, Ball Valve dapat menahan tekanan hingga 10.000 Psi dan dengan
temperature sekitar 200 derajat Celcius. Ball Valve digunakan secara luas dalam
aplikasi industri karena mereka sangat serbaguna, dapat menahan tekanan hingga
1000 barr dan suhu hingga 482 F (250 C). Ukurannya biasanya berkisar 0,2-11,81
inci (0,5 cm sampai 30 cm). Ball Valve dapat terbuat dari logam , plastik atau pun
dari bahan keramik. Bolanya sering dilapisi chrome untuk membuatnya lebih tahan
lama.

Terdapat 2 tipe Ball Valve :


a. Full Bore Ball Valve
Full bore ball valve adalah tipe ball valve dengan diameter lubang bolanya
sama dengan diameter pipa. Jenis full bore ball valves biasanya digunakan
pada blow down, piggable line, production manifold, pipeline dll.
b. Reduce Bore Ball Valve
Reduced bore ball valves adalah jenis ball valve yang diameter lubang
bolanya tidak seukuran dengan ukuran pipa. Minimum diameter bola katup
yang berkurang adalah satu ukuran lebih rendah dari ukuran diameter pipa
sebenarnya. Misalnya ukuran diameter pipa 4 inci dan diameter bola valve
adalah 3 inchi.
Ball valve memiliki fungsi sebagai berikut :
a. Flow control/pengendalian Aliran.
b. Pressure control/pengendali tekanan.
c. Shut off.
d. Cocok untuk high pressure dan temperatures/tekanan dan suhu yang tinggi.

Ball valve memiliki keuntungan dan kerugian sebagai berikut :


a. Keuntungan Ball Valve
Pressure drop/kehilangan tekanan sangat rendah.
Cukup jarang bocor.
Tidak begitu berat jika dibandingkan dengan valve lainnya
Mudah dibuka dan tidak mudah terkontaminasi.

b. Kerugian Ball Valve


Seat bisa rusak karena adanya gesekan antara ball dengan seat
Pembukaan handle yang cepat bisa menimbulkan water hammer/palu air
pada system sehingga terjadi tekanan yang besar yang bisa merusak
system/sambungan dan dinding pipa.

4. Butterfly Valve

Gambar 5 Butterfly Valve

Butterfly Valve memiliki bentuk yang unik jika dibandingkan dengan valve-valve
yang lain. Butterfly menggunakan plat bundar atau disk yang dioperasikan dengan
ankel untuk posisi membuka penuh atau menutup penuh dengan sudut 90. Disk ini
tetap berada ditengah aliran, dan dihubungkan ke ankel melalui shaft. Saat valve
dalam keadaan tertutup, Disk tersebut tegak lurus dengan arah aliran, sehingga aliran
terbendung, dan saat valve terbuka wafer sejajar/ segaris dengan aliran, sehingga zat
dapat mengalir melalui valve.

Butterfly Valve memiliki keuntungan dan kerugian sebagai berikut :


a. Keuntungan Butterfly Valve
Memiliki turbulensi dan penurunan tekanan (pressure drop) yang minimal
Bagus untuk pengoperasian on-off ataupun throttling
Bagus untuk mengontrol aliran zat cair atau gas dalam jumlah yang besar
b. Kerugian Butterfly Valve
Biasanya tidak memiliki kekedapan yang bagus
Harus digunakan pada situasi/ sistem yang memiliki tekanan rendah

5. Lift Check Valve

Gambar 5 Lift Check Valve

Penggunaan untuk fluida steam, gas, maupun liquid yang mempunyai flow yang
tinggi. Dalam konfigurasinya mirip dengan globe valve hanya saja pada globe valve
putaran disk atau valve dapat dimanipulasi sedangkan pada lift check valve tidak
(karena globe valve adalah jenis valve putar dan control valve). Port inlet dan outlet
dipisahkan oleh sebuah plug berbentuk kerucut yang terletak pada sebuah dudukan,
umumnya berbahan logam. Ketika terjadi forward flow, plug akan terdorong oleh
tekanan cairan sehingga lepas dari dudukannya dan fluida akan mengalir ke saluran
outlet. Sedangkan apabila terjadi reverse flow, tekanan fluda justru akan
menempatkan plug pada dudukannya, semakin besar tekanan semakin rapat pula
posisi plug pada dudukannya, sehingga fluida tidak dapat mengalir. Bahan dari
dudukan plug adalah logam, hal ini mempertimbangkan tingkat kebocoran yang
sangat sedikit dari check valve tersebut. Umumnya lift check valve digunakan untuk
aplikasi fluida gas karena tingkat kebocoran yang kecil. Penggunaan check valve
tipe lift ini di industri adalah untuk mencegah aliran balik condensate ke steam trap
yang dapat menyebabkan terjadinya korosi pada turbin uap.
Lift Check Valve memiliki keuntungan dan kerugian sebagai berikut :
a. Keuntungan Lift Check Valve
Desainnya yang sederhana
Membutuhkan sedikit pemeliharaan

b. Kerugian Lift Check Valve


Instalasi dari check valve jenis lift hanya cocok untuk pipa horisontal
dengan diameter yangbesar.
6. Solenoid Valve

Gambar 7 Solenoid Valve

Tipe ini, penggerak buka-tutup valve adalah rangkaian elektro- magnet yang
ditimbulkan oleh kumparan yang dilalui arus listrik. Prinsip kerja dari solenoid
valve/katup (valve) solenoida yaitu katup listrik yang mempunyai koil sebagai
penggeraknya dimana ketika koil mendapat supply tegangan maka koil tersebut
akan berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakan plunger pada bagian
dalamnya ketika plunger berpindah posisi maka pada lubang keluaran dari solenoid
valve pneumatic akan keluar udara bertekanan yang berasal dari supply (service
unit), pada umumnya solenoid valve pneumatic ini mempunyai tegangan kerja
100/200 VAC namun ada juga yang mempunyai tegangan kerja DC.

7. Safety/Relief valve
Gambar 8 Relief Valve

Safety/Relief valve memiliki fungsi yang sangat berbeda dari valve- valve yang
lain. Valve ini didisain khusus untuk melepas tekanan berlebih yang ada di
equipment dan sistem perpipaan. Untuk mencegah kerusakan pada equipment, dan
lebih penting lagi cedera pada pekerja, relief valve dapat melepas kenaikan tekanan
sebelum menjadi lebih ekstrim. Relief valve menggunakan pegas, yang secara
otomatis akan terbuka jika tekanan mencapai level yang tidak aman. Level tekanan
pada valve ini bisa diatur, sehingga bisa ditentukan pada level tekanan berapa valve
ini akan terbuka. Ketika tekanan kembali normal, relief valve secara otomatis akan
tertutup kembali. Safety valve adalah jenis valve yang mekanismenya secara
otomatis melepaskan zat dari boiler, bejana tekan, atau suatu sistem, ketika tekanan
atau temperature melebihi batas yang telah ditetapkan. Cara kerja Pressure Safety
Valve sebagai berikut : Pressure safety valve mempunyai tiga bagian utama yaitu
inlet, outlet dan spring set. Fluida bertekanan berada pada inlet PSV. PSV posisi
menutup selama tekanan fluida lebih kecil dibandingkan tekanan spring pada spring
set. Sebaliknya jika tekanan fluida lebih tinggi dibandingkan tekanan spring set
maka spring set akan bergerak naik dan membuka katup yang akan membuang
tekanan melalui outlet sampai tekanan fluida maksimal sama dengan tekanan spring
set.

D. Implementasi Control Valve pada Plant di Dunia Industri

Dalam dunia industri, kita bisa menemukan begitu banyak peralatan yang dipergunakan
dalam dunia industri. Bagaimana tidak, dunia industri kini berkembang dengan sangat pesat
dan mengagumkan sehingga kita dapat menemukan berbagai macam variasi peralatan dan
bahan yang bisa kita temukan. Salah satu peralatan yang banyak kita temui di dunia industri
adalah pipa. Peralatan ini hampir selalu ditemui di dunia industri sebagai pengalir aliran
fluida yang dibutuhkan baik itu untuk keperluan produksi, bahan bakar, atau bahkan
pendukung dan fungsi lainnya. Dalam pipa-pipa tersebut, kita akan menemukan beberapa alat
pelengkap seperti katup atau banyak disebut sebagai valve. Katup ini memiliki berbagai
macam jenis dan kita akan membahas beberapa diantaranya.
Katup Kupu-kupu atau yang akrab disebut dengan Butterfly Valve adalah sebuah katup
yang memiliki bentuk penyekat dengan rupa piringan. Penyekat ini sendiri dikenal memiliki
sumbu putar di bagian tengah. Dengan desain seperti ini, katup kupu-kupu dapat dibagi
menjadi concentric dan juga eccentric. Katup kupu-kupu juga memiliki turbulensi dan juga
penurunan tekanan atau yang akrab disebut sebagai pressure drop dengan nilai yang minimal.
Dalam dunia industri, katup kupu-kupu justru dikenal sangat baik untuk diaplikasikan dalam
hal membuka atau menutup fluida dan juga throttling atau menyempitkan aliran. Disamping
itu, katup ini akan sangat baik untuk mengendalikan fluida berupa zat cair ataupun gas dalam
jumlah yang tergolong besar seperti pada industri gas.

Katup Ball memiliki penyekat dengan bentuk bola dengan lubang yang menembus bagian
tengahnya. Katup ini sendiri dapat dengan cepat ditutup dan cukup kedap untuk dapat
menahan fluida berupa zat cair. Sementara itu, katup terakhir adalah Check Valve atau Non-
return valve yang memiliki fungsi utama berupa mengalirkan fluida ke satu arah saja dan
mencegah adanya arus ke arah sebaliknya. Tipe katup ini dapat dibagi menjadi beberapa
bagian layaknya double-plate, swing, tilting, dan juga axial.

E. Troubleshooting Control Valve pada Sistem Kontrol dan Safety


Berikut beberapa troubleshooting / masalah yang dapat mempengaruhi cara kerja valve
tidak berjalan dengan optimal dan tips untuk memperbaikinya antara lain:
Valve leak
Jika cara kerja safety valve tidak berjalan dengan optimal kemungkinana besar terjadi
leak. Bagian yang sering paling sering terjadi leak adalah pada packing gland. Hal ini
bisa diatasi dengan mengecangkan gland nut dan periksan kembali putaran handwell,
karena setelah mengencangkan gland nut maka akan terjadi gesekan antara packing
dengan stem menyebabkan handwell susah di gerakkan. Kebocoran juga biasa terjadi
dibagian sambungan body, bonnet, dan sekitar flange. Untuk itu perlu teknisi yang
berpengalaman untuk mengatasinya salah satunya teknisi dari Bromindo yang telah
memiliki jam terbang tinggi.
Kerusakan fisik
Cara kerja safety valve tidak berjalan dengan baik kemungkinan diakibatkan adanya
kerusakan fisik pada valve tersebut. Oleh karena itu pengecekan fisik pada valve
sangat penting dilakukan sebelum adanya perlakukan yang lebih jauh.
Pemberian Pelumas
Pemberian pelumas pada valve terutama pada stem, sangat penting untuk menjaga
ketahanan valve. Sehingga kerusakan valve dapat di minimalisir agar cara kerja safety
valve tetap berjalan dengan optimal.

Anda mungkin juga menyukai