LAB PTE - 05 (PTEL626)
JOBSHEET 5
(HIGH PASS FILTER)
I. Tujuan
Mahasssiswa diharapkan dapat :
a. Mengetahui pengertian, prinsip kerja, dan karakteristik High Pass Filter.
b. Merancang, merakit dan menguji rangkaian High Pass Filter dengan benar.
c. Menganalisa dan membuat kesimpulan dari hasil praktikum rangkaian High
Pass Filter dengan benar.
II. Dasar Teori
Filter adalah suatu sistem yang dapat memisahkan sinyal berdasarkan
frekuensinya; ada frekuensi yang diterima atau diteruskan, dan ada pula
frekuensi yang ditolak atau dilemahkan (diredam).
Besarnya nilai respon (hubungan keluaran-masukan suatu filter)
dinyatakan dalam volt ataupun dalam dB dengan bentuk respon yang berbeda
pada setiap jenis filter. Besar nilai respon dapat diperoleh dari perhitungan
fungsialih (transfer function) T :
=T
Keterangan
Hs = Fungsi alih
Vout = tegangan keluaran
Vin = tegangan masukan
Magnitude (nilai besar) dari fungsi alih dinyatakan dengan |T|, dengan
satuan dalam desibel (dB).
Filter Lolos Atas (High Pass Filter)
High-Pass Filter (HPF) adalah tipe/fungsi equalizer yang meloloskan
frekuensi high (tinggi) frekuensi yang kita kehendaki, sehingga frekuensi low
(rendah) dibawahnya disaring (filter) dan dihilangkan.
Contoh: setting HPF di 10 kHz maka frekuensi 10 kHz keatas di loloskan dan
frekuensi dibawah 10 kHz disaring (di-filter) atau ditiadakan.
Suatu filter lolos atas orde satu dapat dibuat dari satu tahanan dan satu
kapasitor seperti pada Gambar 3. Perhatikan perbedaannya dengan filter lolos
bawah pada penempatan C1. Filter orde satu ini mempunyai pita transisi
dengan kemiringan 20 dB/decade atau 6 dB/oktav.
Sementara besarnya frekuensi cut off didapat dari: fC = 1 / (2R1C1)
Gambar 3. High pass filter orde-1
Gambar 4 High Pass Filter Orde-2
frekuensi cutoff High Pass Filter orde-2 didapatdarirumusdibawah:
Respon Frekuensi Filter High Pass (HPF)
Gambar Karakteristik Filter Lolos Atas
Penguatan tegangan dari sinyal input yang diberikan ke rangkaian
filter aktif high pass ini memiliki perbedaan pada respon frekuensi
rangkaian filter aktif high pass sebagai berikut.
1. Pada saat sinyal input dengan frekuensi (f) lebih tinggi dari frekuensi
cut-off (fc) :
2. Pada saat sinyal input dengan frekuensi (f) sama dengan dari frekuensi
cut-off (fc) :
3. Pada saat sinyal input dengan frekuensi (f) lebih rendah dari frekuensi
cut-off (fc) :
Dari penyataan diatas maka pada filter high pass akan memberikan
respon melemahkan sinyal input apabila frekuensi sinyal input yang diberikan
ke rangkaian filter aktif high pass lebih rendah dari frekuensi cut-off
rangkaian dan akan memberikan penguatan tegangan sebesar Av pada saat
frekeunsi sinyal tersebut lebih tinggi dari frekuensi cut-off kemudian akan
terjadi pelemahan 0,707 dari Av pada saat frekuensi sinyal input sama dengan
frekuensi cut-off rangkaian filter aktif high pass tersebut.
III. Alat dan Bahan
a. Alat
1. Trainer High Pass Filter 1 buah
2. Osciloskop 1 buah
3. Probe 3 buah
4. Generator Sinyal 1 buah
5. Avo Meter digital 1 buah
6. Power Supply 1 buah
7. Kabel penghubung secukupnya
b. Bahan
1. Lm741 1 buah
2. Resistor 10 k, 470 , 22k ,1k masing-masing 1 buah
3. Capasitor 1 nF , 47 nF, 10uF, 100uF masing-masing 1 buah
IV. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Periksalah terlebih dahulu semua komponen aktif maupun pasif
sebelum digunakan!
2) Bacalah dan pahami petunjuk pratikum pada lembar kegiatan
belajar!
3) Pastikan tegangan keluaran catu daya sesuai yang dibutuhkan.
4) Dalam menyusun rangkaian, perhatikan letak kaki-kaki komponen.
5) Power supply yang digunakan adalah simetri, yaitu terdapat VCC (+),
VDD (-), dan ground, jangan sampai antara VCC (+) dan VDD (-)
tersambung, tanpa ada nya komponen lain sebagai beban.
6) Pin 7 pada IC LM741 hanya boleh tersambung pada VCC (+),
sedangkan pin 4 pada IC LM741 hanya boleh tersambung pada VDD
(-).
7) Sebelum catu daya dihidupkan, hubungi dosen pendamping atau
asisten praktikum untuk mengecek kebenaran pemasangan mosfet dan
kabel penghubung pada trainer high pass filter.
8) Kalibrasi terlebih dahulu alat ukur yang akan digunakan.
9) Dalam menggunakan meter kumparan putar, mulailah dari batas ukur
yang besar. Bila simpangan terlalu kecil dan masih di bawah batas
ukur yang lebih rendah, turunkan batas ukur.
10) Hati-hati dalam penggunaan peralatan praktikum!
V. Langkah percobaan
a. Siapkan alat dan komponen yang diperlukan.
b. Hidupkan dan kalibrasi generator sinyal dan osciloskop yang akan digunakan
c. Menghubungkan pin PCB pada trainer dengan menggunakan kabel
penghubung sesuai dengan gambar rangkaian percobaan
d. Sambungkan trainer High Pass Filter dengan sumber tegangan (power
supply).
e. Sambungkan pin input trainer ke generator sinyal
f. Sambungkan pin input pada channel 1 osciloskopdan pin output pada
channel 2 osciloskop.
g. Catat dan gambar sinyal input dan sinyal output pada tabel percobaan 1.
h. Lakukan pengamatan pada layar osciloskop terhadap setiap perubahan
capasitor dan resistor dari generator sinyal sesuai dengan dengan tabel
percobaan 1.
i. Atur frekuensi keluaran dari generator sinyal sesuai dengan tabel percobaan
2.
j. Lakukan pengamatan pada layar osciloskop terhadap setiap frekuensi dari
generator sinyal sesuai dengan dengan tabel percobaan 2.
k. Catat hasil yang didapat sesuai dengan tabel percobaan.
l. Simulasikan percobaan High Pass filter tersebut dan masukan ke dalam tabel
sesuai dengan tabel 1 dan tabel 2.
m. Bandingkan hasil simulasi dengan hasil praktikum
n. Buatlah grafik karakteristik High Pass Filter menggunakan hasil praktikum
pada tabel 1 dan 2
o. Buat kesimpulan dari hasil praktikum.
VI. Percobaan
Rangkaian yang akan dianalisa, yaitu high pass filter orde-1
1. High pass filter orde-1
Gambar [Link] high pass filter orde-1
Sambungkan pin resistor (R1) dan pin kapasitor (C1) pada blok resistor
dan kapasitor yang ada pada trainer filter aktif, dan sesuaikan nilai
resistor dan kapasitor dengan tabel percobaan.
VII. Hasil Percobaan
Tabel [Link] High Pass Filter Orde-1
Frekuensi = 1kHz / 2 V
Nilai Nilai Gambar Sinyal Keterangan fC T(dB)
No.
R1 R2 C Output Input Output
1. 470 10 K Time/div : Time/div
0.5ms : 0.5ms
1nF Volt/div:
Volt/div: 2V
0.5V
47 nF Time/div : Time/div
0.5ms : 0.5ms
Volt/div: 2V Volt/div:
2V
Time/div : Time/div
0.5ms : 0.5ms
Volt/div: 2V Volt/div:
10 uF 5V
Time/div : Time/div
0.5ms : 0.5ms
Volt/div: 2V Volt/div:
100uF 5V
Time/div : Time/div
0,5 ms : 0,5 ms
Volt/div: 2v Volt/div:
1 nF 0,5 v
Time/div : Time/div Tryhr
0,5ms :0,5 ms
47 nF Volt/div:1v Volt/div:
1v
2 1K 10 K
Time/div : Time/div Nmjnm,
Volt/div:1
: 0,5 ms
Volt/div:
2
10 uF
Time/div : Time/div Mhbm
Volt/div:
:
Volt/div:
100uF
3 10k 10 K 1nF Time/div : Time/div Hbnb
Volt/div:
:
Volt/div:
Time/div : Time/div Hjhkj
Volt/div:
:
Volt/div:
47nF
Time/div : Time/div
Volt/div:
:
Volt/div:
10 uF
Time/div : Time/div
Volt/div:
:
Volt/div:
100uF
Time/div : Time/div
Volt/div:
:
Volt/div:
1nF
Time/div : Time/div
Volt/div:
:
Volt/div:
47nF
4 22K 10K Time/div : Time/div
Volt/div:
:
Volt/div:
10uF
Time/div : Time/div
Volt/div:
:
Volt/div:
100uF
Tabel 2 Percobaan High Pass Filter Orde-1
Dengan menggunakan R1=10k, R2=10k, dan C=47nF. Carilah bagaimana bentuk
sinyal keluarannya!
Vout
Praktiku Teori Praktiku Bentuk
Frekuensi Vin Teori
m Vout/Vin m Sinyal
( V)
( V) ( V) Vout/Vin
10 Hz
50 Hz
100 Hz
150 Hz
200 Hz
400Hz
1 kHz
1,6 kHz
1,8 kHz
2 kHz
VIII. Analisa Hasil Percobaan
IX. Kesimpulan
X. Soal Latihan
1. Sebutkan ciri-ciri dan karakteristik dari rangkaian High Pass Filter yang
anda ketahui dari percobaan ini?
2. Sebutkan aplikasi high pass filter beserta penjelasannya !