Trickling Filter
Pengertian Trickling Filter
Trickling Filter merupakan salah satu aplikasi pengolahan air limbah dengan
memanfaatkan teknologi Biofilm. Trickling filter ini terdiri dari suatu bak dengan
media fermiabel untuk pertumbuhan organisme yang tersusun oleh materi
lapisan yang kasar, keras, tajam dan kedap air.
Kegunaan Trickling Filter
Kegunaannya adalah untuk mengolah air limbah dengan dengan mekanisme air
yang jatuh mengalir perlahan-lahan melalui melalui lapisan batu untuk kemudian
tersaring.
Bagian-bagian Trickling Filter
Kegunaan Trickling Filter
Kegunaannya adalah untuk mengolah air limbah dengan dengan mekanisme air
yang jatuh mengalir perlahan-lahan melalui melalui lapisan batu untuk kemudian
tersaring.
Operasi Trickling Filter
Penghapusan polutan dari aliran limbah yang melibatkan kedua absorpsi dan
adsorpsi senyawa organik oleh lapisan biofilm mikroba. Media filter biasanya
dipilih untuk menyediakan luas permukaan yang sangat tinggi untuk volume,
bahan Khas sering berpori dan memiliki luas permukaan internal yang cukup
besar di samping permukaan eksternal medium. Bagian dari air limbah yang
melalui media memoles terlarut udara, oksigen yang lapisan lendir diperlukan
untuk oksidasi biokimia senyawa organik dan melepaskan gas karbon dioksida,
air dan produk akhir teroksidasi. Sebagai mengental lapisan biofilm, akhirnya
sloughs off ke effluen diperlakukan dan selanjutnya merupakan bagian dari
lumpur sekunder. Biasanya, trickling filter diikuti dengan sebuah tangki clarifier
atau sedimentasi untuk pemisahan dan penghapusan peluruhan tersebut. Filter
lainnya memanfaatkan media lebih tinggi kepadatan seperti pasir, busa dan
gambut tidak menghasilkan lumpur yang harus dibuang, tetapi membutuhkan
paksa blower udara dan lingkungan anaerobik tertutup.
Perlakuan air limbah atau limbah lainnya dengan tipe trickling filter adalah salah
satu teknologi pengolahan tertua dan paling baik ditandai.
Jenis Trickling Filter
Tiga jenis dasar Trickling Filter filter digunakan untuk:
* Pengolahan limbah perumahan atau pedesaan kecil individu
* Terpusat sistem yang besar untuk pengobatan limbah kota
* sistem diterapkan pada pengolahan air limbah industri.
Perlakuan air limbah atau limbah lainnya dengan tipe Trickling Filter adalah salah
satu teknologi pengolahan tertua dan paling baik ditandai.
Bidang Resapan Sistem Septik
Ini adalah bentuk paling sederhana dari sistem pembuangan limbah cair,
biasanya menggunakan pipa dikuburkan di pasir longgar atau kerikil untuk
mengusir keluar cairan dari tangki septik. Pemurnian cair dilakukan oleh biofilm
yang secara alami membentuk sebagai pelapis di atas pasir dan kerikil di bidang
penyerapan dan memakan nutrisi yang terlarut dalam aliran limbah.
Karena sistem yang benar-benar dikuburkan dan umumnya terisolasi dari
lingkungan permukaan, proses pemecahan limbah lambat dan membutuhkan
area permukaan yang relatif besar untuk menyerap dan mengolah limbah cair.
Jika limbah cair terlalu banyak memasuki lapangan terlalu cepat, limbah dapat
lulus dari biofilm sebelum dikonsumsi limbah dapat terjadi, menyebabkan
pencemaran air tanah.
Dalam rangka untuk memperpanjang umur lapangan leaching, salah satu
metode konstruksi untuk membangun dua bidang perpipaan sisi ke sisi, dan
menggunakan aliran katup berputar untuk limbah langsung ke satu bidang
sekaligus, berpindah antar bidang setiap tahun atau dua. Hal ini memungkinkan
masa istirahat untuk membiarkan mikroorganisme punya waktu untuk memecah
limbah dibangun di ranjang kerikil.
Di daerah di mana tanah tidak cukup serap (gagal uji perkolasi) pemilik rumah
mungkin diperlukan untuk membangun suatu sistem gundukan yang merupakan
limbah pembuangan khusus tidur direkayasa pasir dan kerikil mounded pada
permukaan tanah dengan penyerapan cairan miskin.
Komponen Sistem Trickling Filter
Tiga komponen utama Trickling Filter yaitu :
DistributorAir limbah didistribusikan pada bagian atas lengan distributor yang
dapat berputar
Pengolahan (Pada Media Trickling Filter)Pengolahan Trickling Filter terdiri dari
suatu bak atau bejana dengan media permiable untuk pertumbuhan bakteri.
PengumpulFilter juga di lengkapi dengan Underdrain untuk mengumpulkan
Biofilm yang mati,kemudian diendapkan dalam bak sedimentasi. Bagian cairan
yang keluar biasanya dikembalikan lagi ke Trickling Filter sebagai iar pengencer
dari air baku yang diolah.
Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Efisiensi Trickling Filter
Persyaratan Abiotis
[Link] Media
Bahan untuk media Trickling Filter harus kuat, keras dan tahan tekanan, tahan
lama, tidak mudah berubah dan mempunyai luas permukaan per nit volume
yang tinggi. Bahan-bahan yang biasa digunakan adalah batu kali, krikil, antrasit,
batu bara, dan sebagainya. Akhir-akhir ini telah digunakan media plastik yang
dirancang sedemikian rupa sehingga menghasilkan panas yang tinggi
b. Diameter Media
Diameter media Trickling Filter biasanya antara 2,5-7,5 cm. Sebaiknya dihindari
penggunaan media dengan diameter terlalu kecil karena akan memperbesar
kemungkinan penyumbatan. Makin luas permukaan media maka semakin
banyak pula mikroorganisme yang hidup di atasnya.
c. Ketebalan Susunan media
Ketebalan meda Trickling Filter minimum 1 meter dan maksimum 3-4 meter.
Makin tinggi ketebalan media maka maka makin besar pula total luas permukaan
yang ditumbuhi mikroorganisme sehingga makin banyak pula mikroorganisme
yang tumbuh menempel diatasnya.
d. lama Waktu Tinggal Trickling Filter
Diperlukan lama waktu tinggal yang disebut waktu pengkondisian atau
pendewasaan agar mikroorganisme yang tumbuh diatasa permukaan media
telah tumbuh cukup memadai untuk terselenggaranya proses yang diharapkan.
Masa pendewaas biasa berkisar 2-6 minggu. Lama waktu tinggal ni dimaksudkan
agar mikroorganisme dapat menguraikan bahan-bahan organik dan tumbuh
dipermukaan media Trickling Filter membentuk lapisan Biofilm atau lapisan
berlendir.
d. PH
Pertumbuhan mikroorganisme khususnya bakteri dipngaruhi oleh nilai PH. Agar
pertumbuhan baik diusahakan agar PH mendekati keadaan netral. Nilai PH
antara 4-9,5 dengan nilai PH yang optimum 6,5-7,5 merupakan lingkungan yang
sesuai.
e. Suhu
Suhu yang baik untuk Mikroorganisme adalah 25-37 Derajat Celcius. Selain itu
suhu juga mempengaruhi kecepatan reaksi dari suatu proses biologis. Bahkan
efisiensi dari Trickling Filter sangat dipengaruhi oleh suhu.
f. Aerasi
Agar Aerasi berlangsung dengan baik media Trickling Filter harus disusun
sedemikian rupa sehingga memungkinkan masuknya udara kedalam sistem
Trickling Filter tersebut. Ketersediaan udara, dalam hal ini adalah Oksigen sangat
berpengaruh terhadap proses penguraian oleh mikroorganisme.
Persyaratan Biotis
Persyaratan biotis yang diperlukan dalam penggunaan trickling filter adalah
jenis, jumlah, dan kemampuan mikroorganisme dalam trickling filter serta
asosiasi kehidupan didalamnya.