Fungsi Keanggotaan Fuzzy di MATLAB
Fungsi Keanggotaan Fuzzy di MATLAB
MATLAB
[Link],Ssi,[Link]
Fungsi keanggotaan: 1
0; xa
( x a ) /( b a ); axb
f ( x; a , b, c)
(c x ) /( c b); bxc
0; xc
0 a b c
Gambar 5.33 Grafik fungsi trimf.
Syntax
y = trimf(x,params)
y = trimf(x,[a b c])
Contoh 1:
x=0:0.1:20;
y=trimf(x,[4 10 16]);
plot(x,y);
grid;
title('Fungsi Segitiga');
xlabel('x');
Gambar 5.34 Output perintah contoh 1
[Link],Ssi,[Link] Page 1
ylabel('mu[x]');
Untuk mencari nilai keanggotaan x = 12 dapat dituliskan:
>> trimf(12, [4 10 16])
ans =
0.6667
2. Trapmf
Fungsi ini untuk membuat fungsi keanggotaan kurva trapesium (Gambar 5.35).
Ada 4 parameter yang dapat digunakan, yaitu [a b c d].
Fungsi keanggotaan:
0; xa 1
( x a ) /( b a ); axb x
f ( x; a , b, c, d) 1; bxc
(d x ) /( d c); cxd
0; xd
0 a b c d
Syntax
y = trapmf(x,[a b c d])
Contoh 2
x=0:0.1:16;
y=trapmf(x,[2 6 8 12]);
plot(x,y);
grid;
title('Fungsi Trapesium');
xlabel('x');
ylabel('mu[x]');
ans =
[Link],Ssi,[Link] Page 2
0.7500
3. Gbellmf
1
Fungsi keanggotaan:
x
1
f ( x; a , b, c) 0,5 a
2b
xc
1
a
Parameter: [a b c] 0 b c
Syntax
y = gbellmf(x,params)
Contoh 3
x=0:0.1:16;
y=gbellmf(x,[2 5 8]);
plot(x,y);
grid;
title('Fungsi kurva Bell');
xlabel('x');
ylabel('mu[x]');
ans =
1.0485e-004
[Link],Ssi,[Link] Page 3
4. Gaussmf
1
Fungsi keanggotaan:
x
( x c) 2
0,5
f ( x; , c) e 2 2
Parameter: [ c]
0 c
Syntax
y = gaussmf(x,[sig c])
Contoh 4
x=0:0.1:15;
y=gaussmf(x,[2 7.5]);
plot(x,y);
grid;
title('Fungsi kurva Gauss');
xlabel('x');
ylabel('mu[x]');
[Link],Ssi,[Link] Page 4
ans =
0.4578
5. Pimf
Fungsi keanggotaan: 1
f(x;a,b,c,d) = smf(x;a,b)*zmf(x;c,d) x
Parameter: [a b c d] 0,5
0 a b c d
Syntax
y = pimf(x,[a b c d])
Contoh 5
x=0:0.1:15;
y=pimf(x,[2 6 8 12]);
plot(x,y);
grid;
title('Fungsi kurva Phi');
xlabel('x');
ylabel('mu[x]');
Gambar 5.42 Output perintah Contoh 5
[Link],Ssi,[Link] Page 5
6. Sigmf
1
Fungsi keanggotaan:
x
1
f ( x; a, c)
1 e a ( x c)
0,5
Parameter: [a c] 0 c
Gambar 5.43 Grafik fungsi sigmf
Syntax
y = sigmf(x,[a c])
Contoh 6
x=0:0.1:8;
y=sigmf(x,[2 4]);
plot(x,y);
grid;
title('Kurva Sigmoid');
xlabel('x');
ylabel('mu[x]');
[Link],Ssi,[Link] Page 6
7. Smf
Fungsi keanggotaan:
0; xa
2[( x a ) /( b a )]2 ; a x (a b ) / 2
f ( x; a , b) 2
1 2[(b x ) /( b a )] ; (a b ) / 2 x b
1; xb
Parameter: [a b] x
0,5
0 a b
Gambar 5.45 Grafik fungsi smf
Syntax
y = smf(x,[a b])
Contoh 7
x=0:0.1:12;
y=smf(x,[2 10]);
plot(x,y);
grid;
title('Kurva S');
xlabel('x')
ylabel('mu[x]');
[Link],Ssi,[Link] Page 7
Untuk mencari nilai keanggotaan untuk x = 6, dapat dituliskan
>> smf(6,[2 10])
ans =
0.5000
8. Zmf
Fungsi keanggotaan:
1; xa
1 2[( x a ) /( b a )]2 ; a x (a b ) / 2
f ( x; a , b) 2
2[(b x ) /( b a )] ; (a b) / 2 x b
0; xb
1
Parameter: [a b] x
0,5
0 a b
Gambar 5.47 Grafik fungsi zmf
Syntax
y = zmf(x,[a b])
Contoh 8
x=0:0.1:10;
y=zmf(x,[2 8]);
plot(x,y);
grid;
title('Kurva Z');
xlabel('x');
ylabel('mu[x]');
ans =
0.5000
5.10.2 MATLAB TOOL BOX Fuzzy
MATLAB memberi kemudahan untuk membangun, mengedit, dan
mengobservasi sistem penalaran fuzzy, dengan cara memberikan fasilitas
Graphical User Interface (GUI). Ada 5 GUI tools yang dapat digunakan, yaitu :
FIS Editor
Fuzzy
Inference
System
Read-only
tools
CONTOH 1 :
Sistem Kontrol Frekuensi Putar Kipas Angin
[Link],Ssi,[Link] Page 9
Untuk mengatur frekuensi putar kipas angin secara otomatis digunakan sistem
kontrol yang dapat mengkontrol sumber frekuensi putar kipas angin. Sistem
kontrol ini dipengaruhi oleh tiga variabel yaitu kecepatan putar kipas angin, suhu
ruangan, dan sumber frekuensi putar kipas angin. Berdasarkan data spesifikasi
dari pabrik, kecepatan putar kipas angin terkecil 1000 rpm (rotary per menit) dan
terbesar 5000 rpm, kemampuan sensor suhu ruangan berada dalam interval 100
Kelvin hingga 600 Kelvin, sedangkan sumber frekuensi putar kipas angin hanya
mampu menyediakan frekuensi sebesar 2000 rpm hingga 7000 rpm. Apabila
sistem kontrol ruangan tersebut menggunakan 6 rule berikut,
Berapa sumber frekuensi putar kipas angin yang dihasilkan sistem kontrol
tersebut bila pada saat itu sensor suhu menunjukkan angka 300 Kelvin sedangkan
kipas angin berputar dengan kecepatan 4000 rpm ? Selesaikan masalah ini dengan
menggunakan metode : Mamdani
[Link],Ssi,[Link] Page 10
TAHAP FUZZYFIKASI
3. Memasukkan variable input : KECEPATAN dan SUHU
Hasilnya adalah
[Link],Ssi,[Link] Page 11
Untuk menambah jumlah variable input (tidak hanya satu), maka pada menu bar pilih
Edit Add Variable Input.
Hasilnya adalah
1. Klik sekali
[Link],Ssi,[Link] Page 13
Hasilnya adalah
6. Simpan file Anda dengan memilih menu bar : File Export - to Disk. Beri nama
[Link]
[Link],Ssi,[Link] Page 14
7. Membuat himpunan fuzzy dan fungsi keanggotaannya.
Himpunan dan Fungsi Keanggotaan Variabel : KECEPATAN
Double klik
Hasilnya adalah
[Link],Ssi,[Link] Page 15
Berdasarkan data spesifikasi dari pabrik, kecepatan putar kipas angin terkecil 1000
rpm (rotary per menit) dan terbesar 5000 rpm. Ini berarti bisa dibuat range kecepatan
berada diantara 0 s/d 6000.
Range = [0 6000]
Dalam hal ini variabel kecepatan dibagi menjadi tiga himpunan Fuzzy yaitu,
LAMBAT, SEDANG dan CEPAT.
hasilnya adalah
[Link],Ssi,[Link] Page 16
Himpunan dan Fungsi Keanggotaan Variabel : SUHU
Pada Membership Function Editor , lakukan klik sekali pada variable SUHU.
[Link],Ssi,[Link] Page 17
Klik sekali
Hasilnya adalah
Berdasarkan data spesifikasi dari pabrik, kemampuan sensor suhu ruangan berada
dalam interval 100 Kelvin hingga 600 Kelvin. Ini berarti bisa dibuat range suhu dari
0 s/d 700.
Range = [0 700]
Dalam hal ini variabel suhu dibagi menjadi dua himpunan Fuzzy yaitu, TINGGI, dan
RENDAH.
mf3 di Delete.
hasilnya adalah
[Link],Ssi,[Link] Page 18
Himpunan dan Fungsi Keanggotaan Variabel Output : FREKUENSI
Pada Membership Function Editor , lakukan klik sekali pada variable
FREKUENSI
[Link],Ssi,[Link] Page 19
Klik sekali
Hasilnya adalah
Berdasarkan data spesifikasi dari pabrik, sumber frekuensi putar kipas angin hanya
mampu menyediakan frekuensi sebesar 2000 rpm hingga 7000 rpm. Ini berarti bisa
dibuat range FREKUENSI antara 0 s/d 9000.
Range = [0 9000]
Dalam hal ini variabel frekuensi dibagi menjadi tiga himpunan Fuzzy yaitu, KECIL,
BESAR dan NORMAL.
hasilnya adalah
[Link],Ssi,[Link] Page 20
TAHAP Pembentukan basis pengetahuan Fuzzy
8. Membuat Rule.
Pada FIS Editor, klik Edit - Rules
Hasilnya adalah
[Link],Ssi,[Link] Page 21
Perhatikan pembuatan Rule ke-1 berikut
Untuk Rule-Rule yang lain dibuat dengan cara yang sama, hasilnya adalah
[Link],Ssi,[Link] Page 22
TAHAP pembuatan Mesin inferensi
Hal ini sudah dilakukan di langkah ke-5 diatas, yaitu:
Mesin inferensi dibuat dengan cara mengubah operator-operator berikut
TAHAP Defuzzyfikasi
Hal ini sudah dilakukan di langkah ke-5 diatas, yaitu:
Defuzzyfication = centroid
Sampai disini program Fuzzy sudah selesai dibuat. Untuk melihat hasil inferensi Fuzzy,
dapat dilihat dari rule viewer, dengan cara pilih view- rules seperti berikut,
[Link],Ssi,[Link] Page 23
Hasilnya adalah
[Link],Ssi,[Link] Page 24
Untuk menjawab pertanyaan berikut :
Berapa sumber frekuensi putar kipas angin yang dihasilkan sistem kontrol tersebut bila
pada saat itu sensor suhu menunjukkan angka 300 Kelvin sedangkan kipas angin berputar
dengan kecepatan 4000 rpm ?
KECEPATAN = 4000
SUHU = 300
Untuk melihat berapa besar variabel output yang dihasilkan, ketiklah seperti gambar
berikut
[Link],Ssi,[Link] Page 25
Diganti dengan : [ 4000 300], kemudian ENTER
[Link],Ssi,[Link] Page 26
Hasilnya adalah
Ini berarti, untuk input KECEPATAN = 4000 dan SUHU = 300, besar frekuensi adalah
[Link],Ssi,[Link] Page 27
CONTOH 2
Sistem Kontrol Frekuensi Putar Kipas Angin
Untuk mengatur frekuensi putar kipas angin secara otomatis digunakan sistem kontrol
yang dapat mengkontrol sumber frekuensi putar kipas angin. Sistem kontrol ini
dipengaruhi oleh tiga variabel yaitu kecepatan putar kipas angin, suhu ruangan, dan
sumber frekuensi putar kipas angin. Berdasarkan data spesifikasi dari pabrik, kecepatan
putar kipas angin terkecil 1000 rpm (rotary per menit) dan terbesar 5000 rpm,
kemampuan sensor suhu ruangan berada dalam interval 100 Kelvin hingga 600 Kelvin,
sedangkan sumber frekuensi putar kipas angin hanya mampu menyediakan frekuensi
sebesar 2000 rpm hingga 7000 rpm. Apabila sistem kontrol ruangan tersebut
menggunakan 4 rule berikut,
[R1] IF kecepatan LAMBAT And suhu TINGGI THEN frekuensi = 5*kecepatan + 0,4* suhu +1500;
[R2] IF kecepatan LAMBAT And suhu RENDAH THEN frekuensi = 2*kecepatan suhu + 3000;
[R3] IF kecepatan CEPAT And suhu TINGGI THEN frekuensi = 0,5*kecepatan + 2000;
[R4] IF kecepatan CEPAT And suhu RENDAH THEN frekuensi = 20* suhu 700;
Berapa sumber frekuensi putar kipas angin yang dihasilkan sistem kontrol tersebut bila
pada saat itu sensor suhu menunjukkan angka 300 Kelvin sedangkan kipas angin berputar
dengan kecepatan 4000 rpm ? Selesaikan masalah ini dengan menggunakan metode
Sugeno.
[Link],Ssi,[Link] Page 28
3. Pilih : File, New FIS, Sugeno, seperti gambar berikut
[Link],Ssi,[Link] Page 29
4. Untuk memasukkan variabel input dan variabel output, sama dengan langkah-langkah
memasukkan input dan output pada metode Mamdani.
5. Demikian juga untuk membuat himpunan fuzzy dan fungsi keanggotaan pada variable
input, sama dengan membuat himpunan dan fungsi keanggotaan pada metode
Mamdani.
6. Bedanya hanya pada pembuatan himpunan fuzzy dan fungsi keanggotaan pada
variable output saja.
5. Range = [ 0 9000 ]
[Link],Ssi,[Link] Page 30
2. dengan cara yang sama, lakukan hal-hal berikut:
1. klick mf2
2. Type = Linier
3. Parameter = [ 2 1 3000]
4. Range = [ 0 9000]
Hasilnya adalah :
1. klick mf3
2. Type = Linier
3. Parameter = [ 0.5 0 2000]
4. Range = [ 0 9000]
[Link],Ssi,[Link] Page 31
Hasilnya adalah:
[Link],Ssi,[Link] Page 32
[Link],Ssi,[Link] Page 33
4. dengan cara yang sama, lakukan hal-hal berikut:
1. klick mf4
2. Type = Linier
3. Parameter = [ 0 20 700]
4. Range = [ 0 9000]
[Link],Ssi,[Link] Page 34
Pembuatan Basis Pengetahuan
[Link],Ssi,[Link] Page 35
[Link],Ssi,[Link] Page 36
[R1] IF kecepatan LAMBAT And suhu TINGGI THEN frekuensi = 5*kecepatan + 0,4* suhu +1500;
[R2] IF kecepatan LAMBAT And suhu RENDAH THEN frekuensi = 2*kecepatan suhu + 3000;
[Link],Ssi,[Link] Page 37
[R3] IF kecepatan CEPAT And suhu TINGGI THEN frekuensi = 0,5*kecepatan + 2000;
[Link],Ssi,[Link] Page 38
[R4] IF kecepatan CEPAT And suhu RENDAH THEN frekuensi = 20* suhu 700;
[Link],Ssi,[Link] Page 39
hasilnya adalah
Berapa sumber frekuensi putar kipas angin yang dihasilkan sistem kontrol tersebut bila
pada saat itu sensor suhu menunjukkan angka 300 Kelvin sedangkan kipas angin berputar
dengan kecepatan 4000 rpm ?
[Link],Ssi,[Link] Page 40
Hasilnya adalah
[Link],Ssi,[Link] Page 41
LATIHAN
Latihan 1 :
Berapa jumlah minuman jenis X yang harus diproduksi, jika biaya untuk
memproduksi jenis minuman tersebut diperkirakan sejumlah Rp 800 per
kemasan, dan permintaannya diperkirakan mencapai 25000 kemasan per
hari.
Latihan 2 :
Soal sama seperti pada latihan 1, hanya saja aturan yang digunakan sedikit
dimodifikasi, sebagai berikut (dengan asumsi bahwa jumlah permintaan
selalu lebih tinggi dibanding dengan jumlah persediaan):
[R1] IF Permintaan TURUN And Persediaan BANYAK
THEN Produksi Barang = 2*Permintaan 0,5*Persediaan;
[R2] IF Permintaan TURUN And Persediaan SEDIKIT
THEN Produksi Barang = Permintaan + 50;
[R3] IF Permintaan NAIK And Persediaan BANYAK
THEN Produksi Barang = 4*Permintaan 2* Persediaan + 75;
[R4] IF Permintaan NAIK And Persediaan SEDIKIT
THEN Produksi Barang = Persediaan + 100;
[Link],Ssi,[Link] Page 42
Latihan 3 :
Sumber :
[Much. Djunaidi , Eko Setiawan, Fajar Whedi Andista: Penentuan jumlah
produksi dengan aplikasi metode fuzzy Mamdani: Jurnal Ilmiah Teknik Industri, Vol.
4, No. 2, Des 2005, hal. 95 104 : Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah
Surakarta]
Diketahui data Permintaan, data Persediaan, dan Produksi seperti pada tabel berikut:
Sampai saat ini perusahaan hanya mampu memproduksi barang maksimum 25.000
produk tiap bulannya.
Pengolahan Data:
[Link],Ssi,[Link] Page 43
Pembuatan Basis pengetahuan:
Rule : (dalam hal ini rule dibuat oleh peneliti sesuai kebutuhan penelitian)
Berdasarkan data data yang ada, dapat dibentuk aturan aturan sebagai berikut :
1 IF (Permintaan is Sedikit) and (Persediaan is Sedikit) then (Jumlah Produksi is
Sedikit)
2. IF (Permintaan is Sedikit) and (Persediaan is Sedikit) then (Jumlah Produksi is
Sedang)
3. IF (Permintaan is Sedikit) and (Persediaan is Sedang) then (Jumlah Produksi is
Sedikit)
[Link],Ssi,[Link] Page 44
7. IF (Permintaan is Sedikit) and (Persediaan is Banyak) then (Jumlah Produksi is
Sedang)
8. IF (Permintaan is Sedang) and (Persediaan is Sedikit) then (Jumlah Produksi is
Sedikit)
9. IF (Permintaan is Sedang) and (Persediaan is Sedikit) then (Jumlah Produksi is
Sedang)
10. IF (Permintaan is Sedang) and (Persediaan is Sedikit) then (Jumlah Produksi is
Banyak)
11. IF (Permintaan is Sedang) and (Persediaan is Sedang) then (Jumlah Produksi is
Sedikit)
12. IF (Permintaan is Sedang) and (Persediaan is Sedang) then (Jumlah Produksi is
Sedang)
13. IF (Permintaan is Sedang) and (Persediaan is Sedang) then (Jumlah Produksi is
Banyak)
14. IF (Permintaan is Sedang) and (Persediaan is Banyak) then (Jumlah Produksi is
Sedikit)
15. IF (Permintaan is Sedang) and (Persediaan is Banyak) then (Jumlah Produksi is
Sedang)
16. IF (Permintaan is Sedang) and (Persediaan is Banyak) then (Jumlah Produksi is
Banyak)
17. IF (Permintaan is Banyak) and (Persediaan is Sedikit) then (Jumlah Produksi is
Sedang)
18. IF (Permintaan is Banyak) and (Persediaan is Sedikit) then (Jumlah Produksi is
Banyak)
19. IF (Permintaan is Banyak) and (Persediaan is Sedang) then (Jumlah Produksi is
Sedang)
20. IF (Permintaan is Banyak) and (Persediaan is Sedang) then (Jumlah Produksi is
Sedang)
21. IF (Permintaan is Banyak) and (Persediaan is Banyak) then (Jumlah Produksi is
Sedang)
22. IF (Permintaan is Banyak) and (Persediaan is Banyak) then (Jumlah Produksi is
Banyak)
Pertanyaan :
Berapa jumlah produksi pada bulan juli 2005, jika data permintaan dan persediaan bulan
juli 2005 masing-masing sebesar 21.945 unit dan 1.824 unit ?
[Link],Ssi,[Link] Page 45
Latihan 4:
( diambil dari buku terbitan Graha Ilmu yang berjudul Aplikasi Logika Fuzzy untuk
Pendukung Keputusan karangan Sri Kusumadewi & Hari Purnomo ) :
Suatu penelitian dilakukan untuk mencari jumlah produksi berdasarkan pengaruh faktor
suhu, kebisingan dan pencahayaan. Dalam penelitian ini ada 30 pekerja yang masing-
masing melakukan 27 kali percobaan dengan kombinasi suhu ( oC), kebisingan (dB) dan
pencahayaan (lux) yang berbeda untuk menghasilkan sejumlah produk. Banyaknya data
yang diperoleh sejumlah 30x27 data = 810 data. Dari ketigapuluh data untuk setiap
kombinasi diambil nilai rata-ratanya, sehingga data yang akan diolah tinggal 27 data
seperti pada tabel 1. Fuzzy logic dipergunakan untuk menentukan rata-rata jumlah
produk yang dihasilkan untuk kondisi Suhu, Kebisingan dan Pencahayaan tertentu. Tabel
rata-rata jumlah produk dan standar deviasi ditunjukkan pada Tabel 1.
No. Suhu (oC) Kebisingan (dB) Pencahayaan (lux) Rata-rata jumlah produk Standar deviasi
1 22 55 150 148.00 4.71
2 22 55 300 150.90 4.78
3 22 55 500 146.50 4.90
4 22 75 150 143.10 4.90
5 22 75 300 146.53 4.58
6 22 75 500 142.73 5.42
7 22 90 150 136.73 4.49
8 22 90 300 140.77 4.49
9 22 90 500 135.97 4.75
10 26 55 150 149.73 4.43
11 26 55 300 153.27 5.59
12 26 55 500 152.13 5.04
13 26 75 150 148.00 5.15
14 26 75 300 150.63 5.06
15 26 75 500 147.63 4.84
16 26 90 150 141.47 5.69
17 26 90 300 145.67 4.81
18 26 90 500 140.20 4.76
19 32 55 150 142.10 4.28
20 32 55 300 146.53 5.38
21 32 55 500 142.17 4.53
22 32 75 150 138.70 4.84
23 32 75 300 141.40 4.95
24 32 75 500 138.30 5.12
25 32 90 150 133.33 4.71
26 32 90 300 138.53 4.51
27 32 90 500 133.77 4.83
Tabel 1. Rata-rata jumlah produk dan standar deviasi
[Link],Ssi,[Link] Page 46
Pengolahan Data:
[SUHU]
[SUHU (oC)]
Gambar 2. Fungsi keanggotaan variabel Suhu
[KEBISINGAN]
[KEBISINGAN (dB)]
Gambar 3. Fungsi keanggotaan variabel Kebisingan
[PENCAHAYAAN]
[PENCAHAYAAN (lux)]
Gambar 4. Fungsi keanggotaan variabel Pencahayaan
[Link],Ssi,[Link] Page 47
Model fuzzy yang digunakan dalam bahasan ini adalah metode Sugeno, oleh karena itu
output sistem adalah berupa konstanta yaitu Rata-rata jumlah produk.
[1] IF Suhu RENDAH and Kebisingan TENANG and Pencahayaan REDUP THEN Rata-rata Jumlah
Produk = 148.0
[2] IF Suhu RENDAH and Kebisingan TENANG and Pencahayaan AGAK TERANG THEN Rata-
rata Jumlah Produk = 150.9
[3] IF Suhu RENDAH and Kebisingan TENANG and Pencahayaan TERANG THEN Rata-rata Jumlah
Produk = 146.5
[4] IF Suhu RENDAH and Kebisingan AGAK BISING and Pencahayaan REDUP THEN Rata-rata Jumlah
Produk = 143.1
[5] IF Suhu RENDAH and Kebisingan AGAK BISING and Pencahayaan AGAK TERANG THEN Rata-
rata Jumlah Produk = 146.53
[6] IF Suhu RENDAH and Kebisingan AGAK BISING and Pencahayaan TERANG THEN Rata-rata
Jumlah Produk = 142.73
[7] IF Suhu RENDAH and Kebisingan BISING and Pencahayaan REDUP THEN Rata-rata Jumlah Produk
= 136.73
[8] IF Suhu RENDAH and Kebisingan BISING and Pencahayaan AGAK TERANG THEN Rata-rata
Jumlah Produk = 140.77
[9] IF Suhu RENDAH and Kebisingan BISING and Pencahayaan TERANG THEN Rata-rata Jumlah
Produk = 135.97
[10] IF Suhu NORMAL and Kebisingan TENANG and Pencahayaan REDUP THEN Rata-rata Jumlah
Produk = 149.73
[11] IF Suhu NORMAL and Kebisingan TENANG and Pencahayaan AGAK TERANG THEN Rata-rata
Jumlah Produk = 153.27
[12] IF Suhu NORMAL and Kebisingan TENANG and Pencahayaan TERANG THEN Rata-rata Jumlah
Produk = 152.13
[13] IF Suhu NORMAL and Kebisingan AGAK BISING and Pencahayaan REDUP THEN Rata-rata
Jumlah Produk = 148
[14] IF Suhu NORMAL and Kebisingan AGAK BISING and Pencahayaan AGAK TERANG THEN Rata-
rata Jumlah Produk = 150.63
[15] IF Suhu NORMAL and Kebisingan AGAK BISING and Pencahayaan TERANG THEN Rata-rata
Jumlah Produk = 147.63
[Link],Ssi,[Link] Page 48
[16] IF Suhu NORMAL and Kebisingan BISING and Pencahayaan REDUP THEN Rata-rata Jumlah
Produk = 141.47
[17] IF Suhu NORMAL and Kebisingan BISING and Pencahayaan AGAK TERANG THEN Rata-rata
Jumlah Produk = 145.67
[18] IF Suhu NORMAL and Kebisingan BISING and Pencahayaan AGAK TERANG THEN Rata-rata
Jumlah Produk = 140.2
[19] IF Suhu TINGGI and Kebisingan TENANG and Pencahayaan REDUP THEN Rata-rata Jumlah
Produk = 142.10
[20] IF Suhu TINGGI and Kebisingan TENANG and Pencahayaan AGAK TERANG THEN
Rata-rata Jumlah Produk = 146.53
[21] IF Suhu TINGGI and Kebisingan TENANG and Pencahayaan TERANG THEN Rata-rata Jumlah
Produk = 142.17
[22] IF Suhu TINGGI and Kebisingan AGAK BISING and Pencahayaan REDUP THEN Rata-rata Jumlah
Produk = 138.7
[23] IF Suhu TINGGI and Kebisingan AGAK BISING and Pencahayaan AGAK TERANG THEN Rata-
rata Jumlah Produk = 141.4
[24] IF Suhu TINGGI and Kebisingan AGAK BISING and Pencahayaan TERANG THEN Rata-rata
Jumlah Produk = 138.3
[25] IF Suhu TINGGI and Kebisingan BISING and Pencahayaan REDUP THEN Rata-rata Jumlah Produk
= 133.33
[26] IF Suhu TINGGI and Kebisingan BISING and Pencahayaan AGAK TERANG THEN Rata-rata
Jumlah Produk = 138.33
[27] IF Suhu TINGGI and Kebisingan BISING and Pencahayaan TERANG THEN Rata-rata
Jumlah Produk = 133.77
Pertanyaan :
Berapa jumlah produksi yang dihasilkan bila kondisi suhu = 25 oC, kebisingan = 86 dB
dan tingkat pencahayaan = 350 lux ?
[Link],Ssi,[Link] Page 49
[Link],Ssi,[Link] Page 50
[Link],Ssi,[Link] Page 51
[Link],Ssi,[Link] Page 52